Anda di halaman 1dari 5

Pemurnian

PERKEMBANGAN
MIKROBIOLOGI

TEKNIK

DAN

CARAKERJA

DI

LABORATORIUM

a. Postulat Koch
Dr. Koch dan rekan-rekannya mengembangkan beberapa prosdur
perkembangan mikrobiologi. Hal ini mencakup prosedur untuk mewarnai
bakteri agar mudah memeriksa / diamati dan teknik untuk membiakkan
mikroba di laboratorium.
Suatu teknik yang dikembangkannya adalah penggunaan media, yaitu suatu
substrat untuk menumbuhkan bakteri, yang menjadi padat dan tetap tembus
pandang pada suhu inkubasi (suhu yang cocok untuk pertumbuhan).
Adapun media yang digunakan:
1. Gelatin : kurang memadai karena suhu tumbuh menjadi cair
2. Irisan kentang / wortel : kekurangan nutrien untuk mikroorganisme
terutama yang berkaitan dengan tubuh manusia.
3. Ekstrak ganggang laut / agar-agar: dapat dilarutkan dalam larutan
nutrien dan akan tetap padat dalam kisaran temperatur yang luas.

b. Konsepsi Biakan Murni


Media agar merupakan substrat yang sangat baik untuk memisahkan
campuran mikroorganisme sehingga setiap jenisnya menjadi terpisah-pisah.

Dengan media agar dapat memungkinkan masing-masing bakteri yang


berbeda jenis dapat tumbuh berjauhan dan dapat membentuk koloni
sekelompok massa sel yang dapat dilihat dengan mata biasa.
Semua sel dalam koloni itu sama, dianggap satu keturunan (progeni) satu
mikroorganisme dan karena itu mewakili apa yang disebut dengan
mikrobiologiawan biakan murni.
Penggunaan agar pada media mikrobiologi yang semula diusulkan di
laboratorium oleh Koch pada awal 1880an sampai sekarang digunakan
secara luas sampai sekarang.

Biakan Bakteri Pada Media Agar


* Perhatikan gambar di atas!
Pada gambar di atas terdapat beberapa koloni bakteri, yaitu koloni bakteri berwarna merah,
kuning dan putih (gading). Yang dimaksud dengan biakan murni adalah ketika salah satu dari
koloni bakteri tersebut di pisahkan dan di buat ke dalam media agar yang baru.

Koloni satu macam bakteri

PENCEGAHAN
MIKROBA

DAN

PENGOBATAN

PENYAKIT

YANG

DISEBABKAN

Metode pencegahan dan pengobatan yang telah dikemukankan untuk


memberantas penyakit karena mikroba mencakup:
1. Imunisasi (vaksinasi)
2. Antiseptis
(cara-cara
kemungkinan infeksi)

untuk

meniadakan

atau

mengurangi

3. Kemoterapi (perawatan pasien dengan bahan kimia)


4. Dan cara-cara kesehatan masyarakat (pemurnian air, pembuangan
limbah, dan pengawetan makanan)
5. Fagositosis
Imunisasi
Pasteur melanjutkan penemuannya mengenai penyebab dan pencegahan
penyakit menular, misalnya kolera ayam dan menumbuhkannya pada biakan
murni.

Pasteur secara tidak sengaja membuat suatu langkah percobaan


menemukan vaksin.
Awalnya dia menyuntikkan biakan murni bakteri kolera ayam berumur 8
minggu. Ternyata ayam tersebut tetap sehat.
Selanjutnya Pasteur mencari biakan virulen segar bakteri kolera ayam
kembali dan disuntikkan pada dua macam ayam yang pertama ayam yang
diinokulasi terlebih dahulu dan pada ayam yang tidak diinokulasi
sebelumnya.

Experimen Vaksin
Prinsip imunisasi sebagaiana yang didemonstrasikan oleh Pasteur. Mula-mula
ayam-ayam diinokulasi dengan biakkan bakeri kolera berumur beberapa
minggu dan ayam ini tetap sehat.
Beberapa minggu kemudian Pasteur menginokulasi ayam-ayam tersebut
dengan biakan segar bakteri kolera ayam. Biakan virulen yang segar ini tidak
membuat ayam-ayam tersebut sakit, tetapi membunuh ayam-ayam yang
belum diinokulasi dengan biakan sebelumnya.
Percobaan ini menunjukkan bahwa biakan tua bakteri kolera ayam,
sekalipun tidak mampu menimbukan penyakit, dapat menyebabkan ayamayam itu menghasilkan substansi pelindung yang disebut antibodi dan dalam
darahnya.
Bakteri tua kehilangan virulensinya (kemampuan menimbulkan penyakit)
setelah dibiarkan tumbuh dan menjadi tua.
Tetapi bakteri yang teratenuasi (kurang virulen) ini masih dapat merangsang
inangnya untuk membentuk antibodi, substansi yang melindungi inang
terhadap infeksi berikutnya oleh organisme virulen yang sama.
Kemudian Pasteur menerapkan prinsip inokulasi dengan biakan yang
diatenuasi terhadap pencegahan antraks.
Biakan bakteri yang diatenuasi di namakan vaksi (istilah yang diturunkan
dari bahasa Latin vacca yang berarti sapi)dan diimunisasi dengn biakan
bakteri yang diatenuasi disebut vaksinasi.

Selain itu prinsip ini juga dipakai untuk mengobati penyakit rabies.
Fagositosis
Elie Metchnikoff (1845 1916) yang bekerja di Laboratorium Pasteur mengamati bahwa
leukosit, (semacam sel dari darah manusia, dapat memakan bakteri penyebab penyakit yang ada
di dalam tubuh.
Pelindung terhadap infeksi ini dinamakan fagositosis.

Dari pengamatan tersebut maka Elie membuat hipotesis bahwa fagositosit merupakan barisan
pertahanan pertama yang penting bagi si penderita terhadap mikroorganisme yang menyerbu
tubuh.
Fagositosit adalah mekanisme pertahanan alamiah terhadap penyakit dengan proses
dimakannya benda-benda partikulat oleh sel-sel tertentu.

Antiseptis
Dalam pengertian umum, kata septis berarti infeksi ; antiseptis berkenaan
dengan cara-cara pemberantasan atau pencegahan infeksi.
Semmelweis memperkenalkan cara-cara antiseptik selama kelahiran agar
mengurangi terjadinya demam nifas karena mikroba
Lister mencatat 45% pasien meninggal setelah pembedahan. Desinfektan
pada saat itu belum dikenal, tetapi asam karbolat (fenol) sudah diketahui
membunuh bakteri.
Maka Lister menggunakan larutan encer asam tersebut untuk merendam
perlengkapan bedah dan menyemprot ruang bedah.
Prinsip teknik antiseptik ini digunakan untuk mencegah masuknya mikroba
ke dalam luka atau insisi.