Anda di halaman 1dari 16

Diberikan

: 15 Februari 2016

Dikumpulkan

: 22 februari 2016

TUGAS KEWIRAUSAHAAN TEKNIK SIPIL

OLEH :
NAMA : DIAN EKA WATI
NIM : D111 13 323
KELAS : SIPIL A

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL


UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016

SOAL

1. Uraikan syarat-syarat pendirian :


a. CV
b. PT
c. Firma
d. UD
2. Buat masig-masing mahasiswa Rencana Usaha dalam bidang Rekayasa Sipil
- Pelaksana Sipil
- Perencana Sipil

JAWAB :
1. Syarat-syarat Pendirian :
A. CV (Commanditaire Vennootschap)
Pengertian: merupakan suatu bentuk perjanjian kerja sama untuk berusaha bersama antara
orang-orang yang bersedia memimpin, mengatur perusahaan, dan memiliki tanggung jawab penuh
dengan kekayaan pribadinya, dengan orang-orang yang memberikan pinjaman, dan tidak bersedia
memimpin perusahaan, serta memiliki bertanggung tanggung jawab terbatas pada kekayaan yang
diikutsertakan dalam perusahaan tersebut. Dengan perkataan lain Commanditaire Vennootschap
(CV) adalah sebuah perusahaan yang dibentuk oleh dua orang atau lebih, sehingga dalam CV, ada
dua macam anggota, yaitu: anggota aktif dan anggota pasif. Anggota aktif merupakan anggota yang
mengelola usahanya serta bertanggung jawab penuh terhadap utang perusahaan, sedangkan anggota
pasif merupakan anggota yang hanya menyetorkan modalnya saja dan tidak ikut mengelola
perusahaan, bertanggung jawab sebatas pada modal yang disetorkan saja.
Peraturan Perundangan: Ketentuan-ketentuan tentang Perserikatan Komanditer (CV) diatur
dalam Pasal 19 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang yang bunyinya : Persekutuan secara
melepas uang yang dinamakan persekutuan komanditer didirikan antara satu orang atau beberapa
sekutu yang secara tanggung-menanggung bertanggung jawab untuk seluruhnya pada pihak satu
dan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang pada pihak lain.
Syarat Pendirian CV:
1) Fotocopy Akta pendirian perusahaan / akta Notaris yang telah didaftarkan pada Pengadilan
Negeri
2) Fotocopy KTP Pemilik / Penanggung jawab perusahaan
3) Fotocopy Surat Izin Tempat Usaha
4) Fotocopy Izin Gangguan / HO
5) Fotocopy NPWP perusahaan
6) Neraca awal perusahaan
7) Pasfoto 4 x 6
Langkah Pendirian Perserikatan Komanditer (CV):
a. Persiapan
Persiapan terdiri dari :
1) Konsultasi , yang berguna untuk : mengetahui ruang lingkup pendirian perusahaan,
mengetahui biaya administrasi dan cara pembayarannya, dan mengetahui prosedur dan
persyaratan pendirian perusahaan
2) Pengisian Formulir
3) Pengisian Surat Kuasa
b. Pengajuan Nama Perusahaan

c.

d.

e.

f.

g.

h.

Di daftarkan oleh notaris melalui SISMINBAKUM dengan persyaratan :


1) Melampirkan asli formulir dan pendirian surat kuasa
2) Melampirkan copy KTP para pendirinya dan para pengurus perusahaan
3) Melampirkan copy KK pimpinan perusahaan
Persetujuan Nama dan Pendaftaran
Proses pendaftaran dilakukan oleh notaris untuk mendapatkan persetujuan dari instansi terkait
(menteri Hukum dan HAM RI) sesuai dengan UU no. 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas
(PT) dan peraturan pemerintah no.26 tahun 1998 tentang pemakaian perseroan terbatas
Pembuatan Akta
Pembuatan akta pendirian dilakukan oleh notaris yang berwenang diseluruh wilayah negara
Indonesia untuk selanjutnya mendapatkan pesetujuan dari menteri kehakiman dan HAM RI
Surat Keterangan Domisili
Permohonan surat keterangan domisili diajukan kepada kantor kelurahan setempat sesuai
dengan alamat kantor perusahaan tersebut berada sebagai bukti keterangan / keberadaan alamat
perusahaan. Lama proses adalah 2 hari kerja. Persyaratan lain yang dibutuhkan adalah : copy
bukti PBB tahun terakhir atau bukti PPN atas sewa atau kontrak tempat usaha bagi yang
berdomisili di gedung perkantoran.
NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Permohonan pendaftaran nomor pokok wajib pajak diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan
Pajak sesuai dengan keberadaan domisili perusahaan. Lama proses 2 hari kerja.
Persyaratan lain yang dibutuhkan :
1) Untuk wajib pajak perseorangan: FC KTP bagi WNI atau FC paspor bagi WNA, surat
keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang bagi orang asing minimal lurah
atau kepala desa, surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan dari instansi yang
berwenang.
2) Untuk wajib pajak badan usaha: FC akta pendirian dan perubahan terakhir, FC KTP bagi
WNI atau FC paspor bagi WNA ditambah surat keterangan tempat tinggal dari instansi
yang berwenang bagi orang asing minimal lurah atau kepala desa, surat keterangan tempat
kegiatan usaha dari instansi yang berwenang minimal lurah atau kepala desa.
Pengesahan Menteri Kehakiman dan HAM RI
Permohonan ini diajukan kepada Menteri Kehakiman dan HAM RI untuk mendapatkan
pengesahan Anggaran Dasar Perseroan (Akta Pendirian) sebagai badan hukum PT sesuai
dengan UU no. 40 tahun 2007 tentang perseroaan terbatas. Lama proses 25 hari kerja setelah
permohonan diajukan.
Persyaratan lain yang dibutuhkan adalah :
1) Bukti setor bank senilai modal disetor dalam akta pendirian
2) Bukti PNBP sebagai pembayaran berita acara Negara
3) Asli akta pendirian
SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan)
Permohonan SIUP diajukan kepada Dinas Perdagangan Kota/Kabupaten/Propinsi sesuai
dengan keberadaan domisili Perusahaan. Lama proses adalah 10 hari kerja. Penggolongan SIUP
terdiri dari SIUP Besar, Menengah dan Kecil dengan ketentuan sebagai berikut :
1) SIUP Besar untuk Modal disetor diatas 500 Juta.
2) SIUP Menengah untuk Modal disetor diatas 200 juta s.d 500 juta.
3) SIUP Kecil untuk Modal disetor s.d 200 juta.
Prosedur permohonan SIUP:

