Anda di halaman 1dari 3

1

Perbedaan geometri Euclid dan non-Euclid?


Jawab :
Geometri Euclid adalah sebuah geometri klasik yang terdiri atas 5 postulat. Yaitu :
1
2
3
4
5

Melalui dua titik sebarang dapat dibuat garis lurus.


Ruas garis dapat diperpanjang secara kontinu menjadi garis lurus.
Melalui sebarang titik dan sebarang jarak dapat dilukis lingkaran.
Semua sudut siku-siku sama.
Jika suatu garis lurus memotong dua garis lurus dan membuat sudut-sudut dalam
sepihak kurang dari dua sudut-siku-siku, kedua garis itu jika diperpanjang tak
terbatas, akan bertemu dipihak tempat kedua sudut dalam sepihak kurang dari dua
sudut siku-siku.

Geometri non-Euclid adalah sistem yang konsisten dari definisi, asumsi, dan bukti-bukti yang
menggambarkan objek, seperti titik, garis dan bidang. Yang paling umum dalam geometri
non-euclid adalah geometri eliptik dan geometri hiperbolik.

Perbedaan penting antara geometri Euclid dan geometri non-Euclid adalah sifat sifat dari
garis parallel.
No

1.

Dua garis yang Paling

Kriteria
Lobachevskian
Riemann
Paling banyak Satu ( Single Titik

berbeda

satu

banyak satu

Elliptic), Dua

berpotongan di
Diberikan
garis

2.

Non Euclid

Euclid

titik

L
p

(Double
Satu

dan hanya

dan Paling

Eliptic)
sedikit Tidak

satu dua

ada Yang

garis

yang garis

dan

tidak pada L,

sejajar

maka terdapat
Garis-garis

Berjarak

Tidak

3.

sejajar

sama

berjarak sama

4.

dimana-mana
Dua garis yang Sejajar
berbeda

dan

melalui p

dengan L

Sejajar

pernah Tidak ada

Berpotongan

tegak

lurus

pada

garis

yang sama

Apa yang dimaksud dengan fungsi?


Jawab :
Suatu fungsi f dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi yang
memasangkan setiap elemen dari A secara tunggal, dengan elemen pada B.
Sifat fungsi :
a Fungsi Injektif (satu-satu)
Misalkan fungsi f menyatakan A ke B maka fungsi f disebut fungi satu-satu
(injektif), apabila dua elemen yang berlainan di A akan dipetakan pada dua
elemen yang berbeda di B. Dengan kata lain, jika a

b maka f (a)

(b) atau jika a = b maka f (a) = f (b).


Contoh :
Relasi f = {(1,a), (2,b), (3,c)} dari A = {1,2,3} ke B = {a, b, c, d} adalah
fungsi satu ke satu. Disini f(1) = a, f(2) = b, dan f (3) = c. Daerah asal dari f
adalah A dan daerah kawan adalah B. Relasi f tersebut merupakan fungsi satu
ke satu atau injektif karena, anggota daerah asal dari f adalah A memiliki
tepat satu pasangan pada daerah kawan dari f adalah B. Dan tidak ada dua
elemen himpunan A yang memiliki bayangan yang sama pada himpunan B.
b

Fungsi Surjektif (onto)


Misalkan f adalah suatu fungsi yang memetakan A ke B maka daerah hasil
f(A) dari fungsi f adalah himpunan bagian dari B, atau f(A)

B. Apabila

f(A) = B, yang berarti setiap elemen di B pasti merupakan peta dari sekurangkurangnya satu elemen di A maka kita katakan f adalah suatu fungsi surjektif
atau f memetakan A onto ke B.
Contoh :

Misal A = {a, b, c, d} dan B = {x, y, z} dan fungsi f : A

B yang

didefinisikan dengan diagram panah adalah suatu fungsi yang surjektif karena
daerah hasil f adalah sama dengan kodomain dari f (himpunan) B.
c

Fungsi Bijektif (korespondensi satu-satu)


Suatu pemetaan f: A B sedemikian rupa sehingga f merupakan fungsi
yang injektif dan surjektif sekaligus, maka dikatakan f adalah fungsi yang
bijektif atau A dan B berada dalam korespondensi satu-satu.
Contoh :
Fungsi f yang memasangkan setiap Negara di dunia dengan ibukota Negaranegara di dunia adalah fungsi korespondensi satu-satu, karena tidak ada satu
kotapun yang menjadi ibukota dua Negara yang berlainan.

Apa yang dimaksud dengan operasi?


Jawab :
3 x 4 = 12
Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa operasi adalah aturan pengerjaan
(hitung, aljabar,) tunggal dari satu atau lebih elemen yang telah diketahui. x adalah
simbol operasi perkalian untuk memperoleh 12 dari bilangan 3 dan 4 yang telah
diketahui. 12 adalah elemen hasil operasi dari suatu operasi.