Anda di halaman 1dari 13

KESEHATAN DAERAH MILITER III/SILIWANGI

RUMAH SAKIT TK. II 03.05.01 DUSTIRA

Lampiran I
: SK Ka Rumkit Dustira
Nomor
: Kep. / 06 / I / 2013
Tanggal : 20 Januari 2013
Tentang
: Pedoman Pencegahan
dan pengendalian infeksi

PEDOMAN
PELAYANAN OPERASIONAL PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
RUMKIT TK. II DUSTIRA
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Sebagai institusi kesehatan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, Rumkit Tk. II
Dustira wajib memenuhi ketentuan/peraturan perundang-undangan yang berlaku yang oleh
Kepala Rumkit Tk. II Dustira secara operasional dituangkan dalam berbagai kebijakan umum
tentang program kegiatan disetiap unit pelayanan maupun unit terkait. Sebagaian dari program
kegiatan tersebut ada yang harus dilaksanakan secara terpadu yang melibatkan bebargai unit
pelayanan di lingkungan Rumkit Tk. II Dustira salah satu diantaranya adalah program
pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial (PPIN). Rumkit Tk. II Dustira. Dengan
pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang perawatan pasien di rumah sakit yang dilakukan
suatu tindakan medis oleh petugas kesehatan dengan tujuan perawatan dan penyembuhan
pasien,bila dilakukan tidak sesuai dengan prosedur berpotensi untuk menularkan penyakit
infeksi,baik pada pasien maupun pada petugas kesehatan itu sendiri.
Potensial resiko terjadinya infeksi nosokomial terhadap pasien bisa diakibatkan
petugas tidak melaksanakan prosedur atau ketentuan dalam pelaksanaan pencegahan dan
pengendalian infeksi dan hal ini bisa berdampak terhadap pasien,rumah sakit,berpengaruh
terhadap lama hari perawatan,meningkatnya biaya, morbilitas, dan mortalitas, mutu pelayanan
rumah sakit menurun, bahkan dapat terjadi tuntutan hukum.
Karena itu untuk mencegah terjadinya infeksi nasokomial terhadap pasien, petugas,
dan pengunjung perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian infeksi yang
dalam pelaksanaannya memerlukan landasan/pedoman berupa : Pedoman Pencegahan dan
pengendalian infeksi dengan tujuan sebagai panduan bagi petugas medis,paramedis maupun
non medis dalam melaksanakan pelayanan maupun dalam melakukan tindakan medis kepada
pasien sehingga infeksi nasokomial tidak terjadi di rumkit tk II 03.05.01 dustira.
Visi
Pengendalian infeksi Nosokomial Rumah Sakit Tk. II 03.05.01 Dustira merupakan upaya rumah
sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan yang dapat dibanggakan prajurit, PNS, dan
kleuarga serta masyarakat di Kodam III/Siliwangi.

Misi
1. Meyelenggarakan penelitian dan pengembangan tentang upaya Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit melalui Surveilans
2. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tentang upaya Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi Nosokomial bagi tenaga kesehatan dan non kesehatan (Administrasi,
Cleaning service, Petugas Pengelolaan Linen, Petugas Kamar jenazah, dan Teknik).
3. Mensosialisasikan upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial kepada
pegawai baru dan mahasiswa yang akan praktek klinik di Rumah Sakit TK.II 03.05.01
Dustira.
4. Menganalisis dan memdistribusikan hasil surveilans agar dapat memberikan pelayanan
kesehatan yang dibanggakan prajurit.
Tujuan
1. Mencegah dan mengendalikan terjadinya Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit TK. II
03.05.01 Dustira.
2. Mengurangi hasil rawat pasien / LOS melalui Pengendalian Infeksi Nosokomial.
3. Mengurangi angka morbilitas dan mortalitas.
4. Dengan usaha Pengendalian Infeksi Nosokomialdiharapkan angka kejadian infeksi rendah,
sehingga dapat mengurangi biaya operasional Rumah Sakit maupun biaya yang
ditanggung oleh pasien.
Falsafah
Meningkatkan kemampuan pelayanan kepada prajurit / PNS TNI AD dan keluarga serta
masyarakat umum dengan mengupayakan pencegahan terjadinya infeksi nosokomial.
Fungsi dan Wewenang
1. Fungsi perencanaan yaitu :
a) Merencanakan kegiatan PPIN diseluruh unit kerja rumah sakit
b) Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana pendukung kegiatan PPIN di seluruh
unit kerja rumah sakit
2. Fungsi penggerakan dan pelaksanaan, yaitu :
a) Mengorganisasikan dan menggerakkan pelaksanaan kegiatan PPIN diseluruh unit kerja
Rumah Sakit sehingga sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan
b) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang PPIN bagi seluruh Petugas
Rumah Sakit
c) Mendorong pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
PPIN diseluruh unit kerja minimal sakit sesuai dengan aspek pekerjaan masing-masing

