Anda di halaman 1dari 26

Hematemesis Melena

et causa Gastritis
Erosif
Alfrida
102011137
Sylvia
Henok N
Edwin
Teriany
102012099
Rahel
102012286
Priscilla
102012356

Ade

102012007
102012068
102012096
Widjaya
Tjandrawan
Nathalie

Skenario 2

Tuan S, 50 tahun datang ke poliklinik umum dengan


keluhan muntah berwarna kecoklatan 3x sejak 2 hari
yang lalu. Pasien juga mengeluh 3 hari terakhir ini
perutnya terasa sakit pada ulu hati, dan bertambah
saat dirinya mencoba untuk makan. Nyeri agak
berkurang setelah dirinya meminum obat maag.
Keluhan nyeri ulu hati ini dirasakan pasien hilang
timbul sejak 2 tahun belakangan ini. Pasien juga
mengatakan BABnya berwarna hitam dan berbau
busuk

sejak

mengkonsumsi

hari

yang

rutin

lalu.

aspirin

Pasien
untuk

saat

ini

penyakit

jantungnya. Riwayat penurunan berat badan tidak


ada.

Pemeriksaan

fisik

konjungtiva

anemis,

Rumusan masalah

Laki-laki 50th muntah kecoklatan &


BAB warna hitam sejak 2 hari yang
lalu

Hipotesis

Laki-laki ini mengalami hematemesis


melena ec gastritis erosif

Hematemesis melena ec
gastritis erosif
fisik

penunjang

pemeriks
aan

anamne
sis
patofisiol
ogi
penatalaksa
naan

kerja

diagnosi
s

Laki-laki 50th
muntah
kecoklatan & BAB
warna hitam
sejak 2 hari yang
lalu

komplik
asi

Gejala
klinik

epidemio
logi

banding
Ec varises
esofagus
Ec mallory
weiss
Ec ca
esofagus
Ec ca gaster

etiologi

Hematemesis = muntah darah warna


hitam
Melena = BAB darah hitam ( ter/aspal )
yang berasal dari saluran cerna bagian
atas ( SCBA ) / proksimal ligamentum
Treitz, mulai dari jejenum proksimal,
duodenum, gaster & esofagus

Anamnesis

Auto anamnesis
Identitas : laki-laki, 50 tahun
Keluhan utama :
muntah kecoklatan 3x sejak 2 hari & BAB hitam
busuk sejak 2 hari
Riwayat penyakit sekarang :
3 hari perut sakit pada ulu hati, bertambah saat
mencoba makan. Nyeri berkurang setelah minum
obat maag. Nyeri ulu hati ini hilang timbul sejak 2
tahun belakangan ini.
Riwayat penyakit dahulu :
penyakit jantung & rutin konsumsi aspirin
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat sosial

pernah atau sedang perawatan penyakit hati


(hepatitis kronis, sirosis hati, penyakit lambung
atau penyakit lain) ?

perdarahan pertama kali atau sudah pernah


sebelumnya ?

minum obat-obat analgetik antipiretik atau


kortison ? minum alkohol atau jamu-jamuan ?

ada rasa nyeri di ulu hati sebelumnya, mual-mual


atau muntah ?

timbulnya perdarahan mendadak dan berapa


banyaknya atau terjadi terus menerus tetapi
sedikit-sedikit?

Pemeriksaan fisik
1.
2.
3.
4.

Inspeksi
Palpasi : nyeri tekan (+) epigasatrium
Perkusi
Auskultasi : bising usus (+) normal
-Tekanan darah & nadi
-Perubahan ortostatik tekanan
darah & nadi
-Vasokonstriksi perifer (akral
dingin)
-Kelayakan nafas
-Tingkat kesadaran
-Produksi urin

Pemeriksaan Penunjang/PP

Pemeriksaan untuk konfirmasi :


1.
2.
3.
4.
5.

