Anda di halaman 1dari 4

Suryasatriya Trihandaru, dkk/ Pemodelan Dan Pengukuran Difusi Larutan Gula Dengan Lintasan Cahaya Laser

27

Pemodelan dan Pengukuran Difusi Larutan Gula dengan Lintasan


Cahaya Laser
Suryasatriya Trihandaru, Ayuk Widyayanti, Septriana Rachmawati, Buce S. Toenlioe
Program Studi Fisika dan Pendidikan Fisika
Universitas Kristen Satya Wacana
Jl. Diponegoro 55-60 Salatiga Indonesia
suryasatriya@staff.uksw.edu

Abstrak Difusi larutan gula dalam air tenang sangat lambat karena ukuran molekulnya yang besar. Untuk
mengukurnya dengan ketelitian tinggi diperlukan pemodelan matematika yang melingkupi proses difusi, yaitu
persamaan diferensial parsial tentang dinamika konsentrasi gula dalam ruang satu dimensi, dan pemodelan lintasan
cahaya melalui larutan tersebut, dengan memperhatikan indeks bias yang bervariasi menurut konsentrasi larutan gula
secara linear. Model ini kemudian diselesaikan secara numerik dengan teknik beda berhingga implisit untuk
persamaan diferensial parsialnya, serta metoda rekursif Snellius untuk lintasan cahayanya. Percobaan aktual juga
dilakukan untuk menunjukkan bahwa model matematika yang dibangun sesuai dengan hasil percobaan.
Kata kunci: difusi, persamaan diferensial parsial, metoda beda berhingga, hukum Snellius
Abstract Sugar solution has very low diffusivity in still water due to its large molecular size. In order to have high
accuracy of measurement of the constant of diffusion, modelling mathematics is needed, that includes the diffusion
process, i.e. a partial differential equation about the dynamics of sugar concentration in one dimensional space, and
model of the path of light through the liquid by considering the linear dependence of refraction indexs on the sugar
concentration. The model is computed using the finite difference method, i.e. for having the solution of the partial
differensial equation, and Snellius recursive method for computing the path of light. Actual experiment has been set up
to show the validity of the model.
Key words: diffusion, parsial differensial equation, finite difference method, Snellius law

I. PENDAHULUAN
Difusi adalah pergerakan molekul suatu zat secara
random yang menghasilkan pergerakan molekul efektif
dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Contohcontohnya adalah difusi zat warna dalam air tenang,
difusi glukosa dan teknik tomografi [1], difusi zat
melalui membran [2], difusi oksigen dalam membran
polimer [3]. Bahkan difusi tidak hanya terjadi pada skala
mikro tetapi juga skala makro, seperti difusi gas dalam
galaksi [4],[5]. Model dasar yang digunakan dalam
penelitian tentang difusi biasanya adalah hukum Fick
[6], namun bentuknya akan bervariasi sesuai dengan
asumsi-asumsi peneliti [7].
Difusi larutan gula sangat penting dalam dunia
biologi, contohnya adalah fenomena transport gula
dalam tanaman [8]. Dalam penelitian tersebut, Jensen
dan kawan-kawan mengukur efek difusi dengan metoda
pengukuran konsentrasi dengan pembiasan laser. Profil
konsentrasi gula mengalami evolusi seperti pada Gambar
1. Dalam penelitian tersebut diberikan cara pengukuran
konsentrasi melalui pembiasan laser. Namun karena
ruang yang dipakai berupa pipa, yaitu untuk
mensimulasikan tanaman, maka pengukuran pembiasan
menjadi sangat terbatas.

Gambar 1.

Profil konsentrasi gula menurut simulasi Jensen


[8], dengan difusivitas rendah.

