Anda di halaman 1dari 6

Esensi dan Urgensi Idenstitas Nasional (Etnisitas dan Identitas Nasional)

1. Pengertian Identitas Nasional


Konsep identitas nasional dibentuk oleh dua kata dasar, ialah identitas
dannasional. Kata identitas berasal dari kata identity (Inggris) .Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), identitas berarti ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang atau jati
diri. Kata nasional berasal dari kata national (Inggris). Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, nasional berarti bersifat kebangsaan; berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri;
meliputi suatu bangsa. Dalam konteks pendidikan kewarganegaraan, identitas nasional lebih
dekat dengan arti jati diri yakni ciri-ciri atau karakeristik, perasaan atau keyakinan tentang
kebangsaan yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Apabila bangsan
Indonesia memiliki identitas nasional maka bangsa lain akan dengan mudah mengenali dan
mampu membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain.
Istilah Identitas Nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh
suatu bangsa yang secara filosofis membedakan negara yang satu dengan Negara yang
lain.Berdasarkan pengertian yang demikian maka setiap bangsa didunia ini pasti memiliki
identitas nasional masing-masing sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter dari
bangsa tersebut.Demikian pula hal ini juga ditentukan oleh proses bagaiman bangsa tersebut
terbentuk secara historis.Berdasarkan hakikat pengertian Identitas Nasional sebagaimana
dijelaskan diatas maka identitas nasional sutu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri
bangsa atau lebih dikenal dengan kepribadian suatu bangsa.
Pengertian kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan dari faktor-faktor
biologis ,psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu.Tingkah laku
tersebut terdiri atas kebiasaan,sikap,sifat-sifat serta karakter yang berbeda pada seseorang
sehingga membedakan antara yang satu dengan yang lain.
2. Macam-macam Identitas Nasional
4.1 Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
Sebagai mana kita ketahui, setiap negara memiliki bahasa yang berbeda sebagai
ciri khas yang di miliki oleh Negara tersebut. Begitu pula dengan Indonesia, Indonesia
memiliki beragam bahasa hampir setiap wilayah atau daerah memiliki bahasa tersendiri,
Seperti jawa, Madura, papua, batak, sunda, ambon, aceh, dll. Dan bahasa tersebut di

gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain untuk bertukar pikiran maupun
mengeluarkan pendapatnya.
4.2 Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
Bendera merupakan salah satu lambang yang menjadi Identitas yang dapat di
kenali saat melihat warna serta motif gambar di dalamnya. Setiap Negara pasti memiliki
bendera sebagai ciri dari Negara tersebut. Seperti Indonesia, Bendera Indonesia berwarna
Merah dan Putih, seperti yang sudah tertera dalam UUD 1945 pasal 35 yang
menyebutkan bahwa Bendera Negara Indonesia adalah Sang Merah Putih. Warna
Merah dan Putih yang menjadi warna pilihan yang di pilih untuk melambangkan
Indonesia itu memiliki arti Merah artinya Berani sedangkan Putih artinya Suci, yang
diharapkan masyarakat Infdonesia bisa memikili jiwa Berani dan Suci seperti lambang
Bendera Indonesia
4.3 Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
Lagu kebangsaan Indonesia dipublikasikan pada tahun 1928, yang dikarang oleh
Wage Rudolf Soepratman diciptakan tahun 1924. Pada tahun 1928 Wage Rudolf
Soepratman mengumumkan dan menyatakan bahwa lagu karangannya menjadi atau
ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia yang diberi judul Indonesia Raya
4.4 Lambang Negara yaitu Pancasila
Seperti pada Undang undang Dasar 1945 yang telah di tetapkan bahwa lambang
negara Indonesia adalah Garuda Pancasila. Pancasila disini yang dimaksud adalah burung
garuda yang melambangkan kekuatan bangsa Indonesia. Burung garuda sebagai lambang
negara Indonesia memiliki warna emas yang melambangkan kejayaan Indonesia.
Sedangkan perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia. Simbol di
dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam pancasila,yaitu:
1.
2.
3.
4.

Bintang melambangkan sila ketuhanan Yang Maha Esa (sila ke-1).


Rantai melmbangkan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (sila ke-2).
Pohon Beringin melambangkan Sila Persatuan Indonesia (Sila ke-3).
Kepala Banteng melambangkan Sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat

Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan (Sila ke-4).


5. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
(sila ke-5).
4.5 Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika

Bhineka Tnggal Ika berisi konsep pluralistik dan multikulturalistik dalam


kehidupan yang terikat dalam suatu kesatuan.Bhineka Tunggal Ika tidak bersifat sektarian
dan eksklusif, hal ini bermakna bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak
dibenarkan merasa dirinya yang paling benar, paling hebat, dan tidak mengakui harkat
dan martabat pihak lain.Bhineka Tunggal Ika tidak bersifat eormalitas yang hanya
menunjukkan perilaku semu. Bhineka Tunggal Ika dilandasi oleh sikap saling percaya
mempercayai, saling hormat menghormati, saling cinta mencintai dan rukun.
4.6 Dasar Falsafah Negara yaitu Pancasila
Pancasila adalah kumpulan nilai atau norma yang meliputi sila-sila Pancasila
sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945,Pada hakikatnya pengertian
Pancasila dapat dikembalikan kepada dua pengertian, yakni Pancasila sebagai pandangan
hidup bangsa Indonesia dan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.Pancasila
sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia sering disebut juga sebagai pandangangan
dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, petunjuk hidup yang dapat di artikan dari segi
global atau sekala besar.Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai pancaran dari sila
Pancasila karena Pancasila sebagai kesatuan tidak bisa dipisah-pisahkan, keseluruhan sila
dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis sehingga berfungsi sebagai cita-cita
atau ide yang menjadi tujuan utama bersama sebagai landasan dasar Negara.Oleh karena
itu, dapat dikemukakan bahwa Pancasila sebagai pegangan hidup yang merupakan
pandangan hidup bangsa, dalam pelaksanaan hidup sehari-hari tidak boleh bertentangan
denagn norma-norma agama, norma-norma sopan santun, dan tidak bertentangan dengan
norma-norma hukum yang sudah ada dan telah ditetapkan atau saat ini berlaku.
4.7 Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
Disamping pengertian Undang undang dasar, di pergunakan juga istilah lain
yaitu Konstitusi . Istilah konstitusi berasal dari bahasa Inggris Constitution atau
dari bahasa Belanda Constitutie . Terjemahan dari istilah tersebuh adalah Undang
undang dasar, dan hal ini memang sesuai dengan kebiasaan orang belanda dan jerman,
yang dalam percakapan sehari hari memakai kata Grondwet ( Grond = dasar, wet =
Undang undang ) yang keduanya menunjukan naskah tertulis.Namun pengertian
Konstitusi dalam praktek ketatanegaraan umumnya dapat mempunyai arti:Lebih luas dari
pada Undang undang dasar, atau sama dengan penertian Undang undang dasar.
4.8 Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat

Yang di maksud dengan Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang


berkedaulatan rakyat adalah Status Negara Indonesia yang Bentuk Negara adalah
kesatuan, sedangkan bentuk pemerintah adalah republik
4.9 Konsepsi Wawasan Nusantara
Wawasan artinya pandanagan, tinjauan, penglihatan atau tanggap indrawi.
Pengertia wawasan sendiri Selain menunjukkan kegiatan untuk mengetahui arti pengaruhpengaruhnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
4.10

Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan Nasional


Kebudayaan disini di artikan bahwa pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial

yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara


kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami
lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagi rujukan dan pedoman untuk bertindak
(dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang
dihadapi.Disisi lain kebudayaan bisa diartikan sebagai kebiasaan atau tradisi yang sering
di lakukan oleh sebagian besar warga di wilayah tertentu yang sering di sebut dengan
istilah Adat.
3. Faktor pendukung kelahiran identitas Negara
Kelahiran identitas nasional suatu bangsa memiliki sifat,cirri khas serta keunikan
sendiri,-sendiri,yang sangat ditentukan oleh factor-faktor yang mendukung kelahiran
identitas nasional bangsa Indonesia meliputi :
1. Faktor Obyektif yang meliputi factor geografis-ekologis dan demografi
Kondisi geografis-ekologis yang membentuk Indonesia sebagai wilayah kepulauan
yang beriklim tropis dan terletak dipersimpangan jalan komunikasi antarwilayah
dunia

di

Asia

Tenggara,ikut

mempengaruhi

perkembangan

kehidupan

demografis,ekonomis,social dan kultur bangsa Indonesia.


2. Faktor Subyektif ,yaitu factor historis,social,politik,dan kebudayaan yang dimiliki
bangsa Indonesia.
Faktor Historis yang dimiliki Indonesia ikut mempengaruhi proses pembentukan
masyarakat dan bangsa Indonesia beserta identitasnya,melalui interaksi berbagai
factor didalamnya.Hasil dari inetraksi beberapa factor tersebut melahirkan proses
pembentukan masyarakat,bangsa,dan Negara .
Pembangnan komunikasi dan teknologi,lahirnya angkatan bersenjata modern dan
pembangunan lainnya dalam kehidupan negara.Dalam hubungan ini bagi suatu bangsa
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan negara dan bangsanya
juga merupakan suatu identitas nasional yang bersifat dinamis.Oleh karena itu,bagi

bangsa Indonesia proses pembentukan identitas yang bersifat dinamis .ini sangat
ditentukan oleh tingkat kemampuan dan prestasi bangsa Indonesia dalam membangun
bangsa dan negaranya.
Faktor berikutnya mencakup

kodifikasi

bahasa

dalam

gramatika

yang

resmi,tumbuhnya birokrasi,dan pemantapan system pendidikan nasional.