3. Fungsi Pemantauan, Pengendalian dan Penilaian

a. Mengendalikan kondisi yang berpotensi timbulnya kasus PPIN diseluruh unit kerja
Rumah Sakit
b. Memantau Kasus PPIN di seluruh unit kerja Rumah Sakit
c. Menilai dan melaksanakan tindak lanjut penanganan kasus PPIN
d. Memberikan masukan dan rekomendasi kepada Kepala Rumah Sakit dalam
pengambilan keputusan dan kebijakan dibidang (PPIN)
Ruang Lingkup
Ruang lingkup Program PPIN adalah lingkungan Rumkit Tk. II Dustira yang meliputi
semua ruangan atau lapangan, terbuka atau tertutup bergerak atau tetap dimana pegawai
Rumah Sakit bekerja, pasien dilayani pengunjung atau penunggu pasien melewati atau
mendatangi, terutama tempat-tempat yang potensial menjadi sumber bahaya baik diatas atau
dibawah permukaan tanah atau air maupun di udara di lingkungan Rumkit Tk. II Dustira
termasuk didalamnya adalah pegawai Rumkit Tk. II Dustira sendiri agar tidak membahayakan
dirinya sendiri, rekannya ataupun orang lain.

BAB II
ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN
Tugas Pokok
1. Bertanggung jawab terhadap penyelenggara upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Nosokomial.
2. Menentukan masalah Infeksi Nosokomial menjadi prioritas.
3. Meyusun prosedur-prosedur kerja, pembagian tugas, cara-cara surveilans dan kriteria
diagnosis Infeksi Nosokomial
4. Merencanakan dan melaksanakan pendidikan atau pelatihan bagi karyawan Rumah Sakit
di dalam maupun di luar lingkungan Rumah Sakit.
5. Melakukan tindakan pengawasan pemantauan dan pengendalian prosedur yang dijalankan
masing-masing unit agar tidak menyimpang dari prosedur yang telah diterapkan.
6. Menganalisa hasil surveilans secara rutin dan melakukan tindakan pengendalian bersamasama dengan bawahannya.
7. Bertanggung jawab memberikan saran dan laporan secara rutin kepada Kepala Rumah
Sakit TK.II 03.05.01 Dustira.
8. Melakukan pertemuan berkala dengan jangka waktu yang telah disepakati bersama.
Uraian Tugas
1. Tugas Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial Rumah Sakit :
a. Menyusun kebijakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit
serta pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaannya.
b. Menetapkan masalah infeksi pada umumnya Nosokomial khususnya yang ada di
Rumah Sakit TK.II 03.05.01 Dustira.
c. Menerima laporan dari pelaksana Panitia PPIN unit dan evaluasi secara berkala
pelaksanaan pedoman dan petunjuk teknis Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Nosokomial Rumah Sakit TK.II 03.05.01 Dustira.

