Anda di halaman 1dari 10

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

Nama Perusahaan

: PT. PUTRA BAHAGIA

Nama Paket Pekerjaan

: Pembangunan Jembatan Gantung, Kecamatan Lhoong

No. Paket Pekerjaan

: BANG-07/ AB

A. LINGKUP PEKERJAAN
1. UMUM
MOBILISASI
PEKERJAAN PERSIAPAN
PENGATURAN DAN PENGENDALIAN LALULINTAS
2. PEKERJAAN AWAL/DASAR
3. STRUKTUR
4. PEKERJAAN OPRITE
5. PEKERJAAN AKHIR
6. PROGRAM K3
7. METODA PENCAPAIAN PROYEK
8. PENGENDALIAN KUALITAS (QULITY CONTROL)
9. PENUTUP

B.
METODE PELAKSANAAN
I. UMUM
Pendahuluan
Dalam rangka peningkatan pelayanan jalan dan jembatan kepada pengguna (user), di Provinsi
Aceh, Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini oleh dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh
menganggarkan dana yang bersumber dari dana APBA Tahun Anggaran 2010 Untuk Paket
Pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung, Kecamatan Lhoong (BANG-07/AB).
a. Mobilisasi

Mobilisasi Personil

Mobilisasi Peralatan Kerja

Mobilisasi Material yang dibutuhkan

1.
PEKERJAAN PERSIAPAN
a. Pekerjaan Persiapan Meliputi :
Penyiapan direksi keet dan perlengkapannya
Penyiapan kantor kontraktor dan perlengkapannya
Papan nama proyek
Penyiapan gudang bahan dan workshop
Penyiapan alat bantu untuk trafficmanagement
Melakukan pengukuran (uitzet) lapanga bersama dan Foto Dokumentasi
Melakukan pengujian bahan-bahan material yang akan digunakan untuk pekerjaan fisik

dilokasi pekerjaan dan penyelidikan tanah


Penyiapan saran komunikasi dan transportasi staff proyek

b. Pemilihan Peralatan
Secara umum peralatan yang diperlukan dalam pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
Peralatan untuk pekerjaan persiapan
1. Total Station beserta perlengkapannya
2. Waterpass
3. Generator Set
4. Peralatan Laboratorium

Peralatan untuk pekerjaan tanah


1. exavator
2. Dump Truck
3. Vibro Roller
4. Motor Grader
5. Water Tanker
6. Wheel Loader
7. Water Pump

Peralatan Untuk Pekerjaan Struktur


1. Concrete Mixer
2. Concrete Vibrator
3. Crane
4. Crane On Track
5. Exavator
6. Water Tanker
7. Pile Drive Hammer

c. Pekerjaan Site Planning


Melakukan penataan lokasi yang dapat mengakomodasi keperluan akan :
Kantor direksi, kantor kontraktor, papan nama proyek dan gudangmaterial.
d. Pekerjaan Pengukuran / Setting Out
Sebelum pelaksanaan, maka diperlukan pengukuran ulang yang disepakati bersama
antara pihak Kontraktor dan Pihak Pemberi Tugas.
e. Penyediaan Fasilitas Lapangan seperti :
1. Kantor Direksi dengan perlengkapannya
2. Kantor Kontraktor dengan perlengkapannya
3. Papan Nama Proyek
4. Gudang material dan workshop
5. Penerangan
f. Pengambilan Data Tanah
Pekerjaan ini dilakukan agar mendapat kondisi tanah yang akan dibangun Abutmen
II. PEKERJAAN AWAL / DASAR
Pekerjaan ini meliputi :
1. Pekerjaan Galian Biasa
Penggalian tanah sesuai dengan elevasi rencana. (galian tanah yang tidak bisa digunakan
sebagai bahan timbunan harus dibuang ketempat yang disetujui oleh pengawas). Galian ini
dilakukan untuk membentuk kedudukan daripada Abutmen
2. Pekerjaan Pengadaan Jembatan Gantung
Pekerjaan ini meliputi dan pendatangan dari tempat diproduksi kelokasi pekerjaan. Ukuran dan
mutu daripada material jembatan gantung tersebut harus sesuai spesifikasi dan dimensi yang telah
disetujui oleh direksi pekerjaan.

Material diangku dengan menggunakan truck bak terbuka dari prabrik lokasi pekerjaan,
memuat dan menurunkan harus hati-hati supaya tidak patah atau cacat pada saat penurunan
dan pemuatan ke atas truk. Sampai dilkosi pekerjaan material ditumpuk diloksi yang terdekat
dengan lokasi pemasangan.

