Anda di halaman 1dari 20

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENYAKIT ANEMIA

Pokok Bahasan

: Sistem Imun Dan Hematologi

Sub Pokok Bahasan

: Anemia

Waktu

: 09.00-10.00 Wib

Hari / Tanggal

: jumat, 05 November 2015

Tempat

: Balai Desa Kec Nanggalo

A. LATAR BELAKANG
Anemia adalah kekurangan sel darah merah, yang ditunjukkan oleh rendahnya
tingkat hemoglobin yang sehat. Tingkat hemoglobin normal pada anak lebih rendah dari
tingkat hemoglobin pada orang dewasa. Bayi baru lahir memiliki hemoglobin normal 170200 g/l. Setelah lahir, konsentrasi hemoglobin menurun drastis sehingga pada usia 2-3
bulan kadar hemoglobinnya berkisar 110-120 g/l. Kisaran ini bertahan terus hingga usia
sekolah, yang meningkat menjadi 130 g/l.
Anemia dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak yang berdampak
serius dalam jangka panjang. Asian Development Bank (ADB) mengatakan bahwa sekitar
22 juta anak di Indonesia terkena anemia, yang menyebabkan hilangnya angka IQ 5
sampai 15 poin, prestasi sekolah yang buruk dan kerugian potensi masa depan hingga
2,5%. Karena itu, kita semua harus mewaspadainya.
B. TUJUAN
a. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 1 x 15 menit, diharapkan peserta
penyuluhan diharapkan mampu memahami tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala,
pengobatan serta pencegahan Anemia.

b.

TUJUAN KHUSUS

Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, peserta penyuluhan diharapkan mampu:


1.

Menyebutkan pengertian Anemia.

2.

Menyebutkan penyebab Anemia.

3.

Menyebutkan tanda dan gejala dari penyakit Anemia.

4.

Menyebutkan penatalaksanan dan pengobatan Anemia.

5.

Menyebutkan cara pencagahan Anemia.

6.

Menebutkan bagaimana prinsip mengolah dan menyajikan makanan.

C. PELAKSANAAN KEGIATAN
1. SASARAN
Warga Di Kecamatan Nanggalo, Siteba Padang
2. METODE
a. Ceramah
b. Diskusi dan tanya jawab
3. MEDIA
a. Laptop
b. LCD
c. Leaflet
d. mikrofon
4. Waktu Dan Tempat
Hari/Tanggal : Jumat, 05 November 2015
Jam
: 09:00-10:00 Wib
Tempat: Balai Desa Rt.01 Rw.02 Kec. Nanggalo, Siteba Padang
5. PENGORGANISASIAN
a. Moderator
: Tiara Asparina Sari
b. Presenter
: Rahmi Putri Roza
c. Observer
: Sri Ulfa Afriwan Chantya
d. Fasilitator
: Reza Yuni Sandra

6. SETTING TEMPAT

: Moderator

: peserta

: presenter

: fasilitator

: observer

D. URAIAN TUGAS
1. MODERATOR
Membuka acara
memperkenalkan anggota
menjelaskan tujuan dan topik
menjelaskan tata tertib penyuluhan
menjelaskan kontrak waktu
menetapkan bahasa
meminta peserta untuk memberikan pertanyaan atas penjelasan yang

tidak di pahami
memberikan kesempatan kepada anggota kelompok untuk menjawab

pertanyaan yang diajukan oleh peserta


menyimpulkan dan melakukan evaluasi penyuluhan mengatur jalannya

acara
menutup acara
2. PRESENTER
menggali pengetahuan peserta tentang materi yang akan disajikan
Menyampaikan materi penyuluhan yang telah disiapkan
Memberikan reinforcement positif terhadap peserta tentang

pendapatnya
menjawab pertanyaan dari peserta

3. FASILITATOR
Memotivasi peserta agar berperan aktif
Membuat absensi penyuluhan
Membagikan leaflet pada setiap peserta
Mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan penyuluhan
4. OBSERVER
Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir
Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan
E. KEGIATAN PENYULUHAN

NO

Tahap

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Peserta

Kegiatan
1.