1) Perusahaan mengambil formulir, mengisi dan mengajukan permohona SIUP beserta


persyaratan melalui kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota atau wilayah sesuai
domisili perusahaan untuk permohonan SIUP menengah dan SIUP kecil.
2) Sedangkan permohonan SIUP besar diajukan melalui Kanwil Perindutrian dan
Perdagangan kota atau propinsi sesuai domisili perusahaan.
i. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
Permohonan pendaftaran dajukan kepada kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota
atau kabupaten terkait sesuai dengan domisili perusahaan. Bagi perusahaan yang telah terdaftar
akan diberikan sertifikat TANDA DAFTAR PERUSAHAAN sebagai bukti bahwa perusahaan /
badan usaha telah melakukan wajib daftar prusahaan sesuai dengan peratran Menteri
Perdagangan RI no.37/m-DnG/DER/9/2007 tentang penyelenggaraan pendaftaran perusahaan.
Persyaratan yang dibutuhkan:
1) FC izin persetujuan investasi dari BKPM untuk PMA / PMDN (asli diperlihatkan).
2) FC akta pendirian dan perubahannya (asli ditunjukan).
3) Asli SK Menteri Hukum dan HAM RI dan laporan perubahan akta
4) FC surat keterangan domisili perusahaan, SIUP / SIUJPT / SIUPA / ijin operasional lainnya
(asli ditunjukan).
5) FC KTP pengurus (direksi dan komisaris) atau paspor jika pengurus adalah WNA.
j. Pengumuman dalam Berita Acara Negara Republik Indonesia
Setelah perusahaan melakukan wajib daftar perusahaan dan telah mendapatkan pengesahan dari
Menteri Kehakiman dan HAM RI, maka harus di umumkan dalam berita negara dari
perusahaan yang telah diumumkan dalam berita negara, maka perusahaan telah sempurna
statusnya sebagai badan hukum.
k. SKT (Surat Keterangan Tenaga Teknis)
Merupakan bukti kompetensi dan kemampuan proses keterampilan kerja bidang jasa pelaksana
konstruksi yang harus dimiliki tenaga kerja / ahli perusahaan untuk dapat ditetapkan sebagai
penanggung jawab.
l. KTA (Kartu Tanda Anggota)
Kartu tanda anggota ini merupakan tanda anggota asosiasi perusahaan untuk mendaftarkan
sebagai anggota asosiasi, terlebih dahulu harus mempunyai sertifikat ketrampilan contohnya
KTA pada kontraktor adalah KTA GAPENSI, GAPINDO, DAN GAPEKNAS.
Untuk permohonan KTA pada GAPENSI:
Penerimaan dan pendaftaran berkas:
1) Verifikasi/ validasi berkas
2) Permohonan registrasi KTA
3) Persetujuan registrasi KTA
4) Cetak KTA
5) Tanda tangan ketua umum
6) Penyerahan KTA
Persyaratan:
1) Akta pendiri dan perubahannya, serta pengesahan mentri kehakiman atau pendaftaran
pengadilan dalam negeri.
2) Domisili badan usaha.
3) Neraca keunagnan perusahaan.
4) Bukti pembayaran
m. SBU (Surat Badan Usaha)

Langkah-langkah pembuatan SBU adalah sebagai berikut:


