Anda di halaman 1dari 6

Bab II

Isi
A. Landasan Teori
Susu mengandung suatu enzim yang mengkatalisis oksidasi macam-macam
aldehid menjadi asam. Reaksinya berlangsung secara anaerobik dan dapat
ditunjukkan bila ada akseptor hidrogen yang sesuai seperti : metilen biru.
Jalannya reaksi dapat dilihat dari perubahan warna biru (bentuk oksidasi)
menjadi tak berwarna (bentuk reduksi). (Patong, dkk., 2012).
Uji metilen blue dapat memberikan gambaran perkiraan jumlah bakteri yang
terdapat dalam susu. Pada uji ini akan ditambahkan sejumlah zat yang biru ke
dalam susu, kemudian diamati waktu yang dibutuhkan oleh bakteri dalam susu
tersebut untuk melakukan aktifitas yang dapat mengakibatkan perubahan warna
zat tersebut. Semakin tinggi jumlah bakteri dalam susu tersebut, semakin cepat
terjadinya perubahan warna zat tersebut. Uji metilen biru didasarkan pada
kemampuan bakteri dalam susu untuk tumbuh dan menggunakan oksigen
terlarut, sehingga menyebabkan perubahan penurunan kegiatan oksidasireduksi dari campuran tersebut. Maka akibatnya metilen biru yang
ditambahkan akan tereduksi menjadi putih metilen. Selain itu bekerja pula
enzim yang disebut Schardinger enzyme (Girindra, 1990).
Enzim Schardinger merupakan enzim yang termasuk golongan enzim
oksidase terdapat antara lain di dalam susu ncubato dikenal pula sebagai enzim
xanthine oksidase karena dapat mengoksidase xanthine. Incubator juga dapat
mengoksidasi aldehid. Di dalam percobaan ini Methylene Blue Formaldehid
digunakan sebagai penangkap hidrogen (Anonim, 2012).
Pada reaksi, formaldehid netral yang teroksidasi oleh enzim schardinger
yang terdapat dalam susu tersebut. Formaldehid memberikan gugus aldehid
yang dapat dioksidasi oleh enzim schardinger. Oleh karena itu, susu yang
tadinya berwarna biru setelah dimasukkan dalam inkubator selama beberapa
menit berubah warna menjadi putih.

B. Prosedur
Alat dan Bahan

Alat

1.
2.
3.
4.

Hotplate
Tabung reaksi
Mikropipet
Inkubator
Bahan
1. Enzim schardinger (susu sapi)
2. Indikator metylen blue formaldehid (MBF)
3. Cairan parafin
Cara Kerja
1. Siapkan 3 tabung reaksi, beri label P, Q, R
2. Pada tabung P, tambahkan 3 ml susu mentah dan 6 tetes MBF dan juga 8
3.
4.
5.
6.

tetes parafin (melalui dinding tabung)


Pada tabung Q, tambahkan 3 ml susu mentah dan 6 tetes MBF
Pada tabung R, tambahkan 3 ml susu masak dan 6 tetes MBF
Masukkan dalam inkubator dengan suhu 37oC selama 30 menit
Amati perubahan warna yang terjadi

C. Bagan Alir
Siapkan 3 tabung reaksi, beri label P, Q, R

Pada tabung P, tambahkan 3 ml susu mentah dan 6 tetes MBF dan juga 8 tetes
parafin (melalui dinding tabung)

Pada tabung Q, tambahkan 3 ml susu mentah dan 6


tetes MBF
3

Pada tabung R, tambahkan 3 ml susu masak dan 6


tetes MBF

Masukkan dalam inkubator dengan suhu 37oC


selama 30 menit

Amati perubahan warna yang terjadi

D. Skema Gambar
3 ml susu
6 tetes

8 Tetes

Tabung P

3 ml susu
6 tetes

Tabung Q

3 ml susu
6 tetes

Tabung C

Dipanaskan

E. Hasil Pengamatan dan Pembahasan

Susu sebelum penambahan Methylene Blue Formaldehid

Susu setelah penambahan Methylene Blue Formaldehid

Susu setelah diinkubasi

Pada tabung P, larutan mempunyai warna putih kebiruan, hal ini


dikarenakan bukan hanya enzim schardinger yang bekerja, melainkan terdapat
bakteri yang belum mati selama proses inkubasi sehingga mampu
mengoksidasi metylen blue menjadi bentuk reduksinya (putih). Kerja bakteri
tersebut dapat optimal oleh cairan parafin yang melapisi permukaan larutan
yang menyebabkan larutan tidak dapat kontak dengan udara (O 2) karena
bakteri tersebut bekerja secara anaerob. Perubahan ini merupakan perubahan
paling cepat, karena dialokasikan pada larutan tersebut terdapat banyak bakteri
yang mampu menghasilkan senyawa-senyawa pereduksi dalam kondisi
anaerob
Pada tabung Q, larutan mempunyai warna biru keputihan, hal ini
dikarenakan enzim tak mampu lagi untuk mengoksidasi formaldehida untuk
memberikan warna putih karena senyawa-senyawa pereduksi tidak dihasilkan
dalam kondisi aerob. Larutan yang dibiarkan bebas kontak dengan udara (O2)
menyebabkan reaksi tersebut berlangsung dalam kondisi aerob yang
menurunkan kerja dari enzim schardinger tersebut. Namun, pada reaksi
tersebut tidak dapat dinyatakan bahwa bakteri yang terkandung < dari bakteri
pada tabung P
Pada tabung R, larutan menunjukkan warna biru sepenuhnya yang artinya
enzim tidak menunjukkan aktivasi pada reaksi tersebut karena enzim telah
rusak/denaturasi pada suhu didihnya. Dan juga, bakteri sulit menghasilkan
senyawa reduksi yang mengubah warna biru pada metylen blue menjadi putih
karena bakteri sudah mulai hilang / mati pada pemanasan susu sebelum diuji
dengan metylen blue. Semakin lama warna biru itu hilang, maka susu tersebut
semakin baik karena kandungan bakterinya sudah mulai berkurang

Bab III
Kesimpulan
1.

Enzim schardinger bekerja pada kondisi anaerob


2. Pemanasan dapat merukan kerja enzim schardinger
3. Semakin lama warna biru berubah menjadi putih maka semakin baik
susu tersebut karena bakteri penghasil senyawa reduksi semakin sedikit