Pemeriksaan darah rutin


Uji serologi
Kultur,
Pemeriksaan mikroskopik.
Pemeriksaan urine

Pemeriksaan laboratorium darah hasilnya dan nilai


normal :
. Hemoglobin/Hb. : 13.5-17 g/dl. : 12-15 g/dl. Puasa (-).
. Hematokrit/Ht. : 40-54%. : 36-46%. Puasa (-).
. Leukosit/SDP. Dewasa : 4500-10000 L.
. Trombosit. Dewasa : 150000-400000 L. Puasa (-).
. Albumin. 3.5-5.0 g/dl. Puasa (-).
. Globulin. 1.5-3.5 g/dl. Puasa (-).

Bilirubin total. Dewasa 0.1-1.2 mg/dl. Puasa (+) air boleh.


Ureum. Dewasa 5-25 mg/dl. Puasa 8 jam (+).
Kreatinin. Dewasa 0.5-1.5 mg/dl. Puasa daging merah (+).

Pada kasus ini kita harus memasukkan tes USG dan EGD

Diagnosis kerja
Hematemesis Melena et causa gastritis
erosif

Hematemesis
Melena
Warna darah tergantung konsentrasi
asam hidroklorida di dalam lambung &
campurannya dengan darah
Sekitar 60 ml darah -> 1x BAB hitam

Hematemesis Melena et causa


gastritis erosif
Gastritis
Inflamasi mukosa & submukosa lambung
Gastritis erosif
Aspirin & OAINS -> toksik terhadap
mukosa gaster
Nyeri
Sindroma dispepsia
Volume sedikit

Working Diagnosis
Hematemesis melena et causa gastritis erosifa
Penting dilakukan anamnesis, PF dan PP
Penyakit SCBA = Cavum oral Lig. Treitz
Muntah darah dan BAB hitam

Diagnosis banding

ec varises esofagus

ec sindroma
Mallory-Weiss

ec Ca Esofagus

ec Ca Gaster

Differential Diagnosis
Hematemesis et causa varises esofagus

Pecahnya varises

Mendadak dan masive

Hipertensi potal hepati, perlemakan hati


Hematemesis et causa sindrom Mallory-Weiss

Robeknya dinding esofagus

Mendadak dan masive

Muntah normal berkali-kali

Hematemesis et causa sindrom Ca esofagus

Tumor pada esofagus

Kronik dan jarang masive

Muntah normal berkali-kali

Penurunan BB
Hematemesis et causa sindrom Ca gaster

Tumor pada gaster

Kronik dan jarang masive

Gejala mirip dengan dispepsia

Hasil EGD beberapa penyebab


hematemesis melena

Epidemiologi
di RSCM Jakarta (2005) :
Varises esofagus 33,5%
Ulkus peptik 26,9%
Gastritis erosif 26,2%

Patofisiologi

Penggunaan topikal OAINS: bersifat asam dan


lipofilik, menimbulkan trapping ion hydrogen

Penggunaan sistemik OAINS: Menurunkan


produksi PG, karena menghambat COX1

Gejala Klinis
Mual
Kembung
Nyeri

ulu hati
Sendawa
Rasa terbakar
Cepat kenyang
Perdarahan lebih dari 500 mL, vasokontriksi
jantung, syok

Komplikasi

Syok hipovolemik

aspirasi pneumonia

gagal ginjal akut

sindrom hepatorenal

koma hepatikum

anemia karena
perdarahan

Penatalaksanaan

Pada pasien gawat darurat harus diperiksa


Hemodinamik dengan prinsip ABC (AirwayBreathing-Circulation)

Bila terganggu harus resusitasi dengan cairan


koloid atau kristaloid sampai 10g/dL?

Transfusi darah (packed red cell/whole blood)

Berhenti menggunakan NSAID dan berikan


PPI (Omeprazol 80 mg IV bolus)

Prognosis

Prognosisnya baik bila ditangani dengan


tepat dan cepat

Pencegahan

Menjaga tubuh, dengan makan secukupnya


dan tepat pada waktu. Tidak mengkonsumsi
alcohol, konsultasi pada ahlinya bila pada
saat menggunakan suatu obat mengalami
rasa sakit atau gangguan pada daerah
pencernaan.

Thank you for your


attention !

D2

Anda mungkin juga menyukai