1) Persiapan permohonan
2) Menentukan sub bidang, dan bidang yang ingin diajukan
3) Tentukan kwalisifikasi dari setiap sub bidang yang dimiliki
4) Menentukan asosiasi
5) Siapkan daftar tenaga ahli dan tetapkan seorang tenaga ahli sebagai penanggung jawab
6) Siapkan persyaratan dan kelengkapan data
n. SIUJK (Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi)
Persyaratan utama untuk dapat mengajukan permohonan SIUJK adalah setiap perusahaan harus
memiliki sertifikat badan usaha terlebih dahulu yang dikeluarkan badan sertifikasi asosiasi
terakreditasi (LPJK).
Bila Anda sudah mempunyai SKA dan SBU, barulah Anda bisa mengurus Izin Usaha Jasa
Konstruksi (IUJK) ke Pemda terkait.
Berikut adalah syarat-syarat dokumen yang diperlukan:
1) Akte Pendirian Usaha CV
2) SK Menteri Hukum dan HAM (Pengesahan)
3) Surat Keterangan Domisili Usaha
4) Nomor Pokok Wajib Perusahaan (NPWP)
5) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
6) Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
7) Pengusaha Kena Pajak (PKP)
8) Surat Keterangan Ketrampilan (SKT)/ Surat Keterangan Keahlian (SKA)
9) Sertfikasi Bada Usaha (SBU)
10) KTP Pengurus Perusahaan
11) Pas Foto 4x6 2 lembar.
B. PT (Perseroan Terbatas)
Pengertian: Merupakan perserikatan beberapa pengusaha swasta menjadi satu kesatuan untuk
mengelola usaha bersama, di mana perusahaan memberikan kesempatan kepada masyarakat luas
untuk menyertakan modalnya ke perusahaan dengan cara membeli saham perusahaan
Peraturan perundangan: Ketentuan-ketentuan tentang Perseroan Terbatas (PT) diatur dalam UU
RI Nomor 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Pasal 1 Undang-Undang tersebut menyatakan:
Perseroan Terbatas yang selanjutnya disebut perseroan adalah badan usaha yang didirikan
berdasarkan perjanjian melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi
dalam saham, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini serta
peraturan pelaksanaannya.
Menurut UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, syarat pendirian PT adalah
sebagai berikut:
1)
Pendiri harus berjumlah minimal 2 orang (atau badan hukum).
2)

Tiap pendiri harus mengambil bagian saham masing-masingkecuali dalam kasus


peleburan.

3)

Akta Notaris harus ditulis dalam bahasa Indonesia.

4)

Akta Pendirian harus disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

5)

Modal dasar minimal Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Minimal harus ada 1 direktur dan 1 komisaris.


Langkah Pendirian PT:
a. Persiapan (Konsultasi, Pengisian Formulir Pendirian PT dan Surat Kuasa)
1) Konsultasi diperlukan untuk mengetahui ruang lingkup pendirian PT, biaya dan cara
pembayaran, prosedur dan persyaratan yang dibutuhkan untuk pendaftaran dan perizinan
serta berbagai aspek terkait dengan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan perseroan.
2) Persiapan dilakukan oleh para pendiri peseroan dengan mengisi formulir dan surat kuasa
pendirian PT.
3) Lama Proses; tergantung para pendiri perseroan
6)

b.

Pemeriksaan Formulir, Surat kuasa dan Pengecekan Nama PT


1) Pemeriksaan formulir dan surat kuasa dilakukan untuk memastikan kebenaran data yang
disampaikan.
2) Pengecekan dilakukan untuk mengetahui Apakah nama perseroan yang anda pilih sudah
dimiliki perusahaan lain atau belum, jika belum nama tersebut langsung bisa didaftarkan
oleh NOTARIS melalui SISMINBAKUM
3) Jika nama perseroan sudah dimiliki, maka anda harus mengganti dengan nama yang lain.
4) Persyaratan;
Melampirkan asli Formulir dan Surat Kuasa Pendirian CV
Melampirkan copy KTP para pendiri dan pengurus
Melampirkan copy KK pimpinan perusahaan (pesero aktif/direktur perseroan)
5) Lama Proses; 1 (satu) hari kerja setelah Formulir & Surat kuasa diterima

c.

Pendaftaran dan Persetujuan pemakaian nama PT


1) Proses pendaftaran dilakukan oleh Notaris untuk mendapatkan Persetujuan dari Instansi
terkait (Menteri Hukum dan HAM RI) sesuai dengan Undang-undang No. 40 tahun 2007
tentang PT dan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 1998 tentang PEMAKAIAN NAMA
PERSEROAN TERBATAS
2) Lama Proses Persetujuan; 5 (lima) hari kerja setelah permohonan diajukan

d.

Pembuatan Draft/Notulen Anggaran Dasar PT


1. Draf/Notulen anggaran dasar dibuat berdasarkan informasi yang dibuat oleh para pendiri
perseroan didalam Formulir pendirian PT dan Surat Kuasa.
2. Lama proses; 1 (satu) hari kerja setelah permohonan diajukan
3. Persyaratan yang dibutuhkan; sama dengan Tahap 2

e.

Pembuatan Akta Pendirian PT oleh Notaris yang berwenang


1) Proses pembuatan Akta Pendirian dilakukan setelah Nama PT disetujui
2) AKTA PENDIRIAN PT akan dibuat dan ditandatangani oleh NOTARIS yang berwenang
dan dibuat dalam bahasa Indonesia sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007
tentang PERSEROAN TERBATAS
3) Lama Proses; 1 (satu) hari kerja setelah permohonan diajukan
4) Persyaratan : melampirkan Copy KTP Pendiri Perseroan dan Copy KTP Pengurus jika
berbeda dengan Pendiri Perseroan

f.

