Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

ANALISIS PENGEMBALIAN ATAS INVESTASI MODAL


DAN PROFITABILITAS

Disusun oleh :
KELOMPOK 5
Desi Natalia Pardede

12010112130178

Tri Puji Lestari

12010112130206

Hesti Kustanti

12010112130215

Ervinna Chandra Kusuma

12010112130259

Bobbi

12010112130262
Dosen :
Drs. R . Djoko Sampurno, MM
Prof. Dr. H. Sugeng Wahyudi, MM
KELAS A - JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN 2015

A. PENTINGNYA PENGEMBALIAN ATAS INVESTASI MODAL


Kinerja perusahaan dapat dianalisis dengn berbagai cara. Pertumbuhan pendapatan,
laba bersih, dan asset merupakan ukuran kinerja yang biasa digunakan. Namun, tidak satupun
dari ukuran-ukuran perusahaan ini dapat digunakan secara terpisah sebagi ukuran kinerja
perusahaan yang komprehensif. Penyebabnya adalah saling ketertarikan antarukuran ini dan
keterkaitan antaraktivitas usaha. Misalnya, pendapatan meningkat hanya diinginkan jika
perusahaan dapat meningkatkan laba. Untuk menilai jumlah laba bersih, kita menguatkannya
dengan investasi modal. Misalnya, keuntungan sebesar $1 juta akan dinilai berbeda jika
investasi modal suatu perusahaan berjumlah sebesar $2 juta atau $200 juta.
Hubungan antara laba dengan investasi modal, yang disebut pengembalian atas
investasi modal (return on invested capital-ROIC) atau pengembalian atas investasi (return
on investment-ROI) mungkin merupakan ukuran kinerja perusahaan yang dikenal luas.
Ukuran ini dapat membandingkan keberhasilan perusahaan atas pengelolaan investasi modal.
Ukuran ini juga memungkinkan kita menilai pengembaian perusahaan relative terhadap risiko
investasi modal serta membandingkan pengembalian atas investasi modal dengan
pengembalian investasi alternative. Analisis ini menentukan kemampuan perusahaan untuk
meraih keberhasilan, memperoleh pendanaan, membayar kreditor, dan memberikan imbalan
kepada pemilik. Pengembalian atas investasi modal digunakan dalam berbagai area dalam
analisis, antara lain:
1. Mengukur Efektivitas Manajerial
Tingkat pengembalian atas investasi mosal terutama tergantung pada keahlian, sumber
daya, kepintaran, dan motivasi manajemen. Manajemen bertanggungjawab atas aktivitas
usaha perusahaan. Mereka membuat keputusan pendanaan dan memilih strategi perencanaan
serta melaksanakannya. Pengembalian atas investasi modal, jika dihitung selama periode
waktu satu tahun atau lebih, merupakan ukuran efektivitas manajerial yang relevan.
2. Mengukur Profitabilitas
Pengembalian atas investasi modal merupakan indicator penting atas kekuatan
perusahaan dalam jangka panjang. Angka ini menggunakan ukuran ringkasan utama dari
laporan laba rugi (laba)dan neraca (pendanaan) untuk menilai profitabilitas. Ungkuran
profitabilitas ini memiliki beberapa keunggulan yaitu angka ini dapat mengungkapkan

pengembalian atas investasi modal secara efektif dari berbagai perspektif contributor
pendanaan yang berbeda (kreditor dan pemegang saham)
3. Ukuran untuk Perencanaan dan Pengendalian
Pengembalian atas investasi modal memiliki peran penting dalam perencanaan,
penganggaran, koordinasi, evaluasi, dan pengendalian aktivitas usaha. Pengembalian segmen
ini terdiri atas penghasilan yang diperoleh tiap lini produk, proyek, dan komponen lain.
Dalam mengevaluasi alternative investasi, manajemen menilai kinerja relative terhadap
tafsiran pengembalian. Dari penilaian ini, diambil keputusan strategis dan rencana tindakan
bagi perusahaan.
B. KOMPONEN PENGEMBALIAN ATAS INVESTASI MODAL
Pengembalian atas investasi modal (return on invested modal) dihitung dengan cara
sebagai berikut:
Laba
Investasi Modal

1. Definisi Investasi Modal


Tidak ada ukuran universal atas investasi modal yang digunakan untuk menghitung
tingkat pengembalian. Ukuran investasi modal yang berbeda mencerminkan perspektif
pengguna laporan keuangan yang berbeda. Bagian ini akan menjabarkan berbagai ukuran
investasi modal dan menjelaskan relevansinya bagi interpretasi dan pengguna laporan
keuangan yang berlainan.
a) Aset Operasi Bersih
Banyak analis memisahkan neraca dan laporan laba rugi menjadi komponen
operasi dan non-operasi dan menghitung pengembalian asset operasi bersih (return on net
operating assets-RNOA) sebagai ringkasan ukuran kinerja. Aktivitas operasi merupakan
aktivitas inti perusahaan. Aktivitas ini meliputi seluruh aktivitas yang dibutuhkan untuk
membawa produk atau jasa perusahaan ke pasar, serta melayani kebutuhan para
pelanggannya. Dalam laporan laba rugi, aktivitas operasi biasanya meliputi penjualan,
harga pokok penjualan, dan beban penjualan, umumj, serta administrasi (selling and
general amd administration). Di neraca, aktivitas operasi diwakili oleh asset dan
kewajiban yang berhubungan dengan akun-akun laporan laba rugi , seperti piutang usaha,