Pembukaan
(5 menit)

Moderator memberikan

salam
Moderator memper kenalkan

pembimbing
Moderator menjelaskan

tentang topik penyuluhan


Moderator membuat kontrak

waktu dan bahasa


Moderator menjelaskan

tujuan penyuluhan
Mengkaji penegetahuan

peserta tentang anemia


Memberi reinforcement
positif

2.

Tahap
Pelaksanaan
(20 menit)

Menjawab salam

Mendengarkan dan

memperhatikan
Mendengarkan dan

memperhatikan
Mendengarkan dan

memperhatikan
Mendengarkan dan

memperhatikan
Mengemukakan

pendapat
Mendengarkan dan

Menjelaskan pengertian

memperhatikan
Mendengarkan dan

anemia
Memotivasi peserta untuk

memperhatikan
Mengulang kembali

Mendengarkan

Mengemukakan

mengulang kembali
Memberikan reinforcment
Positif
Menggali pengetahuan
tentang klasifikasi anemia
Memberikan reinforcement

pendapat

Mendengarkan

Mendengarkan dan

memperhatikan
Mengemukakan

positif
Menjelaskan tentang

pendapat
Mendengarkan

penyebab anemia
Menggali pengetahuan

Mendengarkan dan

memperhatikan
Mengemukakan

positif
Menjelaskan klasifikasi
anemia
Menggali pengetahuan
tentang penyebab anemia
Memberikan reinforcement

tentang tanda dan gejala


anemia
Memberikan reinforcement

pendapat

positif
Menjelaskan tentang tanda
dan gejala anemia
Menggali pengetahuan

Mendengarkan

tentang komplikasi anemia


Memberikan reinforcement

Mendengarkan dan

positif
Menjelaskan komplikasi

memperhatikan
Mengemukakan

anemia
Menggali pengetahuan

pendapat
Mendengarkan

anemia
Memberikan reinforcement

Mendengarkan dan

positif
Menjelaskan tentang cara

memperhatikan
Mengemukakan

tentang cara pencegahan

pencegahan anemia
Menggali pengetahuan

pendapat

Mendengarkan

tradisional penyakit anemia


Memberikan reinforcement

Mendengarkan dan

positif
Menjelaskan tentang

memperhatikan
Mengemukakan

tentang pengobatan

pengobatan tradisional

penyakit anemia
Memberi kesempatan

audiens untuk bertanya


Menjawabpertanyaan
audiens (jikaada)

pendapat

Mendengarkan

Mendengarkan dan
memperhatikan

3.

Penutup
(5 menit)

Bertanya (jika ada)

Mendengarkan dan

Bersama peserta
menyimpulkan materi yang

memperhatikan
Ikut menyimpulkan

telah disampaikan
Mengevaluasi materi yang

materi
Menjawab

telah diberikan
Menutup dan memberi salam

pertanyaan
Menjawab salam

F. EVALUASI
Kriteria Hasil
a. Evaluasi Struktur
Diharapkan penyuluh dan peserta dapat hadir sesuai dengan waktu yang direncanakan
Diharapkan setting tempat teratur, media serta alat alat untuk penyuluhan tersedia
sesuai rencana
b. Evaluasi Proses
peran dan tugas anggota sesuai dengan perencanaan
pelaksanaan kegiata sesuai dengan waktu yang telah direncanakan
peserta tidak meninggalkan kegiatan
peserta dapat memenuhi aturan
c. Evaluasi Hasil
Peserta dapat menyebutkan sebagian dari materi yang disampaikan
peserta dapat memahami isi penyuluhan

G. LAMPIRAN MATERI

ANEMIA
A. PENGERTIAN ANEMIA
Anemia adalah suatu kondisi yang terjadi apabila jumlah sel darah merah (eritrosit) dan
atau jumlah hemoglobin dalam darah menurun di bawah normal. Sel darah merah dan
hemoglobin ini berfungsi untuk mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Tanpa
kecukupan pasokan oksigen, banyak jaringan dan organ tubuh akan terganggu.

