Anda di halaman 1dari 38

Jenis penyakit

kandungan
Dr.Muchlis Syahnuddin

BARTOLINITIS

Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman


pada kelenjar bartolin yang terletak di
bagian dalam vagina agak keluar. Infeksi alat
kelamin wanita bagian bawah biasanya
disebabkan oleh :
Virus : kondiloma akuminata dan herpes
simpleks.
Jamur : kandida albikan.
Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis.
Bakteri : neiseria gonore

Patofisiologi

Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak,


timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan.
Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali
bila penderia berjalan atau duduk,juga dapat
disertai demam
Kebanyakkan wanita dengan penderita ini datang ke
PUSKESMAS dengan keluhan keputihan dan gatal,
rasa sakit saat berhubungan dengan suami, rasa
sakit saat buang air kecil, atau ada benjolan di
sekitar alat kelamin.
Terdapat abses pada daerah kelamin
Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid
berbau dan bercampur dengan darah.

VAGINITIS DAN VULVITIS

Vaginitis adalah suatu peradangan pada lapisan vagina. Vulvitis adalah


suatu peradangan pada vulva (organ kelamin luar wanita). Vulvovaginitis
adalah peradangan pada vulva dan vagina.

Penyebab
Infeksi

- Bakteri (misalnya klamidia, gonokokus)

- Jamur (misalnya kandida), terutama pada penderita diabetes, wanita


hamil dan pemakai antibiotik

- Protozoa (misalnya Trichomonas vaginalis)

- Virus (misalnya virus papiloma manusia dan virus herpes).

Zat atau benda yang bersifat iritatif


- Spermisida, pelumas, kondom, diafragma, penutup serviks dan spons
- Sabun cuci dan pelembut pakaian
- Deodoran
- Zat di dalam air mandi
- Pembilas vagina
- Pakaian dalam yang terlalu ketat, tidak berpori-pori dan tidak menyerap
keringat
- Tinja

Gejala

Gejala yang paling sering ditemukan adalah


keluarnya cairan abnormal dari vagina. Dikatakan
abnormal jika jumlahnya sangat banyak, baunya
menyengat atau disertai gatal-gatal dan nyeri.
Cairan yang abnormal sering tampak lebih kental
dibandingkan cairan yang normal dan warnanya
bermacam-macam. Misalnya bisa seperti keju,
atau kuning kehijauan atau kemerahan. Infeksi
vagina karena bakteri cenderung mengeluarkan
cairan berwarna putih, abu-abu atau keruh
kekuningan dan berbau amis

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil


pemeriksaan fisik dan karakteristik cairan
yang keluar dari vagina. Contoh cairan juga
diperiksa dengan mikroskop dan dibiakkan
untuk mengetahui organisme penyebabnya.
Untuk mengetahui adanya keganasan,
dilakukan pemeriksaan Pap smear.
Pada vulvitis menahun yang tidak memberikan
respon terhadap pengobatan biasanya
dilakukan pemeriksaan biopsi jaringan.

Pengobatan Umum Untuk Vaginitis


& Vulvitis

1.Jamur:Miconazole, clotrimazole, butoconazole atau


terconazole (krim, tablet vagina atau supositoria)
Fluconazole atau ketoconazole< (tablet)
2.Bakteri:Biasanya metronidazole atau clindamycin (tablet
vagina) atau metronidazole (tablet).
Jika penyebabnya gonokokus biasanya diberikan suntikan
ceftriaxon & tablet doxicyclin
3.Klamidia:Doxicyclin atau azithromycin (tablet)
4. Trikomonas:Metronidazole (tablet)
5. Virus papiloma manusia (kutil genitalis):Asam
triklorasetat (dioleskan ke kutil), untuk infeksi yg berat
digunakan larutan nitrogen atau fluorouracil (dioleskan ke
kutil)
6. Virus herpes:Acyclovir (tablet atau salep)

