Anda di halaman 1dari 6

TUGAS GEOFISIKA

Untuk memenuhi matakuliah Geofisika

GETARAN, GELOMBANG, POTENSIAL, HUBUNGAN ANTARA


GETARAN DAN GEOLOMBANG, HUBUNGAN ANTARA GELOMBANG
DENGAN POTENSIAL

OLEH:

MARIA MARLEIN WARONG


270110140031
Kelas G

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
JATINANGOR
2016

1. GETARAN
Pada saat kita melompat di kasur springbed yang terjadi adalah kita terpantul keatas dan
kebawah lagi, mengapa demikian?
Penjelasan:
Getaran adalah gerak bolak bolik secara berkala melalui suatu titik keseimbangan.
Pada umumnya setiap benda dapat melakukan getaran. Suatu benda dikatakan bergetar bila
benda itu bergerak bolak bolik secara berkala melalui titik keseimbangan.
Gerak bolak-balik secara berkala suatu benda akibat pengaruh gaya dalam selang
waktu yang tetap. Besar kecepatan getaran benda dan pegas berdanding lurus terhadap besar
simpangan
yang
diberikan
terhadap
pegas.
Ditinjau berdasarkan energy mekanik yang terjadi
v= x

k
m

dengan
v= kecepatan (m/s)
x= simpangan (m)
k= konstanta (N/m)
m= massa beban (kg)

Getaran atau gerakan periodik dihasilkan dari pegas yang terdapat didalam spring bed yang
dicampur dengan spons. Prinsip kerja dari spring bed ini adalah apabila terdapat beban maka
pegas akan bergerak naik-turun melewati titik setimbangnya dan dalam waktu tertentu pegas
akan berhenti pada posisi atau keadaan semula. Getaran pada pegas spring bed ini
hanya bergerak vertical (naik-turun), pegas yang digunakan pada spring bed ini berjenis
pegas koil. Getaran yang terjadi pada spring bed ini adalah getaran teredam, dimana sponslah
yang menjadi peredamnya. Hal inilah yang membuat pegas pada spring bed dalam waktu
tertentu akan berhenti (tidak bergerak terus menerus). Pada spring bed ini, juga berlaku
hukum Newton II (gaya yang terdapat pada system) dan gaya pegas itu sendiri. Yaitu :

M.(dv/dt) = - kx
dimana,
M
= massa beban (kg)
(dv/dt) = perubahan momentum
k
= konstanta pegas
x
= simpangan yang diberikan pada pegas.

2. GELOMBANG
Mengapa pada saat kita berteriak menghadap ke dinding suara kita memantul?
Penjelasan:
Gelombang adalah peristiwa perambatan energi dari satu tempat ke tempat lain.
Rambatan bunyi merupakan rambatan gelombang. Dalam rambatan bunyi terjadi perpindahan
energi dari satu tempat ke tempat lain. Medium yang digunakan untuk pemindahan energi
bunyi
ini
adalah
udara.
Itu karena suara yang kita hasilkan merupakan gelombang longitudinal. Gelombang
bunyi ini dapat dipantulkan jika menumbuk dinding penghalang.Gelombang longitudinal,
yaitu gelombang yang arah getarannya sama dengan arah rambatan gelombang. . Perambatan
gelombang bunyi di udara tidak disertai dengan molekul-molekul udaranya. Pada gelombang
longitudinal terjadi rapatan dan renggangan. Jarak antara dua rapatan atau dua renggangan
yang berurutan disebut panjang satu gelombang ().

3. POTENSIAL
Apa yang dapat kita amati pada saaat kita memegang hand-phone dan tanpa sengaja handphone itu terjatuh dari ketinggian 7m menimpa lantai selain mungkin hand-phone itu rusak
atau lecet dan pada saat kita tanpa sengaja kita menjatuhkan hp dari kasur kita yang hanya
berjarak 7cm?
Penjelasan:

Pada saaat kita memegang hand-phone dan tanpa sengaja hand-phone itu terjatuh
menimpa lantai, kita dapat mendengar suara jatuhnya hand-phone itu. Itu karena hand-phone
memilik energy pada suatu ketinggian. Pada saat hand-phone masih dipegang, hand-phone
tersebut tidak dapat melakukan usaha. Akan tetapi ketika terjatuh dari ketinggian, hp dapat
bergerak kebawah. Berarti, hp tersebut mempunyai energy untuk melakukan gerak. Bentuk
energi ini dapat kita buktikan dengan suara benturan hp dengan lantai. Hal ini menandakan
energi tersebut telah berubah menjadi energy bunyi. Sedangkan hp ersebut yang terjatuh dari
ketinggian 7 cm, bunyi akibat benturan hp dengan lantai terdengar lebih pelan. Hal ini
menunjukkan bahwa energi dari ketinggian ini lebih kecil daripada energi yang dihasilkan
sewaktu
kamu
berdiri.
Percobaan sederhana tersebut membuktikan adanya energy potensial. Jadi, energi
potensial adalah energi yang disebabkan oleh posisi benda. Pada kasus ini, posisi benda
adalah ketinggian diukur dari lantai. Semakin besar ketinggian hp dari lantai, semakin besar
pula energy potensial yang dimiliki batu tersebut.Energi potensial juga dipengaruhi oleh
massa benda. Kita akan mendengar bunyi lebih keras ketika menjatuhkan laptop yang
massanya lebih besar daripada bunyi yang dihasilkan oleh jatuhnya hp. Dari uraian di atas,
energi potensial dapat ditulis ke dalam bentuk matematis sebagai berikut.
Ep = m g h
Keterangan:
EP = energi potensial (Joule)
m = massa (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = ketinggian (m)

