Anda di halaman 1dari 9

PENCERNAAN DAN PENYERAPAN KARBOHIDRAT

KELOMPOK 3:
Rizki Dwi Putra

240210140001

Chindy Dwi Utari

240210140007

Gavrila Olivia C

240210140013

Muhammad Iqbal

240210140018

Syifa Salsabila

240210140021

Nabilah Husna

240210140039

Matilda Christina

240210140041

Setiani Rahma

240210140042

Serli Grachia

240210140044

Rafi Farhan

240210140045

Tomi Nugraha

240210140053

KARBOHIDRAT SEDERHANA (Kelompok 1)


Karbohidrat sederhana adalah karbohidrat yang terdiri dari satu atau dua molekul gula.
Struktur kimia molekulnya lebih sederhana sehingga cepat dicerna tubuh.
Terdapat dua kategori karbohidrat sederhana yaitu monosakarida dan disakarida.
Monosakarida adalah karbohidrat yang hanya terdiri dari satu molekul gula. Contohnya glukosa,
fruktosa dan galaktosa. Sedangkan disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua
monosakarida yang berikatan secara kimia. Contohnya sukrosa, maltose dan laktosa.
1) Monosakarida

Biasanya dikenal sebagai hekrosa karena terdiri atas 6 rantai atau cincin karbon.
Ada tiga jenis heksosa yang penting dalam ilmu gizi: glukosa, fruktosa dan galaktosa.
Ketiga jenis heksosa tersebut memiliki jumlah atom yang sama: 6 karbon, 12 aton

hydrogen dan 6 atom oksigen.


Perbedaannya terletak pada susunan atom yang berdampak pada tingkat kemanisan.

a) Glukosa

Glukosa merupakan hasil akhir pencernaan pati, sukrosa, maltose dan laktosa atau juga

merupakan hasil utama fotosintesis.


Mengandung 6 karbon

b) Fruktosa

Gula buah paling manis.

c) Galaktosa (Hasil pencernaan laktosa)

KARBOHIDRAT KOMPLEKS (Kelompok 2)


Karbohidrat yang memiliki tiga atau lebih ikatan gula

Oligosakarida 3-10 ikatan gula


Polisakarida lebih dari 10 ikatan gula

Karbohidrat kompleks lebih sulit dicerna tubuh

Oligosakarida -> Penyerapan mineral dan pembentukkan lemak


Polisakarida -> Nutrisi

1. Glikogen adalah polisakarida yang disimpan didalam otot dan hati


Karbohidrat kompleks disimpan dalam jangka panjang
Glikogen dilepaskan oleh enzim dari hati
2. Pati dibagi dua, yaitu:
Amilosa (berantai lurus)
Contoh: Selulosa
Amilopektin (berantai bercabang)
Contoh: Pektin dan Agar-agar
3. Serat
Soluble fiber adalah serat yang dapat larut dalam air dan dapat dihidrolisis oleh bakteri
dalam tubuh.
Contoh: Pektin, Gum, Jam

Insoluble fiber
- tidak larut dalam air
- tidak dapat diuraikan oleh enzim
- selulosa dan hemiselulosa

Contoh: Brokoli dan Seledri

Resisten Starch
- tidak dapat diserap tubuh
- makanan harus diolah terlebih dahulu

Contoh: Pisang dan kentang beku


4. Asam fitat adalah asam lemak
Zat anti nutrient
Dapat mengikat beberapa mineral dalam tubuh
Merugikan bagi tubuh karena tidak memiliki enzim fitase
Akan keluar beserta feses
Contoh: Kacang-kacangan

PENCERNAAN DAN PENYERAPAN KARBOHIDRAT (Kelompok 3)


Proses Pencernaan Karbohidrat
Karbohidrat adalah senyawa yang tersusun dari unsur karbon (C), hidrogen (H), dan
oksigen (O). Senyawa ini dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu monosakarida (glukosa
dan fruktosa), disakarida (sukrosa dan maltose), dan polisakarida (amilum, glikogen, dan
selulosa). Ketiga kelompok senyawa karbohidrat tersebut dicerna oleh organ sistem pencernaan
secara bertahap.
1. Rongga Mulut
Proses pencernaan karbohidrat dimulai dari rongga mulut. Makanan yang mengandung
karbohidrat dikunyah di dalam rongga mulut sehingga bercampur dengan air ludah. Air ludah
mengandung enzim amilase, enzim yang berfungsi mengurai karbohidrat menjadi glukosa.
Adapun jika pengunyahan dilakukan lebih lama, oleh amilase karbohidratumumnya langsung
diubah menjadi maltosa. Perlu diketahui bahwa amilase berkerja optimal pada pH ludah netral.

