Anda di halaman 1dari 8

1

Oleh : Ust. Syaiful Yusuf, Lc.

Tujuan Penyajian Materi:


Tujuan tarbiyah pada pribadi muslim/ peserta tarbiyah adalah melahirkan pribadi-pribadi
muslim yang berkualitas Di mana pribadi muslim yang dimaksud adalah bahwa pribadi muslim
yang memiliki kualifikasi 5 M.(5M untuk memudahkan kita menghafal dan adapun yang penting
adalah isi dari 5 M ini).
A. Mumin
Mukmin yang dimaksud adalah mukmin dalam hal :
1. Pemahaman Islam
Pemahaman yang benar terhadap Islam. Iman dalam manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah
adalah keyakinan dalam hati ucapan dalam lisan dan perbuatan dengan anggota tubuh.
Seorang yang berpredikat mumin dapat dilihat dari sisi-sisi sebagai berikut:
Pemahaman yang benar/shohih yakni yang bersumber dari Al-Quran yang shahih
dan sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sesuai dengan pemahaman as
salaf ash shaleh.
Pemahaman Islam yang Syamil/menyeluruh dan sempurna. Pemahaman islam yang
menyeluruh yang mencakup seluruh aspek ajaran Islam dengan cara tidak
parsial/tidak sepotong-sepotong sebab pemahaman yang parsial akan menyesatkan.
Seseorang yang tarbiyah diharapkan dengan tarbiyah yang dia ikuti dia memiliki
pemahaman Islam yang benar dan sempurna. Dan inilah yang seharusnya dimiliki
oleh seorang kader mukmin.
Dalilnya: Hadits Rasulullah :pemahaman Islam yang sempurna adalah dengan
mempelajari Islam tidak secara parsial. Jadi ummat Islam tidak sepotongsepotong/tidak setengah-setengah karena pemahaman yang parsial akan melahirkan
ketersesatan. Firqah- firqah yang tersesat lahir dari pemahaman yang parsial terhadap
Islam, misalnya khawarij selalu mengambil dalil-dalil yang berisi ancaman dan
mengabaikan dalil-dalil yang berisi rahmat dan ampunan, makanya khawarij
gampang sekali mengkafirkan orang karena dalil yang mereka pegang adalah dalil
yang berisi ancaman, seperti dalil neraka, kafir, keluar dari islam, itu dalil-dalilnya
khawarij sehingga orang berdosa sedikit saja telah dikatakan keluar dari Islam.
Mereka tidak melihat dalil-dalil yang lain tentang rahmat dan ampunan Allah. Oleh
karena itu karena memahami Islam secara parsial sehingga mereka tersesat. Mereka
mengkafirkan orang Islam hanya dengan perbuatan dosa yang dilakukan oleh seorang
muslim. Mengapa terjadi hal yang seperti itu, karena pemahaman mereka tidak
syamil (mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian). Contoh yang lain adalah
murjiah yang sebaliknya dengan khawarij mereka hanya bersandar kepada nash-nash
yang berisi rahmat Allah, ampunan Allah sementara mereka mengabaikan nash-nash
yang berisi ancaman Allah, karenanya mereka mengatakan yang penting ada iman
dalam hati, dosa apapun yang dikerjakan tidak akan mempengaruhi keimanan.
Contoh dalil yang mereka bersandar padanya, yaitu kisah pelacur yang memberi air
minum kepada seekor anjing saja sudah masuk surga, dalil ini memang shahih tetapi
jangan melihat satu dalil saja tapi kita juga harus melihat dalil yang lain ada seorang
perempuan yang masuk neraka hanya karena mengurung seekor kucing. Makanya
banyak sekarang ini yang mengatakan yang penting hati saya baik. (biarpun tidak
melakukan shalat, atau bahkan melakukan kejahatan sebesar apapun). Contoh lain

