Anda di halaman 1dari 34

KEP / PEM

(Kurang Energi Protein)/


(Protein Energy Malnutrition)

M.K. Dasar Ilmu Gizi


Dept. Gizi Kesmas,
FKM UI, 2014

3/13/16

Pengantar
KEP dominan terjadi pada usia anak-anak
tp juga bisa terjadi pd usia dewasa.
Diet yg inadekuat/kurang mengonsumsi
makanan bergizi gagal tumbuh gizi
kurang

3/13/16

Ciri-ciri KEP/PEM

Gagal tumbuh
Underweight/kurang gizi
Stunted (pendek)
Kurus
Sangat kurus (severely wasted) pd
marasmus
Odema pd kwashiorkor

Berbagai tahap KEP (PEM)


undernutrition
(intake inadekuat)
Mild PEM

gagal tumbuh
underweight (BB<3rd Z-Score)

Severe PEM

marasmus

kwashiorkor
(< or > 3rd)

Indikator Pertumbuhan Menurut Z-score


Z-score

PB/U atau
TB/U

BB/U

BB/PB atau
BB/TB

IMT/U

>3

Sangat gemuk

Sangat gemuk

(obes)

(obes)

>2

Gemuk

Gemuk

(overweight)

(overweight)

Risiko gemuk

Risiko gemuk

>1
0 (median)
< -1
< -2
< -3

Pendek

BB Kurang

Kurus

Kurus

(stunted)

(underweight)

(wasted)

(wasted)

Sangat Pendek

BB sangat
kurang

Sangat kurus

Sangat kurus

(severe wasted)

(severe wasted)

(severe stunted)

(severe
underweight)

Catatan: Indikator pertumbuhan menurut : Z-score, Median, Percentile


KMS balita di Indonesia berdasar Z-score (WHO, 2007).

Catatan:

Z-score < - 2SD tanpa gejala klinis

Diatasi dengan PMT (Pemberian Makanan Tambahan)

Z-score < - 2SD disertai gejala klinis yg nyata


Rujuk ke layanan kesehatan utk perawatan

Z-score < - 3SD tanpa gejala klinis

Rujuk ke layanan kesehatan utk perawatan

3/13/16

Penderita KEP
Umumnya berasal dari:
Keluarga miskin
Daya beli rendah

Aksesibilitas thd pangan rendah

Keragaman bahan pangan rendah

Ketersediaan pangan tingkat rumah tangga rendah


Intake tidak mencukupi

Rendah sanitasi dan higiene individu

Kepadatan penghuni rumah tinggi


Akses thd air bersih rendah
MCK, sarana pembuangan sampah tdk memadai

3/13/16

Akibat KEP
Tidak tumbuh & berkembang dgn baik sesuai
dgn pola pertumbuhan normal
Kurang energi utk melakukan aktivitas
tubuh cenderung lemah
apatis

Menurunnya kekebalan tubuh melawan


penyakit infeksi
Jika KEP terjadi dalam jangka waktu yg
lama/kronis atau terjadi secara berulangulang
Tubuh pendek (stunted)

Infeksi dan KEP


Mengurangi nafsu makan

Membuat susah makan asupan inadekuat

Mengurangi penyerapan zat gizi di usus

Terutama pada infeksi yg menyerang saluran pencernaan


(diare, thypus)

Meningkatkan kebutuhan akan nutrient


Akibat peningkatkan metabolisme

u/ kebutuhan mempertahankan fisiologis normal pertumbuhan


u/ kebutuhan meningkatkan sistem imun
u/ kebutuhan penggantian sel/jaringan yg rusak

Memecahkan cadangan lemak dan otot


Terjadinya kehilangan berbagai zat gizi yg berperan
dlm kekebalan tubuh mel katabolisme
N (nitrogen), Vit A, Vit C, Besi, dll melalui urine

KEP & Infeksi


Kuman lebih mudah menginfeksi tubuh

Sel2 mukosa pd rongga tubuh tdk berfungsi normal

Kuman lebih mudah berkembang biak di dlm


tubuh
Sel2 pertahanan tubuh tidak berfungsi normal

Infeksi mudah berkembang menjadi lebih


parah
Proses penyembuhan menjadi lebih lama
Lebih berisiko mengalami kematian

3/13/16

10

3/13/16

11

3/13/16

12

KEP pada berbagai tahapan usia


1. Bayi Berat Lahir Rendah karena :

Prematur
Ibu hamil kurang gizi
Usia terlalu muda
Ibu sakit malaria

menganggu transpor zat gizi melalui plasenta

Penyakit kongenital (bawaan)


