Anda di halaman 1dari 20

METODE NUMERIK

MUHAMMAD HASBI
122406127
KC1 2012

D3 TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kesehatan sehingga saya
bisa menyelesaikannya modul ini tepat pada waktunya. Saya juga mengucapkan
terima kasih kepada dosen,asisten lab temanteman, dan semua pihak yang telah
memberi bantuan dan dukungan kepada saya dalam menyusun dan menyelesaikan
modul ini.

Saya membuat modul ini, bertujuan untuk menjelaskan tentang aplikasi


penggunaan metode numeik. karena melihat perkembangan yang semakin pesat maka
agar tidak ketinggalan kita harus mempelajarinya.

Selaku manusia biasa, saya menyadari bahwa dalam modul ini masih banyak
kekurangan dan kekeliruan yang tidak disengaja. Oleh karena itu saya membutuhkan
kritik dan saran untuk menyempurnakan pembuatan modul selanjutnya. Saya berharap
modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya dibidang pendidikan
komputer.

Medan,11 April 2014

Muhammad Hasbi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 2 ISI
2.1 Metode Numerik...
2.2 Metode Analitik.....
2.3 Pemodelan Matematik dan Pemecahan Rekayasa.
2.4 Desain Algoritma.
2.5 Bagan Alir(flowchart)...
2.6 Peranan Komputer Dalam Metode Numerik..
2.7 Perbedaan Metode Numerik dan Analisi Numerik...
2.8 Perbedaan Persamaan Linier dan Persamaan Non Linier..
2.8.1 Penyelesaian Persamaan Non Linier ..
2.9 Solusi Persamaan Non Linier .............................
2.9.1 Metode Biseksi .................................
2.9.2 Metode Regula Falsi .........................
2.9.3 Metode Secant ..................................
2.9.4 Metode Newton Raphson ..................
2.9.5 Metode iterasi titik tetap...........................................................
2.9.6 Metode eliminasi Gauss..........................................................
2.9.7 Metode eliminasi Gauss-Jordan

BAB 3 PENTUP
DAFTAR PUSTAKA

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan kemajuan zaman,maka
diperlukan suatu produk dengan ketelitian dan akurasi tinggi, dan waktu
pengerjaan yang singkat. Begitu juga dengan permasalahan dalam bidang ilmu
pengetahuan fisika murni maupun terapan, bidang rekayasa teknik metalurgi,
mesin, elektro, sipil dan lain-lain dituntut hal yang sama,d i m a n a d a l a m s u a t u
p e r h i t u n g a n d e n g a n d a t a n u m e r i k m e m b u t u h k a n ketelitian dan akurasi
yang cukup baik.
Pada saat teknologi informasi belum ada atau boleh dikatakan belum maju
pesat, para praktisi dan profesional di bidang rekayasa teknik dan sain menganalisa
dengan perhitungan

manual.

Simplifikasi

digunakan

dimana

struktur

yang

sangatkompleks disederhanakan menjadi struktur yang lebih sederhana. Artinyaakan


terjadi perbedaan dari suatu permodelan dengan kondisi aktual. Halini dilakukan
untuk menghindari kesulitan dalam analisa.Adanya perkembangan teknologi
informasi yang sangat pesat padasaat ini mendorong para praktisi untuk
mengembangkan cara baru agar pekerjaan analisa dapat dilakukan dengan
lebih baik dan lebih efektif.
Metode kalkulasi dengan matriks dapat dilakukan dengan mudahmenggunakan
teknologi informasi. Sudah banyak persoalan di bidangteknik maupun sain yang dapat
diselesaikan

dengan

menggunakan permodelan

matematika.

Sering

kali

permodelan matematika tersebutmuncul dalam bentuk yang tidak ideal, sehingga


tidak dapat diselesaikandengan menggunakan metode analitik untuk mendapatkan
solusi sejatinya(exact solution).

1.2 Tujuan
1.U n t u k m e m p e r m u d a h pemahaman prinsip dasar mengenai integrasi numeric.
2.Menyediakan

sarana

memperkuat

pengertian

matematika

mahasisw.

Karena salah satu kegunaannya adalah menyederhanakan matematika yang


lebih tinggi menjadi operasi-operasi matematika yang mendasar.
3.Mampu menangani system persamaan besar,ketaklineran dan geometri yang
rumit,yang dalam masalah rekayasa tidak mungkin dipecahkan secara analitis.