adalah Islam liberal, mereka hanya mengambil kaidah-kaidah umum dan mereka
meninggalkan begitu banyak kaidah-kaidah khusus. Contoh dalil yang mereka
pegang adalah Islam rahmatallilalamin jadi pencuri tidak boleh dipotong tangannya
karena Islam adalah rahmat, pembunuh tidak boleh diqishash karena Islam adalah
rahmat. Namun di sini perlu kita fahami bahwa hal tersebut adalah kaidah umum
sedangkan potong tangan, qishash adalah kaidah khusus. Namun karena mereka
hanya mengambil kaidah umum saja sehingga hal tersebut tidak berlaku bagi mereka.
Mereka mengambil dalil sepotong-sepotong dan orang yang mengambil agama
sepotong-sepotong seperti Orang-orang Yahudi QS; 2:85.
Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada
sebagian (yang lain) Maka tidak ada balasan yang pantas bagi orang yang berbuat
demikiandiantara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari
kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah
terhadap apa yang kamu kerjakan (QS: 2:85)

Pada saat membawakan materi maka kita biasakan mutarabbi untuk


membawa Al-Quran dan membuka Al-Quran dan membaca sendiri
agar atsar yang berbekas pada tarbiyah-tarbiyah kita.

2. Aqidahnya
Aqidah yang dimaksud adalah aqidah yang benar /shohihah dan rafiqah/tertanam
dengan kuat. Aqidah yang benar adalah yang tidak menyimpang dari jalan yang sesuai
dengan pemahaman para Salafussholeh. Firman Allah Inilah dia jalanku yang lurus dan
janganlah engkau mengikuti jalan-jalan yang lain, maka kalian akan berpecah dari
jalannya(QS:
). Aqidah yang kuat yang Nampak dari pemahaman dan
pengamalan dan tertancap dengan kuat bukan hanya teori dan pemahaman semata.
Aqidah dengan Pemahaman yang tertanam dengan kuat, Misalnya Allah maha melihat,
mendengar, kita yakin akan adanya Nama Allah maka nama menunjukkan sifat Allah
memiliki Nama Assami Maha mendengar maka kita tidak menyebutkan perkataan yang
tidak diridhoi oleh Allah ketika kita tahu dan yakin bahwa Allah memiliki nama AlBashir (maha melihat) maka kita tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak
di ridhoi oleh Allah. Tidak menampakkan perbuatan yang dimurkai oleh Allah sebab
Allah melihat diri-diri kita. Jadi jika ada seseorang yang tetap melakukan perbuatan yang
tidak diridhoi oleh Allah padahal ia tahu bahwa Allah itu Maha Melihat, Maha
Mendengar maka iman itu rapuh. Ia tahu bahwa Allah itu Ar Razzak, maha pemberi
rezeki, tapi ia tidak sabar akan hal tersebut. Rasulullah mengatakan sesungguhnya tidak
ada jiwa yang akan mati sampai dia mengambil semua rezekinya dan menghabiskan
semua umur yang Allah sediakan untuknya mak perindahlah caramu mencari dan jangan
sampai lambatnya rezeki sampai kepadamu menyebabkan kamu mencarinya dengan cara
bermaksiat kepada Allah.
3. Ruhiyahnya
Ruhiyahnya seorang mukmin yang tertarbiah maka ia memiliki
kecintaaan yang sempurna kepada Allah. Ada rasa takut dan ada
harapan kepada Allah.
QS. Al Baqarah : 165



165. Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai
Allah. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.

dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui


ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu
kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya
(niscaya mereka menyesal).
[106] yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang
menyembah selain Allah.

QS: As-Sajadah : 16


16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya[1193] dan mereka selalu
berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka
menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan.
[1193] maksudnya mereka tidak tidur di waktu Biasanya orang tidur untuk
mengerjakan shalat malam.

