Anda di halaman 1dari 15

1.

Turunkan persamaan Schrodinger tergantung waktu 3 dimensi ?

2.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan efek Tunelling pada


keadaan konstan, tangga dan pada keadaan potensial Barrier ?

3.

4.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan :

Fungsi gelombang

Normalisasi

Nilai ekspektasi

Probability density
Jelaskan proses terjadinya bermacam-macam warna pada atom

yang ditembakkan di tabung hampa ?


JAWABAN
1.

Penurunan persamaan Scrodinger 3 dimensi


Persamaan Schrdinger merupakan salah satu persamaan dalam
fisika yang sangat penting khususnya dalam mekanika kuantum karena
persamaan Schrdinger menjelaskan tentang keadaan kuantum pada
suatu sistem yang berubah terhadap waktu. Persamaan Schrdinger juga
memegang peranan sentral dalam ilmu fisika seperti juga Hukum
Newton pada mekanika klasik.Persamaan Schrdinger pertama kali
dicetuskan oleh Erwin

Schrdinger pada tahun

1925. Schrdinger

menggunakan ide hukum kekekalan energi pada mekanika klasik Newton,


gelombang

partikel

de

Broglie,

mekanika

Hamilton,

dan

prinsip

ketidakpastian Heisenberg untuk menurunkan persamaan gelombangnya.


Perbedaan pokok antara mekanika (Newton) dan mekanika kuantum
terletak pada cara menggambarkannya. Dalam mekanika klasik masa
depan partikel telah ditentukan oleh kedudukan awal, momentum awal
serta gaya-gaya yang bekerja padanya.
Pernyataan Schrger yang merupakan persamaan pokok dalam
mekanika kuantum serupa dengan hukum gerak kedua merupakan

persamaan pokok dalam mekanika Newton, adalah persamaan gelombang


dalam variabel.
Pembahasan tingkat energi electron dengan meninjau persamaan
Schrodinger merupakan persamaan pokok dalam mekanika kuantum yang
menyatakan

persamaan

gelombang

dengan

variable

Dengan

menganggap electron sebagai sebuah partikel bebas.


Persaman gelombang dapat ditulis

= A e i (t-x/v)
Dengan = 2v

v =

Dan
Maka

= A e (i/) (Et - xp)


Sehingga persamaan Schrodinger untuk memecahkan situasi khusus
dimulai .dengan langkah berikut :
Dengan mendeferensialkan 2 kali terhadap x

2 = (A e (i/) (Et - xp))


x 2

x (x)

= ( -p A e (i/) (Et - xp))


x
= p2 A e (i/) (Et xp) Maka
2 = -p2
x2

(2.50)

dan deferensialkan 1 kali terhadap t menghasilkan :

= A e (i/) (Et - xp
t

= -iE A e (i/) (Et - xp


t

= -iE
t

(2.51)

Untuk kelajuan yang kecil terhadap kelajuan cahaya energi total partikel ialah
:

Etot = Ekinetik + Epotensial


Dengan

( 2.52)

Ek = mv2
p = mv

maka

Ek = p2/2m

dan

Ep = V

sehingga

Etot = Ekinetik + Epotensial


Etot = p2/2m + V
Besarnya energi tersebut dinyataka dalam persamaan gelombang, sebagai
berikut :

Etot = p2/2m + V

(2.53)

Dari persamaan 2.50 dan 2.51

p2 = -2

(2.54)

x2
dan

E =

(2.55)

i t
Substitusi pernyataan untuk E dan p2 ke persamaan (2.53)

Etot = p2/2m + V
= 2
i

+ V

Persamaan Schrodinger bergantung waktu

x2 2m

pada satu dimensi

Untuk 3 dimensi persamaan meninjau sumbu x, y dan z sehingga


persamaan dapt ditulis sebagai berikut :

=
i t

2 + 2 + 2
x2

y2

z2

+ V

2m

1. Efek tunneling
Efek tunneling atau Tunneling kuantum mekanik adalah proses dimana
sebuah partikel dapat menembus daerah terlarang klasik ruang. Fenomena
ini dinamakan demikian karena partikel dalam perjalanannya menciptakan
semacam "terowongan" untuk dirinya sendiri, melewati rute yang biasa. Efek
terobosan ini dapat di tinjau dari beberapa keadaan yaitu :
Pada potensial konstan (V konstan)
Pada potensial konstan tidak adanya dinding penghalang bagi gelombang
untuk merambat atau bergerak, sehingga gelombang akan dengan mudah
bergerak kesegala arah dengan tidak kekurangan energi disebabkan tidak
adanya dinding yang membatasi pergerakan gelombang, ditunjukkan dengan
persamaan berikut

1+ = A eik1x ............Gelombang datang


1- = B e ik1x ............Gelombang pantul
1 = 1+ + 13 = Fe ik1x + Ge -ik1x
Keterangan
1

adalah gelombang yang datang atau partikel gelombang yang


bergerak dengan energi kinetik (Ek).

