Anda di halaman 1dari 29

PARTNERSHIP (PERSEKUTUAN)

Partnership atau persekutuan merupakan kerjasama antara dua orang atau badan
atau lebih untuk melaksanakan usaha secara bersama dengan tujuan memperoleh laba.
Persekutuan seperti praktik dibidang hukum, kesehatan, akuntan public dan profesi
lainnya. Bentuk Persekutuan berbadan hukum, yaitu firma dan persekutuan komanditer.
Firma lebih bersifat kekeluargaan karena tanggung jawab setiap sekutu tidak terbatas
(unlimited labilities). Sedangkan persekutuan komanditer adalah firma dengan salah satu
sekutunya sebagai sekutu komanditer karena tanggung jawab terbatas (unlimited labilities)
dan bisa diwujudkan dalam bentuk saham.
Tujuaan pendirian persekutuan biasanya adalah untuk memperluas usaha dan
menambah modal agar lebih dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain serta
meningkatkan laba.
Karakteristik dari persekutuan yaitu ;
1. Berbadan hukum
Persekutuan didirikan dihadapan notaries, ada beberapa isi perjanjian saat pendirian
persekutuan yaitu :
a. Tanggal pendirian, perencanaan kerja selama kegiatan persekutuan, nama para
anggota persekutuan (sekutu), nama persekutuan dan aktivitas persekutuan.
b. Aktiva yang diinvestasikan oleh masing-masing anggota persekutuan, prosedur
penilaian aktiva non kas yang diinvestasikan.
c. Otoritas, hak dan kewajiban masing-masing anggota persekutuan.
d. Periode akuntansi yang digunakan , laporan keuangan, penentuan apakah diaudit
oleh akuntan public atau tidak.
e. Rencana pembagian laba rugi untuk masing-masing anggota persekutuan.
f. Penentuan besarnya pengambilan oleh anggota persekutuan.
g. Asuransi jiwa sekutu dan asuransi persekutuan.
h. Ketentuan saat likwidasi persekutuan
2. Jangka waktu yang terbatas
Bila ada masuknya sekutu baru, keluarnya salah seorang sekutu atau lebih dari
persekutuan, meninggalnya sekutu, maka persekutuan lama bubar dan timbul
persekutuan yang baru.
3. Mutual agency
4. Memiliki aktiva persekutuan dan laba secara bersama-sama.

A. PENDIRIAN PERSEKUTUAN
Akuntansi pendirian persekutuan berbentuk Firma
Firma biasanya didirikan oleh beberapa anggota untuk berusaha bersama-sama
guna mencapai suatu tujuan tertentu. Masing-masing anggota yang mendirikan firma dapat
terdiri dari beberapa kemungkinan sebagai berikut:
1. Firma didirikan oleh anggota-anggota yang semuanya belum mempunyai usaha (semua
anggota baru)
2. Firma didirikan oleh anggota yang sudah memiliki usaha sebelumnya dan anggota
yang belum memiliki usaha
Firma didirikan oleh anggota-anggota yang semuanya belum memiliki usaha
Jika firma didirikan oleh sekutu-sekutu yang semuanya belum memiliki usaha,
maka setoran-setoran langsung dicatat dalam buku firma yang baru. Jika setoran-setoran
meliputi aktiva non-kas, maka aktiva non-kas tersebut terlebih dahulu dinilai menurut
harga pasar atau nilai wajarnya. Apabila nilai wajarnya atau harga pasarnya tidak dapat
ditentukan maka aktiva non-kas tersebut dinilai menurut perjanjian sekutu-sekutu firma
tersebut.
Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai prosedur akuntansi pendirian
firma yang didirikan oleh semua sekutu yang belum memiliki usaha, maka berikut ini
diberikan contoh:
Pada tanggal 1 Januari 2014, Tuan Lang, Nona Ling, dan Tuan Lung sepakat untuk
mendirikan firma Lang Ling Lung. Berikut ini adalah setoran modal masing-masing
anggota:
Tuan Lang
Kas

Nona Ling

100.000.000

Persediaan

Tuan Lung
25.000.000

80.000.000

40.000.000

Perlengkapan

15.000.000

5.000.000

5.000.000

Peralatan

35.000.000

65.000.000

30.000.000

Diminta: buat jurnal dalam buku firma Lang Ling Lung dan susun Neraca Firma per 1
Januari 2014.
Penyelesaian:

Jurnal yang harus dibuat untuk mencatat transaksi penyetoran modal masing-masing
anggota adalah sebagai berikut:
1) Kas
Perlengkapan
Peralatan
Modal Tuan Lang

100.000.000
15.000.000
35.000.000

2) Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Modal Nona Ling

80.000.000
5.000.000
65.000.000

3) Kas
Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Modal Tuan Lung

25.000.000
40.000.000
5.000.000
30.000.000

150.000.000

150.000.000

100.000.000

Setelah semua jurnal diposting kebuku besar maka dapat disusun neraca awal Firma
sebagai berikut:
Kas
Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Total Aktiva

125.000.000
120.000.000
25.000.000
130.000.000
400.000.000

Modal Lang
Modal Ling
Modal Lung
Total Pasiva

150.000.000
150.000.000
100.000.000
400.000.000

Firma didirikan oleh sekutu yang sudah memiliki usaha dan sekutu yang sebelumnya
belum memikiki usaha.
Apabila firma didirikan oleh sekutu yang telah memiliki usaha dan sekutu yang
sebelumnya belum memiliki usaha, maka prosedur akuntansinya adalah sebagai berikut:
1) Mengadakan penilaian kembali aktiva atau kekayaan milik sekutu yang sudah memiliki
usaha.
2) Mencatat setoran dari sekutu yang sebelumnya belum memiliki usaha.
3) Menyusun neraca awal firma.
Karena adanya sekutu pendiri firma yang sebelumnya telah memiliki usaha, maka ada
dua metode akuntansi yang sudah dapat digunakan untuk mencatat pendirian firma yaitu:
1) Melanjutkan buku perusahaan lama.

2) Membuka buku baru tersendiri.


