Anda di halaman 1dari 51

Portofolio

Batu BuliBuli
Nyoman gede
prayudi

Program Internship Dokter Indonesia (PIDI)


RSUD Karangasem Periode 16 November 2014-16 November 2015

PENDAHULUAN

Penyakit ini diduga telah ada sejak peradaban


manusia yang tua karena ditemukan batu
diantara tulang panggul kerangka mumi dari
seorang berumur 16 tahun.
Batu buli-buli adalah massa kristal yang
terbentuk dari mineral dan protein, yang
biasanya terdapat urine

ANATOMI

ANATOMI

EPIDEMIOLOGI

Di amerika serikat 5-10% penduduknya


menderita penyakit ini sedangkan di seluruh
dunia rata-rata terdapat 1-12% penduduk yang
menderita batu saluran kemih.
Penelitian di Boston penyebab tersering batu
buli-buli : kelainan kongenital, adanya benda
asing pada buli-buli, infeksi proteus Sp.
Pembentukan batu dipengaruhi banyak faktor :

Faktor intrinsik : Herediter, Umur, Jenis kelamin


Fakror ekstrinsik : Geografi, Asupan air, Diet,
Pekerjaan

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

Batu dapat terbentuk di seluruh saluran kemih


sistem kalises ginjal atau buli-buli.
Batu terdiri dari kristal-kristal yang tersusun oleh
bahan-bahan organik / bahan anorganik yang
telarut di dalam urine. Kristal-kristal tersebut tetap
berada dalam keadan metastable (tetap terlarut)
dalam urine.
Kondisi metastable dipengaruhi oleh pH larutan,
adanya koloid dalam urine, laju aliran urine di
dalam saluran kemih atau adanya korpus alienum
di dalam saluran kemih yang bertindak sebagai inti
batu

ETIOLOGI

Komposisi Batu

Batu Kalsium
Lebih dari 80% batu saluran kemih terdiri atas batu kalsium
baik yang berikatan dengan oksalat maupun fosfat,
membentuk batu kalsium oksalat dan batu kalsium fosfat .
Faktor terjadinya batu kalsium :
Hiperkalsiuria :kadar kalsium di dalam urine lebih besar dari
250-300 mg/24 jam
Hiperoksaluri : oksalat urine yang melebihi 45 gram per hari
Hiperurikosuria : kadar asam urat di dalam urine yang
melebihi 850 mg/24 jam
Hipositrauria
Hipomagnesuria

ETIOLOGI

Batu Struvit

Batu struvit (batu infeksi) karena terbentuknya batu


ini disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih.
Kuman penyebab infeksi ini adalah kuman golongan
pemecah urea atau urea splitter yang dapat
menghasilkan enzim urease dan merubah urine
menjadi bersuasana basa melalui hidrolisis urea.
Proteus spp, Klebsiella, Enterobakter,
Pseudomonas, dan Stafilokokus.

ETIOLOGI

Batu asam urat

Batu asam urat merupakan 5-10% dari seluruh batu


saluran kemih. Diantara 75-80% batu asam urat
terdiri atas asam urat murni dan sisanya
merupakan campuran kalsium oksalat.

Batu jenis lain

Batu sistin, batu xanthin, batu triamteren dan batu


silikat sangat jarang dijumpai.

PATOFISIOLOGI
HIPERPLASIA PROSTAT
Penyempitan lumen uretra posterior
Tekanan intravesikel meningkat
BULI-BULI
GINJAL & URETER
Hipertrofi otot destrusor
Refluks VU
Trabekulasi
Hidroureter
Divertikel
Hidronefrosis

DIAGNOSIS

Anamnesis

Asimptomatik.
Gejala iritasi seperti urgensi yaitu rasa sangat
ingin kencing hiperiritabilitas dan
hiperaktivitas buli-buli karena inflamasi,
terdapat benda asing dalam buli-buli, adanya
obstuksi infravesika
Polakisuria
Disuria
Rasa tidak lampias saat miksi dan miksi yang
tersendat sendat

DIAGNOSIS

Pemeriksaan Fisik

Teraba vesika urinaria yang penuh pada


region suprapubik akibat retensi urin
Nyeri tekan suprasimfisis.

