Anda di halaman 1dari 6

1.

TEORI YANG MENDASARI GOOD CORPORATE GOVERNANCE


Terdapat dua teori utama yang terkait dengan corporate governance yaitu :
a. Stewardship theory
Stewardship theory dibangun di atas asumsi filosofis mengenai sifat manusia
yakni bahwa manusia pada hakekatnya dapat dipercaya, mampu bertindak dengan
penuh tanggung jawab memiliki integritas, dan kejujuran terhadap pihak lain. Inilah
yang tersirat dalam hubungan fidusia yang dikehendaki para pemegang saham.
Dengan kata lain, stewardship theory memandang manajemen sebagai dapat
dipercaya untuk bertindak dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan publik pada
umumnya maupun shareholders pada khususnya.
b. Agency theory
Agency theory yang dikembangkan oleh Michael Johnson, seorang professor
dari Harvard, memandang bahwa manajemen perusahaan sebagai agents bagi para
pemegang saham, akan bertindak dengan penuh kesadaran bagi kepentingannya
sendiri, bukan sebagai pihak yang arif dan bijaksana serta adil terhadap pemegang
saham sebagaimana diasumsikan dalam stewardship model.
Bertentangan dengan stewardship theory, agency theory memandang bahwa
manajemen tidak dapat dipercaya untuk bertindak dengan sebaik-baiknya bagi
kepentingan publik pada umumnya maupun shareholders pada khususnya. Dengan
demikian, managers could not be trusted to do their job which of course is to
maximize shareholder value (Tricker, Opcit).
Dalam perkembangan selanjutnya, agency theory mendapat respons lebih luas karena
dipandang lebih mencerminkan kenyataan yang ada. Berbagai pemikiran mengenai corporate
governance berkembang dengan bertumpu pada agency theory di mana pengelolaan
perusahaan harus diawasi dan dikendalikan untuk memastikan bahwa pengelolaan dilakukan
dengan penuh kepatuhan kepada berbagai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Upaya ini
menimbulkan apa yang disebut sebagai agency costs, yang menurut teori ini harus
dikeluarkan sedemikian rupa sehingga biaya untuk mengurangi kerugian yang timbul karena
ketidakpatuhan setara dengan peningkatan biaya enforcement-nya.
Biaya yang harus dibayar tersebut, dalam konteks corporate governance, adalah biaya
untuk: control managerial opportunism by having a board chair independent of the CEO
and using incentives to bind CEO interests to those of shareholders (Jensen, M.C., and W.H.
Meckling (1986), Theory of the firm managerial behavior, agency costs and ownership
structure, Journal of Financial Economics, No. 3, pp. 305-60).

Agency costs ini mencakup biaya untuk pengawasan oleh pemegang saham; biaya
yang dikeluarkan oleh manajemen untuk menghasilkan laporan yang transparan, termasuk
biaya audit yang independen dan pengendalian internal; serta biaya yang disebabkan karena
menurunnya nilai kepemilikan pemegang saham sebagai bentuk bonding expenditures yang
diberikan kepada manajemen dalam bentuk opsi dan berbagai manfaat untuk tujuan
menyelaraskan kepentingan manajemen dengan pemegang saham.
Meskipun demikian, potensi untuk munculnya agency problem tetap ada karena
adanya pemisahan antara kepengurusan dengan kepemilikan perusahaan, khususnya di
perusahaan-perusahaan publik.
Munculnya corporate governance dapat dikatakan dilatarbelakangi dari berbagai
skandal besar yang terjadi pada perusahaan-perusahaan baik di Inggris maupun Amerika
Serikat pada tahun 1980an dikarenakan tindakan yang cenderung serakah dan mementingkan
tujuan pihak-pihak tertentu saja. Hal ini tidak terlepas dari pertentangan kepentingan antara
kebebasan pribadi dan tanggung jawab kolektif atau kepentingan bersama dari organisasi
dimana hal ini menjadikannya sebagai pemicu dari kebutuhan akan corporate governance.
2. ALASAN DIPERLUKANNYA GOOD CORPORATE GOVERNANCE
GCG

