P. 1
Edisi 210

Edisi 210

|Views: 1,405|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on Apr 24, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2012

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 3
Gubsu Jadi Tersangka, Pegawai Pemprovsu Kaget

Terbit 16 Halaman
e-mail : mediarakyat_new@yahoo.com Contact Person : 0812 9936 977

Hal. 6
Anggaran Pendidikan Naik Rp. 11,9 Triliun

klik website : www.mediarakyatonline.com

Pembawa Suara Pembangunan
Presiden Wacanakan Perpu Pengganti UU BHP
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Patrialis Akbar mengatakan Presiden (Hal 6)

Bangsa

Hal. 10
Walhi : Diduga Ada Makelar Kasus Lapindo

Bibit : Susah Berantas Korupsi di Indonesia
Bibit Samad Riyanto menilai ada kemungkinan upaya pelemahan KPK dibalik digugurkannya Surat Ketetapan (Hal 2)

Baca Juga

Edisi 210 Tahun X, 22 - 30 April 2010

Harga Rp. 3.500,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Syamsul Arifin Berharap Sumut Kondusif
Syamsul Arifin

Medan (MR) Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin berharap daerahnya tetap kondusif meski dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pembe-

rantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi ketika masih menjabat sebagai Bupati Langkat. "Saya berharap Sumut tetap kondusif dan tidak terpengaruh

dengan maraknya pemberitaan tentang saya di berbagai media cetak maupun elektronik," katanya ketika dihubungi wartawan dari Medan, Rabu.
<<Bersambung ke hal 15>>

SBY : Saatnya Berantas Mafia Pajak
Samakan Gayus dengan Kyai,

Tjiptardjo Harus Minta Maaf

Inilah saatnya melakukan pembersihan menyeluruh di jajaran perpajakan. Untuk itu ia menginstruksikan Menteri Keuangan dan para pejabat terkait untuk benar-benar memberantas pelaku penyelewengan pajak. Bali (MR) Dalam penutupan rapat pleno di Rapat Kerja Nasional, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan keprihatinannya terhadap kasus penyimpangan di lembaga perpajakan. Menurut SBY, penyimpangan tersebut dapat menghambat pembangunan karena pajak merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan dalam negeri. "Kita telah bertekad, policy kita ke depan harus mengurangi ketergantungan kita kepada sumber pembiayaan internasional. Utang harus kecil, penerimaan harus meningkat, migas, nonmigas, utamanya pajak," kata Presiden Yudhoyono di Istana Tampak Siring, Bali, Rabu (21/4). "Meskipun tahun-tahun terakhir ini jajaran pajak telah mereformasi dengan IT di situ, persentase signifikan, tapi kita dikejutkan masih ada penyimpangan praktik-praktik tidak benar," kata Kepala Negara. Misalnya, masih adanya pejabat dan petugas pajak melakukan korupsi atau wajib pajak yang tidak menyelesaikan kewajibannya. Jumlahnya pun spektakuler, imbuh Presiden.
Pintu Gerbang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Presiden Susilo Bambang Yodhoyono <<Bersambung ke hal 15>>

Tjiptardjo

Nusron Wahid

Jakarta (MR) Anggota DPR-RI Komisi XI Nusron Wahid mendesak Direktur Jenderal Pajak M.Tjiptardjo untuk memohon maaf kepada seluruh umat Islam. Pasalnya, pernyataan Tjiptardjo yang menyamakan sikap Gayus Tambunan dengan seorang Kyai (Ulama) telah membuat geram beberapa ormas Islam. "Seminggu ini saya banyak tamu, SMS dan telepon yang masuk. Semua itu meminta DPR untuk mendesak Dirjen Pajak mencabut pernyataannya dan permohonan maafnya. Hal tersebut dikarenakan Tjiptardjo pernah memohon pemakluman kepada masyarakat karena perbuatan Gayus," ujarAnggota DPR dari
<<Bersambung ke hal 15>>

Yusrizal :

Cabub Harus Miliki Tiga Kriteria
Anambas (MR) Pj Bupati Anambas Yusrizal mengatakan, ada tiga hal penting yang harus dimiliki setiap calon bupati (Cabup) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), yakni dekat dengan manusia (rakyat), dekat dengan alam dan yang utama adalah dekat dengan Sang Pencipta. Tiga keutamaan tersebut, menurut Yusrizal perlu dimiliki Cabub dan Cawabup, mengingat YUSRIZAL Anambas merupakan daerah baru yang memiliki potensi alam sangat besar. Potensi tersebut mesti dijaga dan dikelola secara baik dan benar agar dapat bermanfaat hingga ke anak cucu masyarakat daerah ini. “Sebagai daerah yang baru seumur jagung, Anambas perlu dijaga baik itu potensi alam maupun potensi sumber daya manusianya. Ini penting agar ke depan, daerah ini mampu
<<Bersambung ke hal 15>>

Polri Bantah Korbankan Bawahan Dalam Kasus Gayus
Jakarta (MR) Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang membantah bahwa Polri mengorbankan bawahan dalam penyidikan kasus rekening Rp25 miliar milik Gayus Tambunan, staf Ditjen Pajak. "Dalam penyidikan perkara, Polri tidak mengenal istilah bawahan atau atasan, tapi berpegang pada alat bukti," katanya di Jakarta, Selasa. Ia mengemukakan, penyidik Polri tidak akan merekayasa perkara, sehingga hanya anak buah yang dijadikan tersangka. "Jika jumlah tersangka baru delapan, itu bukan karena pilih kasih atau tebang pilih, tapi karena alat bukti yang ada," ujarnya menegaskan. Delapan tersangka kasus ini adalah Gayus, Andi Kosasih, Sjahril Djohan, Haposan Hutagalung, Lambertus, Alif Kuncoro, AKP Sri dan Kompol Arafat. Dua penyidik Polri menjadi tersangka karena merekayasa perkara hingga tidak semua jumlah uang sebanyak Rp25 miliar diusut, tapi hanya Rp395 juta. Polri belum menetapkan tersangka dari atasan kedua polisi itu, mulai dari yang berpangkat AKBP hingga jenderal. Mabes Polri hanya akan mengajukan atasan kedua polisi itu dalam sidang pelanggaran kode etik dan disiplin Polri. Jumlah atasan kedua polisi yang akan disidangkan kode etik dan disiplin sebanyak lima

Penyelewengan Dana DAK
Diknas OKU Selatan Mulai Tercium
Muara Dua (MR) enyelewengan penggunaan Dana Alokasi Khusus pada Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) kini mulai tercium. Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan tahun 2009 yang dialokasikan untuk 84 Sekolah Dasar (SD) di kabupaten OKUS diduga banyak mengalami kerancuan pada perealisasianya, parahnya lagi dari dana yang dikucurkan pemerintah tersebut ada beberapa sekolah yang tidak sama sekali menggunakan dana tersebut tepat pada tempatnya. diduga ada yang di gelapkan, hal ini terungkap saat beberapa kepala sekolah dasar menyesalkan kejadian ini. Menurut, Kepala sekolah yang sengaja namanya dirahasiakan mengungkapkan bahwasanya ada beberapa sekolah yang mendapatkan dana DAK tersebut namun dalam perealisasiannya menyimpang bahkan ada yang baru menyelesaikan pembangunan dari dana DAK tersebut dengan menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) ujarnya. Setiap dana yang dikucurkan pemerintah pada Dinas pendidikan kabupaten OKUS banyaknya terdapat penyimpangan, baik dana DAK, BOS, DEKON atau dana lainnya guna menunjang lajunya pendidikan. Diduga penyelewengan dalam penggunaan dana DAK,

P

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Edward Aritonang

orang, termasuk Brigjen Pol Edmond Ilyas dan Brigjen Pol Raja Erizman selaku mantan dan Direktur II Bareskrim. >> Nugraha

<<Bersambung ke hal 15>>

Sri Sultan HB X :

Tentara Berburu Kerbau
Seorang tentara diberikan tugas berburu kerbau. Untuk emmbantunya, dia menyewa pemburu Indian. Keduanya melakukan perjalanan mencari kerbau. Setelah naik kuda selama beberapa lama, orang Indian tersebut turun dari kuda, menempelkan telinganya ke tanah dan berkata, "Hmm, ada kerbau yang baru saja lewat 15 menit yang lalu..." Si Tentara mengambil teropong dan melihat sekeliling, tapi tidak melihat apapun. Dia bingung dan akhirnya bertanya, "Saya tidak melihat apapun di sini, bagaimana kamu bisa tahu kalau ada kerbau yang datang?" Sang Indian menjawab, "Ini telingaku lengket di ijo angetanget..."