Ad 1) Melanjutkan buku perusahaan lama.
Apabila persekutuan yang dibentuk melanjutkan pembukuan salah satu sekutunya, maka
semua perkiraan sementara ditutup dan dilakukan penyesuaian kembali terhadap posisi
keuangan agar dapat menyusun laporan keuangan pada saat dibentuknya persekutuan.
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2012, A, B, D dan I bersepakat untuk mendirikan firma yang
bergerak dibidang perdagangan handphone. A adalah sekutu yang sebelumnya telah
memiliki usaha sedangkan sekutu lainnya belum memiliki usaha. Neraca PD A yang
disusun sesaat sebelum firma didirikan mempunyai posisi keuangan sebagai berikut:
Kas
Piutang Usaha
Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Total Aktiva

35.000.000
15.000.000
40.000.000
5.000.000
55.000.000
150.000.000

Hutang Usaha
Wesel Bayar
Modal A

30.000.000
50.000.000
70.000.000

Total Pasiva

150.000.000

Sedangkan sekutu-sekutu yang lainnya menyetorkan harta sebagai berikut :


B
Kas

100.000.000

Persediaan

I
25.000.000

80.000.000

40.000.000

Perlengkapan

15.000.000

5.000.000

5.000.000

Peralatan

35.000.000

65.000.000

30.000.000

Setelah keempat sekutu pendiri firma tersebut bersepakat untuk mendirikan firma maka
mereka mengadakan perjanjian sebagai berikut:
1.

Uang kas yang ada pada PD. A seluruhnya diambil oleh A

2. Persediaan barang dagangan A dinilai kembali menjadi 45.000.000.


3. Wesel Bayar A akan dilunasi sendiri oleh A.
4. Peralatan milik A dinilai kembali dan diturunkan nilainya sebesar 10.000.000
5. Diberikan goodwill untuk A sebesar 20.000.000
6. Setoran dari sekutu lainnya telah sesuai dengan nilai pasarnya dan disepakati oleh para
sekutu.
7. Firma yang didirikan diberi nama Firma ABDI.

Diminta:
1) Jika Melanjutkan Buku Perusahaan Lama, maka :
a) Buat jurnal yang diperlukan apabila pencatatannya menggunakan metode
melanjutkan buku lama yaitu melanjutkan pembukuan A.
b) Susun neraca awal firma ABDI per 31 Desember 2002
2) Jika Membuka Buku Baru, maka :
a) Buat jurnal yang diperlukan apabila Jika Membuka buku baru tersendiri.
b) Susun neraca awal firma ABDI per 31 Desember 2002.
Penyelesaian: Jika Melanjutkan Buku Perusahaan Lama
Prosedur pencatatan dalam firma ABDI yang baru dibentuk apabila melanjutkan buku PD
A adalah sebagai berikut :
a)

Mencatat penilaian kembali aktiva PD A dengan membuat jurnal sebagai berikut:


Persediaan Barang Dagang
Wesel Bayar
Goodwill
Peralatan
Kas
Modal A

b)

c)

d)

5.000.000
50.000.000
20.000.000
10.000.000
35.000.000
30.000.000

Mencatat Setoran Tuan B


Kas
Perlengkapan
Peralatan
Modal Tuan B

100.000.000
15.000.000
35.000.000

Mencatat Setoran Tuan D


Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Modal Tuan D

80.000.000
5.000.000
65.000.000

Mencatat Setoran Nyonya I


Kas
Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Modal Nyonya I

25.000.000
40.000.000
5.000.000
30.000.000

150.000.000

150.000.000

100.000.000

Neraca firma ABDI yang disusun sesaat setelah firma didirikan adalah sebagai berikut:
Kas
Piutang Usaha
Persediaan
Perlengkapan
Peralatan

125.000.000
15.000.000
165.000.000
30.000.000
175.000.000

Hutang Usaha
Modal A
Modal B
Modal D
Modal I

30.000.000
100.000.000
150.000.000
150.000.000
100.000.000

Goodwill
Total Aktiva

20.000.000
530.000.000

Total Pasiva

530.000.000

Penyelesaian : Jika Membuka buku baru tersendiri


Dari contoh diatas, apabila Firma ABDI membuka buku baru tersendiri maka prosedur
akuntansi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a) Melakukan penyesuaian dalam buku PD A sesuai dengan perjanjian dengan membuat
jurnal sebagai berikut:
Persediaan Barang Dagang
Wesel Bayar
Goodwill
Peralatan
Kas
Modal A

5.000.000
50.000.000
20.000.000
10.000.000
35.000.000
30.000.000

b) Melakukan penutupan buku rekening-rekening milik Tuan A yaitu dengan membuat


jurnal dalam buku PD A sebagai berikut:
Hutang Usaha
Modal Tuan A
Piutang Usaha
Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Goodwill

30.000.000
100.000.000
15.000.000
45.000.000
5.000.000
45.000.000
20.000.000

c) Mencatat penyetoran dari Tuan A dalam buku firma dengan membuat jurnal sebagai
berikut:
Piutang Dagang
Persediaan BD
Perlengkapan
Peralatan
Goodwill
Hutang Dagang
Modal A

15.000.000
45.000.000
5.000.000
45.000.000
20.000.000
30.000.000
100.000.000

d) Mencatat Setoran dari Tuan B dalam buku firma dengan membuat jurnal sebagai
berikut:
Kas
Perlengkapan
Peralatan
Modal B

100.000.000
15.000.000
35.000.000
150.000.000

e) Mencatat Setoran dari Tuan D dalam buku firma dengan membuat jurnal sbb:

Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Modal D

80.000.000
5.000.000
65.000.000
150.000.000

f) Mencatat Setoran dari Nyonya I dalam buku firma dengan membuat jurnal sbb:
Kas
Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Modal I

25.000.000
40.000.000
5.000.000
30.000.000
100.000.000

Neraca firma ABDI dengan metode pencatatan pada buku baru akan sama dengan neraca
dengan menggunakan metode pencatatan melanjutkan buku lama, sebagai berikut :
Kas
Piutang Usaha
Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Goodwill
Total Aktiva

125.000.000
15.000.000
165.000.000
30.000.000
175.000.000
20.000.000
530.000.000

Hutang Usaha
Modal A
Modal B
Modal D
Modal I

30.000.000
100.000.000
150.000.000
150.000.000
100.000.000

Total Pasiva

530.000.000

Masalah-masalah akuntansi yang khusus atas kegiatan persekutuan :

Karakteristik dan jumlah relatif hak pemilik dalam persekutuan.


a. Hubungan kreditur-debitur antara perusahaan dan pemilik.

Perlakuan akuntansi atas transaksi hutang piutang antara persekutuan


dengan pemilik harus jelas.

Bunga yang timbul harus dilaporkan dalam laporan rugi/laba.

b. Hak pemilikan dan atau defisit modal dalam persekutuan, digunakan untuk :

Setoran modal masing-masing pemilik harus diselenggarakan sendirisendiri dengan menggunakan Rekening Modal Pemilik yang digunakan untuk
mencatat penanaman modal mula-mula, investasi tambahan, penarikan kembali
modal yang ditanam dan pembagian laba/rugi.

