Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH MANAJEMEN PRASARANA DAN SARANA

PERKOTAAN
TENTANG STUDI KELAYAKAN

DISUSUN OLEH:

Dhian Gladys Febbyany


Ahmad Iman Tauhid

21080114130068
21080114130069

Novi Diah Wismaningrum

21080114130070

Atikah Tri Puspita S

21080114130071

Dhiya Ramadhani

21080114130072

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa ada
halangan suatu apapun. Laporan ini dibuat sebagai wujud rasa peduli pada dunia
pendidikan sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas mahasiswa yang mengikuti mata
kuliah Manajemen Sarana dan Prasarana Perkotaan. Dalam proses pendalaman materi
mengenai Studi Kelayakan ini, tentunya saya mendapatkan bimbingan, arahan dan saran,
untuk itu kata terima kasih kami sampaikan kepada:
1. Ir. Dwi Siwi Handayani, M.Si selaku dosen mata kuliah Manajemen Prasarana
dan Sarana Perkotaan.
2. Rekan-rekan mahasiwa yang telah banyak memberikan masukan untuk
makalah ini.
3. Semua pihak yang telah membantu dalam menyusun laporan ini.
Kami menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami
memerlukan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Dan kami
mengharapkan laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Semarang, 24 Februari 2016

Penyusun

ii

DAFTAR ISI

Cover.....................................................................................................................I
Kata Pengantar.......................................................................................................II
Daftar Isi................................................................................................................III
BAB 1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................1
1.2 Tujuan........................................................................................................1
1.3 Manfaat......................................................................................................2
BAB II
2.1 Perencanaan Studi Kelayakan Sistem Drainase Perkotaan.....................3
2.2 Perencanaan Studi Kelayakan Sistem PersampahanPerkotaan...............8
2.3 Perencanaan Studi Kelayakan Sistem SPAM Perkotaan..................... 11
2.4 Perencanaan Studi Kelayakan Sistem Air Limbah Perkotaan................12
BAB III
3.1 Kesimpulan................................................................................................14

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini prasarana dan sarana perkotaan seperti sistem drainase,
persampahan, SPAM dan Air limbah banyak mengalami permasalahan baik secara
langsung maupun tidak langsung, banyak kerugian yang diakibatkan adanya
prasarana yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Seiring dengan
perkembangan zaman dan peningkatan jumlah penduduk maka kebutuhan akan air
bersih meningkat begitu juga dengan jumlah timbunan sampah yang berbanding
lurus. Dalam suatu studi kelayakan, pada umumnya mempertimbangkan berbagai
aspek, diantaranya keterkaitan kegiatan dengan instansi pengusul dan instansi
lainnya, manfaat yang akan diterima dan para penerimanya, serta Iingkungan yang
akan menjadi tempat dilaksanakannya kegiatan. Secara umum aspek-aspek tersebut
dikelompokkan dalam tiga bagian yakni kelayakan yang didalamnya terdiri dari
kelayakan teknis, ekonomis, dan finansial. Selain aspek tersebut, studi kelayakan
juga mengemukakan analisis kelayakan kegiatan. Kelayakan teknis merupakan
garribaran kondisi teknis rencana Perencanaan Kegiatan -kegiatan dengan
memperhitungkan unsur-unsur yang berkaitan dengan alat-alat teknis (engineering)
dan unsur-unsur non-teknis seperti misalnya ketersediaan material dan kemudahan
pelaksanaan agar suatu kegiatan dapat dilaksanakan
1.2 Tujuan
1 Mengetahui studi kelayakan prasarana dan sarana kota tentang drainase
2 Mengetahui studi kelayakan prasarana dan sarana kota tentang
3
4

persampahan
Mengetahui studi kelayakan prasarana dan sarana kota tentang SPAM
Mengetahui studi kelayakan prasarana dan sarana kota tentang Air Limbah

