Anda di halaman 1dari 10

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM :
BISNIS STIKER BELAJAR UNTUK MENUMBUHKAN KETRAMPILAN
BERWIRAUSAHA DAN PENDAPATAN MAHASISWA DI SURAKARTA

BIDANG KEGIATAN :
PPROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan oleh :

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010

PENGESAHAN USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

1. Judul Kegiatan : BISNIS STIKER BELAJAR UNTUK MENUMBUHKAN


KETRAMPILAN BERWIRAUSAHA DAN PENDAPATAN MAHASISWA DI
SURAKARTA
2. Bidang Kegiatan: ( )PKMP
()PKMK
( ) PKMT
( )PKMM
3. Bidang Ilmu: ( ) Kesehatan
( ) Pertanian
( ) MIPA
( ) Teknologi dan Rekayasa
() Sosial Ekonomi ( ) Humaniora
( ) Pendidikan
4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
: Yasir Sidiq
b. NIM
: K4308063
c. Jurusan
: Pendidikan MIPA
d. Universitas
: Universitas Sebelas Maret Surakarta
e. Alamat Rumah dan No. Tel/ HP
: Pandak Wetan, Rt.13, Krikilan,
Masaran,Sragen
f. Alamat email
: yasireureka@yahoo.com
5. Anggota Pelaksana Kegiatan/ Penulis
: 2 orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
: Joko Ariyanto, S.Si, M.Si
b. NIP
: 19720108 200501 1 001
c. Alamat Rumah dan No. Tel/ HP
: Perumahan Dalem Asri
Jl. Mangga VI H 20 RT 4 RW 21
Jaten, Karanganyar
2. Biaya Kegiatan Total
: Rp 5.400.000
3. Jangka Waktu Pelaksanaan
: 4 bulan
Surakarta, 27 Mei 2010
Menyetujui
Ketua Jurusan P.MIPA

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Dra. Hj. Kus Sri Martini,M.Si)


NIP. 195001041975012001

(Yasir Sidiq)
NIM. K4308063

Pembantu Rektor III UNS

Dosen Pendamping

(Drs. Dwi Tiyanto, SU )


NIP. 195404141980031003

(Joko Ariyanto, S.Si, M.Si)


NIP. 197201082005011001

PROPOSAL
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN
(PKM-K)

a. JUDUL PROGRAM
BISNIS STIKER BELAJAR UNTUK MENUMBUHKAN KETRAMPILAN
BERWIRAUSAHA DAN PENDAPATAN MAHASISWA DI SURAKARTA.
b. LATAR BELAKANG
Hasil dari Pendeteksian Gaya Belajar Mahasiswa di suatu universitas di Indonesia
oleh Maria Lyna menunjukkan bahwa gaya belajar mahasiswa berbeda-beda. Hasil
penelitian menyimpulkan bahwa gaya belajar mahasiswa PSP Fisika UKWMS 61.54%
visual, 33.33%auditorial dan 5.13% kinestetik.Uji statistik menunjukkan adanya korelasi
yang searah antara gaya belajar auditorial dan kinestetik sedangkan antara gaya belajar
visual dan auditorial dengan gaya belajar visual dan kinestetik sama sekali tidak ada
korelasi. (http://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&src=a&id=49364)
Pada hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa gaya belajar secara visual
paling banyak digunakan. Orang yang memiliki gaya belajar visual, belajar dengan
menitikberatkan ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan
terlebih dahulu agar mereka paham. Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar visual
adalah kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap informasi secara visual
sebelum mereka memahaminya. Konkretnya, yang bersangkutan lebih mudah menangkap
pelajaran lewat materi bergambar. Selain itu, mereka memiliki kepekaan yang kuat
terhadap warna, disamping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah
artistik.
Di Surakarta terdapat sekitar 10 universitas baik yang negeri maupun swasta. Pada
setiap universitas rata-rata mempunyai daya tampung mahasiswa sekitar lebih dari 2000
mahasiswa. Jika dijumlah maka seluruh mahasiswa di Surakarta kurang lebih 20.000
mahasiswa. Secara umum kondisi ekonomi mahasiswa masih lemah, karena mereka
masih berada pada tahap pancarian dan sedang memupuk ketrampilan dalam hal
ekonomi. Di sisi lain mereka membutuhkan media belajar yang sering membuat mereka
harus menunda niat untuk membeli karena harga yang mahal, maka dibutuhkan media
belajar yang memenuhi kebutuhan namun harga tetap terjangkau.
Berdasarkan pertimbangan di atas, dapat digunakan stiker sebagai salah satu
media pembelajaran yang efektif. Selain itu, stiker mudah diproduksi dengan biaya
terjangkau dan dapat menghasilkan profit yang besar. Produksi dan pemasarannya saat ini
masih sangat kurang. Stiker ini dikemas dalam bentuk stiker belajar berisi rumus-rumus
atau bahan belajar yang disusun secara praktis dan dirancang untuk mempermudah
dalam proses belajar. Oleh karena itu stiker belajar diharapkan dapat menjadi media
pembelajaran visual yang efektif dan dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Dalam memproduksi stiker belajar digunakan peralatan seperti komputer, mesin
cetak (printer digital), dan peralatan percetakan yang lainya. Dalam program ini
melibatkan 3 orang pendesain yang mendesain 100 stiker perhari yang mempunyai