Pada penelitian ini, pengukuran difusivitas larutan


gula menggunakan ruang yang lebih besar, yaitu
akuarium dengan ukuran 30158 cm3. Pembiasan
cahaya laser akan menghasilkan lintasan melengkung.
Dengan menganalisa lengkungan ini, nilai difusivitas
akan terukur lebih akurat.
II. LANDASAN TEORI
Larutan gula dengan konsentrasi tinggi sebesar C0
(gr/ml) ditempatkan dalam sebuah wadah persegi,
seperti pada Gambar 2. Ketinggian larutan gula ini dari
dasar wadah adalah h. Kemudian, dengan sangat hatihati, air dituangkan ke atas larutan gula pekat ini sampai
ketinggian L. Jadi, pada waktu t=0, konsentrasi gula
C(y,t) dianggap mempunyai profil

C ,
C ( y,0) = 0
0,

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVI HFI Jateng & DIY, Purworejo 14 April 2012
ISSN : 0853-0823

0< y<h
h< y<L

(1)

28

Suryasatriya Trihandaru, dkk/ Pemodelan Dan Pengukuran Difusi Larutan Gula Dengan Lintasan Cahaya Laser

Molekul-molekul gula akan terdifusi menurut hukum


Fick sebagai berikut

C
C
=D 2 ,
t
y
2

0< y<L

(2)

Evolusi konsentrasi gula pada Persamaan (2) dilengkapi


dengan syarat-syarat batas

C
= 0,
y

y = 0, t > 0

dxi =

dy
tan( i )

(6)

Persamaan (6) dipakai untuk menghitung lintasan cahaya


secara diskrit dalam bentuk pasangan koordinat lintasan
(xi, yi).

(3)

dan

Gambar 3.

Gambar 2.

Model percobaan pengukuran konstanta difusi


larutan gula dengan laser.

C
= 0,
y

y = L, t > 0

(4)

Pada pemodelan ini telah diasumsikan bahwa difusi


gula akan terjadi secara seragam sepanjang koordinat-x,
sehingga profil konsentrasi gula hanya merupakan fungsi
y saja.
Pada saat t=0, laser yang ditembakkan ke dalam
larutan gula dengan kemiringan terhadap garis
horisontal (sudut diukur di dalam air) pada ketinggian
hL di x=0, akan mempunyai lintasan lurus di dalam air,
dengan asumsi bahwa konsentrasi gula pada bagian ini
masih nol. Namun dengan bertambahnya waktu, indeks
bias air akan berubah oleh karena adanya difusi gula.
Diasumsikan bahwa indeks bias dalam ketebalan larutan
dy yang cukup kecil adalah konstan, sehingga diperoleh
lapisan-lapisan dengan indeks bias berbeda, sesuai
dengan konsentrasi gula. Lintasan cahaya dapat dihitung
secara rekursif dengan hukum Snellius sebagai berikut,
lihat Gambar 3,

Persamaan dinamika konsentrasi gula, yaitu


Persamaan (1), (2), (3) dan (4) diselesaikan dengan
metoda beda berhingga [10], yaitu untuk memperoleh
solusi diskrit dengan notasi

Ci j C ( yi , t j ) C ((i 1)dy, jdt )

C Ci j +1 Ci j

dt
t
2 C Ci j +1 2Ci j +1 Ci j +11

y 2
dy 2

(9)

Secara lengkap, skema numerik untuk dinamika


konsentrasi gula adalah

i Ci j +11 + i Ci j +1 + i Ci +j +11 = Ci j , i = 1,..., N


(10)
dengan

Ddt
,

i = dy 2
1,

i = 2,3,..., N 1

Syarat awal diasumsikan berbentuk

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVI HFI Jateng & DIY, Purworejo 14 April 2012
ISSN : 0853-0823

(11)

i=N

Ddt

1 + 2 2 , i = 2,3,..., N 1
i =
dy
1,
i = 1, N
Ddt
, i = 2,3,..., N 1

i = dy 2
1,
i =1

(5)

Oleh karena ketebalan lapisan dipilih konstan sebesar dy


maka proyeksi lintasan cahaya pada bidang horisontal
mempunyai besar

(8)

sedangkan turunan kedua terhadap ruang didiskritisasi


secara sentral

= ni 1 sin( i 1 )
2
=L

(7)

Turunan terhadap waktu didiskritisasi secara maju

ni +1 sin( i +1 ) = ni sin( i )
2
2

Larutan gula dianggap lapisan-lapisan yang


mempunyai indeks bias berbeda, yaitu semakin
besar untuk kedalaman semakin dalam.