persediaan, asset tetap, utang usaha, dan beban yang masih harus dibayar. Meskipun
manajemen atas portofolio investasi yang efektif dan melakukan ppinjaman yang
bijaksana dapat menguntungkan laba, pendapatan dan beban non-operasi ini dianggap
sebagai tambahan dari aktivitas operasi inti suatu usaha. Akibatnya, pengembalian atas
investasi dan beban pinjaman umumnya tidak memiliki dampak yang besar pada nilai
perusahaan, kecuali jika jumlahnya besar.
Lebih spesifik lagi, asset operasi terdiri atas total asset dikurangi asset keuangan
seperti investasi dalam efek yang dapat diperdagangkan. Kewajiban operasi terdiri atas
total kewajiban dikurangi utang yang dikenakan bunga. Asset operasi dikurangi
kewajiban operasi menghasilkan asset operasi bersih (net operating assets-NOA). Ukuran
laba yang dapat diperbandingkan asset operasi bersih adalah asset operasi bersih setelah
pajak (net operating profit after tax-NOPAT), yang sama dengan pendapatan dikurangi
beban operasi seperti harga pokok penjualan, beban SG&A, dan pajak (NOPAT
mengecualikan laba investasi dan beban bunga).
b) Modal Ekuitas Biasa
Pengembalian ekuitas biasa(return on common equity-ROCE) dinyatakan sebagai
laba bersih dikurangi dividen saham preferen dibagi rata-rata ekuitas biasa. Ekuitas biasa
sama dengan total ekuitas pemegang saham dikurangi saham preferen . Saham preferen
dikeluarkan dari perhitungan karena, dari sudut pandang pemegang saham biasa, saham
preferen memiliki klaim tetap asset bersih dan arus kas perusahaan, sama seperti utang.
Ekuitas biasa juga dapat dinyatakan sebagai total asset dikurangi utang dan saham
preferen. Proporsi utang dan pendanaan ekuitas atas asset merupakan keputusan struktur
modal yang harus diambil setiap perusahaan. Jumlah ekuitas dalam struktur modal, atau
jumlah ekuitas yang digunakan dalam perhitungan pengembalian atas ekuitas, merupakan
fungsi dari sampai sejauh mana perusahaan didanai dengan utang (dimana lebih banyak
utang berarti lebih sedikit ekuitas).
c) Menghitung Investasi Modal Suatu Periode
Tanpa melihat definisi investasi modal, kita membandingkan pengembalian untuk
suatu periode dengan dasar investasinya. Investasi modal untuk suatu periode umumnya
dihitung dengan menggunakan rata-rata modal yang tersedia bagi perusahaan selama
periode tersebut. Angka rata-rata digunakan untuk mencerminkan perubahan investasi

modal yang terjadi selama periode. Metode yang paling umu digunakan adalah
menambhakan saldo awal dan akhir tahun investasi modal lalu dibagi dua. Tetapi kita
harus berhati-hati dalam melakukan perata-rataan. Metode yang lebih akurat adalah
dengan merata-ratakan jumlah interim-misalnya, menambahkan jumlah investasi modal
tiap akhir kuartal dan membaginya dengan 4.
d) Penyesuaian atas Investasi Modal dan Laba
Analisis pengembalian atas investasi modal menggunakan angka laporan
keuangan sebagai titik awal. Beberapa angka yang tidak dilaporkan di dalam laporan
keuangan juga perlu diperhitungkan. Beberapa penyesuaian, seperti yang berhubungan
dengan persediaan, memengaruhi pembilang maupun penyebut pengembalian investasi
modal, sehingga mengurangi pengaruhnya. Apapun dampaknya, analisis pengembalian
atas investasi modal seharusnya menggunakan angka laporan keuangan yang telah
disesuaikan secara wajar.
2. Menghitung Pengembalian Investasi Modal
Berikut ini merupakan bentuk penerapan analisis pengembalian atas investasi modal.
Akan diberikan ilustrasi dalam laporan keuangan Excell Corporation (Laporan Neraca dan
Laba Rugi) dengan penggunaan laba maupun investasi yang berbeda dalam pengembalian
atas investasi modal.
Excell Corporation
Laporan Laba Rugi
Per 31 Desember, Tahun ke-8 dan ke-9
(dalam ribuan $)

Tahun ke-8

Tahun ke-9

Penjualan
HPP dan Beban Operasi
Laba Operasi
Beban Bunga

$ 1.636.298
1.473.293
163.005
21.825

$ 1.782.254
1.598.679
183.575
20.843

Laba Sebelum Pajak


Beban Pajak
Laba Bersih

141.180
52.237
$ 88.943

162.732
58.584
$ 104.148

Excell Corporation
Laporan Neraca
Per 31 Desember, Tahun ke-8 dan ke-9

(dalam ribuan $)
ASSET
Kas
Efek yang dapat diperdagangkan
Piutang usaha bersih
Persediaan
Total Aset lancer
Investasi dalam anak perusahaan yang tidak
dikonsolidasi
Efek yang dapat diperdagangkan
Asset tetap, bersih
Goodwill
Total Asset Jk. Panjang
Total Asset
KEWAJIBAN
Wesel bayar
Utang usaha
Utang pajak
Bagian lancar utang jk. Panjang
Total kewajiban lancer
Utang jk. Panjang
Pensiun dan kewajiban OPEB
Total kewajiban jk. Panjang
EKUITAS
Saham biasa
Tambahan modal disetor
Laba ditahan
Saham diperoleh kembali
Total ekuitas pemegang saham
Total Kewajiban dan Ekuitas

Tahun ke-8
$

115.397
38.008
177.538
204.362
535.305
33.728

Tahun ke-9
$

71.546
43.854
182.589
256.838
555.097
62.390

5.931
1.539.221
6.550
$ 1.585.430
$ 2.120.735

56.997
1.633.458
6.550
$ 1.759.395
$ 2.314.492

7.850
138.662
24.370
30.440
201.332
507.329

13.734
155.482
13.256
33.822
216.294
473.507

743.779
$ 1.251.108

852.237
$ 1.325.744

413.783
19.208
436.752
(201.438)
668.305
$ 2.120.735

413.783
19.208
540.901
(201.438)
772.454
$ 2.314.492

a) Pengembalian atas Aset Operasi Bersih


Pengembalian atas aset operasi bersih (return on net operating assets RNOA)
dihitung sebagai berikut :

RNOA =

Laba Operasibersih setelah pajak (Net operating profits after taxNOPAT )


Ratarata aset operasi bersih( Average net operating asse tsNOA )