kemampuan mendesain dengan program komputer photoshop, corel draw atau program
desain grafis lainya.. Produksi skala besar akan membutuhkan lebih banyak sumber daya
manusia (SDM). Sedangkan dalam pemasaran dibutuhkan SDM dengan mobilitas yang
tinggi. Stiker belajar juga dapat dipasarkan di toko-toko sovenir di sekitar kampus.
Lingkungan sekitar kampus dapat dijadikan sebagai target pemasaran, karena
banyak berdiri toko-toko fotokopi, alat-alat tulis, conter, sovenir dan lain sebagainya.
Lingkungan kampuslah yang sering dimanfaatkan mahasiswa untuk memenuhi berbagai
kebutuhan mereka. Selain dekat dan mudah dijangkau toko-toko di sekitar kampus juga
menawarkan harga barang-barang/jasa yang lebih murah.
Dengan memperhatikan berbagai keadaan di tersebut di atas, dari segi kondisi
sosial, ekonomi, dan fisik. Stiker belajar merupakan peluang usaha yang menjanjikan dan
dapat menjadi kegiatan bisnis mahasiswa sehingga dapat meningkatkan ketrampilan
berwirausaha mahasiswa.
c. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut :
1. Bagaimana cara belajar efektif, mudah, dan murah bagi mahasiswa di Surakarta?
2. Bagaimana menciptakan produk yang dibutuhkan mahasiswa di Surakarta sebagai
media belajar yang menarik?
3. Peluang usaha apa yang mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa di Surakarta dalam
belajar?
4. Bagaimana potensi bisnis di lingkungan mahasiswa di Surakarta?

1.
2.
3.
4.

d. TUJUAN PROGRAM
Memberikan alternatif cara belajar yang efektif, mudah, dan murah bagi mahasiswa di
Surakarta
Menciptakan media belajar yang menarik untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa di
Surakarta
Mengupayakan usaha dalam bidang pendidikan yang mampu memenuhi kebutuhan
mahasiswa di Surakarta dalam belajar
Mengoptimalkan potensi usaha di lingkungan mahasiswa di Surakarta

e. LUARAN YANG
DIHARAPKAN
Luaran diharapkan dari program kewirausahaan BISNIS STIKER BELAJAR
UNTUK
MENUMBUHKAN
KETRAMPILAN
BERWIRAUSAHA
DAN
PENDAPATAN MAHASISWA DI SURAKARTA antar lain sebagai berikut :
1. mahasiswa di Surakarta mendapatkan alternatif cara belajar yang efektif, mudah, dan
murah.
2. mahasiswa di Surakarta mempunyai media belajar yang menarik
3. terciptanya usaha dalam bidang pendidikan yang dapat membantu mahasiswa dalam
belajar.
4. potensi usaha di lingkungan mahasiswa di Surakarta dapat optimal.

f. KEGUNAAN
Program ini berguna untuk :

1. terciptanya usaha bisnis yang menjanjikan di lingkungan mahasiswa di Surakarta


2. terpenuhinya kebutuhan mahasiswa di Surakarta akan media belajar yang menarik
3. mahasiswa di Surakarta dapat membeli media belajar yang murah dan dapat
menunjang gaya belajar.