Pendidikan Indonesia Belum Mampu Bangun Ahlak Bangsa
Yogyakarta (MR) Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia belum mampu membangun akhlak dan moral bangsa. Pernyataan Gubernur tersebut dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DIY Tavip Agus Rayanto pada Sarasehan Nasional Pendidikan Karakter di Yogyakarta, Kamis. Menurut Sultan, pendidikan di Indonesia masih belum mampu membangun akhlak dan moral bangsa, tetapi lebih mengarah pada kepentingan sesaat yaitu mewujudkan bangunan gedung atau investasi lain, sedangkan pembangunan karakter cenderung terlupakan. Ia mengatakan, sebuah negara akan mengalami kemajuan pesat apabila dibangun atas dasar akhlak dan moral yang benar, misalnya sikap disiplin pada peraturan yang telah ditetapkan. Jadi pendidikan tidak hanya ditekankan pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan watak dan kepribadian. Di dalam pandangan hidup tradisional, karakter tersebut dianggap
<<Bersambung ke hal 15>>

Lintas Daerah

Sri Sultan HB X

Musim Penghujan Petani Karet Tak Bisa "Unjuk Gigi"
Banjarmasin (MR) Oleh karena masih musim penghujan, petani karet di daerah Hulusungai atau "Banua Anam" Kalimantan Selatan (Kalsel) yang meliputi enam kabupaten itu, tak bisa "unjuk gigi". Pasalnya, walau harga karet belakangan ini membaik
Petani Karet <<Bersambung ke hal 15>>

Pemkot Bandung Siap Perbaiki Jalan Awal Mei 2010
Bandung (MR) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadwalkan, perbaikan secara permanen jalan-jalan rusak di Kota Bandung dilaksanakan Mei 2010 mendatang. Namun di sejumlah ruas yang kondisinya parah, pemkot mengupayakan penanganan tanggap darurat berupa perbaikan sementara dengan sistem penambalan menggunakan pasir batu atau basecourse. “Untuk perbaikan secara permanen, kini sedang dalam proses lelang tender. Minggu pertama atau 7 Mei, diharapkan sudah ada penetapan pemenangnya dan kita lanjuti dengan Surat Perintah Kerja atau SPK nya”, kata Kepala DBMP Kota Bandung, Iming Akhmad disela pemantauan pengerjaan penambalan di Jalan IbrahimAji.
<<Bersambung ke hal 15>>

2
Ulama :

Berita Utama
Jakarta (MR) Kejaksaan Agung meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) segera melaporkan transaksi janggal dalam rekening keluarga jaksa yang diperiksa terkait dugaan mafia hukum atas kasus Gayus Tambunan. Kapuspenkum Kejaksaan Agung, menyatakan pengiriman uang dari Gayus Tambunan mungkin dilakukan secara tidak langsung. "Karena bisa saja aliran uang itu tidak langsung diberikan kepada jaksa, namun melalui saudara. Apakah itu istrinya, atau sanak familinya. Kami meminta mereka memeriksa darimana uang itu," ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Didiek Darmanto, ketika ditemui di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis. Karena dalam kasus pencucian uang dan korupsi oleh Pejabat Ditjen Pajak, Bahasyim Assifie, aliran dana tidak hanya diberikan ke rekening pribadinya namun juga anggota keluarganya. Sebelumnya Kejaksaan Agung telah meminta laporan PPATK untuk menelusuri rekening para jaksa yang diperiksanya untuk kepentingan Pemeriksaan Internal. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi dari PPATK. Didiek meminta agar PPATK segera memberikan konfirmasi. Laporan ini dibutuhkan Kejaksaan Agung untuk menindaklanjuti proses pemeriksaan keterlibatan jaksa. Hingga kini, proses pemeriksaan terhadap jaksa masih terus berjalan. Didiek menyatakan bahwa tim pengawas tengah mengadakan rapat untuk membahas sanksi administratif terhadap terhadap jaksa-jaksa yang diperiksa. Didiek menegaskan bahwa keberlanjutan proses pengawasan internal terhadap jaksa saat ini bergantung pada informasi

Tahun Edisi 210 Tahun X 22- 30 April 2010

MK Lindungi Kemerdekaan Beragama
Padang (MR) Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat bidang dakwah, Duski Samad menyatakan, umat Islam bersyukur Mahkamah Konstitusi memutuskan tetap memberlakukan UU Nomor 1/PNPS/1965 tentang penodaan atau penistaan agama. "Hasil putusan MK yang menolak pengujian materi UU tersebut pantas disyukuri umat Islam. Artinya negara melalui MK masih memberikan perhatian dan perlindungan dalam kemerdekaan beragama," kata Duski di Padang, Selasa. Guru besar pemikiran Islam IAIN Imam Bonjol Padang itu mengatakan, jika UU itu dicabut, maka kemerdekaan umat beragama akan hilang dan lalu memunculkan gesekangesekan. "Kalau uji materi UU tersebut diterima, maka akan berpotensi pada konflik suku, ras, adat dan antargolongan," ujarnya. Dia menambahkan, penolakan uji materi UU penistaan agama menunjukkan hakim MK benar-benar arif dan mengedepankan hati nurani dalam mengambil keputusan. "Ada kecenderungan institusi hukum selama ini mengedepankan aspek formal hukum saja dalam mengeluarkan keputusan. Namun di MK hal itu justru tidak terjadi," katanya. Ulam kondang Sumbar itu mengingatkan umat Islam selalu mewaspadai upaya memperlemah umat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, sementara tokoh Islam jangan terkecoh pada hal-hal yang pragmatis dan mencari keuntungan sesaat. MK menolak uji materi Undang-undang Penodaan Agama, Senin siang, sehingga UU Penodaan Agama tetap berlaku.>> Marqian

Kejaksaan Agung Minta Rekening Keluarga Jaksa Ditelusuri

Pemerintah akan Jual SUN Rp. 5 Triliun
Jakarta (MR) Pemerintah akan menjual 4 seri Surat Utang Negara (SUN) dengan jumlah indikatif Rp5 triliun melalui lelang pada 20 April 2010, sebagai upaya memenuhi sebagian target pembiayaan APBN 2010. Kepala Biro Humas Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Harry Z. Soeratin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyebutkan, empat seri SUN yang akan dilelang adalah seri SPN20110407 (reopening) dengan pembayaran bunga secara diskonto. SUN ini akan jatuh tempo tanggal 7 April 2011. Seri FR0027 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,50 persen, akan jatuh tempo 15 Juni 2015, dengan pembayaran kupon tiap 15 Juni dan 15 Desember. Seri FR0040 (reopening) dengan tingkat bunga tetap 11,00 persen, akan jatuh tempo tanggal 15 September 2025, dengan pembayaran kupon tiap 15 Maret dan 15 September. Seri FR0047 (reopening) dengan tingkat bunga tetap 10,00 persen, akan jatuh tempo 15 Februari 2028, dengan pembayaran kupon tiap 15 Februari dan 15 Agustus. Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. >> Nokipa

PPATK dan pemeriksaan pihak luar, yakni Gayus Tambunan, Haposan Hutagalung, dan penyidik Polri. "Ini juga merupakan kunci apakah perbuatan jaksa ini termasuk pidana atau tidak," tegasnya. >> Sarif

Mendagri:

