Anda di halaman 1dari 14

A.

Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh lingkungan terhadap kecepatan transpirasi
dengan metode penimbangan ?
B. Tujuan Percobaan
1. Untuk pengaruh lingkungan terhadap kecepatan transpirasi dengan
metode penimbangan.
C. Hipotesis
Ha

: Ada pengaruh lingkungan terhadap kecepatan transpirasi dengan

metode penimbangan.
Ho

: Tidak ada pengaruh lingkungan terhadap kecepatan transpirasi

dengan metode penimbangan.


D. Kajian Pustaka
Air yang ada didalam tubuh tumbuhan selalu mengalami fluktuasi
tergantung pada kecepatan proses masuknya air kedalam tumbuhan,
kecepatan proses penggunaan air oleh tumbuhan, dan kecepatan proses
hilanganya air dari tubuh tumbuhan. Proses kehilangan air dalam bentuk
uap dari jaringan melalui stomata inilah yang disebut transpirasi.
Kemungkinan hilangnya air dari jaringan tanaman melalui kegiatan
tanaman sapat terjadi, tetapi porsi kehilangan tersebut sangat kecil apabila
dibandingkan dengan hilangnya air melalui stomata. Oleh karena itu,
dalam perhitungannya, besarnya jumlah air yang hilang dari jaringan
tanaman umumnya difokuskan untuk air yang hilang melalui stomata.
Proses transpirasi berlangsung selama tumbuhan hidup (Guritno dan
Sitompul, 1995)
Transpirasi adalah proses hilangnya air dalam bentuk uap air dari
jaringan hidup tanaman yang terletak diatas permukaan tanah melewati
stomata, lubang kutikula, dan lentisel. Transpirasi merupakan pengeluaran
berupa uap H2O dan CO2, terjadi siang hari saat panas, elalui stomata
(mulut daun) dan lentisel (celah batang). Transpirasi berlangsung melalui
bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara luar, yaitu melalui pori-

pori daun seperti stomata, lubang kutikula, dan lentisel oleh proses
fisiologi tanaman (Eka, 2012)
Proses hilangnya air dalam bentuk air dari jaringan hidu tanaman
yang terletak diatas permukaan tanah melewaistomata, lubang kutikula,
dan lentisel 80% air yang ditranspirasikan berjalan melewati lubang
stomata, paling besar peranannya dalam transpirasi (Firman, 2011)
Transpirasi melibatkan difusi uap air dari ruang-ruang antar sel ke
udara melalui stomata, maka laju transpirasi akan bergantung pada:
1. Tahanan jalur yang dilalui terhadap molukul-molekul uap air
yang berdifusi, dan
2. Perbedaan konsentrasi antara uap air di dalam dan diluar daun,
yaitu ketajaman gradasi difusi. (Loveless, 1991)
Bila stomata terbuka karena itu tahanan minimal, laju transpirasi
dipengaruhi oleh sembarang factor yang mempengaruhi ketajaman gradasi
difusi antar ruang sel dan atmosfer. Bila stomata terbuka, laju transpirasi
bergantung kepada perbedaan antara tekanan uap udara jenuh di dalam
daun dan tekanan uap diluar daun. Bila faktor-faktor lain sama, semakin
rendah tekanan uap dalam udara luar semakin cepat transpirasi terjadi
(Insaniyah, 2010)
Kegiatan transpirasi dipengaruhi banyak factor, baik factor dalam
maupun factor luar. Factor dalam, antara lain:
1. Besar kecilnya daun
2. Tebal tipisnya daun
3. Berlapis lilin atau tidaknya permukaan daun
4. Banyak sedikitnya bulu pada permukaan daun
5. Banyak sedikitnya stomata
6. Bentuk dan letak stomata (Salisbury, 1992).
Factor-faktor luar yang mempengaruhi kecepatan transpirasi, antara lain:
1. Kelembaban
Bila daun mempunyai kandungan air yang cukup dan stomata terbuka,
maka laju transpirasi bergantung pada selisih antara konsentrasi
molekul air di dalam rongga antar sel didaun dengan konsentrasi
molekul uap air diudara.
2. Suhu
Kenaikan suhu 18 sampai 20F cenderung untuk meningkatkan
penguapan air sebesar dua kali. Dalam hal ini akan sangat
mempengaruhi

tekanan

turgor

mempengaruhi pembukaan stomata.

