Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH SISTEM TERDISTRIBUSI

ATA 2015/2016

NAME SERVICE

Di Susun oleh :
4KB05
ACHMAD MAULANA / 20112082
LUTFI RAHMADI / 24112279
MUHAMMAD AMARULLOH ABDUL JABBAR / 24112872
PRASTYAWAN AURIANTO / 2A113888
REFIN CAESARIO / 26112079
RIYAN HIDAYAT TULLOH / 26112503
SAINS FADHILAH / 26112788

SISTEM KOMPUTER (S1)


UNIVERSITAS GUNADARMA
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Dalam sistem terdistribusi, nama digunakan untuk merujuk kepada berbagai macam

sumber daya seperti komputer, layanan, file, serta pengguna. Penamaan adalah sebuah isu
yang mudah diabaikan tapi tetap mendasar dalam desain sistem terdistribusi. Nama
memfasilitasi komunikasi dan berbagi sumber daya. Sebuah nama diperlukan untuk meminta
sistem komputer untuk bertindak berdasarkan sumber daya tertentu; Misalnya, nama dalam
bentuk URL yang diperlukan untuk mengakses halaman web tertentu. Proses tidak dapat
berbagi sumber daya tertentu yang dikelola oleh sistem komputer kecuali jika mereka dapat
konsisten terhadap nama mereka. Pengguna tidak dapat berkomunikasi dengan satu sama lain
melalui sistem terdistribusi kecuali jika mereka dapat nama satu sama lain, misalnya, dengan
alamat email.
Nama tidak hanya sarana identifikasi: deskriptif atribut yang lain. Kadang-kadang
klien tidak tahu nama entitas tertentu yang mereka cari, tetapi mereka memiliki beberapa
informasi yang menjelaskan hal itu. Atau mungkin memerlukan layanan dan tahu beberapa
karakteristiknya tetapi tidak tahu apa entitas yang mengimplementasikannya.

1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan kami

bahas antara lain :

1.3

Apa itu Name Service ?

Bagaimana Model Name Service ?

Tujuan

Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

Memahami konsep dasar name service

Mengetahui model name service

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Name Service


Name Service dalam Sistem Terdistribusi merupakan layanan penamaan yang

berfungsi untuk menyimpan naming context, yakni kumpulan binding nama dengan objek,
tugasnya untuk me-resolve nama. Pengaksesan resource pada sistem terdistribusi yang
memerlukan:

Nama resource (untuk pemanggilan),


Alamat (lokasi resource tsb),
Rute (bagaimana mencapai lokasi tsb).

Name Service memiliki konsentrasi pada aspek penamaan dan pemetaan antara nama
& alamat, bukan pada masalah rute, yang dibahas di Jaringan Komputer. Resource yang
dipakai dalam Name Service adalah: komputer, layanan, remote object, berkas, pemakai.
Contoh penamaan pada aplikasi sistem terdistribusi:
URL untuk mengakses suatu halaman web.
Alamat e-mail utk komunikasi antar pemakai.

2.1.1

Name Resolution, Binding, Attributes

Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

Name resolution: Nama ditranslasikan ke data ttg resource/object tsb.

Binding:
Asosiasi antara nama & obyek
Biasanya nama diikat (bound) ke attributes dari suatu obyek.

Address: atribut kunci dari sebuah entitas dalam sistem terdistribusi.

Attribute: nilai suatu object property.

2.1.2

Penguraian Naming Domains untuk mengakses resource dari URL

2.2

Tujuan Penamaan
1. Identifikasi
Seorang pemakai menginginkan obyek/layanan A, bukan obyek/layanan B.
2. Memungkinkan terjadinya sharing
Lebih dari satu pemakai dapat mengindentifikasikan resource dengan nama yang
sesuai (tidak harus nama yang sama).
3. Memungkinkan location independence:

Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

Perubahan lokasi tidak menuntut perubahan nama, asalkan lokasi tidak menjadi
bagian dari nama resource tsb.
4. Memberikan kemampuan keamanan (security)
Jika sebuah nama dipilih secara acak dari himpunan besar interger, maka nama
tsb hanya bisa diketahui dari legitimate source, bukan dari menebak. Jadi jika
seseorang mengetahui nama obyek tsb, maka dia memang diberitahu, karena sulit
sekali menebak nama tsb.
2.3

Jenis Nama
1. User names:
Dibuat oleh pemakai (user).
Merujuk pada suatu obyek atau layanan.
Terdiri dari strings of characters.
Contoh: hp201 untuk pencetak, ~bettyp/tmp/test.c untuk berkas.
2. System names:
Terdiri dari bit string.
Internal untuk sistem, tidak ditujukan untuk manusia.
Lebih compact dari user names, sehingga dapat dibandingkan dengan lebih
efisien.