Penyebut rumus di atas adalah asset operasi bersih (net operating assets NOA) , sama
dengan asset operasi dikurangi kewajiban operasi.
Aset operasi adalah pos yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha, meliputi kas,
piutang usaha, persediaan, beban dibayar dimuka, asset pajak tangguhan, asset tetap, dan
investasi jangka panjang yang terkait dengan akuisisi strategis (seperti investasi metode
ekuitas, goodwill, dan asset tak berwujud). Sedangkan kewajiban operasi yaitu utang
usaha dan beban yang masih harus dibayar serta kewajiban operasi jangka panjang,
seperti pensiun dan kewajiban purnakarya lainnya (other post retirement OPEB ) serta
kewajiban pajak tangguhan.
Asset non-operasi (asset keuangan) meliputi investasi dalam efek yang dapat
diperdagangkan, investasi ekuitas non-strategis, dan investasi dalam operasi yang
dihentikan sebelum dijual. Kewajiban non-operasi (kewajiban keuangan) meliputi
obligasi dan kewajiban jangka panjang lain yang dikenakan bunga, serta bagian tidak
lancar sewa guna usaha modal. Kewajiban keuangan bersih (net financial obligations
NFO) sama dengan kewajiban keuangan dikurangi asset keuangan.
Perbedaan antara aktivitas operasi dan non-operasi ini dapat dirangkum dalam
penyajian umum neraca berikut :

Asset operasi
Dikurangi kewajiban operasi

Aset operasi bersih

NERACA
Kewajiban keuangan
Dikurangi asset keuangan
Kewajiban keuangan bersih
Ekuitas pemegang saham
NOA
Pendanaan bersih
OA
(OL)

FL
(FA)
NFO
SE
NFO+SE

Karena persamaaan akuntansi yang menyatakan bahwa asset = kewajiban +


ekuitas, maka dapat juga dinyatakan berdasarkan aktivitas operasi dan non-operasinya
dengan :

[Asset operasi bersih (NOA) = kewajiban keuangan bersih (NFO) + Ekuitas pemegang saham (SE)]
Untuk Excel Corporation, asset operasi bersih (NOA) untuk tahun ke-8 dan ke-9
dapat dihitung baik dari sisi aktiva maupun passiva sebagai berikut :

Excell Corporation
Net Operating Assets NOA (perhitungan sisi aktiva)
Per 31 Desember, Tahun ke-8 dan ke-9
(dalam ribuan $)
Tahun ke-8
Kas
$ 115.397
Piutang usaha bersih
177.538
Persediaan
204.362
Investasi dalam anak perusahaan yang tidak
33.728
dikonsolidasi
Asset tetap, bersih
1.539.221
Goodwill
6.550
(138.662)
Utang usaha
Utang pajak
(24.370)
Pensiun dan kewajiban OPEB
(743.779)
Asset operasi bersih (NOA)
$ 1.169.985

Tahun ke-9
$ 71.546
182.589
256.838
62.390
1.633.458
6.550
(155.482)
(13.256)
(852.237)
$ 1.192.666

Net Operating Assets NOA (perhitungan sisi passiva)


(dalam ribuan $)
Wesel bayar
Bagian lancar utang jk. Panjang
Utang jk. Panjang
Efek yg dapat diperdagangkan lancar
Efek dapat diperdagangkan tidak lancar
Kewajiban keuangan bersih (NFO)
Ekuitas pemegang saham (SE)
Asset operasi bersih (NOA = NFO + SE)

Tahun ke-8
$
7.850
30.440
507.329
(38.008)
(5.931)
$ 501.680
668.305
$ 1.169.985

Tahun ke-9
$ 13.734
33.822
473.507
(43.854)
(56.997)
$ 420.212
772.454
$ 1.192.666

Selanjutnya, pembilang dalam rumus perhitungan RNOA adalah laba operasi


bersih setelah pajak (net operating profit after tax NOPAT), yaitu laba setelah pajak
yang dihasilkan dari asset operasi bersih. Perbedaan antara aktifitas operasi dan nonoperasi dapat dirangkum sebagai berikut :
LAPORAN LABA RUGI
Pendapatan operasi
Beban operasi
Cadangan pajak
Perlindungan pajak atas bunga
Beban pajak operasi
Laba operasi
Beban bunga
Pendapatan bunga
Perlindungan pajak atas bunga

OR
(OE)
(TAX)
(SHLD)
(TE)
OI
(INTX)
INTR
(SHLD)

Beban keuangan bersih


Laba bersih

(NFE)
NI

Laba bersih yang dimaksud ialah penjualan (pendapatan operasi) dikurangi


dengan HPP, beban operasi seperti beban penjualan, umum, dan administrasi, serta pajak
penghasilan. Pos-pos yang dikeluarkan dari NOPAT yaitu pendapatan bunga dan beban
bunga, pendapatan dividen, keuntungan (kerugian) investasi non-operasi, serta laba (rugi)
dari operasi yang dihentikan (semuanya dihitung setelah dikurangi pajak). Secara khusus,
NOPAT dapat dihitung dengan rumus berikut ini :
NOPAT = {(Penjualan Beban operasi) x [(1- (beban pajak/laba sebelum pajak)]}
Untuk Excell Corporation, NOPAT untuk tahun ke-8 dan ke-9 yaitu :
Tarif Pajak Efektif

NOPAT

Tahun ke-8

($ 52.237 / $ 141.180) x 100% = 37%

$ 163.005 x (1-0,37) = $ 102.693

Tahun ke-9

($ 58.584 / $ 162.732) x 100% = 36%

$ 183.575 x (1-0,36) = $ 117.488

Maka, pengembalian atas asset operasi bersih (return on net operating asset
RNOA) Excell Corporation untuk tahun ke -9 sebesar :

RNOA =

Laba Operasibersih setelah pajak (Net operating profits after taxNOPAT )


Ratarata aset operasi bersih( Average net operating assetsNOA )

RNOA =

$ 117.488
=9,95
( $ 1.169 .985+$ 1.192.666 ) 2

b) Pengembalian atas Ekuitas Pemegang Saham Biasa


Pengembalian atas ekuitas saham biasa umumnya hanya memperhitungkan
ekuitas pemegang saham biasa dari seluruh investasi modal. Pengembalian atas ekuitas
saham biasa (return on common equity ROCE) milik Excell Corporation untuk tahun
ke 9 dapat dihitung sebagai berikut:

