Anda di halaman 1dari 6

Contoh Pengerjaan BCG Matriks

Contoh Iklan Axis

Berikut ini saya sajikan contoh pengerjaan BCG matriks pada Perusahaan Penyedia Jasa Layanan
Telekomunikasi Axis. Kita telah banyak mengenalnya di berbagai iklan, bahwa Axis merupakan
Penyedia Jasa layanan telekomunikasi Handphone serta Broadband yang kreatif dalam
mengembangkan konsep iklan yang menarik pelanggan. Ini merupakan salah satu langkah dari Axis
untuk ikut serta dalam kancah pertandingan Penyedia Jasa Layanan Telekomunikasi. Saya kira setiap
orang sepakat, bahwa orang yang mempunyai no. Axis masih dianggap oleh kebanyakan orang
sebagai no. yang labil. Karena kecenderungan orang untuk menggunakanya sebagai no. kedua dari
no. pertamanya.
Nah bagaimana kita dapat menilai strategi yang dilakukan oleh Axis dalam menghadapi kancah
pertarungan dalam menarik pelanggan. Kini banyak kesan yang ditimbulkan dari penyedia jasa
layanan telekomunikasi bahwa kita sering kemakan oleh iklan yang menjanjikan omongan besar
terhadap Produknya. Saya kira Axis termasuk perusahaan yang konsisten dalam menjaga mutu. Blog
yang saya kelola ini dalam operasionalnya menggunakan Axis yang kian stabil dengan kecepatanya
baik di Kota Besar (Surabaya) maupun di Kota Kecil (Tulungagung). Ketika saya menggunakan
paketnya yang dahsyat dengan pro-unlimited bulanan, awalnya saya ragu, karen speed pada Axis
harian masih kurang mumpuni untuk digunakan sebagai broadband pilihan. Eh ternyata pada Axis
Pro-Unlimited Bulanan speednya lumayan, dan bahkan upload foto ukuran besar kian terasa ringan.
Hal ini semakin membantu tata kelola blog ini.
AXIS meluncurkan layanannya pada April 2008 dan kini tersedia di lebih dari 400 kota di seluruh
pulau-pulau besar Indonesia, termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Lombok.
Berkantor pusat di Jakarta, AXIS merupakan operator seluler 2G dan 3G dengan pertumbuhan
tercepat di Indonesia, melayani lebih dari 15 juta pelanggan telepon seluler, didukung oleh lebih dari
800 pegawai yang berdedikasi.
Nah untuk mengetahui perkembangan yang dilakukan oleh Axis, mari kita lakukan penelusuran
melalui BCG Matriks yang menyediakan pelayanan untuk mencari Strategi Utama Suatu Perusahaan.

Cara Menentukan Startegi Utama


Menurut Fred R. David, cara menentukan strategi utama adalah dengan melakukan tiga tahapan
kerangka kerja denga matriks sebagai model analisisnya. Perangkat atau alat yang berbentuk
matriks-matriks itu telah sesuai dengan segala ukuran dan tipe organisasi perusahaan, sehingga alat
tersebut dapat dipakai unutk membantu para ahli strategi dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan

memilih startegi-strategi yang paling tepat.


Tahap 1 dari kerangka kerja perumusan strategi kerja perumusan startegi ini trdiri dari tiga
macam matriks, yaitu
1.
EFE Matrix,
2.
IFE Matrix,
3.
dan CP Matrix. Ketiga matrix ini disebut juga sebagai Input stage, karena ia bertugas
menyimpulkan informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi-strategi.

Tahap 2 disebut sebagai matching stage, berfokus pada pembangkitan startegi-startegi


alternatif yang dapat dilaksanakan melalui penggabungan factor eksternal dan internal yang utama.
Teknik-teknik apada tahap 2 ini mencakup
1.
TOWS/SWOT Matrix,
2.
SPACE Matrix,
3.
BCG Matrix,
4.
IE Matrix,
5.
dan Grand Strategy matrix.