daun

dan

secara

otomatis

3. Cahaya
Cahaya mempengaruhi laju transpirasi melalui dua cara, pertama
cahaya akan mempengaruhi suhu daun sehingga dapat mempengaruhi
aktifitas transpirasi dan yang kedua dapat mempengaruhi transpirasi
melalui pengaruhnya terhadap buka-menutupnya stomata.
4. Angin
Angin mempunyai pengaruh ganda yang cenderung

saling

bertentanganterhadap laju transpirasi. Angin menyapu uap air hasil


transpirasi sehingga angin menurunkan kelembaban udara diatas
stomata, sehingga meningkatkan kehilangan neto air. Namun jika
angin menyapu daun, maka akan mempengaruhi suhu daun. Suhu akan
menurun dan hal ini dapat menurunkan tingkat transpirasi.
5. Kandungan air tanah
Laju transpirasi dapat dipengaruhi olehkandungan air tanah dan laju
absorbs air diakar. Pada siang hari biasanya air ditranspirasikan lebih
cepat dari pada penyerapan dari tanah. Hal tersebut menyebabkan
devisit air dalam daun sehingga terjadi penyerapan yang besar, pada
malam hari terjadi sebaliknya. Jika kandungan air tanah menurun
sebagai akibat penyerapan oleh akar, gerakan air melalui tanah
kedalam akar menjadi lambat. Hal ini cenderung untuk meningkatkan
deficit air pada daun dan menurunkan laju transpirasi lebih lanjut
(Loveless, 1991)

E. Variable Penelitian
1. Variabel kontrol
2. Variable manipulasi
3. Variabel respon

: Jenis tumbuhan, tinggi tumbuhan, waktu


`(t), jumlah daun, volume air, daya lampu.
: Lingkungan (suhu, cahaya, kelembaban)
: Kecepatan transpirasi.

F. Definisi operasional variable


1. Variable manipulasi : Pada percobaan kali ini variable manipulasinya
adalah kondisi penempatan tanaman pacar air. Yang dipengaruhi oleh
perbedaan lingkungan, yaitu suhu, cahaya, dan kelembaban.

2. Variabel respon : Pada percobaan kali ini variable responnya adalah


kecepatan transpirasi yang akan menentukan apakah lingkungan
berpengaruh terhadap kecepatan transpirasi.
G. Alat dan bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada saat praktikum adalah :
Alat :
1. Erlenmeyer 250 ml
2 buah
2. Sumbat Erlenmeyer dengan lubang ditengahnya
2 buah
3. Timbangan
1 buah
4. Retmometer, hygrometer
1 buah
5. Lux meter
1 buah
6. Bohlam lampu 100 watt dan lampu duduk
1 buah
7. Pisau tajam dan penggaris
1 buah
8. Air
150 ml
9. Vaselin
10. Kertas grafik / milimeter
11. Dua pucuk tanaman Pacar air (Impatien balsemia) yang memiliki
kondisi hamper sama sepanjang 20 cm

H. Rancangan percobaan
1. Potong

miring

pangkal

pucuk

batang

tanaman

pacar air didalam air

Dimasukkan melalui lubang pada sumbat

sampai bagian bawah terendam


Buang bunga, kuncup, daun yang rusak,

olesi luka dengan vaselin


Olesi celah yang ada dengann vaselin

erlenmeyer diletakkan didalam ruangan


erlenmeyer diletakkan dijarak 20 cm dari
lampu pijar 100 watt

Ukur kondisi lingkungan


Setiap 30 menit Erlenmeyer dan perlengkapan
ditimbang
Ulangi sebanyak 3 kali

I. Langkah kerja
J. Rancangan tabel pengamatan

Tabel suhu, kelembapan dan intensitas pada lingkungan terang dan gelap
Terang
35C
75%
0,49 cd

Suhu
Kelembaban
Intensitas Cahaya

Gelap
31C
85%
0,05 cd

Berdasarkan hasil pengamatan pengaruh lingkungan yang mempengaruhi


kecepatan transpirasi, dan luas daun dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 1.1 Berat awal, berat akhir, dan selisih sebelum transpirasi
Botol
Gelap
(A)
Terang
(B)

30 pertama
Selisih 1
(g)

30 kedua
Selisih
2 (g)

30 ketiga
Selisih
3 (g)

Berat
awal
(g)

W1
(g)

303,95

303,2

0,75

301,7

1,5

301,6

0,1

0,78

301,8

300

1,8

298,6

1,6

298,4

0,2

1,2

W2
(g)

W3
(g)