1.3 Manfaat
1 Mengetahui informasi mengenai studi kelayakan prasarana dan sarana kota
tentang drainase
1

Mengetahui informasi mengenai studi kelayakan prasarana dan sarana kota

tentang persampahan
Mengetahui informasi mengenai studi kelayakan prasarana dan sarana kota

tentang SPAM
Mengetahui informasi mengenai studi kelayakan prasarana dan sarana kota
tentang Air Limbah

BAB II
ISI
2.1 Perencanaan Studi Kelayakan Sistem Drainase Perkotaan
Drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan air permukaan ke
badan penerima air dan atau ke bangunan resapan buatan. Drainase Perkotaan
adalah drainase di wilayah kota yang berfungsi mengendalikan air permukaan
sehingga tidak mengganggu masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi
kehidupan manusia. Kelayakan adalah rencana kegiatam yang diusulkan telah
memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan.

Menurut PERMEN PU No. 12 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem


Drainase Perkotaan dalam Pasal 11 halaman 7-8 adalah:
(1) Studi Kelayakan Sistem Drainase Perkotaan disusun untuk mengukur
tingkat kelayakan rencana pembangunan prasarana dan sarana Sistem
Drainase Perkotaan di suatu wilayah pelayanan ditinjau dari aspek teknis,
ekonomi dan lingkungan.
(2) Studi Kelayakan Sistem Drainase Perkotaan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) disusun berdasarkan pada Rencana Induk Sistem Drainase
Perkotaan.
(3) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. Perencanaan teknis;
b. Kelayakan teknis;
Adalah kajian terhadap suatu rencana teknis suatu kegiatan, serta
memenuhi kriteria teknis yang ditetapkan.
c. Kelayakan ekonomi;
Adalah kajian terhadap manfaat ekonomi/keuangan dari suatu usulan
kegiatan yang memenuhi kriteria ekonomi/keuangan yang ditetapkan.
d. Kelayakan lingkungan;
Adalah kajian terhadap dampak suatu rencana kegiatan kepada
lingkungan yang telah ditetapkan.
e. Rencana penyediaan lahan dan pemukiman kembali, bila diperlukan.
(4) Perencanaan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a meliputi:
a. Analisis hidrologi dan hidrolika;
b. Sistem jaringan drainase;
c. Analisis model sistem jaringan drainase (apabila diperlukan);
d. Analisis kekuatan konstruksi bangunan air;
e. Nota disain;
f. Gambar tipikal sistem jaringan drainase dan Bangunan Pelengkap;
Gambar tipikal sistem jaringan drainase adalah perencanaan dasar yang
menyeluruh pada suatu daerah perkotaan untuk jangka panjang.
Badan penerima air adalah sumber air di permukaan tanah berupa laut,
sungai, danau, dan di bawah permukaan tanah berupa air tanah di
dalam akuifer.
Bangunan pelengkap adalah bangunan yang ikut mengatur ddan
mengendalikan sistem aliran air hujan agar aman dan mudah melewati
jalan, belokan, dan daerah curam, bangunan tersebut seperti goronggorong, pertemuan saluran, bangunan terjunan, jembatan, street inlet,
pompa, pintu air.
g. Perkiraan volume pekerjaan untuk masing-masing jenis pekerjaan
meliputi: pekerjaan sipil dan mechanical electrical; dan
3

h. Perkiraan biaya pembangunan sistem drainase perkotaan.


(5) Kelayakan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b harus
memenuhi persyaratan hidrologi, hidrolika, kekuatan dan stabilitas
struktur, ketersediaan material, dapat dilaksanakan dengan sumber daya
manusia dan teknologi yang ada, dan kemudahan pelaksanaan Operasi dan
(6)

Pemeliharaan.
Kelayakan ekonomi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c
dianalisis berdasarkan harga optimal, manfaat langsung dan tidak langsung

(7)

dari terbangunnya sarana dan Prasarana Drainase Perkotaan.