VULVOVAGINITIS

Vulvovaginitis adalah iritasi/inflamasi pada kulit


daerah vulva dan vagina. Iritasi ini dapat
menyebabkan terjadinya:
- gatal-gatal (45-58%) di sekitar daerah labia mayora
(bibir vagina besar), labia minor (bibir vagina kecil),
dan daerah perineal (daerah perbatsan antara vagina
dan anus)
- kemerahan dan rasa seperti terbakar pada kulit
(82%)
- rasa tidak nyaman pada kulit terutama pada saat
atau setelah buang air kecil
- banyaknya lendir yang keluar dari vagina (62-92%)
- pendarahan(5-10%)

Penyebab Vulvovaginitis

(a) Infeksi oleh bakteria, jamur, virus, dan parasit


lainnya baik karena kurangnya kepedulian menjaga
kebersihan vulva dan vagina juga oleh penyakit
menular lainnya.
(b) Penggunaan bahan-bahan kimia yang terdapat
pada sabun mandi, parfum, dan lainnya yang
digunakan pada vulva dan vagina. Hal ini dapat
mengaibatkan iritasi jaringan sekitar dan dapat
mempermudah terkena vulvovaginitis.
(c) Kebiasaan sehari-hari seperti pengunaan baju
basah, pengunaan celana dalam terlalu ketat,
celana dalam kurang bersih, dan kebiasaan
membersihkan anus sehabis BAB yang tidak tepat.

RADANG GENITALIA INTERNA

SALPINGITIS AKUT

Salpingitis menjalar ke ovarium hingga juga


terjadi oophoritis. Salpingitis dan oophoritis diberi
nama adnexitis.

Etiologi :
Paling sering disebabkan oleh gonococcus,
disamping itu oleh staphylococ, streptococ dan
bac tbc.
Infeksi dapat terjadi sebagai berikut :
a) Naik dari cavum uteri
b) Menjalar dari alat yang berdekatan seperti dari
appendiks yang meradang
c) Haematogen terutama salpingitis tuberculosa

Gejala

- Demam tinggi dengan menggigil, pasien sakit keras.


- Nyeri kiri dan kanan di perut bagian bawah terutama
kalau ditekan
- Defense ki dan ka di atas lig Poupart
- Mual dan muntah; jadi ada gejala abdomen akut
karena terjadi perangsangan peritoneum.
- Kadang-kadang ada tenesmi ad anum karena proses
dekat pada rectum atau sigmoid.
- Toucher : nyeri kalau portio digoyangkan, nyeri kiri
dan kanan dari uterus, kadang-kadang ada penebalan
dari tuba, tuba yang sehat taj dapat diraba.

ADNEXITIS KRONIS

Adnexitis kronis terjadi :


a) Sebagai lanjutan dari adnexitis akut.
b) Dari permulaan sifatnya kronis seperti adnexitis
tuberculosa.

Gejala-gejala
- Anamnetis telah menderita adnexitis akut
- Nyeri di perut bagian bawah : nyeri ini bertambah
sebelum dan sewaktu haid. Kadang-kadang nyeri di
pinggang atau waktu buang air besar
- Dysmenorrhoe
- Menorrhagi
- Infertilitas

MYOMETRITIS

Myometritis adalah radang myometrium ( kamus


Dorland ).
Miometrium adalah tunika muskularis uteri. ( kamus
Dorland ).
Metritisatau miometritis adalah radang
miometrium.

Gejala
Demam
Uterus nyeritekan
Perdarahanvaginal
Nyeri perut bawah Lochia berbau, purulen

Endometritis

Adalah radang pada endometrium.

Gejala
Demam
Uterus nyeritekan
Perdarahan pervagina

Endometriosis

Endometriosis adalah satu keadaan dimana


jaringan endometrium yang masih berfungsi
terdapat di luar kavum uteri. Jaringan ini
yang terdiri atas kelenjar-kelenjar dan
stroma, terdapat di miometrium ataupun di
luar uterus. (Wiknjosastro, 1999: 314).
Endometriosis adalah suatu keadaan
dimana jaringan yang hanya ada di dalam
rahim, dapat ditemukan dibagian lain dalam
tubuh. (Irwan, 2008: 02).

