Anda di halaman 1dari 2

Farras Naim

X4

Jamur Merang
A. Asal - Usul Jamur Merang
Jamur merang (Volvariella volvacea) adalah salah satu spesies jamur pangan Asia
Timur dan Asia Tenggara yang beriklim tropis atau subtropis. Jamur ini disebut dengan jamur
merang karena umumnya ditanam di media merang (sekam padi). yang banyak dibudidayakan.
Namun, jamur merang ternyata dapat tumbuh dengan baik di media olahan kardus bekas. Jamur
merang yang ditanam pada media kardus ini selanjutnya lebih dikenal dengan sebutan jamur
kardus. Jamur kardus dapat menjadi alternatif bagi masyarakat perkotaan yang ingin menanam
jamur merang dan kesulitan mendapat media merang, sekaligus merupakan solusi penanganan
limbah perkotaan yang semakin meningkat setiap harinya. Hasil panen jamur dari media kardus pun
terbukti lebih unggul, yakni lebih putih, lebih kenyal, dan lebih tahan lama. Selain itu, jamur kardus
beraroma wangi, tidak seperti jamur merang pada umumnya yang baunya apek.
Selain pada sekam padi, jamur ini juga bisa tumbuh di media atau sisa-sisa tanaman yang
memiliki sumber selulosa, seperti limbah pabrik kertas, limbah biji kopi, ampas batang aren, limbah
kelapa sawit, ampas sagu, sisa kapas, dan kulit buah pala.
B. Morfologi Jamur Merang
Sesuai dengan nama ilmiahnya, Volvariella volvacea, jamur ini memiliki volva atau cawan
berwarna cokelat muda yang awalnya merupakan selubung pembungkus tubuh buah saat masih
stadia telur (masih muda).
Tubuh buah yang masih muda berbentuk bulat telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan
dilindungi selubung. Pada tubuh buah jamur merang dewasa, tudung berkembang seperti cawan
berwarna coklat tua keabu-abuan dengan bagian batang berwarna coklat muda.
Dalam perkembangannya, tangkai dan tudung buah membesar sehingga selubung tersebut
tercabik dan terangkat ke atas dan sisanya yang tertinggal di bawah akan menjadi cawan.Jika
cawan ini telah terbuka akan terbentuk bilah yang saat matang akan memproduksi basidia dan
basidiospora berwarna merah atau merah muda.
Selanjutnya basidiospora akan berkecambah dan membentuk hifa. Setelah itu, kumpulan hifa
membentuk gumpalan kecil (pin head) atau primordial yang akan membesar membentuk tubuh buah
stadia kancing kecil (small button), kemudian tumbuh menjadi stadia kancing (button), dan akhirnya
berkembang menjadi stadia telur (egg). Dalam budi daya jamur merang, pada stadia telur inilah
jamur dipanen.
C. Lingkungan Hidup Jamur Merang
Jamur merang tumbuh di lokasi yang mempunyai suhu 32-38C dan kelembapan 80-90% dengan
oksigen yang cukup. Jamur ini tidak tahan terhadap cahaya matahari langsung, tetapi tetap
membutuhkannya dalam bentuk pancaran tidak langsung. Derajat keasaman (pH) yang cocok untuk
jamur merang adalah 6, 8, dan 7. Jamur merang dikenal juga sebagai warm mushroom, karena hidup
dan mampu bertahan pada suhu yang relatif tinggi, antara 30-38 C dengan suhu optimum pada
35 C.
E. Manfaat Jamur Merang
Jamur mempunyai nilai gizi tinggi terutama kandungan proteinnya (15-20 persen berat
keringnya). Daya cernanya pun tinggi (34-89 persen). Sifat nutrisi (kelengkapan asam amino)yang
dimiliki oleh jamur lebih menentukan mutu gizinya. Jamur segar umumnya mengandung 85-89
persen air. Kandungan lemak cukup rendah antara 1,08-9,4 persen (berat kering) terdiri dari asam
lemak bebas mono ditriglieserida, sterol, dan phoshpolipida.
Karbohidrat terbesar dalam bentuk heksosan dan pentosan polimer karbohidrat dapat berupa
glikogen, khitin dan sebuah polimer N-asetil glikosamin yang merupakan komponen struktural sel
jamur. Khitin merupakan unsur utama serat jamur titam putih.
Jamur juga merupakan sumber vitamin antara lain thiamin, niacin, biotin dan asam askorbat.
Vitamin A dan D jarang ditemukan pada jamur, namun dalam jamur tiram putih terdapat ergosterol
yang merupakan prekursor vitamin D. Jamur umumnya kaya akan mineral terutama phosphor,
mineral lain yang dikandung di antaranya kalsium dan zat besi.

Farras Naim
X4

Shitake juga dikenal sebagai bahan pangan yang mempunyai potensi sebagai obat. Jamur ini
dilaporkan mempunyai potensi sebagai antitumor dan antivirus karena mengandung senyawa
polisakaridayang dikenal dengan sebutan lentinan. Shitake juga dilaporkan dapat menurunkan kadar
kolesterol darah dengan aktivitas eritadenin yang dimilikinya.
Kandungan asam glutamat pada shitake cukup tinggi. Asam amino tersebut berhubungan dengan
cita rasa yang ditimbulkan sebagai penyedap makanan. Selain mempunyai kandungan asam glutamat
yang tinggi, shitake juga mengandung 5 ribunukleotida dalam jumlah besar156,5 mg/100 gram.
Khusus untuk jamur kuping, di samping banyak sekali kegunaannya di dalam susunan menu
makanan sehari-hari yakni sebagai pengganti daging, sebagai sayuran, dan sebagai bahan
pengental (karena mempunyai lendir), juga mempunyai fungsi lain sebagai bahan penetral. Di dalam
menu orang Tionghoa sejak dulu kala hingga saat ini, masih ada kepercayaan bahwa lendir pada
jamur kuping dapat berkhasiat untuk menetralkan senyawa berbahaya yang terdapat dalam
makanan. Karena itu, tidak heran pada jenis makanan yang terdiri dari banyak bahan pangan, selalu
ditambahkan jamur kuping. Tujuannya, menetralkan racun jika ada dalam salah satu bahan tadi.
Jamur merang juga merupakan sumber dari beberapa macam enzim terutama tripsin yang
berperan penting untuk membantu proses pencernaan. Jamur merang dapat juga dijadikan sebagai
makanan pelindung karena kandungan vitamin B-kompleks yang lengkap termasuk riboflavin serta
memiliki asam amino esensial yang cukup lengkap.
Manfaat jamur bagi kesehatan tubuh adalah sebagai berikut:
1. Menurunkan kolesterol darah.
2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
3. Mengatasi gangguan pencernaan dan hati.
4. Kaya vitamin dan mineral serta protein.
5. Melancarkan peredaran darah.
6. Menghambat virus HIV-AIDS.