ROCE =

Laba bersihDividen saham preferen


ratarata ekuitas pemegang sahambiasa

$ 104.148$ 0
( $ 668.305+ $ 772.454 ) 2

= 14,46 %

Pada kasus ini, tingkat pengembalian atas ekuitas pemegang saham biasa Excell
Corp lebih tinggi jika dibandingkan dengan tingkat pengembalian atas operasi bersih
telah mencerminkan dampak kewajiban keuangan (financial leverage FL) yang
menguntungkan.
C. MENGANALISIS PENGEMBALIAN ATAS ASET BERSIH
1) Pemisahan Pengembalian atas asset operasi bersih
Ingat kembali bahwa pengembalian atas asset operasi bersih (RNOA) dihitung
sebagai berikut :
Laba Operasibersih setelah pajak ( Net operating profits after taxNOPAT )
Ratarata aset operasi bersih ( Average net operating assetsNOA )
Pengembalian ini dapat dipisahkan menjadi komponen yang bermakna secara relative terhadap
penjualan dengan pemisahan berikut ini :
RNOA

= Margin Laba Operasi Bersih x Perputaran Aset Operasi Bersih

NOPAT
Ratarata NOA =

NOPAT
Penjualan

Penjualan
Ratarata NOA

Hubungan NOPAT dengan Penjualan disebut Margin laba operasi bersih (net operating
profit margin) atau cukup disebut margin NOPAT. Angka ini mengukur profitabilitas operasi
perusahaan relative terhadap penjualan.
Hubungan Penjualan dengan asset operasi disebut dengan perputaran asset operasi bersih
(net operating asset turnover) atau cukup disebut perputaran NOA. Angka ini mengukur
keefektifan perusahaan dalam menghasilkan penjualan dari asset operasi bersih.
Pemisahan ini akan menyorot peranan tiap-tiap komponen, baik itu margin NOPAT
maupun perputaran NOA dalam menentukan besaranya RNOA. Keduanya merupakan
pengukuran yang bermanfaat untuk mendapatkan pemahaman atas profitabilitas suatu perusahaan,
yang akan digambarkan pada bagan di bawah ini. Tingkat analisis pertama berfokus pada interaksi

antara margin NOPAT dan perputaran NOA. Tingkat kedua menyoroti faktor-faktor penting yang
menentukan margin laba dan asset.

Pemisahan Pengembalian atas asset operasi bersih


Pengembalian atas asset operasi bersih (RNOA)

Margin NOPAT

Harga pokok
penjualan

Modal kerja
operasi bersih

Biaya

Beban
Penjualan

Rata rata NOA

Penjualan

Penjualan

NOPAT

Penjualan

Perputaran NOA

Beban
administrasi dll

Ka
s

Persediaan

Piutang

Asset tak
berwujud
dan asset
operasi jk .
panjang
lainny

Asset
tetap

Utang

Asset operasi jk.


Panjang lainnya

Asset operasi
bersih jk. panjang

Pensiun
dan
kewajiban
OPEM
lainnya

Kewajiban
operasi jk
panjang
lainnya

Akrual
lainnya

Dampak Leverage Operasi


Asset operasi bersih (NOA) dikurangi oleh kenaikan kewajiban operasi, kemudian akan
menaikkan perputaran NOA. Karena kewajiban operasi tidak memengaruhi NOPAT, RNOA juga
akan naik. Dampaknya terlihat pada persamaan berikut ini :

RNOA =

NOPAT
Penjualan

Penjualan
Ratarata OA

x (1 + OLLEV)

Dimana OA adalah asset operasi (kotor) dan OLLEV (rata-rata kewajiban operasi / rata-rata
NOA) adalah rasio leverage kewajiban operasi. Karena OLLEV memiliki nilai positif, kenaikan
OLLEV akan meningkatkan RNOA. Pemikiran dibalik persamaan diatas adalah kewajiban
operasi umumnya tidak menimbulkan biaya jika digunakan secara tepat.

2) Hubungan antara Margin Laba dan Perputaran Aset

Hubungan antara margin NOPAT dan perputaran NOA diilustrasikan pada gambar
berikut ini.

Sesuai definisinya, RNOA sama dengan margin NOPAT (dalam persen) dikaitkan
dengan perputran NOA. Seperti diperlihatkan pada gambar diatas, bahwa:

PT X memperoleh RNOA sebesar 10% dengan margin NOPAT yang relatif tinggi dan

perputaran NOA yang rendah.


Sebaliknya PT Z memperoleh RNOA yang sama, tetapi dengan margin NOPAT yang

rendah dan perputaran NOA yang tinggi.


Margin dan perputaran PT Y ada diantra kedua perusahaan diatas, atau PT Y memiliki
RNOA 10% dengan margin NOPAT setengah PT X dan perputran asset dua kali lipat
PT X.
Kita dapat menggeneralisasi analisis pengembalian pada gambar diatas untuk

menunjukkan rentang kemungkinan kombinasi margin laba dan perputaran asset yang
menghasilkan pengembalian asset kontan (garis dalam grafik pada gambar dibawah ini).

Gambar ini menunjukkan hubungan antara margin NOPAT (sumbu horizontal)


dan perputaran NOA (sumbu vertical). Kurva yang digambarkan pada tampilan ini
menggambarkan seluruh kombinasi margin NOPAT dan perputaran NOA yang
mengahsilkan RNOA konstan. Kemiringan kurva dari sudut kiri atas yang mewakili
margin NOPAT yang rendah dan perputaran NOA yang tinggi kea rah sudut kanan bawah
yang mencerminkan laba NOPAT yang tinggi dan perputaran NOA yang rendah. Data PT
X dan PT Y dipetakan masing-masing sebagai titik-titik X dan Y. Sisa titik antara A
hingga P merupakan kombinasi margin NOPAT dan perputaran NOA perusahaan lain.
Grafik ini mengungkapkan hubungan antara margin NOPAT dengan perputaran NOA
dalam menentukan RNOA dan sangat bermanfaat untuk analisis perusahaan.
Memisahkan pengembalian atas asset operasi bersih seperti terlihat pada gambar
diatas memberikan pemahaman dalam menilai tindakan strategis perusahaan untuk
meningkatkan pengembalian.