d. Mengumpulkan data dan merangkum laporan keadaan Infeksi Nosokomial dari Panitia
instalasi dan melaporkan kepada Komite Medik.
e. Melaporkan bila ditemukan adanya unit yang membahayakan atau dinyatakan sebagai
sumber infeksi bagi Rumah Sakit diambil tindakan lebih lanjut.
f. Merencanakan program penelitian, pendidikan, dan pelatihan tenaga di bidang
penanggulangan infeksi.
g. Melaporkan rencana kerja, pelaksanaan, dan hasil kerja Panitia kepada Ketua Komite
Medik secara berkala dengan tembusan kepada Kepala rumah Sakit.
h. Dalam melaksanakan tugas di lapangan, panitia dibantu oleh anggota / pelaksana
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial ruangan.
2. Tugas Pelaksana Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial di Ruangan
a. Melaksanakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial di ruangan
b. Memonitor pelaksanaan tindakan perawatan
c. Mencatat tindakan medis dan keperawatan yang dilakukan oleh pelaksana
d. Melaporkan kejadian Infeksi Nosokomial di ruangan kepada surveilans nosokomial di
ruangan
e. Surveilans membuat laporan bulanan ke Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Nosokomial rumah Sakit
Tanggung Jawab
1. Ketua Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial bertanggung jawab
kepada Kepala Rumah Sakit.
2. Ketua Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial bertanggung jawab
terhadap kelancaran seluruh kegiatannya.
Wewenang
1. Memberikan usulan pengembangan cara Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Nosokomial.
2. Menyelenggarakan pertemuan dan koordinasi dengan unit lain yang terkait baik intern
maupun extern Rumah Sakit.
3. Menyelenggarakan survey yang berkaitan dengan Nosokomial.
4. Meyelenggarakan kegaitan penyuluhan, ceramah, dan sejenisnya di lingkungan Rumah
Sakit .
5. Menyelenggarakan pertemuan (rapat) intern panitia.

Kepengurusan
Ketua/wakil ketua Panitia harus seorang tenaga medis tetap (organik) yang sudah dilatih
dalam hal pengetahuan dan keterampilan tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Nosokomial (bersertifikat), sedangkan anggota Panitia PPIN (IPCO, IPCN dan IPCLN) sudah
mengikuti pelatihan dan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam hal : Pencegahan dan

Pengendalian Infeksi Nosokomial, Agar Panitia PPIN bisa mengemban misi dan melaksanakan
fungsinya, maka perlu dilengkapi dengan staf dan pimpinan, dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Jabatan ketua/wakil ketua Panitia PPIN adalah seorang organik rumah sakit dan
mempunyai pengalaman dan sudah mengikuti pelatihan PPIN.
2. Jabatan seorang sekretaris PPIN adalah seorang pegawai rumah sakit yang mempunyai
pengalaman latar belakang pengetahuan dibidang PPIN terampil serta cekatan daiam
bekerja sebagai sekretaris
3. Jabatan Panitia IPCO adalah Panitia yang terdiri dari Dokter yang mempunyai minat
kepedulian dan pengetahuan, pengalaman mendalami masalah infeksi mokrobiologi klinik,
atau epidemiologi klinik.
4. Jabatan Panitia IPCN adalah seorang perawat yang sudah mengikuti pelatihan PPIN, yang
disegani, berminat, mampu memimpin dan aktif.
5. IPCLN adalah seorang perawat yang sudah mengikuti pelatihan PPIN, yang terampil dan
mampu melaksanakan tugas dalam hal pelaksaan surveilans harian dan mampu bekerja
sama dengan Panitia IPCN.
Masa Kerja
1. Masa kerja Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial selama 2 tahun.
2. Biaya operasional Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial dibebankan
kepada anggaran Rumah Sakit.
Uraian Tugas Jabatan
1. Ketua / Wakil Ketua Panitia PPIN
a. Membuat dan mengevaluasi kebijakan PPIN.
b. Melaksanakan sosialisasi kebijakan PPIN agar kebijakan dapat dipahami dan
dilaksanakan oleh petugas kesehatan Rumah Sakit.
c. Menyusun SOP dan mengevaluasi pelaksanaan program PPIN, program pelatihan dan
pendidikan PPIN.
d. Memberi usulan untuk mengembangkan dan meningkatkan cara Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi.
e. Memberikan konsultasi pada petugas kesehatan Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya dalam PPIN.
f. Mengusulkan pengadaan alat dan bahan yang sesuai dengan prinsip PPIN dan aman
bagi yang menggunakan.
g. Mengidentifikasi temuan di lapangan dan mengusulkan pelatihan untuk meningkatkan
kemampuan petugas kesehatan dalam PPIN.
h. Melakukan pertemuan berkala, termasuk evaluasi kebijakan.
i.

j.

