Anda di halaman 1dari 7

Klorofil adalah zat yang membuat tumbuhan berwarna hijau.

Hasil
fotosintesis klorofil akan mengubah energi matahari menjadi energi kimia, serta
menghasilkan karbohidrat dan oksigen yang diperlukan oleh makhluk hidup
untuk memperoleh tenaga atau kekuatan.

Fungsi Klorofil berperan melakukan fotosintesa (menyerap dan menggunan energi sinar
matahari untuk mensintesa oksigen dan karbohidrat dari CO2 dan air) pada tumbuhtumbuhan. Fotosintesa tidak hanya penting bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan. Tetapi juga
bagi
manusia
karena
sebagian
besar
kebutuhan
gizi
berasal
dari
tumbuh-tumbuhan (Anonim, 2009).
Klorofil merupakan pigmen berwarna hijau yang terdapat dalam kloroplas bersamasama dengan karoten dan xantofil. Ada dua jenis klorofil yang telah berhasil diisolasi yaitu
klorofil a dan klorofil b. Keduanya terdapat pada tanaman dengan perbandingan 3 : 1. Kedua
jenisklorofiltersebutsecarakimiawisangatmirip (Winarno, 1992: Hal 173).
Klorofil a termasuk dalam pigmen yang disebut porfirin, hemoglobin juga termasuk ke
dalamnya. Pada prinsipnya molekul klorofil sangat besar dan terdiri dari empat cincin pirol
yang dihubungkan satu dengan lainnya oleh gugus metena (-CH=) membentuk sebuah
molekul yang pipih. Pada karbon ke-7 terdapat residu propionat yang teresterifikasi dengan
fitol dan rantai cabang ini bersifat larut dalam lipid (Winarno, 1992: Hal 173).
Klorofil a mengandung atom magnesium yang diikat oleh nitrogen dari dua cincin pirol
dengan ikatan kovalen serta oleh dua buah atom nitrogen dari dua cincin pirol lain melalui
ikatankoordinat kovalen; yaitu N dari pirol menyumbangkan pasangan eketronnya pada
magnesium
(Winarno, 1992: Hal 173).
Jika kita amati lebih lanjut dalam tingkatan struktur kimiawi, akan kita jumpai keunikan
dari klorofil. Ternyata struktur dari klorofil memiliki kesamaan struktur dengan hemoglobin.
Perbedaannya hanyalah terletak pada atom pusat dari molekul. Atom pusat klorofil adalah
magnesium (Mg) sedangkan atom pusat hemoglobin adalah besi (Fe). Jika hemoglobin
diidentikan sebagai darah merah manusia, maka klorofil dapat diidentikan sebagai darah hijau
manusia. Karena kemiripan struktur inilah, maka klorofil adalah satu-satunya molekul di
dunia ini yang secara alamiah dapat diterima oleh tubuh dan menjadi nutrisi vital bagi tubuh
manusia (Anonim, 2009).
Fungsi Klorofil
Di dalam tubuh manusia, klorofil berfungsi:
1. Pembersih, membersihkan jaringan aus dan ampas (termasuk parasit dan bakteri, zat-zat
kimia bersifat racun seperti pestisida, ampas obat, dan berbagai zat-zat sintetis lainnya),
logam
berat
dari
liver,
lendir
atau
mucus
dari
paru-paru, kristal asem dari sendi, kelebihan kolesterol dan lemak jenuh dari arteri
2. Penguat dan penenang otak alami Kadar asam nukleat dan asam-asam amino pada klorofil
dapat memenuhi kebutuhan otak akan protein, terutama neuropeptida (bagian otak yang
mengolah pikiran dan emosi positif).
3. Pemberi energi Mampu mensintesa oksigen dan karbohidrat. Pembentuk sel-sel darah
merah Klorofil mudah diubah menjadi hemoglobin karena struktur kimiawi keduanya identik.
4. Membantu system imunitas. Merangsang produksi sel-sel darah putih yang bertugas
melawan serangan mikroorganisme penyakit dan memperkuat system kekebalan tubuh
dengan pasokan antitumor, antikuman dan sebagainya, untuk menghambat pertumbuhan
bakteri, infeksi jamur, dan luka di saluran pencernaan. Antibakteri juga mengatasi bau mulut
dan
bau
badan.
Juga
mencegah
kerusakan
gigi
dan
gusi.

