Anda di halaman 1dari 1

Rasional

Media informasi peresepan rasional bagi tenaga kesehatan Indonesia

Penyakit Menular Seksual: Gambaran Umum


Penatalaksanaan
Topik edisi ini:
Editorial

10

Artikel

11 - 12

Terapi

13 - 16

- Vaksinasi Human
Papillomavirus (HPV)
pada Pria
- Penyakit Menular
Seksual (PMS)
- Terapi Antivirus pada
Herpes Genitalis

Penyakit Menular Seksual (PMS)


merupakan salah satu penyakit infeksi yang
banyak terjadi. Prevalensi clan insiden
penyakit ini cukup tinggi pada sebagian
besar negara. Berdasarkan laporan dari
WHO untuk kawasan Asia Selatan clan Asia
Tenggara, prevalensi PMS yang dapat
disembuhkan adalah 48 juta orang dan
insiden setiap tahunnya adalah 38 juta
orang.1 PMS dapat menyebabkan terjadinya
komplikasi dan kejadian yang tidak
diinginkan pada penderitanya. Pada orang
dewasa, komplikasi yang dapat muncul,
antara lain: infertilitas, symptomatic pelvic
inflammatory disease, kehamilan ektopik,
kanker serviks, keguguran. Sedangkan
pada anak-anak, PMS dapat menyebabkan
terjadinya: congenital syphilis, pneumonia,
kelahiran prematur, lahir dengan berat
badan rendah, kebutaan, bayi dilahirkan
dalam kondisi mati.
Terdapat banyak jenis penyakit yang
termasuk dalam kelompok PMS. Secara
umum,
penyebab
PMS
dapat
dikelompokkan menjadi 3 bagian besar,
yaitu: virus, bakteri, dan parasit.
Berdasarkan penyebab tersebut, beberapa
jenis PMS dapat dikelompokkan sebagai
berikut: 1) penyebab bakteri, antara lain:
gonorrhoea (disebabkan oleh Neisseria
gonorrhoeae), Chlamydia genitalis
(disebabkan oleh: Chlamydia trachomatis),
sifilis (disebabkan oleh: Treponema
pallidum); 2) penyebab virus, antara lain:
HIV/AIDS (disebabkan oleh: human
immunodeficiency virus), herpes genitalis
(disebabkan oleh: Herpes Simplex Virus
type 2), kutil kelamin/genital warts dan
kanker serviks (disebabkan oleh: Human
papillomavirus); 3) penyebab parasit, antara
lain: trichomonas vaginalis vagnitis atau
trichomoniasis (disebabkan oleh Candida
albicans). Penyebaran PMS yang kian
meluas menjadi salah satu masalah
kesehatan yang dihadapi dunia. Strategi
yang marak dicanangkan oleh mayoritas
badan kesehatan dunia adalah pencegahan
penularan kepada individu yang masih

sehat, antara lain: meng-galakkan


penggunaan kondom dan pemberian
vaksin. Beberapa jenis vaksin telah terbukti
aman dan efektif digunakan pada
manusia, sebagai contoh adalah:
penggunaan vaksin HPV untuk mencegah
terjadinya kutil kelamin/genital warts dan
kanker serviks. Sampai sejauh ini, vaksin
HPV dilisensikan penggunaannya untuk
wanita usia 9 - 26 tahun. Pertanyaan yang
saat ini berkembang pada banyak klinisi
adalah efektivitas clan keamanan
penggunaan vaksin HPV pada pria.
Editorial bulletin kali ini, akan membahas
tentang Vaksinasi HPV pada Pria. Dan
pada artikel pertama akan dijelaskan lebih
lanjut tentang Penyakit Menular Seksual
mencakup gambaran umum penyakit,
tanda clan geiala penyakit, serta
dampaknya bila tidak diatasi dengan baik.
Herpes genitalis merupakan salah
satu jenis PMS yang banyak terjadi. Berikut
data prevalensi clan insiden terjadinya
herpes genitalis di Asia Tenggara yang
dikeluarkan oleh WHO tahun 2003:2
Herpes genitalis dapat menyerang semua
orang, baik pria, wanita maupun anakanak, dan perlu segera mendapatkan
Usla

Wanlta

Prla

(tahun) Prevalensl Inslden


1519
2024
2529
3034
3539
4044
4549

1,7
3,1
4,O
4,6
4,9
4,8
4,4

juta
juta
juta
juta
juta
juta
juta

327
272
217
174
137
103
76

ribu
ribu
ribu
ribu
ribu
ribu
ribu

Prevalensl Inslden
3.1 juta
5.2 juta
6.3juta
6,9juta
7,0 juta
6,6 juta
6,0 juta

548
409
292
209
148
101
68

ribu
ribu
ribu
ribu
ribu
ribu
ribu

penanganan yang tepat, Kegagalan


penanganan dapat berdampak pada
munculnya komplikasi bahkan kematian.
Penggunaan antivirus, antara lain:
acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir,
berperan penting dalam penatalaksanaan
herpes genitalis. Pada artikel yang berjudul
Terapi Antivirus pada Herpes Genitalis
akan dibahas lebih lanjut tentang
penatalaksanaan herpes genitalispada
penderita dewasa (mm).