Misalnya PT B dan C harus berkonsentrasi memperbaiki profitabilitas.


Selain itu, asumsikan industry yang disajikan pada gambar diatas memiliki margin
NOPAT dan perputaran NOA yang cukup mewakili bukti menyarankan bahwa PT P

harus memusatkan perhatian pada perbaikan perputaran NOA.


Sementara PT A perlu memusatkan perhatian pada peningkatan margin NOPAT
maupun perputaran NOA.

Analisis pengembalian atas asset dapat mengungkapkan pemahaman tambahan


atas aktivitas strategis. Sebagai contoh gambar dibawah ini dua perusahaan berikut pada
industry yang sama dengan RNOA yang identik.

RNOA kedua perusahaan terlihat buruk. Namun, tindakan koreksi strategis untuk
tiap perusahaan berbeda. Analisis terhadap kasus tersebut harus mengevaluasi
kemungkinan keberhasilan manajerial dan faktor lain dalam memperbaiki kinerja.
Khususnya, PT AA memiliki margin NOPAT 10%, sementara margin PT BB jauh lebih
rendah. Di lain pihak, satu dolar yang diinvestasikan dalam asset PT AA akan
menghasilkan penjualan sebesar $0,10, sementara PT BB menghasilkan penjualan sebesar
$2 untuk setiap dolar yang diinvestasikan. Karena itu salah satu bagian dari analisis akan
memusatkan perhatian pada asset PT AA dan mempertanyakan :
Mengapa perputarannya begitu rendah ?
Apakah hasil dari asset ini sangat kecil atau tidak ada sama sekali ?
Apakah ada asset yang tidak digunakan yang harus dilepas (dijual) ?
Apakah asset digunakan secara tidak efisien atau tidak efektif ?
PT AA diharapkan dapat mencapai perbaikan secara cepat dengan berkonsentrasi
pada peningkatan perputaran (dengan meningkatkan penjualan, mengurangi investasi,
atau keduanya). Mungkin lebih sulit bagi PT AA untuk meningkatkan margin laba
melebihi angka industri.
PT BB menghadapi skenario yang berbeda. Analisis menyarankan agar PT BB
memusatkan perhatian untuk meningkatkan margin laba yang rendah. Alasan rendahnya
margin laba ini beragam, tetapi sering kali disebabkan oleh peralatan atau metode produksi
yang tidak efisien, lini produk yang tidak menguntungkan, kelebihan kapasitas dengan biaya
tetap yang tinggi, atatu beban penjualan dan administrasi yang sangat besar. Perusahaan

dengan margin laba yang rendah seringkali menemukan bahwa perubahan selera dan
teknologi membutuhkan penambahan investasi pada asset untuk mendanai penjualan. Ini
menunjukkan bahwa untuk mempertahankan pengembalian atas asset, perusahaan harus
meningkatkan margin labanya kerena jika tidak, maka produksinya tidak lagi akan
menghasilkan uang.
a) Pemisahan Margin Laba
Margin laba operasi (operating profit margin-OPM) didefinisikan sebagai
Laba operasi bersih setelah pajak (net operating profit after taxNOPAT )
Penjualan
Margin laba operasi merupakan fungsi dari harga jual per unit produk atau jasa
dibandingkan dengan biaya per unit yang dikeluarkan untuk membawa produk atau jasa
tersebut ke pasar dan memenuhi kebutuhan pelanggan setelah penjualan.
Berikut ini beberapa hal penting dalam analisis profitabilitas.
Laba Kotor (Gross Profit)
Laba kotor (atau margin kotor) diukur dari pendapatan dikurangi harga
pokok penjualan, dan sering dilaporkan dalam bentuk persentase (persebtase laba
kotor) yang dihitung dari laba kotor dibagi dengan penjualan.
Menganalisis perubahan penjualan dan harga pokok penjualan akan berguna
dalam mengidentifikasi pendorong utama laba kotor. Perubahan laba kotor
seringkali didapat dari salah satu atau kombinasi perubahan berikut ini:

Kenaikan (penurunan) volume penjualan

Kenaikan (penurunan) harga jual unit

Kenaikan (penurunan) biaya per unit

Beban Penjualan (Selling Expense)


Pentingnya hubungan antara beban penjualan dan pendapatan bervariasi
untuk setiap industry dan perusahaan. Di beberapa perusahaan tertentu, beben

penjualan terutama berupa komisi yang sangat bersifat variabel, sementara di


perusahaan lain sebagian besar bersifat tetap. Analisis kita harus mencoba untuk
membedakan komponen variabel dan tetap ini, dimana selanjutnya dapat dianalisi
secara relative terhadap pendapatan.
Beban Umum dan Administrasi (General and Administrative Expense)
Sebagian besar beban umum dan administrasi bersifat tetap, kebanyakan
karena beban ini meliputi pos-pos seperti gaji dan sewa. Beban ini memiliki
kecenderungan untuk naik, khususnya pada masa yang menguntungkan. Ketika
menganalisis beban ini, kita harus mengarahkan perhatian kita pada baik tren
maupun persentasenya terhadap pendapatan.
b) Pemisahan Perputaran Aset
Ukuran standar perputaran asset untuk menentukan pengembalian atas asset
adalah :
Penjualan
rata-rata aset operasi bersih
Perubahan komponen pada tingkat perputaran setiap asset dapat berguna dalam
analisis suatu perusahaan. Bagian berikut akan membahas perputaran asset untuk
komponen akun asset dan akun kewajiban. Ukuran utilitas asset yang paling relevan
adalah penjualan karena penjualan pada dasarnya adalah laba. Umumnya tingkat
perputaran mencerminkan produktivitas relative tiap asset, atau tingkat volume penjualan
yang kita peroleh dari setiap nilai yang diinvestasikan dalam satu asset tertentu. Namun
bukan berarti tingkat perputaran asset yang lebih tinggi lebih baik daripada yang rendah.
Memang kita dapat meningkatkan tingkat perputaran dengan menurunkan
investasi dalam asset tetapi hal tersebut bisa saja menjadi kontraproduktif. Contoh ; Kita
membutuhkan tingkat persediaan tertentu untuk mendukung tingkat penjualan saat ini.
Jika pada tingkat itu mengalami penurunan, kita menghadapi resiko kehabisan barang dan
kehilangan penjualan. Jadi, investasi dalam asset harus dioptimalkan dan tidak selalu
harus diminimalkan.
Perputaran Piutang Usaha (Accounts Receivable Turnover)

