Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA KLINIK II

Disusun oleh:
Dhita Ariefta Prabaningtyas
P1337434114021
Reguler A / SemesterIII

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES


SEMARANG
2016

Judul pemeriksaan

: Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah

Metode

: POCT (Point Of Care Testing)

Prinsip
:
Strip test diletakkan pada alat glukometer, ketika darah diteteskan pada zona reaksi tes
strip, katalisator glukosa akan mereduksi glukosa dalam darah. Intensitas dari elektron yang
terbentuk dalam alat strip setara dengan konsentrasi glukosa dalam darah.
Tujuan Pemeriksaan
Teori Pustaka

: Mengukur kadar glukosa dalam darah


:

Glukosa merupakan hasil metabolisme dari karbohidrat. Glukosa didapatkan dari


makanan yang dikonsumsi secara langsung dari karbohidrat maupun tidak langsung dari
makanan lain, glukosa diserap ke dalam aliran darah ke seluruh sel-sel dalam tubuh dimana
dapat digunakan sebagai energi. Dalam ilmu kedokteran gula darah adalah istilah yang
mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah.
Glukosa tidak bisa dimetabolisme lebih lanjut sampai dikonversikan ke glukosa 6
fosfat oleh reaksi dengan ATP, reaksi ini dikatalisa oleh enzim heksokinase yang tidak spesifik
dan jugacoleh glukokinase yang spesifik di dalam hati. Reaksi ini dalam arah sebaliknya,
dihidrolisa sederhana glukosa 6 fosfat ke glukosa, dikatalisa oleh glukosa 6 fosfatase.
Glukosa yang tidak dikonversi menjadi glikogen melintasi hepar melalui sirkulasi sistemik ke
jaringan di tempat mana ia dapat dioksidasi, disimpan sebagai glikogen otot atau dikonversi
menjadi lemak dan disimpan dalam depot-depot lemak. Glikogen di dalam hepar berlaku
sebagai cadangan karbohidrat dan melepaskan glukosa ke sirkulasi bila penggunaan glukosa
diperifer-perifer merendahkan konsentrasi glukosa di dalam darah untuk oksidasi glukosa atau
untuk konversi karbohidrat menjadi lemak atau protein, glukosa 6 fosfat dapat dikonversi
dalam stadium-stadium pangkalan metabolik umum menunjukkan seri reaksi berdasarkan atas
asetil koenzim A dan siklus asam trikarboksilat (siklus kreb : siklus sitrat) dalam mana residu
karbon dan protein, karbohidrat atau lemak bisa dioksidasi dengan melepaskan energi atau
dikonversi dari yang satu ke yang lain.
Sejumlah glukosa dalam darah tergantung kepada keseimbangan antara jumlah yang
masuk dan yang keluar. Glukosa masuk ke dalam dari tiga macam sumber, antara lain:
Makanan yang mengandung karbohidrat, setelah dicerna dan diserap jenis makanan ini
merupakan sumber glukosa tubuh yang paling penting. Glikogen, Glikogen disimpan dalam
otot dan hepar, dan dipecah untuk melepaskan glukosa. Sebagian asam amino dipecah oleh
hepar untuk menghasilkan glukosa. Insulin tidak diperlukan untuk terjadinya salah satu
diantara ketiga proses ini. Setelah glukosa masuk ke dalam aliran darah, insulin diperlukan
untuk memungkinkan glukosa meninggalkan darah dan masuk ke dalam jaringan. Pada orang
non-diabetik, glukosa yang meninggalkan aliran darah digunakan lewat dua cara: a. Energi
segera bagi sumber jaringan, b. Energi simpanan sebagai glikogen dalam hepar dan otot serta
lemak di dalam jaringan adiposa.
Kadar glukosa darah atau gula pada darah dapat menurun, hal ini akan dipengaruhi
oleh faktor-faktor sebagai berikut: karena pengaruh kurangnya gizi yang diperoleh tubuh
dalam waktu yang cukup lama, karena tubuh menjalani latihan yang terlalu berat,
berlangsungnya absorpsi glukosa yang tidak lancar, kegiatan organ inti yang mengalami
gangguan (adanya kerusakan), ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga fungsinya