5. Manfaat Klorofil dapat digunakan dalam pengobatan penyakit kanker, jantung, AIDS,
asma, diabetes, pneumonia, depresi, dan bahkan lepra. Juga untuk kondisi-kondisi
peradangan seperti arthritis, jerawat, radang tenggorokan, radang pancreas, radang gusi, dan
iritasi lambung/usus. Klorofil juga dapat digunakan untuk mengatasi anemia, mencegah
konsipasi, dan meningkatkan daya tahan tubuh (Anonim, 2009).
Penggunaan klorofil bagi tubuh manusia dapat membantu dalam hal (1) meningkatkan
jumlah sel-sel darah, khususnya meningkatkan produksi hemoglobin dalam darah, (2)
mengatasianemia,
(3)
membersihkan
jaringan
tubuh,
(4)membersihkanhatidanmembantufungsihati, (5) meningkatkan daya tahan tubuh terhadap
senyawa asing (virus, bakteri, parasit), (6) memperkuat sel, dan (7) melindungi DNA
terhadap kerusakan. Yang terpenting dari molekul klorofil adalah aman terhadap tubuh
(Anonim, 2009).
Selain itu, klorofil juga berfungsi sebagai desinfektan dan antibiotik, bahkan sebelum
adanya obat-obatan sintesis. Klorofil membersihkan jaringan-jaringan tubuh dan tempat
pembuangan sisa limbah metabolisme dalam tubuh, sekaligus mengatasi parasit, bakteri, dan
virus yang ada dalam tubuh manusia. Bahkan, klorofil dapat menghilangkan senyawasenyawa kimia yang bersifat racun dalam tubuh. Ekor molekul klorofil yang bersifat
hidrofobik dapat menggali ke dalam sel/jaringan dan mengangkat senyawa hidrokarbon dari
dinding sel serta mengeluarkan senyawa beracun tersebut. Hidrokarbon yang dimaksud
adalah pestisida, obat-obatan yang tertimbun dalam tubuh, pewarna makanan, bahkan bakteri,
parasit, dan virus. Ann Wigmore dalam buku The Wheatgrass Book, 1985 menyatakan bahwa
klorofil dapat melindungi kita dari senyawa-senyawa karsinogen, dimana makanan dan obat
lainnya sudah tidak berfungsi lagi. Klorofil bertindak menguatkan sel-sel, melepaskan zat
racun dari hati dan aliran darah dan secara kimiawi menetralisasi polutan-polutan (Anonim,
2009).
Sumber Klorofil
Sumber klorofil hampir semua sayuran daun hijau mengandung klorofil, seperti brokoli;
jus dari wheat grass, barley, dan alfafa; supplement (chlorella, spirulina, kelep) (Anonim,
2009).
Mengkonsumsi klorofil merupakan tindakan bijaksana dalam meningkatkan pertahanan
tubuh sehingga memungkinkan kita melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
Sirkulasi darah yang bersih dan kaya akan sel darah merah merupakan mekanisme pertahanan
tubuh alamiah yang paling andal. Sebenarnya alam telah menyediakan sumber-sumber
klorofil yang dapat dikonsumsi. Caranya adalah dengan mengkonsumsi secara rutin sayuran
hijau yang kaya klorofil setiap hari. Katuk merupakan tumbuhan lokal asli Indonesia yang
kaya akan klorofil (Anonim, 2009).

Klorofil merupakan zat hijau daun yang banyak terdapat pada tumbuhan yang berdaun
hijau. Kangkung merupakan sayuran daun yang memiliki daun hijau sehingga terdapat kadar
klorofil.
Percobaan penetapan klorofil ini, erlenmeyer yang digunakan harus ditutup dengan
kertas karbon. Hal ini dikarenakan agar percobaan berlangsung sempurna dan juga karena
klorofil sangat peka terhadap sinar atau cahaya sehingga harus dilakukan diruang gelap.
Apabila terkena cahaya klorofil akan rusak.

