Anda di halaman 1dari 5

18

Oleh : Ust. Qasim Saguni


Tujuan Penyajian Materi :
1. Untuk memotivasi peserta tarbiyah agar dapat mengikuti akhlak salaf dalam kehidupan mereka,
yang tentunya salaf adalah contoh kita, dari para sahabat, para tabiin, tabiut-tabiin
pebfghulunya adalah Rasulullah, jadi sudah jelas smuber kita, tapi kemudian akhlak Nabi itu
m,ampu diterapkan oleh para sahabt berarti bukan sesuatu yang mustahil untuk menerapkan
akhlak rasulullah.

Dengan materi ini kita memotivasi peserta tarbiyah agar bersemangat untuk
menghidupkan akhlak salaf, menghias diri mereka dengan akhlak mullia.
2. Agar peserta tarbiyah mengetahui syumuliyah akhlak salaf, maka dari itu syamil/sempurna
sehingga manhaj salaf tidak hanya mengambil sebagian dari akhlak salaf dan meningggalkan
sebagian yang lain. Jadi akhlak yang sempurna kiita ambil seluruh akhlak mereka karena ada
sebagian orang lain yang tidak mengambil seluruyhnya. Ada yang mengambil kerasnya saja
tidak ada lembutnya sama sekali, bagusnya kalau dia seimbang, kalau hanya mengambil yang
kerasnya saja nanti menyerupai khawarij karena yang mereka ambil hanya dalil-dalil tentang
kekerasan, tentang adzab, orang islam yang melakukan dosa besar kafir dan masuk neraka.
Berbeda dengan Murjiah lembut sekali pokoknya yang penting ada iman , yang penting
beriman katanya yang penting ada iman, yang penting percaya saja percaya ada Allah, dosa
apapun yang anda lakukan tidakl akan mengurangi keiomanan anda, iman tetap full, sangat
lembek! Dalilnya semua ayat-ayat dan hadits-hadits sekitar Allah maha pengampun , Allah maha
penyayang, dalil pelacur memberikan air minum pada anjing masuk syurga jadi yang seperti ini
adalah dalillnya orang Murjiah jadi contohnya biar anda pelacur hanya memberikan air minum
pada anjing sudah dijamin masuk surga? Gampang sekali!. Jadi kita ambil akhlak ini semuanya,
sempurna kita tempatkan pada tempatnya kapan harus keras, kapan harus lembut, kapan ada
toleransi kapan tidak.
3. Agar peserta tarbiyah mengetahui jalan-jalan untuk mendapatkan akhlak yang mulia.
Muqaddimah
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda Innamaa buitstu liutammima makaarimaal
akhlak (HR. Imam ahmad), dalam riwayat lain yang menyebutkan bahwa Innama wulidtu
liutammimaa shaalihal akhlak (HR. Imam Ahmad dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani).
Diantara tujuan diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dari muqaddimah ini kita
perlu menjelaskan urgensi ahlak dalam islam terkait dengan hadits ini, dari kata Innamaa dalam
bahasa Arab adalah al-ashr melakukan pendekatan innaml amalu binniyat hanya saja amal
tergantung dari niatnya kalau tidak ada niat tidak ada amal. innama buitstu hanya saja aku
diutus sesungguhnya aku diutus hanya untuktidak ada tujuan lain hanya itu tujuannya innama
wulidtu liutammimaa makaarima akhlak hanya untuk menyempurnakan akhlak yang baik atau
akhlak yang mulia kalau begitu hanya ini tujuan Nabi diutus?. Disinilah perlu dijelaskan urgensi
akhlak, bahwa Nabi diutus oleh Allah dengan berbagai tujuan. Termasuk diantaranya untuk
mengeluarkan manusia dari kesyirikan kepada tauhid, hanya menyembah kepada Allah subhanahu
wataala, dalilnya: Sesungguhnya telah kami utus pada setiap ummat seorang Rasul yang
menyerukan sembahlah Allah saja dan tinggalkanlah thogut . Jadi tujuan Nabi diutus adalah ubtuk
mengeluarkan manusia dari kesyirikan kepada tauhid jadi islam adalah sebuah agama, sebuah
aturan, harus menjadi aturan yang tertinggi didunia mengatur kehidupan seluruh manusia
perjuangan berat, apalagi tujuan lainnya nah itu tadi innamaa wulidtu liutammimaa makarimal
akhlak dari dalil-dalil itu minimal ada beberapa dalil yang sudah kita ketahui dan mungkin ada
yang belum kita tahu, kenapa dikatakan innamaa = sesungguhnya aku hanya diutus untuk
menyempurnakan akhlak yang mulia ada tujuan-tujuan lain yang juga besar disinlah yang
menjadi urgensi akhlak karena begitu pentingnya seakan-akan Cuma ini tujuan Nabi diutus padahal
bukan Cuma ini tujuannya, ini menunjukkan pentingnya akhlak innamaa wulidtu liutammima
makaarimal akhlak sama kalau kita mengatakan ad-diinun nashihah = agama adalah