Tahap 3 disebut sebagai Decision Stage, hanya terdiri dari suatu teknik yaituQuantitative
Startegic Planning Matrix. QSPM ini menggunakan input informasi dari tahap 1 untuk
mengevaluasikan secara objektif strategi-strategi alternatif hasil dari tahap 2 yang dapat
diimplementasikan, sehingga ia memberikan sutu basis objektif bagi pemilihan strategi-strategi yang
paling tepat.
Bersama dengan SPACE Matrix, BCG Matrix merupakan tools manajemen untuk menentukan
Strategi utama pada Matching Stage (tahap 2). Boston Consulting Group (BCG) adalah
perusahaan konsultan manajemen swasta yang berbasis di Boston, ini merupakan
pertumbuhan pangsa pasar yang dikembangkan dan dipopulerkan oleh seorang
manajemen konsultan terkemuka. Metode analisis Boston Consulting Group (BCG)
merupakan metode yang digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis
strategic dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan
(Kotler, 2002).
Matriks BCG memungkinkan organisasi multidivisi untuk mengelola portofolio bisnisnya dengan
mempertimbangkan posisi pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan industri dari masing-masing
divisi relatif terhadap divisi lain dalam organisasi. Posisi pangsa pasar relatif (relative market share)
didefinisikan sebagai rasio dari pangsa pasar satu divisi tertentu terhadap pangsa pasar yang dimiliki
oleh pesaing terbesar dalam industri tersebut. Pangsa pasar relatif dapat ditentukan menggunakan
rumus berikut: Semakin tinggi nilai pangsa pasar suatu perusahaan, semakin besar proporsi pasar
yang dikendalikannya.

Posisi pangsa pasar relatif diberikan pada sumbu x dari matriks BCG. Titik tengah dari sumbu x
biasanya dibuat 0,50 atau sama dengan divisi yang memiliki separuh pangsa pasar dari perusahaan
pemimpin dalam industri.Sumbu y menggambarkan tingkat pertumbuhan industri dalam penjualan
yang diukur dalam bentuk persentase.

Persentase tingkat pertumbuhan pada sumbu y dapat berkisar antara -20 hingga +20
%, dengan 0,0 sebagai titik tengah. Angka kisaran ini pada sumbu x dan y seringkali digunakan,
tetapi angka lainnya dapat dibuat bila dianggap sesuai untuk organisasi tertentu. Untuk mengetahui
tingkat pertumbuhan industri (market growth rate) dapat digunakan rumus berikut: Industri dengan
tingkat pertumbuhan yang tinggi menunjukkan ketersediaan pangsa pasar yang meluas, dan terdapat
banyak peluang untuk mereguk keuntungan.

Theindonesiatoday.com PT Telkomsel, pemain selular terbesar menyebutkan bahwa mempunyai


market share 43% Indonesia dari 104 million pada September 30, 2011.

Indosat with 19% market share (51.5 million customers),

XL Axiata with 16% (43.4 million),

Hutchison 7% (19.44 million customers),

Axis 6% (15.25 million),

and Bakrie Telecom 6% (15.12 million).

Nah informasi ini dapat kita gunakan untuk mengisi sumbu x yang di dalamnya terdapat relative
market share. Begini, Market share relative itu maksudnya market share tertentu dari Axis, misal Axis
yang ada di Indonesia, maka market share yang dihitung adalah market share nya dengan Produk
lain di Indonesia. Dalam data terebut, pada tanggal 30 September 2011 market sharenya mencapai
6%. Hal ini dapat dikategorikan kenaikan market share dari 0.06 anda bisa meletakkanya pada sisi
low.
Berikutnya untuk sumbu y, kita mengukur pertumbuhan Pasarnya dari Axis. Bagaimana
mengukurnya? Kalau Perusahaannya itu Go Public.. anda bisa menghitung Kapitalisasi Pasarnya..
dengan melakukan penghitungan kapitalisasi pasar (harga per lembar saham * jumlah saham
beredar) dari tahun- ke tahun. Sedangkan Pada perusahaan yang belum go pubilc.. maka anda dapat
melihat data penjualanya dari tahun ke tahun. Dengan demikian anda dapa menghitung Prosentasi
kenaikanya. Atau kalian dapat menggunakan Regressi untuk mengetahui validitas pertumbuhan
pasar dari Axis dengan menggunakan data penjualanya.
Berhubung saya sulit untuk mendapatkan prosentasi kenaikan Penjualan, maka saya akan
melihatnya

dari

komitmen

Perusahaan

Axis

mengembangkan

penyediaan

layanan.

