Anda di halaman 1dari 25

ASSALAMUALAIKUM WR.

WB

SISTEM
IMUNOLOGI

Kelompok 3

Erwin Irawan
Choirunnisa Hapsari
Ahmad Syafriyansyah
Dwita Puspa Dewi
Ana Fauziah Fitri
Fatimah Jufria
Muhammad Herli
Novia Mega Silvia
Rhafaela Mutiara Firgina
Zia Ulhaq
Tutor
: dr. Heryanto, Sp. KK

Skenario 1
Seorang anak laki-laki usia 5
tahun, dibawa ke dokter dengan
keluhan demam sejak lima hari yang
lalu, disertai batuk pilek sejak 1
minggu. Setelah dilakukan
pemeriksaan laboratorium,
ditemukan kadar leukosit 4000
/mm3, trombosit 130.000 /mm3, dan
CRP meningkat.

Kata/Kalimat Kunci

Laki-laki usia 5 tahun


Demam sejak 5 hari yang lalu
Batuk pilek sejak 1 minggu
Leukosit 4000 /mm3
Trombosit 130.000 /mm3
CRP meningkat

Pertanyaan
Berapa kadar normal dari eritrosit, leukosit
,dan trombosit?
Kelainan apa yang terjadi jika leukosit
meningkat dan juga menurun?
Bagaimana mekanisme demam dan
proses terjadinya infeksi?
Apa interpretasi dan tujuan dari
pemeriksaan CRP?
Jelaskan anatomi yang berperan dalam
sistem imun?
Apa definisi dan peran dari limfosit T,
limfosit B, dan sel NK?

Apakah yang dimaksud dengan


antigen?
Bagaimana terjadinya demam yang
berlandaskan batuk dan pilek?
Apa saja pembagian antibodi serta
jelaskan fungsinya?
Jelaskan histologi dan peran leukosit
dan trombosit pada sistem imun!
Apakah definisi dan peran dari
neutrofil, eusinofil, basofil, monosit
(makrofag)?

PEMBAHASAN
Imunologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang sistem kekebalan tubuh makhluk
hidup.
Sistem imun adalah sistem yang terdiri
atas sel-sel, jaringan-jaringan, hingga
organ-organ yang saling bekerja sama
dalam melakukan fungsi kekebalan tubuh.
Imunitas adalah resistensi tubuh terhadap
antigen-antigen yang mengganggu sistem
kekebalan tubuh.

NON-SPESIFIK

FISIK

Kulit, Selaput lendir, Silia,


Batuk, Bersin

LARUT

Lisozim, Sekresi sebasea,


Asam lambung, laktoferin,
Asam neuraminik; kompleMen, IFN, CRP

SELULER

Fagosit, Sel NK, Sel mast,


Basofil, Eosinofil, Neutrofil

SISTEM IMUN

HUMORAL

Limfosit B

SELULER

Limfosit T

SPESIFIK

Anatomi
Organ-organ
lymphoid primer :
- thymus
- bone marrow
Organ-organ
lymphoid sekunder :
- lymph nodes
- spleen (lien)
- MALT

DARAH

Plasma darah

Sel-sel darah

Sel darah merah

Sel darah putih

trombosit

Granulosit

Agranulosit

Neutrofil, Eosinofil,
Basofil

Monosit, Limfosit

Histologi
Neutrofil

Limfosit
Eosinofil
Monosit
Basofil

spleen

Tonsilla
A: Crypti
B: jaringan limfoid
C: centrum germinale nodula
secundaria
D: otot rangka

Nodus lyphaticus
A: centrum greminale noduli
secundaria
C: cortex
D: sinus medullaris

Fisiologi
Leukosit:Dimana sel-sel ini bekerja sama melalui dua cara untuk
mencegah penyakit: (1) dengan benar benar merusak bakteri atau
virus yang menginvasi melalui proses fagositosis dan (2) dengan
membentuk antibody dan limfosit yang tersensitisasi, salah satunya
atau keduanya dapat menghancurkan atau membuat agen menjadi
tidak aktif.
Neutrofil(62%)
: Sel darah putih bergranula yan bersifat fagositik
yang berperan kunci dalam peradangan akut.
menyerang dan menghancurkan antigen-antigen
yang merugikan dalam tubuh bahkan dalam
sirkulasi darah.
Eosinofil(2,3%):Sel darah putih bergranula yang berperan dalam
respon alergi dan juga infeksi parasit.
melekat pada parasit dengan molekul
permukaan khusus.