BAB 2
ISI

2.1 Metode Numerik


Metode numerik adalah teknik di mana masalah matematika diformulasikan
sedemikian rupa sehingga dapat diselesaikan oleh pengoperasian aritmetika (Chapra
dan Chanale, 1991); metode numerik adalah teknik -teknik yang digunakan untuk
merumuskan masalah matematika agar dapat diselesaikan han ya dengan operasi
hitungan, yang terdiri dari operasi tambah, kurang, kali dan bagi (Susila, 1994 ;
Ibraheem dan Hisyam, 2003). Terdapat banyak jenis metode numerik, namun pada
dasarnya, masing -masing metode tersebut memiliki karakteristik umum, yaitu selalu
mencakup sejumlah kalkulasi aritmetika. Jadi metode numerik adalah suatu teknik
untuk memformulasikan masalah matematika sehingga dapat diselesaikan dengan
operasi aritmetika yang terdiri dari operasi tambah, kurang, kali dan bagi (Rochmad,
2011).
Apa guna mempelajari metode numerik? - Di samping itu menurut Rochmad (2011)
ada sejumlah alasan mengapa orang menggunakan metode numerik untuk
memecahkan masalah yang dihadapinya. Beberapa alasan tersebut sebagai berikut.
1. Metode numerik merupakan suatu teknik untuk menyelesaikan masalah
matematika yang efektif dan efisien. Dengan bantuan komputer ia sanggup
menangani masalah yang rumit dan melibatkan perhitungan y ang luas,
misalnya untuk memecahkan masalah solusi suatu persamaan tak linear, sistem
persamaan yang besar, dan permasalahan lainnya termasuk dalam teknik dan
sosial.

Masalah yang sering sulit atau bahkan tidak mungkin dapat

diselesaikan secara analitis dapat diselesaikan dengan metode numerik.

2. Saat ini terdapat berbagai paket program komputer (misalnya exel, maple,
matlab, atau program paket lainnya) yang tersedia dan diperdagangkan
sehingga mudah didapat yang dalam pengoperasiannya mencakup metode
numerik. Dengan demikian, pemecah masalah tinggal menyesuaikan dengan
karakteristik program paket tersebut dengan algortima yang digunakan dalam
pemecahan masalah.
3. Apabila masalah yang dihadapi sulit diselesaikan dengan bantuan program
paket komputer, maka pemecah masalah dapat menggunakan program
komputer (misalnya basic, pascal, fortran, atau program komputer lainnya).
Jika pemecah masalah mahir mendesain program sendiri, maka pemecah
masalah dapat lebih leluasa dalam menggunakan metode numerik untuk
memecahka n masalah yang dihadapinya.
4. Di sisi lain, metode numerik merupakan semacam sarana yang efisien untuk
mengenal karakteristik komputer dan mendesain algoritma, diagram alur dan
menulis program komputer sendiri.
Penggunaan metode numerik diharapkan dapat mengatasi berbagai kelemahankelemahan metode yang ada sebelumnya. Dapat dipahami pula bawa pada umumnya
permasalahan dalam sains dan teknologi digambarkan dalam persamaan matematika.
Persamaan ini sulit diselesaikan dengan model analitik sehingga diperlukan
penyelesaian pendekatan numerik. Dengan metode numerik, manusia terbebas dari
hitung menghitung manual yang membosankan . Sehinggga waktu dapat lebih banyak
digunakan untuk tujuan yang lebih kreatif, seperti penekanan pada formulasi problem
atau interpretasi solusi dan tidak terjebak dalam rutinitas hitung menghitung
2.2 Metode Analitik
Metode analitik disebut juga metode sejati karena memberikan solusi sejati (exact
solution) atau solusi yang sesungguhnya, yaitu solusi yang memiliki galat (error)
sama dengan nol! Sayangnya, metode analitik hanya unggul untuk sejumlah persoalan
yang terbatas, yaitu persoalan yang memiliki tafsiran geometri sederhana serta
bermatra rendah. Padahal persoalan yang muncul dalam dunia nyata seringkali
nirlanjar serta melibatkan bentuk dan proses yang rumit. Akibatnya nilai praktis
penyelesaian metode analitik menjadi terbatas.