Surat Keterangan Domisili Perusahaan


1) Permohonan Surat Keterangan Domisili diajukan kepada Kepala Kantor Kelurahan
setempat sesuai dengan Alamat Kantor perusahaan berada, sebagai bukti
keterangan/keberadaan alamat perusahaan,
2) Lama Proses; 2 (dua) hari kerja setelah permohonan diajukan
3) Persyaratan lain yang dibutuhkan :
- Copy Kontrak/Sewa tempat usaha atau bukti kepemilikan tempat usaha
- Surat keterangan dari pemilik gedung apabila bedomisili di gedung perkantoran
- Copy PPB tahun terakhir sesuai tempat usaha untuk perusahaan yang berdomisili di
RUKO/RUKAN

g.

NPWP-Nomor Pokok Wajib Pajak dan Surat Keterangan sebagai Wajib Pajak
1) Permohonan pendaftaran nomor pokok wajib pajak diajukan kepada Kepala Kantor
Pelayanan Pajak
2) sesuai dengan keberadaan domisili perusahaan.
3) Lama Proses NPWP; 2 (dua) hari kerja setelah permohonan diajukan dan
4) Lama Proses SKT wajib pajak; 2 (dua) hari kerja setelah permohonan diajukan
5) Persyaratan lain yang dibutuhkan : Bukti PPN atas sewa/kontrak tempat usaha bagi yang
berdomisili di gedung perkantoran

h. Pengesahan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia


1) Permohonan ini diajukan oleh Notaris kepada Menteri Hukum dan HAM RI untuk
mendapatkan pengesahan ANGGARAN DASAR PERSEROAN (AKTA PENDIRIAN)
sebagai Badan Hukum PT sesuai Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang
PERSEROAN TERBATAS
2) Lama Proses; 25 (duapuluh lima) hari kerja setelah Permohonan diajukan
3) Persyaratan lain yang dibutuhkan : Melampirkan bukti setor bank senilai modal disetor
dalam Akta Pendirian.
i.

UUG/SITU-Surat Izin Tempat Usaha

UUG/SITU Ini diperlukan untuk proses Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri atau SIUPSurat Izin Usaha Perdagangan atau untuk Izin kegiatan usaha yang dipersyaratkan adanya
UUG/SITU berdasarkan Undang-undang Gangguan.
j.

SIUP-Surat Izin Usaha Perdagangan


1) Permohonan SIUP diajukan kepada Dinas Perdagangan Kota/Kabupaten/Propinsi sesuai
dengan keberadaan domisili Perusahaan.
2) Lama Proses; 10 (sepuluh) hari kerja setelah permohonan diajukan
3) Penggolongan SIUP terdiri dari SIUP Besar, Menengah dan Kecil dengan ketentuan
sebagai berikut :
- SIUP Besar untuk Modal disetor diatas 500 Juta,
- SIUP Menengah untuk Modal disetor diatas 200 juta s.d 500 juta.
- SIUP Kecil untuk Modal disetor s.d 200 juta.

k. TDP-Tanda Daftar Perusahaan


1) Permohonan pendaftaran diajukan kepada Kantor Dinas Perindustrian & Perdagangan
Kota/Kabupaten cq. Kantor Pendaftaran perusahaan sesuai dengan domisili perusahaan.
2) Bagi perusahaan yang telah terdaftar akan diberikan sertifikat TANDA DAFTAR
PERUSAHAAN sebagai bukti bahwa Perusahaan/Badan Usaha telah melakukan Wajib
Daftar Perusahaan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No.
37/M-DAG/PER/9/2007
tentang
PENYELENGGARAAN
PENDAFTARAN
PERUSAHAAN
3) Lama Proses; 14 (empatbelas) hari kerja setelah permohonan diajukan
l.

Pengumuman Dalam Berita Acara Negara RI


Setelah perusahaan melakukan wajib daftar perusahaan dan telah mendapatkan pengesahan dari
Menteri Kehakiman & HAM RI, maka harus diumumkan dalam berita negara dan Perusahaan
yang telah diumumkan dalam berita negara, maka perusahaan tersebut telah sempurna
statusnya sebagai Badan Hukum.
Lama Proses; 90 (sembilanpuluh) Hari kerja

C. FIRMA
Pengertian: Merupakan persekutuan/perserikatan untuk menjalankan usaha antara dua orang
atau lebih dengan nama bersama, dengan tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak
terbatas. Sedangkan, laba yang diperoleh dari usaha tersebut untuk dibagi bersama-sama, begitupun
sebaliknya bila terjadi kerugian, semua anggota firma ikut menanggungnya(Indriyo, 2005).
Sedangkan menurut Manulang (2003), persekutuan dengan firma adalah persekutuan untuk
menjalankan perusahaan dengan memakai nama bersama. Jadi, ada beberapa orang yang bersekutu
untuk menjalankan suatu perusahaan. Para anggota yang berkumpul merupakan anggota aktif

sehingga satu perusahaan dikelola dan dimiliki oleh beberapa orang.