Memberikan usulan kepada Kepala Rumah Sakit untuk pemakaian antibiotika yang
rasional di Rumah Sakit berdasarkan hasil pantauan kuman dan resistensinya
terhadap antibiotika yang rasional di Rumah Sakit dan menyebarluaskan data
resistensi antibiotika.
Mengembangkan, mengimplementasikan dan secara periodik mengkaji kembali
rencana manajemen PPIN apakah telah sesuai kebijakan manajemen Rumah Sakit.

k. Memberikan masukan yang menyangkut konstruksi bangunan dan pengadaan alat dan
bahan kesehatan, renovasi ruangan, cara pemrosesan alat, penyimpanan alat dan
linen sesuai dengan prinsip PPIN.
l. Melakukan pengawasan terhadap tindakan tindakan yang menyimpang dari standar
prosedur atau monitoring proses surveilans.
m. Melakukan investigasi, menetapkan, dan melaksanakan penanggulangan infeksi bila
ada KLB di Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
2. Sekretaris
a. Mengatur penyelenggaraan kegiatan kesekretariatan Panitia PPIN agar proses
kegiatannya berjalan lancer
b. Membuat notulen setiap rapat Panitia PPIN
c. Mewakili ketua Panitia PPIN apabila berhalangan
d. Mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan intern organisasi yang telah di jadwalkan
secara tertib dan bertanggung jawab
e. Melaksanakan tugas sebagai anggota PPIN
3. IPCO (INFECTION PREVENTION AND CONTROL OFFICER)
a. Berkontribusi dalam diagnosis dan terapi infeksi yang benar.
b. Turut menyusun pedoman penulisan resep antibiotika dan surveilans.
c. Mengidentifikasi dan melaporkan kuman pathogen dan pola resistensi antibiotika.
d. Bekerjasama dengan IPCN memonitor kegiatan surveilans infeksi dan mendeteksi
serta menyelidiki KLB.
e. Membimbing dan mengajarkan praktek dan prosedur PPIN yang berhubungan dengan
prosedur terapi.
f. Turut memonitor cara kerja tenaga kesehatan dalam merawat pasien.
g. Turut membantu semua petugas kesehatan untuk memahami Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi.
4. IPCN (INFECTION PREVENTION AND CONTROL NURSE)
a. Mengunjungi ruangan setiap hari untuk memonitor kejadian infeksi yang terjadi di
lingkungan kerjanya, baik Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
b. Memonitor pelaksanaan PPIN, penerapan SOP dan kewaspadaan isolasi.
c. Melaksanakan surveilans infeksi dan melaporkan kepada Ketua Panitia PPIN.
d. Bersama Ketua Panitia PPIN melakukan pelatihan petugas kesehatan tentang PPIN di
Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
e. Melakukan investigasi terhadap KLB dan bersama sama Ketua Panitia PPIN
memperbaiki kesalahan yang terjadi.
f. Memonitor petugas kesehatan untuk mencegah penularan infeksi dari petugas
kesehatan ke pasien atau sebaliknya.
g. Bersama Ketua Panitia PPIN menganjurkan prosedur isolasi dan memberi konsultasi
tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi yang diperlukan pada kasus yang
terjadi di Rumah Sakit.
h. Audit Pencegahan dan Pengendalian Infeksi termasuk terhadap limbah, laundry, gizi,
dan lain lain dengan menggunakan daftar tilik.
i. Memonitor kesehatan lingkungan.
j. Memonitor terhadap pengendalian penggunaan antiotika yang rasional.
k. Mendesain, melaksanakan, memonitor, dan mengevaluasi surveilans infeksi yang
terjadi di Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

l.
m.
n.
o.
p.
q.

Membuat laporan surveilans dan melaporkan ke Ketua Panitia PPIN dan Kepala
Rumah Sakit.
Memberikan motivasi dan teguran tentang kepatuhan pelaksanaan PPIN.
Memberikan saran desain ruangan Rumah Sakit agar sesuai dengan prinsip PPIN.
Meningkatkan kesadaran pasien dan pengunjung Rumah Sakit tentang PPIN.
Meningkatkan kesadaran pasien, pengunjung, dan keluarga tentang topik infeksi yang
sedang berkembang di masyarakat, infeksi dengan insiden tinggi.
Sebagai koordinator antara Departemen atau Unit dalam mendeteksi, mencegah, dan
mengedalikan infeksi Rumah Sakit.