Bila metode analitik tidak dapat lagi diterapkan, maka solusi persoalan sebenarnya
masih dapat dicari dengan menggunakan metode numerik. Metode numerik adalah
teknik yang digunakan untuk memformulasikan persoalan matematik sehingga dapat
dipecahkan dengan operasi perhitungan/aritmetika biasa (tambah, kurang, kali, dan
bagi). Metode artinya cara, sedangkan numerik artinya angka. Jadi metode numerik
secara harafiah berarti cara berhitung dengan menggunakan angka-angka.

2.3 Pemodelan Matematik dan Pemecahan Masalah Rekayasa

Gambar 3.1 tahapan pemrosesan masalah rekayasa

Metode Numerik - Penyelesaian masalah matematis


Dalam menangani masalah rekayasa(masalah riil) perlu melakukan :
1.

Membawa

permasalahan

rekayasa

kedalam

teori

matematika (model

matematika)
2.

Model matematika yang diperoleh diselesaikan dengan cara matematika


yaitu

digunakan

komputasi,

statistika

dan

matematika

yang disebut dengan alat pemecah masalah.


3.

Hasil dari pemecah masalah masih berupa nilai

numeris atau grafik

Tahap-Tahap Memecahkan Persoalan Secara Numerik yang dilakukan dakam


pemecahan persoalan dunia nyata dengan metode numerik, yaitu:
1. Pendefinisian masalah (apa yang diketahui dan apa yang diminta).
2. Pemodelan, Persoalan dunia nyata dimodelkan ke dalam

persamaan

matematika
3. Penyederhanaan model, Model matematika yang dihasilkan dari tahap
sebelumnya mungkin saja terlalu kompleks, yaitu memasukkan banyak peubah
(variable) atau parameter. Semakin kompleks model matematikanya, semakin
rumit penyelesaiannya. Mungkin beberapa andaian dibuat sehingga beberapa
parameter dapat diabaikan.

Model matematika yang diperoleh dari

penyederhanaan menjadi lebih sederhana sehingga solusinya akan lebih mudah


diperoleh.
4. Formulasi numerik, Setelah model matematika yang sederhana diperoleh,
tahap selanjutnya adalah mentransformasikan data.
5. Pemrograman, Tahap selanjutnya adalah menerjemahkan algoritma ke dalam
program komputer dengan menggunakan salah satu bahasa pemrograman yang
dikuasai.
6. Operasional, Pada tahap ini, program komputer dijalankan dengan data uji
coba sebelum data yang sesungguhnya.
7. Evaluasi, Bila program sudah selesai dijalankan dengan data yang
sesungguhnya, maka hasil yang diperoleh diinterpretasi. Interpretasi meliputi
analisis hasil run dan membandingkannya dengan prinsip dasar dan hasil-hasil

empirik untuk menaksir kualitas solusi numerik, dan keputusan untuk menjalankan
kembali program dengan memperoleh hasil yang lebih baik.

2.4 Desain Algoritma


Algoritma adalah sederetan langkah logika yang diperlukan untuk melakukan suatu
tugas tertentu seperti pemecahan masalah.
Algoritma yang baik mempunyai sejumlah kriteria berikut :
1.

Setiap langkah harus determinestik.

2.

Proses harus berakir setelah sejumlah berhingga langkah.

3.

Hasil

akhir

tidak

boleh

tergantung

kepada

siapa

yang

menjalani

algoritma tersebut.
4.

Suatu algoritma tidak boleh berakhir terbuka.

5.

Algoritma harus cukup umum untuk menangani keperluan apapun.

2.5 Bagan Alir ( flowchart)


Bagan alir merupakan pernyataan visual atau grafis suatu algoritma. Bagan
alir

menggunakan

deretan

blok

dan

anak

panah,

yang

masing-

masing menyatakan operasi atau langkah tertentu dalam algoritma. Anak panah
menyatakan urutan bagaimana seharusnya operasi dijalankan.Manfaat bagan alir :
1. Dipakai untuk menyatakan dan mengkomunikasikan algoritma.
2. Dapat membantu dalam perencanaan, menyelesaikan keruwetan.
3. Mengkomunikasikan logika program.
4. Merupakan komputer wahana yang menarik untuk memvisualisasikan beberapa
struktur yang mendasar yang diterapkan dalam pemrograman computer.