QS: Al-Anbiya : 90



90. Maka kami memperkenankan doanya, dan kami anugerahkan kepada nya
Yahya dan kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka
adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatanperbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan
cemas[970]. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami.
[970] Maksudnya: mengharap agar dikabulkan Allah doanya dan khawatir
akan azabnya.

Mereka Khusyu di dalam ibadahnya


Dalam QS: Al-Muminun; Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,
(yaituorang yang khusyuk dalam shalatnya
Seorang mukmin dalam shalatnya senantiasa khusyu Bahkan mereka menangis dalam
ibadahnya karena khusyunya ibadah merekaseperti Abu Bakar yang pada suatu
waktu ditunjuk oleh Rasulullah untuk menjadi imam, maka Aisyahseakan memprotes
kepada Rasulullah bahwa Abu Bakar sangat mudah menangis bahkan ketika
membaca Al-Quran para sahabat tidak dapat mendengar bacaan Al-Qurannya
karena tangisannya. Umar bin Khattab ada dua garis dipipinya karena ia selalu
menangis dalam ibadah-ibadahnya.
Mereka peduli dengan Urusan kaum Muslimin
Dari Numan bin Basyir bahwasanya Rasulullah bersabda perumpamaan orangorang yang beriman memiliki kedekatan hati/kelembutan di antara mereka seperti
satu jasad jika satu bagian merasakan sakit maka sebagaian yang lain juga
merasakan sakit dalam bentuk tidak dapat tidur karena seakan-akan merasakan apa
yang dialami saudaranyaseorang kader-kader mumin merasakan penderitaan
saudaranya, menjaga saudaranya, menghindari menyakiti saudara tidak saling
mengejek dsb.
Prihatin/Dia Dekat dengan kondisi Ummat

Semua nabi yang diutus oleh Allah prihatin dengan kondisi ummatnya maka ia
memperingatkan ummanya Perkataan Takut ketika tertimpa azab yang berat kepada
ummatnya.
QS:7:59, Kisah nabi Nuh Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh
kepada Kaumnya, lalu dia berkata,Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada
Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu benar-benar
berada dalam kesesatan yang nyata
QS:at-Taubah:120-128.
QS:46:21. Dan ingatlah (Hud) saudara kaum Ad, yaitu ketika dia mengingatkan
kaumnya tentang bukit-bukit pasir dan sesungguhnya telah berlalu beberapa orang
pemberi peringatan sebelumnya dan setelahnya (dengan berkata), Janganlah
kamu menyembah selain Allah, aku sungguh khawatir nanti kamu ditimpa azab
pada hari yang besar
Seharusnyalah Seorang daI prihatin dengan kondisi ummatnya,Senantiasa
mendakwahkan agamanya dan ia senantiasa merindukan tegaknya agama
Allah.
4. Ibadahnya

Abid/ahli ibadah
Seorang mukmin ia adalah seorang ahli ibadah, ciri-cirinya:
Menjaga ibadah yang wajib
Mementingkan ibadah yang
sunnah. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan
kepadaku sampai aku cintai dengan perkara ibadah ibadah wajib dan tidaklah
hamba-Ku mendekatkan kepada Ku dengan perkara-perkara yang sunnah sampai
ia Aku cintai. Seorang sahabat pernah disuruh oleh nabi untuk menikah, Rabiah
bin Kaab (dalam usia 6 Tahun) berkata; saya pernah bermalam bersama
Rasulullah, beliau tidur di antara nabi dan istrinya. Ketika Rasulullah bangun
shalat malam maka iapun ikut bangun shalat malam. Beliau berkata saya
mengambilkan air wudhu beliau dan memenuhi hajat-hajat beliau, kemudian
Rasulullah bersabda,mintalah saya meminta untuk bisa bersamamu di surge,
kemudian Rasulullah menjawab, adakah permintaanmu yang lain? Katanya,
hanya itu ya Rasulullah, kemudian Rasulullah bersabda,bantulah aku untuk
memenuhi permintaanmu itu dengan memperbanyak sujud dan shalat sunnah.
Ikhlas
Ahli ibadah yang ikhlas QS:18:110 Katakanlah( Muhammad) sesungguhnya aku
ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa
sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa.Maka barangsiapa yang
mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan
dan janganlah ia mempersekutukan sengan sesuatu apapun dalam beribadah kepada
Tuhannya QS:al-Mulk:1-2 Maha suci Allah yang di tangan-Nya (segala) kerajaan,
dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk
menguji kamu siapa yang di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha
Perkasa, Maha Pengampun.
Sesuai Sunnah/ mengikuti sunnah
5. Akhlaq yang mulia
Seorang kader mukmin senantiasa mengumpulkan akhlak yang mulia /Ummahat AlHuluk Al Hasan
Adil
Sabar

