Anda di halaman 1dari 14

PAKET PENYULUHAN “DM (DIABETES MELITUS)

PAKET PENYULUHAN “DM (DIABETES MELITUS) ” PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS) IRNA I RSUD Dr. SAIFUL

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS) IRNA I RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

2016

LEMBAR PENGESAHAN

PAKET PENYULUHAN

“DM (Diabetes Melitus)

RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Tanggal 4 februari 2016

Oeh:

Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Program Studi D-III Keperawatan Lawang

  • 1. Indri Mauizatul H

  • 2. Vika Agus R

  • 3. Rizka Ayu M

  • 4. Theresia Dwi

Pembimbing Institusi

DIII Keperawatan Lawang

Pembimbing Klinik

Ruang 28

Mengetahui, Kepala Ruang 28

NIP:

SATUAN ACARA PENYULUHAN DM (Diabetes Melitus)

Pokok Pembahasan Sasaran Tempat Hari/Tanggal Waktu Penyuluh

  • 1. Latar Belakang

: DM (Diabetes Melitus): Pasien, keluarga pasien dan pengunjung : Ruang 28 RSUD dr. Saiful Anwar : Kamis, 11 Maret 2016 : 1 x 30 menit : Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Program Studi D III Keperawatan Lawang

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degenerative yang menjadi ancaman utama pada umat manusia pada abad ke 21. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dibetes mellitus sering di sebut dengan The Great Imitator, yaitu penyakit yang mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Penyakit ini timbul secara perlahan, sehingga seseorang tidak menyadari bahwa adanya berbagai macam perubahan pada dirinya. Perubahan seperti minum lebih banyak, buang air kecil menjadi lebih sering, berat badan terus menurun, dan berlangsung cukup lama, biasanya tidak diperhatikan, hingga baru di ketahui setelah kondisi menurun dan setelah dibawa ke rumah sakit lalu di periksa kadar glukosa darahnya (Mirza, 2012). DM adalah suatu sindrom klinis kelainan metabolik dengan ditandai oleh adanya hiperglikemia yang disebabkan oleh defek sekresi insulin, defek kerja insulin atau keduanya. Penyakit DM sering menimbulkan komplikasi berupa stroke, gagal ginjal, jantung, nefropati, kebutaan dan bahkan harus menjalani amputasi jika anggota badan menderita luka gangren. DM yang tidak ditangani dengan baik angka kejadian komplikasi dari DM juga akan meningkat, termasuk komplikasi cedera kaki diabetes (Waspadji, 2010). Waspadji (2010) lebih lanjut menyebutkan bahwa penderita DM dapat terjadi komplikasi pada semua tingkat sel dan semua tingkatan anatomik. Manifestasi komplikasi kronik dapat terjadi pada tingkat pembuluh darah kecil (mikrovaskular) berupa kelainan pada retina mata, glomerulus ginjal, syaraf dan pada otot jantung (kardiomiopati). Pada pembuluh darah besar (makrovaskuler), manifestasi komplikasi kronik DM dapat terjadi pada pembuluh

darah serebral, jantung (penyakit jantung koroner) dan pembuluh darah perifer (tungkai bawah). Komplikasi lain DM dapat berupa kerentanan berlebih terhadap infeksi dengan akibat mudahnya terjadi infeksi saluran kemih, tuberkolosis paru dan infeksi kaki, yang kemudian dapat berkembang menjadi ulkus atau gangren diabetes. Berdasarkan bukti epidemologi terkini, jumlah penderita Diabetes Mellitus di seluruh dunia saat ini mencapai 20 juta (8,4 %), dan di perkirakan meningkat lebih dari 330 juta pada tahun 2025. Alasan peningkatan ini termasuk meningkatnya angka harapan hidup dan pertumbuhan populasi yang tinggi, dua kali lipat disertai peningkatan angka obesitas yang di kaitkan dengan urbanisasi dan ketergantungan terhadap makanan olahan (WHO, 2009). Berdasarkan penelitian Departemen Kesehatan tahun 2001 dalam The Soedirman Journal of Nursing (2008), penyakit DM mempunyai populasi terbesar dunia di kawasan Asia. Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia, setelah India, China, dan Amerika Serikat. Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2013, prevalensi Diabetes Mellitus di Indonesia berdasarkan wawancara adalah 2,1% (15.169 jiwa dari 722.329 jiwa). Angka tersebut lebih tinggi dibanding dengan tahun 2007 (1,1%). Sebanyak 31 provinsi (93,9%) menunjukkan kenaikan prevalensi DM yang cukup berarti. Fenomena tersebut memerlukan upaya efektif untuk mencegah terjadinya luka pada penderita DM. Upaya tersebut dapat berupa preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Pemeriksaan dan perawatan kaki pada pengelolaan kaki diabetes merupakan upaya yang diutamakan pada keperawatan keluarga. Pemakaian alas kaki dianjurkan untuk mencegah cedera kaki.