5. IPCLN (INFECTION PREVENTION AND CONTROL LINK NURSE)


a. Mengisi dan mengumpulkan formulir suveilans setiap pasien di unit rawat inap masing
masing, kemudian menyerahkannya kepada IPCN ketika pasien pulang.
b. Memberikan motivasi dan teguran tentang pelaksanaan kepatuhan PPIN pada setiap
personel ruangan di unit rawatnya masing masing.
c. Memberitahukan kepada IPCN apabila ada kecurigaan adanya infeksi nosokomial
kepada pasien.
d. Berkoordinasi dengan IPCN saat terjadi infeksi potensial KLB, penyuluhan bagi
pengunjung di ruang rawat masing masing, konsultasi prosedur yang harus
dijalankan bila belum paham.
e. Memonitor kepatuhan petugas kesehatan yang lain dalam menjalankan standar isolasi.
6. UNSUR PENDUKUNG PPIN
a. Membantu Pelaksanaan Program PPIN
b. Membantu Mobilisasi ketika terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa)

BAB IV
FASILITAS DAN PERALATAN
Peralatan diperlukan untuk mendukung proses kegiatan pelaksanaan PPIN agar dapat
berjalan lancar. Fasilitas Panitia PPIN yang ideal meliputi :
1. Sarana dan prasarana :
a. Ruang Sekretariat dan tenaga sekretaris yang full time
b. Komputer, printer, internet
c. Telepon dan faksimili
d. Alat tulis kantor untuk kerja, formulir pemantauan, pengendalian, penilaian dan tindak
lanjut etik layanan kesehatan di Rumah Sakit
e. Buku Pedoman Panitia PPIN dari Depkes RI
f. Buku Pedoman PPIN Rumah Sakit Tk. II 03.05.01 Dustira
g. Prosedur Kerja Panitia PPIN
2. Tenaga
Dibutuhkan minimal 11 (sebelas) orang staf medis fungsional, 5 (lima) orang Staf
keperawatan (Tim IPCN), 35 orang Staf keperawatan dan penunjang medis (IPCLN), 1
orang staf administrasi.

3. Dana
Diperlukan anggaran pembiayaan untuk menunjang kegiatan operasional Panitia PPIN.
Rencana Anggaran ini disusun dan di ajukan pada setiap tahun anggaran melalui rencana
usulan kegiatan Panitia PPIN, dan dimasukkan dalam Anggaran Operasional Rumah Sakit.

BAB V
KEBIJAKAN, STRATEGI DAN PROSEDUR KERJA
Kebijakan
1. Kebijakan Eksternal
Kebijakan dan komitmen Kepala Rumah Sakit sebagai landasan Panitia Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi Nosokomial (PPIN) adalah :
a. Bahwa rumah sakit berkewajiban memberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan
kerja kepada seluruh karyawan, mahasiswa akper ataupun kedokteran yang mau
melaksanakan praktek dan karyawan medis maupun non medis selama menjalankan
fungsi dan tugasnya di rumah sakit melalui panitia PPIN
b. Bahwa pasien dan pengunjung berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang
maksimal untuk mencegah terjadinya resiko infeksi nosokomial selama dirawat di rumah
sakit.
2. Kebijakan internal
a. Panitia PPIN merupakan bagian yang tak terpisahkan dari manajemen Rumah Sakit
b. Setiap bentuk dan pelaksanaan kegiatan PPIN harus selalu berpedoman pada visi, misi
panitia PPIN, buku pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi yang dikeluarkan
oleh Kepala Rumkit Dustira.
c. PPIN harus di jadikan sebagai budaya, bagi setiap individu yang bekerja di Rumah Sakit

3. Kebijakan Pengelolaan
Prinsip Pengelolaan : Membentuk suatu Panitia PPIN di tempat kerja dengan
melibatkan unsur manajemen, sumber daya manusia, kondisi dan lingkungan kerja yang
terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi angka infeksi nosokomial yang
diakibatkan karena pelayanan yang diberikan di rumah sakit.
Pengelolaan program/kegiatan PPIN di lingkungan Rumkit Tk. II Dustira dilakukan
secara komprehensif, terintegrasi serta berkelanjutan oleh masing-masing unit terkait, serta
di koordinasikan oleh suatu Panitia PPIN yang kedudukan dan susunan anggotanya terdiri
dari unsur pimpinan dan staf pelaksana Rumkit Tk. II Dustira yang terlatih dan Panitia ini
bertanggung jawab iangsung kepada Kepala Rumah Sakit. Kedudukan, tugas dan fungsi
ketua dan anggota, ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Rumkit Tk. II Dustira .