2.6 Peranan Komputer dalam Metode Numerik


Komputer berperan besar dalam perkembangan bidang metode numerik. Hal ini
mudah dimengerti karena perhitungan dengan metode numerik adalah berupaoperasi
aritmetika seperti penjumlahan, perkalian, pembagian, plus membuat perbandingan.
Sayangnya,

jumlah

operasi

aritmetika

ini

umumnya

sangat

banyak

dan berulang, sehingga perhitungan secara manual sering menjemukan. Manusia


(yang melakukan perhitungan manual ini) dapat membuat kesalahan dalam
melakukannya.
Penggunaan

komputer

dalam

metode

numerik

antara

lain

untuk

memprogramdalam hal ini,komputer berperan mempercepat proses perhitungan tanpa


membuat kesalahan. Langkah-langkah metode numerik diformulasikan menjadi
program komputer. Program ditulis dengan bahasa pemrograman tertentu, seperti
FORTRAN,

PASCAL,

C,

C++,

BASIC,

dan

sebagainya.

Sebenarnya, menulis program numerik tidak selalu diperlukan.


Di pasaran terdapat banyak program aplikasi komersil yang langsung dapat
digunakan. Beberapa contoh aplikasi yang ada saat ini adalah MathLab, MathCad,
Maple, Mathematica, Eureka, dan sebagainya. Selain itu, terdapat juga library yang
berisi rutin-rutin yang siap digabung dengan program utama yang ditulis pengguna,
misalnya IMSL (International Mathematical and Statistical Library) Math/Library
yang berisi ratusan rutin-rutin metode numerik. Selain mempercepat perhitungan
numerik, dengan komputer kita dapat mencoba berbagai kemungkinan solusi yang
terjadi akibat perubahan beberapa parameter.
.Solusi diperoleh juga dapat ditingkatkan dengan merubah nilai parameter.r
Kemajuan komputer digital telah membuat bidang metode numerik berkembang
secara dramatis. Tidak ada bidang matematika lain yang mengalami kemajuan penting
secepat metode numerik. Tentu saja alasan utama penyebab kemajuan ini adalah
perkembangan

komputer

itu

sendiri,

dari

komputer

mikro

sampai

komputer Cray, dan kita melihat perkembangan teknologi komputer tidak pernah

berakhir. Tiap generasi baru komputer menghadirkan keunggulan seperti waktu,


memori, ketelitian, dan kestabilan perhitungan.
Hal

ini

membuat

ruang

penelitian

semakin

terbuka

luas..

Tujuan utama penelitian itu adalah pengembangan algoritma numeric yang lebih baik
dengan memanfaatkan keunggulan komputer semaksimal mungkin.Banyak algoritma
baru lahir atau perbaikan algotitma yang lama didukung oleh komputer.
Bagian mendasar dari perhitungan rekayasa yang dilakukan saat ini adalah
perhitungan waktu nyata (real time computing), yaitu perhitungan keluaran (hasil)
dari

data

yang

diberikan

dilakukan

secara

simultan

dengan

event

pembangkitan data tersebut, sebagaimana yang dibutuhkan dalam mengendalikan


proses kimia atau reaksi nuklir, memandu pesawat udara atau roket dan sebagainya.
Karena itu, kecepatan perhitungan dan kebutuhan memori komputer adalah
pertimbangan yang sangat penting.
Jelaslah bahwa kecepatan tinggi, keandalan, dan fleksibilitas komputer
memberikan akses untuk penyelesaian masalah praktek. Sebagai contoh, solusi sistem
persamaan lanjar yang besar menjadi lebih mudah dan lebih cepat diselesaikan dengan
komputer. Perkembangan yang cepat dalam metode numerik antara lain ialah
penemuan metode baru, modifikasi metode yang sudah ada agar lebih mangkus,
analisis

teoritis

dan

praktis

algoritma

untuk

proses

perhitungan

baku, pengkajian galat, dan penghilangan jebakan yang ada pada metode.