Kelayakan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf d harus
memenuhi persyaratan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau
Usaha Pengelolaan Lingkungan/Usaha Pemantauan Lingkungan sesuai

(8)

dengan peraturan perundang-undangan.


Dalam hal pelaksanaan studi kelayakan diperlukan penyediaan lahan dan

pemukiman kembali dilaksanakan oleh pemerintah daerah.


(9) Studi kelayakan disusun oleh penyelenggara sistem drainase perkotaan.
(10) Studi kelayakan harus mendapatkan pengesahan dari pemerintah daerah.

Ketentuan-Ketentuan
1. Ketentuan Umum
Penyusunan studi kelayakan drainase dilakukan berdasarkan prioritas zona
yang telah ditentukan dalam Rencana Induk Sistem Drainase.
Pengesahan rencana teknik oleh penanggung jawab yang ditunjuk instansi
yang berwenang menggunakan data paling mutakhir.
2. Kelayakan Teknis
a. Perhitungan Hidrologi
Perhitungan hidrologi dilakukan untuk mendapat debit rencana dengan
memperhatikan ketentuan:
- Tinggi jagaan disesuaikan dengan besaran debit, dan jenis material
tanggul;
- Debit maksimum bangunan perlintasan (gorong-gorong) dihitung
sebesar 1,5 kali debit maksimum saluran;
- Kecepatan aliran maksimum dalam saluran vmak = 1,5 m/dt
- Kecepatan aliran minimum dalam saluran vmin = 0,3 m/dt
b. Alternatif Usulan Pembangunan
Usulan pembangunan sistem drainase harus dibuat minimal 2 alternatif
dengan ketentuan:
- Meminimalkan pembebasan tanah;
- Semaksimal mungkin memakai sistem drainase aliran gravitasi
c. Kriteria Kelayakan Teknis
4

- Memenuhi persyaratan kekuatan struktur


- Material yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan mudah di lokasi
pembangunan;
- Dapat dilaksanakan dengan kemampuan yang ada (tenaga, peralatan);
- Operasi dan pemeliharaan dapat dilaksanakan dengan mudah
3. Kelayakan Ekonomi
a. Analisis Manfaat dan Biaya
- Manfaat proyek dihitung dari pengaruh langsung dan pengaruh tidak
langsung
- Biaya proyek dihitung dari biaya pembangunan dan biaya operasi dan
pemeliharaan
b. Pengaruh Langsung
- Pengurangan biaya untuk pembuatan dan perbaikan sistem drainase
yang rusak
- Pengurangan biaya untuk pembuatan dan perbaikan prasarana dan
sarana kota lainnya yang rusak
- Pengurangan biaya untuk pembuatan dan perbaikan bangunan dan
rumah-rumah yang rusak
- Pengurangan biaya penanggulangan akibat genangan
- Biaya harga tanah
c. Pengaruh Tidak Langsung
- Pengurangan biaya sosial akibat bencana banjir, seperti: kesehatan,
pendidikan, dan lingkungan
- Pengurangan biaya ekonomi yang harus ditanggung masyarakat akibat
banjir, seperti: produktifitas, perdagangan, jasa pelayanan
- Kenaikan harga tanah
d. Biaya Pembangunan
- Biaya dasar konstruksi untuk pekerjaan baru maupun perbaikan
- Biaya pembebasan tanah
- Biaya pembuatan rencana teknik dan pengawasan
- Biaya administrasi
- Biaya pajak
- Biaya tidak terduga yang tidak lebih dari 10% biaya konstruksi
e. Biaya Operasi dan Pemeliharaan
- Peralatan
- Upah
- Material
- Administrasi dan umum
- Penyusutan
f. Kriteria Kelayakan Ekonomi dan Keuangan
- Net Present Value (NPV) > 0
- Economic Internal Rate of Return (EIRR) > tingkat bunga berlaku
- Benefit Cost Ratio > 1
4. Kelayakan Lingkungan
Kelayakan lingkungan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
5