Selisih
berat
(g)

selisih1 + selisih2+ selisih3


3
0,75+1,5+ 0,1 2,35
selisih berat ( gelap )=
=
=0,78
3
3
1,8+ 1,6+0,2 3,6
selisih berat ( terang )=
=
=1,2
3
3
selisih berat=

Tabel 1.2 Perhitungan luas daun


Daun keBotol
Gelap
(A)
Terang
(B)

Rata-rata
luas
daun

5,5

L1 + L2 + L 3 + L 4 + L 5 + L 6
daun
3+5+4 +6+5+ 7 30
ratarata luas daun gelap ( A )=
= =5
6
6
3+6+5+5+ 8+6 33
ratarata luas daunterang ( B )=
= =5,5
6
6
ratarata luas daun=

Berdasarkan pengamatan pengaruh lingkungan yang mempengaruhi

kecepatan transpirasi, didapatkan grafik sebagai berikut.

Kecepatan Transpirasi pada Keadaan Lingkungan yang Berbeda


8

7.27

7
6

5.2

kecepatan transpirasi x10-3 g/menit/cm2 4


3
2
1

0
A (Gelap)

B (Terang)

Grafik 1. Gambar grafik kecepatan transpirasi pada


keadaan lingkungan yang berbeda

selisih berat(g)
30 menit
kecepatan transpirasi ( gelap )=
ratarataluas daun(cm2 )
0,78
30
0,026
g
kecepatan transpirasi ( gelap )=
=
=5,2 x 103
/cm 2
5
5
menit
selisih berat ( g)
30 menit
kecepatan transpirasi ( terang )=
ratarataluas daun( cm2)
1,2
30 0,04
g
3
2
kecepatan transpirasi ( terang )=
=
=7,27 x 10
/cm
5,5 5,5
menit

K. Rencana analisis data


Berdasarkan data tabel 1.1 yang telah diperoleh dapat dianalisa
sebagai berikut. Pengaruh lingkungan yang diperlakukan pada Erlenmeyer
A (gelap), dan Erlenmeyer B (terang) menunjukkan memberikan dampak
pada berat tanaman tersebut. Dapat terlihat dari tabel tersebut bahwa hasil
akhir selisih berat tanaman Erlenmeyer A (gelap) lebih kecil dibandingkan
tanaman pada Erlenmeyer B (terang). Yaitu sebesar 0,78 g dan 0,12 g.
yang berarti dapat dipastikan bahwa pengaruh lingkungan berdampak pada
selisih berat tanaman.

Sedangkan data tabel 1.2 yang telah diperoleh dapat dianalisa


sebagai berikut. Pengaruh lingkungan yang telah dilakukan pada
Erlenmeyer A (gelap), dan Erlenmeyer B (terang) menunjukkan
memberikan dampak pada rata-rata luas daun. Tumbuhan pada Erlenmeyer
A, memiliki jumlah daun sebanyak 6 helai dengan rata-rata luas daun 5
cm2, sedangkan pada Erlenmeyer B yang juga memiliki jumlah daun 6
helai, mempunyai rata-rata luas daun 5,5 cm2.
Dari data grafik hasil percobaan tersebut dapat terlihat sekali
bahwa kecepatan transpirasi berpengaruh terhadap perbedaan lingkungan
yaitu lingkungan gelap dan terang. Dengan hasil kecepatan transpirasi di
tempat gelap sebesar

5,2 x 10

g
2
/cm . Sedangkan kecepatan
menit

3
transpirasi ditempat terang sebesar 7,27 x 10

g
/cm 2 .
menit

L. Hasil analisis data


Berdasarkan dari analisis terhadap tabel dan grafik pengamatan,
terjadi penurunan berat tumbuhan pada Erlenmeyer A (gelap) sebesar 0,78
g dan pada tumbuhan di erlenmeyer B (terang) sebesar 1,2 g. hal ini
menandakan bahwa pada tumbuhan pacar air telah terjadi transpirasi atau
hilangnya air dalam bentuk uap air dari jaringan tumbuhan. Transpirasi
pada intensitas cahaya terang 0,49 cd lebih cepat dari pada transpirasi pada
intensitas cahaya 0,05 cd, karena semakin rendah intensitas cahaya,
semakin rendah kecepatan transpirasi. Begitu juga sebaliknya, semakin
tinggi intensitas cahaya, semakin tinggi pula kecepatan transpirasinya.
Perbedaan suhu, dan kelembaban merupakan akibat dari intensitas
cahaya yang diterima. Pengukuran kondisi lingkungan yang dilakukan
pada kedua tempat perlakuan Erlenmeyer pada intensitas cahaya sebesar
0,49 cd yang kecepatan transpirasinya lebih tinggi, suhu berkisar 35C dan
kelembaban sebesar 75%. Disisi lain pada intensitas cahaya 0,05 cd yang
kecepatan transpirasinya rendah, suhu berkisar 31C dengan kelembaban
sebesar 85%. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa suhu
dan kelembaban lingkungan juga berpengaruh pada kecepatan transpirasi.
Semakin tinggi suhu lingkungan, semakin tinggi kecepatan transpirasi.