diperlukan

efisien,transparan

dan

untuk

mendorong

konsisten

terciptanya

dengan

peraturan

pasar

yang

perundang-

undangan.Penerapan GCG perlu didukung oleh tiga pilar yang saling


berhubungan,yaitu Negara dan perangkatnya sebagai regulator, dunia
usaha sebagai pelaku pasar, dan masyarakat sebagai pengguna produk
dan jasa dunia usaha.Prinsip dasar yang harus dilaksanakan oleh masingmasing pilar,yaitu:
a. Negara dan perangkatnya menciptakan peraturan perundangundangan yang menunjang iklim usaha yang sehat, efisien dan
transparan,melaksanakan

peraturan

perundang-undangan

dan

penegakan hokum secara konsisten (consistent law enforcement)


b. Dunia usaha sebagai pelaku pasar menerapkan GCG sebagai
pedoman dasar pelaksanaan usaha.
c. Masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha serta
pihak

yang

terkena

dampak

dari

keberadaan

perusahaan,

menunjukkan kepedulian dan melakukan control social ( social


control ) secara obyektif dan bertanggung jawab.

Adapun alasan diperlukannya good corporate governance ini adalah


sebagai berikut :
a. Mendorong

tercapainya

kesinambungan

perusahaan

melalui

pengelolaan yang didasarkan pada asas transparansi, akuntabilitas,


responsibilitas, independensi serta kesetaraan dan kewajaran.
b. Mendorong pemberdayaan fungsi dan kemandirian masing-masing
organ perusahaan, yaitu Dewan Komisaris, Direksi dan Rapat Umum
Pemegang Saham.
c. Mendorong pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan
anggota Direksi agar dalam membuat keputusan dan menjalankan
tindakannya dilandasi oleh nilai moral yang tinggi dan kepatuhan
terhadap peraturan perundang-undangan.
d. Mendorong

timbulnya

kesadaran

terhadap

masyarakat

perusahaan

dan

tanggung

dan

jawab

kelestarian

sosial

lingkungan

terutama di sekitar perusahaan.


e. Mengoptimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham dengan
tetap memperhatikan pemangku kepentingan lainnya.
f. Meningkatkan daya saing perusahaan secara nasional maupun
internasional,
dapat

sehingga meningkatkan

mendorong

arus

investasi

kepercayaan
dan

pasar

yang

pertumbuhan ekonomi

nasional yang berkesinambungan.


Selain itu terdapat pula faktor-faktor eksternal yang menjadikan GCG ini menjadi
penting dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yaitu sebagai berikut :
a. Pelaku dan lingkungan bisnis
Meliputi seluruh entitas yang mempengaruhi pengelolaan perusahaan, seperti business
community atau kelompok-kelompok yang signifikan mempengaruhi kelangsungan
hidup perusahaan, serikat pekerja, mitra kerja, supplier dan pelanggan yang menuntut

perusahaan mempraktekkan bisnis yang beretika. Kelompok-kelompok di atas dapat


mempengaruhi jalannya perusahaan dengan derajat intensitas yang berbeda-beda.
b. Pemerintah dan regulator
Pemerintah dan badan regulasi berkepentingan untuk memastikan bahwa Perusahaan
mengelola keuangan dengan benar dan mematuhi semua peraturan dan undangundang agar memperoleh kepercayaan pasar dan investor.
c. Investor
Meliputi semua pihak yang berkaitan dengan pemegang saham dan pelaku
perdagangan saham termasuk perusahaan investasi. Investor menuntut ditegakkannya
atau dijaminnya pengelolaan perusahaan sesuai standar dan prinsip-prinsip etika
bisnis.
d. Komunitas Keuangan
Meliputi semua pihak yang berkaitan dengan persyaratan pengelolaan keuangan
perusahaan termasuk persyaratan pengelolaan perusahaan terbuka, seperti komunitas
bursa efek, Bapepam-LK, US SEC dan Departemen Keuangan RI. Setiap komunitas
di atas mengeluarkan standar pengelolaan keuangan perusahaan dan menuntut untuk
dipatuhi/dipenuhi oleh Perusahaan.
3. Manfaat Good Corporate Governance
Corporate Governance yang tidak efektif merupakan penyebab utama terjadinya krisis
ekonomi dan kegagalan pada berbagai perusahaan di Indonesia akhir-akhir ini.
Penerapan Corporate Governance yang efektif dapat memberikan sumbangan yang penting
dalam memperbaiki kondisi perekonomian, serta menghindari terjadinya krisis dan kegagalan
serupa di masa depan.
Dengan melaksanakan corporate governance, menurut Forum for