g. GAMBARAN UMUM
RENCANA USAHA
Gambaran kondisi umum lingkungan
Lingkungan mahasiswa merupakan pasar yang berpotensial tinggi sebagai
peluang usaha. Karena mahasiswa mempunyai tingkat kebutuhan yang tinggi akan
media-media yang dapat mempermudah kegiatan mereka. Stiker belajar ini akan
dipasarkan di lingkungan mahasiswa berbagai universitas di Surakarta.Lingkungan
mahasiswa adalah suatu komuditas akademis yang sangat berpotensi dalam pemasaran
stiker belajar ini. Karena di lingkungan tersebut terdapat kurang lebih 20.000 mahasiswa
aktif kuliah yang setiap hari mendapatkan beban akademis yang cukup menguras waktu
mereka.
Stiker belajar akan membantu mereka dalam menangani semua beban tersebut.
Dan kami yakin bahwa stiker belajar akan sangat diminati karena dapat dibeli dengan
mudah dan murah.
Survey pasar
Dalam survey pasar, digunakan metode kuesioner untuk mengetahui kebutuhan
konsumen akan produk yang dihasilkan yaitu stiker belajar. Dalam hal ini kuesioner
disebarkan pada kalangan mahasiswa di Surakarta. Dalam kuesiner ditanyakan pointpoint berikut
1. gaya belajar merupakan salah satu gaya belajar yang paling banyak digunakan oleh
pelajar, hasilnya : 85% setuju dan 15% tidak setuju
2. belajar akan lebih mudah dilakukan dengan melihat materi bergambar dan warna yang
menarik, hasilnya : 100% dan 0% tidak setuju
3. kombinasi warna dalam media akan mempengaruhi kondisi jiwa seseorang dalam
belajar, hasilnya : 95% setuju dan 5% tidak setuju
4. mahasiswa dengan beban akademis yang tinggi memerlukan media belajar yang
praktis, hasilnya : 80% setuju dan 20% tidak setuju
5. media belajar yang praktis adalah media yang mudah didapat, mudah digunaka, dan
terjangkau, hasilnya : 92,5% setuju dan 7,5% tidak setuju
6. stiker dapat menjadi salah satu media visual yang menarik, hasilnya : 80% setuju
dan 20% tidak setuju
7. stiker belajar berisi rumus-rumus atau materi inti kuliah yang disusun secara praktis
dapat menjadi salah satu media belajar yang efektif bagi mahasiswa di Surakarta,
hasilnya : 82,5% setuju dan 17,5% tidak setuju
8. media belajar berupa stiker akan banyak diminati mahasiswa dalam menunjang cara
belajar, hasilnya : 70% setuju dan 30% tidak setuju
dari hasil survei di atas dapat dilihat bahwa mahasiswa di Surakarta membutuhkan
suatu produk yang dapat menunjang kegiatan belajar mereka, ditunjukkan oleh point 4,5,
dan 6. Dari tiga point tersebut dapat dilihat bahwa ketiganya mencapai 80-92,5% setuju,
dan hanya 7,5-20% yang tidak setuju.

Kemudian pada point 7 dan 8 kami menawarkan stiker belajar unutk memenuhi
kebutuhan mereka , dan ternyata 70-82,5% tertarik dengan rencana bisnis yang kita
tawarkan, sedangkan hanya 17,5-30% yang tidak setuju.
Analisis finansial
Permodalan
Tabel 1. Modal Usaha

No
A
1.
2.
3
4
5
6
B
1.
C
1.
2.
C
1.
2.

Qty

Harga
Satuan
(Rp)

buah
buah
buah
buah
buah
warna

10.000
5.000
6.000
10.000
1.000.000
28.000

80.000
40.000
48.000
20.000
1.000.000
112.000

10 pack

50.000

500.000

5 lembar
500
lembar

20.000
1.000

100.000
500.000

5 lembar
500
lembar

20.000
1.000

100.000
500.000

Modal
Pembelian peralatan
Gunting
Cutter
Penggaris
Notebook besar
Printer
Tinta
Pembelian Bahan
Kertas stiker
Kesekretariatan
Pembuatan proposal
Pembuatan
pamflet
promosi
Kesekretariatan
Pembuatan proposal
Pembuatan
pamflet
promosi
TOTAL

8
8
8
2
1
4

Jumlah
(Rp)

2.400.000

Biaya Produksi
Tabel 2. Biaya Produksi /bln

No

Jenis Biaya

D
1.

Pelaksanaan
Pendesainan

2.