Tingkat perputaran piutang usaha didefinisikan sebagai berikut :


perputaran piutang aset=

Penjualan
rata-rata aset operasi bersih

Piutang merupakan asset yang harus didanai oleh biaya modal. Selain itu
piutang memiliki resiko penagihan dan membutuhkan overhead tambahan dalam
bentuk bagian kredit dan penagihan. Dari sudut pandang ini, mengurangi tingkat
piutang akan mengurangi biaya tersebut. Akan tetapi, jika kita mengurangi terlalu
banyak melalui kebijakan kredit yang terlalu ketat dampaknya akan merugikan
penjualan. Oleh karena itu piutang harus bisa dikelolah secara efektif.
Pandangan alternative dari perputaran piutang usaha adalah periode
penagihan rata-rata yang dihitung dari :
periode penagihanratarata=

Piutang usaha
hari penjualan rata-rata

Ukuran ini mencerminkan lamanya piutang usaha belum tertagih secara rata-rata.

Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)


Tingkat perputaran persediaan dapat dihitung sebagai berikut :
perputaran persediaan=

Harga Pokok Penjualan


Saldo persediaan rata-rata

Rasio ini menggunakan HPP sebagai ukuran volume penjualan karena


penyebutnya, persediaan dilaporkan berdasarkan harga perolehan bukan harga pasar.
Penurunan rasio perputaran persediaan sering kali mengindikasikan bahwa produk
perusahaan tidak kompetitif, mungkin karena ketinggalan zaman atau teknologi.
Perusahaan menginginkan persediaan dalam jumlah mencukupi untuk memenuhi
tuntutan pelanggan tanpa kehabisan persediaan dan tidak lebih pula. Seperti periode
penagihan rata-rata, pandangan alternative tingkat perputaran persediaan adalah :
ratarata jumlah haridalam persediaan=

Persediaan
rata-rata hari harga pokok penjualan

Rata-rata jumlah hari dalam persediaan memberikan indikasi tentang rentang


waktu persediaan tersedia untuk dijual. Untuk mencapai jumlah hari rata-rata dalam
persediaan sesedikit mungkin, kita dapat meminimalkan bahan baku melalui teknik
manajemen produksi, seperti pengiriman just-in-time, atau pengurangan persediaan
dalam proses melalui penggunaan proses produksi secara efisien yang
menghilangkan bottleneck. Selain itu, perusahaan ingin meminimalkan persediaan
barang jadi dengan sebisa mungkin melakukan produksi berdasarkan pesanan bukan
perkiraan permintaan. Alat manajemen ini akan meningkatkan perputaran
persediaan dan mengurangi jumlah rata-rata dalam persediaan.

Perputaran Aset Operasi jangka Panjang (long term operating asset turnover)
Perputaran asset operasi jangka panjang dihitung sebagai berikut :

perputaranaset operasi jangka panjang=

Penjualan
saldo aset operasi jangka panjang rata-rata

Industri padar modal seperti perusahaan manufaktur membutuhkan investasi


besar dalam asset jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan ini memiliki
perputaran asset operasi jangka panjang yang lebih rendah dibandingkan perusahaan
yang tidak padat modal seperti perusahaan jasa. Tingkat perputaran asset operasi
jangka panjang dapat ditingkatkan dengan meningkatkan pembilang melalui
kenaikan produksi (penjualan) atau dengan mengurangi penyebut.

Perputaran Utang Usaha (Accounts Payable Turnover)


Aset operasi lancar seperti persediaan sebagian besar didanai oleh utang
usaha. Utang ini biasanya mewakili pendanaan bebas bunga sehingga lebih murah
daripada menggunakan uang yang dipinjam untuk mendanai pembelian persediaan
atau produksi. Tingkat perputaran utang usaha dihitung sebagai berikut :

perputaranutang usaha=

Harga Pokok Penjualan


Saldo utang rata-rata

Karena dirasa lebih murah, perusahaan lebih memilih untuk memanfaatkan


sumber pendanaan murah ini sebanyak mungkin sehingga memiliki tingkat
perputaran utang usaha yang rendah (artinya tingkat utang yang tinggi).
Menurunkan tingkat perputaran utang usaha dapat dicapai dengan menunda
pembayaran kepada pemasok, di mana penudaan pembayaran ini dapat mengganggu
hubungan dengan pemasok jika digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, utang
harus dikelola secara cermat.

Perputaran Modal Kerja Operasi Bersih (Net Operating Working Capital


Turnover)
Modal Kerja operasi bersih sama dengan asset operasi lancar dikurangi
kewajiban operasi lancar. Tingkat perputaran modal kerja operasi dihitung sebagai
berikut :
perputaranmodal kerjaoperasi bersih=

Penjualan bersih
saldo modal kerja operasi bersih rata-rata

Perusahaan umumnya menginginkan tingkat perputaran modal kerja operasi


bersih yang lebih tinggi daripada lebih rendah, karena perputaran modal kerja
operasi yang lebih tinggi mencerminkan investasi dalam modal kerja yang lebih
kecil untuk setiap penjualan.