Aturan Tentang Satpol PP Akan Dievaluasi
Jakarta (MR) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap aturan perundang-undangan maupun peraturan pemerintah tentang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). "Kita evaluasi undang-undang maupun peraturan pemerintah untuk tahu di mana kekurangannya," kata Gamawan, di Jakarta, Kamis. Mendagri menyampaikan Gamawan Fauzi keprihatinan yang mendalam atas peristiwa bentrok antara warga dengan Satpol PP saat penertiban bangunan liar di sekitar makam Mbah Priok, Jakarta Utara, yang menyebabkan korban jiwa, sehari sebelumnya. Sebagai tindak lanjut, ujarnya, aturan tentang Satpol PP terutama berkaitan dengan pembinaan, perlu dievaluasi. Ia menuturkan setelah otonomi daerah, diperlukan perangkat yang bertugas mewujudkan ketertiban dan ketenteraman masyarakat dan menegakkan peraturan daerah. Untuk itu dibentuk Satpol PP. Fungsi teknis dan operasional Satpol PP ada di bawah gubenur, bupati, dan wali kota. Sementara untuk pembinaannya menjadi kewenangan pemerintah pusat. "Kalau ada pelaksanaan yang kurang baik maka kita benahi," katanya. Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Gamawan menjelaskan tugas Satpol PP yakni berkaitan dengan penegakan kedisplinan. Mendagri menegaskan, tugas Satpol PP adalah melakukan penegakan di luar masalah hukum. Artinya, Satpol PP tidak dapat mengeksekusi keputusan pengadilan, kecuali keputusan tersebut dituangkan dalam peraturan daerah. "Misal ada putusan pengadilan, itu tidak bisa Satpol PP yang mengeksekusi. Harus dituangkan di perda dahulu, kalau tidak ada perda tidak boleh," katanya. >> Ediatmo

Hakim yang Memenangkan Anggodo

Siap Diperiksa
Jakarta (MR) Hakim Nugroho Setyadi yang mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan Anggodo Widjojo terkait Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah menyatakan siap diperiksa Komisi Yudisial. "Hakim sudah siap dan tidak masalah (Komisi Yudisial melakukan eksaminasi putusan itu)," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Ida Bagus Dwiyantara di Jakarta, Selasa Ida Bagus menyatakan pihaknya yakin jika Hakim Nugroho menggunakan koridor hukum dalam memutuskan perkara itu. "Saya percaya kredibilitas Pak Nugroho," ucap Ida bagus. Ia menjelaskan alasan yuridis yang digunakan hakim tunggal dalam putusan tersebut adalah Pasal 140 ayat (2) KUHAP. "Alasannya (dikeluarkannya SKPP) tidak cukup bukti, dan perbuatan itu melawan hukum," tutur Ida Bagus. Hakim Nugroho menggunakan pasal itu karena mempertimbangkan aspek sosiologi yang tidak pernah digunakan dalam pertimbangan hukum. "Sementara Anggodo memiliki legal standing (kedudukan hukum) sebagai korban kasus korupsi sehingga dapat mengajukan gugatan," kata Hakim Nugroho. Sebelumnya, sejumlah organisasi meminta Komisi Yudisial memeriksa hakim Nugroho Setiaji setelah putusannya yang memenangkan Anggodo. Anggodo merupakan adik kandung dari tersangka dugaan korupsi Sistem Radio Komunikasi Terpadu Departermen Kehutanan, Anggoro Widjojo.>> Ediatmo

Usaha Tenun Handuk Terancam Punah
Ponorogo (MR) Selain kesenian Reog, usaha tenun handuk sangat terkenal di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sayang. Kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo, sekitar 200 lebih pengusaha tenun handuk yang pernah berjaya hingga ke luar negeri, kini nyaris punah. Ini sebagai dampak banyaknya produk handuk buatan pabrik. Perubahan ini dirasakan Subagyo, pengusaha tenun tradisional yang ditemui Wartawan di Jalan Batoro Katong, Desa Kertosari, Ahad (18/4). Ia sudah menjalani usaha sejak 1975. Ketika itu Subagyo mempekerjakan ribuan karyawan. Kini, hanya dua orang saja. Pengurangan terjadi seiring pergantian zaman dan banyaknya teknologi modern. "Sekarang cuma pasar lokal yang bisa saya pertahankan seperti pondok, rumah sakit, dan penginapan itu masih saya pertahankan," tutur Subagyo. Padahal dari segi kualitas, sebenarnya handuk tenun Ponorogo mempunyai keunggulan dibanding buatan pabrik. Selain mampu menyerap air lebih maksimal, bahan dasarnya dari katun asli. Coraknya juga bervariatif. "Kendala yang saya hadapi adalah persaingan dengan pabrik. Yang ke-dua adalah tenaga kerja dimana para pemuda sekarang sulit untuk bekerja di usaha pertenunan ini," jelas Subagyo. Saat berjaya, handuk buatan tangan warga Ponorogo banyak dibeli dan digunakan di hotel-hotel berbintang. Baik hotel di dalam kota hingga luar daerah. Bahkan sampai ke pasaran Eropa. >> Hanafi

Bibit : Susah Memberantas Korupsi di Indonesia
dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lainnya, Chandra M Hamzah, siap menghadapi persidangan kasus dugaan suap dari Anggodo Widjojo. Sebelumnya Bibit dan Chandra diduga terlibat menerima suap dalam penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan alat Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan yang melibatkan Direktur PT Masaro Anggoro Widjojo. “Bisa saja bisa ditafsirkan begitu (upaya pelemahan KPK),” terangnya. Berbicara dalam konfrensi pers di Gedung KPK, Selasa (20/4), Bibit menjelaskan dirinya tidak pernah melakukan apa yang

Jakarta (MR) Bibit Samad Riyanto menilai ada kemungkinan upaya pelemahan KPK dibalik digugurkannya Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan

(SKPP) oleh hakim tunggal, Nugroho Setiadji, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin ahad lalu. Meski demikian, Bibit

disangkutkan kepadanya. “Seperti yang kita ketahui bersama bahwa tuduhan itu nggak pernah saya lakukan, berdasarkan persidangan di MK pada 3 November kemarin. Kita lihat cukup jelas bahwa yang dituduhkan ke saya itu rekayasa,” papar Bibit. Seperti diketahui, dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut diputar rekaman pembicaraan Anggodo yang tengah melobi oknum-oknum Polri dan Kejaksaan Agung, untuk mengkriminalisasi Bibit dan Chandra. Terkait rekaman tersebut,

sempat terucap dari mulut Bibit bahwa melihat kasus yang melilitnya saat ini, membuktikan bahwa sangatlah sulit melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia. “Betapa susahnya memberantas korupsi di Indonesia,” ujarnya. Walau begitu, ia mengaku tidak menyerah karena pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah menyatakan akan melakukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas menangnya gugatan praperadilan yang diajukan Anggodo terhadap SKPP yang diterbitkan kejaksaan. >> Hanafi

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Irwan Hamid, Litbang : Herman Sugianto, Manager Iklan : Rudi Harris, Manager Distribusi : Herdi, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, HM. Suryana, Warsian, Bogor, Depok : Ali, Ruslan, Bekasi Kota : Yosef Rangkuti (Kepala), S. Wahyudi, Kab. Bekasi : A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Ukat Sukatma (Kepala), Sujana, Agus Sunoto, Dulkarim, Bandung Kota : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Indramayu : Abdullah (Kepala), Maskin, Mukromin, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : Handi, Lamhot, Biro Cianjur : Ruslan AG, Kuswandi, H. Apipudin, Adlan Taftajani, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi, (Kepala), Kota Palembang, Adiyanto, (Kepala), Kota Prabumulih / kab. Muara Enim : Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah (Kepala), Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Biro Batu Raja / OKU : Sahmi, (Kepala), Biro Oku Selatan : Swardi, (Kepala), Yudi Novi, Oku Timur : Rustam Efendi (Kepala), Ogan Ilir : Marleni (Kepala), Astute, Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Jambi : Hendar, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto, Jerlin P, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala, Herwin Saputra, Dodi Togatorop, A. Stansa Tuah, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto, Nurjaly, Hendrano, Biro Natuna : Herman Sugianto (Kepala), Didik Harjanto, M. Amin, Kab. Anambas : S. Edwar. S, (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Jawa Timur : RH. Batubara (Kepala), Adesva HT, Sidoarjo : Maman, Derman, Malang : Hidayat (Kepala), Sudradjat, Probolinggo : Singgi Budi (Kepala), Purwadi, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Kota Medan : Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti, Tebing Tinggi : Hasni (Kepala), Herdan, Langkat : Ojak Sianturi (Kepala), Waskito, Deli Serdang : T. Manalu (Kepala), Belfri, Pematang Siantar : Heru (Kepala), Sintan, Simalungun : Togap Munthe (Kepala), Jentar Bangun, Tarutung : Juang N, Dairi : Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha.