2 merupakan gelombang yang melalui dinding beda potensial dimana


terjadi transfer energi dari gelombang datang dengan dinding akibat
tumbukkan antara gelombang dengan dinding.

3 merupakan gelombang yang berhasil melalui dinding perintang beda


potensial, dengan energi kinetik lebih kecil dari pada gelombang
datang.

Pada efek tunnelling konstan tidak ada dinding perintang atau x >L
sehingga gelombang terus merupakan : 3 = Fe

ik1x

penjalaran dalam arah

+x,.diperoleh
G = 0 dari
3 = Fe

ik1x

+ Ge

-ik1x

Sehingga gelombang terus akan bernilai 3 = Fe

ik1x

Tidak ada kekurangan

energi dari gelombang.


Dalam keadaan konstan dapat di tujukkan seperti gambar di bawah ini.

Pada potensial tangga (V state)


Dalam mekanika klasik dipahami bahwa gerak satu dimensi (1D) adalah
gerak pada garis lurus. Dalam mekanika kuantum, gerak satu dimensi berarti
bahwa peubah bebas persamaan Scrdingernya hanya satu.
Bab ini merupakan langkah pendahuluan bagi peninjauan teori kuantum
untuk osilator harmonik dan atom hidrogen. Pertama, akan dibadingkan
antara prediksi klasik dan kuantum untuk beberapa sistem 1D sederhana.

Gambar 4.1: Energi potensial tangga. Garis putus-putus menunjukkan


keadaan real, sedangkan garis tebal menunjukkan keadaan ideal dimana
perhitungan lebih mudah dilakukan.
Sistem paling sederhana adalah gerak sebuah partikel (ditunjukkan oleh garis
putus-putus) dalam potensial seperti dalam Gambar 4.1. Ini melukiskan
sebuah partikel yang bergerak secara bebas kecuali pada daerah sekitar
pusat, akibat pengaruh oleh gaya yang menuju ke kiri. Apabila partikel

memiliki energi total

, dan energi kinetik

, maka

Pada potensial tangga ditandai dengan adanya perubahan energi


potensial

pada

jalur

perambatan

gelombang

sehingga

ada

sebagian

gelombang yang terpantulkan, gelombang yang terpantulkan mempunyai


energi kinetik yang berasal dari energi kinetik gelombang datang yang
diberikan sebagian akibat tumbukan dengan potensial tangga pada saat
melintasi lintasan, begitupun juga ada juga sebagian gelombang yang
diteruskan. Dianggap E nergi total dari partikel dan V0 sebagai nilai energi
potensial tetapnya. Ada 2 keadaan sebagai berikut :
1. Apabila E besar dari Vo maka pemecahan Schrodingernya menjadi
(x) = A sin kx + B cos kx
Dimana
k = (2m/2 (E Vo) )1/2
A dan B merupakan 2 tetapan yang dapat ditentukan dari syarat
normalisasi dan kekontiniuan.

2. Apabila E lebih kecil daripada Vo maka diperoleh pemecahan yang


berbeda yaitu
(x) = A ekx + Be-kx
Dimana
k = (2m/2 (E Vo) )1/2
Sebuah elektron datang dari x-positif. Di x = 0 elektron itu
menghadapi potensial tangga sebesar Vo. Jika energi total elektron, E<Vo
secara klasik elektron akan terpantul sepenuhnya. Tapi menurut teori
kuantum di daerah X<0, V=0; misalnya fungsi gelombang adalah 1(x).
gelombang adalah 1(x).

Di daerah x>0, V=Vo; misalnya fungsi gelombang elektron adalah 2(x)

Karena E<Vo, maka solusi bagi fungsi 2(x)merupakan fungsi eksponensial


menurun seperti :

Di x=0, 1 dan 2 harus bersambung agar fungsi gelombang trersebut


kontinue;
Syarat kontinue :

Kerapatan peluang elektron di x=0 dapat dihitung dengan menggunakan


2(x) :

Jadi meskipun mengalami potensial penghalang yang lebih besar dan


energinya,elektron masih mempunyai peluang nerada di x>0.
Peluang itu menuju nol jika Vo>>E, atau di x=
adalah koefisien transmisi yang secara klasik
tidak dapat diramalkan.
Keadaan potensial tangga dapat dilihat pada gambar berikut

Pada potensial penghalang ( V barier)