2.7 Perbedaan Metode Numerik dengan Analisis Numerik


Untuk persoalan tertentu tidaklah cukup kita hanya menggunakan metode untuk
memperoleh hasil yang diinginkan; kita juga perlu mengetahui apakah metode
tersebut memang memberikan solusi hampiran, dan seberapa bagus hampiran itu..
Hal ini melahirkan kajian baru,yaitu analisis numeric.
Metode numerik dan analisis numerik adalah dua hal yang berbeda. Metode
adalah algoritma, menyangkut langkah-langkah penyelesaian persoalan secara
numerik, sedangkan analisis numerik adalah terapan matematika untuk menganalisis

metode. Dalam analisis numerik, hal utama yang ditekankan adalah analisis galat dan
kecepatan konvergensi sebuah metode. Teorema-teorema matematika banyak dipakai
dalam menganalisis suatu metode. Di dalam perkuliahan ini, kita akan memasukkan
beberapa materi analisis numerik seperti galat metode dan kekonvergenan metode.
Tugas para analis numerik ialah mengembangkan dan menganalisis metode
numerik. Termasuk di dalamnya pembuktian apakah suatu metode konvergen, dan
menganalisis batas-batas galat solusi numerik.Terdapat banyak sumber galat,
diantaranya tingkat ketelitian model matematika, sistem aritmetik komputer, dan
kondisi yang digunakan untuk menghentikan proses pencarian solusi. Semua ini harus
dipertimbangkan untuk menjamin ketelitian solusi akhir yang dihitung.
2.8 Perbedaan Persamaan Linier dan Persamaan Non Linier
Dalam matematika bentuk persamaan secara umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
persamaan linear dan persamaan non linear. Perbedaan mendasar dari kedua
persamaan tersebut adalah :
Bentuk Persamaan :
Dari bentuk persamaannya persamaan linear mengandung variable bebas yang
berpangkat 1 (satu) atau 0 (nol). Persamaan non linear mengandung variable bebas
yang berpangkatkan bilangan real.
Grafik
Dari bentuk grafik yang dihasilkan, persamaan linear akan menghasilkan grafik yang
berbentuk garis lurus. Sedangkan pada persamaan non linear akan membentuk grafik
yang bukan garis lurus.
2.8.1 Penyelesaian Persamaan Non Linier
Dalam bidang sains atau pun terapan sering kali berhadapan dengan masalah yang
berkaitan dengan mencari solusi persamaan non linear (akar persamaan).Persamaan
non linear adalah persamaan yang mempunyai peubah dengan pangkat terkecil
adalah 1.Masalah pencarian solusi persamaan linear dapat dirumuskan dengan

singkat sebagai berikut : tentukan nilai x yang memenuhi persamaan f(x) =0, yaitu
nilai x = s sedemikian sehingga f(s) sama dengan nol.
Dalam metode numerik, pencarian akar f(x) = 0 dilakukan secara iteratif (looping).
Metode yang digunakan dalam penyelesaian persamaan non linear adalah :
1.

Metode Biseksi

2.

Metode Regula Falsi

3.

Metode Newton Raphson

4.

Metode Secan

2.9 Solusi Persamaan Non Linier


Ide awal metode ini adalah metode table, dimana area dibagi menjadi N bagian. Hanya
saja metode biseksi ini membagi range menjadi 2 bagian, dari dua bagian ini dipilih
bagian mana yang mengandung dan bagian yang tidak mengandung akar dibuang. Hal
ini dilakukan berulang-ulang hingga diperoleh akar persamaan.

2.9.1 Metode Biseksi


Langkah 1
Pilih a sebagai batas bawah dan b sebagai batas atas untuk taksiran akar sehingga
terjadi perubahan tanda fungsi dalam selang interval. Atau periksa apakah benar
bahwa
f(a) . f(b) < 0
Langkah 2
Taksiran nilai akar baru, c diperoleh dari :
c=(a+b)/2
Langkah 3
Menentukan daerah yang berisi akar fungsi:

1.

Jika z merupakan akar fungsi, maka f(x < z) dan f(x > z) saling berbeda tanda.

2.

f(a)*f(c) negatif, berarti di antara a & c ada akar fungsi.