  • 2. Tujuan Instruksional

    • a. Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan tentang diabetes melitus selama 30 menit

diharapkan peserta mengerti tentang penyakit diabetes melitus.

  • b. Tujuan Khusus

Setelah mendapat penyuluhan tentang diabetes melitus, diharapkan peserta

mampu:

1)

MenjelaskankembaliPengertian Diabetes Mellitus

2)

Menjelaskan kembali 4 dari 7Penyebab Diabetes Meliitus

3)

MenjelaskankembaliTanda dan Gejala Diabetes Mellitus

4)

MenjelaskankembaliResiko Terkena Diabetes Mellitus

5)

Menjelaskan kembali Komplikasi Diabetes Mellitus

6)

Menjelaskan kembali Pencegahan dan Pengobatan Diabetes Mellitus

7)

Menjelaskan kembali Gizi Seimbang pada Diabetes Mellitus

3.

Materi Penyuluhan

  • a. Pengertian

  • b. Penyebab Diabetes Meliitus

  • c. Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus

  • d. Resiko Terkena Diabetes Mellitus

  • e. Komplikasi Diabetes Mellitus

  • f. Pencegahan dan Pengobatan Diabetes Mellitus

  • g. Gizi Seimbang pada Diabetes Mellitus

  • 4. Sasaran Sasaran penyuluhan adalah Pasien, keluarga pasien dan pengunjung

  • 5. Metode Penyuluhan Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini menggunakan metode:

    • a. Ceramah/presentasi

    • b. Tanya jawab

  • 6. Media

    • a. LCD

    • b. Leaflet

    • c. Laptop

  • 7. Kegiatan Penyuluhan

  • Tahap

    Waktu

     

    Kegiatan

    Kegiatan

    Metode

    Media

    Penyuluhan

    Peserta

    Pembukaan

    5

    Membuka dengan

    penyuluhan

    Mendengarkan

    pertanyaan

    Ceramah

    -

    menit

    salam

    Memperhatikan

    Memerkenalkan diri Menjelaskan

    Menjawab

    maksud dan tujuan penyuluhan Kontrak waktu Menggali pengetahuan peserta sebelum dilakukan

    Penyajian

    15

    Menjelaskan

    Mendengarkan

    Ceramah,

    Leaflet

    menit

    tentang:

    Memberikan

    Tanya

    • a. Pengertian

    tanggapan

    dan

    jawab

    • b. Penyebab Diabetes Meliitus

    pertanyaan

    mengenai

    hal

    c. Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus yang kurang dimengerti d. Resiko Terkena Diabetes Mellitus e. Komplikasi
    c.
    Tanda dan Gejala
    Diabetes Mellitus
    yang
    kurang
    dimengerti
    d.
    Resiko
    Terkena
    Diabetes Mellitus
    e.
    Komplikasi
    Diabetes Mellitus
    f.
    Pencegahan
    dan
    Pengobatan
    Diabetes Mellitus
    g.
    Gizi
    Seimbang
    pada Diabetes
    Mellitus
     Memberi
    kesempatan untuk
    bertanya/diskusi
    tentang
    materi
    penyuluhan
    Penutup
    10
     Menggali
    Ceramah,
    Leaflet
    menit
    pengetahuan
     Menjawab
    pertanyaan
     Memberikan
    tanggapan balik
    Tanya
    peserta
    setelah
    jawab
    dilakukan
    penyuluhan
     Menyimpulkan
    hasil
    kegiatan
    penyuluhan
     Menutup
    dengan
    salam
    8.
    Evaluasi
    • a. Proses :

      • a. Jumlah peserta penyuluhan mnimal 5 peserta

      • b. Media yang digunakan adalah leaflet, LCD dan laptop

      • c. Waktu penyuluhan adalah 30 menit

      • d. Persiapan penyuluhan dilakukan beberapa hari sebelum kegiatan penyuluhan

      • e. Pembicara diharapkan dapat menguasai materi dengan baik

      • f. Tidak ada peserta yang meninggalkan ruangan saat penyuluhan berlangsung

      • g. Peserta aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan

  • b. Hasil :

    • a. Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan peserta diharapkan mengerti dan memahami tentang pengertian pengertian, penyebab diabetes meliitus, tanda

  • dan gejala diabetes mellitus, resiko terkena diabetes mellitus, komplikasi diabetes mellitus, pencegahan dan pengobatan diabetes mellitus, gizi seimbang pada diabetes mellitus

    b.

    Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan ada perubahan prilaku kesehatan yaitu mengetahui tentang penyakit diabetes melitus

    MATERI PENYULUHAN

    • 1. Pengertian Diabetes Mellitus klinis adalah suatu sindroma gangguan metabolism dengan hiperglikemia yang tidak semestinya sebagai akibat suatu defisiensi sekresi insulin atau berkurangnya efektifitas biologis dari insulin atau keduanya (Francis dan John 2000). Diabetes mellitus adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Suyono, 2002).

    Diabetes Melitus adalah penyakit kelebihan kadar gula darah di dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan insulin.

    • 2. Macam DM dan Penyebabnya

      • a. Diabetes tipe I

    Diabetes tipe I ditandai oleh penghancuran sel-sel beta pankreas. Kombinasi faktor genetik, imunologi dan mungkin pula lingkungan diperkirakan turut menimbulkan destruksi sel beta.Faktor-faktor genetik. Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri, tetapi mewarisi suatu kecenderungan atau predisposisi genetik ke arah terjadinya diabetes tipe I. kecenderungan ini ditemukan pada individu yang memiliki tipe antigen HLA(human leucocyt antigen) tertentu. HLA merupakan kumpulan gen yang bertanggung jawab atas

    antigen transplantasi dan proses imun lainnya. Resiko terjadinya diabetes tipe I meningkat tiga hingga lima kali lipat pada individu yang memiliki salah satu dari kedua tipe HLLA tersebut.

    Faktor-faktor imunologi. Pada diabetes tipe I terdapat bukti adanya suatu respon otoimun. Respon ini merupakan respon abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi pada jaringan tersebut yang dianggapnnya seolah-olah jaringan asing. Factor-faktor ;lingkungan. Adanya faktor eksternal yang dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan destruksi sel beta. (IrawanSusiloImim, dkk, 2000)

    • b. Diabetes tipe II

    Faktor genetik diperkirakan memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin. Selain itu terdapat pula faktor-faktor resiko tertentu yang berhubungan dengan proses terjadinya diabetes melitus II. Faktor-faktoriniadalah :

    • a. Usia resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 tahun.

    • b. Obesitas

    • c. Riwayatkeluarga

    (IrawanSusiloImim, dkk, 2000)

    Secara umum penyebab DM adalah;

    • a. Keturunan

    • b. Usia

    • c. Kegemukan

    • d. Kuranggerak

    • b. Kehilangan insulin

    • c. Alkoholisme

    • d. Obat-obatan

      • 3. Tandadan Gejala DM

        • a. Berat badan menurun

        • b. Banyak makan banyak minum

        • c. Banyak kencing

        • d. Cepat lelah & mengantuk

        • e. Kesemutan pada jari

        • f. Penglihatan kabur

    • a. Riwayat keturunan dengan diabetes, misalnya pada DM tipe 1 diturunkan sebagai sifat

    heterogen, mutigenik. Kembar identik mempunyai resiko 25%-50%, sementara

    saudara kandung beresiko 6% dan anak beresiko 5% (Black,2009).

    • b. Lingkungan seperti virus (cytomegalovirus, mumps, rubella) yang dapat memicu

    terjadinya autoimun dan menghancurkan sel-sel beta pankreas, obat-obatan dan zat

    kimia seperti alloxan, streptozotocin, pentamidine.

    • c. Usia diatas 45 tahun.

    • d. Obesitas, berat badan lebih dari atau sama dengan 20% berat badan ideal.

    • e. Etnik, banyak terjadi pada orang Amerika keturunan Afrika, Asia.

    • f. Hipertensi, tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mg/dl.

    • g. HDL kolesterol lebih dari atau sama dengan 35 mg/dl atau trigiserida lebih dari 250

    mg/dl.

    • h. Riwayat gestasional DM (Smeltzer,2005).

    • i. Kebiasaan diet.

    • j. Kurang olah raga.