Pada potensial barrier ada suatu dinding potensial yang membatasi
partikel gelombang dalam pergerakkannya , sehingga apabila ada gelombang
yang bergerak menuju dinding potensial barrier dan memiliki energi kinetik

yang jauh lebih kecil daripada dinding potensial maka gelombang tersebut
akan terpantulkan seluruhnya.
Apabila gelombang yang datang memiliki energi kinetik lebih besar
daripada dinding energi potensial dinding barrier maka akan ada sebagian
gelombang yang diteruskan
Sebuah elektron datang dari x-negatif menuju x-positif. Elektron
menghadapi potensial tangga seperti

Sepanjang perjalanannya energi total elektron, E<Vo


Karena

V=0,

fungsi

gelombang

elektron

sebagai

solusi

persamaan

Schrodinger dalam daerah x<0 sama dengan :

Dalam daerah 0<x<a, karena E<Vo; fungsi gelombang sebagai solusi


persamaan Schrodinger adalah :

Di daerah x>a, V=0; maka fungsi gelombang disana adalah

Syarat kontinuitas di x=0 dengan menggunakan fungsi-fungsi 1(x)dan 2(x)


akan memberikan hubungan :

Dan syarat kontinuitas di x=a dengan menggunakan 2(x)dan 3(x),


memberikan :

Dengan mengeliminasi C dan D akan diperoleh :

Ilustrasi fungi-fungsi gelombang :

Pada keadaan potensial barier dapat dilihat pada gambar berikut

2. Penjelasan tentang :
Fungsi gelombang
Fungsi gelombang suatu partikel dapat ditafsirkan sebagai amplitudo
kebolehjadian menemukan partikel tsb di titik tertentu dalam ruang pada
waktu tertentu
ketika gelombang harmonik merambat sepanjang tali, setiap titik pada tali
berosilasi di sekitar posisi kesetimbangannya. Hal yang sama juga berlaku
ketika gelombang harmonik merambat melalui medium lain. Karena setiap

10

titik dalam medium berosilasi di sekitar posisi kesetimbangannya maka posisi


setiap titik dalam medium selalu berubah-ubah.

Agar diketahui posisi setiap titik dalam medium selama perambatan


gelombang maka dibutuhkan konsep fungsi gelombang.
Jadi fungsi gelombang merupakan suatu fungsi yang menjelaskan
posisi sebarang titik dalam medium pada suatu waktu tertentu. dimana
fungsi gelombang berbentuk dua bilangan yaitu real dan imajiner yang dapat
diperhitungkan dengan diffrensial fungsi tersebut baik dalam satu dimensi,
dua dimensi, dan tiga dimensi.
=A+iB
Fungsi gelombang juga dapat dikatakan sebagai suatu kuantitas dalam
bentuk peluang untuk mendapatkan kedudukan suatu partikel dalam ruang
tertentu
Normalisasi
Normalisasi diperlukan untuk menentukan satu patokan yakni total
peluang yang kemudian dipakai secara konsisten (tidak ganti-ganti) dalam
seluruh perhitungan/formulasi. atau dengan kata lain berkemungkinan ada
suatu partikel dalam syarat batas yang telah ditentukan.
II2 dV = 0

Jadi normalisasi berhubungan dengan asumsi bahwa kebolehjadian total


meliputi seluruh ruang adalah 1 (unity). Maka fungsi gelombang perlu
dikalikan (mengandung) suatu faktor konstanta yang dibuat sedemikian rupa
shg integral | (r,t)|

meliputi seluruh ruang adalah = 1. Konstanta ini

11

disebut konstanta normalisasi. Jadi jelasnya normalisasi itu perlu agar


menghasilkan atau memenuhi kebolehjadian total =1.
Konstanta ini disebut konstanta normalisasi. Jadi jelasnya normalisasi itu
perlu agar menghasilkan/memenuhi kebolehjadian total =1. Kasus sederhana
fungsi gelombang sebuah partikel titik-massa bisa diperluas lagi ke sistem
banyak-benda (many-body system), di mana keseluruhan sistem lah yang
ditinjau, untuk itu kita perlu teori banyak-benda (many-body theory) untuk
menghitung fungsi gelombang sistem banyak-benda tsb. Lebih luas lagi,
ruang di sini bisa diperluas lagi dg variabel spin, isospin, dan lain-lain.
Nilai ekspektasi
Pada mekanika kuantum, rata-rata biasanya adalah kuantitas penting, dalam
konteks dapat dinamakan dengan nilai ekspektasi. Ini adalah bentuk yang
dapat menyesatkan kita, yang dapat diartikan bahwa ini adalah hasil yang
paling mungkin didapatkan dalam pengukuran tunggal (bahwa probabilitas
terbesar bukan berarti nilai rata-rata)
Nilai ekspektasi adalah nilai peluang yang paling besar atau paling
mungkin untuk mendapatkan partikel ditempat tertentu. Dapat dikataka pula
nilai ekspektasi merupakan

posisi kedudukan rata-rata dari suatu partikel

yang bergerak disepanjang suatu sumbu tertentu misalnya sumbu-X yang


diberikan oleh fungsi gelombang

N1x1 + N2x2 + N3x3 +......