Rekening pribadi (Prive) pemilik, digunakan untuk mencatat pengambilan


kas atau aktiva lainnya dalam jumlah tertentu sesuai perjanjian.

Tugas :
Andi dan Budi sepakat untuk mendirikan persekutuan yang bernama Firma AB pada
tanggal 1 Januari 2013, dimana Andi menyerahkan seluruh aktiva dan kewajiban yang

terdapat pada perusahaan perorangan milik Andi, ke dalam persekutuan sedangkan Budi
menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 80.000.000.- . Berikut neraca perusahaan Andi
Neraca, Perusahaan Andi
31 12 -2012
Aktiva
Kas

Kewajiban
Rp.

9.100.000.-

Piutang usaha

24.400.000.-

Persediaan

13.000.000.-

Tanah

20.000.000.-

Bangunan

45.000.000.-

Akm. Penyst. Bgn

( 9.000.000)

Peralatan

10.000.000

Akm. Penyst . Prlt

( 1.000.000)

Total Aktiva

Rp.

111.500.000

Hutang Usaha

Modal Andi

Rp.

18.500.000.-

93.000.000.-

Total Kwjb dan Modal Rp. 111.500.000

Penyesuaian atas aktiva Perusahaan Andi ;


1. Penyisihan piutang tak tertagih ditetapkan 1 % dari saldo piutang.
2.

Persediaan dinilai kembali Rp. 15.000.000

3. Tanah dinilai Rp. 24.000.000


4. Bangunan dinilai Rp. 50.000.000.5. Akm. Penyusutan bangunan ditetapkan 10.000.000.6. Peralatan dinilai Rp. 12.000.000
7. Akumulasi penyusutan peralatan ditetapkan Rp. 1.200.000.8. Kas diambil oleh Andi sebesar Rp. 5.100.000
Diminta : Buatlah jurnal yang dibutuhkan jika (a) persektuan melanjutkan buku lama dan
(b) persekutuan membuka buku baru.
A. PEMBAGIAN LABA RUGI DALAM PERSEKUTUAN
Laba rugi yang dihasilkan adalah hak atau beban masing-masing sekutu dengan
jumlah yang tergantung pada kesepakatan. Walau banyak yang mengaitkan dengan saldo
modal, tetapi pembagian laba rugi tidak harus didasarkan pada besarnya modal. Pembagian
laba rugi didasarkan pada rasio tertentu, saldo modal, perhitungan bonus, perhitungan
jumlah tetap, dan perhitungan bunga modal
Ada beberapa alternatif :
a. Laba rugi dibagi sama

b. Laba rugi dibagi dengan perbandingan tertentu


c. Laba rugi dibagi berdasarkan perbandingan modal
d. Sisa laba rugi dibagi dengan perbandingan tertentu setelah dikurangi dengan gaji
masing-masing sekutu
e. Sisa laba rugi dibagi dengan perbandingan tertentu setelah dikurangi dengan bunga
modal masing-masing sekutu
f. Sisa laba rugi dibagi dengan perbandingan tertentu setelah dikurangi dengan bonus
sekutu pengelola.
Contoh :
Firma MI didirikan pada tanggal 31 Desember 2012 oleh M dan I. Pada saat pendirian
disusun neraca awal sebagai berikut:
Kas
Piutang Usaha
Persediaan
Perlengkapan
Peralatan
Goodwill
Total Aktiva

125.000.000
15.000.000
165.000.000
30.000.000
175.000.000
20.000.000
530.000.000

Hutang Usaha
Modal M
Modal I

30.000.000
200.000.000
300.000.000

Total Pasiva

530.000.000

Setelah didirikan, mutasi modal dan prive selama tahun 2013 dalam buku besar tampak
sebagai berikut:
Tgl
2003
1/5

Keterangan

Tgl
2003
1/7

Keterangan

Kredit

450.000
Prive I
Debit

Keterangan

Modal M
Debit

50.000.000
Modal I
Debit

Saldo
450.000

Kredit

550.000

Tgl
Keterangan
2003
1 / 1 Saldo
1 / 5 Investasi
1/11 Penarikan kembali Modal
Tgl
2003
1 / 1 Saldo
1/1

Prive M
Debit

Saldo
550.000

Kredit

Saldo

200.000.000
100.000.000 300.000.000
250.000.000
Kredit

Saldo

300.000.000
450.000.000 750.000.000

Pada akhir periode akuntansi yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, Firma
MI memperoleh laba bersih sebesar Rp. 300.000.000. Pembagian Rugi-Laba persekutuan
adalah sama jika tidak ada perjanjian, tetapi para sekutu dapat membuat perjanjian antara
lain :
1) Dibagi sama
Apabila disetujui Rugi-Laba dibagi sama maka jurnal untuk mencatat pembagian laba
sebesar Rp. 300.000.000,- pada tahun 2003 adalah sbb :
Ikhtisar R/L

300.000.000

Modal M

150.000.000

Modal I

150.000.000

2) Apabila disetujui pembagian R/L dilakukan dengan perbandingan berikut M : I = 1:4


maka jurnal pembagian laba menjadi :
Ikhtisar R/L

300.000.000

Modal M

60.000.000

Modal I

240.000.000

3) Apabila disetujui bahwa pembagian R/L dilakukan sesuai dengan perbandingan modal
maka ada 3 kemungkinan antar lain :
a)

Sesuai dengan perbandingan modal awal, maka jurnalnya :


Ikhtisar R/L

300.000.000

Modal M

120.000.000

Modal I

180.000.000

Perhitungan :
Nama
Sekutu
M
I

Saldo modal
awal tahun
200.000.000
300.000.000
500.000.000

Rasio Pembagian R/L


200jt / 500jt = 40%
300jt / 500jt = 60%
100%

Hak atas laba


40% x 300.000.000 = 120.000.000
60% x 300.000.000 = 180.000.000
300.000.000

Dengan cara ini akan merugikan sekutu yang menyetorkan investasi tambahan
sehingga biasanya para sekutu tidak bersedia untuk menambah investasinya.
b)

Sesuai dengan perbandingan modal akhir.

Ikhtisar R/L

300.000.000

Modal M

75.000.000

Modal I

225.000.000

Perhitungan :
Nama
Sekutu
M
I

Saldo modal
Akhir tahun
250.000.000
750.000.000
1.000.000.000

c)

Rasio
Pembagian R/L
250jt / 1.000jt =
750jt / 1.000jt =
1,00

Hak atas R/L


x 300.000.000 = 75.000.000
3/4 x 300.000.000 = 225.000.000
300.000.000

Sesuai dengan modal rata-rata tahunan.