mengalami kegagalan, karena kekurangan atau penurunan hormon misalnya hormon kelenjar
thyroida dan adrenal, karena bertambahnya atau meningkatnya hormon insulin.
Sebaliknya, kadar glukosa pun dapat meningkat yang disebabkan adanya pengaruh
dari faktor-faktor sebagai berikut : karena terserapnya karbohidrat yang melebihi kebutuhan
bagi sumbernya energi, karena diabetes mellitus, berlangsungnya kelainan pada hati,
terjadinya keracunan pada darah (texaemia), berlangsungnya depresi perasaan sehubungan
dengan sesuatu masalah yang dihadapi yang sangat mengkhawatirkan, berlangsungnya
pembangkitan emosi yang berlebihan sehubungan dengan masalah dengan yang dihadapi
sangat menjengkelkan dan menimbulkan amarah besar.
Kadar glukosa peredaran darah dapat dijaga atau dipertahankan dengan baik, apabila :
berlangsungnya reaksi perubahan glikogen menjadi glukosa secara timbal balik, sehingga
selalu terdapat keseimbangan, berlangsungnya reaksi perubahan karbohidrat menjadi lemak,
pengeluaran atau ekskresi glukosa yang berlebihan, berlangsungnya pembentukan dan
penggunaan muscle glicogen atau glikogen otot dan penggunaan glukosa oleh berbagai
jaringan dalam tubuh.
Proses terjadinya glukosa dalam darah yaitu saat semua makanan mengandung satu
atau lebih zat yang menghasilkan energi berikut ini adalah karbohidrat, protein, lemak segera
setelah diserap melalui usus kecil, zat-zat makanan itu diproses di hati. Dimana ketiganya
diubah menjadi glukosa, dan kemudian dilepas ke aliran darah. Karbohidrat terutama dalam
bentuk olahan seperti gula dan permen, merupakan makanan yang paling cepat diserap.
Dengan demikian, zat makanan itu yang paling cepat menaikkan kadar gula darah. Setiap
kadar gula darah memicu pulau-pulau dalam pankreas untuk menghasilkan insulin,
kemudian dilepas ke dalam pembuluh darah yang melewati pankreas. Dengan cara ini,
melalui peredaran darah, insulin bisa menemukan jalannya ke seluruh jaringan tubuh.
Walaupun insulin mempunyai berbagai fungsi yang berbeda, satu fungsi utamanya adalah
membantu glukosa dalam darah untuk memasuki sel-sel jaringan, dimana glukosa itu
digunakan sebagai sumber energi. Jika tidak diperlukan untuk memproduksi energi segera,
insulin menjamin agar glukosa diubah menjadi baik sebagai glikogen (sebagai penyimpanan
energi jangka pendek), maupun lemak untuk penyimpanan energi yang lebih lama.
Pemeriksaan kadar glukosa dalam darah bermanfaat untuk mengetahui keadaan
fisiologis dari individu serta mendiagnosis keadaan patologis yang berkaitan dengan gula
darah sehingga dapat dilakukan tindakan medis seperlunya.
Pemeriksaan glukosa darah menggunakan metode POCT atau Point Of Care Testing,
memiliki keuntungan sebagai berikut: penggunaannya yang praktis, mudah serta efisien,
membutuhkan sampel yang sedikit sehingga meminimalisir kesalahan pada tahap pra-analitik
serta hasil yang cepat, namun metode ini pula memiliki kekurangan antara lain: proses
Quality Control yang masih kurang baik sehingga akurasi dan presisinya belum sebaik hasil
dari alat fotometer, selain itu dokumentasinya pun belum dalam terintegrasi dengan sistem
informasi laboratorium sehingga data akan mudah tertukar bahkan tidak teridentifikasi.
Pemeriksaan kali ini menggunakan alat glukometer dan strip tes ACCUCHEKActive. Produk ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
1. Komposisi : alat meter gula darah yang memakai strip reagen kering
2. Kemasan : meter kit (starter kit) berisi 1 alat meter, 1 alat pencoblos, 10 strip tes, 10
lancet