Alamat Redaksi Tata Usaha / Iklan / Sirkulasi : Jl. Paledang RT 19/20 No. 4 Kel. Karawang Kulon - Karawang 41311 Telp. (0267) 8454238 Jawa Barat E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com PO. BOX 88 Karawang 41300 Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala Kantor Perwakilan Utama : Jl. Bina Harapan No. 38-C, Telp. (021) 79192764 Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 210 Tahun X Tahun 22- 30 April 2010

Berita Utama
Jakarta (MR) Mantan menteri kehutanan M.S. Kaban diduga ikut menerima cek terkait kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Swaray Goeltom. Informasi itu dibenarkan oleh politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Endin A.J. Soefihara yang menjadi terdakwa dalam kasus itu, ketika ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta, Selasa. "Di BAP (berita acara pemeriksaan) Kaban yang bersaksi untuk saya disebutkan dia menerima TC (traveller`s cheque) juga," kata Endin usai disidang. Endin menjelaskan bahwa Kaban menerima itu ketika menjadi anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Cek itu dia terima dari anggota DPR Abdullah Zaini. Ketika dikonfirmasi melalui telepon, Kaban membenarkan pernah menerima cek dari Abdullah Zaini (alm.). Dia juga mengaku pernah diperiksa oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus aliran cek dalam pemilihan pejabat BI.Namun dia menegaskan bahwa cek yang dia terima dari Abdullah tidak terkait dengan pemiliham Miranda. "Karena saya tidak memilih Miranda," kata Kaban memberi alasan. Politisi Partai Bulan Bintang itu menjelaskan, cek yang dia terima itu hanya wujud pertemanan dengan Abdullah Zaini saja. "Namanya rezeki saja," katanya. Sementara sebuah sumber menguraikan bahwa Kaban pernah mengaku menerima satu lembar cek BII senilai Rp50 juta. Cek tersebut dise-

3

Walikota Tasik Resmikan Hasil Pembangunan Di Kecamatan Tamansari
Tasikmalaya (MR) Selepas membuka acara Diklat PraJabatan CPNS di GOR Lidya, Walikota Tasikmalaya, Drs. H Syarif Hidayat, M.Si. meresmikan secara langsung Hasil-hasil Kegiatan Pembangunan Tahun Anggaran 2008 dan 2009 se-Wilayah Kecamatan Tamansari bertempat di halaman Kantor Camat Tamansari. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Unsur Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Sekda Kota Tasikmalaya, Unsur Forum Konsultasi Daerah, para Kepala OPD, Tokoh Masyarakat Kec. Tamansari serta turut hadir pula Ibu Ketua TP.PKK dan Ibu Ketua DWP Kota Tasikmalaya. Dalam laporannya yang dibacakan secara lengkap dan rinci, Assisten Perekonomian Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya, Drs. H. Dindin Saepudin A, M.Si memaparkan kegiatan pembangunan fisik di tahun Anggaran 2008 dan 2009 di Wilayah Kecamatan Tamansari sebanyak 109 kegiatan dengan biaya keseluruhan sebesar Rp. 22.200.524.600,Sebelum menyampaikan sambutannya, Walikota Tasikmalaya menyerahkan puluhan paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu di wilayah Kecamatan Tamansari. Disampaikannya, bahwa pembangunan di Tahun Anggaran 2008 dan 2009 ada peningkatan kegiatan dan nilai pengalokasian anggarannya, selaras dengan RPJMD Kota Tasikmalaya bahwa tahun 2008 dan 2009 adalah tahun infrastruktur. Walaupun demikian, masih banyak kekurangan – kekurangan yang belum dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya. Tetapi hal ini dimaksudkan untuk dapat merangsang masyarakat agar lebih berperan aktif baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan bahkan sampai pemeliharaan hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan. Di akhir sambutannya Walikota mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Tamansari yang telah ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan Kota Tasikmalaya. >> Iin Kartiwan

MS Kaban Diduga Terima Cek Kasus Miranda

rahkan oleh Abdullah Zaini pada Kaban sebagai pinjaman. Penerimaan cek ini terjadi pada Juni 2004. Hal itu bermula ketika Kaban bertemu Abdullah Zaini yang juga sesama alumni Himpunan Mahasiswa Islam

(HMI) dan anggota Komisi IX DPR RI. Penyerahan cek terjadi di ruang kerja Abdullah Zaini. Cek itu adalah pinjaman dari Abdullah kepada Kaban. Komisi Pemberantasan Korupsi menduga telah terjadi aliran 480 lembar cek terkait

pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Goeltom. Sebagian besar cek itu diterima oleh anggota Komisi IX DPR RI yang bertugas menguji para calon pejabat BI. >> Hengki

Walikota Tanjungpinang Buka Pelatihan Calon Koordator Tim Pencacah Sensus Penduduk 2010
Tanjungpinang (MR) Walikota Tanjungpinang Dra. Hj Suryatati A.Manan, pada kamis (1/4), secara resmi membuka Pelatihan Calon Koordator Tim & Tim Pencacah Sensus Penduduk 2010 SeKota Tanjungpinang yang berlangsung pada tanggal 1-3 April 2010 dan 8-10 April 2010 di Hotel Bintan Plaza. Acara yang dihadiri Ketua BPS Prov Kepri, Ketua BPS Kota Tanjungpinang serta camat dan lurah. di pecah untuk 2 gelombang pelatihan, gelombang I pada 1-3 April 2010 dan Gelombang II pada 8-10 April 2010. Dalam sambutan Ketua BPS Prov. Kepri Safril Said, mengatakan; dasar hukum pelaksanaan Sensus Penduduk ini adalah UU nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan UU nomor 21 Tahun 1999. sekaligus kegiatan ini juga merupakan rekomendasi dari PBB yang mana hampir seluruh negara belahan dunia melaksanakan sensus penduduk secara bersamaan. Sehingga perhitungan jumlah penduduk dunia bisa diperhitungkan dan diperingkatkan. Menurut Safril, “Tahun 2008 kita telah melakukan perencanaan tentang penyusunan koordinasi lapangan, pencacah, pemetaan dasar, uji coba lapangan dan lain sebagainya”, Tutur Safril. 2009 melakukan persiapan, 2010 pelaksanaan yang diawali dengan pelatihan pencacah Sensus Penduduk, 2011 Publikasi jumlah penduduk dan 2012 analisis terhadap jumlah penduduk. Safril Said juga mengingatkan agar Sensus Penduduk ini jangan sampai ada penduduk yang tidak terhitung atau penduduk yang terhitung lebih dari satu, karena akan diadakan uji publik terhadap data perhitungan yang diperoleh. “Semoga data terbaik bisa diperoleh di Kota Tanjungpinang karena Kota Tanjungpinang adalah ibu kota Provinsi Kepri yang menjadi panutan untuk kota/kabupaten lain yang ada di Kepri”, ujar Safril. Ketua BPS Kota Tanjungpinang Abdriansyah melaporkan bahwa jumlah petugas/ pencacah Sensus Penduduk untuk daerah Kota Tanjungpinang adalah sebanyak 421 petugas. “Kami juga berharap adanya dukungan dari Walikota Tanjungpinang mengenai fasilitas, sosialisasi atau lainnya dalam mensukseskan Sensus Penduduk 2010 ini”, tutup Abdriansyah. Walikota Tanjungpinang Dra. Hj. Suryatati A Manan di dalam kata sambutannya menyampaikan terima kasih kepada BPS Prov. Kepri dan BPS Kota Tanjungpinang atas usaha yang dilakukan hingga saat kini. “Semua ini adalah kepercayaan yang diberikan kepada peserta karena pelaksanaan sensus penduduk ini harus akurat dan tidak terkesan mengada-ada”, ujar Suryatati. “Saya juga mengharapkan agar pelaksanaan ini dapat dijalankan dengan penuh kejujuran, ikhlas dan penuh tanggungjawab”, harap Suryatati. Suryatati A Manan juga mengingatkan bahwa walaupun kepadatan penduduk semakin bertambah, yang penting kualitas masyarakat juga ditingkatkan. >> Win/Jer