Menjaga kehormatan diri


Berani
6. Adabnya
Seorang kader mukmin senantiasa menghidupkan adab-adab Islam dalam kehidupannya :
Adab Tidur; berwudhu, baca doa sebelum tidur, dll
Makan dan Minum; makan dengan tangan kanan, makan tidak sampai kenyang, dll
Buang air; masuk kamar mandi dengan kaki kiri, keluar dengan kaki kanan, dll
Naik Kendaraan; membaca doa
Dalam berpakaian; memakai pakaian yang menutup aurat dengan sempurna.
7. Muamalahnya
Maamalahnya islamiyah dalam:
Menjual dan membeli; tidak mengurangi takaran dalam timbangan
Muamalah dalam keluarga pada orang tua. Larangan untuk durhaka kepada orang tua
diperintahkan setelah larangan untuk mempersekutukan Allah. Kita senantiasa
ikhtirom kepada orang tua kita dengan semakin tingginya ilmu kita. Kita mendakwahi
mereka dan senantiasa beradab kepada mereka.
Berinteraksi dengan orang lain
Menjaga pergaulan antara laki-laki dengan perempuan, jelas hijabnya. menjaga adab
ketika bukan mahram
B. Muslih/ Orang yang melakukan perbaikan

Seorang kader seharusnya menjadi dai/ menjadi murabbi setelah aqidah, ibadah, ruhiyah,
Akhlak, adab, muamalahnya sudah baik maka seharunya ia mendakwahkan ilmunya dan
melakukan perbaikan ummat. Idealnya seorang kader terlibat atas setiap bagian dakwah ini
dalam QS:Fusshilat:33Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang
menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan berkata,Sungguh, aku termasuk orangorang muslim (yang berserah diri)?
1. Selalu berdakwah
2. Tidak tertutup/ bergaul dengan masyarakat
3. menjadi Agen perubah dimanapun ia berada
4. melaksanakan dakwah fardiyah
5. Membangun dan tidak menghancurkan

C. Mujahid
Sifat-sifat seorang mujahid:
1. Bersabar dengan segala keadaan dan bisa menghadapi kesulitankesulitan.
Sabar dan kuat. Seorang mujahid tidak harus mengangkat senjata. Dakwah ini adalah
bagian dari jihad Dakwah awal Nabi di Mekkah disebutkan oleh Allah adalah Jihad
Janganlah engkau mentaati orang kafir dan berjihadlah melawan mereka dengan AlQuran .
QS:9:38,120




120. Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi
yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang)
dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada
mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah Karena mereka tidak ditimpa
kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak
suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak
menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi
mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

QS. At Taubah : 38



38. Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu:
"Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin
tinggal di tempatmu? apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai
ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia Ini (dibandingkan
dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.