Faktor keempat meliputi penindasan,dominasi,dan pencarian identitas alternative
melalui memori kolektif rakyat.Bangsa Indonesia yang hamper tiga setengah abadt
dikuasai oleh negara lain sangat dominan dalam mewujudkan factor keempat melalui
memori rakyat Indonesia.Penderitaan dan kesengsaraan hidup serta semangat bersama
dalam

memperjuangkan

kemerdekaan

penting.Semangat, perjuangan,pengorbanan

merupakan

factor

yang

sangat

menegakkan kebenaran merupakan

identitas untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.
4. Pentingnya identitas nasional bagi bangsa Indonesia :
4.1 Agar bangsa Indonesia dikenal oleh bangsa lain. Apabila kita sudah dikenal oleh
bangsa lain maka kita dapat melanjutkan perjuangan untuk mampu eksis sebagai
bangsa sesuai dengan fitrahnya.
4.2 Identitas nasional bagi sebuah negara-bangsa sangat penting bagi kelangsungan
hidup negara-bangsa tersebut. Tidak mungkin negara dapat hidup sendiri sehingga
dapat eksis. Setiap negara seperti halnya individu manusia tidak dapat hidup
menyendiri.

Setiap

negara

memiliki

keterbatasan

sehingga

perlu

bantuan/pertolongan negara/bangsa lain. Demikian pula bagi Indonesia, kita perlu


memiliki identitas agar dikenal oleh bangsa lain untuk saling memenuhi
kebutuhan. Oleh karena itu, identitas nasional sangat penting untuk memenuhi
kebutuhan atau kepentingan nasional negara-bangsa Indonesia.Negara Indonesia
berhasil melepaskan diri dari kekuasaan asing, lalu menyatakan kemerdekaannya.,
Para pendiri negara segera menyiarkan atau mengabarkan kepada negara dan
bangsa lain agar mereka mengetahui bahwa di wilayah nusantara telah berdiri
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merdeka, bersatu, berdaulat
dengan cita-cita besar menjadi negara yang adil dan makmur. Sejak inilah bangsa
lain mengenal identitas nasional Indonesia pertama kali. NKRI memiliki wilayah
yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas sampai pulau
Rote. NKRI memiliki penduduk yang pluralis dengan jumlah etnis lebih dari 700
dan bahasa daerah lebih dari 200 tetapi memiliki identitas nasional bahasa
Indonesia. NKRI memiliki pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden dan Wakil
Presiden Republik Indonesia (yang pertama, Soekarno Hatta) dan setelah

Indonesia menyatakan kemerdekaannya, negara Mesir yang pertama mengakui


hingga akhirnya semua negara di dunia mengakui eksistensi NKRI. Untuk
memperkokoh identitas nasional dalam konteks hubungan internasional, setiap
negara memiliki bendera negara, lambang negara, bahasa negara, dan lagu
kebangsaan. Dengan identitas-identitas tersebut, maka NKRI akan semakin kokoh
dan semakin dikenal oleh bangsa dan masyarakat dunia. Tentu kita tidak ingin lagi
orang asing tidak kenal Indonesia Kita tidak ingin lagi mendengar pendapat dari
bangsa asing yang mempertanyakan Berapa lama perjalanan menuju Indonesia
dari Bali? ini artinya identitas Bali lebih dikenal daripada Indonesia.
4.3 Identitas nasional penting bagi kewibawaan negara dan bangsa Indonesia. Dengan
saling mengenal identitas, maka akan tumbuh rasa saling hormat, saling
pengertian (mutual understanding), tidak ada stratifikasi dalam kedudukan
antarnegara-bangsa. Dalam berhubungan antarnegara tercipta hubungan yang
sederajat/sejajar, karena masing-masing mengakui bahwa setiap negara berdaulat
tidak boleh melampaui kedaulatan negara lain. Istilah ini dalam hukum
internasional.

Daftar Pustaka
M.S, H. Kaelan.2010. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan
Tinggi.Paradigma:Yogyakarta.
Kohn ,Prof.hans.1984.Nasionalisme Arti dan Sejarahnya. Erlangga:Jakarta
https://www.scribd.com/doc/280589608/BAB-II-Identitas-hasil
http://www.slideshare.net/dik2baehaqi/identitas-nasional-indonesia-15770541
http://www.academia.edu/9356625/Identitas_Nasional_Indonesia_2.4_Faktor_fakt
or_Pendukung Kelahiran_Identitas_Nasional_2.5_Unsur
unsur_Pembentuk_Indentitas_Nasional_3._Apa_Masalah_Identitas_Nasional_Indon
esia_4._Apa_Solusi_Yang_Di_Tawarkan_Untuk_Mengatasi_Masalah_Identitas_Nasio
nal.