X rata-rata =

Nixi
=

N1 + N2 + N3 + ......

Ni

Kerapatan peluang
Kerapatan peluang atau density probability dapat dinyatakan sebagai
kuadrat nilai mutlak fungsi gelombang, sebut saja | (r,t)|2 | memberikan
ukuran rapat kebolehjadian (per satuan volume) beradanya partikel di titik
(r,t).
Dapat dikatakan pula kerapatan peluang sebagai hasil kali fungsi
gelombang dengan konjugate fungsi gelombang tersebut yang diasumsikan
sebagai besarnya peluang untuk mendapatkan posisi suatu partikel dalam
ruang tertentu.

12

Ditunjukkan sebagai berikut :

II2 = .*
= (A + i B). ( A i B)
= A2 + B2
Faktor _(x) disebut fungsi kerapatan probabilitas (probability density
function, PDF). Untuk
menghitung nilai probabilitas antara x = a dan x = b adalah

Ada dua catatan mengenai Persamaan (2.14). Pertama adalah operator


integral menggantikan operator sigma pada variabel diskrit. Fungsinya tentu
saja sama, yaitu penjumlahan. Kedua adalah arti fisis integral dalam kalkulus
adalah "luas daerah di bawah kurva". Total probabilitas dari semua nilai yang
mungkin (mulai dari 1 sampai +1), seperti halnya Persamaan (2.8) untuk
variabel diskrit, adalah 1

4. Proses terjadinya bermacam-macam warna pada atom yang ditembakkan


di .tabung hampa
Terjadinya warna pada atom-atom diawali dengan percobaan dengan
menggunakan tabung hampa sebagai berikut

13

Tabung hampa dilengkapi dengan pemanas filamen. Terdapat dua mekanisme


utama yang dapat mengeksitasikan sebuah atom ke tingkat energi di atas
tingkat dasar, sehingga dapat menyebabkan atom itu memancarkan radiasi
dan menghasilkan bermacam-macam warna Salah-satu mekanisme ialah
tumbukan dengan partikel lain, pada waktu itu sebagian dari energi kinetik
bersamanya diserap oleh atom. Atom yang tereksitasi dengan cara ini akan
kembali ke tingkat dasar dalam waktu rata-rata 10 -8s dengan memancarkan
satu

atau

lebih

foton.sehigga

timbullah

warna-warna

yang

berbeda.

Ditunjukkan pada gambar

Cara lain ialah dengan menimbulkan lucutan listrik dalam gas bertekanan
rendah, sehingga timbul medan listrik yang mempercepat elektron dan ion
atomik sampai energi kinetiknya cukup untuk mengeksitasikan atom ketika
terjadi tumbukan. Karena transfer energi maksimum jika partikel yang
bertumbukan mempunyai massa yang sama, elektron dalam pelucutan listrik
semacam itu jauh lebih efektif daripada ion dalam pemberian energi pada
elektron atomik. Lampu neon dan uap air-raksa merupakan contoh yang
biasa dijumpai dari mekanisme bagaimana medan listrik kuat yang dipasang
antara elektrode dalam tabung berisi gas menimbulkan emisi radiasi spektral

14

karakteristik dari gas itu yang ternyata merupakan cahaya berwarna


kemerah-merahan dalam kasus neon dan cahaya kebiru-biruan dalam kasus
uap air-raksa. Mekanisme eksitasi yang berbeda terpaut jika sebuah atom
menyerap sebuah foton cahaya yang energinya cukup untuk menaikkan atom
itu ke tingkat energi lebih tinggi.
Salah satu aplikasi dari mekanisme tabung hampa penghasil spectrum
warna ini yaitu pada prinsip kerja lampu neon. Sebuah lampu neon terdiri dari
dua elektroda yang berupa logam dan terletak di ujung-ujung sebuah tabung
neon. Tabung ini sendiri berisi tiga jenis zat kimia, yakni neon, argon, atau
dapat juga diisi kripton. Ketiga jenis zat itu berupa gas.Ketika kedua elektroda
diberi tegangan listrik, maka elektron akan keluar dari salah satu elektioda
menuju elektroda lain. Dalam perjalanannya, elektron-elektron ini akan
menghantam atom-atom gas neon. Energi gas neon kemudian akan naik
dalam waktu singkat untuk kemudian kembali ke keadaan semula. Selama
proses kembali ke keadaan semula itu, gas neon akan memancarkan energi
berupa gelombang cahaya. Cahaya inilah yang kita lihat sebagai lampu neon.
Proses penghasil beberapa spectrum warna dapat dilihat pada gambar
berikut

15

Beri Nilai