Dalam melaksanakan kegiatannya Panitia PPIN harus mengacu pada pedoman


pelaksanaan PPIN di Rumkit Tk. II Dustira yang ditetapkan oleh Kepala Rumah Sakit, dan
selalu harus berkoordinasi dengan setiap bagian, instalasi, unit fungsional maupun non
fungsional dalam upaya mewujudkan terlaksananya pelaksanaan PPIN di rumah sakit yang
berperan dalam memantau,mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan PPIN.
Program kegiatan PPIN mendapat dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja (APB) Rumkit Tk. II Dustira setiap tahun maupun sumber pendanaan lain yang sah
yang kemudiaan dialokasikan baik secara terintegrasi melalui kegiatan program PPIN di
masing-masing bagian/unit pelayanan terkait maupun khusus melalui Panitia PPIN Rumkit
Tk. II Dustira .
Panitia PPIN berkewajiban menyusun rencana program tahunan 1 (satu) bulan
sebelum penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB)- Rumkit Tk. II
Dustira untuk mendapat persetujuan dari Ka Rumkit, kemudian ketika program sedang
berjalan harus menyusun sistem pemantauan dan evaluasi serta menyampaikan laporan
kepada Ka Rumkit.
Panitia PPIN berperan aktif bersama unit-unit terkait dalam penyusunan pedoman
pelaksanaan PPIN untuk selanjutnya memintakan persetujuan dan pemberlakuan dari Ka
Rumkit Tk. II Dustira.
4. Kebijakan pelaksanaan
a. Tata cara pelaksanaan program/kegiatan PPIN di lingkungan Rumkit Tk. II Dustira
dilaksanakan menurut pedoman yang disusun berdasarkan peraturan perundang undangan serta kebijakan umum ini, untuk kemudian dilaksanakan dilapangan menurut
prosedur tetap ataupun petunjuk teknisnya sebagai penjabaran operasional dari
pedomannya.
b. Prosedur tetap dan atau petunjuk teknis dibuat oleh Panitia PPIN maupun oleh unitunit
pelaksanaan
terkait
sesuai
dengan
kepentingannya,
sedangkan
pendokumentasian dan pengadministrasiannya dilakukan oleh Panitia PPIN
c. Agar seluruh program PPIN dilingkungan Rumkit Tk. II Dustira dapat terselenggara
dengan cara efisien, efektif dan produktif maka pelaksanaannya melalui penerapan
sistem rnanajemen PPIN.

Strategi
1. Penyelenggara dan Pengelola Rumah Sakit memberikan dukungan penuh terhadap
pelaksanaan Pencegahan dan pengendalian infeksi
2. Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeks (PPIN) perlu di dukung oleh :
a. Struktur organisasi, ketentuan, peraturan, tata tertib dan prosedur operasional yang
lengkap sehingga dapat berjalan dengan baik
b. Sarana dan Prasarana yang memadai setiap unit kerja disesuaikan dengan kegiatan
yang dilaksanakan di unit tersebut yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh
panitia PPIN.
c. Tenaga professional dan tenaga yang terlatih serta mempunyai pengetahuan dibidang
PPIN sehingga semua kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan optimal.
Prosedur Kerja