3. Pekerjaan Pengadaan Beton Pracetak

Pekerjaan ini meliputi pembuatan, pendatangan dan pemasangan beton pracetak tipe i dari
tempat diproduksi ke lokasi pekerjaan. Ukuran dan mutu daripada gelagar tersebut harus

sesuai spesifikasi dan dimensi yang telah disetujui oleh direksi pekerjaan.
Material diangkut dengan menggunakan truck bak terbuka dari pabrik kelokasi pekerjaan,
memuat dan menurunkan dengan bantuan crane. Sampai diloksi pekerjaan material ditumpuk

dilokasi yang terdekat dengan lokasi pemasangan.


Setelah Pondasi/ Abutmen jembatan selesai maka beton pracetak dipasang diatas Pondasi/
Abutmen pada posisi yang telah ditetapkan seperti pada gambar rencana. Setelah posisi
gelagar pas pada titik yang ditentukan maka baru dimulai pemasangan mal/perancah untuk
pemasangan mal lantai.

III. PEKERJAAN STRUKTUR


Pekerjaan ini meliputi : Beton K-250, Beton K-175, Beton K-125, Baja Tulangan D32 ulir, Pasangan
batu.
1. Beton K 125
a. Pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan pondasi selesai dikerjakan. Yaitu meliputi
pengecoran lantai dasar/ B-nol yang akan menjadi acuan kedudukan besi.
b. Pekerjaan ini dilakukan dengan menggunakan alat concreat vibrator, concreat mixer, dan
beberapa alat bantu yang di laksanakan oleh sekelompok pekerja, tukang, dan diawasi
oleh seorang mandor.
2. Baja Tulangan D 32 Ulir
a. sebelum melakukan pekerjaan pengecoran beton K-250, kontraktor melaksanakan
pekerjaan pabrikasi/ pembentukan besi sesuai bestek..
b. Setelah pabrikasi selesai, kontraktor dapat memasang besi tersebut pada mal atau
perancah yang telah dibuat sesuai dengan dimensi beton yang dibutuhkan
3. Beton K 250
a. Pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan besi selesai, ukuran daripada mal/
perancah haruslah sesuai dengan gambar rencana yang telah di setujui direksi
pekerjaan
b. Pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok pekerja, tukang dan di awasi oleh
mandor dengan menggunakan alat concreat vibrator, concrete mixer, water tanker
dan beberapa alat bantu lainnya
c. Mutu daripada mutu beton tersebut harus sesuai dengan spesifikasi teknis dan job
mix formula ( JMF ) yang telah disahkan oleh direksi pekerjaan

4. Beton K 175
a. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan beton K-250 selesai. Pekeraan ini
terletak pada guide post atau bangunan dua sederhana lainnya.
b. Pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok pekerja, tukang dan di awasi oleh
mandor dengan menggunakan alat concreat vibrator, concrete mixer, water tanker
dan beberapa alat bantu lainnya
c. Mutu daripada mutu beton tersebut harus sesuai dengan spesifikasi teknis dan job
mix formula ( JMF ) yang telah disahkan oleh direksi pekerjaan
5. Beton K 350
a. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan Gelagar selesai. Ukuran dari mal/
perancah haruslah sesuai dengan gambar rencana yang telah di setujui direksi
pekerjaan.
b. Pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok pekerja, tukang dan di awasi oleh
mandor dengan menggunakan alat concreat vibrator, concrete mixer, water tanker
dan beberapa alat bantu lainnya
c. Mutu daripada mutu beton tersebut harus sesuai dengan spesifikasi teknis dan job
mix formula ( JMF ) yang telah disahkan oleh direksi pekerjaan
IV. PEKERJAAN OPRITE
Pekerjaan Oprite ini terdiri dari : pasangan batu,timbunan biasa, timbunan pilihan.
1. Pekerjaan Pasangan Batu

Setelah pekerjaan lantai selesai maka dilaksanakan pekerjaan wing wall pada oprite
jembatan dengan menggukaan batu kali dengan di pasang dan diikat oleh campuran

semen dan pasir


Pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok pekerja, tukang dan di awasi oleh

mandor
Ukuran dan mutu dari pekerjaan tersebut harus sesuai spesifikasi dan JMF yang
telah disetujui oleh direksi pekerjaan

2. Pekerjaan Timbunan Biasa

Setelah pekerjaan wing wall selesai maka kemudian dilaksanakan pekerjaan


penimbunan oprite dengan menggunakan tanah dan kemudian di padatkan layer per
layer maksimal 10 cm. Dan dipadatkan dengan menggunakan alat vibrator roller,di
siram dengan water tanker.

Kepadatan tanah di uji dengan menggunakan sand cone test dan mendapat
persejuan dari direksi pekerjaan

3. Pekerjaan Timbunan Pilihan

Setelah pekerjaan timbunan biasa selesai maka dilaksanakan pekerjaan timbunan


pilihandengan menggunakan bahan timbunan pilihan (selektif aggregat) dan
kemudian dipadatkan layer per layer maksimal 10 cm dan dipadatkan dengan

menggunakan alat vibrator roller,di siram dengan water tanker.