3.

f(b)*f(c) positif, berarti di antara b & c tidak ada akar fungsi

Langkah 4
Menentukan berhentinya itersi:
Proses pencarian akar fungsi dihentikan setelah keakuratan yang diinginkan dicapai,
yang dapat diketahui dari kesalahan relatif semu.
2.9.2 Metode Regula Falsi
Metode Regula Falsi (dalam bahasa latin) yang berarti metode posisi palsu atau false
position method merupakan suatu metode yang memanfaatkan nilai f(a) dan nilai f(b).
Metode regula falsi adalah metode pencarian akar persamaan dengan memanfaatkan
kemiringan (gradien) dan selisih tinggi dari dua titik batas range. Seperti halnya
metode biseksi, metode ini bekerja secara iterasi dengan melakukan update range.
Dengan metode ini, dibuat suatu garis lurus yang menghubungkan titik (a,f(a)) dan
(b,f(b)). Perpotongan garis tersebut dengan sumbu x merupakan taksiran akar..
Prinsip : di sekitar akar fungsi yang diperkirakan, anggap fungsi merupakan garis
lurus itu memotong garis nol ditentukan sebagai akar fungsi.

2.9.3 Metode Secant


Metode secant merupakan perbaikan dari metode regula-falsi dan newton raphson
dimana kemiringan dua titik dinyatakan sacara diskrit, dengan mengambil bentuk
garis lurus yang melalui satu titik.
Tujuan dan fungsi meode secant adalah untuk menyelesaikan masalah yang
terdapat pada metode Newton-Raphson ang terkadang sulit mendapatkan turunan
pertama yaitu f(x).

Fungsi metode secant adalah untuk menaksirkan akar dengan menggunakan diferensi
daripada turunan untuk memperkirakan kemiringan.algoritma metode secant:.
1.definisikan fungsi f(x)
2. Definisikan

torelansi

error

(e)

dan

iterasi

maksimum

(n)

3. Masukkan dua nilai pendekatan awal yang di antaranya terdapat akar yaitu x0 dan
x1,sebaiknya

gunakan metode tabel atau grafis untuk menjamin titik

pendakatannya.

2.9.4 Metode Newton Raphson


Dalam analisis numerik, metode Newton (juga dikenal sebagai metode NewtonRaphson), yang mendapat nama dari Isaac Newton dan Joseph Raphson, merupakan
metode yang paling dikenal untuk mencari hampiran terhadap akar fungsi riil.
Metode Newton sering konvergen dengan cepat, terutama bila iterasi dimulai cukup
dekat dengan akar yang diinginkan. Namun bila iterasi dimulai jauh dari akar yang
dicari, metode ini dapat meleset tanpa peringatan.

2.9.5 Metode Iterasi Titik Tetap


Metode Iterasi Titik tetap kadang-kadang dinamakan metode iterasi sederhana atau
metode langsung atau metode substitusi beruntun. Kesederhanaan metode ini karena
pembentukan prosedur iterasinya yang mudah dibentuk, yaitu kita ubah persamaan f
(x) = 0 menjadi bentuk x = g(x), kemudian dibentuk menjadi prosedur iterasi,Metode
iterasi titik tetap termasuk metode terbuka. Artinya dalam menghampiri akar, metode
ini tidak memerlukan selang tertutup seperti metode bagi dua dan metode posisi palsu.
Kita dapat mentransformasikan fungsi f(x) = 0 dalam bentuk x = g(x). Prosedur iterasi
yang berpadanan adalah xn+1 = g(xn) dengan fungsi g seperti yang diperoleh dalam

bentuk x = g(x). Suatu selesaian dalam bentuk tersebut disebut suatu titik tetap dari g.
Untuk suatu persamaan f(x) = 0 yang diberikan mungkin berpadanan dengan beberapa
persamaan x = g(x) akan tetapi bisa menghasilkan kekonvergenan barisan x0, x1, x2,
x3, yang mungkin berbeda, tergantung dari pemilihan x0.

2.9.6 Metode Eliminasi Gauss

Eliminasi Gauss adalah suatu metode untuk mengoperasikan nilai-nilai di


dalam matriks sehingga menjadi matriks yang lebih sederhana lagi. Dengan
melakukan operasi baris sehingga matriks tersebut menjadi matriks yang baris. Ini
dapat digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan
menggunakan matriks. Caranya dengan mengubah persamaan linear tersebut ke
dalam matriks teraugmentasi dan mengoperasikannya. Setelah menjadi matriks baris,
lakukan substitusi balik untuk mendapatkan nilai dari variabel-variabel tersebut.
1) Kelebihan dan Kekurangan
Metode ini digunakan dalam analisis numerik untuk meminimalkan mengisi
selama eliminasi, dengan beberapa tahap
Keuntungan :
a.

menentukan apakah sistem konsisten.

b. menghilangkan kebutuhan untuk menulis ulang variabel setiap langka.


c.

lebih mudah untuk memecahkan

kelemahan :
a.

memiliki masalah akurasi saat pembulatan desimal

2.9.7 Eliminasi Gauss-Jordan


Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan sistem
persamaan linier adalah metode eliminasi Gauss-Jordan. Metode ini diberi nama
Gauss-Jordan untuk menghormati CarlFriedrich Gauss dan Wilhelm Jordan. Metode
ini sebenarnya adalah modifikasi dari metode eliminasi Gauss, yang dijelaskan oleh
Jordan di tahun 1887.