Dengan cara ini modal para sekutu dihitung rata-rata dalam sebulan atau setahun
sebanding dengan lamanya investasi. Semakin lama diinvestasikan maka modal ratarata akan semakin meningkat, begitu juga sebaliknya bila investasi dilakukan pada
akhir periode akuntansi maka jangka waktu investasi untuk periode tersebut akan
mendekati nol sehingga tidak akan diperhitungkan dalam modal rata-rata. Cara ini
merupakan cara yang terbaik diantara cara pembagian laba/rugi sesuai dengan modal,
namun akan lebih sulit untuk menghitung modal rata-rata bila penginvestasian dan
penarikan kembali modal sering dilakukan. Ada beberapa cara untuk menghitung
modal rata-rata tetapi akan disajikan satu cara saja dan jurnal yang diperlukan adalah
sebagai berikut:
Ikhtisar R/L

300.000.000

Modal M

75.000.000

Modal I

225.000.000

Perhitungan :
Jk
Nama

Tgl.
Muta

Jumlah Mutasi

Saldo

Sekutu si
Debit
Kredit
M 1 Jan
200.000.000 200.000.000
1 Jun
100.000.000 300.000.000
1 Nov 50.000.000
250.000.000

Jml. Modal

waktu
dlm.
Tiap Jangka waktu

rata-rata

bag.
5
5
2
12

ybs.
1.000.000.000
1.500.000.000
500.000.000
3.000.000.000 250.000.000

12
12

9.000.000.000
9.000.000.000 750.000.000
12.000.000.000 1.000.000.000

300.000000 +

1 Jan

Pembagian laba

450.000.000

750.000.000

Sekutu
M
I

Rasio pembagian R/L


Hak atas R/L
250 juta / 1.000 juta =
25% 25% x 300.000.000 =
75.000.000
750 juta / 1.000 juta =
75% 75% x 300.000.000 = 225.000.000
100%
300.000.000

d)

Apabila pembagian R/L dilakukan dengan memperhitungan bunga modal


untuk masing-masing sekutu, lalu sisanya dibagi berdasarkan perjanjian sebagai
berikut:
Bunga modal ditentukan 6% dari modal rata-rata, kemudian sisanya dibagi sesuai
dengan rasio M : I = 1 : 2.
Ikhtisar R/L

300.000.000

Modal M

95.000.000

Modal I

205.000.000

Perhitungan pembagian laba/rugi


Bunga modal
Sisa laba

e)

M
15.000.000
80.000.000
95.000.000

I
45.000.000
160.000.000
205.000.000

Jumlah
60.000.000
240.000.000
300.000.000

Mula-mula diberikan gaji kepada sekutu yang aktif, sisa dibagi sesuai
perjanjian.
Misalnya gaji para sekutu M dan I untuk setiap bulan maisng-masing 1.000.000 dan
500.000, bila ada sisa maka dibagi dua.

Jurnal :
Ikhtisar R/L

300.000.000

Modal M

153.000.000

Modal I

147.000.000

Perhitungan pembagian laba/rugi


M
I
12.000.000
6.000.000
141.000.000
141.000.000.
153.000.000
147.000.000
Apabila pembagian R/L disetujui sbb:

Gaji pemilik
Sisa laba
f)

Jumlah
18.000.000
282.000.000
300.000.000

Bunga Modal ditetapkan 6% dari modal rata-rata.

Untuk M sebagai sekutu yang memimpin diberikan bonus sebesar


20% dari laba setelah dikurangi bonus.

Sisa laba dibagi dengan perbandingan M : I = 3 : 2.

Jurnal
Ikhtisar R/L

300.000.000

Modal M

141.000.000

Modal I

159.000.000

Perhitungan
B = 20% (300.000.000 B)
B = 60.000.000 0,2B
B + 0,2B = 60.000.000
1,2B = 60.000.000

B = 50.000.000

Perhitungan Pembagian R/L


Keterangan
M
Bunga Modal
15.000.000
Bonus
50.000.000
Sisa laba
76.000.000
Total
141.000.000
Masalah Gaji Pemilik dan bunga modal :

I
45.000.000
114.000.000
159.000.000

Jumlah
60.000.000
50.000.000
190.000.000
300.000.000

Secara teoritis gaji pemilik dan bunga modal merupakan biaya, bukan pembagian laba
Secara akuntansi bukan merupakan biaya, karena ditentukan sepihak jadi tidak abjektif.
Dapat diakui sebagai biaya bila bisa ditaksir dan bunga atas pinjaman yang sebenarnya
bukan investasi. Dapat diakui sebagai biaya bila gaji sesuai dengan jasa kepada
perusahaan, dan bunga perhitungan dari pinjaman pemilik bukan dari nilai investasi.
Bagi manajemen dapat diperlakukan sebagai biaya usaha pada periode yang
bersangkutan asal dijelaskan dalam perjanjian.
Gaji Pemilik dan Bunga Modal diatas jumlah Laba bersih :

Bila Laba, laba tersebut dikurangi gaji dan bunga, sisanya dibagi sesuai perjanjian.
Contoh: berdasarkan soal firma MI yang modal rata-ratanya M dan I masing-masing
Rp. 250.000.000,- dan Rp. 750.000.000,- serta laba setelah 1 tahun beroperasi adalah
sebesar Rp. 30.000.000,- , apabila pembagian R/L disetujui sbb:

Diberikan gaji kepada M dan I masing-masing Rp. 1.000.000,- per


bulan dan Rp. 500.000,- per bulan.

Bunga Modal ditetapkan 6% dari modal rata-rata.

Sisanya dibagi sesuai dua.

Jurnal

Ikhtisar R/L

30.000.000

Modal M

3.000.000

Modal I

27.000.000

Perhitungan Pembagian laba sebesar Rp. 10.000.000,Gaji


Bunga modal
Sisa laba

M
I
Jumlah
12.000.000
6.000.000
18.000.000
15.000.000
45.000.000
60.000.000
(24.000.000)
(24.000.000)
(48.000.000)
3.000.000
27.000.000
30.000.000
Bila Rugi, kerugian tersebut ditambah gaji dan bunga, atas seluruh

kerugian dibebankan ke masing-masing anggota sesuai perjanjian.