Alkohol 95% dalam percobaan klorofil dgunakan untuk melarutkan klorofil yang ada
dalam sampel yaitu kangkung sehingga klorofilnya dapat di hitung dengan menggunkan
spektrofotometer. Alkohol mudah menguap, jadi erlemeyer pada saat pengocokan dan
didiamkan selama 30 menit harus ditutup.
Percobaan ini dilakuakan 4 kali filtrasi yaitu pengocokan dan penyaringan, hal bertujuan
agar klorofil terlarut sempuna, karena makin banyak penyaringan maka makin sempurna
klorofil terlarut.
Setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda untuk menentukan
absorbannya, berikut adalah tabel hubungan antara warna dengan panjang gelombang.
Tabel 3. Hubungan antara Warna dengan Panjang Gelombang Sinar Tampak
Panjang
Warna larutan
gelombang
ungu
(lembayung)
400-435 nm
hijau
kekuningan
450-480 nm
biru kuning
biru kehijauan
480-490 nm
orange
hijau kebiruan
490-500 nm
merah
hijau
merah
500-560 nm
anggur
hijau
kekuningan
560-580 nm
ungu
(lembayung)
580-595 nm
kuning biru
orange
biru
595-610 nm
kekuningan
merah
hijau
610-750 nm
kebiruan
(Sumber: Anonim, 2009).
Pembacaan absorban pada spektrofotometer dilakuakan 2 kali yaitu pada panjang
gelombang 649 nm dan 665 nm. Hal ini disebabkan karena klorofil pada tanaman ada dua
jenis yaitu klorofil a dan klorofil b. yang mana panjang gelombang 649 nm untuk klorofil a
dan panjang gelombang 665 nm untuk klorofil b.
Panjang gelombang maksimum untuk klorofil a dalam pelarut dietil eter adalah 661 nm,
sedangkan untuk feofitin a dalam dietil eter adalah 667 nm. Klorofil b dalam dietil eter 644
nm, dan feofitin b 655 nm (Winarno, 1992: Hal 175).
Perhitungan klorofil menggunakan penjumlahan antara dua absorban, dimana absorban
649 nm menunjukkan jenis klorofil B dan absorban 665 nm menunjukkan klorofil A dan
jumlah masing-masing absorban dikalikan dengan ketetapan dari masing-masing klorofil
dengan ketetapan klorofil B, yaitu 20,0 dan klorofil A mempunyai ketetapan 6,1.
Klorofil merupakan pigmen berwarna hijau yang terdapat dalam kloroplas bersamasama dengan karoten dan xantofil. Ada dua jenis klorofil yang telah berhasil diisolasi yaitu
klorofil A dan B. Keduanya terdapat pada tanaman dengan perbandingan 3:1. Kedua jenis
klorofiltersebutsecara
kimiawi
sangat
mirip
(Winarno, 1992: Hal 173).

Klorofil yang berwarna hijau dapat berubah menjadi hijau kecoklatan dan mungkin
berubah menjadi coklat akibat substitusi magnesium oleh hidrogen membentuk feofitin
(klorofil yang kehilangan magnesium). Reaksi tersebut berjalan cepat pada
larutan yang
bersifat asam (Winarno, 1992: Hal 175).
Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Klorofil
Gelang porfirin ini terdapat sistem konjugasi yaitu ikatan double dan ikatan single yang
berselangan sehingga memudahkan pergerakan elektron untuk penyerapan cahaya. Faktor
faktor pengendapan yang mempengaruhi pembentukan klorofil adalah :
1. gen,
2. cahaya,
3. unsur N, Mg, dan Fe,
4. air, apabila kekurangan air akan terjadi peristiwa desintegrasi klorofil. Bahwa cahaya
matahari yang ditangkap klorofil digunakan untuk memecah air menjadi hidrogen dan
oksigen (Winarno, 1997, Hal. 175).
Bahan pangan yang berasal dari tumbuhan yang mengandung klorofil yang
dapat diketahui kadarnya yaitu, dengan menggunakan alat yang dinamakan
spektrofotometer. Pada klorofil yang berwarna hijau dapat merubah menjadi
coklat akibat subtitusi magnesium oleh hidrogen yang akan memebentuk
magnesium oleh hidrogen membentuk suatu feofitin (klorofil yang membentuk
dan kehilangan bahan magnesium). Reaksi tersebut berjalan cepat pada suatu
larutan yang bersifat basa, klorofil dapat stabil dan tidak mudah terurai. Klorofil
merupakan diester asam karboksilat dan klorofilin yaitu gugus yang satunya
diesterkan dengan methanol yang dilengkapi dengan fiotil alkohol. Dalam klorofil
magnesium dapat dihilangkan dengan sangat mudah yaitu dengan asam yang
dapat menghasilkan feofitin a dan b. kerjasama feofitin a dan b sangat penting
sekali utnuk buah secara alami yang dapat mengandung asam yang banyak,
tetapi tampaknya klorofil dalam jaringan suatu tumbuhan akan terikat pada
lipoprotein dan dapat terlindung dari pengaruh asam. Cahaya putih
mengandung, semua warna spektrum kasat mata dari merah sampai warna
violet tetapi sel;uruh panjang gelombang unsurnya tidak dapat diserap dengan
menyinari secara baik dan secara merata oleh klorofil. Untuk menentukan
bagaimana efektifnya setiap panjang gelombang (warna) diserap, menyionari
suatu larutan klorofil dengan cahay dalam monokromatik sambil merentangkan
seluruh spektrum kasat mata, maka mungkinkah untuk menggambar pada
spektrum absorpsi. Klorofil stabil dalam suasana basa. Rantai fitol menyebabkan
molekul klorofil tidak larut dalam air jika dari gugus fitol dihidrolisis, maka akan
terbentuk metil klorofilida yang larut dalam air (Winarno, 1997, Hal. 175).
Percobaan penetapan klorofil ini, erlenmeyer yang digunakan harus ditutup
dengan kertas karbon. Hal ini dikarenakan agar percobaan berlangsung
sempurna dan juga karena klorofil sangat peka terhadap sinar atau cahaya
sehingga harus dilakukan diruang gelap. Apabila terkena cahaya klorofil akan
rusak.