Peraturan Perundangan: Ketentuan-ketentuan tentang Firma diatur dalam pasal 16 Kitab
Undang-Undang Hukum Dagang yang bunyinya: Perseroan di bawah firma adalah suatu
persekutuan untuk menjalankan perusahaan di bawah nama bersama. Selain itu, Pasal 18 Kitab
Undang-Undang Hukum Dagang menyebutkan inti dari firma, yaitu bahwa tiap-tiap anggota saling
menanggung dan semuanya bertanggung jawab terhadap perjanjian firma tersebut. Agar lebih jelas
peraturan-peraturan tersebut diperkuat oleh pasal 16 dan 18 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
yang menyatakan bahwa persekutuan adalah suatu perjanjian, di mana dua orang atau lebih sepakat
untuk bersama-sama mengumpulkan sesuatu dengan maksud laba yang diperoleh dibagi antara
mereka.
Syarat pendirian Firma :
a.
Jumlah pendiri perusahaan minimal 2 (dua) orang atau lebih
b.
Memilik nama yang bakal dipakai oleh firma tersebut
c. Memiliki pengurus yang diangkat dan ditetapkan oleh para pendiri. Siapa yang
akan bertindak selaku Persero aktif, dan siapa yang akan bertindak selaku persero
diam.
d. Memiliki maksud dan tujuan yang spesifik (walaupun tentu saja dapat
mencantumkan maksud dan tujuan yang seluas-luasnya) serta kegiatan usaha yang
tidak bertentangan dengan Peraturan dan Undang-Undang yang berlaku di
Indonesia.
e. Memiliki tempat usaha sebagai kantor pusat perusahaan yang berlokasi dilingkungan
komersial seperti Gedung Perkantoran, Pertokoan, Ruko/Rukan atau tempat usaha
lainnya yang diperuntukan sebagai tempat usaha.
Langkah pendirian Firma :
a. Pembuatan Akta Pendirian
Akta Pendirian Firma dibuat dan ditandatangani oleh Notaris yang berwenang dan dibuat dalam
bahasa Indonesia.
Persyaratan;
1) Fotokopi KTP para pendiri Perseroan
2) Data anggaran dasar Firma
Lama proses; 1-2 (satu-dua) hari kerja setelah permohonan diajukan dan persyaratan lengkap
b. Permohonan Surat Keterangan Domisili Perusahaan
Permohonan surat keterangan domisili perusahaan diajukan kepada Kepala Kantor Kelurahan
setempat sesuai dengan alamat kantor perusahaan berada, sebagai bukti keterangan/keberadaan
alamat perusahaan,
Persyaratan lain yang dibutuhkan;
1) Fotokopi kontrak/sewa tempat usaha atau bukti kepemilikan tempat usaha
2) Surat keterangan dari pemilik gedung apabila bedomisili di gedung perkantoran/pertokoan
3) Fotokopi PBB-pajak bumi dan bangunan tahun terakhir sesuai tempat usaha
untuk perusahaan yang berdomisili di RUKO/RUKAN
Lama proses; 2 hari kerja setelah permohonan diajukan dan persyaratan lengkap
c. Pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak
Permohonan pendaftaran wajib pajak badan usaha diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan
Pajak sesuai dengan keberadaan domisili perusahaan untuk mendapatkan;
1) Kartu NPWP

d.

e.

f.

g.

h.

2) Surat keterangan tedaftar sebagai wajib pajak


Persyaratan;
1) Melampirkan bukti PPN atas sewa gedung
2) Melampirkan bukti pelunasan PBB-pajak bumi banguan
3) Melampirkan bukti kepemilikan atau bukti sewa/kontrak tempat usaha
Lama proses; 2-3 hari kerja setelah permohonan diajukan dan persyaratan lengkap
Permohonan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SP-PKP)
Permohonan untuk dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak diajukan kepada Kepala Kantor
Pelayanan Pajak sesuai dengan NPWP yang telah diterbitkan.
Persyaratan;
1) Melampirkan bukti PPN atas sewa gedung
2) Melampirkan bukti pelunasan PBB-pajak bumi banguan
3) Melampirkan bukti kepemilikan atau bukti sewa/kontrak tempat usaha
Lama Proses; 3-5 hari kerja setelah permohonan diajukan dan persyaratan lengkap
Pendaftaran ke Pengadilan Negeri
Permohonan ini diajukan kepada Kantor Pengadilan Negeri setempat sesuai tempat dan
kedudukan perusahaan berada.
Persyaratan lain yang dibutuhkan;
1) Melampirkan NPWP-nomor pokok wajib pajak
2) Salinan akta pendirian Firma
Lama proses; 1 hari kerja setelah permohonan diajukan dan persyaratan lengkap
Permohonan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
Pemohon mengajukan permohonan kepada bupati melalui Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu
atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) setempat.
1) Foto kopi KTP
2) Foto kopi sertifikat tanah atau kepemilikan tanah lainnya yang dikuatkan oleh Kepala DEsa
atau Camat terdekat
3) Gambar detail konstruksi bangunan
Lama proses; maksimal 14 hari kerja setelah permohonan diajukan dan persyaratan lengkap
Permohonan Surat Ijin Tempat Usaha (SITU)
Pemohon mengajukan permohonan kepada bupati melalui Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu
atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) setempat.
Persyaratan :
1) Foto kopi KTP
2) Foto kopi sertifikat tanah
3) Foto kopi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
4) Foto berwarna ukuran 34 (lbr) dan 46 (2lbr)
Lama proses; maksimal 14 hari kerja setelah permohonan diajukan dan persyaratan lengkap
Permohonan Surat Ijin Gangguan (HO)
Pemohon mengajukan permohonan kepada bupati melalui Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu
atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) setempat.
Persyaratan :
1) Foto kopi KTP
2) Foto kopi sertifikat tanah
3) Foto kopi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