Basofil(0,4%) : Leukosit bergranula yang


mengeluarkan zat-zat tertentu
sebagai respons terhadap
inflamasi.
mengeluarkan histamin, bradikinin,
serotonin sebagai respons terhadap
inflamasi yang terjadi.

Monosit(5,3%) : Leukosit agranula yang tidak


bersifat fagositik, tapi bila sudah
ke jaringan yang cedera dan
berubah menjadi makrofag,
maka makrofag tersebut bersifat
fagositik.
hampir sama dengan neutrofil hanya saja
makrofag merupakan fagositik yang lebih
besar dan berada di jaringan.

Limfosit(30%) : Leukosit agranula yang terbagi


atas limfosit B, limfosit T, dan sel
NK yang masing-masing memiliki perannya tersendiri.
limfosit B : bekerja secara spesifik dan
menyusun sistem imun
humoral.
Limfosit T : bekerja secara spesifik dan
menyusun sistem imun selular.
Sel NK : bekerja secara nonspesifik

Biokimia
Komplemen
Komplemen adalah suatu sistem yang berisi lebih
dari 20 protein yang juga merupakan salah satu
komponen sistem imun humoral dari respons imun
bawaan karena kemampuannya untuk membunuh
patogen melalui antibodi
Sistem komplemen adalah sistem biokimia yang
menyerang permukaan sel asing
Komplemen ini diaktifkan untuk melengkapi
pengikatan antigen-antibodi

Imunoglobulin
Imunoglobulin adalah antibodi yang disekresi sel
plasma yang merupakan diferensiasi dari limfosit B
Imunoglobulin hanya dapat melemahkan antigenantigen yang masuk (non-fagositik) dengan cara
aglutinasi, presipitasi, netralisasi, dan lisis.
Pemfagositan antigen dilakukan oleh sel-sel imun yang
lain seperti komplemen, neutrofil, dan makrofag.

Analisis Skenario
Pasien datang dengan keluhan demam sejak
5 hari yang lalu disertai batuk pilek sejak 1
minggu.
Antigen telah berhasil menembus pertahanan
luar dari tubuh dan masuk ke dalam tubuh
sehingga menimbulkan respons imun, yaitu salah
satunya dengan adanya manifestasi demam,
batuk, dan pilek yang terjadi.

Leukosit
Trombosit
CRP

Jumlah normal Pada skenario Interpretasi


5000-10000
4000 /mm3 Infeksi
/mm3
150000400000 /mm3
< 10 mg/L

130000 /mm3 Infeksi


Meningkat
(>10 mg/L)

Terjadi
peradangan

REFERENSI
Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku Saku
Patofisiologi Ed. Revisi 3.
Jakarta : EGC.
Guyton, Arthur C. dan John E. Hall.
2007. Buku Ajar Fisiologi
Kedokteran Ed. 11 . Jakarta: EGC
Sutedjo, AY. 2008. Buku Saku Mengenal
Penyakit Melalui Hasil
Pemeriksaan Laboratorium.
Jakarta : Amara Books

www.wikipedia.org
http://virtualworldofscience.wordpress.
c om/2008/0 5/23/sistem-imun/
http://jhonysembiring.fitsugar.com/Pe
m eriksaan-C- Reaktif-Protein-padaSepsis-5771948
http://www.labtestsonline.org/underst
a nding/analyt es/crp/test.html
www.stimuno.com
http://ferron-pharma.com

SEKIAN
Terima Kasih

WASSALAMUALAIKUM WR. WB.