Anda di halaman 1dari 8

SUKU SUKU YANG BERADA DI SUMATERA SELATAN

1. Suku Komering
Komering merupakan salah satu suku atau wilayah budaya di Sumatra Selatan, yang berada
di sepanjang aliran Sungai Komering. Seperti halnya suku-suku di Sumatra Selatan, karakter
suku ini adalah penjelajah sehingga penyebaran suku ini cukup luas hingga ke Lampung.
Suku Komering terbagi atas dua kelompok besar: Komering Ilir yang tinggal di sekitar Kayu
Agung dan Komering Ulu yang tinggal di sekitar kota Baturaja.
2. Suku Palembang
Kelompok suku Palembang memenuhi 40 - 50% daerah kota palembang. Suku Palembang
dibagi dalam dua kelompok : Wong Jeroo merupakan keturunan bangsawan/hartawan dan
sedikit lebih rendah dari orang-orang istana dari kerajaan tempo dulu yang berpusat di
Palembang, dan Wong Jabo adalah rakyat biasa. Seorang yang ahli tentang asal usul orang
Palembang yang juga keturunan raja, mengakui bahwa suku Palembang merupakan hasil dari
peleburan bangsa Arab, Cina, suku Jawa dan kelompok-kelompok suku lainnya di Indonesia.
suku Palembang sendiri memiliki dua ragam bahasa, yaitu Baso Palembang Alus dan Baso
Palembang Sari-Sari.
3. Suku Gumai
Suku Gumai adalah salah satu suku yang mendiami daerah di Kabupaten Lahat. Sebelum
adanya Kota Lahat, Gumai merupakan satu kesatuan dari teritorial GUMAI, yaitu Marga
Gumai Lembak, Marga Gumai Ulu dan Marga Gumai Talang.
4. Suku Semendo
Suku Semendo berada di Kecamatan Semendo, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera
Selatan. Menurut sejarahnya, suku Semendo berasal dari keturunan suku Banten yang pada
beberapa abad silam pergi merantau dari Jawa ke pulau Sumatera, dan kemudian menetap
dan beranak cucu di daerah Semendo.
5. Suku Lintang
Kawasan pegunungan Bukit Barisan di Sumatera Selatan merupakan tempat tinggal suku
Lintang, diapit oleh suku Pasemah dan Rejang. Suku Lintang merupakan salah satu suku
Melayu yang tinggal di sepanjang tepi sungai Musi di Propinsi Sumatera Selatan.

6. Suku Kayu Agung


Suku Kayu Agung berdomisili di Sumatera Selatan, tepatnya di Kabupaten Ogan Komering
Ilir dengan ibukotanya Kayu Agung. Wilayah ini dialiri sungai Komering. Bahasanya terdiri
atas dua dialek, yaitu dialek Kayu Agung dan dialek Ogan.
7. Suku Lematang
Suku Lematang tinggal di daerah Lematang yang terletak di antara Kabupaten Muara Enim
dan Kabupaten Lahat. Daerah ini berbatasan dengan daerah Kikim dan Enim. Suku ini
menempati wilayah di sepanjang sungai Lematang, di sekitar kota Muaraenim dan kota
Prabumulih.
8. Suku Ogan
Suku Ogan terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ilir. Mereka
mendiami tempat sepanjang aliran Sungai Ogan dari Baturaja sampai ke Selapan. Orang ogan
biasa juga disebut orang Pagagan. Suku Ogan terbagi menjadi 3 (tiga) sub-suku, yakni: Suku
Pegagan Ulu, Suku Penesak, dan Suku Pegagan Ilir. Kelompok masyarakat ini adalah
penduduk asli dan bertani, tetapi banyak juga yang menjadi pegawai negeri. Makanan pokok
suku ini ialah hasil pertanian.
9. Suku Pasemah
Suku Pasemah adalah suku yang mendiami wilayah kabupaten Empat Lawang, kabupaten
Lahat, Ogan Komering Ulu, dan di sekitar kawasan gunung berapi yang masih aktif, gunung
Dempo. Suku bangsa ini juga banyak yang merantau ke daerah-daerah di provinsi Bengkulu.
10. Suku Sekayu
Suku Sekayu terletak di Propinsi Sumatera Selatan. Dalam wilayah Kabupaten Musi
Banyuasin. Mayoritas penduduknya petani. Hasil pertaniannya adalah padi, singkong, ubi,
jagung, kacang tanah dan kedelai. Hasil perkebunan yang menonjol adalah karet, cengkeh
dan kopi. Industri rakyat yang terkenal berupa bata dan genteng.
11. Suku Rawas
Suku ini terletak di wilayah propinsi Sumatera Selatan, tepatnya di sekitar dua aliran sungai
Rawas dan sungai Musi bagian utara. Suku ini menempati wilayah di Kecamatan Rawas Ulu,
Rawas Ilir, dan Muararupit, di Kabupaten Musi Rawas. Bahasa Rawas masih tergolong ke
dalam rumpun melayu. Di wilayah ini banyak terdapat kebun karet rakyat.

12. Suku Banyuasin


Suku ini terutama tinggal di kab. Musi Banyuasin yaitu di kec. Babat Toman, Banyu Lincir,
Sungai Lilin, dan Banyuasin Dua dan Tiga. Umumnya mereka tinggal di dataran rendah yang
diselingi rawa-rawa dan berada di daerah aliran sungai. Sungai terbesar adalah sungai Musi
yang memiliki banyak anak sungai. Mata pencaharian pokoknya adalah bertani di sawah dan
ladang. Mereka masih percaya terhadap berbagai takhyul, tempat keramat dan benda-benda
kekuatan gaib. Mereka juga menjalani beberapa upacara dan pantangan.

Rumah Adat Limas, Sumatera Selatan

Alat Musik Khas Sumatera Selatan

Senjata Khas Sumatera Selatan Trisula Kinatah Makara Blade

Makanan Khas Sumatera Selatan

Baju Khas Sumatera Selatan

D
I
S
U
S
U
N

OLEH

MELLY ANGGELINA
KELAS VII.3

Lirik Lagu Khas Sumatera Selatan

Dek Sangke
Dek sangke aku dek sangke
Cempedak babuah nangke
Dek sangke aku dek sangke
Cempedak babuah nangke
Dek sangke aku dek sangke
Awak tunak ngaku juare
Alamat badan sengsare
Akhirnya masuk penjare
Dek sangke aku dek sangke
Cempedak babuah nangke
Dek sangke aku dek sangke
Cempedak babuah nangke
Dek sangke aku dek sangke
Ujiku gadis tabetanye jande mude
Anaknye lah ade tige
Dek sangke bujang tegile
Dek sangke aku dek sangke
Cempedak babuah nangke
Dek sangke aku dek sangke
Cempedak babuah nangke
Dek sangke aku dek sangke
Awak tunak ngaku juare
Alamat badan sengsare
Akhirnya masuk penjare
Dek sangke aku dek sangke
Ujiku bujang ye tue bangke
Anaknye lah gadis gale
Dek sangke gadis tegile
Dek sangke aku dek sangke
Ujiku bujang tabetanye tue bangke
Anaknye lah gadis gale
Dek sangke gadis tegile

Dek sangke aku dek sangke


Cempedak babuah nangke
Dek sangke aku dek sangke
Cempedak babuah nangke
Dek sangke aku dek sangke
Awak tunak ngaku juare
Alamat badan sengsare
Akhirnya masuk penjare
Dek sangke aku dek sangke
Cempedak babuah nangke
Dek sangke aku dek sangke
Cempedak babuah nangke