Alkohol 95% dalam percobaan klorofil dgunakan untuk melarutkan klorofil yang ada
dalam sampel yaitu kangkung sehingga klorofilnya dapat di hitung dengan menggunkan
spektrofotometer. Alkohol mudah menguap, jadi erlemeyer pada saat pengocokan dan
didiamkan selama 30 menit harus ditutup.

Percobaan ini dilakuakan 4 kali filtrasi yaitu pengocokan dan penyaringan, hal bertujuan
agar klorofil terlarut sempuna, karena makin banyak penyaringan maka makin sempurna
klorofil terlarut.
Setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda untuk menentukan
absorbannya, berikut adalah tabel hubungan antara warna dengan panjang gelombang.
Klorofil adalah kelompok pigmen fotosintesis yang terdapat dalam tumbuhan,
menyerap cahaya merah, biru dan ungu, serta merefleksikan cahaya hijau yang
menyebabkan tumbuhan memperoleh ciri warnanya. Terdapat dalam kloroplas
dan memanfaatkan cahaya yang diserap sebagai energi untuk reaksi-reaksi
cahaya dalam proses fotosintesis. Klorofil a merupakan salah satu bentuk klorofil
yang terdapat pada semua tumbuhan autotrof dan dihitung pada 649 nm.
Klorofil b terdapat pada ganggang hijau chlorophyta dan tumbuhan darat dan
dihitung pada 665 nm(Anonim, 2009).
Panjang gelombang maksimum untuk klorofil a dalam pelarut dieter etil
adalah 661 nm, sedangkan untuk feotin a dalam dietil eter adalah 667 nm.
Klorofil b dalam dietil 644 nm, dan feofitin b 655 nm.
Kita melihat warna hijau saat kita melihat daun karena klorofil menyerap
cahaya merah dan biru ketika meneruskan dan memantulkan cahaya hijau.
Berdasarkan kemampuan pigmen untuk menyerap berbagai panjang gelombang
cahaya inilah maka dapat diukur dengan menggunakan spekktrofotometer.
Grafik yang merupakan plot penyerapan cahaya oleh pigmen terhadap panjang
gelombang disebut spekrum absorpsi.