4) Foto berwarna ukuran 34 (lbr) dan 46 (2lbr)


Lama proses; maksimal 14 hari kerja setelah permohonan diajukan dan persyaratan lengkap
i. Permohonan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
Permohonan SIUP diajukan kepada bupati melalui Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu atau
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) setempat. untuk golongan SIUP
menengah dan kecil, atau Dinas Perdagangan Propinsi untuk SIUP besar sesuai dengan tempat
kedudukan perusahaan berada.
Persyaratan lain yang dibutuhkan;
1) Foto kopi KTP
2) Foto kopi Surat Ijin Tempat Usaha (SITU)/ Surat Ijin Gangguan (HO) untuk jenis
kegiatan usaha perdagangan yang dipersyaratkan adanya SITU berdasarkan
Undang-Undang Gangguan
3) Foto direktur utama/pimpinan perusahaan (34) sebanyak 2 (dua) lembar
4) Neraca awal
Lama Proses; 14 hari kerja setelah permohonan diajukan dan persyaratan lengkap, kecuali
untuk SIUP besar.
j. Permohonan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
Permohonan pendaftaran diajukan kepada bupati melalui Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu
atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) setempat.
Bagi perusahaan yang telah terdaftar akan diberikan sertifikat Tanda Daftar Perusahaan sebagai
bukti bahwa Perusahaan/Badan Usaha telah melakukan Wajib Daftar Perusahaan sesuai dengan
Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No.37/M-DAG/PER/9/2007 tentang
Penyelenggaraan Pendaftaran Perusahaan
Persyaratan lain yang dibutuhkan;
1) Foto kopi KTP
2) Foto kopi Surat Ijin Tempat Usaha (SITU)/ Surat Ijin Gangguan (HO)
3) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
4) Materai 2lbr
5) Foto kopi sertifikat Penyuluhan (SP)
Lama Proses; 14 hari kerja setelah permohonan diajukan dan persyaratan lengkap
k. Tahap Tambahan untuk Bisa ikut pengadaan/tender bidang Jasa Konstruksi Setelah Dinyatakan
Legal Khusus untuk perusahaan yang ingin mengikuti pengadaan/tender bidang Jasa
Konstruksi harus memiliki;
1) Sertifikat Keahlian (SKA) atau Sertifikat Keterampilan (SKT) untuk tenaga ahli
2) Kartu Tanda Anggota asosiasi perusahaan jasa konstruksi yang terakreditasi LPJK seperti
AKAINDO, AKLINDO, APNATEL, GAPANSI, GAPEKSINDO untuk kontraktor atau
INKINDO/PERKINDO untuk konsultan
3) Sertifikat Badan Usaha yang terakreditasi LPJK
4) IUJK (Izin Usaha Jasa Konstruksi)
D. UD (Usaha Dagang)
Pengertian: Merupakan bentuk badan usaha tanpa ada pembedaan pemilikan antara hak milik
pribadi engan hak milik perusahaan (Indriyo, 2005). Menurut Swasta (2002), perusahaan
perseorangan/ usaha dagang adalah salah satu bentuk usaha yang dimiliki oleh seseorang dan ia
bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua resiko dan kegiatan perusahaan. Dengan tidak

adanya pemisahan pemilikan antara hak milik pribadi dengan milik perusahaan, maka harta benda
pribadi juga merupakan kekayaan perusahaan, yang setiap saat harus menanggung utang-utang
perusahaan.
Peraturan Perundangan: tidak ada peraturan untuk pendirian perusahaan perseorangan, yang
diperlukan hanya izin permohonan dari kantor perizinan setempat.
Syarat pendirian UD:
1)
Fotocopy SIUP Perusahaan Pusat yang dilegalisir oleh Pejabat berwenang menerbitkan SIUP
tersebut
2)
Fotocopy Akta atau Penunjukkan tentang Pembukaan Kantor Cabang Perusahaan
3)
Fotocopy KTP Penanggung jawab Kantor cabang
4)
Fotocopy TDP Kantor Pusat
5)
Fotocopy HO dari Pemerintah tempat kedudukan Kantor Cabang.
Langkah-langkah mendirikan badan usaha perseorangan:
1) Persiapan
Meyiapkan KTP pihak yang akan mendirikan perusahaan perseorangan
Menentukan calon nama perusahaan
Menentukan tempat kedudukan perusahaan
Menentukan maksud dan tujuan yang spesifik dari perusahaan perseorangan
tersebut
2) Pendaftaran ke notaris
Setelah semua kelengkapan tersebut terpenuhi, langkah selanjutnya adalah mendaftar ke notaris
untuk mendapatkan akta notaris tentang pendirian perusahaan perseorangan.

2.