2. PENYEBAB ANEMIA
Anemia pada anak disebabkan oleh faktor-faktor yang sama dengan anemia pada orang dewasa.
Namun, penyebab anemia pada anak-anak juga memiliki kekhasan tersendiri, di antaranya:

Kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi adalah penyebab utama anemia pada anak.
Sebenarnya, bila anak mendapatkan makanan bergizi yang cukup, sangat kecil

kemungkinannya mereka mengalami kekurangan zat besi. Namun, banyak anak-anak dari
kalangan tidak mampu yang kurang mendapatkan makanan bergizi sehingga mengalami
anemia dan gejala kurang gizi lainnya. Anak-anak dari kalangan mampu juga dapat
terkena anemia bila memiliki gangguan pola makan atau berpola makan tidak seimbang.

Kekurangan vitamin B12, asam folat, dan vitamin C

Parasit. Anak-anak dapat mengalami anemia karena mengidap cacingan. Pola makan
anak mungkin normal, namun penyerapan nutrisinya terganggu karena diserobot cacing
di dalam perutnya.

Menstruasi. Anemia dapat terjadi pada remaja putri yang mengalami perdarahan
menstruasi berat dan berkepanjangan.

Infeksi. Penyakit infeksi tertentu dapat mengganggu pencernaan dan mengganggu


produksi sel darah merah.

Penyakit ginjal dan penyakit kronik lain seperti TBC.

Perdarahan. Perdarahan ini bisa saja akibat mimisan, luka karena jatuh atau kecelakaan

3. TANDA DAN GEJALA ANEMIA


A. Anemia Ringan
Anemia ringan biasana tidak menimbulkan gejala apapun. Jika anemia ini berlangsung
secara terus menerus (kronis) tubuh dapat beradaptasi atau mengimbangi perubahan,
dalam hal ini mungkin tidak ada gejala apapun sampai anemia menjadi lebih berat.
B. Anemia Sedang
Anemia sedang dapat memunculkan gejala-gejala berikut, diantaranya:
Wajah tampak pucat
Cepat lelah
Penurunan energy
Sesak napas ringan
Jantung berdebar-debar
C. Anemia Berat
Beberapa tanda-tanda yang mungkin menunjukkan anemia berat meliputi:

Perubahan warna tinja, termasuk tinja hitam dan tinja lengket dan berbau busuk,

berwarna merah marun atau tampak berdarah.


Denyut jantung cepat
Tekanan darah rendah
Pernapasan cepat
Pucat atau kulit dingin
Kulit kuning jika anemia karena kerusakan sel darah merah
Pembesaran kelenjar getah bening
Nyeri dada
Pusing atau kepala terasa ringan (terutama ketika berdiri)
Kelelahan atau kekurangan energy
Sakit kepala tidak bisa berkonsentrasi
Pingsan
Sesak napas

4. PENANGANAN DAN PENGOBATAN ANEMIA


Apabila terjadi gejala-gejala anemia, segera periksakan kondisi anak ke dokter untuk
mengetahui penyebab anemia sehingga pengobatan dapat diberikan dengan tepat. Selain terapi
obat penanganannya dapat dilakukan dengan terapi diet. Untuk memenuhi asupan zat besi,
tingkatkan konsumsi bahan makanan tinggi zat besi (Fe) misalnya makanan hewani, kacangkacangan, dan sayuran berwarna hijau tua.
Defisiensi / kekurangan zat besi bukan satu-satunya penyebab anemia, tetapi apabila jumlah
penderita anemia tinggi, defisiensi besi biasanya dianggap sebagai penyebab yang paling
dominan. Pertimbangan itu membuat suplementasi tablet besi folat selama ini dianggap sebagai
salah satu cara yang sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah anemia. Anemia dapat diatasi
dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD). Kepada anak umumnya
diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan.
TTD mengandung 200 mg ferrosulfat, setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0.25 mg
asam folat. Pada beberapa orang, pemberian preparat besi ini mempunyai efek samping seperti
mual, nyeri lambung, muntah, kadang diare, dan sulit buang air besar. Agar tidak terjadi efek
samping dianjurkan minum tablet setelah makan pada malam hari.
5. PENCEGAHAN ANEMIA