nasehat , apakah islam Cuma nasehat isinya? Tidak!, ada ibadah, ada muamalah, ada nikah, ada
zakat, ada ruju dan ada jihad. Tetapi ini menunjukkan pentingnya nasehat dalam islam, Nabi
mengatakan al-hajju arafah = haji itu adalah wukuf di Arafah, apakah Cuma wukuf di Arafah
rukun haji ? tanpa melaksanakan rukun yang lain tetap sah, tidak sah! Semua rukun harus terpenuhi
tapi nabi mengatakan al-hajju arafah seakan-akan Cuma itu saja ibadah haji, ini menunjukkan
pentingnya wukuf di Arafah seperti yang itu kita jelaskan. Urgensi akhlak terlihat dalam hadits
ini dimana Nabi mempunyai beberapa tujuan besar seakan-akan diutusnya untuk menyempurnakan
akhlak yang mulia ini m,enujukkan pentingnya akhlak yang mulia.
AKHLAK SALAFUSHSHALIH
A.
Defenisi Akhlak (tarifu akhlaki)
Secara bahasa
Akhlak adalah as-sabihatu at-tabiatu. Tabiat/sifat bawaan kita. Artinya
tabiat/sifat bawaan, sifat yang dibawa manusia sejak lahir. Ada orang sabar sudah seperti
itu dia diciptakan tapi ada orang sabar penuh perjuangan sampai dia bisa jadi orang sabar
padahal sebenarnya cepat sekali marah, tapi karena ditarbiyah terus sampai akhirnya dia
bisa menjadi orang sabar jadi awalnya memang butuh perjuangan beda dengan yang
bawaan karena sifat dasarnya sudah begitu sejak diciptakan.
Secara istilah
Akhlak adalah haalun linafsi dayatun.. keadaan jiwa yang membawa atau
mengajak jiwa itu kepada perbuatan-perbuatannya tanpa dia menimbangnya dan
memikirkannya terlebih dahulu. Jadi keadaan jiwa seseorang yang mana keadaan jiwa itu
membuat seseorang mampu melakukan sesuatu perbuatan-perbuatan secara spontan, contoh
: ada seseorang suka bersedekah tapi masih kadang ragu, karena terlalu banyak
pertimbangan. Tetapi karena dia mengharapkan pahala akhirnya dia bersedekah, ini belum
dikatakan akhlak karena masih berat atau dia berfikir dulu sebelum melakukannya, ada
orang yang bersedekah memang menjadi akhlaknya dia tidak berfikir lagi untuk
mengeluarkannya karena sedekah sudah menjadi akhlaknya. Ada orang yang dimintai
tolong berfikir-fikir dahulu, alasannya bermacam-macam tapi akhirnya dia putuskan untuk
menolong supaya mendapatkan pahala, nah itu belum menjadi akhlak. Kapan dia menjadi
akhlak? Adalah kalau dia dilakukan secara spontan begitu orang meminta tolong langsung
dia Bantu bahkan sebelum orang meminta tolong dia sudah menolong orang, jadi menolong
itu sudah menjadi akhlaknya. Sabar misalnya ada orang yang dia latih betul-betul jiwanya
supaya bisa bersabar dan dia mau sekali marah sampai pusing kepalanya, merah matanya
dan dia tahan betul dan kadang-kadang dia menggit bibirnya atau dia hantam tembok,
daripada dia hantam orang, dia bersabar tapi butuh perjuangan untuk bisa bersabar dan itu
belum menjadi akhlak, kapan menjadi akhlak adalah kalau keadaannya spontan kalau dia
diganggu, betul sakit hatinya tapi dia bisa langsung bersabar maka itu sudah menjadi
akhlak.
Jadi akhlak adalah keadaaan yang membuat kita melaksanakan suatu perbuatan
secara spontan, kita tidak berfikir lagi karena memang itu sudah menjadi ghiroh kita ini
bentuk latihan bagi yang belum memilikinya. Ada yang jibilli (sudah begitu memang
dia diciptakan) sifat itu sudah ada sejak dia ada dalam rahim ibunya jadi memang sifat
bawaanya begitu dan kalau dia adalah orang sabar memang susah marah ada orang kadangkadang biar diganggu tidak marah karena memang susah marah itu hakekat jibilli jadi
begitulah Allah ciptakan dia, dia keluar dari rahim ibunya dengan keadaan yang seperti itu
ada yang mutadatun fil adabi wat-tadarribi ada akhlak yang mutadat diambil,
dicari, direbut, pembiasaan dan latihan, dia membiasakan dirinya, dia latih dirinya,
bersedekah misalnya dia diciptakan memiliki sifat pelit tapi dia ingin merubah akhlak ini,
jadi dia ingin merubah, jadi awalnya dia belajar untuk bersedekah setiap hari dia latih
akhlak ini dengan membiasakan memberikan sedekah seribu rupiah, seribu rupiah berat
rasanya, tapi diawal, sampai kemudian seribu menjadi ringan terasa sampai menjadi sebuah
akhlak. Orang kurus saja bisa gemuk dan berotot karena latihan terus dengan membawa
beban, awalnya 2 kilo,2 kilo, ditambah menjadi 3 kilo dst, lama sampai berotot tangannya,
kenapa? Dilatih. Jadi ada akhlak yang diambil, dicari dan dilatih.