Contoh: berdasarkan soal persekutuan MI yang modal rata-ratanya M dan I masingmasing Rp. 250.000.000,- dan Rp. 750.000.000,- serta rugi setelah 1 tahun beroperasi
adalah sebesar Rp. 30.000.000,- , apabila pembagian R/L disetujui sbb:
a) Diberikan gaji kepada M Rp. 1.000.000 per bulan dan kapada I Rp.500.000 per bln.
b) Bunga Modal ditetapkan 6% dari modal rata-rata.
c) Sisanya dibagi sesuai Rasio dua.
Jurnal
Modal M

27.000.000

Modal I

3.000.000

Ikhtisar R/L

30.000.000

Perhitungan Pembagian rugi sebesar Rp. 30.000.000,Keterangan


Gaji
Bunga modal
Sisa laba
Total

M
12.000.000
15.000.000
(54.000.000)
(27.000.000)

I
6.000.000
45.000.000
(54.000.000)
(3.000.000)

Jumlah
18.000.000
60.000.000
(108.000.000)
(30.000.000)

TUGAS :
Berdasarkan contoh diatas, selama tahun 2013, Firma AB memperoleh laba bersih
sebesar Rp. 70.000.000.-dan perubahan modal sekutu sbb :
Modal Andi,
Saldo 1 Januari 2013

Rp. 99.456.000.-

1 April 2013, tambahan investasi

Rp. 20.000.000,

1 Agustus 2013, pengambilan

Rp. 15.000.000,

1 November 2013,tambahan investasi

Rp. 10.000.000.-

Modal Budi
Saldo 1 Januari 2013

Rp. 80.000.000.-

1 Maret 2013, tambahan investasi

Rp. 30.000.000,-

1 Juli 2013, pengambilan

Rp. 10.000.000,

1 Oktober 2013, tambahan investasi

Rp.

5.000.000.-

Diminta : Buatlah jurnal yang diperlukan serta perhitungannya, jika :


a. Laba rugi dibagi sama
b. Laba rugi dibagi dengan perbandingan A : B = 3 : 2
c. Laba rugi dibagi berdasarkan perbandingan modal
d. Sisa laba rugi dibagi dengan perbandingan Andi : Budi = 3 ; 2

setelah

dikurangi dengan gaji masing-masing sekutu Rp. 1.500.000 per bulan


e. Sisa laba rugi dibagi dengan perbandingan Andi : Budi = 3 ; 2 setelah
dikurangi bunga modal 6 % per tahun dari modal rata-rata.
f. Sisa laba rugi dibagi dengan perbandingan tertentu setelah dikurangi dengan bonus
sekutu pengelola, jika Andi ditunjuk sebagai managing partner, yang diberikan
bonus 5 % dari laba bersih, sisa laba dibagi dengan perbandingan Andi : Budi = 3:2
B. PERUBAHAN PEMILIKAN DALAM PERSEKUTUAN
Salah satu criteria persekutuan adalah mempunyai umur (jangka waktu) yang terbatas,
dimana terjadinya perubahan pemilikan dalam persekutuan. Ada beberapa transaksi yang
menyebabkan perubahan pemilikan dalam persekutuan :
a. Masuknya sekutu baru kedalam persekutuan
b. Keluarnya salah seorang sekutu dari persekutuan atau lebih
c. Meninggalnya salah seorang sekutu atau lebih
d. Perubahan bentuk persekutuan menjadi PT.
a. Masuknya sekutu baru
Ada beberapa cara masuknya sekutu baru dalam persekutuan :
1. Sekutu baru membeli sebagian modal sekutu lama.
Contoh :
Persekutuan LM membagi laba rugi dengan perbandingan L : M = 1 : 1. Saldo
modal L dan M masing-masing $ 80.000.-. N masuk sebagai sekutu baru dengan
memperoleh 20 % modal L dan M, maka ayat jurnal untuk mencatat masuknya
sekutu N :

Modal L

16.000.-

--

Modal M

16.000.-

--

Modal N

--

32.000

2. Sekutu baru masuk dengan menginvestasikan aktiva non kas kedalam persekutuan.
Contoh
Persekutuan LMN membagi laba rugi dengan perbandingan L : M : N = 2 : 2 : 1,
O masuk sebagai sekutu baru dengan menyerahkan sebuah kendaraan, dengan
harga pasarnya saat itu $ 30.000.-. Ayat jurnal untuk mencatat masuknya sekutu
O yaitu:
Kendaraan

$ 30.000.-

Modal O

--

-$ 30.000.-

3. Sekutu baru masuk dengan menginvestasikan kas dan memperhitungkan adanya


bonus maupun goodwill.
Bonus maupun goodwill ada untuk :

Anggota sekutu yang lama,

Sekutu baru

a. Bonus untuk sekutu yang lama, diperlakukan sebagai penambah modal sekutu lama
sesuai dengan perbandingan laba rugi.
Contoh :
Persekutuan LMNO membagi laba rugi dengan perbandingan L:M:N:O = 2 : 2 : 1 ; 1.
Saldo modal L $ 100.000.-, modal M $ 100.000.-,Modal N $ 50.000.- modal O

50.000.-Saat itu P masuk sebagai sekutu baru dengan menyetorkan uang $ 100.000.yang memperoleh hak pemilikan 22,75 % dari total modal setelah masuknya sekutu baru
Pencatatannya;
Kas

100.000

--

Modal L

--

$ 3.000

Modal M

--

$ 3.000

Modal N

--

$ 1.500

Modal O

--

$ 1.500

Modal P

--

$ 91.000

Perhitungannya :
Setoran kas oleh P

$ 100.000.-

Hak pemilikan P = 400.000 x 22,75 % =

91.000.-

Bonus untuk sekutu lama

9.000.-

b. Goodwill untuk sekutu lama dibentuk apabila sekutu baru tidak mau mengurangi
haknya dalam persekutuan.
Contoh :
Investasi oleh P sebagai sekutu baru

$ 100.000.-, dengan hak pemilikan 22,75 %.

Total modal persekutuan yang harus ada : 100.000 : 22,75 %


Total modal persekutuan yang ada setelah masuknya sekutu baru
Goodwill untuk sekutu lama

$ 439.560.400.000.39.560.-

Pencatatannya :
Kas

$
Modal P

100.000.--

Goodwill

39.560

-$ 100.000
--

Modal L

--

13.187

Modal M

--

13.187

Modal N

--

6.593

Modal O

--

6.593

c) Bonus untuk sekutu yang baru diperlakukan sebagai pengurang modal sekutu lama
sesuai dengan perbandingan laba rugi.
Contoh :
Persekutuan LMNO membagi laba rugi dengan perbandingan L:M:N:O = 2 : 2 : 1 ; 1.
Saldo modal L $ 100.000.-, modal M $ 100.000.-,Modal N $ 50.000.- modal O

50.000.-Saat itu P masuk sebagai sekutu baru dengan menyetorkan uang $ 100.000.yang memperoleh hak pemilikan 26.5 % dari total modal setelah masuknya sekutu baru
Pencatatannya;
Kas