Corporate

Governance in Indonesia (FCGI) (2001;4) ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh, antara
lain :
a. Meningkatkan

kinerja

perusahaan

melalui

terciptanya

proses

pengambilan

keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, serta lebih
meningkatkan pelayanan kepada stake holders.
b. Mempermudah diperolehnya dana pembiayaan yang lebih murah dan tidak rigid
(karena faktor kepercayaan) yang pada akhirnya akan meningkatkan corporate value.
c. Mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

d. Pemegang saham akan merasa puas dengan kinerja perusahaan karena sekaligus akan
meningkatkan shareholders value dan dividen.
Selain itu dengan adanya GCG dalam sebuah perusahaan maupun organisasi, juga
akan memberikan manfaat seperti :
a. Mengurangi agency cost, yaitu suatu biaya yang harus ditanggung pemegang saham
sebagai akibat pendelegasian wewenang kepada pihak manajemen. Biaya-biaya ini
dapat berupa kerugian yang diderita perusahaan sebagai akibat penyalahgunaan
wewenang (wrong-doing), ataupun berupa biaya pengawasan yang timbul untuk
mencegah terjadinya hal tersebut.
b. Mengurangi biaya modal (cost of capital), yaitu sebagai dampak dari pengelolaan
perusahaan yang baik tadi menyebabkan tingkat bunga atas dana atau sumber daya
yang dipinjam oleh perusahaan semakin kecil seiring dengan turunnya tingkat resiko
perusahaan. Selain itu perusahaan yang baik dan sehat akan menciptakan suatu
referensi positif bagi para kreditor. Kondisi ini sangat berperan dalam meminimalkan
biaya modal yang harus ditanggung bila perusahaan akan mengajukan pinjaman.
c. Meningkatkan nilai saham perusahaan sekaligus dapat meningkatkan citra
perusahaan tersebut kepada publik luas dalam jangka panjang. Suatu perusahaan
yang dikelola secara baik dalam kondisi sehat akan menarik minat investor untuk
menanamkan modalnya. Serta Citra perusahaan merupakan faktor penting yang
sangat erat kaitannya dengan kelangsungan perusahaan tersebut. Perusahaan yang
memiliki citra yang baik otomatis banyak investor yang berniat menanamkan
modalnya di perusahaan tersebut serta dapat meningkatkan daya jual produk karena
kepercayaan konsumen akibat dari citra yang baik tersebut.
d. Menciptakan dukungan para stakeholder (para pihak yang berkepentingan)
dalam lingkungan perusahaan tersebut terhadap keberadaan dan berbagai strategi
dan kebijakan yang ditempuh perusahaan, karena umumnya mereka mendapat
jaminan bahwa mereka juga mendapat manfaat maksimal dari segala tindakan dan
operasi perusahaan dalam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan.
Dengan Corporate Governance yang baik, keputusan-keputusan penting perusahaan
tidak lagi hanya ditetapkan oleh satu pihak yang dominan (misalnya direksi), akan tetapi
ditetapkan setelah mendapatkan masukan dari, dan dengan mempertimbangkan kepentingan
berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders). Selain itu, Corporate Governance yang
baik dapat mendorong pengelolaan organisasi yang lebih demokratis, lebih accountable, lebih

transparan serta akan meningkatkan keyakinan bahwa perusahaan dan organisasi lainnya
dapat menyumbangkan manfaat tersebut dalam jangka panjang.
Dalam hal ini dapat dilihat bahwa segala proses kerja berjalan mulus, terkontrol, dan
tercipta kerja tim yang solid. Selain itu, penjualan bisa di atas pasar, profit meningkat,
berbagai penghargaan dapat diperoleh, dan meningkatnya kepercayaan mitra. Dengan Good
Corporate

Governance,

integritas

perusahaan

lebih

dipercaya

pihak

luar

yang

berkepentingan (stakeholders), memacu profesionalisme karyawan, kinerja keuangan yang


cemerlang, serta stabilitas harga saham yang baik.

REFERENSI
http://vivimursal.blogspot.co.id/2012/05/good-corporate-governance.html
https://diaryintan.wordpress.com/2010/11/15/good-corporate-governance-gcg-2/
http://fairuzabadizef.com/2012/12/23/pentingnya-good-corporate-governance-dalam-sebuahperusahaan/
https://diaryintan.wordpress.com/2010/11/15/good-corporate-governance-gcg-2/