Klorofil terdapat dalam kloroplas. Tetapi klorofil bukan satusatunya pigmen yang
terdapat dalam kloroplas tetapi bersamasama dengan karoten dan xantofil. Klorofil yang
berwarna hijau dapat berubah menjadi hijau kecoklatan dan mungkin berubah menjadi coklat
akibat subsitusi magnesium oleh hidrogen membentuk feofitin (klorofil yang kehilangan
magnesium). Reaksi tersebut berjalan cepat pada larutan yang bersifat asam. Spektrum
absorpsi pigmen porfirin ditandai dengan adanya pita (band) yang tajam pada panjang
gelombang kuning, merah dan daerah dekat infra merah, serta daerah violet. Pita (band) tajam
khususnya berada pada daerah violet dan daerah dekat violet dan disebut soret band. Adanya
pita tersebut menandakan bahwa struktur porfirinnya belum mengalami kerusakan ( Winarno,
1997, Hal. 175).
Klorofil bermanfaat sebagai desinfektan dan antibiotik dalam perang dunia, sebelum
morfin ditemukan. Sampai hari inipun masih digunakan untuk program pembersihan kotoran.
Klorofil membersihkan jaringan-jaringan tubuh yang sakit dan membuang keluar dari tubuh,
beserta bakteri dan parasit yang ada dalam jaringan yang sakit terbut. Klorofil mengeluarkan
racun-racun kimia sintesis macam borak dan formalin. Kerjanya seperti memandikan bagian
dalam tubuh kita. Molekul klorofil mempunyai ekor hydrophobic yang masuk ke dalam
hidrokarbon dinding-dinding sel tubuh dan menarik keluar dari dinding sel tesebut, seperti
sabun melepaskan minyak dari tangan kita. Golongan hidrokarbon adalah pestisida,
narkotika, perasa makanan dan lain-lain yang dibuat di laboratorium dari bahan minyak bumi.

Hati kita berfungsi membongkar sistesis kimia tesebut dan mengeluarkannya dari dalam
aliran darah kita. Karena itu Klorofil membantu kerja hati kita, sehingga hati kita tak kerja
terlalu berat.
Kangkung mempunyai kandungan gizi yang banyak. Kangkung merupakan
sumber pro vitamin A, kalsium, fosfor dan zat besi.
Tabel 1. Kandungan Gizi dalam 100 gr Kangkung
Kandungan

Jumlah

Kalori

30,00 cal

Protein

03,90 gr

Lemak

00,60 gr

Karbohidrat

04,40 gr

Serat

01,40 gr

Kalsium

71,99 mg

Fosfor

67,00 mg

Zat besi

03,20 mg

Natrium

49,00 mg

Kalium
Vitamin A

458,00 mg
4,825 SI

Vitamin B1

00,09 mg

Vitamin B2

00,24 mg

Vitamin C

59,00 mg

Niacin

01,30 mg

Air

89,70 gr

(Sumber: Mariana, 2009).

Kangkung juga memiliki kandungan mineral, vitamin A, B,C, asam amino,


kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi. Karena berbagai kandungannya itulah,
kangkung memiliki sifat sebagai antiracun, peluruh, perdarahan, diuretik
(pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur), Sebab itu
tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu
utama kangkung. Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat
antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan
makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya
nyeri), mimisan, sulit tidur, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa

digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah (L)
(Gklinis, 2003).
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Klorofil. http://id.wikipedia.org/wiki/Klorofil. 18 Mei 2009.
Anonim. 2009. Klorofil (Chlorophyll), www.google. 18 Mei 2009.
Anonim. 2009. Klorofil Si Penyembuh, www.google.com. 18 Mei 2009.
deMan. John M. 1997. Kimia Makanan. ITB. Bandung.

Gklinis. 2003. Kangkung "Selain Sebagai Penenang, juga Atasi Pendarahan".


http://www.gizi.net. 17 Mei 2009.
Mariana, Ima. 2009. Manfaat kangkung.http://www.joomla.org. 17 Mei 2009.
Winarno F.G. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, (2009), Klorofil Sebagai Drah Hijau Manusia, http://www.chem-is-try.org,
Accessed: 17 May 2009.
Anonim, (2009), Klorofil (Chlorophyll), http://untungsuccess.blogspot.com, Accessed: 17
May 2009.
Anonim, (2009), Spektrofotometer, http://rgmaisyah.wordpress.com, Accessed: 17 May
2009.
Gklinis, (2003), Kangkung "Selain Sebagai Penenang, juga Atasi Pendarahan",
http://www.gizi.net, Accessed: 17 Mai 2009.
Mariana, Ima, (2009), Manfaat kangkung, http://www.joomla.org, Accessed: 17 May 2009.
Winarno F.G., (1992), Kimia Pangan dan Gizi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Hal 173-175.