Operator seluler Axis menawarkan tarif roaming layanan BlackBerry unlimited di Arab Saudi yang
sama dengan tarif lokal layanan BlackBerry di negara tersebut. Paling tidak, selama pelanggan Axis
dapat menikmati layanan Blackberry unlimited dengan harga Rp 69.500 selama 7 hari.
Dengan merambah pada area BlackBerry dan meningkatkan pelayanannya pada akses internet, saya
memberikan nilai pada Axis yaitu 12% Pertumbuhan Pasar. 12% pada data saya ini kurang valid.. itu
hanya estimasi yang saya perkirakan atas pertumbuhan pasarnya dari tahun ke tahun. Kalau anda
bisa menemukan datanya yang lebih valid.. anda bisa mengganti hasil nya.. pada sumbu y.
Oiya,, yang perlu kalian ingat, BCG itu adalah Tools Management yang hasilnya tergantung dari
penggunannya. Tidak mesti sama sama lain, tentang nilainya yang keluar. Tetapi kebanyakan
pengguna yang akurat penghitunganya maka akan menunjukkan range yang sama pada hasilnya.
Dengan

demikian

BCG

Matriks

dari

Axis

adalah:

Sumbu

x:

0.06

dari

1.00

Sumbu

y:

12%

dari

20%

Dengan demikian dapat disajikan pada gambar BCG Matriks Axis adalah

Axis

berada

pada Tanda

Tanya

Tanda tanya (asking), unit usaha yang bergerak dalam pasar dengan pertumbuhan tinggi, namun
pangsa pasar relatif rendah. Pada bagian ini perusahaan harus bekerja keras untuk menentukan
apakah akan tetap mempertahankan usaha ini.

Matriks BCG adalah perangkat strategi untuk memberi pedoman pada keputusan alokasi
sumber daya berdasarkan pangsa pasar dan pertumbuhan UBS.Matriks BCG merupakan
empat kelompok bisnis, yaitu :
1.
Tanda tanya (Question Mark) Divisi dalam kuadran I memiliki posisi pangsa
pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat.
Biasanya kebutuhan kas perusahaan ini tinggi dan pendapatan kasnya rendah. Bisnis ini
disebut tanda tanya karena organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini
dengan menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau
pengembangan produk) atau menjualnya.
Bintang (Star) Bisnis di kuadran II (disebut juga Bintang) mewakili peluang jangka
panjang terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa
pasar relatif yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima
2.

investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka.
Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas positif
bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan
mengantisipasi para pesaingnya. Integrasi ke depan, ke belakang, dan orizontal, enetrasi
pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, dan joint venture erupakan strategi yang
sesuai untuk dipertimbangkan divisi ini.
Sapi perah (Cash Cow) Divisi yang berposisi di kuadran III memiliki pangsa
pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut
sapi perah karena menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali diperah
untuk membiayai untuk membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah saat ini adalah
bintang di masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan posisi kuatnya
selama mungkin. Pengembangan produk atau diversifikasi konsentrik dapat menjadi strategi
yang menarik untuk sapi perah yang kuat. Tetapi, ketika divisi sapi perah menjadi lemah,
retrenchment atau divestasi lebih sesuai untuk diterapkan.
3.

Anjing (Dog) Divisi kuadran IV dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang
rendah dan bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh. Mereka
adalah anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya lemah,
bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika sebuah
divisi menjadi anjing, retrenchment dapat menjadi strategi yang terbaik yang dapat dijalankan
karena banyak anjing yang mencuat kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besarbesaran, menjadi bisnis yang mampu bertahan dan menguntungkan.
4.