B.

Keutamaan menghiasi diri dengan akhlak yang mulia Fadhlu at-takhalli bil hulukil
hasani
a)
Akhlak adalah yang paling banyak atau salah satu sebab
masuknya seseorang kedalam syurga
Sebab terbanyak masuk seseorang kedalam syurga dalilnya adalah ketika Nabi ditanya
sebab apakah yang menyebabkan orang masuk syurga? Nabi menjawab : Takwa kepada
Allah dan akhlak yang mulia (HR. Tirmidzi yang dihasankan oleh Al-Albani
rahimakumullah). Inilah sebab yang paling banyak menyebabkan seseorang masuk syurga.
Jadi kalau anda mau masuk syurga hiasi diri dengan akhlak yang mulia sebaliknya salah
satu sebab yang paling banyak menyebabkan seseorang masuk kedalam neraka Nabi
berkata mulut dan kemaluan inilah yang paling banyak menyebabkan seseorang masuk
kedalam neraka, karena yang paling sulit dijaga adalah mulurt kalau kemaluan mungkin
masih lebih mudah karena mungkin hambatan-hambatannya juga besar jadi kalau mulut
tidak ada hambatannya, makanya yang paling banyak mengumpulkan dosa adalah mulut.
b)
Ketinggian derajat
Jadi orang yang paling tinggi akhlaknya, paling tinggi juga derajatnya. Diriwayatkan oleh
imam Abu dawud dari Aisyah radhiyallahu anha dia berkata sesungguhnya Nabi bersabda
sesungguhnya seorang muslim dengan akhlaknya yang mulia dia bisa mengejar sampai
pada derajatnya oprang yang banyak berpuasa dan banyak . dia mungkin tidak rajin
berpuasa dan shalatnya mungkin pas-pasan tapi dengan akhlaknya yang mulia dia bisa kejar
lebih dari ahli ibadah.
c)
Mendapatkan cinta Allah nailu mahabbatillahi
Dalam riwayat At-Tabrani dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani kami pernah duduk
disamping Nabi seakan-akan ada burung yang bertengger diatas kepala kami (begitu
sikap sahabat dihadapan Nabi mereka tidak berani mengangkat kepalanya dihadapan Nabi
apalagi mengangkat suara) makanya kata mereka kalau mereka berada dihadapan Nabi
seolah ada burung yang bertengger diatas kepalanya dan kalau dia goyang mereka takut
burung itu akan terbang. Tidak ada seorang pun diantara kami yang berbicara, dan ketika
datang kepada beliau seorang Badui dan para sahabat senang sekali kalau Arab Badui
datang pasti mereka bertanya kepada Nabi, karena Arab Badui itu kurang akhlaknya, para
sahabat berkata ada lagi ilmu hari ini. Dan orang Badui itupun bertanya siapakah
hamba yang paling Allah cintai? (mereka tidak memanggil Rasulullah dengan Ya
Rasulllah ini menunjukkan kalau kurang adabnya mereka), jawab Rasulullah yang paling
baik akhlaknya paling Allah cintai
d)
Mendapatkan cinta Nabi shallallahu alaihi wasallam
Sabda Rasulullah: sesungguhnya orang yang paling dekat denganku dihari kiamat adalah
orang yang paling baik akhlaknya diantara kalian.
e)
Paling berat timbangan amalnya
Yang paling berat timbangannya dihari kiamat adalah akhlak yang mulia, tidak ada sesuatu
yang paling berat timbangannya kecuali akhlak yang mulia.
f)
Manusia terbaik khairunnasi
Dalilnya sesungguhnya orang-orang terbaik diantara kalian yang paling bagus
akhlaknya (HR. Imam Bukhari)