3. Fungsi : untuk swa-monitor gula darah (SMGD/ self-monitoring of blood glucose


(SMBG), dipakai oleh pasien/ diabetisi di rumah/ non-klinis
4. Akurasi : bias < 5 %
5. Presisi : CV < 5 %
6. Sampel darah: kapiler, arteri, vena, dan neonatus
7. Isi sampel : tetes dari atas bantalan strip (top dosing/top loading)
8. Metode reaksi : Glucose Dehydrogenase (GDH)
9. Metode ukur : kuantitatif, fotometrik
10. Lama ukur : 5 detik
11. Rentang ukur : 10 600 mg/dL
12. Memori : 200 data, dengan jam dan tanggal
13. Software statistik: data rata-rata dari 7,14 hari
14. QC : dengan larutan Accu-Chek Active Glucose Control Solution
15. Sumber energi : baterai koin 3 volt, tipe 2032
Alat dan Bahan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Darah kapiler
Darah vena plus EDTA
POCT (Glukometer dan Strip test)
Kapas alkohol
Kapas kering
Softclix
Lancet
Mikropipet

Prosedur kerja

:
1. Cuci bersih tangan dan pastikan tangan kering saat menggunakan
alat.
2. Menyiapkan softclick dan lancet. Memasukkan lancet ke dalam
softclick, lalu atur ketajaman tusukan sesuai kebutuhan.
3. Mengambil satu strip test dari botol/wadah lalu pasang pada slot
sehingga alat otomatis menyala.
4. Pastikan kode number/kode kalibrasi yang tertera pada monitor,
strip dan label botol strip sama.
5. Usap jari dengan kapas alkohol, tusuk jari dengan lancet. Usap
darah pertama, gunakan darah kedua untuk ditest. Aplikasikan
setetes darah ke bantalan strip.
6. Hasil akan tampak pada monitor.
Harga Normal : 75 125 mg/dL

Hasil

:
1. Nama probandus : Sinta Rohmah
Darah kapiler : 81 mg/dL

2. Nama probandus : Dhita Ariefta


Darah vena : 93 mg/dL

Pembahasan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, kadar glukosa darah


menggunakan darah kapiler sebesar 81 mg/dL dan kadar glukosa darah menggunakan darah
vena sebesar 93 mg/dL. Sehingga hasil dikategorikan normal karena masih berada pada
rentang batas normal kadar glukosa darah yaitu 75 125 mg/dL. Hal ini menunjukkan organ
pankreas dalam mensekresi hormon insulin bekerja secara baik. Apabila kadar glukosa darah
yang tinggi atau hiperglikemi terjadi karena terserapnya karbohidrat, protein, lemak yang
melebihi kebutuhan bagi sumbernya energi atau bisa disebabkan oleh diabetes mellitus. Jika
kadar glukosa darah menurun disebut hipoglikemi dapat terjadi karena absorpsi glukosa yang
tidak lancar, kekurangan atau penurunan hormon, misal hormon kelenjar thyroid dan adrenal,
bertambahnya atau meningkatnya hormon insulin.

Kesimpulan :
Setelah melakukan praktikum dapat disimpulkan bahwa kadar glukosa darah dari
kedua probandus adalah normal. Dimana hasil menggunakan sampel darah kapiler sebesar 81
mg/dL serta darah vena 93 mg/dL.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.alatkesehatan.com/
www.jtptunimus-gdl-s1-2008-hetipraset-1003-2-bab2.pdf
Pearce, evelyn. 1987. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: PT Gramedia

Anda mungkin juga menyukai