Anda di halaman 1dari 5

Pada Uji Tarik Baja, Apakah Baja Putus

Akibat Gaya Aksial Tarik ?


Juni 13, 2013 oleh joetomo 3 Komentar
Pernah melihat tulangan baja?
Tentu semua civil engineer telah melihat dan menggunakan tulangan baja, fungsi utama
tulangan baja adalah sebagai bagian dari struktur beton bertulang.
Sebelum tulangan baja digunakan, sampel atau spesimen akan diuji kuat tarik di laboratorium
untuk menentukan kekuatan tarik baja, apakah benar telah memenuhi kriteria tegangan yang
dikeluarkan pabrikan.

Hasil uji tarik baja


Pada spesimen baja tersebut akan diberikan gaya aksial tarik pada kedua ujungnya, dimana
gaya aksial tarik ini akan menghasilkan tegangan tarik.
Uji tarik ini dilakukan hingga spesimen baja putus, contoh spesimennya setelah diuji tarik
dapat kita lihat pada gambar diatas (sumber : wikipedia).
Pertanyaan : Apakah baja putus akibat gaya aksial tarik?
Pemahaman mengenai hal ini sangat krusial sebagai persiapan untuk memahami berbagai
kriteria plastis yang ada di material.
Sebagai civil engineer saya yakin bahwa kita harus memahami bagaimana mekanisme
tegangan bekerja didalam material, jangan sampai jawaban kita sama dengan masyarakat
awam yang masih kurang memahami hal ini.
Saya tahan dulu jawabannya, karena untuk menjawabnya saya harus mengeksplorasi
lingkaran Mohr yang telah saya posting di beberapa posting terakhir.

Tegangan geser maksimal/minimal


Dengan menggunakan lingkaran Mohr, kita dapat mengakses kondisi tegangan di material
pada suatu orientasi lokal tertentu serta tentu saja menghitung besarnya tegangan geser
maksimum yang mungkin terjadi.
Titik pusat lingkaran Mohr selalu berada pada sumbu x dari sistem sumbu
sehingga
nilai absolut dari tegangan geser maksimal ataupun minimalnya adalah jari-jari lingkaran
Mohr itu sendiri !!
Bila tegangan prinsipal dari lingkaran Mohr telah diketahui, maka besarnya tegangan geser
maksimalnya:

Atau bila kita hanya mengetahui tegangan pada suatu orientasi tertentu, maka besar tegangan
geser maksimalnya adalah

Orientasi lokal tegangan geser maksimal


Setelah mengetahui besarnya tegangan geser maksimal, hal berikutnya yang perlu diketahui
adalah orientasi tegangan geser maksimal tersebut
Sudut antara orientasi tegangan aktual di bidang mohr dan sumbu absisnya dimana tegangan
prinsipal berada dapat dihitung sbb :

Nilai

dapat dilihat pada gambar lingkaran Mohr untuk elemen dibawah ini

Sudut Orientasi Sumbu Tegangan Aktual dengan Sumbu Tegangan Prinsipal


Tegangan geser pada uji kuat tarik baja

Pada uji kuat tarik baja, pembebanan hanya dilakukan pada sumbu longitudinal batang baja,
sehingga tensor tegangannya adalah sbb :

Nilai tegangan geser maksimalnya adalah

Sedangkan besarnya sudut antara tegangan aktual dan sumbu absisnya dapat dihitung sbb :

Hasilnya nol, karena pada kasus uji tarik beton, tegangan aktualnya sama dengan tegangan
prinsipal
Oleh karena itu, kita dapat hitung dengan mudah perbedaan sudut antara orientasi aktual dan
orientasi dimana tegangan geser maksimal berada

Hasil penggambaran lingkaran Mohr-nya adalah sbb :

Lingkaran Mohr Uji Tarik Baja


Apa yang dapat kita peroleh disini ? Kita mengetahui bahwa sudut antara tegangan aktual dan
tegangan geser maksimal adalah sebesar
Kita juga telah mengetahui bahwa rotasi sebesar
elemen sebesar

di lingkaran Mohr, setara dengan rotasi

Ini berarti bahwa tegangan geser maksimal pada elemen terjadi saat elemen berotasi sebesar
derajat dari kondisi aktualnya
Keruntuhan pada elemen material
Sesungguhnya, keruntuhan material hanya mungkin disebabkan oleh dua jenis tegangan,
yaitu tegangan spherical dan tegangan deviatorik
Dimana pada kebanyakan kasus, termasuk pada uji tarik baja, keruntuhan terjadi akibat
tegangan deviatorik
Keruntuhan akan dimulai dan bekerja pada orientasi dimana tegangan geser maksimal
tersebut bekerja
Elemen material akan tergelincir di bidang di mana tegangan geser maksimal tersebut
bekerja, atau pada kasus uji tarik baja, pada sudut 45 derajat dari kondisi aktual tegangannya
Buktinya adalah gambar diawal tadi, saya kopas gambar tersebut dan menambahkan
mengenai info sudut gelincirnya dibawah ini

Sudut keruntuhan spesimen pada uji tarik baja


Sudut 45 derajat diatas bukanlah kebetulan, ini nih salah satu alasan kenapa kita harus belajar
mekanika benda padat :mrgreen:
Kesimpulan
Jadi bila menilik pertanyaan : Pada uji tarik baja, apakah baja putus akibat gaya aksial tarik ?
Tentu saja sekarang kita bisa jawab dengan yakin, bahwa bukan gaya tarik tersebut yang
secara langsung menyebabkan putusnya spesimen baja
Keruntuhan baja di uji tarik baja sesungguhnya diakibatkan oleh tegangan geser pada
orientasi lokal tertentu didalam elemen, dalam hal ini sebesar 45 derajat dari sumbu prinsipal
elemen