Semburan Gas Liar di Porong Meluas

Rumah Misbakhun di Malang Seharga 2 Miliar
Malang (MR) Tersangka kasus LC ("letter of credit") Bank Century Mukhamad Misbakhun yang masih menjalani proses pemeriksaan oleh Bareskrim Polri memiliki rumah mewah di Kawasan Telaga Golf Indah 14 Perumahan Kota Araya, Kabupaten Malang, Jatim. Salah satu petugas keamanan kawasan perumahan tersebut, Rully, Kamis, kepada wartawan mengatakan, ketika nama Misbakhun sering disebut sejumlah media terkait kasus Century, kawasan perumahan tersebut jadi sering didatangi orang dengan tujuan ingin mengetahui rumah milik Misbakhun yang terletak di kawasan Dusun Kanigoro, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis itu. Ia menjelaskan, rumah dua lantai dengan pagar warna coklat dan berarsitektur Miditeranian itu, merupakan jajaran rumah yang terletak di "cluster" atau blok mewah, sebab di kawasan tersebut masuk dalam blok yang dekat dengan padang golf. "Harga tanah di blok itu sekitar Rp1,6 juta/meter per segi. Sementara total milik Pak Misbakhun yakni 200 meter lebih, jadi harganya kira-kira Rp2 miliar," ujarnya. Sebelum nama Misbakhun sering disebut sejumlah media, Rully sering melihat mobil Misbakhun yang berplat Nopol B (Jakarta) pulang pada malam hari. Namun, setelah namanya sering disebut, Rully tidak pernah lagi melihat mobil tersebut. "Saya terakhir melihat beliau beberapa waktu lalu, sebelum nama Pak Misbakhun sering muncul di berbagai media," paparnya. Hal ini, sama seperti keterangan salah satu pembantu rumah tangga Misbakhun yang ketika itu didatangi wartawan. Pembantu perempuan yang tidak ingin disebut namanya itu mengaku bahwa Misbakhun tengah berada di luar kota. "Bapak sekarang lagi tidak ada di rumah, dan pulang ke rumah ini terakhir pada hari Sabtu (10/4)," tuturnya. >> Sudradjat

Sidoarjo (MR) Semburan gas liar di Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, semakin meluas. Petugas dari Divisi Gas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Kamis (15/4), menemukan lokasi kandungan gas serupa ke arah Utara serta menuju barat jalan. Tepatnya ke arah bekas pintu masuk Tol Porong atau sekitar 200 meter dari lokasi sebelumnya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya gelembung yang cukup besar dan penurunan jalan aspal. Penemuan adanya kandungan gas methan yang mudah terbakar ini semakin menguatkan meluasnya gas liar di sepanjang Jalan Raya Porong. Sebelumnya semburan gas hanya berada pada satu titik Menurut petugas Divisi Gas BPLS, Yogi Yuristama, meluasnya gas liar hingga ke arah utara dan barat dipicu adanya pergerakan dalam bawah tanah. Untuk gas methan liar di sepanjang Jalan Raya Porong mencapai 25 hingga 45 persen LEL atau low explosive limit atau mengandung gas yang mudah terbakar. Untuk itu, pengendara yang sedang melintas diharapkan lebih berhati-hati karena gas liar yang keluar adalah gas mudah terbakar. >> Maman

Gubsu Jadi Tersangka, Pegawai Pemprovsu Kaget
"Kasus itu telah dinaikan ke proses penyidikan sejak pekan lalu dengan tersangka SA, mantan Bupati Langkat, dugaan korupsi itu diperkirakan membuat negara merugi Rp31 miliar". Medan (MR) Pegawai kantor Gubernur Sumatera Utara kaget karena bosnnya, Gubernur Syamsul Arifin, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Masa? Serius itu?" tanya seorabf pegawai kantor Gubernur Sumut yang menolak menyebutkan jati dirinya di Medan, Selasa. Salah seorang pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut mengatakan, para pegawai langsung terdiam dan saling menatap ketika muncul berita penetapan status tersangka terhadap sang gubernur. Ia mengatakan, sebagian besar pegawai Dinas Kominfo Sumut tidak percaya jika Syamsul Arifin telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara sejumlah kepala dinas di Pemprov Sumut mengungkapkan ketidakpercayaannya atas kabar itu. Beberapa kepala dinas berusaha mencari kebenaran informasi tersebut, sedangkan

salah seorang kepala dinas yang tak bersedia disebutkan namanya berjanji akan tetap bekerja seperti biasa meski KPK telah mengeluarkan status tersangka itu. "Sebagai aparatur negara, kami harus tetap bekerja seperti biasa," katanya sambil berpesan agar namanya tidak dicantumkan. "Maklumlah, masalah itu sensitif. Nanti kami dipikir tidak loyal," tambahnya. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK telah menetapkan Gubernur Sumut Syamsul Arifin (SA) sebagai tersangka dugaan korupsi keuangan daerah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam

kurun 2000 sampai 2007. "Kasus itu telah dinaikan ke proses penyidikan sejak pekan lalu dengan tersangka SA, mantan Bupati Langkat," kata Johan. Johan mengatakan, KPK memiliki bukti yang cukup untuk menentukan mantan bupati Langkat itu sebagai tersangka dalam kasus tersebut dan menyebutkan dugaan korupsi itu diperkirakan membuat negara merugi Rp31 miliar. Johan Budi juga menyatakan KPK akan bekerjasama dengan penegak hukum di Sumut untuk mengusut kasus dugaan korupsi itu. >> Frendi Tua/ Ediatmo

4
Musrenbang Kabupaten Garut Digelar
Garut (MR) Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) adalah forum perencanaan pembangunan tahunan yang melibatkan para pelaku pembangunan tingkat Kabupaten/Kota, provinsi hingga Nasional. Musrenbang menjadi momen yang penting dalam rangka menghasilkan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2011 yang merupakan tahapan pemantapan dari RPJMD 2008-2013 untuk menyiapkan kemandirian masyarakat jawa Barat. Hal tersebut tertuang dalam sambutan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang disampaikan oleh Bakorpembang Wilayah IV Priangan, Bambang Agus. S,si Gedung Korpri Kabupaten Garut. Mengingat strategisnya pencapaian prioritas pembangunan saat ini, Gubernur Jawa Barat melalui Bambang Agus berharap penyelenggaraan musrenbang kali ini dapat menghasilkan dokumen rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten/Kota yang sinergis dengan prioritas pembangunan Provinsi Jawa Barat yang mengacu kepada tema: “Memantapkan sinergis pembangunan yang bermutu dan akuntabel bersama pemerintah pusat, kabupaten/Kota dam mitra menuju masyarakat Jawa Barat yang mandiri, dinamis, dan sejahtera” Sementara itu Bupati Kabupaten Garut, Aceng H.M Fikri berharap, segenap potensi dapat dicurahkan untuk membangun kerangka piker, orientasi, dan persepsi yang sama pada upaya pemenuhan kebutuhan, sesuai dengan dan rasionalitas kemampuan anggaran. Hal tersebut menurutnya dapat dijadikan pedoman pembahasan pada Musrenbang kali ini. Aceng H.M Fikri, meyakini Musrenbang ini dapat menghasilkan rancangan Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) tahun 2011 dan dapat meminimalisir berbagai persoalan yang berkembang sehingga pada saatnya dapat bernilai guna dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Garut. >> Undang/Ali

Berita Utama
Jakarta (MR) Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya akan mengupayakan pembuktian terhadap rekening Bahasyim Assifie yang diduga dari hasil kejahatan pajak. "Itu menjadi tantangan penyidik untuk membuktikan dugaan uangnya berasal dari tindak korupsi," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa. Sebelumnya, salah satu tim kuasa hukum Bahasyim, Hotman Paris Hutapea menyatakan penyidik belum menemukan bukti terkait harta kliennya dari hasil pemberian (gratifikasi) dari pihak ketiga atau wajib pajak. "Sejauh ini hartanya dari hasil usaha," ujar Hotman. Boy mengatakan proses penyelidikan terhadap dugaan kasus korupsi, penggelapan pajak dan pencucian uang dengan tersangka Bahasyim masih berlanjut dengan agenda pemeriksaan tersangka maupun para saksi. Namun demikian, polisi tidak bisa mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara dalam waktu dekat karena proses penyelidikan masih berjalan. Boy menegaskan penyidik tidak menghadapi kesulitan untuk mengungkap kasus dugaan kejahatan pajak yang menyeret mantan Kepala Kantor Pemeriksaan Jakarta VII Direktorat Jenderal Pajak itu. Salah satu contohnya, penyidik sudah menetapkan

Tahun Edisi 210 Tahun X 22- 30 April 2010

Polisi Upayakan Pembuktian Rekening Bahasyim Hasil Kejahatan

Bahasyim sebagai tersangka dugaan kasus korupsi, penggelapan pajak dan pencucian uang

