Anda di halaman 1dari 12

Tugas Makalah Seminar Akuntansi

Standar Akuntansi Keuangan (SAK)


Berbasis IFRS

OLEH KELOMPOK A
Tahun Ajaran 2015/2016
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin
[Nama-nama Anggota Kelompok]
Muhammad Gladi Reksa

Dhyka Adzani

A31112294

Hasriati

A31112294

Mega Syawaluddin

A31112294

Tommy

A31112264

A31112294

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semakin derasnya arus globalisasi yang menghilangkan batas batas
geografis dalam kegiatan perekonomian telah menuntut adanya sistem
akuntansi dan pelaporan keuangan yang seragam dan dapat diterima di
berbagai negara. Untuk itu, dibentuklah suatu standar yang bernama IFRS
(International Financial reporting standar) sebagai suatu pakem umum dalam
usaha harmonisasi standar akuntansi keuangan. Dengan adanya suatu standar
yang diterima secara internasional, diharapkan keterbandingan laporan
keuangan antar negara menjadi lebih tinggi.
Indonesia, sebagai suatu negara berkembang pun tidak ketinggalan dalam
mengadopsi IFRS. Adopsi PSAK ke IFRS pun semakin menggaung ketika IAI
mencanangkan konvergensi penuh IFRS ke PSAK pada tahun 2012. Diharapkan,
dengan adanya konvergensi ini dapat memudahan pemahaman terhadap
laporan keuangan yang dikenal secara internasional serta dapat meningkatkan
arus investasi.
Proses konvergensi IFRS di Indonesia terbagi atas tiga tahap, yaitu:
1. Tahap adopsi (Tahun 2008-2010)
2. Tahap persiapan (Tahun 2011)
3. Tahap implementasi (2012)
Dalam tahap konvergensi ini terdapat beberapa kendala yang dihadapi
seperti perlunya penyesuaian standar internasional terhadap aspek hukum di
Indonesia, penyesuaian terhadap aturan perpajakan, kesiapan sumber daya
manusia yang belum matang, serta masalah keberadaan lembaga standar
akuntansi Indonesia yang belum independen.
Kerangka konseptual pelaporan keuangan yang kita kenal selama ini
sebagaimana yang diadopsi dalam buku ajar di kampus-kampus adalah kerangka
konseptual berdasarkan US-GAAP. Sejalan dengan konvergensi International
Financial Reporting Standar (IFRS) kedalam Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK), mau tidak mau kita harus merubah mindset kita mengikuti
kerangka konseptual IFRS tersebut.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini, yaitu :
1. Bagaimana prinsip-prinsip Standar Akuntansi Keuangan (SAK) berbasis
IFRS?
2. Apa perbedaan SAK berbasis IFRS dan berbasis US-GAAP?
3. Bagaimana kerangka Konseptualnya!

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian IFRS
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial
Reporting Standards (IFRS) adalah Standar dasar, Pengertian dan Kerangka
Kerja yang diadaptasi oleh Badan Standar Akuntansi Internasional (International
Accounting Standards Board (IASB)). Sejumlah standar yang dibentuk sebagai
bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional Accounting
Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite
Standar Akuntansi Internasional (Internasional Accounting Standards Committee
(IASC)). Pada tanggal 1 April 2001, IASB baru mengambil alih tanggung jawab
guna menyusun Standar Akuntansi Internasional dari IASC. Selama pertemuan
pertamanya, Badan baru ini mengadaptasi IAS dan SIC yang telah ada. IASB
terus mengembangkan standar dan menamai standar-standar barunya dengan
nama IFRS.

B. Ruang Lingkup Standar


Standar ini berlaku apabila sebuah perusahaan menerapkan IFRS untuk
pertamakalinya melalui suatu pernyataan

eksplisit tanpa syarat tentang

kesesuaian dengan IFRS. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa laporan


keuangan perusahaan yang pertamakalinya berdasarkan IFRS (termasuk laporan
keuangan interim untuk periode pelaporan tertentu ) menyediakan titik awal
yang memadai dan transparan kepada para pengguna dan dapat dibandingkan
sepanjang seluruh periode disajikan.