pencegahan anemia pada anak

Usahakan memberikan air susu ibu (ASI) sampai setidaknya anak berumur 12
bulan (idealnya sampai 2 tahun). Ibu menyusui disarankan mengkonsumsi
makanan yang cukup zat besi.
Jika anak sudah mendapatkan makanan tambahan, usahakan menambahkan

sereal, bayam, kangkung, katuk dan sumber zat besi lainnya dalam menu

makanan padat yang diberikan.


Jika Anda memberikan susu formula kepada bayi Anda, pilihlah susu formula

yang diperkaya dengan zat besi.


Pastikan anak anda yang lebih besar memiliki pola makan seimbang dengan
-

makanan yang mengandung:


Zat Besi ( Fe )daging (terutama daging berwarna merah), kuning telur, sayursayuran yang berwarna hijau (kangkung, daun katuk, daun ubi jalar, bayam,

daun singkong, kacang buncis, kacang panjang, dll. ).


Asam Folat Ati, jamur, pisang, apel
Protein Telur, susu, tahu, tempe, kacang-kacang
Berikan makanan yang kaya sumber vitamin C untuk memperlancar

penyerapan zat besi.


Hindari minum teh, kopi, susu coklat setelah makan karena dapat menghambat

penyerapan zat besi.


Jagalah lingkungan sekitar agar tetap bersih untuk mencegah penyakit infeksi

dan penyakit cacingan.


Ajarkan anak-anak kebiasaan hidup bersih sehingga terhindar dari penyakit
infeksi dan parasit.

pencegahan anemia pada ibu hamil


Pencegahan Anemia
Untuk menghindari terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan
pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat di ketahui data dasar
kesehatan ibu tersebut, dalam pemeriksaan kesehatan di sertai
pemeriksaan laboratorium termasuk pemeriksaan tinja sehingga di ketahui
adanya infeksiparasit. (Manuaba, I. B. G. 1998, hal.30)

6. PRINSIP MENGOLAH DAN MENYAJIKAN MAKANAN

Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan


Alat-alat memasak bersih
Sayuran, buah dicuci dahulu baru dipotong-potong
Sayuran dimasak, jangan terlalu lama
Sajikan makanan bervariasi jenis makanannya
Kombinasi makanan hewani dan nabati
Perhatikan jadwal menu
Jumlah makanan sesuai dengan kebutuhan

Lampiran 2:

Pertanyaan yang akan diberikan kepada peserta:


1)
2)
3)
4)
5)
6)

Coba ibu / bapak sebutkan pengertian Anemia?


Coba ibu / bapak sebutkan penyebab-penyebab Anemia?
Coba ibu / bapak sebutkan tanda dan gejala dari Anemia?
Coba ibu / bapak sebutkan penatalaksanaan dan pengobatan dari Anemia?
Coba ibu / bapak sebutkan bagaimana cara mencegah penyakit Anemia?
Coba ibu / bapak sebutkan bagaimana prinsip mengolah dan meniapkan makanan?

Jawaban yang diharapkan dari peserta:


1. Anemia adalah suatu kondisi yang terjadi apabila julah sel darah merah (eritrosit) dan
atau jumlah hemoglobin dalam darah menurun di bawah normal.
2. Anemia pada anak disebabkan oleh faktor-faktor yang sama dengan anemia pada orang
dewasa. Namun, penyebab anemia pada anak-anak juga memiliki kekhasan tersendiri, di
antaranya:

a. Kekurangan zat besi


b. Kekurangan vitamin B12, asam folat, dan vitamin C
c. Parasit
d. Menstruasi
e. Infeksi
f. Penyakit ginjal dan penyakit kronik lain seperti TBC.
g. Perdarahan
3.