Metode Gauss-Jordan ini menghasilkan matriks dengan bentuk baris eselon


yang tereduksi(reduced row echelon form), sementara eliminasi Gauss hanya
menghasilkan matriks sampai padabentuk baris eselon (row echelon form). Selain
untuk menyelesaikan sistem persamaan linier, metode eliminasi Gauss-Jordan ini
dapat. Metode Eliminasi Gauss : metode yang dikembangkan dari metode eliminasi,
yaitu menghilangkanatau mengurangi jumlah variable sehingga dapat diperoleh nilai
dari suatu variable yang bebas.
Eliminasi Gauss-Jordan adalah pengembangan dari eliminasi Gauss yang
hasilnya lebih sederhana lagi. Caranya adalah dengan meneruskan operasi baris dari
eliminasi Gauss sehingga menghasilkan matriks yang Eselon-baris. Ini juga dapat
digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan
menggunakan matriks.
Metode ini digunakan untuk mencari invers dari sebuah matriks. Prosedur
umum untuk metode eliminasi Gauss-Jordan ini adalah Ubah sistem persamaan linier
yang ingin dihitung menjadi matriks augmentasi. Lakukan operasi baris elementer
pada matriks augmentasi (A|b) untuk mengubah matriks A menjadi dalam bentuk
baris eselon yang tereduksi.
1) Kelebihan dan Keuntungan :
Mengubah sistem persamaan linier yang ingin dihitung menjadi matriks
augmentasi. merupakan variasi dari eliminasi gauss dengan kebutuhan dapat
mgenyelesaikan matriks invers.

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Terdapat banyak definisi dari metode numerik yang di kemukakan oleh para ahli
matematika seperti, (Chapra dan Chanale,1991); metode numerik adalah teknik
teknik yang digunakan untuk merumuskan masalah matematika agar dapat
diselesaikan hanya dengan operasi hitungan,yang terdiri dari operasi tambah, kurang,
kali, dan bagi. ( Susila, 1994 ; Ibrahem dan Hisyam,2003 ).
Namun pada dasarnya masing masing metode tersebut memiliki karakteristik
umum, yaitu selalu mencakup sejumlah kalkulasi aritmetika. Jadi metode numerik
adalah suatu teknik untuk memformulasikan masalah matematika sehingga dapat
diselesaikan dengan operasi aritmetika yang terdiri dari operasi tambah, kurang, kali
dan bagi. Pada dasarnya penyelesaian dari suatu masalah matematika yang diharapkan
berupa jawaban eksak, dimana jawaban yang di peroleh tersebut memenuhi persamaan
semula secara eksak (penyelesaian analitis). Karena proses komputasi dalam
penyelesaian masalah sering melibatkan banyak langkah dan angka maka
penyelesaian dari masalah sering hanya berupa hampiran dari hasil eksak yang
diharapkan.
Namun pada prinsipnya metode numerik digunakan untuk memecahkan masalah
yang penyelesaiannya berupa hampiran atau pendekatan dari nilai eksaknya. Di era
teknologi elektronik, komputer menjadi alat bantu yang handal dalam menyelesaikan
masalah-masalah yang memerlukan perhitungan yang mencakup sejumlah besar
kalkulasi aritmatika.

DAFTAR PUSTAKA
http://manksurattack.blogspot.com/2011/03/ringkasan-metode-numerik.html
https://www.google.com/search?q=kesimpulan+materi+metode+numerik&ie=utf8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&channel=
http://lecturer.eepisits.edu/~zenhadi/kuliah/MetodeNumerik/Praktikum2_NonLinear_
Metode_Tabel.pdf
http://raesyagusmiyanti.blogspot.com/2012/02/v-behaviorurldefaultvmlo_09.html