Rencana Usaha dalam bidang Rekayasa Sipil

a. Pelaksana Sipil
Jenis Usaha Jasa Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi (Perusahaan Kontraktor)
Pelaksanaan Konstruksi adalah pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan
ahli yang professional di bidang pelaksanaan jasa konstruksi yang mampu menyelenggarakan
kegiatannya untuk mewujudkan suatu hasil perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik
lain, termasuk di dalamnya pekerjaan konstruksi terintegrasi yaitu penggabungan fungsi layanan
dalam model penggabungan perencanaan, pengadaan, dan pembangunan (engineering, procurement
and construction) serta model penggabungan perencanaan dan pembangunan (design and build).
Contoh Rencana Usaha bidang jasa pelaksana konstruksi (perusahaan kontraktor)

A. MANAJEMEN
-

Nama Perusahaan
: CV. DIAN EKA WATI ( A Construction Corporation)
Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan : Dian Eka Wati
Bidang Usaha : Menawarkan Jasa Pelaksana Konstruksi Struktural

B. BIDANG KEGIATAN
-

Pelayanan Jasa yang diberikan meliputi bidang :


Jalan raya termasuk perawatannya
Jembatan termasuk perawatannya

Jalan laying termasuk perawatannya


Drainase kota termasuk perawatannya
Pembangunan gedung, pekerjaan pelaksanaan pondasi, pekerjaan kerangka
konstruksi, pekerjaan konstruksi baja termasuk perawatannya.

b. Perencana Sipil
Jenis Usaha Jasa Perencanaan Pekerjaan Konstruksi Bangunan (Perusahaan
Konsultan)

1.
2.
3.
4.
5.

Perencanaan Konstruksi adalah pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan ahli
yang professional di bidang perencanaan jasa konstruksi yang mampu mewujudkan pekerjaan
dalam bentuk dokumen perencanaan bangunan fisik lain.
Lingkup layanan Jasa Perencanaan :
Survey
Perencanaan umum, studi makro, dan studi mikro
Studi kelayakan proyek
Perencanaan teknik, operasi, dan pemeliharaan
Penelitian
Contoh Rencana Usaha bidang jasa pelaksana konstruksi (perusahaan kontraktor)

A. MANAJEMEN
-

Nama Perusahaan
: PT. DIAN EKA WATI
Persero PT DIAN EKA WATI adalah perusahaan konsultan dengan spesialisasi pada bidang
pelayanan jasa teknik dan manajemen bidang transportasi jalan dan jembatan serta bidang
teknik sipil lainnya.
Nama Pemilik/Pimpinan Perusahaan : Dian Eka Wati

B. BIDANG KEGIATAN
Persero PT. DIAN EKA WATI melakukan pekerjaan : studi, investigasi, disain detail,
pengawasan konstruksi, operasi dan pemeliharaan, dan proyek benefit monitoring.
Pelayanan Jasa Konsultansi yang diberikan meliputi bidang :
1. Jalan dan Jembatan
2. Pengembangan Perkotaan dan Wilayah
3. Rekayasa Sungai dan Pantai
4. Irigasi dan Drainase
5. Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Udara
6. Studi Pengembangan Sumber Air
7. Pelatihan Jasa Konstruksi
8. Pengukuran dan Pemetaan
9. Rekayasa Lingkungan
10. Gedung dan Rumah Tinggal
11. Pengembangan dan Pengelolaan Pertanian

c. Struktur organisasi pada perusahaan kontraktor/konsultan:


1.

Direktur
Sebagai pimpinan tertinggi yang bertanggung jawab atas kelancaran dan pelaksanaan kegiatan
perusahaan, mengkoordinir serta membimbing kegiatan perusahaan sehari-hari.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Mempertanggung jawabkan semua kewajiban yang menyangkut rugi laba perusahaan,


produksi, keuangan dan pemasaran.
Finance Direktur
Menangani semua masalah yang menyangkut segi dana, dengan cara
merencanakan, mengatur dan mengawasi penerimaan dan pengeluaran dana sehubungan
dengan transaksi-transaksi yang terjadi. Menyediakan informasi kepada bagianbagian yang
lain mengenai kedudukan keuangan perusahaan.
Mengevaluasi laporan tahunan.
General Manager
General Manager diangkat oleh Direktur untuk memimpin langsung proyek induk dan tetap
stand by di site office. General Manager juga berfungsi sebagai wakil dari pihak pemilik untuk
memimpin dan mengawasi pelaksanaan proyek.
Manager
Tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variable
(karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang
sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian sebagai berikut:
- Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan,supervisi, dan
lainlain.
- Rancangan organisasi dan pekerjaan.
- Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
- Sistem komunikasi dan pengendalian.
Marketing
- Menyusun program dan strategi pemasaran, baik jangka pendek maupun jangka panjang
sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditentukan oleh perusahaan.
- Menawarkan produk perumahan melalui media elektronik, media cetak, maupun presentasi
ke instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta serta pameran.
Surveyor
Bertugas untuk melakukan pengukuran dan pemetaan tanah pada kawasan yang akan
dikembangkan, sehingga dihasilkan berbagai data yang diperlukan dalam proses perencanaan
baik berupa peta kontur tanah maupun bentuk kawasan yang akan dikembangkan.
Arsitek
Bertugas untuk melakukan perancangan pengembangan kawasan sesuai dengan spesifikasi dan
batasan-batasan yang telah ditentukan diatas tanah yang dikembangkan dengan menggunakan
data-data yang dihasilkan dan telah diolah oleh surveyor. Arsitek juga mempunyai tugas untuk
membuat perancangan design rumah sesuai konsep yang diinginkan oleh Developer.
Drafter
Bertugas untuk membantu arsitek merealisasikan hasil rancangan pengembangan kawasan
sehingga dapat berfungsi sesuai keinginan semua pihak.
Tugas drafter pada perusahaan konsultan :
1. Bersamasama arsitek membuat gambar pra rencana bangunan, gambar perencanaan
bangunan, serta gambar for construction yang diserahkan kepada owner/pemilik proyek
untuk dijadikan pedoman dalam menghitung rencana anggaran biaya bangunan serta
pelaksanaan pembangunan.
2. Kemampuan yang sebaiknya di miliki drafter dalam melaksanakan pekerjaanya antara lain:
- Dapat membuat gambar sketsa bangunan.
- dapat membuat gambar Autocad, gambar 3 dimensi.
- mengetahui ilmu teknik gambar bangunan.
- mengetahui jenis-jenis material bangunan.