      • 5. Komplikasi DM

        • a. Hipoglikemia Hipoglikemia adalah keadaan klinik gangguan saraf yang disebabkan karena

    penurunan kadar glukosa darah. Gejala pada hipoglikemia dapat ringan berupa gelisah

    sampai berat berupa koma disertai kejang. Penyebab terseringnya adalah akibat obat

    hipoglikemik oral golongan sulfonilurea.

    • b. Hiperglikemia Kelompok hiperglikemia, secara anamnesis ditemukan adanya masukan kalori

    yang berlebihan, penghentian obat oral maupun insulin yang didahului oleh stress akut.

    Tandanya adalah kesadaran menurun disertai dehidrasi berat. Pada dasarnya pengobatan

    hiperglikemia adalah lakukan rehidrasi cepat untuk mengatasi dehidrasi dengan

    pemberian cepat Nacl 0,9% sebanyak liter pada 30 menit pertama , 0,5 liter pada menit

    kedua jadi berjumlah 3 liter pada jam pertama. Kemudian berikan insulin pada jam ke

    2 dalam bentuk bolus (intravena) dosis 180 mU/kg BB. Dengan tindakan ini akan

    segera memperbaiki keadaan.

    • c. Mikroangiopati (kerusakan pada saraf-saraf perifer) pada organ yang mempunyai

    pembuluh darah kecil seperti pada

    (1) Retinopati diabetika (kerusakan saraf retina dimata) sehingga

    mengakibatkan kebutaan.

    (2) Neuropati

    diabetika

    (kerusakan

    saraf-saraf perifer) mengakibatkan

    gangguan sensoris pada organ tubuh.

     

    (3) Nefropati

    diabetika

    (kelainan/kerusakan

    pada ginjal) dapat

    mengakibatkan gagal ginjal.

    • d. Makroangiopati

    (1)

    Kelainan

    pada jantung dan pembuluh darah seperti infark miokard

    (2)

    maupun gangguan fungsi jantung karena arterisklerosis. Penyakit vaskuler perifer.

    (3)

    Gangguan sistem pembuluh darah otak atau stroke.

    • e. Gangguan diabetika karena adanya neuropati dan terjadi luka yang tidak sembuh- sembuh.

    6. Pengobatan DM

    Ada 5 cara untuk mengontrol gula darah tetap pada rentan normal (Tarwoto dkk,2011)

    1.) Managemen diet

    Kontrol nutrisi, diet dan berat badan merupakan dasar penanganan pasien

    DM. komposisi nutrisi pada diet DM adalah kebutuhan kalori, karbohidrat, lemak,

    protein dan serat.

    a.)Kebutuhan kalori

    Tergantung dari berat badan (kurus, ideal, obesitas), jenis kelamin, usia, aktivitas

    fisik. Misalnya untuk pasien kurus kebutuhan kalori sekitar 2300-2500 kalori, BB

    ideal antara 1700-2100 kalori dan gemuk antara 1300-1500 kalori (Sukardji ,2007).

    b.)Kebutuhan karbohidrat

    Karbohidrat merupakan komponen terbesar dari kebutuhan kalori tubuh, yaitu

    sekitar 50-60%.

    c.)Kebutuhan protein

    Untuk adekuatnya cadangan protein diperlukan kira-kira10-20% dari kebutuhan

    kalori atau 0,8g/kg/hari.

    d.)Kebutuhan lemak

    Kebutuhan lemak kurang dari 30% dari total kalori, sebaiknya dari lemak nabati

    daripada dari lemak hewani.

    e.)Kebutuhan serat

    Serat dibutuhkan sekitar 20-35 g/hari dari berbagai bahan makanan atau rata-rata

    25 g/hari.

    2.) Latihan fisik

    Ini sangat dibutuhkan bagi penderita DM, karena pada saat latihan fisik energi

    yang dipakai adalah glukosa dan asam lemak bebas. Jenis latihan fisik yang bisa

    dilakukan yaitu olahraga seperti latihan aerobik, jalan santai, lari, bersepeda dan

    berenang. Latihan fisik ini bertujuan untuk :

    a.) Menurunkan

    kadar

    glukosa

    darah

    dengan

    cara

    meningkatkan

    metabolisme

    terutama karbohidrat.

    b.) Menurunkan BB, terutaman pada pasien yang mengalami obesitas untuk

    mencapai BB normal/ideal.

    c.) Meningkatkan sensitifitas insulin.

    d.) Meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar trigliserida.

    e.) Menurunkan tekanan darah.