DIAGNOSIS

Pemeriksaan Penunjang

Urinalisis mengetahui adanya kristal


pembentuk batu,pH,Hematuria,
Pemeriksaan Darah DL,elektrolit
Foto Polos Abdomen batu radiopaque
USGkelainan ginjal, mendeteksi batu atau
tumor buli-buli yang tidak terlihat dengan
foto polos abdomen.
Sistografifilling defect

DIAGNOSIS

USG

Aman, sederhana, tidak mahal


Primary diagnostic tool
Sensitivitas : spesifitas : 78 % : 31 %
Pitfall : keahlian operator

Foto Abdomen

Dapat mengevaluasi anatomi dan fungsi


Hindari saat keadaan nyeri akut
Dapat melihat :
Ukuran batu
Fungsi renal
Efek batu terhadap anatomy dan fungsi

PENATALAKSANAAN

Medikamentosa (konservatif)

Digunakan pada kasus batu <5cm


Obstruksi parsial

Diuresis 2L/hari
Alpha blocker (tamsulosin)
NSID6minggu

(IAUI Guidelines of Urolithiasis, 2007)

PENATALAKSAANAN

Minimal Invasive

Litotripsi

Memecah batu buli-buli dengan memasukan alat


pemecah batu (litotriptor) ke dalam buli-buli. Batas
hanya batu ukuran 3cm kebawah.

Non Invasive

ESWL

memecahkan batu dengan gelombang kejut dialirankan


melalui udara ke tubuh dan dipusatkan pada batu yang
akan dipecah. Batu akan hancur dan keluar bersama
kemih.

PENATALAKSAANAN

Bedah Terbuka (vesicolithotomy)

Digunakan biasanya pada tempat tempat


yang belum mempunyai fasilitas untuk
tindakan endourologi maupun ESWL.
Pembedahan dilakukan biasanya pada batu
yang berukuran >20 mm. (guideline IAUI
2007)

PENCEGAHAN

Angka kekambuhan rata rata 7% per


tahun atau kurang lebih 50% dalam 10
tahun
Minum cukup 2-3 liter perhari
Diet untuk mengurangi kadar zat-zat
pembentuk batu (rendah oksalat, rendah
purin, rendah protein)
Pemberian medikamentosa

Laporan
Kasus

IDENTIITAS PASIEN
Nama
: KND
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Umur
: 62 tahun
Alamat
: Selat, Karangasem
Bangsa/Suku
: Indonesia/Bali
Pendidikan
: SMP
Agama
: Hindu
Pekerjaan
: Tidak bekerja
Status
: Menikah
Tanggal Pemeriksaan: 25 April 2015 (pkl.15.00 wita)

ANAMNESIS

Keluhan Utama : nyeri saat buang air kecil.


Riwayat Penyakit Sekarang :

Keluhan ini dirasakan oleh pasien sejak 1 tahun


yang lalu. Nyeri saat kencing terutama
dirasakan pada ujung penis saat akhir miksi.
Nyeri dirasakan seperti rasa ngilu yang semakin
lama semakin memberat. Nyeri berkurang bila
pasien tidak kencing dan bertambah saat
pasien kencing. Selain itu, pasien juga merasakan
nyeri di daerah perut bagian bawah, nyeri
dirasakan seperti ditekan kadang terasa ditusuk.