Klasifikasi Endometriosis

Menurut topografinya endometriosis dapat digolongkan, yaitu


sebagai berikut:
Endometriosis Interna, yaitu endometriosis di dalam
miometrium, lazim disebut Adenomiosis.
Endometriosis Eksterna, yaitu endometriosis di luar uterus,
lazim disebut true endometriosis
Menurut letaknya endometriosis dapat digolongkan menjadi
3 golongan, yaitu :
Endometriosis genetalia interna, yaitu endometriosis yang
letaknya di dalam uterus.
Endometriosis eksterna, yaitu endometriosis yang letaknya di
dinding belakang uterus, di bagian luar tuba dan di ovarium.
Endometriosis genetalia eksterna, yaitu endometriosis yang
letaknya di pelvio peritonium dan di kavum douglas, rekto
sigmoid, kandung kencing.

Tanda dan gejala

Nyeri perut bagian bawah dan di daerah panggul progresif.


Disminorea (nyeri hebat di perut bagian bawah saat haid
yang menganggu aktifitas).
Dispareunea (nyeri ketika melakukan hubungan seksual),
disebabkan karena adanya endometriosis di kavum douglas.
Nyeri ketika buang air besar atau kecil (disuria), khususnya
pada saat menstruasi. Disebabkan karena adanya
endometriosis pada dinding rektosigmoid.
Poli dan hipermenorea (siklus lebih pendek dari normal < 21
hari, darah lebih banyak atau lama dari normal lebih dari 7
hari).
Infertilitas (kemandulan), apabila mobilitas tuba terganggu
karena fibriosis dan karena perlekatan jaringan disekitarnya.
Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spoting sebelum
menstruasi).
Haid yang banyak (menorragia)

PARAMETRITIS

Parametritis adalah infeksi jaringan pelvis yang


dapat terjadi beberapa jalan :
Penyebaran melalui limfe dari luka serviks yang
terinfeksi atau dari endometritis.
Penyebaran langsung dari luka pada serviks yang
meluas sampai ke dasar ligamentum.
Penyebaran sekunder dari tromboflebitis.
Parametritis ringan dapat menyebabkan suhu yang
meninggi dalam nifas. Bila suhu tinggi menetap
lebih dari seminggu disertai rasa nyeri di kiri atau
kanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam, hal ini
patut dicurigai terhadap kemungkinan parametritis

CERVICITIS

Cervicitis ( endo cervicitis ) ialah


radang pada selaput lendir canalis
cervikalis

Klasifikasi Cervicitas
1.Cervicitis Akuta
2.Cervicitis Kronika

Patofisiologi

Penyakit ini dijumpai pada sebagian


besar wanita yang pernah
melahirkan dengan luka-luka kecil
atau besar pada cerviks karena
partus atau abortus memudahkan
masuknya kuman-kuman kedalam
endocerviks dan kelenjarkelenjarnya, lalu menyebabkan
infeksi menahun.

Penyebab

1) Gonorhoe, sediaan harus dari flour


cerviks, terutama yang purulen.
2) Sekunder terhadap kolpitis.
3) Tindakan intrauteri dilatasi dll.
4) Alat-alat atau obat kontrasepsi.
5) Robekan cerviks terutama yang
menyebabkan extropin

Gejala
1)Flour hebat biasanya kental atau purulen dan
kadang-kadang berbau.
2)Sering menimbulkan erosi pada potio yang
tampak sebagian daerah yang merah menyala.
3)Pada pemeriksaan inspekulo kadang-kadang
dapat dilihat flour yang purulen keluar dari
kanalis cervicalis. Kalau portio normal, tidak
ada ektripion maka harus diingat gonorhoe.
4)Sekunder dapat terjadi kolpitis dan vulvitis.
5)Pada cervicitisyang kronis kadang-kadang
dapat dilihal bintik-bintik ini disebut ovula
nabothii dan disebabkan oleh retensi kelenjarkelenjar cerviks karena saluran keluarnya
tertutup oleh pengisutan dari luka cerviks atau
karena radang.

Gambar bartolinitis

marsupialisasi

gambar

Vaginitis

Vaginitis candida

Trichomonials vaginitis

vaginitis

Vulvo vaginitis

cervicitis

Cervicitis mukopurulent

Gardenella vaginalis

endometritis

Endometritis

Endometriosis

Terima Kasih