C. Struktur IFRS
IFRS dianggap sebagai kumpulan standar dasar prinsip yang kemudian
menetapkan peraturan badan juga mendikte penerapan-penerapan tertentu.
Standar Laporan Keuangan Internasional mencakup:

Peraturan-peraturan

Standar

Laporan

Keuangan

Internasional

(Internasional Financial Reporting Standards (IFRS)) dikeluarkan setelah


tahun 2001

Peraturan-peraturan

Accounting Standards (IAS)) dikeluarkan sebelum tahun 2001


Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi Laporan Keuangan

Standar

Akuntansi

Internasional

(International

Internasional (International Financial Reporting Interpretations Committee

(IFRIC)) dikelularkan setelah tahun 2001


Standing Interpretations Committee (SIC) dikeluarkan sebelum tahun 2001
Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar

akuntansi. Yang pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan


atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi
untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan
ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. Yang kedua adalah
pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari
suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan
maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Hal
ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang
digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut
dapat disajikan dalam laporan keuangan. Yang terakhir adalah penyajian dan
pengungkapan laporan keuangan. Komponen keempat ini digunakan untuk
menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan
diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasi dapat disajikan dalam
badan laporan (Neraca, Laporan Laba/Rugi) atau berupa penjelasan (notes) yang
menyertai laporan keuangan (Chariri, 2009).

D. Konsep Dasar IFRS


1. Tanggal pelaporan (reporting date) adalah tanggal neraca untuk laporam
keuangan pertama yang secara eksplisit menyatakan bahwa laporan
tersebut sesuai dengan IFRS (sebagai contoh 31 Desember 2006).
2. Tanggal transisi (transition date) adalah tanggal neraca awal untuk
laporan keuangan komparatif tahun sebelumnya (sebagai contoh 1 Januari
2005, jika tanggal pelaporan adalah 31 Desember 2006).
Pengecualian untuk penerapan retrospektif IFRS terkait dengan hal-hal berikut:
1. Penggabungan usaha sebelum tanggal transisi.
2. Nilai wajar jumlah penilaian kembali yang dapat dianggap sebagai nilai
terpilih.
3. Employee benefits.
4. Perbedaan kumulatif atas translasi (penjabaran) mata uang asing,
muhibah (goodwill), dan penyesuaian nilai wajar.
5. Instrumen keuangan, termasuk akuntansi lindung nilai (hedging).

D. Tujuan dan Manfaat IFRS


Tujuan

IFRS

adalah

memastikan

bahwa

laporan

keungan

interim

perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan


tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang :
1. Transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang
peiode yang disajikan
2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan
pada IFRS
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para
pengguna
Manfaat dari adanya suatu standard global:
1. Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh
dunia tanpa hambatan berarti. Stadart pelaporan keuangan berkualitas
tinggi

yang

digunakan

secara

konsisten

di

seluruh

memperbaiki efisiensi alokasi lokal


2. Investor dapat membuat keputusan yang lebih baik
3. Perusahaan-perusahaan
dapat
memperbaiki
proses

dunia

akan

pengambilan

keputusan mengenai merger dan akuisisi


4. Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standard dapat
disebarkan dalam mengembangkan standard global yang berkualitas
tertinggi.

E. Perbedaan antara IFRS dengan US GAAP


A. Jenis Perbedaan antara IFRS dengan US GAAP
FASB telah mengidentifikasi sejumlah perbedaan antara IFRS dan US
GAAP. Jenis perbedaan yang ada dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Perbedaan definisi. Perbedaan dalam definisi ada meskipun konsepnya


serupa. Perbedaan definisi dapat menyebabkan perbedaan Pengakuan

atau Pengukuran.
Perbedaan pengakuan. Perbedaan dalam kriteria pengakuan dan/atau
pedoman berkaitan dengan:
(1) apakah item diakui atau tidak (apakah suatu standar menyatakan
bahwa suatu item tersebut harus diakui dalam laporan keuangan,

atau sebaliknya),
(2) bagaimana item tsb diakui, dan/atau
(3) kapan item tsb diakui (perbedaan waktu).
Perbedaan pengukuran. Perbedaan dalam

pendekatan

untuk

menentukan jumlah yang diakui yang dihasilkan baik dari (1) perbedaan

dalam metode yang dipakai/diharuskan dipakai atau (2) perbedaan dalam

pedoman rinci untuk menerapkan method serupa.