C.

Akhlaku as-salafi
1. Keutamaan salafushshalih (Fadlu As-salafusshalihi)
Materi al-wajiz fimanhaj salaf (kita ulang-ulangi untuk menanamkan kecintaan kita
kepada para salaf), jadi kalau kita ingin mencintai mereka, kita ingin mengikuti jalan
mereka. Kita ulang-ulangi menjelaskan keutamaan mereka dalam menerangkan materi untuk
menanamkan kecintaan mereka kepada para sahabat, para Tabiin dan At-Tabiuut tabiin
apalagi sekarang ini ada gerakan syiah yang sangat kuat dan menanamkan kebencian
mereka kepada para sahabat. Keutamaan para salaf :
Khairunnasi , manusia terbaik.
Asyir rasulan, mereka hidup bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Akhallunnasi taqalluban yang paling tidak memberat-beratkan diri dalam beragama
sederhana dalam beragama, apa adanya, tidak memberat-beratkan diri dalam beragama
tapi kalu kita melihat agama para sahabat bagi kita berat, karena mereka santai saja
tidak memberat-beratkan diri, karena memang iman kita lemah.

Orang yang paling dalam ilmunya perkataan para sahabat Abdullah bin Masud dan
Al-Hasan Al bashri katanya siapa yang ingin mengambil contoh maka contohlah para
sahabat-sahabat Rasulullah karena merka adalah yang terbaik dari ummat ini, yang
paling baik hatinya, paling banyak ilmunya, yang paling tidak meberatkan diri dalam
beragama, paling lurus jalannya, paling baikl keadaannya dan yang dipilih oleh Allah
untuk menjadi sahabat-sahabat Rasullullah.

2. Min akhlaki as-salafi (Di antara akhlak Salaf)


a) Akhlakuhum maal khaliqi Akhlak mereka kepada Allah.
Al-ikhlasu (keikhlasan)
As-sidqu (benar/jujur (sesuainya kata dan perbuatan)
Al Jiddu fil ibadah (bersungguh-sungguh dalam beribadah)
Khusyyatullahi takut kepada Allah,
As-sabru (sabar)
Az-zuhsdu fiddunya (zuhud terhadap dunia)
Al-wala (berhati-hati dalam kehidupan dunia) ini semua akhlak kepada Allah
subhanahu wataala.
Kita tekankan apa urgensi pada setiap point ini misalnya ikhlas, sebutkan satu atau
dua contoh terkait dengan ikhlas, keutamaan ikhlas, setelah itu berikan contohcontoh kehidupan salaf pada mereka dan para sahabat, dari tabiin nanti rujukan
yang dipakai adalah panduan akhlak salaf aina nahnu min akhlaqisslaf?. Jadi
setiap point harus ada penjelasannya assidqu apa? Keutamaannya apa?, assabru apa? Keutamaannya apa? Carikan satu ayat atau hadits yang berkaitan
dengan point ini, dan setelah itu disebutkan contoh dari apa yang dilakukan salaf
dari setiap contoh dari yang kita sebutkan disini, bias juga dengan menggunakan
buku-buku yang lain, misalnya minhajul qhosidin, tazkiyatun nafs.