Anemia Ringan
Anemia ringan biasana tidak menimbulkan gejala apapun. Jika anemia ini berlangsung secara
terus menerus (kronis) tubuh dapat beradaptasi atau mengimbangi perubahan, dalam hal ini
mungkin tidak ada gejala apapun sampai anemia menjadi lebih berat.

a)

Anemia Sedang
Anemia sedang dapat memunculkan gejala-gejala berikut, diantaranya:
Wajah tampak pucat
Cepat lelah
Penurunan energy
Sesak napas ringan
Jantung berdebar-debar
Anemia Berat
Beberapa tanda-tanda yang mungkin menunjukkan anemia berat meliputi:
Perubahan warna tinja, termasuk tinja hitam dan tinja lengket dan berbau busuk, berwarna

b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
j)
k)
l)

merah marun atau tampak berdarah.


Denyut jantung cepat
Tekanan darah rendah
Pernapasan cepat
Pucat atau kulit dingin
Kulit kuning jika anemia karena kerusakan sel darah merah
Pembesaran kelenjar getah bening
Nyeri dada
Pusing atau kepala terasa ringan (terutama ketika berdiri)
Kelelahan atau kekurangan energy
Sakit kepala tidak bisa berkonsentrasi
Pingsan

a)
b)
c)
d)
e)

m)

Sesak napas
4. Apabila terjadi gejala-gejala anemia, segera periksakan kondisi anak ke dokter untuk
mengetahui penyebab anemia sehingga pengobatan dapat diberikan dengan tepat. Selain
terapi obat penanganannya dapat dilakukan dengan terapi diet. Untuk memenuhi asupan
zat besi, tingkatkan konsumsi bahan makanan tinggi zat besi (Fe) misalnya makanan
hewani, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua.
Anemia dapat diatasi dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD). Kepada
anak umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama
masa kehamilan. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat, setara dengan 60 miligram besi
elemental dan 0.25 mg asam folat. Pada beberapa orang, pemberian preparat besi ini mempunyai
efek samping seperti mual, nyeri lambung, muntah, kadang diare, dan sulit buang air besar. Agar
tidak terjadi efek samping dianjurkan minum tablet setelah makan pada malam hari.

5. Cara mencegah anemia:

Usahakan memberikan air susu ibu (ASI) sampai setidaknya anak berumur 12 bulan
(idealnya sampai 2 tahun). Ibu menyusui disarankan mengkonsumsi makanan yang cukup
zat besi.

Jika anak sudah mendapatkan makanan tambahan, usahakan menambahkan sereal,


bayam, kangkung, katuk dan sumber zat besi lainnya dalam menu makanan padat yang
diberikan.

Jika Anda memberikan susu formula kepada bayi Anda, pilihlah susu formula yang
diperkaya dengan zat besi.

Pastikan anak Anda yang lebih besar memiliki pola makan seimbang dengan makanan
yang mengandung:

o Zat

Besi

Fe

Ati, daging (terutama daging berwarna merah), kuning telur, sayur-sayuran yang
berwarna hijau (kangkung, daun katuk, daun ubi jalar, bayam, daun singkong,
kacang buncis, kacang panjang, dll. ).
o Asam

Folat

Ati, jamur, pisang, apel


o Protein
Telur, susu, tahu, tempe, kacang-kacang

Berikan makanan yang kaya sumber vitamin C untuk memperlancar penyerapan zat besi.

Hindari minum teh, kopi, susu coklat setelah makan karena dapat menghambat
penyerapan zat besi.

Jagalah lingkungan sekitar agar tetap bersih untuk mencegah penyakit infeksi dan
penyakit cacingan.

Ajarkan anak-anak kebiasaan hidup bersih sehingga terhindar dari penyakit infeksi dan
parasit.