Alternatif. Satu set standar memungkinkan pemilihan antara dua atau
lebih metode alternatif, sedangkan set standar lainnya memerlukan satu
metode

tertentu

digunakan).
Kurangnya

untuk

digunakan

persyaratan

menutupi/mencakup

atau

masalah

yang

(hanya

bimbingan.
ditangani

metode
IFRS
oleh

US

yang
tidak

harus
dapat

GAAP,

dan

sebaliknya. Misalnya, dalam US GAAP dibahas sedangkan di IFRS tidak

dibahas.
Perbedaan presentasi. Ada perbedaan dalam penyajian materi dalam

laporan keuangan (apakah formatnya sama atau tidak).


Perbedaan pengungkapan. Perbedaan dalam informasi yang disajikan
dalam catatan atas laporan keuangan yang terkait dengan (1) apakah
pengungkapan diperlukan atau tidak, dan (2) cara di mana pengungkapan
ini harus dibuat.

B. Perbedaan Spesifik antara IFRS dengan US GAAP


Ada beberapa perbedaan dasar antara IFRS dan US GAAP sebagaimana
akan dijelaskan dalam tabel-tabel dibawah ini. Pada dasarnya batang tubuh
kerangka konseptual tersebut masih sama, yaitu level 1: tujuan laporan
keuangan, level 2: karakteristik kualitatif dan element laporan keuangan, dan
level 3: Asumsi dasar, Prinsip dan kendala.
Berikut adalah Perbedaan keduanya:
Level 1 : Tujuan Laporan Keuangan
US GAAP

Menyediakan informasi yang

IFRS

Menyediakan informasi yang

berguna untuk pengambilan

menyangkut posisi keuangan,

keputusan investasi dan kredit.

kinerja, serta perubahan posisi


keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar
pengguna dalam pengambilan
keputusan ekonomi.

Menyediakan informasi yang

Pengguna adalah investor,

berguna untuk memprediksi jumlah,

karyawan, pemberi pinjaman,

waktu, dan ketidakpastian arus kas

pemasok dan kreditor usaha lainnya,

masa depan perusahaan

pelanggan, pemerintah dan


masyarakat.

Menyediakan informasi tentang

sumber daya ekonomi, klaim


terhadap sumber daya tersebut, dan
perubahan terhadap keduanya.
Level 2 : Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
US GAAP
Relevan terdiri dari:

Nilai prediksi membantu


pengguna memprediksi hasil
dari kejadian masa lalu, saat ini

IFRS
Relevan terdiri dari:

Nilai prediksi
Nilai konfirmasi
Materialitas

dan masa depan.


Nilai umpan balik membantu
pengguna mengkonfirmasi dan
membetulkan nilai prediksi
sebelumnya.

Tepat waktu tersedia sebelum


kehilangan kapasitas untuk
mempengaruhi keputusan

Dapat dipercaya terdiri dari:

Disajikan dengan jujur


Netral
Dapat diferivikasi

Dapat dipercaya terdiri dari:

Disajikan dengan jujur


Netral
Substansi mengungguli bentuk
Kehati-hatian (dimana ada
ketidakpastian, kesalahan
dalam menyediakn informasi
dan menjamin adanya

Dapat dibandingkan
Konsisten
Level 2 : Elemen Laporan Keuangan

konservatisme.
Kelengkapan

Dapat dibandingkan

US GAAP

Aset
Kewajiban
Ekuitas
Investasi pemilik
Distribusi kepada pemilik
Laba komprehensif
Pendapatan
Keuntungan
Beban
Kerugian

IFRS

Aset
Kewajiban
Ekuitas
Pemeliharaan modal (diperoleh

dari revaluasi asset dan kewajiban)

Laba (Pendapatan dan


keuntungan)

Beban (beban dan kerugian)

Level 3 : Pengakuan dan Pengukuran Asumsi Dasar


US GAAP
1.
2.
3.
4.

Kelangsungan usaha
Entitas ekonomi
Unit moneter
Periodisitas

IFRS
1.
2.