ANAMNESIS

BAK
pasien
lancar
namun
terkadang
tersendat-sendat sehingga pasien sering merasa
tidak lampias setelah kencing. Pasien juga
mengatakan sering ingin kencing terutama pada
malam hari, frekuensi BAK sebanyak 6-8 kali/hari
dengan volume 10 cc tiap kali BAK. Warna air
kencing kuning jernih, terkadang berwarna
merah. Kencing batu disangkal. BAB sebanyak 3-4
kali/hari,
konsistensi
padat,
warna
coklat
kekuningan. Nafsu makan pasien dikatakan baik

ANAMNESIS

Riwayat Penyakit Dahulu :

Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

tekanan darah tinggi disangkal;


kencing manis disangkal
batu saluran kencing disangkal
infeksi saluran kemih disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang memiliki sakit


yang sama
Riwayat tekanan darah tinggi disangka;
Riwayat kencing manis disangkal
Riwayat batu saluran kencing disangkal
Riwayat infeksi saluran kemih disangkal

ANAMNESIS

Riwayat Pengobatan

Sudah pernah berobat berulang kali


kedokter dan pengobatan alternatif namun
tidak membaik

Riwayat Pribadi dan Sosial

Tidak memiliki pekerjaan


Minum kopi 2-3 gelas/hari
Merokok

PEMERIKSAAN FISIK

KU
: Sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Tekanan Darah
: 140/90 mm/Hg
Nadi
: 90x/menit
Respirasi
: 18x/menit
Suhu
: 36,8 C

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Umum
Mata
: Anemis -/-, ikterus -/-, reflek pupil +/+
isokor
THT

Telinga: Sekret -/-, hiperemis -/Hidung: Sekret (-)


Tenggorokan
: Tonsil T1/T1, faring hiperemi (-)
Lidah : Papil atrofi (-)

Leher : JVP + 2 cmH2O, kelenjar tiroid normal,


pembesaran KGB (-)

PEMERIKSAAN FISIK

Jantung

Inspeksi
: Iktus cordis tidak tampak
Palpasi: Iktus cordis tidak kuat angkat
Perkusi: Batas kiri atas SIC II LMC Sinistra
Batas kanan atas SIC II LPS Dextra
Batas kiri bawah SIC V LMC Sinistra
Batas kanan bawah SIC IV LPS
Dextra
Auskultasi : S1S2 tunggal,reguler, murmur tidak
ada

PEMERIKSAAN FISIK

Paru

Inspeksi
: Dada kanan dan kiri simetris
Palpasi : Vokal fremitus kanan sama dengan
kiri
Perkusi: Sonor diseluruh lapangan paru
Aukultasi
: Suara dasar vesikular kanan
dan kiri, suara tambahan tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK

Abdomen

Inspeksi
: Distensi (-),Simetris, sikatrik
(-), Massa (-)
Auskultasi: BU normal
Palpasi : Defans muskular (-), Nyeri ketok
CVA (-/-), Nyeri Suprapubic (+),Hepar
dan lien ttb
Perkusi: Timfani

Ekstremitas : Teraba hangat, edema (-)

PEMERIKSAAN FISIK

Status Lokalis

Regio flank D et S :
Inspeksi
Palpasi

: massa -/-, tanda radang -/: nyeri ketok CVA -/-, Ballotement -/-

Regio Suprapubik
Inspeksi

: massa (-)
Palpasi
: kandung kencing teraba penuh,
nyeri tekan (+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
DL
Parameter

Nilai

Unit

Remarks
Normal

Nilai Normal

WBC

6,24

103/L

#Ne

3,70

103/L

#Lym

1,43

103/L

#Mo

0,344

103/L

#Eo

0,743

103/L

Normal

0,00 0,50

#Ba

0,027

103/L

Normal

0,00 0,10

RBC

4,46

103/L

Normal

4,50 5,90

HGB

12,8

g/dl

Normal

13,50 17,50

HCT

38,4

41,00 53,00

MCV

86,1

fl

Normal

80,00 97,00

MCH

28,8

pg

Normal

27,00 31,20

MCHC

33,4

g/dl

Normal

31,80 35,40

PLT

247

K/ul

Normal

150,00 440,00

Normal
Normal
Normal

4,10-11,00
2,50 -7.50
1,00- 4,00
0,10-1,20

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Kimia Klinik

Paramet
er
SGOT
SGPT
Albumin
BUN
Creatini
n
Uric acid
GDS

Nilai

Remarks

Nilai Normal

26,00
22,00
3,771
50
1,01

Tinggi
Normal
Rendah
Normal
Normal

0,00 25,00
0,00 30,00
3,4 4,8
10,00 50,00
0,70 1,20

5,3
130

Normal
Normal

2,00 7,00
70 140

Urinalisis

Paramete
r
pH

Nilai

Nilai Normal

5,50

5-8cing (

Albumin

(+)