Pembangunan Sistem Drainase

Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan


Sumber: Lampiran PERMEN PU No 12 Tahun 2014

2.2

Perencanaan Studi Kelayakan Persampahan Perkotaan


Menurut PERMEN PU No. 3 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Prasarana
Dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga Dan
Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dalam Pasal 7-11 halaman 7-10
adalah:
(1) Studi kelayakan diperlukan untuk kegiatan penyediaan prasarana dan sarana
persampahan yang menggunakan teknologi pengolahan dan pemrosesan akhir
6

berupa proses biologi, termal atau teknologi lain dengan kapasitas lebih besar
dari 100ton/hari.
(2) Studi kelayakan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disusun berdasarkan:
a. rencana induk penyelenggaraan PSP yang telah ditetapkan;
b. kelayakan teknis, ekonomi, dan keuangan; dan
c. kajian lingkungan, sosial, hukum dan kelembagaan.
(1)

Kelayakan teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf b


antara lain memuat:
a. rencana teknik operasional;
b. kebutuhan lahan;
c. kebutuhan air dan energi;
d. kebutuhan prasarana dan sarana;
e. gambaran umum pengoperasian dan pemeliharaan;
f. masa layanan sistem; dan

g. kebutuhan sumber daya manusia.


(2) Kelayakan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas
kajian:
a. timbulan, komposisi, dan karakteristik sampah;
b. teknologi dan sumber daya setempat;
c. keterjangkauan pengoperasian dan pemeliharaan; dan
d. kondisi fisik setempat.
(3) Kelayakan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan
membandingkan usulan atau perencanaan teknik dengan norma,
standar, prosedur dan kriteria.
(4) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dinyatakan layak
teknis, jika sesuai dengan norma, standar, prosedur dan kriteria.
(1) Kelayakan ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf b
diukur berdasarkan:
a. nisbah hasil biaya ekonomi (Economic Benefit Cost Ratio (EBCR));
b. nilai ekonomi kini bersih (Economic Net Present Value (ENPV));
c. laju pengembalian ekonomi internal (Economic Internal Rate of
Return (EIRR)).
(2) Kelayakan ekonomi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
memperhitungkan:
a. manfaat yang dapat diukur dengan nilai uang (Tangible) berupa
7

manfaat langsung dan manfaat tidak langsung; dan


b. manfaat yang tidak dapat diukur dengan nilai uang (Intangible).
(3) Manfaat langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a antara
lain:
a. pendapatan dari material yang dapat didaur ulang ;
b. pemanfaatan kompos sebagai pupuk dan/atau pengganti tanah
penutup TPA;
c. pemanfaatan gas bio sebagai sumber energi; dan
d. pendapatan dari pemanfaatan lahan bekas TPA untuk keperluan
ruang terbuka hijau.
(4) Manfaat tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a
antara lain:
a. peningkatan nilai harga tanah dan bangunan; dan
b. pengurangan biaya pengolahan air baku air minum.
(5) Manfaat yang tidak dapat diukur dengan nilai uang sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf b antara lain:
a. pengurangan tingkat pencemaran;
b. terjaganya kelestarian sumber daya air; dan
c. penurunan derajat konflik yang disebabkan oleh pencemaran
persampahan.
(6) Kelayakan ekonomi dilakukan dengan membandingkan manfaat yang
diterima oleh masyarakat dengan biaya yang ditimbulkan, baik berupa
biaya operasi, pemeliharaan maupun biaya pengembalian modal.
(7) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dinyatakan layak
ekonomi, jika manfaat ekonomi lebih besar dari biaya yang ditimbulkan, baik
berupa biaya operasi, pemeliharaan maupun biaya pengembalian modal.
(1) Kelayakan keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2)
huruf b diukur berdasarkan:
a. periode pengembalian pembayaran (Pay Back Period);
b. nilai keuangan kini bersih (Financial Net Present Value (FNPV));
c. laju pengembalian keuangan internal (Financial Internal Rate of
Return (EIRR)).
(2) Kelayakan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
8

