Anda di halaman 1dari 3

Raka Nuralif Verdiyanto / 1306405641 / Kelompok 6

Mekanisme Penguatan Precipitation Hardening pada Heat Treatable


Aluminum
Heat Treatable Aluminum digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan
kekerasan tempa dan cor paduan precipitation-hardenable. Perbedaan jenis, fraksi
volume, ukuran, dan pola distribusi partikel precipitate mempengaruhi sifat
properti yang diamati dengan waktu dan suhu, semua ini dipengaruhi oleh
keadaan awal dari struktur. Struktur awal dapat bervariasi dalam produk tempa
yang menunjukkan regangan sederhana dari quenching setelah solution heat
treatment. Kondisi ini mempengaruhi struktur final dan sifat mekanik yang
dihasilkan. Proses precipitation hardening pada heat treatable aluminum dapat
dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu Solution Treatment, Quenching, dan Aging.
Solution treatment, yaitu memanaskan paduan hingga diatas solvus line.
Hal yang pertama dilakukan untuk melakukan proses precipitation hardening
adalah membuat larutan padat. Tujuannya memasukkan jumlah maksimum
elemen pengerasan yang larut dalam paduan. Proses ini merendam paduan pada
suhu yang cukup tinggi dan waktu yang cukup lama untuk mencapai
homogeneous solid solution.
Quenching, yaitu mendinginkan kembali dengan cepat. Quenching
merupakan critical step dalam urutan heat treating operations. Tujuan quenching
adalah memperangkap elemen precipitate pada solution heat treating temperature
dengan pendinginan yang cepat pada temperatur yang lebih rendah, biasanya
mendekati temperatur kamar. Dalam kebanyakan kasus, untuk menghindari jenis
precipitation yang merugikan sifat mekanik atau ketahanan korosi, larutan padat
yang terbentuk selama solution heat treatment harus di quench cukup cepat (dan
tanpa gangguan) untuk super saturated solution pada temperatur kamar - kondisi
optimum untuk pengerasan presipitasi.
Aging, yaitu menahan pada suatu temperatur tertentu (temperatur kamar
atau temperatur dibawah solvus line) dalam selang waktu tertentu. Setelah
solution treatment dan quenching hardening yang dicapai dalam temperatur
kamar (natural aging) atau dengan precipitation heat treatment (artificial aging).
Dalam beberapa paduan, precipitation terjadi dalam beberapa hari pada

Laboratorium
Metalurgi Fisik DTMM FTUI
1

Raka Nuralif Verdiyanto / 1306405641 / Kelompok 6

temperatur kamar untuk menghasilkan produk yang stabil dengan sifat yang
memadai untuk banyak aplikasi. Paduan ini memberikan peningkatan kekuatan
dan kekerasan, baik secara produk tempa maupun produk cor. Paduan lainnya
dengan reaksi slow precipitation pada temperatur kamar selalu dengan
precipitation heat treated sebelum digunakan.
Paduan seri tempa anggota 6xxx, paduan tembaga yang mengandung
kelompok 7xxx, dan semua paduan 2xxx hampir selalu dipanaskan dan
didinginkan. Untuk beberapa paduan tersebut, khususnya paduan 2xxx,
pengerasan presipitasi yang dihasilkan dari natural aging sendiri menghasilkan
temperatur jenis T3 dan T4 yang ditandai dengan rasio tinggi pada yield strength
yang menghasilkan kekuatan, ketangguhan, dan ketahanan terhadap kelelahan.
Untuk paduan yang digunakan dalam temperatur ini, supersaturation atom relatif
tinggi dan kekuatan meningkat pesat, mencapai nilai yang stabil hampir maksimal
dalam empat atau lima hari. Spesifikasi tensile-property untuk produk dalam jenis
T3 dan T4 didasarkan pada waktu penuaan alami nominal empat hari. Dalam
paduan yang jenis T3 atau T4 yang standar, perubahan yang terjadi pada natural
aging lanjut yang besarnya relatif kecil dan produk-produk dari kombinasi ini
dianggap stabil setelah sekitar satu minggu.
Salah satu sistem paduan precipitation hardening adalah keseimbangan
kelarutan solid solubility yang bergantung pada temperatur. Sistem paduan
aluminium yang umumnya menggunakan prinsip ini antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.

Sistem Aluminium-Tembaga dengan penguatan dari CuAl2


Sistem Aluminium-Tembaga-Magnesium
Sistem Aluminium-Magnesium-Silikon dengan penguatan dari Mg2Si
Sistem Aluminium-Zinc-Magnesium dengan penguatan dari MgZn2
Sistem Aluminium-Zinc-Magnesium-Tembaga

Daftar Pustaka

Laboratorium
Metalurgi Fisik DTMM FTUI
2

Raka Nuralif Verdiyanto / 1306405641 / Kelompok 6

Abbaschian, Reza, dkk. 2009. Physical Metallurgy Principles, 4th Edition.


Stamford: Cengage Learning.
Callister, William dan David G. Rethwisch. 2010. Materials Science and
Engineering an Introduction, 8th Edition. NJ: John Wiley & Sons, Inc.
http://www.keytometals.com/Article39.htm (Diakses pada tanggal 26 Februari
2015, 13.27 WIB)

Laboratorium
Metalurgi Fisik DTMM FTUI
3

Anda mungkin juga menyukai