Kelangsungan usaha
Basis akrual

Level 3 : Pengakuan dan Pengukuran - Prinsip


US GAAP
1.
2.
3.
4.

Biaya historis
Pengakuan pendapatan
Kesesuaian
Pengungkapan penuh

IFRS
1.
2.

Biaya historis
Biaya sekarang (apa yang harus

dibayar hari ini untuk mendapatkan


aset. Ini sering diperoleh dalam
penilaian yang sama dengan nilai
wajar)
3.
Nilai realisasi (jumlah kas yang
dapat diperoleh saat ini jika asset
dilepas
4.
Nilai wajar
5.
Pengakuan pendapatan
6.
Pengakuan beban
7.
Pengungkapan penuh

Level 3 : Pengakuan dan Pengukuran - Kendala


US GAAP
1.

Biaya dan manfaat

IFRS
1.

Keseimbangan antara biaya

2.
3.
4.

Materialitas
Praktik Industri
Konservatisme

dan manfaat
2.
Tepat waktu
3.
Keseimbangan antara
karakteristik kualitatif

JIka diringkas dalam gambar, kerangkan konseptual perlaporan keuangan


berdasarkan IFRS adalah sebagai berikut:

Sebagaimana diatur dalam IAS 32 & 39 dan IFRS 7 & 9, maka secara
ringkas dapat dilihat. ada perbedaan dan persamaan IFRS dengan GAAP, yaitu
sebagai berikut:
1. IFRS dan GAAP untuk debt securities memiliki perlakuan akuntansi yang
sama
2. IFRS dan GAAP menggunakan pengujian yang sama untuk menentukan
apakah methode equity digunakan yaitu berdasarkan pengaruh yg
signifikan dg patokan lebih dari 20% kepemilikan.
3. Reklasifikasi securities adalah sama antar keduanya.

4. Dasar

konsolidasi,

IFRS

dan

GAAP

mendasarkan

pada

persentasi

kepemilikan (50%)
5. IFRS dan GAAP sama dalam akuntansi untuk pemilihan Fair Value yaitu
pilihan menggunakan fair value harus dilakukan di awal pengakuan.
6. GAAP tidak mengizinkan reversal untuk beban impairment yang telah
terjadi untuk available for sale debt and equity securities.
7. IFRS tidak mengizinkan hal yg sama untuk available for sale equity ,
namun mengizinkan reversal untuk available for sale debt securities dan
held-tomaturity securities.

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
Penganggaran sektor publik merupakan proses yang sangat vital bagi
organisasi sektor publik. Anggaran publik penting sebab anggaran membantu
menentukan tingkat kebutuhan masyarakat. Anggaran merupakan instrumen
kebijakan fiskal pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekonomi melalui
kebijakan pengeluaran dan perpajakan. Dengan anggaran, pemerintah dapat
mengalokasikan sumber daya yang langka untuk menggerakan pembangunan
sosial ekonomi, menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup
masyarakat.
Dan yang penting lagi, anggaran merupakan sarana untuk menunjukan
akuntanbilitas pemerintah terhadap publik. Anggaran publik terdiri dari anggaran
operasional dan anggaran modal. Anggaran operasional adalah pengeluaran
yang dilakukan secara rutin dan tidak menambah kekayaan serta manfaatnya
hanya untuk satu tahun anggaran. Sedangkan anggaran modal (aset)
manfaatnya lebih dari satu tahun anggaran dan menambah kekayaan.

Daftar Pustaka
Prof.Dr.Mardiasmo,MBA,Ak

2002),

Akuntansi

Sektor

Publik,

Yogyakarta:Andi
Ihyaul Ulum. 2004. Akuntansi Sektor Publik, Yogyakarta: UMM PRESS.
http://sharingilmupajak.blogspot.co.id/2013/11/konsep-anggaran-sektorpublik.html
https://riswanarifin.wordpress.com/2012/09/12/penganggaran-sektorpublik/
http://anitadiahmawarni.blogspot.co.id/2013/10/konsep-penganggaransektor-publik.html
http://pebiriswadi.blogspot.co.id/2013/04/anggaran-sektor-publik.html