2.4

Struktur Nama
1. Primitive/flat names (Unique Identifiers = UIDs)
Tanpa struktur internal, hanya string of bits.
Digunakan utk perbandingan dengan UID lain.
Tidak membawa informasi lain -> pure names.
Sangat berguna & banyak digunakan karena:
Location & application independent, sehingga tidak menjadi masalah bagi
mobilitas obyek.
Seragam, fixed size.
Compact: mudah disimpan, di-pass, & jika cukup besar menjadi sulit
ditebak.
2. Partitioned Names (PN)
Komposisi dari beberapa nama primitif, biasanya disusun secara hirarkis.
Contoh: telaga.cs.ui.ac.id, /cs/docs/akademik/SisDis/naming.ppt.
Membawa informasi -> impure names.
Biasanya tidak secara unik mengidentifikasikan obyek, beberapa nama
bisa dipetakan ke satu obyek (e.g. UNIX file links).
3. Descriptive names (DN)
Daftar atribut yang secara bersama-sama mengidentifikasikan obyek
secara unik.
Membawa informasi -> inpure names.
DN adalah superset dari PN.
E.g. OSI X.500 directory service.

Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

Directory Information Tree (DIT) X.500 name tree


Directory Information Base (DIB): The entire directory structure,
including the data associated with the nodes.
2.5

Name Context
Nama selalu diasosiasikan dengan konteks, yang mendefinisikan di mana nama

tsb valid. Ada 2 macam konteks:


1. Universal context:
Di manapun nama digunakan, nama di-resolved dengan cara yang sama.
Dapat disalin dari mesin ke mesin dengan bebas.
Contoh: http://www.cs.ui.ac.id/index.html.
2. Relative context:
Context dependent.
Contoh : a/b/c, b/c resolvable pada konteks a. Sedangkan pada node yang
berbeda, a/b/c dapat merujuk pada hal yang berbeda pula.
2.6

Sasaran Fasilitas Penamaan


1. Efisien, karena fasilitas penamaan merupakan dasar pada sistem terdistribusi &
digunakan secara terus menerus.
2. Terdistribusi. Renungkan jika UIDs dibangkitkan oleh centralized generator.
Bottleneck.
Node tempat generator tsb mengalami kegagalan.
3. Tampak seperti global space, tidak tergantung konektifitas, topologi, dan lokasi
obyek.
4. Mendukung pemetaan 1:many antara nama & obyek, untuk memungkinkan multicast.
5. Mendukung dynamic relocation of objects, jika obyek/proses potensial untuk
mobile (berpindah-pindah). Jadi diperlukan dynamic binding antara nama & alamat,
juga antara alamat & rute.
6. Memungkinkan local aliases, shg pemakai dapat mengekspresikan interpretasi
semantik

mereka

thdp

suatu

obyek.

Tentu

saja

diperlukan

pemetaan

antara aliases dan full names.

Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

2.7

Name List

Name Lists terdiri dari 2 komponen yaitu:


1. Name agents
2. Name servers

2.8

Name Agent
Name agents berada di client, bisa 1 name agent per client atau 1 name agent

digunakan oleh beberapa clients. Name agents menjadi perantara antara client dan name
server. Contoh: resolver pada Domain Name Service (DNS).
Fungsi Name Agents:
memastikan bahwa lokasi name servers terlihat transparan bagi client programs
(menyembunyikan lokasi name server).
berbicara dalam protokol komunikasi yang dimengerti name server.
mengetahui bagaimana name space diatur, sehingga tahu kemana suatu request harus
dikirim untuk memperoleh informasi lokasi.
melakukan negosiasi kompabilitias atau availability sumber

daya

(resource),

berdasarkan atribut.
2.9

Name Server
Name server menggunakan basis data terdistribusi yang terdiri dari tuples <nama,

lokasi, [atribut]>. Contoh atribut: jika resource adalah printer, maka atribut dapat
menyatakan apakah obyek dapat melakukan pencetakan postcripts atau tidak.
Hal penting yang harus dimiliki:

Availability,
Resilience to failure,
Konsistensi,
Kecepatan menerima pengaruh perubahan name lists,
Kemudahan mengkompilasi list of objects (resources).

Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

Ada 2 jenis Name Server:


A. Primary Name Server
Mendapatkan data dengan membaca file di storage
Lebih dikenal dengan File Zone
B. Secondary Name Server
Mendapatkan data dengan mereplikasikan data yang ada di primary server
Lebih dikenal dengan Transfer Zone
2.10

Bentuk Name List


A. Name List Tersentralisasi
Adalah Name list yang berada pada satu mesin.
Kelebihan:
Layanan cukup dilakukan dengan melihat name lists.
Waktu yang dibutuhkan antara registrasi obyek & saat obyek tsb dapat diakses,
sangat singkat.
Mudah untuk memperoleh daftar obyek aktif.
Kekurangan:
Poor resilience: jika node crash, terjadilah malapetaka.
Kemacetan (congestion) membatasi availability.
B. Name List Tereplikasi Penuh
Digunakan untuk mengatasi kekurangan name list tersentralisasi.
Masalah:
WRITE:
Untuk menjaga konsistensi, jika name list direplikasi, maka setiap perubahan
harus terefleksi di semua copy.
Bagaimana jika saat perubahan dicatat, ada sebagian replika yang tidak dapat
dihubungi (link or node failures)?
READ:
Bagaimana jika informasi yang diperoleh ternyata sudah usang, atau ada beberapa
replika yang tidak dapat diakses?
Solusi:
Sebuah name server dipilih sebagai master, dan selalu merefleksikan secara
akurat state of the world.
Name servers lainnya bertindak sbg pemberi petunjuk (hint), yang belum tentu
benar.

Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

Propagasi informasi antara master dan replika dilakukan saat sepi.


Diperlukan beberapa asumsi yaitu
Data penamaan tidak sering berubah, sehingga ketidakkonsistenan relatif jarang
terjadi. Tergantung dari aplikasi, cukup akurat untuk mail system tapi tidak untuk
sistem berbasis obyek yang sangat dinamis.
Jika dipakai data yang usang, maka akan terjadi error yang dapat diatasi. Contoh:
Buku telepon yang memuat nomor telepon yang tidak terpakai lagi.
Tidak ada masalah jika dipakai data usang. Contoh: forward pada alamat email yang lama.
Kelebihan:
Tidak perlu suatu central name server, di mana seluruh station tergantung
pada name server tsb.
Masih relatif mudah memperoleh daftar obyek dalam suatu jaringan, di mana
suatu name list berisi informasi yang dibutuhkan.
Availability meningkat, shg lokasi obyek dapat ditemukan lebih cepat dari name
list tersentralisasi.
Kekurangan:
Menggunakan lebih banyak memori.
Potensial timbul masalah ketidak konsistenan.
Pada
beberapa
jaringan,
broadcast
packet

ke

replika

sangat

meningkatkan overhead jaringan.


C. Name List Tereplikasi Sebagian
Sebagian name lists disimpan dalam cache setiap mesin.
Memerlukan mekanisme petunjuk (hint), yang biasanya benar.
Tidak ada master copy, shg dapat timbul masalah:
Seberapa besar cache?
Manakah nama yang harus dihapus dari cache untuk menjaga konsistensi.
Umum digunakan pada sistem berbasis obyek.
UID merupakan nama obyek.
Petunjuk lokasi disimpan dalam nama tsb, untuk menghindari seringnya
berkonsultasi dengan name server.
Petunjuk harus dapat diandalkan.
Jika sebuah obyek berpindah, maka setiap reference harus diubah satu persatu.
2.11

Contoh Name Service

1. DNS (Domain Name Service)


memetakan nama domain ke alamat
2. GNS (Global Name Service)
memetakan global name ke atribut-atribut
Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

skalabilitas, dapat menangani perubahan


3. X500 directory service
memetakan nama orang ke dalam alamat suatu e-mail dan nomor telepon
4. Jini discovery service
mencari objek sesuai dengan atribut yang ada

2.12

Name Service and the Domain Name System


Suatu name service dapat menyimpan kumpulan satu atau lebih kontek penamaan

yaitu sehimpunan keterkaitan antara nama dan atribut objek, seperti user, komputer, services
dan remote object.
Yang dibutuhkan dari suatu Name Services adalah :

penamaan unik yang standard


scalability
consistency
performance dan availability
mudah menyesuaikan terhadap perubahan
perlindungan kegagalan

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, sebuah name server setidaknya dapat
menerapkan mekanisme berikut :

Partitioning
Tidak ada satu name server yang dapat menyimpan seluruhnama dan atribut untuk
seluruh jaringan.
Data nama dipartisi berdasarkan domain.
Replication
Sebuah domain biasanya memiliki lebih dari satu name server
Untuk meningkatkan availability dan performance
Caching
Sebuah name server dapat melakukan mekanisme caching terhadap data nama dari name
server lain
Hal ini dilakukan untuk mencegah operasi permintaan sama berulangulang
Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

2.13.