Kementerian Agama Kota Banjar :

BPS Bintan Adakan Pelatihan Kortim Sensus
Tanjungpinang (MR) Guna mensukseskan Sensus Penduduk 2010 yang rencananya akan di adakan pada bulan Mei mendatang, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bintan adakan sosialisasi maupun pelatihan Kortim Sensus di Plaza Hotel Tanjungpinang tanggal 30 maret 2010 yang diikuti 438 peserta dari Kabupaten Bintan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bintan Hamizar, memaparkan, Sensus Penduduk tahun 2010 yang akan adakan pada bulan Mei mendatang adalah sensus penduduk yang keenam, setelah tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000. Tujuan di adakanya pelatihan ini guna memberikan penjelasan dan pelatihan para petugas-petugas sensus, agar supaya konsep definisi baku yang telah ditentukan sekaligus pelatihan pencacahan lapangan dan koordinasi antar tim, paparnya. Hamizar menjelaskan, dalam melaksanakan pencacahan sensus penduduk setiap 5 blok dengan 3 orang petugas dan 1 koordinator, itu yang didaerah padat penduduknya. Sedangkan untuk yang jarang penduduknya 3-4 blok, jelasnya. Petugas sensus penduduk akan menanyakan sekitar 40 pertanyaan supaya mengetahui yang sebenarnya, sehingga pemerintah dapat mengambil kesimpulan tentang perubahan terhadap jumlah penduduk. untuk honor para petugas sensus 2.5 juta per-orang dalam waktu satu bulan, sedangkan untuk koordinator 3 juta. jumlah sasaran yang akan dicacah ± 127.404 orang, dengan perkiraan per keluarga 3-4 orang. Sedangkan data yang diperoleh dari daerah ± 160.000 orang. Hamizar berharap, agar penduduk yang belum terdata bisa menghubungi RT/RW setempat. Dan minta dukungan media dengan memberikan informasi terhadap masyarakat tentang sensus penduduk. >> Winarto

Para Anggota Atau Staf Wajib Lapor
Banjar (MR) Demi untuk memudahkan koordinasi dilingkungan kantor Kementrian Agama Kota Banjar, Wajib lapor bagi pegawai yang keluar kantor/kota tidak sedang dalam melaksanakan tugasnya. “Jangan sampai ketika ada hal yang harus di kerjakan atau untuk dikoordinasikan dengan Dinas tertentu. pegawai terse-but tidak ada di tempat dengan alasan keluar kota atau apapun” wajib lapor ini dilakukan untuk mempermudah koordinasi jika ada hal yang memang lebih penting. Demikian Kepala Kementrian Agama Kota Banjar. Drs. H. Undang Munawar, M.Pd. kepada wartawan beberapa waktu lalu. Dikatakanya, kendati tidak ada peraturannya yang mengatur khusus untuk hal itu namun mengacu pada salah satu fungsi pengawasan di dalam Kedinasan Kantor Kementrian Agama, hal tersebut dapat dilakukan terhadap para anggota atau stafnya. walaupun tidak menjadi Signifikan dengan hal tersebut” Terkait adanya perubahan nama instansi yang tadinya Kantor Departemen Agama saat ini menjadi Kantor Kementrian Agama tersebut namun yang pasti terutama untuk komunikasi dan koordinasi yang lebih baik tentunya. Bilamana komunikasi dan koordinasi baik merupakan wujud dari pelayanan yang baik tandasnya. Di tempat berbeda di ruang kerja Kasubag Tata Usaha Drs. H. Kaswad, M.Pdi. Mengatakan salah satu langkah reformasi Birokrasi di tubuh Kantor Kementrian Agama Pemerintahan Kota Banjar. Dimulai dari disiplin Individual serta koodinasi yang baik. Sehingga jika disiplin Individu tidak dibangun dengan baik, maka penciptaan pelayanan publik yang maksimal tidak akan pernah tercapai. Kedisiplinan merupakan hal yang pertama harus tertanam dalam diri setiap individu pegawai. Karena jika kedisiplinan diabaikan. Bagaimana dapat bekerja dengan baik” katanya. Selain itu, ancaman dia pihaknya tidak segan-segan memberikan penghargaan ataupun hukuman terhadap pegawai jika tidak melakukan tugasnya secara benar dan itu berlaku bagi siapa pun dan apapun jabatannya dalam Kedinasan. Ditambahkanya, untuk menjaga atau menyikapi hal tersebut Kami pun telah mengambil langkah yang tepat. Diantaranya pelaksanaan Radintap dilaksanakan satu bulan satu kali, “Pembinaan Triwulan dilaksanakan satu bulan satu kali dan juga bilamana ada hal yang paling, akan langsung dilaksanakan briving sebatas yang ditentukan”. Bila secara individual telah terbangun disiplin, akan tercapai pembangunan yang kuat. Pungkasnya. >>AS

sebesar Rp64 miliar, Jumat. "Persoalanya bukan sulit tetapi tidak bisa cepat karena bank (konfirmasi) berkewajiban memberikan data," ujar Boy seraya menam-bahkan tidak ada pihak yang menghalangi penyidikan. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menduga Bahasyim mencuci uang dengan modus mentransfer dana hasil gratifikasi itu kepada rekening istrinya Sri Purwanti sebesar Rp35

miliar dan satu juta dolar Amerika. Serta kepada putrinya Winda Arum Hapsari (Rp19 miliar) dan R (Rp2,1 miliar). Bahasyim dikenakan Pasal 2, 3 dan atau Pasal 12 huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 2 Tahun 2001 dan Pasal 6 UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan UU Nomor 15 Tahun 2001 mengenai Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang dengan ancaman penjara selama 15 tahun. >> Nokifa

BPS Jabar Siap Laksanakan Sensus
Bandung (MR) Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat siap melaksanakan kegiatan sensus penduduk tahun 2010 yang akan dilaksanakan selama satu bulan penuh mulai 1-31 Mei mendatang. BPS telah menyiapkan sebanyak 90.000 petugas sensus untuk menyukseskan sensus tersebut. Adang Suteja, Kasie Statistik Kependudukan mengatakan ada sejumlah kriteria yang akan ditanyakan kepada seluruh warga Jabar untuk menentukan karakteristik penduduknya. Dari kegiatan sensus tersebut akan diketahui antara lain tingkat kemiskinan penduduk Jabar. Data riil terkait kemiskinan menjadi aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan di Jabar. Selain itu hasilnya dapat menjadi data bagi program BLT, Raskin atau Jamkesmas. “Ada 14 variabel yang menjadi ukuran untuk menentukan rumah tangga miskin. Salah satunya memiliki penghasilan kurang dari Rp600.000 per bulan,” katanya. Hasil dari sensus juga akan diketahui data jumlah ketenaga kerjaan dan pengangguran dan lainnya. Untuk melaksanakan sensus penduduk yang berlangsung setiap 10 tahun sekali ini , BPS Jabar menyiapkan anggaran hingga Rp.400 miliar. >> Dodi Sulaeman