2. Tenggorokan
Setelah melalui pencernaan mekanis yang dilakukan gigi dan pencernaan kimiawi yang
dilakukan ludah, karbohidrat kemudian ditelan masuk dan melewati tenggorokan (esofagus).
Pada organ ini, proses pencernaan karbohidrat sama sekali tidak terjadi. Ia hanya lewat dengan
mudah dalam hitungan detik karena saluran esofagus sangat licin akibat cairan mucus yang
dihasilkan dindingnya.
3. Lambung
Dari tenggorokan, karbohidrat langsung diterima lambung untuk kemudian diolah dan
dicampurkan dengan asam lambung (HCl) yang bersifat korosif. Pencampuran karbohidrat, asam
lambung, dan makanan lain terjadi dengan bantuan gerakan kontraksi lambung. Proses ini
membuat karbohidrat menjadi lebih cair dan hancur. Cairan karbohidrat yang bercampur dengan
makanan lain ini kemudian disebut dengan istilah chymus.
4. Usus Halus
Proses pencernaan karbohidrat di usus halus melalui beberapa organ penting yang masingmasing memiliki peranan yang berbeda. Organ tersebut antara lain:

a. Usus 12 Jari (Duodenum)


Chymus yang mengandung karbohidrat yang berasal dari lambung diteruskan ke usus 12 jari
(duodenum) untuk kemudian dicerna lebih lanjut. Proses pencernaan karbohidrat dalam usus 12
jari dilakukan secara kimiawi menggunakan enzim amilopsin atau enzim amilase yan dihasilkan
dari getah pankreas. Enzim ini memecah amilum yang belum sempat terurai sempurna di rongga
mulut untuk menjadi disakarida.
b. Usus Kosong (Jejunum)
Setelah melalui usus 12 jari, proses pencernaan karbohidrat yang telah berwujud disakarida ini
kemudian dilanjut oleh organ selanjutnya, yakni usus kosong (jejunum). Di dalam organ ini,
disakarida dipecah menjadi monosakarida dengan bantuan enzim-enzim disakaridase (maltase,
laktase, dan sukrase) yang terdapat pada getah usus halus hasil sekresi dinding-dindingnya.
Pemecahan disakarida tergantung pada jenis dan jumlahnya, yaitu:

Maltosa menjadi 2 mol glukosa dengan bantuan enzim maltase

Laktosa menjadi 1 mol glukosa dan 1 mol galaktosa dengan bantuan enzim laktase

Sukrosa menjadi 1 mol glukosa dan 1 mol fruktosa dengan bantuan enzim sukrase

c. Usus Penyerap (Ileum)


Setelah melalui usus kosong, monosakarida-monosakarida hasil penguraian enzim disakaridase
kemudian diserap oleh dinding ileum atau usus penyerap. Serapan monosakarida ini lalu
diabsorpsi dan diangkut sistem sirkulasi darah lewat vena porta dan disalurkan ke seluruh tubuh
menjadi energi yang siap digunakan.
5. Usus Besar dan Anus
Ampas makanan yang sari karbohidrat-nya telah diserap oleh usus halus, selanjutnya berlalu
menuju usus besar. Ampas ini kemudian menjadi substrat potensial yang difermentasi oleh
beberapa mikroorganisme di dalam usus besar, sebelum akhirnya dibuang melalui anus.
Proses Penyerapan Karbohidrat
Monosakarida yang telah dihasilkan didalam usus kemudian di absorbsi melalui du acara
yaitu transpor aktif dan transpor difusi. Pada proses transpor aktif yang diabsorbsi yaitu glukosa

dan galaktosa, sedangkan pada proses difusi terjadi absorbsi fruktosa. Hasil absorbsi tersebut
dialirkan oleh pembuluh darah melalui dua jalur yang menuju hati dan seluruh tubuh.

METABOLISME KARBOHIDRAT (Kelompok 4)


1. Glikolisis adalah proses perubahan glukosa menjadi piruvat. Proses ini terjadi di sitoplasma.
2. Gluconiogenesis adalah proses perubahan protein menjadi glukosa.
Proses Glikolisis
Heksokinase -> fosfoglukoisomerase -> fosfofruktokinase -> adolase + isomirase -> trisafosfat
dehydrogenase -> fosfogliserokinase -> fosfogliseromutase -> enolase -> piruvat kinase
Proses Gluconiogenesis
Fosfopiruvat + Piruvat kinase + APP -> Piruvat + ATP -> Fruktosa 6P -> Fosfofruktokinase +
ATP -> Fruktosa 1,6 Bpt + ADP -> Glukosa + Heksokinase + ATP -> Glukosa 6P + ADP

HEMOISTATIS GLUKOSA (Kelompok 5)


Adalah kondisi untuk mempertahankan kadar gula dalam tubuh. Tidak stabil karena
stress. Hemoistatis untuk mengonstankan.
Mekanisme: bekerja dengan tiga hormone.
Karbohidrat setelah 2 jam hormon insulin dalam hati memecah karbohidrat. Disebut
Glikogenolisis
Insulin menyimpan glukosa menjadi glikogen.
Glukogen bekerja ketika menunda makan