memperhitungkan antara lain:


a. tingkat inflasi;
b. jangka waktu proyek;
c. biaya investasi;
d. biaya operasi dan pemeliharaan;
e. biaya umum dan administrasi;
f. biaya penyusutan;
g. tarif retribusi; dan
h. pendapatan retribusi.
(3) Kelayakan keuangan dilakukan dengan membandingkan pendapatan
dari tarif atau retribusi dengan biaya yang ditimbulkan, baik berupa
biaya operasional maupun biaya pengembalian modal
(4) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dinyatakan layak
keuangan, jika pendapatan dari tarif atau retribusi lebih besar dari biaya yang
ditimbulkan, baik berupa biaya operasi, pemeliharaan maupun biaya
pengembalian modal.
(1). Kajian lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf c
didasarkan atas studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau
Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UPL), dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(2). Kajian sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf c
harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk menerima
rencanapenyelenggaraan PSP.
(3). Kajian hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf c
antara lain:
a. ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. kebijakan; dan
c. perijinan yang diperlukan.
(4). Kajian kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf c
meliputi:
a. sumber daya manusia;
b. struktur dan tugas pokok institusi penyelenggara; dan
9

c. alternatif kelembagaan kerjasama pemerintah dan swasta.


2.3

Studi Kelayakan SPAM Perkotaan


Berdasarkan Permen PU No : 18/PRT/M/2007
Studi Kelayakan Pengembangan SPAM Studi untuk mengetahui tingkat
kelayakan usulan pembangunan sistem penyediaan air minum di suatu wilayah
pelayanan ditinjau dari aspek kelayakan teknis teknologis, lingkungan, sosial,
budaya, ekonomi, kelembagaan, dan finansial, yang disusun berdasarkan:
1
2

Rencana induk pengembangan SPAM yang telah ditetapkan;


Hasil kajian kelayakan teknis teknologis, lingkungan, sosial, budaya,

ekonomi, kelembagaan, dan finansial; serta


Kajian sumber pembiayaan.

Studi kelayakan pengembangan SPAM sebagaimana dimaksud dapat berupa:


1
2
3

Studi Kelayakan Lengkap


Studi Kelayakan Sederhana
Justifikasi Teknis dan Biaya

Studi Kelayakan Lengkap adalah kajian kelayakan terhadap suatu kegiatan


pengembangan sebagian atau seluruh SPAM yang mempunyai pengaruh atau
dipengaruhi oleh perkembangan finansial, ekonomi, teknis, dan lingkungan pada
area kajian, serta perkiraan besaran cakupan layanan lebih besar dari 10.000 jiwa.
Studi Kelayakan Sederhana adalah kajian kelayakan terhadap suatu kegiatan
pengembangan sebagian SPAM yang mempunyai pengaruh atau dipengaruhi oleh
perkembangan finansial, ekonomi, teknis, dan lingkungan pada area kajian, serta
perkiraan besaran cakupan layanan sampai dengan 10.000 jiwa.
Justifikasi Teknis dan Biaya adalah kajian kelayakan teknis dan biaya terhadap
suatu kegiatan peningkatan sebagian SPAM
2.4