    3.) Obat-obatan

    a.) Obat antidiabetik oral atau Oral Hypoglikemik Agent (OH) efektif pada DM tipe 2

    jika managemen diet dan latihan fisik gagal.

    Jenis obat-obat anti diabetik oral adalah :

    (1) sulfonilurea : merangsang sel beta pankreas untuk melepaskan cadangan

    insulin. Misalnya : Glibenklamid, Tolbutamid, Klorpropamid.

    (2) Biguanida : Bekerja dengan cara menghambat penyerapan glukosa di

    usus. Misalnya : Mitformin, Glukophage.

    b.) Pemberian hormon insulin

    Tujuannya untuk meningkatkan transport glukosa ke dalam sel dan menghambat

    konversi glikogen dan asam amino menjadi glukosa. Berdasarkan daya kerjanya insulin

    dibedakan menjadi :

    (1) Insulin dengan masa kerja pendek (2-4 jam), seperti reguler insulin, actrapid.

    (2) Insulin dengan masa kerja menengah (6-12 jam), seperti NPH insulin, Lente

    insulin.

    (3) Insulin dengan masa kerja panjang (18-24 jam), seperti protamin zinc insulin,

    ultralente insulin.

    (4) Insulin campuran yaitu kerja cepat dan menengah, misalnya 70% NPH, 30%

    reguler.

    Absorpsi dan durasi dari insulin bervariasi tergantung pada tempat penyuntikan,

    injeksi pada abdomen akan diabsorbsi lebih cepat dibanding injeksi pada lengan atau bokong.

    Dosis insulin ditentukan pada :

    (1) Kebutuhan pasien. kebutuhan insulin akan meningkat pada keadaan sakit yang

    serius atau parah, infeksi, menjalani operasi.

    (2) Respon pasien terhadap injeksi insulin. Pemberian insulin biasanya dimulai antara

    0,5 dan 1 unit/kg BB/hari.

    4.)Monitoring Glukosa Darah

    Pemeriksaan glukosa darah dapat dilakukan secara mandiri dengan menggunakan

    glukometer, pemeriksaan ini penting untuk memastikan darah dalam keadaan stabil.

    Cara pengukuran glukosa darah secara mandiri yaitu :

    a.)Siapkan alat glukometer.

    b.)Pastikan kode pada alat glukometer sama dengan kode strip pereaksi khusus.

    c.)Lakukan pengambilan darah kapiler dengan cara menusukkan stik pada ujung jari.

    d.)Tempelkan darah pada ujung strip pada glukometer.

    e.)Biarkan darah dalam strip sampai alat glukometer mengeluarkan angka kadar glukosa

    darah.

    f.) Hasil gula darah dapat dilihat pada layar monitor glukometer.

    • 7. Gizi Seimbang untuk penderita DM

      • a. Makanlah aneka ragam makanan

      • b. Sumber zat tenaga (Karbohidrat, lemak)

      • c. Sumber zat pembangun (Protein)

      • d. Sumber zat pengatur (vitamin, air dan mineral)

      • e. Makanlah makanan unutk memenuhi kecukupan energy

      • f. Makanlah makanan sumber karbohidrat komplek dan serat

      • g. Batasi konsumsi lemak

      • h. Gunakan garam beryodium 1 sendok teh perhari

      • i. Makanlah sumber zat besi

      • j. Biasakan makan pagi

      • k. Minum air bersih dan cukup (kurang lebih 8 gelasperhari)

      • l. Olahraga teratur

    • m. Makanlah makanan yang amankesehatan

    • n. Hindari minuman alcohol dan merokok

    DAFTAR PUSTAKA

    Brunner &Suddart, 2001. Buku Ajar KeperawatanMedikalBedah, Edisi 8 Volume 2 .EGC:

    Jakarta. AskandarTjokroprawiro, 2000, Simposium Diabetes Mellitus, FakultasKedokteran UNAIR RSUD DrSotomo, Surabaya IrawanSusiloImim, dkk, 2000, Waspadai Diabetes

    Mellitus, CahayaRemadja Bandung. Johnson. M, 2000, Diabetes TerapidanPencegahanya,IKAPI, Bandung Sarwono, W, DKK, 2001, Buku Ajar IlmuPenyakitDalamJilid I, BalaiPenerbit , FKUI,

    Jakarta Sidarwan, S, 2002, PetunjukPraktisPengelolaan DM Perkeni 2002, FKUI-RSU pnCipto

    Jakarta. Smaltzer, Bare, 2001, KeperawatanMedikalBedah, Volume 2, EGC, Jakarta