Penyebab lainnya

Konsumsi alkohol, rokok, kerja terlalu berat

2. Bayi usia 6 12 bln

MP-ASI tidak cukup jumlahnya


MP-ASI tidak bergizi seimbang
MP-ASI terlambat
MP-ASI terlalu dini

3. Anak balita

tidak cukup makan bergizi


lebih aktif dan butuh energi tinggi
mudah terpapar penyakit infeksi

4. Remaja putri

- Rendahnya konsumsi makanan bergizi


- Terlalu banyak melakukan kegiatan fisik/berat

5. Wanita hamil
- Kurangnya intake makanan ekstra selama kehamilan
6. Wanita menyusui
- Usia terlalu muda
tidak cukup konsumsi makanan ekstra

Wasted (BB/PB atau BB/TB)


Terlihat kurus

Karena tidak memiliki simpanan lemak yg memadai

Menjadi anemia (kurang Fe)


Cadangan Fe sub-optimal

Hipoglikemia
Beresiko terhadap penyakit infeksi
Tubuh lebih dingin

Umur 1 thn 1 bln


70.3 cm, 7.5 kg

Stunted (PB/U atau TB/U)


Terlihat pendek, tapi tidak kurus
Tidak dapat mengejar
ketertinggalan pertumbuhan TB
Akibat riwayat kurang gizi kronis
atau kurang gizi berulang pada
masa lampau.
Performa fisik maupun kognitif
cenderung di bawah anak normal

1 tahun
67.8 cm, 7.6 kg

Severe PEM (KEP berat)


1. Marasmus
2. Kwashiorkor
3. Marasmus kwashiorkor

Marasmus
Karena rendahnya intake energi dan zat gizi
Biasanya terjadi pada 2 tahun pertama
kehidupan, atau usia lain saat terjadi krisis
pangan (kelaparan)
Tanda-tanda

BB/U -3SD
Sangat kurus, tangan dan kaki sangat kecil (LILA
10-11 cm)
Wajah tampak tua (selalu terlihat cemas dan
muram)
Perut buncit
Sangat peka/sensitif/cengeng
Terlihat sangat lapar/rakus jika diberi makan

Kwashiorkor
Rendahnya intake protein
Ketidakseimbangan produksi dan perpindahan
radikal bebas
Radikal bebas yang sangat reaktif, diproduksi
selama infeksi (campak) dapat merusak jaringan
tubuh

Kerusakan jaringan akan mengakibatkan


oedema, pembesaran hati, rambut & wajah
pucat, menderita diare
Lebih complicated
Umum terjadi usia 1-3 tahun

Kwashiorkor
Tanda-tanda

Oedema pada lengan, tangan & wajah


Wajah bulat seperti bulan (moon face)
BB < atau > -3rd SD
perut buncit
Apatis dan cengeng
Hilang selera/nafsu makan
Kulit berwarna pucat, mengelupas/mengeriput
Rambut tipis, mudah rontok, berwarna merah
Pembengkakan hati karena pengaruh radikal bebas

Marasmus Kwashiorkor
Tanda

Tubuh sangat kurus (BB < -3 rd percentile)


Oedema di lengan/wajah/kaki
Memiliki salah satu atau beberapa tanda
marasmus/kwashiorkor
moon face, rambut tipis/jarang, kulit
mengelupas/keriput, cengeng

3/13/16

25

3/13/16

26

Penyebab Masalah Gizi


(Kerangka Konsep UNICEF)

3/13/16

28

3/13/16

29

Prevalensi Underweight di Indonesia

3/13/16

30

Prevalensi Stunted di Indonesia

3/13/16

31

Fenomena Gunung Es pd masalah gizi

3/13/16

32

Masalah gizi yg sudah nyata terjadi


dan cenderung meningkat

3.5 bulan
63 cm, 10 kg

TERIMA KASIH

3/13/16

34