D. ANALISIS PENGEMBALIAN ATAS EKUITAS BIASA


Kreditur biasanya menerima pengembalian dalam jumlah tetap atas pendanaannya,
begitu pula pemegang saham preferen yang menerima dividen tetap. Namun pemegang
saham biasa tidak menerima pengembalian tetap, melainkan memiliki klaim atas laba residu
suatu perusahaan hanya setelah seluruh pendanaan lainnya lunas. Oleh karena itu,
pengembalian atas ekuitas saham biasa (return on common shareholders equity/ROCE)
sangat penting artinya bagi pemegang saham biasa. ROCE memegang peranan penting
dalam penilaian ekuitas seperti yang digambarkan dalam rumus berikut:

ROCE
ROCE
( t+ 2k ) B V t 1

+
(1+ k )2
( t+ 1k ) B V t
+
(1+ k )
V t =BV t +

Dimana V adalah nilai perusahaan, BV adalah nilai buku ekuitas pemegang saham, k
adalah pengembalian yang diharapkan. Jadi, jika ROCE lebih tinggi dari k maka nilainya
meningkat sebesar kelebihan dari yang ditunjukkan oleh nilai bukunya.
Pemisahan Pengembalian Atas Ekuitas Biasa
Dalam praktiknya, penghitungan ROCE memakai saldo rata-rata selama periode yang
dianalisis. Seperti pengembalian atas asset operasi bersih, untuk tujuan analisis ROCE
dipisah menjadi beberapa komponen. Penghitungan ROCE;
ROCE=

laba bersih-dividen saham preferen


rata-rata ekuitas pemegang saham biasa

ROCE=RNOA+(LEVSpread)

Keterangan :
RNOA

: pengembalian atas asset operasi bersih

LEV (leverage keuangan)

: rata-rata NFO/rata-rata ekuitas

NFO (kewajiban keuangan bersih)

: RNOA - ekuitas

Spread

: RNOA - NFR

NFR (tingkat keuangan bersih)

: NFE/ rata-rata NFO (nilainya bisa positif/negatif)

NFE (beban keuangan bersih)

: beban bunga dikurangi pengembalian investasi untuk


asset non-operasi (nilainya bisa positif/negatif)

Leverage keuangan akan menaikkan ROE sepanjang spread positif


Dengan kata lain, jika perusahaan mendapatkan pengembalian atas asset operasi yang
lebih tinggi daripada biaya utang yang mendanai asset tersebut, kelebihan pengembaliannya
akan memberikan keuntungan bagi pemegang saham.

Pembedaan ROCE menjadi komponen operasi (RNOA) dan non-operasi (LEV x


spread) penting karena:

Banyaknya perusahaan yang memberikan barang dan jasa sebagai usaha utamanya
Aktivitas operasi berdampak jangka panjang dan paling nyata pada nilai perusahaan
Meskipun kenaikan ROE dapat diperoleh melalui penggunaan leverage keuangan
secara bijaksana, pembayaran utang (pokok dan bunga) adalah kewajiban kontraktual
yang harus dipenuhi.
Spread merupakan fungsi dari tingkat bunga atas utang dan pengembalian investasi

yang dapat dilihat secara terpisah sebagai berikut:


NFE
FL
FL
= (tingkat bunga
) (pengembalian atas asset keuangan
)
NFO
NFO
NFO

Dimana FL adalah kewajiban keuangan dan FA adalah asset keuangan. Kebanyakan


perusahaan meminjam dengan tingkat bunga tetap sehingga NFE kemungkinan tetap, namun
bagian pengembalian investasi kemungkinan berfluktuasi sesuai pergerakan pasar modal.

E. MENGHITUNG PENGEMBALIAN ATAS INVESTASI MODAL


1. Pengembalian atas Aset Operasi Bersih (RNOA)
Aset operasi bersih (NOA) Campbell Soup Company untuk tahun k-11 dan 10
dihitung sebagai berikut (dalam jutaan $) :
ASET OPERASI BERSIH (NOA) CAMPBELL - SOUP
Tahun ke-11
Tahun ke-10
Kas
Piutang Usaha
Persediaan
Beban Biaya dimuka
Aset tetap
Aset tak Berwujud
Aset lain-lain
Utang usaha
Kewajiban Yang Masuh Harus dibayar
Utang Pajak
Kewajiban Lain-Lain

178,9
527
707
93
1790
436
405
(482,4)
(408,7)
(67,7)
(305,0)

80,7
625
820
118
1718
383
349
(525,2)
(491,9)
(46,4)
(319,9)

Aset operasi bersih

2872,4

$ 2709,7

Kewajiban Keuangan Bersih perusahaan dihitung sebagai berikut (dalam jutaan $) :


KEWAJIBAN KEUANGAN BERSIH (NFO) CAMPBELL SOUP
Tahun ke-11
Wesel bayar
Utang deviden

282,2

202,3

37

32.3

772,6

805,8

(12,8)

(22,5)

$ 1079,0

$ 1017,9

Utang jangka panjang


Efek yang dapat diperdagangkan
Kewajiban keuangan bersih

Tahun ke-10

Identitas akuntansi operasi (dalam jutaan $) :


Aset Operasi
=
bersih (NOA)

Kewajiban
Keuangan Bersih
(NFO)

Ekutas Pemegang
Saham (SE)

Tahun ke-11

2872,4

1079

1793,4

Tahun ke-10

2709,7

1017,9

1691,8

Laba operasi bersih setelah pajak (NOPAT) C ampbell Soup dihitung sebagai berikut
(dalam jutaan $) :
Tarif Pajak Efektif...........................

39,8% = $265,9/$667,4

NOPAT............................................

$460,4 = ($6204,1 - $4095,5 - $956,2


$306,7 - $56,3 - $0,8 - $26,2 +
$2,4) X (1-39,8%)

Pengembalian atas aset operasi bersih (RNOE) C ampbell Soup dihitung sebagai berikut
(dalam jutaan $) :
$460,4
($2872,4 + $2709,7)/2

= 16,5%

2. Pemisahan Pengembalian atas Aset Operasi Bersih


Pengembalian atas aset operasi bersih (RNOA) Campbell untuk tahun ke-11 menjadi
komponen margin laba operasi dan perputaran aset operasi bersihnya :

Pengembalian aset operasi bersih = Margin laba operasi x Perputaran asset operasi bersih
NOPAT

Penjualan

$460,4
16,5%

=
=

$6240,1

Penjualan
Rata-rata aktiva operasi bersih
$6204,1

($2872,4 + $2709,7)/2

7,42 % x 2,22

3. Pengembalian atas Ekuitas Biasa


Pengembalian atas aset operasi bersih (RNOA) Campbell untuk tahun ke-11 dihitung
sebagai berikut (dalam jutaan $ dan dengan referensi ke pos laporan keuangan Campbell
yang relevan) :
ROC
E