Name servers and navigation


Navigasi dan name servers di sini memiliki arti petunjuk pengaksesan nama data dari

lebih dari satu name server untuk menyelesaikan suatu pemetaan nama (resolve a name).
Yang didalamnya terdapat 3 metode, yaitu:
1. Iterative Navigation
Agent tetap memegang kendali proses resolusi sebuah nama. Serve mengembalikan
status resolusi dan alamat server yang harus dihubungi selanjutnya. Agent bekerja lebih keras
dari cara pertama, dan perlu sedikit pintar.
Transitive Navigation hampir sama dengan resolusi rekursif. Return address dari
agent diteruskan oleh server, sehingga jika informasi lokasi obyek ditemukan, informasi
tersebut langsung diteruskan ke agent. Kelebihan : berkurangnya pengiriman pesan, server
tidak perlu menyimpan status on going resolution. Kekurangan: pengirim tidak menerima
ACK.
2. Non-recursive, server-controlled

3. recursive, server-controlled
Adalah aktifitas berpindah dari server ke server, shg nama selalu di-resolve dalam
konteks yang baru. Multiple servers transparan bagi name agent. Agent tidak sibuk. Servers
harus menyimpan return address untuk setiap outgoing lookup, dan secara keseluruhan
bekerja keras.
2.14 Name Resolution
Yaitu diberikan nama obyek , temukan obyek tersebut. Simpan semua nama di setiap name
server. Partisi basis data penamaan (naming database) dapat dilakukan berdasarkan:

Algoritma:

Tergantung dari nilai sebuah fungsi hash.

Tidak tergantung pada struktur dan lokasi obyek.

Sintaks:

Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

10

Contoh: telaga.cs.ui.ac.id.

Atribut.

Proxy dapat menyimpan pointer migrasi suatu obyek.

Non-recursive and Recursive


Server-controlled Navigation

NS2

NS2
2

2
1
client

NS1

client

4
NS1

5
NS3

NS3

Non-recursive
server-controlled

Recursive
server-controlled

A name server NS1 communicates with other name servers on behalf of a client

Rekursif

Agent

N.S.

N.S.

N.S.

Adalah aktifitas berpindah dari server ke server, shg nama selalu di-resolve dalam
konteks yang baru. Multiple servers transparan bagi name agent. Agent tidak sibuk. Servers
harus menyimpan return address untuk setiap outgoing lookup, dan secara keseluruhan
bekerja keras. Bagaimana jika rasio antara agent & server cukup besar?
Iterative Navigation

Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

11

NS2
2
Client

NS1

Name
servers

3
NS3

A client iteratively contacts name servers NS1NS3 in order to resolve a name


Agent tetap memegang kendali proses resolusi sebuah nama. Server mengembalikan
status resolusi dan alamat server yang harus dihubungi selanjutnya. Agent bekerja lebih keras
dari cara pertama, dan perlu sedikit pintar.

Transitive Navigation

N.S.
Agent

N.S.
N.S.

Transitive Navigation hampir sama dengan resolusi rekursif. Return address dari
agent diteruskan oleh server, sehingga jika informasi lokasi obyek ditemukan, informasi
tersebut langsung diteruskan ke agent. Kelebihan: berkurangnya pengiriman pesan, server
Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

12

tidak perlu menyimpan status on going resolution. Kekurangan: pengirim tidak menerima
ACK.

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Dari pembahasan tentang Name Service pada Sistem Terdistribusi dapat diambil

kesimpulan :

Dalam sistem terdistribusi, name service digunakan untuk menunjuk ke suatu


sesumber yang beragam dan tersebar seperti komputer, layanan (services), file, remote

object, use yang dapat memudahkan pengguna.


Name Service dalam Sistem Terdistribusi merupakan layanan penamaan yang
berfungsi untuk menyimpan naming context, yakni kumpulan binding nama dengan
objek, tugasnya untuk me-resolve nama.

Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

13

Pengaksesan resource pada sistem terdistribusi yang memerlukan: Nama resource,


Alamat danRute.

3.2

Saran
Penulis menyadari bahwa masih jauh dari kata sempurna, hingga penulis merasa

masih perlu belajar lagi dalam membuat makalah. dengan demikian, penulis berharap kepada
pembaca untuk memberikan saran dan kritik terhadap makalah ini. Penulis meminta maaf
apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan dalam penulisan makalah ini.

Daftar Pustaka

https://dioadityaputra.wordpress.com/2015/01/12/name-servicetugas-sister/, diakses

pada 12 Maret 2016.


http://forza-septiawan.blogspot.co.id/2012/04/definisi-name-service-pada-

sistem.html, diakses pada 12 Maret 2016.


https://teg849.wordpress.com/2011/04/27/name-service/, diakses pada 12 Maret 2016.
id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Penamaan_Domain, diakses pada 12 Maret 2016.
deris.unsri.ac.id/materi/jarkom/domain&DNS.pdf, diakses pada 12 Maret 2016.
te.ugm.ac.id/~risanuri/distributed/ringk/bab09.pdf, diakses pada 12 Maret 2016.

Makalah Sistem Terdistribusi, File Service

14