100.000

--

Modal L

2.000

--

Modal M

2.000

--

Modal N

1.000

--

Modal O

1.000

Modal P

--

--

Hak pemilikan P = 400.000 x 26,5 % =


Setoran kas oleh P

$ 106.000

$ 106.000,$ 100.000.-

Bonus untuk sekutu baru

6.000.

d). Goodwill untuk sekutu baru, dibentuk apabila sekutu lama tidak mau mengurangi
haknya dalam persekutuan.
Contoh :
Persekutuan LMNO membagi laba rugi dengan perbandingan L:M:N:O = 2 : 2 : 1 ; 1.
Saldo modal L $ 100.000.-, modal M $ 100.000.-,Modal N $ 50.000.- modal O

50.000.-Saat itu P masuk sebagai sekutu baru dengan menyetorkan uang $ 100.000.yang memperoleh hak pemilikan 26.5 % dari total modal setelah masuknya sekutu baru.
Perhitungan goodwill :
Modal sekutu lama $ 300.000.- dengan hak pemilikan ( 100 % - 26,5 % ), maka :
Total modal persekutuan yang harus ada : 300.000 : 73,5 %

Total modal persekutuan yang ada setelah masuknya sekutu baru

408.163.400.000.-

Goodwill untuk sekutu baru

8.163.-

Pencatatannya :
Kas

100.000

--

8.163

--

Goodwill
Modal

--

108.163.-

b. Keluarnya salah seorang sekutu atau lebih


Apabila ada sekutu yang keluar dari persekutuan, maka hak sekutu yang keluar
dibayarkan oleh sekutu yang masih aktif sesuai dengan kesepakatan semua sekutu,
alternative penyelesaiannya yaitu :
1).Kepada sekutu yang keluar dibayarkan kas melebihi haknya dalam persekutuan,
berarti adanya bonus untuk sekutu yang keluar
Contoh :
Persekutuan ABC beranggotakan sekutu A, B dan C yang membagi laba rugi sama.
Saat itu saldo modal A = B = C masing-masing $ 100.000.-. Sekutu C keluar dari
persekutuan, Sekutu A dan B sepakat untuk membayarkan hak
104.000.- maka pencatatan atas keluarnya sekutu C :
Modal

$ 100.000.-

--

C sebesar $

Modal

2.000.-

Modal

2.000.-

Kas

---

--

$ 104.000

2).Kepada sekutu yang keluar dibayarkan kas kurang dari haknya dalam persekutuan,
berarti adanya bonus untuk sekutu yang masih aktif.
Contoh :
Persekutuan ABC beranggotakan sekutu A, B dan C yang membagi laba rugi sama.
Saat itu modal A = B = C masing-masing $ 100.000.-. Sekutu C keluar dari
persekutuan, Sekutu A dan B sepakat untuk membayarkan hak

C sebesar

$ 97.000.- maka ayat jurnalnya :

Modal

$ 100.000.-

--

Modal

--

1.500.-

Modal

--

1.500.

--

97 .000

Kas
c. Meninggalnya sekutu

Jika ada anggota persekutuan meninggal dunia, maka penyelesaiannya dengan


alternative berikut :
1. Hak sekutu yang meninggal dibeli oleh sekutu yang masih hidup
2. Hak sekutu yang meninggal dilanjutkan oleh ahli warisnya.
d. Perubahan Persekutuan Menjadi Perseroan Terbatas
Perubahan usaha dari bentuk persekutuan menjadi perseroan terbatas bila ditinjau dari
sisi legal (hukum) pada dasarnya telah membubarkan entitas hukum persekutuan dan
membentuk entitas hukum baru berupa perseroan terbatas yang berbadan hukum. Sedang
ditinjau dari sisi substantif, seakan tidak terjadi pembubaran karena perusahaan tersebut
berjalan terus dan hanya berganti struktur modalnya.
Pencatatan yang harus dibuat sehubungan dengan perubahan persekutuan menjadi
perseroan terbatas, dapat memilih satu di antara dua metode, yaitu :

1. Melanjutkan buku lama artinya melanjutkan buku persekutuan,


2. Membuka buku baru artinya membuka buku Perseroan Terbatas.
Ad.1. Melanjutkan Buku Persekutuan
Adanya beberapa pencatatan yang diperlukan:
1. Menyiapkan ayat jurnal revaluasi aktiva dan pengakuan kewajiban persekutuan
termasuk pengakuan goodwill.
2. Mencatat transfer aktiva dan kewajiban persekutuan yang telah direvaluasi ke PT.
3. Mencatat penerimaan saham dari PT.
4. Mencatat distribusi saham pada masing-masing sekutu sesuai dengan saldo
modalnya.

Contoh :
Persekutuan AB beranggotakan sekutu A dan sekutu B yang membagi laba rugi dengan
perbandingan 4 : 1. Para sekutu sepakat untuk merobah persekutuan menjadi PT AB
pada tanggal 1 Juli 2008. PT.AB mengotorisasi dan menerbitkan saham biasa sebanyak
5.500 lembar, nilai nominal $ 10/lbr dan nilai pasarnya saat itu $ 15/lbr, seluruh saham
tersebut diserahkan pada sekutu A dan B.
Neraca Persekutuan AB
per 30 Juni 2013
AKTIVA
Kas
$
12.000.Piutang usaha
28.100
Penyisihan piutang tak tertagih ( 600)
Persediaan
25.500
Peralatan
60.000
Akm. Depr. Prlt
(26.000)
-----------------Total Aktiva
$
99.000.-

KEWAJIBAN DAN EKUITAS


Hutang usaha
$
35.000
Modal :
Modal A
Modal B

47.990
16.010

Total kewajiban dan Modal $

99.000.-

Penyesuaian atas aktiva dan kewajiban persekutuan :


1. Penyisihan piutang tak tertagih dinaikkan menjadi $ 1.000.2. Persediaan dinilai kembali berdasarkan nilai wajar yaitu $ 30.000.
3. Peralatan dinilai kembali sebesar $ 70.000.- dan akumulasi penyusutannya
ditetapkan $ 30.500.-

4. Adanya pengakuan hutang gaji sebesar $ 1.100.


5. Diakui adanya goodwill sebesar $ 10.000.Pencatatan yang diperlukan , bila :
A. Melanjutkan buku Persekutuan :
Persediaan
Peralatan
Goodwill
Penyisihan piutang tak tertagih
Akumulasi depresiasi peralatan
Hutang gaji
Modal A
Modal B

$
4.500
$ 10.000
$ 10.000
------

---400
4.500
1.100
14.800
3.700

(Penyesuaian atas penilaian kembali aktiva dan kewajiban persekutuan)


Piutang pada PT. AB
Hutang usaha
Hutang gaji
Penyisihan piutang tak tertagih
Akm. Depr. Peralatan
Kas
Piutang usaha
Persediaan
Peralatan
Goodwill

82.500
35.000
1.100
1.000
30.500
------

-----12.000
28.100
30.000
70.000
10.000

(Transfer aktiva dan kewajiban persekutuan yang telah direvaluasi ke PT.)