Prosedur kerja adalah acuan kerja bagi staf dalam melaksanakan tugasnya, sehingga tidak
terjadi kesimpang siuran karena ketidak jelasan. Beberapa prosedur kerja yang diperlukan
untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan Panitia PPIN adalah :
1. Protap Kebijakan Cuci Tangan
2. Protap Prosedur Cuci Tangan
3. Protap Dekontaminasi
4. Protap penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
5. Protap Perlindungan Minimum Bagi Semua Pasien
6. Penanganan Pasien Dengan MRSA
7. Pengambilan Spesimen Pada Dugaan Infeksi Nosokomial : Infeksi Luka Operasi
8. Protap Perawatan Luka
9. Protap Dekontaminasi Tumpahan Darah (Cairan Tubuh)
10. Protap Dekontaminasi Alat-Alat Kesehatan
11. Protap Dekontaminasi Meja Kerja / Operasi
12. Protap Alat Pelindung Diri (APD) Untuk Petugas Linen
13. Protap Pembersihan Kereta Dorong Untuk Barang-Barang Yang Kotor
14. Protap Pelayanan Sterilisasi Di Luar Jam Kerja
Dasar Hukum
Perumusan dan penyusunan pedoman penyelengaraan Panitia PPIN mengacu kepada :
1. Undang-undang No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan
2. Peraturan Menkes RI No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
3. Peraturan Menkes RI No. 159b/Menkes/Per/II/1998 tentang Rumah Sakit
4. SK.Menkes RI No. 1333 Menkes/SK/XlI/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit.
5. Peraturan MENAKER No. 5/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja.
6. Peraturan MENKES No. 986/Menkes/Per/XI/1992 tentang Persyaratan Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit.
7. Peraturan MENKES No. 159b/Menkes/Per/lI/1988 tentang Pengaturan Cara-cara
Akreditasi Rumah Sakit
8. SK Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI NoYM.00.03.2.2.571 tentang
Sertifikat Akreditasi Rumah sakit
9. Keputusan Kasad nomor Kep/50/XII/2006 tanggal 29 Desember 2006 tentang Organisasi
Tugas Rumkit Tk. II 03.05.01 Dustira.

BAB VI
PENGEMBANGAN STAF DAN PROGRAM PENDIDIKAN
Pengembangan Staf dan program pendidikan panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Nosokomial (PPIN) di dasarkan pada pengembangan tenaga professional yang sudah terlatih
dan pelaksanaan PPIN sehingga program PPIN dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien
dalam rangka menurunkan angka kejadian infeksi nosokomial.
Pengembangan Panitia PPIN
Perencanaan Pengembangan Panitia PPIN di bagi dalam 3 tahap yaitu :

1. Program jangka pendek


a. Melengkapi sarana, prasarana dari peralatan minimal yang diperlukan untuk
mendukung operasional kerja Panitia PPIN, sehingga dapat bekerja secara efektif dan
efisien.
b. Melaksanakan fungsi administrasi umum Panitia PPIN agar proses kegiatan berjalan
lancar dan mengacu pada standart prosedur operasional yang telah ditetapkan.
c. Melaksanakan fungsi pengendalian PPIN, agar sesuai dengan pedoman yang telah
ditetapkan.
2. Program jangka menengah
Melaksanakan fungsi pelayanan dan pengawasan PPIN dengan tujuan meningkatkan mutu
pelayanan rumah sakit melalui PPIN yang dilaksanakan oleh Tim PPIN di semua
departemen / unit terkait di Rumkit Tk. II Dustira secara lengkap dan obyektif sesuai
dengan prosedur yang ditetapkan.
3. Program jangka panjang
Melaksanakan fungsi penelitian dan pelatihan PPIN sehingga dapat dilaksanakan sesuai
dengan prosedur yang ditetapkan sehingga selalu dapat menyesuaikan tuntutan dan
perkembangan ilmu dan teknologi di bidang PPIN
Pengembangan Staf
Pengembangan anggota Panitia PPIN diarahkan untuk mendukung terlaksananya programprogram pengembangan Panitia PPIN, yang dibagi dalam 3 tahap, yaitu :
1. Tahap pertama
a. Pemahaman anggota Panitia PPIN terhadap pedoman pengorganisasian PPIN dan
Prosedur kerja yang telah ditetapkan
b. Pembudayaan cara kerja anggota Panitia PPIN yang selalu konsisten dengan prosedur
kerja yang telah di bakukan
2. Tahap kedua
Pembekalan kepada anggota Panitia PPIN tentang proses dan mekanisme pelaksanaan,
pengendalian, dan penilaian PPIN yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,
sehingga tiap anggota paham dan dapat memberikan informasi tentang PPIN
3. Tahap ketiga
a. Pembekalan kepada anggota Panitia PPIN mengenai prinsip dasar PPIN sehingga
mampu membuat perencanaan peningkatan mutu PPIN Rumah Sakit.
b. Pembekalan kepada anggota Panitia PPIN tentang ilmu pengetahuan dan teknologi
yang berkaitan dengan PPIN, sehingga mempunyai wawasan yang luas tentang
pelaksanaan, pengendalian dan penilaian PPIN serta mengadakan suatu upaya-upaya
peningkatan mutu PPIN.
Pendidikan Staf
Pendidikan staf diarahkan pada upaya pembekalan anggota Panitia PPIN mampu
melaksanakan tugasnya dengan maksimal sesuai hak dan kewenangannya sehingga fungsi
Panitia PPIN dapat maksimal. Program Pendidikan ini ditujukan kepada seluruh staf secara
terbuka, sepanjang memenuhi persyaratan dan kriteria yang ditentukan. Cara pendidikan staf
dapat ditempuh dengan formal maupun informal pada setiap ada kesempatan, dapat berupa

kegiatan : Study pustaka, Study banding, temuan ilmiah, kursus, pelatihan, in house training
atau pendidikan formal yang berkaitan dengan PPIN, baik secara langsung maupun tidak
langsung. Langkah-langkah kegiatan program pendidikan staf ini disusun sesuai kesempatan
dan kemampuan yang ada, adalah sebagai berikut :
1. Prioritas pertama
Study kepustakaan, dengan cara mempelajari buku-buku pedoman tentang PPIN, Buku
Pedoman Pengorganisasian Panitia PPIN prosedur kerja yang telah ditetapkan.
2. Prioritas kedua
a. Study banding ke rumah sakit lain yang lebih baik dalam hal pengelolaan Panitia PPIN
b. Mengikuti kursus/pelatihan ilmiah yang berkaitan dengan PPIN pada setiap ada
kesempatan.
3. Prioritas ketiga
Mengikuti pendidikan formal yang berkaitan dengan PPIN atau mengangkat staf fungsional
yang berpengalaman dalam upaya peningkatan mutu PPIN di Rumah Sakit.

BAB VII
EVALUASI DAN PENGENDALIAN MUTU
Keberhasilan PPIN di Rumkit Tk. II Dustira ditentukan oleh keberhasilan Panitia ini dalam upaya
melaksanakan tugas dan fungsinya. Oleh sebab itu untuk evaluasi dan pemantauan
pelaksanaan program/kegiatan PPIN perlu dilihat dari system Panitianya, yaitu aspek masukan,
proses dan outputnya.
Kriteria Evaluasi
Aspek Masukan
Tersedianya buku pedoman pelaksanaan administrasi dan manajemen Panitia PPIN dan
prosedur kerjanya dan formulir kegiatan PPIN di Rumkit Tk. II Dustira.
Adanya unit pelaksanaan yang bertanggung jawab melaksanakan program/kegiatan PPIN
Adanya dana dan sarana untuk kegiatan Panitia PPIN
Disusunnya Program Kerja dari Panitia PPIN
Aspek Proses
Dilaksanakan rencana kegiatan Panitia PPIN sesuai dengan perencanaan, antara lain :
a. Pemantauan pelaksanaan program/kegiatan PPIN di Rumkit Tk. II Dustira
b. Pencegahan dan pengendalian Infeksi terhadap pasien, petugas dan pengunjung di
Rumkit Tk. II Dustira
c. Pemantauan dan peningkatan upaya keselamatan pasien rumah sakit
d. Mendesain, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi surveilans infeksi yang
terjadi di rumah sakit.
e. Memonitor pelaksanaan PPI, penerapan SOP, kewaspadaan isolasi
f. Memonitor kesehatan lingkungan
Aspek Output
Terselenggaranya program/kegiatan PPIN di Rumkit Tk. II Dustira yang lancar tepat waktu
dan tepat sasaran.

Bentuk Kegiatan
Evaluasi dan pemantauan program/kegiatan PPIN dilaksanakan oleh Panitia PPIN melalui
berbagai cara/pendekatan yang ada antara lain :
Laporan kegiatan bulanan dari Panitia PPIN
Laporan tahunan dari Panitia PPIN
Ditetapkan
: Di Cimahi
Pada Tanggal :
Januari 2013
Kepala Rumah Sakit Dustira

dr. Ahmad Khotib


Kolonel Ckm NRP. 32519