Kepadatan tanah di uji dengan menggunakan sand cone test dan mendapat
persejuan dari direksi pekerjaan

V. PEKERJAAN AKHIR
Pekerjaan Akir ini terdiri dari : demobilisasi,pekerjaan curring beton (perapihan/pemeliharaan)
1. Pekerjaan Curring Beton
Pekerjaan ini meliputi perapihan beton, perawatan
2. Demobilisasi
Pekerjaan ini meliputi pengembalian peralatan dari lokasi pekerjaan.
PROGRAM K3
Untuk keselatan kerja seluruh staff dan pekerja yang terlibat dalam kegiatan proyek akan dibentuk
unit k3 yang akan membuat program seperti tersebut diatas dan akan diawasi. Dalam
menanggulangi hal-hal yang mungkin akan terjadi, maka unit K3 akan bekerja sama dengan
puskesmas, klinik, Rumah Sakit, maupun intansi-instansi lain yang terkait
Untuk tugas-tugas dalam program K3 adalah sebagai berikut :
Mencegah dan menghindari terjadinya kecelakaan kerja, kebakaran di proyek dan

menyediakan obat-obat pertolongan pertama dan tabung pemadam kebakaran.


Melakukan pengawasan terhadap pemakaian alat-alat keselamatan kerja, seperti topi
pengaman, sabuk pengaman, sepatu, sarung tangan dan sebagainya.

METODA PENCAPAIAN PROYEK


Untuk menjamin sistem managemen dapat berlansung dengan baik,. Managemen telah
mengeluarkan kebijakan mutu. Sistem mangemen tersebut diatas dalam pelaksanaanya ditunjang
dengan sarana-sarana lain, berupa perangkat lunak (sofware) sebagai sarana pengendali, dan
perangkat keras (hard ware) yang berupa peralatan-peralatan sebagai sarana penunjang
pelaksanaan pekerjaan.
Tenaga Kerja

Personel yanmg dipilih yang berpengalaman dalam proyek sejenis akan ditempatkan sebagai
personil inti dalam organisasi proyek.
Tenaga kerja terampil akan dipilih dan didatangkan dari luar dan dari daerah setempat
Renaga kerja yang digunakan dalam penaganan proyek ini atas,
Tenaga pimpinan dan staff managemen proyek termasuk site manager.
Tenaga operasional lapangan : Pelaksana (supervisor), mekanik dan operator.
Pekerja (mandor, tukang, kenek, operator).

PENGENDALIAN KUALITAS
(QULITY CONTROL)
Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang disyaratkan, perlu
dilakukan pengendalian mutu (qulity control) terhadap pelaksanaan pekerjaan yang antara lain
mengontrol,
Seluruh material yang digunakan
Pemilihan tenaga kerja
Perawatan alat
Test material dilaboratorium dan lapangan
Melakukan pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan, maupun terhadap carapelaksanaan pekerjaan sendiri. Meskipun untuk
halhal tersebut diatas sudah ada penanggung jawabnya lansung,kiranya perlu ditunjuk petugas
khusus kuality control yang dikoordinasikan oleh bagian teknik dan melakukan proses Quality
Control dan prosedurnya yang telah berlaku diproyek yanmg dilaksanakan oleh PT. PUTRA
BAHAGIA
Managemen mutu diproyek akan dilaksanakan semua kegiatan sistematik dan terencana yang
diterapkan sebagai bagian dari sistem mutu perusahaan untuk menjamin bahwa proses
pelaksanaan di proyek secara terkendali dan konsisten dapat mencapai semua sasaran dan
persyaratan mutu yang diminta dalam gambar-gambar pelaksanaan dan spesifikasi pekerjaan
pengendalian mutu dipelaksanaan akan dapat dijalajnkan dengan baik dengan adanya.
- sasaran mutu yang jelas
- sumberdaya manusia yang profesional dan tanggung jawab yang jelas
- Organisasi proyek yang handal
- Sistem dan prosedur mutu yang baku
- Penerapan mangemen mutu yang konsisten

PENUTUP
Demikian metode pelaksanaan secara garisbesarnya, metode pelaksanaan yang lebih detail akan
dibuat pada pelaksanaan nanti.
Tentu saja didalam pelaksanaannya nanti dapat timbul alternatif-alternatif lain yang mungkin lebih
efisien dan efektif.
Mudah-mudahan uraian ini dapat memberikan gambaran yang cukup jelas tentang langkahlangkah yang akan dilakukan dalam pelaksanaan proyek ini.
Lhoksemawe, 06 Mei 2010
Diajukan Oleh :
PT. PUTRA BAHAGIA

Saiful Bahri
Direktur