Saham biasa PT. AB
Piutang pada PT. AB

82.500
--

-$ 82.500

62.790
19.710
--

--82.500

(Penerimaan saham dari PT. AB)


Modal A
Modal B
Saham Biasa PT AB

(Pendistribusian saham biasa PT. AB kepada sekutu A dan B sesuai dengan haknya)
B. Bila PT membuka buku baru
Pencatatan yang diperlukan :
1. Mencatat penerimaan aktiva dan kewajiban persekutuan yang telah direvaluasi.
2. Mencatat penerbitan saham biasa yang dibayarkan pada sekutu-sekutu.
3. Mencatat penjualan saham biasa pada pihak non sekutu persekutuan.

Berdasarkan contoh diatas , apabila PT membuka buku baru maka pencatatan yang
diperlukan :
Kas
Piutang usaha
Persediaan
Peralatan
Goodwill
Hutang usaha
Hutang gaji
Penyisihan p.t . t
Akm. Depr. Peralatan
Hutang pada Persekutuan AB

12.000
28.100
30.000
70.000
10.000
------

-----35.000
1.100
1.000
30.500
82.500

(Penerimaan aktiva dan kewajiban persekutuan yang telah direvaluasi).


Hutang pada Persekutuan AB
Modal Saham Biasa
Tambahan Modal disetor

82.500
---

-55.000
27.500

(Penerbitan saham biasa yang dibayarkan pada sekutu-sekutu)


Berikut neraca saat pendirian PT pada tanggal 1 Juli 2008, baik menggunakan buku
lama maupun membuka buku baru.
Neraca PT. AB
Per 1 Juli 2008
Aktiva
Kas

Kewajiban dan Modal


$

Piutang usaha
Penyisihan piutang tak tertagih
Persediaan
Peralatan
Akm. Depr. Prlt
Goodwill
Total Aktiva

12.000.-

Hutang usaha

28.100

Hutang gaji

( 1.000)
30.000

70.000
(30.500)
10.000
----------------$ 118.600.-

Jumlah hutang
Ekuitas :
Modal SB
Tambahan Modal disetor
Total kewajiban dan Modal

35.000
1.100
-------------36.100
55.000
27.500
$ 118.600.-

C. LIKUIDASI DALAM PERSEKUTUAN


Likuidasi persekutuan merupakan proses merealisasikan aktiva non kas menjadi
kas, pembayaran hutang pada kreditur luar dan pembayaran hak masing masing sekutu.
Likuidasi dalam persekutuan terjadi, salah satu penyebabnya adalah kerugian yang terjadi

secara terus menerus dimana kelanjutan usaha persekutuan diragukan. Langkah dalam
likuidasi persekutuan:
1. Siapkan laporan keuangan persekutuan sebelum likuidasi
2. Realisasikan aktiva non kas menjadi kas
3. Lakukan pembayaran kewajiban pada kreditur luar
4. Lakukan pembayaran pada sekutu yang berhak menerimanya.
Likuidasi terbagi dua yaitu :
1. Likuidasi sekaligus (setahap)
2. Likuidasi bertahap.
Ad.1 Likuidasi Setahap
Likuidasi setahap adalah proses merealisasikan aktiva non kas menjadi kas,
pembayaran pada kreditur luar dan pembayaran pada sekutu, semuanya dilakukan setahap.
Contoh :
Persekutuan DEF beranggotakan sekutu D, E dan F yang membagi laba rugi 2 : 4 : 4.
Para sekutu sepakat untuk melikuidasi persekutuan pada tanggal 1 Juli 2013 karena
mengalami kebangkrutan. Seluruh aktiva non kas dapat direalisasikan menjadi kas sebesar
$ 50.000.-, dimana sekutu yang mengalami deficit modal akan menyetorkan kas sebesar
deficit modalnya tersebut. Berikut neraca Persekutuan DEF per 30 Juni 2012, sebelum
dilikuidasi.
Persekutuan DEF
Neraca
per 30 Juni 2013
Aktiva
Kas
Aktiva lainnya

------------Total Aktiva

Kewajiban dan Modal


$

20.000.-

Kewajiban

30.000.-

80.000.- Modal D

40.000.-

Modal E

21.000.-

Modal F

9.000.-

100.000.-

Total Kewajiban dan Modal

100.000.-

Proses likuidasi dinyatakan dalam Ikhtisar laporan realisasi dan likuidasi berikut :
Persekutuan DEF
Laporan Realisasi dan Likuidasi
1 Juli 2013

Keterangan

Kas

Saldo sbl
likwidasi
Realisasi
aktiva lainnya
Pembayaran
kewajiban
Terima kas dr
dari F

Kewajiban Modal D

Modal E

Modal F

20.000

Aktiva
lainnya
80.000

30.000

40.000

21.000

9.000

50.000

(80.000)

(6.000)

(12.000)

(12.000)

70.000

30.000

34.000

9.000

(3.000)

34.000

9.000

(3.000)
3.000

(30.000)
40.000
3.000

(30.000)
-

43.000
Pbyr pd sekutu (43.000)
Saldo

34.000
(34.000)

9.000
(9.000)

Pencatatan yang diperlukan atas transaksi likuidasi persekutuan DEF :


1. Kas

$ 50.000
Modal D
6.000
Modal E
12.000
Modal D
12.000
Aktiva non kas
-( Mencatat realisasi aktiva lainnya menjadi kas)

2. Kewajiban

30.000
Kas
-(Mencatat pembayaran kewajiban pada kreditur luar)

3.000
Modal F
-(Mencatat penerimaan kas dari sekutu F untuk menutup defisitnya)

80.000
-30.000

3. Kas

-3.000

4. Modal D

--43.000

34.000.
Modal E
9.000
Kas
-(Mencatat pembayaran kas pada sekutu yang berhak menerimanya)

Ad.2. Likuidasi Bertahap


Likuidasi bertahap yaitu :
1. Realisasi aktiva non kas menjadi kas dilakukan bertahap
2. Pembayaran kewajiban pada kreditur luar dilakukan bertahap
3. Pembayaran sisa kas pada sekutu yang berhak menerimanya dilakukan secara
bertahap

4. Adanya daftar pendukung pembayaran kas pada sekutu


Bila ada sekutu yang defisit modal maka perlakuannya :
a. Sekutu yang mengalami defisit modal menyetorkan kas sebesar defisit modalnya.
b. Sekutu yang mengalami surplus modal akan menanggung terlebih dulu defisit
modal sekutu yang bersangkutan.
c. Bila sekutu yang mengalami defisit modal mempunyai piutang pada persekutuan,
defisit modal ditutupi dulu dengan saldo piutang tersebut.