Semakin rendah kelembaban lingkungan, semakin tinggi kecepatan


transpirasi.
Intensitas cahaya juga mempengaruhi membuka dan menutupnya
stomata, karena sebagian besar stomata tumbuhan akan membuka saat
siang hari dan akan menutup pada malam hari (kec. tumbuhan sukulen).
Sel penutup pada stomata memiliki kloroplas yang mengandung klorofil.
Adanya klorofil tersebut menandakan bahwa pada sel tersebut terjadi
peristiwa fotosintesis yang mana akan menghasilkan glukosa. Berdasarkan
hal tersebut, jika pada suatu sel terdapat banyak zat terlarut (dalam hal ini
adalah glukosa), maka konsep difusi osmosis pun berlaku, yang akan
menyebabkan turgor pada sel penutup akibat adanya zat terlarut, sel-sel
penutup membesar sehingga membukalah stomata dan terjadilah proses
transpirasi.
Mengacu pada teori fotosintesis ini, apabila tumbuhan pacar air
diletakkan pada intensitas cahaya tinggi, celah stomata akan membuka
lebar, sehingga proses transpirasi berlangsung lebih cepat. Sebaliknya saat
intensitas cahaya rendah, celah stomata akan mengecil dan menutup,
sehingga kecepatan transpirasi rendah.

M. Simpulan
Berdasarkan hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa:
1. Lingkungan berpengaruh terhadap kecepatan transpirasi tumbuhan,
yakni semakin tinggi intensitas cahaya, maka kecepatan transpirasi
juga semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah
intensitas cahaya, maka semakin rendah pula kecepatan transpirasi
suatu tumbuhan tersebut.
N. Daftar pustaka
Ismail dan Abd Muis.2011. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan.
Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar, Makassar.
Sri Rahayu, Yuni, dkk.2016. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan.
Jurusan Biologi Universitas Negeri Surabaya, Surabaya.
https://academia.edu/6444580/LAPORAN_FISTUM_Transpirasi

diakses

pada tanggal 04 Februari 2016, pukul 12.27 WIB


https://academia.edu/6912398/Laporan_Transpirasi diakses pada tanggal
04 Februari 2016, pukul 05.01 WIB
www.amazine.co/25259/apa-itu-transpirasi-memahami-proses-penguapanpada-tumbuhan/ diakses pada tanggal 03 Februari 2016, pukul 23.18
WIB
http://belajarbiologi.com/2014/04/fisiologi-tumbuhan-transpirasitumbuhan.html diakses pada tanggal 03 Februari 2016, pukul 13.34
WIB
http://www.penge

rtianahli.com/2013/10/pengertian-transpirasi-

tumbuhan.html diakses pada tanggal 03 Februari 2016, pukul 18.44


WIB

LAMPIRAN

Tanaman Pacar air

Tabung Erlenmeyer yang

Vaselin untuk menutupi

(Impatien balsemia)

telah diisi air dengan

luka dan sekitar sumbat

volume 150 mL

penutup

Menutupi bagian

Tanaman pacar air yang

Penimbangan awal.

tanaman yang dilukai,

telah siap untuk

(tabung Erlenmeyer A

dan sekitar sumbat

ditimbang

(gelap), maupun B
(terang))

Tabung Erlenmeyer yang Tabung Erlenmeyer yang


diletakkan 20 cm dari

diletakkan didalam

Menimbang masingmasing Erlenmeyer A dan

lampu berdaya 100 watt

lemari

B sebanyak tiga kali,


dengan rentang waktu 30
menit.

LAPORAN FISIOLOGI TUMBUHAN


DIFUSI dan OSMOSIS
(Pengaruh Cahaya (Suhu) terhadap Kecepatan Transpirasi)

Disusun oleh :
SYLVANI KUMALA ULINNUHA

(14030204090)

PENDIDIKAN BIOLOGI B 2014

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2016