Neg

SG
Warna

1,020
Kuning
Kemerahan

1,005 1,02
Kuning Pucat- Kuning

2-5
Penuh
Ca. Oxcalat 0-1

< 6/lp
< 3/lp
-

SEDIMEN
Leukosit
Eritrosit
Kristal

Faal Hemostasis
Paramet
er
BT
CT

Nilai

Remar

Nilai

200
1125

ks
Normal
Normal

Normal
1-3
5-11

Leukosituria
Hematuria
Suspek Batu
Saluran Kencing
(ca.oxcalat)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Foto BOF

Tampak bayangan radiopaque multiple di


vesika urinaria

Suspek Vesicolithiasis

PEMERIKSAAN PENUNJANG

USG

Crystal ginjal kanan kiri


Cystitis kronis dengan
vesicolitiasis

DIAGNOSIS

Batu Buli Buli (Vesicolithiasis)

Penatalaksanaan

MRS
IVFD RL 24 tpm
Cefoperazone 2gr IV
Pro Vesicolitotomy
Monitoring : VT dan keluhan

KIE

Gaya hidup sehat, minum air minimal 2 3 liter perhari, kurangi minum kopi dan
merokok, rajin berolahraga.
Melakukan kontrol rutin ke Rumah Sakit
untuk mengetahui perkembangan
penyakit

Pembahasa
n Kasus

TEORI

KASUS

Gejala batu buli-buli adalah disuria

Pada pasien : Keluhan ini

yaitu nyeri pada saat miksi terutama

dirasakan oleh pasien sejak

karena inflamasi pada buli-buli dan

1 tahun yang lalu. Nyeri saat

uretra. Nyeri ini dirasakan di sekitar

kencing terutama dirasakan

meatus uretra eksternus, skrotum,

pada ujung penis saat akhir

perineum, punggung atau pinggang.

miksi. Nyeri dirasakan seperti

Disuria pada penderita batu buli-buli

rasa ngilu yang semakin lama

terjadi pada akhir miksi.

semakin memberat.

TEORI

KASUS

Batu yang semakin lama akan

BAK pasien lancar namun

semakin membesar akan menyumbat

terkadang tersendat-sendat

saluran dari kandung kencing ke

sehingga pasien sering

uretra.

merasa tidak lampias setelah


kencing

TEORI

KASUS

Gejala khas pada batu buli-buli adalah Pasien juga mengatakan


berupa gejala iritasi seperti urgensi

sering ingin kencing terutama

yaitu rasa sangat ingin kencing

pada malam hari, frekuensi

hiperiritabilitas dan hiperaktivitas

BAK sebanyak 6-8 kali/hari.

buli-buli karena inflamasi, terdapat


benda asing dalam buli-buli, adanya
obstuksi infravesika. Frekuensi atau
polakisuria suatu keadaan dimana
frekuensi berkemih lebih dari
normal(5-6x/hari) Polakisuria dapat
disebabkan karena produksi urin yang
berlebihan atau kapasitas buli-buli
yang menurun sehingga pada waktu
buli-buli terisi pada volume yang

TEORI

KASUS

Salah satu faktor resiko terjadinya

Pasien mengaku sebelum

batu pada saluran kencing adalah

terjadi keluhan. Pasien

konsumsi air putih kurang dari 2 liter

mengkonsumsi kopi sebanyak

perhari dan konsumsi oksalat

2-3 gelas perhari.

berlebih. Makanan kaya akan oksalat


diantaranya adalah teh, kopi, coklat,
dan bayam.