Contoh :
Persekutuan RAM beranggotakan sekutu Rama, Angga, dan Mutia yang membagi laba
rugi dengan perbandingan 3 : 2 : 3. Mereka sepakat melikuidasi perusahaan yang
berlangsung selama 3 kali. Realisasi aktiva lainnya adalah sebagai berikut:
Tanggal

Nilai Tercatat

Nilai Realisasi

31 Juli

$ 70.000

$ 40.000

30 Agustus

$ 85.000

$ 90.000

30 September

$ 45.000

$ 20.000

Berikut neraca persekutuan per 31 Juli 2013


PERSEKUTUAN RAM
NERACA
ASSETS
KAS

$ 10.000

AKTIVA LAINNYA

200.000

PIUTANG PADA RAMA

3.000

KEWAJIBAN & MODAL


KEWAJIBAN
HUTANG DAGANG

$ 47.000

HUTANG PADA ANGGA

10.000

HUTANG PADA MUTIA

7.000

TOTAL KEWAJIBAN

64.000

MODAL
MODAL RAMA

TOTAL ASSETS

$ 213.000

$ 55.000

MODAL ANGGA

45.000

MODAL MUTIA
TOTAL KEWAJIBAN
& MODAL

49.000
$ 213.000

PENYELESAIAN :
LAPORAN REALISASI DAN LIKUIDASI
N
o

KETERANGAN

Saldo sblm likwidasi


a. Realisasi aktiva lainnya dan
dstribusi rugi (31 Juli )
Saldo
b. Pembayaran utang pada
kreditor luar
Saldo 31 Juli
c.
Cicilan pd sekutu
Saldo
d. Realisasi aktv & dstribsi laba
(30 agt)
Saldo
e.
Cicilan pd sekutu
Saldo
f.
Realisasi aktva 30 sept
Saldo
g.
Pnerimaan piutang skutu
Saldo
h.
Cicilan pd sekutu
Saldo

KAS

AKTIVA
LAIN

PIUTAN
G PADA
RAMA

UTANG
DAGANG

UTANG
PADA
ANGGA

UTANG
PADA
MUTIA

MODAL
RAMA

MODAL
ANGGA

MODAL
MUTIA

10.000
40.000

200.000
(70.000)

3.000
-

47.000
-

10.000
-

7.000
-

55.000
(11.250)

45.000
(7.500)

49.000
(11.250)

50.000
(47.000)

130.000
-

3.000
-

47.000
(47.000)

10.000
-

7.000
-

43.750
-

37.500
-

37.750
-

3.000
(3.000)
90.000

130.000
130.000
(85.000)

3.000
3.000
-

10.000
(3.000)
7.000
-

7.000
7.000
-

43.750
43.750
1.875

37.500
37.500
1.250

37.750
37.750
1.875

90.000
(90.000)
20.000
20.000
3.000
23.000
(23.000)
-

45.000
45.000
(45.000)
-

3.000
3.000
3.000
(3.000)
-

7.000
(7.000)
-

7.000
(7.000)
-

45.625
(25.750)
19.875
(9.375)
10.500
10.500
(10.500)
-

38.750
(27.500)
11.250
(6.250)
5.000
5.000
(5.000)
-

39.625
(22.750)
16.875
(9.375)
7.500
7.500
(7.500)
-

Schedule Pembagian Kas


Schedule Pembagian Cash (1)
31 Juli 2007
c
Keterangan
Rama
Angga
Mutia
i Saldo Modal
43.750
37.500
37.750
utang dan piutang pd sekutu
(3.000)
10.000
7.000
ii Total kepentingan sekutu
40.750
47.500
44.750
Kemungkinan rugi ats aktv yg (48.750) (32.500) (48.750)
belum direalisasikan (130.000)
iii Defisit rama ditnggung angga
(8.000)
15.000 (4.000)
dan mutia
(3.200) (4.800)
iv Defisit mutia ditanggung
11.800 (8.800)
Angga
- (8.800)
8.800
Pembayaran pd sekutu
3.000
-

e
i
ii

Schedule Pembagian Cash (2)


30 Agustus 2007
Keterangan
Rama
Angga
Mutia
Saldo Modal
45.625
38.750
35.625
Utang dan piutang pd sekutu
(3.000)
7.000
7.000
Total kepentingan sekutu
42.625
45.750
46.625
Kemungkinan rugi ats aktv yg (16.875) (11.250) (16.875)
belum di realisasikan (45.000)
Pembayaran pd sekutu
25.750
34.500
29.750

Perhitungan Pendukung :
a. 40.000 70.000 = -30.000 [Rama (3/8) : -30.000 x 3/8 = -11.250]
[Angga (2/8) : -30.000 x 2/8 =-7.500]
[Mutia (3/8) :
-30.000 x 3/8 = -11.250]
b.
c. Schedule pembagian cash (1)
i.
ii. -130.000
[Rama (3/8) : -130.000 x 3/8 = -48.750] [Angga (2/8) : -130.000 x 2/8 =
-32.500] [Mutia (3/8) : -130.000 x 3/8 = -48.750]
iii. -8.000
[Angga (2/5) : -8.000 x
2/5 = -3.200] [Mutia (3/5) : -8.000 x 3/5 = -4.800]
iv. -8.800
[Angga (1/1) :
8.800]
d. 90.000 85.000 = 5.000
5.000 x 3/8 = 1.250]

[Rama (3/8) : 5.000 x 3/8 = 1.875] [Angga (2/8) :


[Mutia (3/8) : 5.000 x 3/8 = 1.875]

e. Schedule pembagian cash (2)


i.
ii. -45.000 000
[Rama (3/8) : -45.000 x 3/8= -16.875] [Angga (2/8) :
-45.000 x 2/8 = -11.250] [Mutia (3/8) : -45.000 x 3/8 = -16.875]
f. 20.000 45.000 = -25.000 [Rama (3/8) : -25.000 x 3/8 = -9.375]
[Angga (2/8) : -25.000 x 2/8 =-6.250]
[Mutia (3/8) :
-25.000 x 3/8 = -9.375]
g.
h.