Laba bersih - Dividen saham preferen


Rata-rata Ekuitas biasa

$401,5

- $0

[(1793,4)+($1691,8)]/2

$401,5
x

= 23%
$1742,6

4. Pemisahan Pengembalian Atas Ekuitas Biasa


ROCE Campbell Soup yang dihitung sebagai fungsi dari RNOA, leverage keuangan,
dan spread adalah sebagai berikut (dalam jutaan $) :
RNOA
LEV
NFR
Spread
ROCE

16,5% (perhitungan diatas)


0,6%
=[($1079+$1017,9)/2]/[($1793,4+$1691,8)/2]
5,6%
=($460,4-$401,5)/[($1079+$1017,9)/2]
10,9%
=16,5%-5,5%
23%
=16,5%+(0,6x10,9%)

RNOA Campbell Soup dipisahkan menjadi komponen margin dan perputarannya sebagai
berikut (dalam jutaan $) :
Perputaran NOA
Margin NOPAT
+
Penjualan/Rata-rata NOA
NOPAT/Penjualan
7,40%
2,22
16,5% =
+
($460,4/$6204,1)
$6204,1/([2872,4+$2709,7]/2)
Laporan laba ukuran sama (common size) untuk tahun ke-11 adalah sebagai berikut :

RNOA

Laporan Laba Rugi Common Size Campbell


Soup Company
Penjualan
HPP
Laba Kotor
Beban Pemasaran dan Penjualan
Beban Administrasi
Beban Penelitian dan Pengembangan

Laporan Laba Rugi Common Size Campbell


Soup Company
Laba Operasi
Beban Bunga
Pendapatan bunga
Kerugian Valuta asing
Beban lain-lain
Pos Khusus
Pendapatan ekuitas di afiliasi
Hak minoritas atas laba
Laba sebelum pajak
Beban pajak
Laba bersih

Tahun ke-11
100%
66
34
15,4
4,9
0,9

Tahun ke-11
12,8
1,9
-0,4
0
0,4
0
10,9
0
-0,1
10,8
4,3
6,50%

Tingkat perputaran untuk setiap aset juga dihitung sebagai berikut (dalam jutaan $) :
Perputaran piutang usaha...................................................................
Rata-rata periode penagih..................................................................
Perputaran persediaan........................................................................
Jumlah hari rata-rata dalam persediaan.............................................
Perputaran aset operasi jangka panjang.............................................

10,77a
31,03b
5,3c
62,98d
2,44e

($6204,1/([$527,4+$624,5]2))
($527,4/([6204,1/365]))
c
($4095,5/([$706,7+$819,8]2))
d
($706,7/([$4095,5+$365))
e
($6204,1/([$1790,4+$435,5+$404,6]+[$1717,7+$383,4+$349,0])2))
b

Apabila ROCE turun, maka kita harus mengetahui komponen apa saja yang
mengakibatkan penurunan agar dapat menilai kinerja perusahaan dimasa lalu dan masa
yang akan mendatang.
F. MENILAI PERTUMBUHAN EKUITAS BIASA

1. Tingkat Pertumbuhan Ekuitas


Tingkat pertumbuhan ekuitas dihitung dengan cara :
Tingkat
pertumbuhan
ekuitas

Laba bersih - Deviden saham referen- Deviden saham biasa


Rata-rata ekuitas biasa

Untuk menunjukkan Campbell Soup dapat tumbuh 14,9% per tahun tanpa
meningkatnya pendanaanya sekarang dan tingkat profitabilitas serta dividen sahambiasa
saat diasumsikan tidak berubah dengan perhitungan :

14,9%

$401,5
- $0 - $142,2
2
[(1793,4)+($1691,8)]/2

2. Tingkat Pertumbuhan Ekuitas yang Dapat Dipertahankan


Pertumbuhan internal perusahaan tergantung pada retensi laba dan pengembalian yang
diperoleh dari laba ditahan. Tingkat pertumbuhan ekuitas yang dapat dipertahankan
sebagai berikut :
Tingkat pertumbuhan yang dapat dipertahankan = ROCE x (1-Tingkat pembayaran)
Untuk Campbell Soup Company, tingkat pembayaran deviden untuk tahun ke-11 adalah 35%,
kemudian pertumbuhan ekuitasnya :
14,94% =23% x (1-0,35)

G. PELAPORAN BERDASARKAN SEGMEN


Pelaporan berdasarkan segen jarang ditemukan karena adanya kesulitan dalam
memisahkan segmen dan keengganan manajemen untuk mengeluarkan informasi yang dapat
mengganggu posisi persaingannya. Pengevaluasian risiko dan pengembalian merupakan
sasaan utama analisis laporan keuangan dan pengungkapan segmen dalam evaluasi memiliki
nilai dalam praktiknya.
Segmen sgnifikan apabila penjualan, laba operasinya atau aset dapat diidentifikasikan
besarnya 10% atau lebih dari gabungan jumlah seluruh segmen operasi perusahaannya. Untuk
setiap segmen, perusahaan harus melaporkan informasi keuangan tahunan tertentu, termasuk :
a. Penjualan
b. Laba operasi

c.
d.
e.
f.

Aset yag dapat diidentifikasi


Beban atau manfaat bunga dan pajak
Keuntungan dan kerugian pos khusus
Beban penyusutan, deplesi dan amortisasi

H. DAMPAK ANALISIS LAPORAN SEGMEN


Semakin spesifik daan terperinci informasi segmen, maka akan semakin bergantung
pada alokasi pendapatan dan beban akuntansi. Konsep ni tidak terlalu relevan dengan analisis
profitabilitas. Alokasi beban seringkali berfisat subjetif dan keakuratannya serta validatasnya
terbatas. Contohnya, biaya penelitian pengembangan, biaya iklan, beban promosi, biaya
pensiun, bunga, pajak penghasilan daerah dan pusat serta biaya umum dan administrasi. Data
berdasarkan segmen yang didukung dengan bukti alternatif dapat membantuu analisisnya.
Data segmen dapat membantu dalam hal :
a. Pertumbuhan penjualan
b. Pertumbuhan aset
c. Profitabilitas
Akibat keterbatan data laba segmen, anaiss sebaiknya memusatkan perhatiannya pada tren
daripada tingkat absolut.