TEORI

KASUS

Hal ini disebabkan oleh gangguan

Dari status lokalis didapatkan

aliran urine sehingga membuat stasis

nyeri tekan pada suprapubik

urine dalam vesika urinaria. Stasis

dan kandung kencing teraba

urine ini mengakibatkan overdistensi

penuh.

kandung kencing sehingga


merangsang saraf simpatis yang
mengakibatkan keluhan nyeri. Selain
itu nyeri dapat pula diakibatkan oleh
adanya infeksi pada kandung kencing

TEORI
Untuk menegakkan diagnosis dan

KASUS
Pada pasien ini dilakukan foto

penyakit batu perlu ditunjang dengan BOF: tampak bayangan


pemeriksaan radiologic dan

radiopak multiple pada

laboratorium. Seperti foto BOF untuk

kandung kemih. Pasien juga

mengetahui adanya letak batu.

dilakukan USG yang dipatkan

Biasanya dengan foto BOF batu yang

adanya batu buli_buli dengan

bersifat radiopak akan terlihat.

cystitis kronis.

Biasanya batu yang bersifat radiopak


adalah batu kalsium sedangakn yang
radiolusen adalah batu asam urat.
Sehingga jika tidak terlihat dengan
BOF perlu dilakukan foto dengan
bantuan kontas untuk melihat adanya
filling defect ataupun dengan

TEORI

KASUS

Urin pada pasien dengan batu buli-

Dari pemeriksaan penunjang

buli mempunyai pH yang bersifat

urinalisis didapatkan PH urin

asam yaitu rata-rata 5,5-6,5. Jika

5,5 dan dari sedimen urin

didapatkan pH yang relatif basa

didapatkan eritrosit serta

kemungkinan terjadi infeksi bakteri

leukosit banyak serta kristal

oleh baktri pemecah urea, sedangkan kalsium oksalat.


bila pH terlalu asam kemungkinan
terjadi asidosis pada tubulus ginjal
atau terdapat batu asam urat. Selain
itu dapat ditemukan hematuri baik
mikros ataupun makros, pyuria,
bakteriuri dan kultur urine yang
memperlihatkan gambaran adanya
organisme pemecah urea. Dapat juga

TEORI
Kemungkinan terapi mempergunakan
litotripsi tidak dapat dilakukan karena
diameter batu > 3 cm dan juga alat
yang tidak tersedia. Keuntungan :
memungkinkannya pengangkatan
batu dengan diameter yang lebih
besar dan jenis batu yang keras yang
tidak dapat dihancurkan dengan
litotripsi. Kerugiannya : besarnya
resiko infeksi dan perdarahan, masa
perawatan di rumah sakit yang lebih
lama, nyeri postoperatif, dan masa
kateterisasi kandung kencing yang
lebih lama. Hal ini dapat dikontrol

KASUS
Planning : Vesikolitotomi

KESIMPULAN

Penyakit batu buli - buli merupakan tiga penyakit terbanyak


di bidang urologi disamping infeksi saluran kemih dan
pembesaran prostat benigna.

Pada pasien ini ditemukan gejala-gejala yang mengarahkan


diagnosis ke batu kandung kencing yaitu nyeri pada
suprapubik dan nyeri saat miksi disertai dengan buang air
kencing terkadang tidak lancar.

Faktor resiko yang ditemukan pada pasien ini adalah


konsumsi air pasien juga kurang dari 1 liter perhari dan
kebiasaan pasien meminum kopi serta merokok.

Berdasarkan hasil pemeriksaan rontgen dengan foto polos


abdomen ditemukan batu pada vesika urinaria sehingga
modalitas terapi yang dipakai adalah pembedahan
(vesikulolitotomi).

Program Internship Dokter Indonesia (PIDI)


RSUD Karangasem Periode 16 November 2014-16 November 2015

Terimakasi
h