4. HUBUNGAN ANTARA GETARAN DAN GELOMBANG


Bagaimanakah para ilmuwan menggunakan informasi tentang perambatan gempa untuk
menentukan struktur internal bumi?
Penjelasan:
Para ilmuwan menggunakan metode tidak langsung dan menggunakangelombang
seismik (gelombang gempa) untuk memperkirakan struktur internal bumi kita. Analisis
struktur
internal
bumi
kita
tersebut
di
mungkinkan
karena
gempa
menghasilkan vibrasi (getaran) yang kemudian di sebut gelombang seismik. Gelombanggelombang seismik tersebut merambat di dalam bumi dan dapat di ukur
menggunakan detektor sensitif yang di sebut seismograf. Hasil deteksi oleh seismograf
disebutseismogram. Para ilmuwan memasang seismograf di seluruh belahan bumi untuk
mengamati pergerakkanlempeng kerak bumi. Gelombang seismik di kelompokkan menjadi 2
jenis, body waves (gelombang tubuh) dan surface waves (gelombang permukaan).

Gelombang tubuh mencakup gelombang tekanan ataugelombang primer P (pressure


waves atau primary waves) dan gelombang S (shear waves). Gelombang S dan gelombang
P inilah yang di gunakan untuk menentukan struktur internal bumi kita. Sebenarnya ada
beberapa jenis gelombang seismik yang lain, tetapi hanya berhubungan dengan kerusakan di
permukaan bumi, hanya merambat di kerak bumi, tidak di selurauh bagian bumi.
a.
Gelombang P
Gelombang P merambat sebagai gelombang tekanan.gelombang P merupakan gelombang
yang paling cepat. Gelombang longitudinal P ini mampu merambat melalui batuan padat, cair
(magma) ataupun air. Gelombang ini menekan dan menarik batu-batuan sama halnya dengan
sumber bunyi yang menggetarkan medium (udara).
b.
Gelombang S
Gelombang S (shear waves) merambat seperti getaran agar-agar dalam mangkuk.
Gelombang S hanya merambat dalam zat padat, tidak dapat merambat melalui cairan.

Gelombang P dan gelombang S, yang biasanya di akibatkan oleh gempa bumi,gunung


api, atau hujan meteor, dapat juga di akibatkan oleh penggunaan bahan peledak atau
penggunaanmesin-mesin berat. Gelombang P dan gelombang S yang di akibatkan oleh gempa
bumi tidak merambat dalam sebuah garis lurus. Gelombang-gelombang tersebut juga
memiliki laju konstan. Seperti umumnya gelombang, gelombang S dan gelombang P dapat
di pantulkan (mengalami refleksi) atau pun di biaskan (mengalami refraksi) ketika
merambat dalam medium yang berbeda densitasnya.
Gelombang P dan gelombang S memungkinkan di petakannya struktur dalam bumi. Karena
merambat dengan laju yang beragam pada medium yang berbeda-beda, gelombanggelombang
itu
dapat
juga
di
gunakan
untuk
menentukan pusat
gempa (episentrum atau epicenter). Perlu di ingat bahwa gelombang seismik juga
merupakan aliran energi. Energi dari gelombang seismik dapat menyebabkan kerusakan di
bagian kerak bumi dan mengakibatkan munculnya patahan (fault).
5. HUBUNGAN ANTARA GEOLOMBANG DENGAN POTENSIAL
Pada saat kita ingin memindahkan meja dengan cara mendorong sebuah meja yang bermassa
10 kg diatas lantai apa yang dapat kita amati dari peristiwa tersebut?
Penyelesaian:

Percobaan sederhana tersebut membuktikan adanya energy potensial dengan


gelombang bunyi. Energy potensial merupakan energi yang disebabkan oleh posisi benda.
Pada kasus ini, posisi benda adalah bermassa 10kg. Semakin besar massa meja tersebut yang
didorong diatas lantai, semakin besar pula energy potensial yang dimiliki tersebut. Energi
potensial juga dipengaruhi oleh massa benda. Pada saat Kita mendorong meja tersebut kita
dapat mendengar bunyi lebih keras yang dihasilkan dari meja itu. Karena bunyi tersebut
dihasilkan dari gelombang suara. Itu karena benda tersebu/meja bergesekan dengan lantai.
Gelombang bunyi termasuk gelombang longitudinal. Artinya perambatan gelombang bunyi
memerlukan medium (gas cairan atau benda padat) dan arah getarannya sejajar dengan arah
rambatannya.