dapat mengoperasikan software arsitektur sebagai pendukung pekerjaan menggambar


bangunan lainya seperti autocad, 3 dmax, potoshop,corel draw, microsoft word &
Excel.

Tugas drafter pada perusahaan kontraktor :


1. Membuat gambar pelaksanaan / gambar shop drawing
Gambar shop drawing adalah gambar detail yang disertai ukuran dan bentuk detail sebagai
acuan pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan dilapangan sesuai dengan
gambar perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya.
2. Menyesuaikan gambar perencana dengan kondisi nyata dilapangan
Seringkali apa yang sudah direncanakan oleh perencana tidak memungkinkan untuk
dilaksanakan dilapangan karena kondisi kenyatanya ternyata berbeda atau bisa jadi telah
ada perubahan bentuk struktur pekerjaan sebelumnya yang menyebabkan pekerjaan
selanjutnya harus berubah, disinilah tugas seorang drafter untuk membuat gambar kerja
yang dapat dilaksanakan.
3. Menjelaskan kepada pelaksana lapangan/ surveyor
Gambar shop drawing yang sudah dibuat adakalanya kurang dipahami oleh pelaksana
lapangan baik dari segi bentuk detail struktur maupun ukuran bangunan sehingga
diperlukan koordinasi yang baik dengan pihak lapangan agar struktur bangunan yang
dibuat sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya.
4. Membuat gambar akhir pekerjaan / asbuilt drawing
Gambar asbuilt drawing adalah gambar laporan hasil pelaksanaan yang sudah dibuat
dilapangan untuk dijadikan pertanggung jawaban kepada pemilik proyek/owner, gambar
asbuilt drawing dibuat setelah pekerjaan selesai dan tidak ada perubahan dilapangan.
9.

Pelaksana
Pelaksana mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :
Bertanggung jawab atas kelancaran pekerjaan yang menjadi kewajibannya.
Mempelajari gambar dan spesifikasi proyek.
Melakukan persiapan lapangan, termasuk pengukuran.
Membuat laporan realisasi quantity pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Memberikan perintah kepada pembantu pelaksana / mandor.
Dapat membuat opname borongan.
Membuat rekapitulasi kebutuhan material di proyek.
Pelaksana juga berkewajiban memberikan usulan kepada pemilik apabila menjumpai
beberapa kesulitan dalam pelaksanaan.
10.
Logistic
Uraian tugas seorang staf logistik proyek adalah :
- Mempelajari spesifikasi material dan jadual penggunaan material.
- Membuat jadwal pengadaan material, berdasarkan jadual penggunaannya.
- Melakukan pengadaan material sesuai jadwal.
11.
Gudang
Tugas staf gudang adalah :
- Menyimpan barang yang telah dibeli dan mengaturnya dengan baik agar barang dapat
keluar secara teratur
- Membuat laporan mengenai stock barang
- Mengeluarkan barang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan proyek
- Memberi informasi sedini mungkin atas produk yang sudah mencapai persediaan yang
minimum.
12.
Pengawas
-

Mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :


- Mengawasi laju pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik dari segi kualitas bahan bangunan
serta pelaksanaaannya.
- Mengawasi ketepatan waktu dan biaya pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik.
- Bertanggung jawab atas hasil pekerjaan kepada Owner/pemilik proyek.
- Memberikan persetujuan mengenai laporan harian, bulanan serta laporan pekerjaan
tambahan maupun pekerjaan kurang dan penyelesaian keuangan yang diakibatkannya.
13.
Administrasi
Tugasnya meliputi admin, logistic, dan lainnya yang mendukung pelaksanaan administasi
berjalan lancar.
Tugas detailnya yaitu :
- Menjaga dan mengupdate informasi administasi mulai dari office supply, stationaries.
- Mempersiapkan arrangement meeting detail, absensi staff, serta melakukan hal-hal seperti
surat menyurat dengan staf lainya.
14.
Keuangan
Tugas bagian keuangan adalah :
- Bertanggung jawab atas penerimaan dan pembayaran yang terjadi.
- Melakukan dan membuat laporan perhitungan pajak.