6. Prinsip menyiapkan makanan:


-

Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan

Alat-alat memasak bersih

Sayuran, buah dicuci dahulu baru dipotong-potong

Sayuran dimasak, jangan terlalu lama

Sajikan makanan bervariasi jenis makanannya

Kombinasi makanan hewani dan nabati

Perhatikan jadwal menu

Jumlah makanan sesuai dengan kebutuhan

Hasil Evaluasi
Penyuluhan tentang Anemia dan Penanggulangannya
Di Ruang Kaswari, RSUD Wangaya
Tanggal 13 Desember 2011

Evaluasi Struktur

a)

Materi siap sudah dua hari sebelum penyuluhan

b)

SAP sudah siap 1 hari sebelum penyuluhan

c)

Media : lcd, leaflet, dan Laptop sudah siap 1 hari sebelum penyuluhan

d)

Penyuluh telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan pembagian tugas


Evaluasi Proses

a)

Penyuluhan telah dimulai sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.

b)

Peserta antusias terhadap materi penyuluhan

c)

Suasana penyuluhan sudah tertib

d)

Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum penyuluhan selesai

e)

80% peserta yang dikontrak telah hadir dalam acara penyuluhan


Pertanyaan dari Peserta:
o Penanya: Ibu Nurlaila

Apakah anemia itu hanya terjadi pada orang dewasa saja atau anak-anak saja?

Apakah dampak negativ dari anemia tersebut?


o Penanya: Ibu Natalia

Apakah penyakit anemia bawaan sejak lahir?

Jika sudah mendapatkan transfusi darah apakah seseorang yang menderita anemia akan
sembuh secara total?

Makanan apa saja yang mengandung zat besi?


o Penanya: Ibu Leni

Waktu seorang ibu hamil dan dikatakan mengalami anemia, apakah anak yang dikandungnya
juga mengalami anemia?
o Penanya: Ibu Sulton

Beberapa bulan lalu, saya pingsan, apakah saya kekurangan darah juga?

Evaluasi Hasil

Pertanyaan 1 dijawab oleh Ibu Suryati

Pertanyaan 2 dijawab oleh Bapak Wetra

Pertanyaan 3 dijawab oleh Ibu Candri

Pertanyaan 4 dijawab oleh Bapak Bawa

Pertanyaan 5 dijawab oleh Ibu Asri

Pertanyaan 6 dijawab oleh Bapak Wetra

Jawaban dari peserta:


1)

Anemia adalah kondisi yang terjadi dimana jumlah sel darah merah dan jumlah hemoglobin di
bawah normal.

2)

Penyebab anemia:

a)

Kekurangan zat besi

b)

Kekurangan vitamin B12, asam folat, dan vitamin C

c)

Parasit

d)

Infeksi

e)

Penyakit

f)

Perdarahan

3)
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Tanda dan gejala aenmia:


Wajah tampak pucat
Cepat lelah
Penurunan energi
Sesak napas ringan
Jantung berdebar-debar
Tinja hitam

g)
h)
i)
j)
k)

4)

Pucat
Tekanan darah rendah
Pingsan
Sesak napas
Sakit kepala

Apabila terjadi gejala-gejala anemia, segera periksakan kondisi anak ke dokter untuk
mengetahui penyebab anemia sehingga pengobatan dapat diberikan dengan tepat. Minum obat
penambah darah seperti sangobion.

5)

Cara mencegah anemia:

a.

Memberi ASI kepada anak

b.

Memberi makanan pendamping ASI

c.

Pola makan seimbang dengan makanan yang mengandung:

Zat Besi ( Fe )

Asam Folat

Protein

Vitamin C

d.

Menjaga lingkungan tetap bersih.

6)

Prinsip menyiapkan makanan:

Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan


Alat-alat memasak bersih
Sayuran, buah dicuci dahulu baru dipotong-potong
Sayuran dimasak, jangan terlalu lama
Sajikan makanan bervariasi jenis makanannya
Kombinasi makanan hewani dan nabati
Jumlah makanan sesuai dengan kebutuhan

XII REFERENSI

Brunner 7 Suddarth. 1996. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Vol: 1, Edisi 8.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Guyton, Arthur C. & John E. Hall. 2006. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi 11.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gannguan Sistem
Pernafasan. Jakarta: Salemba Medika

Muttaqin, Arif. 2010. Pengkajian Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinik. Jakarta:
Salemba Medika

Sudoyo, Aru W, dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. Jakarta:
Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai