Anda di halaman 1dari 9

Enjel Santoso Simanjuntak| Antibacterial Activity Of Makasar (Brucea Javanica) and Andaliman

(Zhanthoxylum Achanthopodium)

Judul

: Aktifitas Antibakteri Buah Makasar (Brucea Javanica)


dan
Buah Andaliman Zhantoxylum
Achanthopodium)

Jenis artikel
Penulis
Afilasi

: Artikel Review
: Enjel Santoso Simanjuntak
: Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Korespondensi Penulis
Nama
Alamat Lengkap
Gedung Meneng
Telepon
E-mail

: Enjel Santoso Simanjuntak


: Jalan Abdulmuis 6 Pondok Abas Alqindi No 2b,
: 082281293705
: santossmjtk@gmail.com

J MAJORITY|VOLUME 1 VOMOR 1|APRIL


2015|

Enjel Santoso Simanjuntak| Antibacterial Activity Of Makasar (Brucea Javanica) and Andaliman
(Zhanthoxylum Achanthopodium)

[TINJAUAN PUSTAKA]

Aktifitas Antibakteri Buah Makasar (Brucea Javanica)


dan Buah Andaliman (Zhantoxylum achanthopodium)
Enjel Santoso Simanjutak
Faculty of Medicine, University of Lampung
Abstrak
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara pusat keanekaragaman genetika dari tumbuhan
rempah-rempah. Dari berbagai jenis rempah-rempah yang ada di Indonesia, ada dua jenis rempahrempah yang dipercaya dapat sebagai antibakteri, yaitu Buah Makasar ( Brucea javanica [L.] Merr.)
dan tanaman bumbu Buah Andaliman (Zhanthoxylum acanthopodium DC.). Penyakit infeksi telah
menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia.
Pemberian antibiotic, telah lama menjadi salah satu terapi dalam menyembuhkan penyakit infeksi,
namun, apabila pemberian antibiotic tidak dilakukan secara rasional, hal ini dapat menimbulkan
masalah baru, yaitu munculnya patogen yang bersifat resisten. Salah satu bakteri yang menjadi
etiologi dari infeksi adalah bakteri Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli dapat menyebabkan
penyakit pada saluran pencernaan, bisa juga menyebabkan diare, dan jika sampai parah bisa
sampai pendarahan usus. Hasil penelitian menyatakan bahwa Buah Andaliman dan Buah Makasar
memberikan pengaruh pada sifat fungsional seperti antioksidan dan antimikroba dengan senyawa
flavanoid,minyak atsiri ,tanin dan alkaloid.
Kata kunci : escherichia coli, Buah Andaliman, Buah Makasar.

Antibacterial Activity Of Makasar (Brucea javanica) and Sichuan


Pepper Fruits (Zhantoxylum achanthopodium)
Abstract
Indonesia is known as one of the central country which has genetic diversity of herbs spices. From
many different types of spices that exist in Indonesia, there are actually two types of herbs that can
be trusted as antibacterial herbs. They are Makasar (Brucea javanica [l.] Merr.), and plants of
spice Sichuan Pepper fruits (Zanthoxylum acanthopodium DC.). Infectious diseases have become
one of the biggest health problems in humans daily life. This infectious problem has been occurring
not only in Indonesia, but also in every corner all over the world. Allotment of the antibiotic has long
been one of the therapy in curing infectious disease. It is, however, if the distribution of antibiotic is
done irrationally, this one will surely give and impacting new problems, that it will bring on the
emergence
of pathogens
that are resistant.
One
of
the
bacteria that
becomes
etiology of infections Escherichia coli bacteria. Escherichia coli bacteria can effect disease in the
digestive tract. It can also cause diarrhea, and if the disease is severe intestinal problem, it can
make bleeding up. Results of the study and research stated that the fruits of Sichuan Pepper and
Makasar exert influence on functional properties such as, antioxidants, anti-microbe, and flavanoid
compounds with antimicrobial, essential oils, tannins, and alkaloids.
Key words: escherichia coli, Sichuan Pepper Fruit, fruit Macassar.

Korespondensi : Enjel Santoso Simanjuntak| santossmjtk@gmail.com| telp. 082281293705

Pendahuluan

Penyakit infeksi telah menjadi


salah
satu
masalah
kesehatan
terbesar, tidak hanya di Indonesia
tapi juga di dunia.
Pemberian
antibiotic, telah lama menjadi salah
satu terapi dalam menyembuhkan
penyakit infeksi, namun, apabila
pemberian antibiotic tidak dilakukan
secara rasional, hal ini dapat
menimbulkan masalah baru, yaitu
munculnya patogen yang bersifat
resisten.(1)

Dalam definisi luas antibakteri


adalah suatu zat yang mencegah
terjadinya
pertumbuhan
dan
reproduksi bakteri. Pada tahun 2009
dan 2010 di Indonesia penyebab
penyakit infeksi sekitar 3,38%. Salah
satu bakteri yang menjadi etiologi
dari
infeksi
adalah
bakteri
Escherichia coli. Escherichia coli
dapat menyebar melalui debu yang
terkontaminasi
atau
melalui
makanan
dan
minuman
yang
terkontaminasi dengan feses Bakteri
Escherichia coli dapat menyebabkan

J MAJORITY|VOLUME 1 VOMOR 1|APRIL


2015|

Enjel Santoso Simanjuntak| Antibacterial Activity Of Makasar (Brucea Javanica) and Andaliman
(Zhanthoxylum Achanthopodium)

penyakit pada saluran pencernaan,


bisa juga menyebabkan diare, dan
jika sampai parah bisa sampai
pendarahan usus.(2)(3)
Penelitian-penelitian
telah
banyak dilakukan terutama terhadap
berbagai jenis tanaman rempahrempah.
Rempah-rempah
dan
beberapa jenis tanaman secara
empiris
mempunyai
aktivitas
antibakteri dan secara tradisional
banyak yang digunakan sebagai
pengobatan. Bahan dalam bentuk
segar, ekstrak, dan minyak banyak
digunakan sebagai obat antiradang,
analgesik dan sebagai obat anti
diare. Dari berbagai jenis rempahrempah yang ada di Indonesia, ada
dua jenis rempah-rempah yang
dipercaya dapat sebagai antibakteri,
yaitu Buah Makasar ( Brucea
javanica [L.] Merr.) dan tanaman
bumbu
Buah
Andaliman
(Zhanthoxylum acanthopodium DC.).
(6)

Indonesia dikenal sebagai salah


satu negara pusat keanekaragaman
genetika dari tumbuhan rempahrempah.
Rempah-rempah selain
digunakan
sebagai
obat-obatan
tradisional, juga digunakan sebagai
bumbu masakan untuk memberikan
cita rasa dan membangkitkan selera
makan.
Indonesia telah diketahui
sebanyak 63 jenis rempah yang
dipergunakan, namun baru 57 jenis
yang ditulis secara lengkap meliputi
informasi, nama ilmiah, sinonim,
nama lokal, deskripsi, keragaman,
persebaran ekologi, pengaruh musim
terhadap pemBuahan, genetik, dan
sitologi,
pemanfaatan,
komposisi
kimia dan fisik, penanaman dan
aturan serta literatur.(4) (5)
Penggunaan tumbuhan sebagai
bahan obat sudah dikembangkan di
Indonesia, demikian juga tentang
tumbuhan Buah Makasar yang sering
digunakan
masyarakat
sebagai
bahan obat.
Tumbuhan Buah
Makasar
secara
empiris
telah
dimanfaatkan sebagai bahan obat
untuk mengatasi disentri, diare dan
malaria,
daunnya
juga
dapat
digunakan untuk mengobati infeksi
pada hewan ternak yang mengalami

luka dan pembengkakan pada daerah


perut.
Selain tumbuhan Buah
Makasar yang digunakan sebagai
antibakteri ada juga tanaman bumbu
yang digunakan sebagai antibakteri
yaitu tanaman Buah Andaliman atau
nama
latinnya
Zhanthoxylum
acanthopodium DC. Hasil penelitian
tentang
Buah
Andaliman
menyatakan bahwa bubuk rempah
Andaliman
mampu
menghambat
pertumbuhan bakteri S.typhimurium,
S. aureus, V. cholera dan B.subtitis.
Hasil ini menunjukkan bahwa Buah
Andaliman selain sebagai bumbu
masak
ternyata
dapat
juga
digunakan sebagai antibakteri. (6)(7)
Berdasarkan
latar
belakang
masalah dan fenomena diatas,
penulis tertarik untuk membuat
kajian pustaka tentang aktifitas
antibakteri
pada
Ekstrak
Buah
Makasar (Brucea javanica [L.] Merr.)
dan Buah Andaliman (Zhantoxylum
achathopodium
DC.)
Terhadap
Bakteri Escherichia coli.

Isi
Penggunaan
obat
herbal
memang telah dikembangkan di
Indonesia namun hanya beberapa
yang telah dibuat dalam penelitian
dan mempunyai fitofarmaka yang
jelas. Hal ini membuat para penelitipeneliti semakin bersemangat untuk
meneliti tentang obat herbal untuk
menemukan fitofarmaka yang jelas
pada tanaman yang diteliti. Buah
Makasar dan Buah Andaliman adalah
salah satu tanaman yang telah
diteliti oleh banyak orang dengan
berbagai manfaat.
Buah Makasar tumbuh liar
dihutan, kadang-kadang ditanam
sebagai tanaman pagar.
Buah
Makasar mempunyai ciri-ciri perdu
tegak, tinggi 1 2,5 meter, berambut
halus warna kuning.
Daunnya
berupa daun majemuk menyirip
ganjil, jumlah anak daun 5 13,
bertangkai,
letak
berhadapan.
Helaian anak daun berbentuk lanset
memanjang,
ujung
meruncing,
pangkal berbentuk baji, tepi bergerigi
kasar, permukaan atas berwarna
hijau, permukaan bawah berwarna

J MAJORITY|VOLUME 1 VOMOR 1|APRIL


2015|

Enjel Santoso Simanjuntak| Antibacterial Activity Of Makasar (Brucea Javanica) and Andaliman
(Zhanthoxylum Achanthopodium)

hijau muda, panjang 5 10 cm, lebar


2 4 cm. Bunga majemuk berkumpul
dalam rangkaian berupa mulai padat
yang keluar dari ketiak daun, warna
ungu kehijauan. Buahnya Buah batu
berbentuk
bulat
telur,
panjang
sekitar 8 mm, jika sudah masak
berwarna hitam. Biji bulat, berwarna
putih,
Buah
Makasar
dapat
(8)
diperbanyak dengan biji.
Berdasarkan
klasifikasi
tumbuhan, tumbuhan Buah Makasar
termasuk
famili
simaroubaceae.
Adapun klasifikasinya yaitu: Kingdom
Plantae (Tumbuhan), Subkingdom
Tracheobionta
(Tumbuhan
Berpembuluh),
Super
Divisi
Spermsthopyta (Menghasilkan Biji),
Divisi
Magnoliophyta
(Tumbuhan
Berbunga),
Kelas
Magnoliopsida
(Berkeping Dua/ Dikotil), Subkelas
Rosidae, Ordo Sapindales, Famili
Simaroubaceae,
Genus
Brucea,
Spesies Brucea javanica (L.) Merr.(9)
Khasiat Buah Makasar dapat
membersihkan racun, menghentikan
pendarahan
(hemostatis),
membunuh
parasit,
antidisentri,
antikanker, antimalaria, antioksidan
dan antimikroba.(10) Buah Makasar
mengandung alkhaloid (brucamarine,
yatanine),
glikosida
(brucein,
yatanoside A dan B, kosamine), dan
fenol (brucenol, asam brukeloik).
Bijinya mengandung brusatol dan
bruceine A, B, C, E, F, G, H. daging
Buahnya
mengandung
minyak
lemak, asam oleat, asam linoleat,
asam stearat, dan asam palmitoleat.
Buah dan daunnya mengandung
tanin.
Rasanya pahit, sifatnya
dingin, beracun (toksik).(10)
Tabel 1. Komponen Kimia Buah Makasar
(B. Javanica)
N Senyawa kimia
Senyawa yang
o
terdapat pada
Buah Makasar
1
Alkaloid
+
2
Flavonoid
+
3
Saponin
+
4
Tanin
+
5
Kuinon
6
Steroid/Triterp
+
en
7
Kumarin
Keterangan: (+) mengandung senyawa yang diuji

(-) tidak mengandung senyawa yang


diuji.

(11)

Keistimewaan kandungan Buah


Makasar yang dapat digunakan
sebagai antibakteri terdapat juga
pada Buah Andaliman.
Tanaman
Andaliman
mempunyai
ciri-ciri
berperawakan perdu dengan tinggi 38 meter, batang dan cabang merah
kasar beralur, berbulu halus dan
berduri. Buahnya bulat hijau kecil,
bila digigit mengeluarkan aroma
wangi dan rasa tajam yang khas
serta dapat merangsang produksi air
liur. Andaliman termasuk tanaman
perdu. Klasifikasi menurut (Hsuan
Keng,
1978)
yaitu
Divisi
Spermathophyta,
Anak
Divisi
Angiospermae,
Kelas
Dicotyledoneae, Bangsa Geraniales,
Suku Rutaceae, Marga Zanthoxylum,
Jenis Zanthoxylum achanthopodium
DC. (5)
Andaliman
adalah
sumber
senyawa polifenolat, monoterpen
dan seskuiterpen, serta kuinon.
Selain itu dalam Andaliman juga
terdapat kandungan minyak atsiri
seperti geraniol, linalol, ceneol, dan
citronellal
yang
menimbulkan
kombinasi bau mintz dan lemon.
Sehingga jika dimakan meninggalkan
efek menggetarkan alat pengecap
dan menyebabkan lidah terasa kebal.
(12)

Dalam
penelitian
katzer
dikatakan bahwa fraksi non volatil
dari
genus
zhanthoxylum
diidentifikasikan
mengandung
senyawa flavanoid, terpen, alkanoid,
pyranogunoline alkaloid, quartenary
isoquinoline alkaloid, aporphyrine
alkaloid, dan beberapa jenis ligan.
Ligan ini sendiri adalah senyawa
yang
diduga
berperan
sebagai
antioksidan pada fraksi non volatil
ekstrak Andaliman.
Penelitianpenelitian telah membuktikan bahwa
kandungan senyawa Buah Andaliman
memiliki aktifitas fisiologis yang aktif
sebagai antioksidan dan antimikroba
yang potensial.(12)
Dalam Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia dikatakan bahwa
Buah Andaliman memiliki kandungan
gizi dan hal ini telah diteliti. Pada

J MAJORITY|VOLUME 1 VOMOR 1|APRIL


2015|

Enjel Santoso Simanjuntak| Antibacterial Activity Of Makasar (Brucea Javanica) and Andaliman
(Zhanthoxylum Achanthopodium)

100 gram Buah Andaliman dengan


bagian yang dikonsumsi adalah
seluruh
bagian
Buah
(100%)
didapatkan kandungan energi; 99
kkal, protein; 4,6 gram, lemak; 1
gram, karbohidrat; 18 gram, kalsium;
383 mg, fosfor; 107 mg, 2,9 mg,
vitamin A; 0 IU, vitamin B1; 3 mg,
vitamin C; 14,7 mg.(13)
Dari kandungan Buah Makasar
dan Buah Andaliman telah terbukti
dapat digunakan sebagai salah satu
antibakteri. Salah satu bakteri yang
sering ditemukan dalam kehidupan
sehari-hari
seperti
pada
feses
manusia yaitu bakteri escherichia
coli. Bakteri Escherichia coli adalah
sebuah nama bakteri yang diambil
dari
nama
orang
yang
menemukannya
yaitu
Theodor
Escherich. Pada tahun 1907 Massini
memberi
nama
E.coli
sebagai
Bacterium coli mutable. Taksonomi
Escherichia coli yaitu : Kingdom
Bateria,
Divisio
Proteobacteria,
Classis Gammaproteobacteria, Ordo
Enterobacteriales,
Familia
Enterobacteriaceae,
Genus
Escherichia, Spesis Escherichia coli.
Escherichia coli adalah bakteri
gram negatif yang bersifat anaeorob.
E.coli termasuk bakteri enterik yang
secara normal berada di usus besar
manusia. Sebagian besar galur E.coli
tidak
berbahaya
dan
justru
bersimbiosis
mutualisme
dengan
manusia.
E.coli dapat membantu
melindungi tubuh dari infeksi bakteri
lain
dengan
berkompetisi
dan
menghasilkan colisin yang dapat
menghambat pertumbuhan patogen
enterik lain seperti bakteri Shigella
dan salmonell.(14)
Bakteri
E.coli
dapat
juga
sebagai bakteri patogen di tubuh
hewan dan manusia, beberapa famili
Escherichia coli yang patogen dalam
tubuh
yaitu
Escherichia
coli
enteropatogenic (EPEC), Escherichia
coli enterotoksigenik (ETEC) yang
memproduksi dua jenis enterotoksin
yaitu toksin yang labil terhadap
panas (LT) dan toksin yang stabil
terhadap panas (ST), Escherichia coli
enteroinvasif (EIEC), dan Escherichia
coli enterohemoragik (EHEC) atau

Escherichia coli yang memproduksi


verositotoksin ( VTEC).
Backteri
eschericia
coli
mempunyai
beberapa
gejala
berdasarkan familinya yaitu :
1. Infeksi EPEC
Escherichia
coli
tipe
enteropatogenik melekat pada
mukosa usus dan mengubah
kapasitas
absorpsi
usus,
menyebabkan muntah, diare, nyeri
abdomen serta demam.
2. Infeksi ETEC
Efeknya
pada
kesehatan
diperantarai oleh enterotoksin.
Gejalanya meliputi diare (yang
berkisar dari diare afebril ringan
sampai
sindrom
mirip-kolera
dengan diare yang banyak tanpa
darah
atau
mukus),
kram
abdomen serta muntah, yang
kadang-kadang
menimbulkan
dehidrasi dan syok.
3. Infeksi EIEC
Kelainan inflamasi pada mukosa
dan
submukosa
usus
yang
disebabkan
oleh
invasi
dan
multiplikasi EIEC dalam sel epitel
kolon. Gejalanya meliputi demam,
nyeri
abdomen
yang
hebat,
muntah dan diare cair (pada <10%
kasus,
tinjanya
mungkin
mengandung
darah
dan
mengandung mukus).
4. Infeksi EHEC
Kram abdomen, diare cair yang
dapat berubah menjadi diare
berdarah
(kolitis
hemoragik).
Demam dan muntah juga dapat
terjadi.(15)
Infeksi yang disebabkan oleh
bakteri EPEC, ETEC, EIEC, EHEC
dapat berakibat fatal jika tidak
ditangani secara langsung.
Ada
beberapa cara Untuk penanganan
bakteri famili escherichia coli yang
telah digunakan oleh masyasrakat.
Pengobatan akan bakteri escherichia
coli
dapat
mengunakan
obat
antibiotik
dan
dapat
juga
mengunakan obat herbal atau obat
fitofarmaka.
Dari beberapa penelitian yang
telah dilakukan, Kandungan yang ada
pada Buah Makasar dan Buah
Andaliman dapat dijadikan sebagai

J MAJORITY|VOLUME 1 VOMOR 1|APRIL


2015|

Enjel Santoso Simanjuntak| Antibacterial Activity Of Makasar (Brucea Javanica) and Andaliman
(Zhanthoxylum Achanthopodium)

antibakteri dengan proses ekstraksi


maserasi dengan etanol.
Dari
beberapa kandungan yang ada pada
ekstraksi Buah Makasar dan Buah
Andaliman berikut bahan aktif yang
berperan sebagai antibiotik yaitu :
1. Flavonoid
Aktivitas
farmakologi
dari
flavonoid
adalah
sebagai
antiinflamasi,
antibakteri,
analgesik, antioksidan. Flavanoid
merupakan senyawa polar yang
umumnya mudah larut dalam
pelarut
polar
seperti
etanol,
menthanol, butanol, dan aseton.
Flavanoid merupakan golongan
terbesar dari senyawa fenol,
senyawa fenol mempunyai sifat
efektif menghambat pertumbuhan
virus,
bakteri,
dan
jamur.
Senyawa-senyawa
flavanoid
umumnya bersifat antioksidan dan
banyak yang digunakan sebagai
salah satu komponen bahan baku
obat-obatan. Senyawa flavanoid
dan turunanya memilki dua fungsi
fisiologi tertentu, yaitu sebagai
bahan kimia untuk mengatasi
serangan
penyakit
(sebagai
antibakteri) dan anti virus bagi
tanaman. Para peneliti lain juga
menyatakan
pendapat
sehubungan dengan mekanisme
kerja
dari
flavonoid
dalam
menghambat
pertumbuhan
bakteri,
antara
lain
bahwa
flavonoid menyebabkan terjadinya
kerusakan permeabilitas dinding
sel
bakteri. Mekanisme
antiinflamasi terjadi melalui efek
penghambatan
pada
jalur
metabolisme asam arakhidonat,
pembentukan
prostaglandin,
pelepasan histamin pada radang.
Manfaat lain dari flavanoid adalah
melindungi struktur sel tubuh.
Flavanoid mengandung senyawa
fenol. Fenol merupakan sejenis
alkohol bersifat asal sehingga
disebut juga asam karbolat. Fenol
memiliki
kemampuan
mendenaturasi
protein
dan
merusak dinding sel bakteri.
2. Minyak Atsiri
Minyak
atsiri
juga
berperan
sebagai antibakteri dengan cara

membantu proses terbentuknya


membran
atau
dinding
sel
sehingga tidak terbentuk. Hal ini
bisa terjadi karena minyak atsiri
memiliki gugus hidroksil yang
berikatan yang berikatan melalui
proses arbsorpsi melalui ikatan
hidrogen.
3. Terpenoid
Terpenoid merupakan senyawa
fenol
yang
bersifat
lipofilik.
Mekanisme kerja terpenoid adalah
dengan jalan merusak membran
sel.
Terpenoid
tumbuhan
mempunyai
manfaat
penting
sebagai
obat
tradisional,
antibakteri,
anti
jamur
dan
gangguan kesehatan. Beberapa
hasil
penelitian
menunjukkan
bahwa senyawa terpenoid dapat
menghambat
pertumbuhan
dengan
mengganggu
proses
terbentuknya membran dan atau
dinding sel, membran atau dinding
sel tidak terbentuk atau terbentuk
tidak sempurna.(1)
4. Tanin
Senyawa kimia yang lain adalah
tannin. Mekanisme kerja tanin
sebagai antibakteri berhubungan
dengan kemampuan tannin dalam
menonaktifkan adhesion pada sel
mikroba (molekul yang menempel
pada sel inang) yang terdapat
pada
permukaan
sel.
Tanin
memiliki
potensi
antimikroba
karena
dapat
menginaktivasi
adhesin sel bakteri (molekul yang
menempel pada hospes) yang
terdapat pada permukaan sel, dan
mampu
menghambat
enzim
transport protein melalui membran
sel. Senyawa ini juga memiliki
bentuk
kompleks
dengan
polisakarida di dinding sel bakteri.
(3)

5. Alkaloid
Alkaloid merupakan golongan zat
tumbuhan sekunder yang terbesar.
Alkaloid
memiliki
kemampuan
sebagai antibakteri. Pada Buah
Makasar senyawa alkhaloid sangat
berperan
penting
sebagai
antibakteri. Selain itu senyawasenyawa glikosida (brucein) yang
menjadi senyawa aktif yang ada

J MAJORITY|VOLUME 1 VOMOR 1|APRIL


2015|

Enjel Santoso Simanjuntak| Antibacterial Activity Of Makasar (Brucea Javanica) and Andaliman
(Zhanthoxylum Achanthopodium)

pada Buah Makasar yang menjadi


senyawa yang paling kuat dalam
menggangu mekanisme bakteri.
Mekanisme yang diduga adalah
dengan
cara
mengganggu
komponen penyusun peptidoglikan
pada sel bakteri, sehingga lapisan
dinding sel tidak terbentuk secara
utuh dan menyebabkan kematian
sel tersebut.(1)

Ringkasan
Penyakit infeksi telah menjadi
salah
satu
masalah
kesehatan
terbesar, tidak hanya di Indonesia
tapi juga di dunia.
Pemberian
antibiotic, telah lama menjadi salah
satu terapi dalam menyembuhkan
penyakit infeksi, namun, apabila
pemberian antibiotic tidak dilakukan
secara rasional, hal ini dapat
menimbulkan masalah baru, yaitu
munculnya patogen yang bersifat
resisten.(1) Maka dari itu pengobatan
secara herbal menjadi salah satu
pengobatan yang telah banyak
dikembangkan dimasyarakat dalam
menangani bakteri. Salah satunya
yaitu Buah Makasar dan Buah
Andaliman, dengan proses ekstraksi
maserasi
dengan
etanol
maka
didapatkan
kandungan
senyawa
antibakteri dari Buah Makasar dan
Buah Andaliman.
Dari
penjelasan
tentang
kandungan aktif dari Buah Makasar
(Brucea javanica [L.] Merr.) dan Buah
Andaliman
(Zhantoxylum
achanthopodim) telas jelas bahwa
kandungan aktif yang berperan
sebagai
antibiotik
pada
Buah
Makasar adalah kandungan flavanoid
seperti brucenol dalam senyawa
fenol,
kandungan
alkhaloid
(Brucamarine,
yatanine
dan
golongan glikosida seperti bruceine)
dan kandungan tanin.
Sedangkan
pada Buah Andaliman, kandungan
aktif yang berperan aktif sebagai
antibiotik adalah kandungan minyak
atsiri (geraniol, linalol, ceneol),
kandungan senyawa flavanoid, dan
kandungan senyawa alkhaloid pada
Buah zhantoxylum yang khas seperti
pyranogunoline alkaloid, quartenary

isoquinoline
alkaloid.

alkaloid,

aporphyrine

Simpulan
Pada
penelitian-penelitian
yang telah dilakukan terhadap Buah
Makasar
dan
Buah
Andaliman,
diketahui bahwa Buah ini memiliki
kandungan
flavanoid,tanin,minyak
atsiri
dan
alkaloid
merupakan
kandungan aktif yang dapat dijadikan
sebagai antibiotik, dan antiinflamasi.
Daftar Pustaka
1. Kurniawan B, Aryana Wf. Binahong
( Cassia Alata L ) As Inhibitor Of
Escherichiacoli
Growth.
2015;4:1004.
2. Midun. ( Alpina Purpurata K .
Schum ) Dalam Menghambat
Pertumbuhan
Bakteri
Staphylococcus
Aureus
Dan
Bakteri Escherichia Coli Dengan
Metode. Skripsi. 2012;
3. Romas A, Rosyidah Du, Aziz Ma. Uji
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol
Kulit Buah Manggis ( Garcinia
Mangostana L ) Terhadap Bakteri
Escherichia Coli Atcc 11229 Dan
Staphylococcus Aureus Atcc 6538
Secara In Vitro Penelitian Ini
Bertujuan
Untuk
Mengetahui
Aktivitas Daya Hambat Ekstrak .
2015;12732.
4. Prasetiawan E, Sabri E, Iiyas S.
Gambaran Histologis Hepar Mencit
( Mus Musculus L.) Strain Ddw
Setelah Pemberian Ekstrak NHeksan
Buah
Andaliman
( Zhantoxylum Acanthopodium
Dc.) Selama Masa Pra Implatansi
Dan Pasca Implatansi. Mipa Usu.
2010;
5. Widiastuti B. Aktivitas Antioksidan
Dan Imunostimulan Ekstrak Buah
Andaliman
(Zanthoxylum

J MAJORITY|VOLUME 1 VOMOR 1|APRIL


2015|

Enjel Santoso Simanjuntak| Antibacterial Activity Of Makasar (Brucea Javanica) and Andaliman
(Zhanthoxylum Achanthopodium)

Acanthopodium Dc.). Pertan Inst


Pertan Bogor. 2000;37.
6. Parhusip Aj. Pengaruh Ekstrak
Andaliman
(Zanthoxylum
Acanthopodium
Dc.)
Terhadap
Permebealitas Dan Hidrofobisitas
Bacillus Cereus. Teknol Dan Ind
Pangan. 2005;1628.
7. Paturisi Andi Armisman Edy, Natsir
Djide M, Subehan. Penelusuran
Komponen
Antimikroba
Dari
Ekstrak Daun Buah Makassar
( Brucea Javanica ( L ) Merr .)
Tracing Antimicrobial Components
Brucea Javanica ( L ) Merr Alamat
Korespondensi: Andi Armisman
Edy
Paturusi
Universitas
Hasanuddin Hp: 085299321649
Ema. Sripsi Farm Univ Hasanuddin.
2012;(L):113.
8. Dalimartha Dr. S. Atlas Tumbuhan
Obat Indonesia [Internet]. Jilid Ii.
Jakarta; 2006. 28-33 P. Available
From:
Http://Books.Google.Co.Id/Books?
Id=Vmrbqe4jfycc&Printsec=Frontc
over&Hl=Id#V=Onepage&Q=Bruc
ea Javanica&F=False
9. Sari N. Potensi Buah Makasar
( Brucea Javanica ( L .) Merr )
Sebagai
Inhibitor
Enzim
Glukosidase Potensi Buah Makasar
( Brucea Javanica ( L .) Merr )
Sebagai
Inhibitor
Enzim
Glukosidase. Skripsi. 2010;23.
10.
Agromedia R. Buku Pintar
Tanaman Obat [Internet]. Utami D

Prapt.,
Editor.
Jakarta:
Pt
Agromedia Pustaka; 2008. 38 P.
Available
From:
Https://Books.Google.Co.Id/Books?
Id=Io0ldwkoxvqc&Printsec=Frontc
over&Hl=Id#V=Onepage&Q&F=Fa
lse
11.Praptiwi C, Harapini M. Uji
Efektivitas Ekstrak Etanol Buah
Makasar (. Bot Pislit Lipi Bogor.
2006;(L).
12. Sugiharto T. Bab 2 -Tinjauan
Pustaka. Bab 2 - Tinj Pustaka
[Internet].
2009;(1994):837.
Available
From:
Http://Repository.Usu.Ac.Id/Bitstrea
m/Handle/123456789/38379/Chap
ter
Ii.Pdf;Jsessionid=09982032760768
88ff8b72c0b320d452?
Sequence=4
13.Anonim. Manfaat Dan Khasiat
Andaliman [Internet]. 2015 [Cited
2015 Apr 26]. Available From:
Http://Www.Mahasiswabatak.Com/
2013/02/Manfaat-Dan-KhasiatAndaliman-Rempah.Html
14.Puspaningrum A. Bab Ii Tinjauan
Pustaka. Jakarta; 2006.
15.Smallcrab. Penyakit Infeksi Akibat
Bakteri Escherichia Coli [Internet].
2015 [Cited 2015 Mar 23].
Available
From:
Http://Www.Smallcrab.Com/Keseha
tan/844-Penyakit-Infeksi-AkibatBakteri-Escherichia-Coli

J MAJORITY|VOLUME 1 VOMOR 1|APRIL


2015|

Gambar 1. Buah makasar (Brucea javanica [L.] Merr.)

Gambar 2. Buah andaliman (Zhantoxylum achanthopodium DC.)

Gambar 3. Bakteri Escherichia Coli