(12)

(13)

Suryasatriya Trihandaru, dkk/ Pemodelan Dan Pengukuran Difusi Larutan Gula Dengan Lintasan Cahaya Laser

C ,
C = 0
0,
0
i

{i : xi h}
{i : xi > h}

(14)

D=5,99810-6 (m2/h) atau 6,94210-11 (m2/s). Pada


Gambar 4 diperlihatkan profil konsentrasi gula dan
lintasan cahaya laser yang melaluinya.

Indeks bias larutan gula diasumsikan tergantung


secara linear dengan konsentrasi gula (walaupun
sebenarnya relatif tidak linear menurut Subedi [9]), yaitu

Profil Konsentrasi gula


Konsentrasi gula (gr/gr)

Cj
ni n(Ci ) = na + (n0 na ) i
C0
j

(15)

dengan na adalah indeks biar air dan n0 adalah indeks


bias larutan gula dengan konsentrasi C0.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil ukur parameter-parameter
ditunjukkan pada Tabel 1.

yang

konstan

Tabel 1. Daftar parameter numerik dan fisika terukur

Simbol
L
h
hL

P
na
n0
C0
tmax
N
dy
dt

Keterangan
Tinggi air (m)
Tinggi larutan gula pekat (m)
Tinggi bintik laser (m)
Sudut elevasi laser (rad)
Lebar akuarium (m)
Indeks bias air
Indeks bias larutan gula pekat
Konsentrasi gula pekat (gr/gr)
Waktu total (hari)
Jumlah diskritisasi ruang
Interval dy = L /( N 1) (m)
Interval waktu (hari)

Besar
0,058
0,011
0,043
0,300
1,33
1,46
0,667
6,9167
2000
2,901510-5
0,00346

Dengan parameter pada Tabel 1 diperoleh nilai


terbaik untuk difusivitas gula, yaitu sebesar

0.6

0.4

0.2

0.01

0.02

0.03
y (m)

0.04

0.05

Lintasan cahaya
0.05
y (m)

III. METODE PENELITIAN


Mula-mula dilarutkan 250 gram gula pasir ke dalam
125 mililiter (atau 125 gram) air, sehingga konsentrasi
gula pekat yang diperoleh adalah C0=0,667%. Larutan
gula pekat dimasukkan ke dalam akuarium dan diukur
ketinggiannya, yaitu h=1,1 cm. Pada suhu kamar, yaitu
27C, air dituangkan secara perlahan ke atas larutan gula
pekat, sedemikian rupa permukaan larutan gula pekat
tidak banyak berubah. Tinggi air dari dasar akuarium
terukur adalah L=5,8 cm. Pada tahap ini, pencatat waktu
diaktifkan.
Sinar laser ditembakkan dengan kemiringan tertentu
pada dinding akuarium. Terukur ketinggian bintik laser
di kaca adalah 0,43 cm dari dasar akuarium. Lintasan
laser di ambil gambarnya pada selang waktu tertentu.
Pada percobaan ini hanya digunakan dua gambar untuk
dianalisa, yaitu keadaan awal pada t=0 dan keadaan
akhir, yaitu setelah 7 hari terdifusi. Waktu akhir ini
dinotasikan sebagai tmax.
Gambar yang diperoleh pada tmax digunakan untuk
mencari besar difusivitas larutan gula D, yaitu dengan
cara mencocokkan kelengkungan hasil komputasi dan
foto percobaan, dengan asumsi bahwa semua parameter
selain D dianggap akurat.

29

0.05

0.1

0.15
x (m)

0.2

0.25

0.3

Gambar 4. Profil konsentrasi gula (atas) dan lintasan cahaya


(bawah). Garis tebal adalah hasil simulasi sedang
tanda o adalah titik-titik data hasil ukur.