b) Akhlaku maal khalqi


al adlu atau adil/obyektif ini point yang kedua akhlak salaf yang penting sekali
karena sekarang banyak syubhat, banyak pemuda-pemuda yang menyatakan diri
sebagai pengikut salaf tapi meninggalkan sebagian sifat-sifat salaf. Jadi kita tidak
subjektif tapi kita harus objektif, kita tidak boleh mendiskreditkan saudara-saudara
kita yang lain hanya menyebutkan kekurangannya, tidak menyebutkan
kelebihannya, hanya mencelanya tapi tidak memuji apa yang patut kita sebutkan.
Al-liinu kelembutan.seperti yang kita sebutkan sebelumnya ada orang yang
keras saja tidak ada lembutnya, ada yang mebut saja tidak ada kerasnya, jadi harus
seimbang.
at-tawadhuu / sifat tawadhu taadhi, taadhu, sebagian pemuda baru belajar
sedikit sudah seakan-akan dia yang paling pintar lama-laama gurunya sendiri dia
tendang, mantan gurunya pokoknya dia cela-cela gurunya, dan sekarang bayak
ustad yang lebih pintar dari murid, ada ustad-ustad sebenarnya yang tidak suka
mencela orang lain tapi murid-muridnya wahai syaikh! Bagaiman dengan si
fulan itu begini-begini, dia itu begini-begini akhirnya diberikan kaidah-kaidah,
wah kalau begitu si fulan sesat. Sebenarnya dia tidak mau tapi karena dituntut
oleh murid-muridnya akhirnya dia ikut-ikutan karena para muridnya sudah
menuntut ada fatwa keluar bahwa si fulan sesat kalau gurunya tidak berani
mengeluarkan fatwa sesat maka ditinggalkan oleh murid-muridnya ada sebagian
ustad-ustad yang begitu. Kalau seorang ustad tidak mengeluarkan fatwa sesat
kepada sifulan maka di golongkan sama dengan sifulan. Sifat salaf yang lain suka
menerima kebenaran.
Qobulul khlaqisuka menerima kebenaran, kalau ini adalah sebuah kebenaran
kenapa kita harus tolak, kalau ..salah kita harus akui kesalahan kita, dan kalau
salah jangan paksakan untuk menjadi kebenaran.
ihtiraamu al-ulamaI Menghormati ulama, tidak gampang mencela-cela orang.
Sekarang banyak anak muda yang mengatakan ini sesat, sesat, surur, surur dst.
Al-afwu suka memberi maaf,
al-ihsanu suka berbuat baik kepada orang lain,
husnudzzonnu berprasangka baik kepada orang lain,

al-harsu alaa hidayatinnasi sangat menginginkan orang lain mendapatkan


hidayah
As-syajau berani,
An-nashu suka memberi nasehat, menginginkan kebaikan bagi orang lain, annshu bisa bermakna nasehat bisa bermakna menginginkan kebaikan bagi orang
lain. Jadi setiap menyebutkan satu point angkat dalil dari alquran, hadits dan salah
satu contoh dari akhlak salaf.
Sebab-sebab mendapatkan akhlak yang mulia
1. Berdoa
Banyak berdoa Nabi sendiri banyak berdoa supaya hati kita dekat pada Allah,
diarahkan pada hal yang baik dan jauhkan dari akhlak yang buru. Jauhkan aku dari
akhlak yang buruk, jauhkan aku dari akhlak yang mungkar, hawa nafsu yang
mungkar dan pekerjaan-pekerjaan yang mungkar dan penyakit-penyakit. Harus punya
hati yang selamat, akhlak yang selamat karena keadaan itu muncul dari sifat
bathiniyah dan mendapat akhlak yang mulia.
2. Mujahadah
Dia adalah orang yang bersungguh-sungguh maka dia memiliki akhlak yang mulia.
3. Berteman dengan orang yang baik.
Seorang tergantung dari akhlak yang ikhwa didekatnya.
4. Muhasabah
Selalu bermuhasabah, merupakan akhlak yang baik orang yang selalu memuhasabah
dirinya. Kalau dia selalu memuhasabah dirinya dia akan tahu kekurangankekurangannya.
5. Senantiasa membaca (mempelajari) sejarah akhlak salaf yang mulia