Banyak Perusahaan di Kalsel Salahi Amdal
Banyak perusahaan sawit yang tidak sesuai dengan Amdal dan perizinan lainnya. Dalam perizinan produksinya hanya 30 TBS ton/per jam, namun faktanya kini mencapai 60 TBS ton/jam. Artinya, kata dia, telah terjadi peningkatan dua kali lipat produksi kelapa sawit. Banjarmasin (MR) Banyak perusahaan di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menyalahi analisa dampak lingkungan (Amdal) dengan melakukan ekploitasi di luar ketentuan perizinan. Hal itu disampaikan Kabid Analisisa Pencegahan Dampak Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalsel Ir Asbiani di Banjarmasin, Jumat, pada sosialisasi undang-undang lingkungan yang diikuti karyawan perusahaan perkebunan, pertambangan, karet, dan lainnya. Menurut dia, banyak perusahaan sawit yang tidak sesuai dengan Amdal dan perizinan lainnya. Dalam perizinan produksinya hanya 30 TBS ton/per jam, namun faktanya kini mencapai 60 TBS ton/jam. Artinya, kata dia, telah terjadi peningkatan dua kali lipat produksi kelapa sawit. Begitu juga dengan perusahaan pertambangan batu bara dan lainnya. Ia memberi contoh di perusahaan pertambangan bahwa sesuai izin eksploitasi batu bara hanya sampai 5 ton per hari ternyata di lapangan mencapai 15 ton per hari. Peningkatan produksi tersebut, kata Asbia, telah mengubah desain lingkungan dan seharusnya dilakukan peninjauan ulang terhadap Amdal-nya. Ternyata, kata dia, hal itu tidak dilakukan oleh beberapa perusahaan perkebunan sawit maupun tambang batu bara dan tambang lainnya. Dikhawatirkan, bila hal tersebut terus dibiarkan, maka akan membuat kondisi lingkungan di Kalsel semakin rusak dan tidak terkendali. Terhadap perusahaan tersebut di atas, pihaknya akan melakukan audit lingkungan dengan ancaman hukuman yang cukup berat. Sayangnya, pihak BLHD belum bersedia menyebutkan nama-nama perusahaan yang melakukan pelanggaran tersebut di atas, dengan alasan sedang dalam proses pembinaan. Ancaman hukuman, kata dia, tidak hanya dikenakan pada perusahaan, tetapi juga pada instansi yang mengeluarkan izin. Menurut dia, pejabat yang memberikan izin terhadap perusahaan yang belum memiliki Amdal juga dikenakan ancaman hukuman selama tiga tahun dan denda hingga Rp3 miliar. "Saat ini ada beberapa perusahaan yang operasionalnya di Kalsel, namun saat ditanya tentang Amdal katanya berada di Jakarta, sehingga sangat menyulitkan," katanya. Pada sosialisasi yang dipimpin Kepala BLHD Kalsel Rakhmadi Kurdi tersebut, Asbiani juga menjelaskan, sampai saat ini baru 60 perusahaan yang melaporkan upaya Pengelolaan lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL). "Padahal perusahaan di Kalsel jumlahnya ratusan," katanya. Dari 60 perusahaan tersebut, kata dia, sistem pelaporannya juga tidak terus menerus atau kadang dilaporkan kadang tidak. Hal tersebut, kata dia, membuat pemantauan persoalan lingkungan pada perusahaan tidak bisa maksimal. UKL/UPL adalah salah satu instrumen pengelolaan lingkungan yang menjadi persyaratan perizinan bagi pemrakarsa yang akan melaksanakan suatu usaha/kegiatan di berbagai sektor. Dokumen UKL-UPL dibuat pada fase perencanaan proyek sebagai kelengkapan dalam memperoleh perizinan untuk proyek-proyek yang dampak lingkungannya dapat diatasi dengan skala pengendaliannya kecil dan tidak kompleks. >> Gatner Eka Tarung

Edisi 210 Tahun X Tahun 22- 30 April 2010

Sos-Ek-Bis

Kegiatan wisata kuliner adalah dalam rangka menyongsong tahun peningkatan daya beli yaitu dengan keterbatasan potensi wisata di Kota Tasikmalaya maka bisa dikembangkan wisata kuliner yang sekaligus bisa menyentuh usaha kecil menengah” disini seminggu 1x dan nanti akan ditinjau dan dievaluasi, bila bagus akan dilaksanakan tiap malam tandasnya. Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Tasikmlaya, Djuniar Hafid, menjelaskan maksud kegiatan wisata kuliner ini adalah dalam rangka menyongsong tahun peningkatan daya beli yaitu dengan keterbatasan potensi wisata di Kota Tasikmalaya maka bisa dikembangkan wisata kuliner yang sekaligus bisa menyentuh usaha kecil menengah, Nasi Tutug Oncom yang lebih dikenal dengan Nasi TO bisa jadi makanan khas Tasikmalaya yang bisa menarik pengunjung, katanya. Acara dilanjutkan dengan meninjau setiap stand Iwa Solihin (35thn) salah satu pedagang yang ikut andil Kota Tasikmalaya (MR) Pedagang kecil happy, pedagang besar happy, pengunjung happy dan Walikota ikut happy, demikian pernyataan Walikota Tasikmalaya dalam sambutannya membuka Area Wisata Kuliner di Jalan Tarumanagara Kota Tasikmalaya, Jumat (09/04) yang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Kota Tasikmalaya dan diramaikan oleh ratusan pedagang kaki lima. Ditambahkanya, wisata kuliner ini telah dipikirkan sejak tahun 2009 karena orang Tasik terkenal pinter mengolah makanan, hobi makan dan hobi jajan itu menjadi pendorong membuat wisata kuliner. Diakhir sambutannya, Walikota berpesan pada masyarakat yang hadir dapat menyampaiakan kepada tetangga pedagang kaki lima kumpul

5

Grand Launching RSU Hermina Arcamanik

Wisata Kuliner Asik Di Tengah Kota Tasik Yang “Resik”

Bandung (MR) Rumah Sakit swasta memiliki kewajiban memberikan fasilitas pelayanan bagi pasien yang tidak mampu. Kewajiban tersebut bukan hanya semata-mata untuk memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan RI. yang menyebutkan penyediaan fasilitas 25 persen bagi penduduk miskin, tetapi juga terkait tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitarnya. Hal tersebut dikemukakan oleh Walikota Bandung, H. Dada Rosada SH., M.Si., pada saat Grand Launching Rumah Sakit Umum (RSU) Hermina Arcamanik, “Rumah Sakit juga diharapkan menangani terlebih dahulu pasien rujukan, walaupun pengobatan tersebut membutuhkan biaya yang besar, nanti kekurangannya akan dibayarkan dari APBD”, ujar Dada. Menurut Dada, program bawaku kesehatan tidak sama dengan program bawaku kemakmuran, karena bawaku kesehatan tidak dibagikan begitu saja, melainkan disimpan dan digunakan bagi orang yang membutuhkan bantuan dalam pengobatannya. “Sehingga kalau masyarakat miskin yang tidak mempunyai biaya untuk berobat dapat menggunakan dana bawaku kesehatan tersebut”, ungkapnya. Selain itu Dada juga mengharapkan dengan dibukanya RSU Hermina yang ke-2 di Bandung atau ke-13 di Indonesia, dapat memberikan dampak yang positif, baik dari sisi pelayanan kesehatan dan ekonomi. “Dengan adanya RSU Hermina di daerah Arcamanik ini, tentu saja akan dapat memberikan alternatif dan jarak yang lebih dekat bagi masyarakat di wilayah Bandung Timur, selain itu juga diharapakan akan terbukanya lapangan kerja yang baru bagi masyarakat sekitarnya”, ungkap Dada. Dada juga mengingatkan kepada RSU Hermina agar dapat menangani limbah hasil Rumah Sakit sesuai dengan aturan yang ada, sehingga nantinya tidak menimbulkan dampak yang kurang baik. “Saya harap Hermina dapat menangani limbah Rumah Sakit ini dengan sebaik-baiknya”, ujarnya. Sementara itu, menurut Hasmoro Direktur Utama Hermina Grup, dengan berdirinya RSU Hermina di wilayah Bandung Timur, diharapkan Rumah Sakit tersebut dapat diterima dan menjadi Rumah Sakit rujukan. “Rumah Sakit ini mulai dibangun Mei 2009, selesai Februari 2010, di atas tanah 6675 m2, dengan jumlah kamar inap 50, dan 12 diantaranya kamar kelas 3”, ujarnya. >> Dodi Sulaeman

dengan berdagang Bajigur yang biasa mangkal di Panglayungan setelah diminta tanggapannya menyambut baik kegiatan wisata kuliner ini, “Kahoyongmah unggal dinten ngarah teu kedah cape nguliling” katanya. Iwa meminta agar sosialisai gencar dilakukan oleh Pemerintah kepada masyarakat dan mayarakat kepada masyarakat sehingga semua bisa tahu

bahwa mereka (penjual makanan red.) mangkal di lokasi tersebut. Hadir dalam kesempatan tersebut Danlanud Wiryadinata beserta istri, Wakil Walikota Ir. H. Dede Sudrajat, MP beserta Istri, Sekretaris Daerah Kota

Tasikmalaya Drs. H. Tio Indra Setiadi beserta istri, Jajaran pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya, para pejabat dari TNI maupun Polri serta undangan yang berasal dari semua kalangan masyarakat. >> H. Ade Dimyati