2. Pengorbanan.
Seorang mujahid senantiasa siap untuk berkorban di jalan Allah. Berjihad di jalan Allah
dengan harta dan jiwanya.
3. Memiliki persiapan untuk berjihad di jalan Allah.
Rasulullah bersabda, janganlah berharap bertemu dengan musuh namun jika kau
bertemu dengannya maka bersikap teguhlah, jangan lari. Karena jika Allah takdirkan
untuk jihad maka berjihadlah. Barang siapa mati dan tidak pernah berperang dijalan
Allah dan tidak pernah meniatkan untuk melakukan hal itu maka ia mati dalam salah
satu cabang kemunafikan. Paling tidak persiapan tadi untuk terjun ke medan jihad.
4. Rindu mati syahid.
Ia senantiasa berdoa kepada Allah agar kematiannya syahid. Barangsiapa yang minta
kepada Allah dengan mati syahid dengan sebenar-benarnya, maka ia akan di tempatkan
kepada tempat para syuhada Mereka membuktikan janjinya kepada Allah, diantara
mereka menunggu-nunggu kapan giliran mereka syahid di jalan Allah dan mereka tidak
pernah mengubah sedikitpun kerinduan mereka kepada asy syahadah.
D. Mutaawinun/ Bisa bekerjasama
Mereka memiliki kesiapan bekerjasama, tidak sendiri-sendiri. Hal ini di bangun dari
ukhuwah perasaan bersama diantara mereka ada cinta di antara mereka, saling membutuhkan
diantara mereka dan inilah yang seharusnya ada dalam jamaah kita. Dalam bermusyawarah
kita senantiasa menghargai pendapat saudaranya dan jangan memaksakan kehendak.
Mengetahui pemimpinnya
Bekerja yang terorganisir dengan baik dengan rapi dalam suatu jamaah
Bergabung dalam amal jamai dalam bentuk:
Terlibat/ al indimam
Disiplin/ Terikat/ al indibath
Memahami konsep dipimpin dan pemimpin.
Siap menjadi pemimpin dan menjadi orang yang dipimpin Khalid bin Walid Adalah
penglima dimasa Rasulullah dan panglima pada masa Abu Bakar dan panglima dimasa
Umar Bin Khattab dan tidak pernah kalah. Pada saat Umar menjadi khalifah banyak
kemudian di turunkan menjadi mujahid biasa dan pada saat itu Khalid bin Walid tetap

berperang karena tujuannya adalah Allah. Bahkan ia merasa sedih pada saat menjelang
ajalnya di atas ranjangnya ia bersedih dan menangis kenapa ia tidak mati dimedan perang
padahal di tubuhnya itu terdapat lebih dari 70 bekas luka pada saat berperang.
E. Mutqin/Menguasai/mengerjakan dengan baik amanahnya
Amanah
Bertanggungjawab
Spesialisasi/mengerjakan pekerjaan dengan baik/profesionalisme.
Tarbiyah pada Masyarakat
Tujuan tarbiyah pada masyarakat adalah Menegakkan agama Allah di muka bumi
Dalilnya:
QS: At-Taubah : 33


33. Dialah yang Telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan
agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang
musyrikin tidak menyukai.

QS:Al-Fath : 28


28. Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak
agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi.

QS:As-Shaff : 9


9. Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar
agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik
membenci.

QS:An-Nur : 55




55. Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan
mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan
mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang
sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama
yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan)
mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap
menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan
barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang
fasik.

Bagaimana jalan untuk menegakkan agama Allah:


1. Membentuk keluarga-keluarga yang Islami.
2. Membentuk jamaah dakwah yang kuat yang solid. Yang mana seluruh kader dapat
menyatukan potensi untuk menguatkan Islam ini

3. Melahirkan masyarakat Islami Dimana dakwah terus berkembang dan berkembang dan
melahirkan rijal-rijal dakwah
4. Terbentuk masyarakat-masyarakat yang Islami
5. mengembalikan Al-Khilafah yang Islami/ pemerintahan yang islami. Kurang lebih 14 Abad
yang lalu Islam berjaya hingga 84 tahun yang lalu. Semoga dengan pembentukan pribadi-pribadi
ini khilafah Islamiyah dapat ditegakkan kembali.