Perencanaan Studi Kelayakan Air Limbah Perkotaan


Menurut diktat kuliah Universitas Brawijaya tentang Perencanaan
Pengelolaan Air Limbah dengan Sistem Terpusat, Perencanaan pembangunan
sarana pengelolaan air limbah domestik memerlukan keterlibatan berbagai disiplin
ilmu, yaitu ilmu teknik lingkungan, ilmu kesehatan masyarakat, ilmu ekonomi,
ilmu kependudukan, masukan dari masyarakat pemerhati masalah lingkungan
perkotaan dan peran serta masyarakat. Sebelum perencanaan pembangunan sarana
pengelolaan air limbah diperlukan pengumpulan data, info yang berguna dalam
memilih dan merancang sarana pengelolaan air limbah serta cara sosialisasi kepada
10

masyarakat. Informasi yang diperlukan dalam pemilihan dan perencanaan sarana


pengelolaan air limbah adalah sebagai berikut: Kondisi iklim, mencakup:
Variasi temperatur
Curah hujan, musim penghujan dan musim kemarau.
Kondisi daerah, mencakup:
Topografi 8
Geologi termasuk kestabilan tanah
Kemiringan lahan
Hidrogeologi, termasuk fluktuasi tinggi muka air tanah
Mudah tidaknya tergenang air atau banjir
Kondisi kependudukan, mencakup:
Jumlah penduduk, saat ini dan proyeksi masa depan
Kondisi kesehatan berdasarkan umur
Tingkat kepadatan penduduk
Kepadatan dan pola pertumbuhan penduduk
Tipe rumah, penghunian dan pola kepemilikan
Jenis keahlian tenaga setempat yang ada
Jenis bahan baku dan komponen setempat yang ada
Jenis jasa pelayanan pemerintahan setempat yang ada.
Kondisi sanitasi lingkungan, mencakup:
Tingkat pelayanan air bersih
Biaya-biaya marginal untuk perbaikan sarana air bersih
Fasilitas drainase yang sudah ada
Cara pembuangan kotoran manusia yang ada
Fasilitas air buangan yang sudah ada
Permasalahan lingkunganyang ada.
Faktor sosial dan budaya, mencakup:
Persepsi masyarakat
Sikap dan penggunaan terhadap fasilitas sanitasi
Alasan masyarakat untuk menerima atau menolak setiap usaha perbaikan
kualitas lingkungan, mencakup :
Tingkat pendidikan masyarakat
Faktor keagamaan dan budaya
Sikap terhadap reklamasi sumber-sumber daya yang ada.
Kelembagaan, pembagian tanggung jawab dan efektifitas institusi pemerintah
pusat dan pemeljintah daerah dalam masalah pelayanan:
Pelayanan penyediaan air bersih
Pelayanan air limbah, kebersihan, drainase, dan persampahan
Pelayanan perumahan dan perbaikan kualitas lingkungan perkotaan
Pelayanan kesehatan
Pelayanan pendidikan.

11

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Studi Kelayakan Sistem Drainase Perkotaan disusun untuk mengukur
tingkat kelayakan rencana pembangunan prasarana dan sarana Sistem
Drainase Perkotaan di suatu wilayah pelayanan ditinjau dari aspek teknis,

ekonomi dan lingkungan.


Studi kelayakan disusun berdasarkan: rencana induk penyelenggaraan
PSP yang telah ditetapkan; kelayakan teknis, ekonomi, dan keuangan; dan

kajian lingkungan, sosial, hukum dan kelembagaan.


Studi kelayakan pengembangan SPAM sebagaimana dimaksud dapat
berupa: Studi Kelayakan Lengkap ,Studi Kelayakan Sederhana
,Justifikasi Teknis dan Biaya

DAFTAR PUSTAKA

12

Diktat Kuliah Universitas Brawijaya tentang Perencanaan Pengelolaan Air Limbah dengan
Sistem Terpusat.
Direktorat Pengembangan PLP. 2012. Materi Bidang DRAINASE Diseminasi dan
Sosialisasi Keteknikan Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP). Jakarta:
Direktorat Jenderal Cipta Karya.
PERMEN PU No. 3 Tahun 2013

Tentang Penyelenggaraan Prasarana Dan Sarana

Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis


Sampah Rumah Tangga
PERMEN PU No 12 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan.
Permen PU No : 18/PRT/M/2007 Tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum

13