Dengan nilai difusivitas yang sangat rendah dapat


disimpulkan bahwa transport gula lebih dominan melalui
fenomena lain, seperti konveksi atau melalui perbedaan
tekanan osmosis.
V. KESIMPULAN
Melalui pemodelan difusivitas larutan gula dan
lintasan cahaya laser serta teknik solusi numeriknya,
besar difusivitas larutan gula di air tenang dapat
diketahui dengan akurat, yaitu sebesar atau 6,94210-11
(m2/s). Teknik ini dapat digunakan untuk mengukur
difusitas zat lainnya, asal efeknya mempengaruhi
lintasan cahaya laser.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terimakasih untuk Universitas Kristen Satya Wacana,
Program Studi Fisika dan Pendidikan Fisika yang telah
memfasilitasi penelitian ini.
PUSTAKA
[1]

[2]

[3]

Jitendra Solanki, Pratima Sen, Joseph Thomas Andrews,


Kamal Kishore Thareja. Cyclic Correlation of Diffuse
Reflected Signal with Glucose Concentration and
scatterer size. J. Modern Physics, 3(1), 64-68 (2012)
Kazuhiko Seki, Sanoop Ramachandran, Shigeyuki
Komura. Diffusion coefficient of an inclusion in a liquid
membrane supported by a solvent of arbitrary thickness.
Physical Review E 2011
Vijay A. Sethuraman, Saahir Khan, Jesse S. Jur, Andrew
T. Haug, John W. Weidner.Measuring Oxygen, Carbon

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVI HFI Jateng & DIY, Purworejo 14 April 2012
ISSN : 0853-0823

30

[4]
[5]
[6]
[7]

[8]

Suryasatriya Trihandaru, dkk/ Pemodelan Dan Pengukuran Difusi Larutan Gula Dengan Lintasan Cahaya Laser

Monoxide and Hydrogen Sulfide Diffusion Coefficient


and Solubility in Nafion Membranes. Electrochimica
Acta, 54(27), 6850-6860, 2009
Hidalgo-Gamez A.M., Peimbert A.. Diffuse Ionized
Gas inside the dwarf irregular galaxy NGC 6822.
Astron.J.133:1874-1882,2007.
Lorenzo Zaninetti. Models of diffusion of galactic
Cosmic Rays from Super-bubbles. Int.J.Mod.Phys.
A22:995-1026,2007
F. Sattin. Fick's law and Fokker-Planck Equation in
inhomogeneous environments. Physics Letters A 372
(2008) 3941-3945
P.S. Burada, G. Schmid, D. Reguera, J.M. Rubi, P.
Hanggi. Biased diffusion in confined media: Test of the
Fick-Jacobs approximation and validity criteria. Phys.
Rev. E. 75, 051111 (2007)
K.H. Jensen, E. Rio, R. Hansen, C. Clanet, T. Bohr.
Osmotically driven pipe flows and their relation to sugar
transport in plants. Submitted to Journal of Fluid
Mechanics
on
May
28,
2008.
Website:
http://arxiv.org/pdf/0810.4021.pdf. Diakses 1 Januari
2012

[9]

[10]

Subedi, D.P., Adhikari, D.R., Joshi, U.M., Poudel, H. N.,


Niraula, B. Kathmandu University Journal Of Science,
Engineering
And
Technology.
Vol.II,
No.1,
FEBRUARY, 2006.
Joe D. Hoffmann. Numerical Methods for Engineers and
Scientist. 2nd ed. Marcel Dekker, Inc. 2001.

TANYA JAWAB
Anonim
? Diffuse selama ini pakai apa?
? Bagaimana hubungannya dengan temperature?
Suryasatriya Trihandaru,UKSW
Diffuse selama ini menggunakan lintasan laser juga,
tapi dalam penelitian ini digunakan pencocokan antara
foto dari lintasan laser
Dalam penelitian ini masih mempertahankan suhu
dalam kamar saja, belum mengubah variable lain

Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVI HFI Jateng & DIY, Purworejo 14 April 2012
ISSN : 0853-0823