Pencetakan

Qty

1000
eks
2000
eks

Harga
Satuan
(Rp)

Jumlah
(Rp)

200

200.000

1000

2.000.00
0
2.200.0
00

TOTAL

Penerimaan
Tabel 3. Penerimaan Usaha /bln

No
1

Jenis Penerimaan
Penjualan Stiker belajar

Qty
2000

Harga
Satuan
(Rp)
2000

Jumlah
(Rp)
4.000.00

eks

0
4.000.00
0

TOTAL

Pendapatan
Pendapatan

= penerimaan biaya produksi


= Rp. 4.000.000 Rp. 2.200.000
= Rp. 1.800.000,- /bulan

Efisiensi Ratio
R/C ratio

Penerimaan

= Biaya Pr oduksi
=

4.000.000
2.200.000

= 1,818
Rentabilitas
Rentabilitas

Pendapa tan Usaha


Biaya Pr oduksi

1.800.000
x 100%
2.200.000

x 100%

= 81,81 %
Berdasarkan analisis usaha di atas, maka dengan biaya kegiatan sebesar dua
juta empat ratus rupiah akan diperoleh pendapatan lebih dari 50% modal awal yang
dibutuhkan. Dan berdasarakan perhitungan efisiensi rasio, diperoleh angka lebih dari 1.
Dengan demikian, usaha stiker tersebut dapat dikatakan sangat
efisien dalam
pemanfaatan modal, karena hanya dalam dua kali produksi akan diperoleh pendapatan
lebih dari modal awal. Sehingga diharapkan usaha tersebut dapat membawa keberlanjutan
untuk usaha di masa yang akan datang.
h. METODE PELAKSANAAN
PROGRAM
Dalam pelaksanaan usaha Stiker Belajar ini, terdapat beberapa rancangan kegiatan
yang akan kita laksanakan, terbagi menjadi 3 sessi, yaitu :
sessi pertama adalah produksi, produsen akan memproduksi sejumlah stiker
belajar dengan 3 tahap, yaitu pendesainan stiker, memperbanyak dengan cara memcetak
stiker, dan yang terakhir mempercantik stiker dengan pemotongan dan pengepakan.
Dalam hal ini konsumen dapat memesan desain atau membuat sendiri desainnya.
Sessi kedua adalah pemasaran, stiker yang telah diproduksi akan dipasarkan
kepada mahasiswa
Sessi ketiga adalah penghitungan laba, setelah pemasaran selesai semua
catatan, baik pengeluaran pada saat produksi maupun pemasukan dari pemasaran,
dianalisis dan kemudian menghitung laba dari pemasaran stiker belajar tersebut.
Adapun teknik yang kami gunakan dalam program ini untuk menarik minat beli
mahasiswa adalah dengan salam, sapa, dan santun. Selain teknik tersebut kami juga akan
menjelaskan manfaat penggunaan stiker belajar kepada mahasiswa dengan penyebaran
pamflet.
Secara singkat disajikan dengan bagan keseluruhan kegiatan sebagai berikut :

Desain menggunakan
adobe photoshop atau
aplikasi lain

Survei
pasar

Analisa
finansial

Pencetaka
n
Pemotonga
n
Pengemas
an
Pemasaran

Pelaporan

Analisa modal dan


pendapatan

Gambar 1. keseluruhan kegiatan PKM


i. JADWAL KEGIATAN
Tabel 4. Jadwal Kegiatan Program
No
.
1.

Kegiatan
I

2.

Tahap Produksi
Pendesainan
Pencetakan
Pengepakan
Tahap pemasaran

3.

Tahap penghitungan laba

4.
5

Pelaporan awal
Pelaporan akhir

Bulan
II
III

IV

j. RANCANGAN BIAYA
Biaya yang diperlukan untuk kegiatan PKMK ini adalah sebasar Rp 5.400.000,(Lima Juta Empat Ratus Ribu Rupiah), dengan perincian sebagai berikut :
Tabel 5. Rancangan Biaya
Anggaran
No
Jenis Pengeluaran
(Rp)
1
Bahan Habis Pakai
1.700.000
2
Peralatan Penunjang PKM
1.300.000
3
Transprtasi
200.000
4
Lain-lain
2.200.000
Jumlah
5.400.000

k. GAMBARAN TEKNOLOGI
Sampel produk :

biologi

fisika

RELATIVITAS EINSTEIN

E=

BUNGA SEPATU

Hibiscus
rosasinensis

m.c2
kimia

matematika

SIKLUS KREBS
TRIGONOMETRI

Bagan Gambaran teknologi


Survei
pasar
(kuisioner)

Desain menggunakan
adobe photoshop atau
aplikasi lain

Analisa
finansial

Pencetakan
(Digital Printer)
Pemotongan
(gunting, cutter,
dll)
Pengemas
an
Pemasaran

Analisa modal dan


pendapatan

Pelaporan