Anda di halaman 1dari 4

DIFFERENSIAL DIAGNOSIS :

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Gangguan Somatoform: hipokondriasis


Gangguan Somatoform : somatisasi
Gangguan Disosiatif konversi
Gangguan Cemas menyeluruh
Skizofrenia
Malingering

DIAGNOSIS UTAMA :
Gangguan somatoform hipokondriasis
Kenapa dipilih ini? Karena keluhan yang dirasakan oleh pasien mendekati
dengan syarat Gangguan somatoform hipokondriasis pada :
1. PPDGJ III
Untuk diagnosis pasti, kedua hal ini harus ada :
a. Keyakinan yang menetap sekurang-kurangnya satu penyakit fisik
yang serius yang melandasi keluhan-keluhannya, meskipun
pemeriksaan yang berulang-ulang tidak menunjang adanya alasan
fisik yang memadai, ataupun adanya preokupasi yang menetap
kemungkinan deformitas atau perubahan bentuk penampakan
fisinya (tidak sampai waham).
b. Tidak mau menerima nasihat atau dukungan penjelasan dari
beberapa dokter bahwa tidak ditemukan penyakit atau
abnormalitas fisik yang melandasi keluhan-keluhannya.
2. DSM-IV-TR
A. Preokupasi dengan rasa takut atau gagasan bahwa seseorang
memiliki penyakit serius berdasarkan pada kesalahan interpretasi
seseorang terhadap gejala tubuh.
B. Preokupasi tetap ada walaupun telah dilakukan evaluasi dan
penjelasan medis yang sesuai.
C. Keyakinan pada kriteria A tidak memiliki intensitas waham (seperti
pada gangguan waham tipe somatic) dan tidak terbatas pada
kekhawatiran terbatas mengenai penampilan (seperti pada
gangguan dismorfik tubuh).
D. Preokupasi ini menimbulkan penderitaan yang secara klinis
bermakna atau hendaya di dalam fungsi sosial, pekerjaan, dan area
fungsi penting lain.
E. Durasi gangguan sedikitnya 6 bulan.
F. Preokupasi ini tidak lebih mungkin disebabkan oelh gangguan
ansietas menyeluruh, obsesif kompulsif, panik, depresif berat,
ansietas perpisahan, atau gangguan somatoform lain.
Tentukan jika :
Dengan tilikan buruk : jika sebagian besar waktu selama episode saat
ini orang tsb tdk menyadari bahwa kekhawatiran memiliki penyakit
serius adalah berlebihan dan tidak beralasan.

Selain itu, dibandingkan dengan differensial diagnosis lain :


a. Gangguan Somatoform somatisasi : menekankan pada banyak gejala di
banyak organ (skenario hanya 1 organ), onset awitan sebelum usia 30 th
(skenario perempuan usia 35 th),keluhan dirasakan sekurang-kurangnya 2
tahun (skenario keluhan dirasakan sjk 7bln yll).
b. Gangguan Disosiatif konversi : bersifat akut (skenario keluhan dirasakan
sejak 7bulan yll/ kronis)
c. Gangguan Cemas Menyeluruh : terdapat ketegangan motorik,
overaktivitas otonomik (skenario hanya menunjukkan keluhan perut tidak
enak)
d. Skizofrenia : terdapat waham yang bizar (skenario tidak menunjukkan
pasien dengan waham bizar)
e. Malingering : Membuat-buat gejala yang dilaporkan (pasien di skenario
berdasarkan anamnesis benar-benar merasakan gejala yang dikeluhkan).
DIAGNOSIS MULTI AKSIAL
Aksis
Aksis
Aksis
Aksis
Aksis

I : Gangguan Somatoform Hipokondriasis (F 45.2)


II : Tidak ada diagnosis aksis II
III : Tidak ada diagnosis aksis III
IV : Masalah pekerjaan, iya bukan dit?
V : 70 61 kali yaaaa, diiiitt!! Bantuiin >,< hehee

Referensi :
--- Maslim, Rusdi. 2003. Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ-III.
Jakarta : PT Nuh Jaya
--- Sadock, Benjamin J. 2010. Kaplan & Sadock Buku Ajar Psikiatri Klinis.
Jakarta : EGC

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Somatoform disorder : hipochondriasis


Somatoform disorder : somatisation
Conversion disorder
General Anxiety Disorder
Scizophrenia
Malingering

MAIN DIAGNOSIS :
Somatoform disorder : hipochondriasis
Why? Because the symptoms which are felt by the patient are suitable with
the requirements in Somatoform disorder : hipochondriasis on:
1. PPDGJ III
The right diagnosis needs this two requirements below :
c. Theres a belief about at least one illness which bases his/her
symptom although the re-examination says clear, or there is a
preoccupation about deformity or his/her body changes (not a
delusion).
d. Theres no acceptance of advise or support from the doctor that
theres no illness or physic abnormalities which support his/her
symptom.
2. DSM-IV-TR
A. The person must be preoccupied with the notion or fear of having a
serious illness.
B. This preoccupation is based on misinterpretation of physical
symptoms or sensations.
C. Appropriate medical evaluation and reassurance that there is no
illness present do not eliminate the preoccupation.
D. The belief or fear of illness must not be delusional intensity.
Delusional health fears are more likely to be bizarre in nature. The
preoccupations must not be limited to a concern about appearance
excessive concerns that focus solely on defects in appearance
would receive a diagnosis of body dismorphic disorder.
E. The preoccupation must have lasted for at least six months.
F. The persons preoccupation with illness must not simply be part of
the presentation of another disorder, including GAD, COD, panic
disorder, separation anxiety, major depressive episode, or another
somatoform disorder.
Notice : Patient with poor insight is specified when the patient doesnt
recognize that his or her concerns are excessive or unreasonable.

Then if the scenario is compared by the other differential diagnosis :

a. Somatoform disorder : somatisation


many symptoms in many organs (Scenario shows 1 organ), onset
before 30 y.o. (scenario shows a woman 35 y.o.), must have lasted
at least 2 years (scenario shows the symptoms happen for 7
months)
b. Conversion disorder
Acute (scenario shows the symptoms are felt for 7 months
ago/chronic)
c. General Anxiety Disorder
There are motoric disorder, autonomic overactivity (scenario shows
a stomachache only)
d. Scizophrenia
Theres a bizarre delusion (scenario doesnt show a bizarre
delusion)
e. Malingering
Pretending to feel the symptoms (based on anamnesis, patient
really feels the symptoms).
MULTIAXIAL DIAGNOSIS
Axis
Axis
Axis
Axis
Axis

I : Somatoform disorder : hipochondriasis (F 45.2)


II : None
III : None
IV : work problem, how mr didit? Are you with me?
V : 70 61 diiiitt!! Help meee >,< hehee

References :
--- Maslim, Rusdi. 2003. Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ-III.
Jakarta : PT Nuh Jaya
--- Sadock, Benjamin J. 2010. Kaplan & Sadock Buku Ajar Psikiatri Klinis.
Jakarta : EGC