PLTSa Ditawarkan ke-35 Investor Asia Pasifik
Bandung (MR) “Melalui fasilitasi dan konsultan yang ditunjuk Bappenas, 16 April di Jakarta, proyek PLTSa akan kita ekspos dalam Summit Marketing Asia Pasific Ministerial Coference. Hadir nanti 35 investor yang diundang Bappenas. Di Bappeda juga, ke kita sudah ada 40 investor Nasional yang mendaftar”, kata Walikota Bandung H. Dada Rosada usai acara diskusi profil proposal yang akan ditawarkan ke calon investor, bertempat di Ruang Arab Pendopo Jalan Dalem Kaum, di hadiri Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda, Sekda Kota Bandung, H. Edi Siswadi sejumlah Dewan, Pejabat Public, Tokoh Masyara-kat dan beberapa calon Investor. PLTSa kata Dada, sebelumnya telah dilakukan kerja sama dengan investor Nasional, Konsorsium PT. Bandung Raya Indah Lestari (PT. BRIL). Karena ada ketentuan baru, investor yang semula ditunjuk, kini harus melalui proses lelang tender. PT. BRIL sudah mengeluarkan dana untuk Fisibilty Study dan Amdal bahkan sudah ada MoU, bisa ikut lelang tender lagi. Namun PT. BRIL selaku pemrakarsa, sesuai aturan diberi hak istimewa berupa penambahan nilai 10 %. Pengelolaan sampah melalui teknologi PLTSa, dikatakannya memungkinkan masih ada tersisa. Karena jika kemudian Kota Bandung menentukan pilihan pengolahan yang 1.000 ton, sisa 875 ton akan diupayakan dengan system 3R ( Reduce, Reuse dan Recycle) dengan melibatkan masyarakat termasuk pemilahan sampah organic dan non organic. “Peran masyarakat ini menjadi bagian dari sikap hidup dan pemenuhan kewajibannya dari aspek hukum. Kalau kemudian dirinya tidak memilahnya, petugas tidak akan mengangkut sampahnya, maka dirinya yang akan rugi”, tandasnya. Sekda Kota Bandung, H. Edi Siswadi menuturkan, konsep PLTSa intinya mengkonversi sampah menjadi energi listrik lewat teknologi incinerator. Pelaksanaan proyek, nantinya dilakukan melalui harga penawaran sendiri (HPS). Pemkot Bandung, ingin PLTSa bisa dilaksanakan melalui mekanisme Public Private Partnership. Konsep ini merupakan kerja sama jangka panjang antara dua mitra dalam pembangunan infrastruktur dengan pengaturan pembagian resiko yang dinegosiasikan. Bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan standar dan biaya realistis. “Untuk aspek financial ini, Pemkot sudah menghitung. Hitungan ini juga telah direview kembali Bappenas”. Berdasar gambaran kondisi terakhir, Kota Bandung dengan penduduk 2,5 juta jiwa, menghasilkan timbulan sampah 7.500 ton/hari atau setara 1.875 ton/hari. Hitungan ini berdasar estimasi, produk sampah 3 liter/hari/orang dengan dengan kepadatan 250 kg/M3. Sementara diperhitungan awal dengan PT. BRIL, PLTSa direncanakan dibesaran 500 ton/hari sehingga perlunya dikaji kembali. “Beberapa tahun ke depan atau di 2030, kita memprediksikan timbulan sampah akan menjadi dua kali lipat dari kondisi sekarang. Perlu diperimbangkan kembali agar tidak menyisakan timbulan sampah dimasyarakat terlalu banyak. Efisiennya, besaran olahan yang bisa dikerjasamakan minimal berkisar antara 1.000 sampai 1.250 ton per harinya”, jelas Edi. Untuk biaya operasional per tahun, kapasitas sampah 625 ton/hari diperlukan pembiayaan Rp 30 milyar. Sedangkan untuk yang 1.000 s.d 1500 berkisar antara Rp. 90 milyar sampai Rp.150 milyar. “Ini pun sangat tergantung kepada CDM dan juga penjualan listrik kepada PLN. Ini sangat menentukan biaya operasi atau gate fee nya. Kalau CDM dapat kita perjuangkan dan penjualan listriknya dapat dinegosiasikan, biaya operasi atau gate fee yang harus diberikan kepada pihak ketiga akan semakin murah”. >> Dodi Sulaeman

Kepedulian Walikota Tasikmalaya Pada Warganya
Tasikmalaya (MR) Senin (12/04), Walikota Tasikmalaya Drs.H. Syarif Hidayat M.Si ditengah kesibukannya sebagai Pemimpin Daerah menyempatkan diri melihat kondisi Edih, warga Kampung Nusalaksana Rt 02/ 05 Kelurahan Leuwiliang Kecamatan Kawalu yang sudah 2 tahun menderita sakit yang masih belum bisa terindentifikasi oleh dunia medis. Dalam kesempatan tersebut Drs.H. Syarif juga memberikan bantuan serta mulai besoknya hari akan dirawat di RSUD Tasikmalaya dengan biaya dari Pemerintah Kota Tasikmalaya “besok akan dijemput pake ambulan, gak usah mikir biaya karena akan ditanggung pemkot” tandasnya. Masih di Kelurahan yang sama, rombongan melanjutkan melihat kondisi 2 rumah yang rusak parah akibat terkena sambaran petir yaitu rumah Ili dan Parman yang kejadiannya pada Jum’at malam (9/04), meski pada saat kejadian

Cintailah Produk-Produk Dalam Negeri
Garut (MR) Dalam rangka kampanye penggunaan produk dalam negeri sekaligus untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi masyarakat terhadap penggunaan produk/jasa dalam negeri, perlu dilakukan langkah nyata melalui Gerakan Kampanye Penggunaan Produk Dalam Negeri sebagai salah satu upaya memperkuat pelaku usaha daerah. Hal tersebut berdasarkan himbauan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang disampaikan Bupati Garut, Aceng H.M Fikri. Berkenaan dengan hal tersebut, Bupati menghimbau kepada para SKPD untuk mengambil langkah-langkah strategis : Melakukan kampanye/promosi penggunaan produk dan jasa buatan dalam negeri melalui media masa dengan pemasangan spanduk, banner, baligho, striker . Latar belakang gambar kampanye berupa tokoh masyarakat maupun produk khas dan atau seni budaya daerah dan dipasang di tempat yang strategis. Kampanye/promosi penggunaan produk dan jasa buatan dalam negeri dapat dikembangkan melaui jalur pendidikan/ sekolah, partisipasi Tim Penggerak PKK, kalangan dunia usaha, ormas, dan lainya. >> Undang/Ali

korban berada dirumah namun kedua korban selamat dan tidak mengalami luka yang serius. Walikota bersama rombongan juga mengunjungi Titi yang pada waktu yang sama (9/ 04) tempat tinggalnya ambruk terbawa longsor tanah. Titi menyampaikan sebelumnya sebidang tanah yang berada di bawah rumahnya diratakan yang menurut pemiliknya akan dibuat lapangan, masih menurut Titi sempat ada kesepakatan antara pemilik lapang dengan-

nya bahwa pinggir rumah yang berdampingan dengan lapang akan dikirmir/benteng namun hingga saat ini belum juga dilaksanakan. Walikota menaggapi hal tersebut untuk diselesaikan dengan rembukan, Titi sebagai korban lalu RT, RW dan Kelurahan serta pemilik lahan “nanti panggil pemilik lapangnya kemudian selesaikan bersama pihak Kelurahan untuk meminta pertanggungjawabannya” tegasnya. >> Iin K

Dapat Bantuan 11 Milyar,
Rawagede Bangun Sarana Pendidikan, Kesehatan dan Pasar

Disperindagprov Kepri Adakan Pelatihan Prosedur Ekspor Impor

Karawang, (MR) Kunjungan Dubes Belanda, yang di wakili oleh Menir Yeankes, Bidang sosial dan dan politik Kemendagri Trisula, disambut oleh Wakil Bupati Karawang Hj Eli Amalia Priatna, Ketua Yayasan Sampurna Raga, Camat Rawamerta, Danramil Rawamerta, Kapolsek Rawamerta dan di hadiri oleh para Ahli waris Pembantaian Rawa Gede beserta jajaran Pemkab Karawang. Kunjungan tersebut guna memberikan bantuan secara simbolis kepada Nasabah Koperasi Komara. Acara yang sekaligus peresmian Koperasi Komara oleh Wakil Bupati Karawang, tidak ketinggalan acara penyerahan Uang secara Simbolis kepada para Nasabah Koperasi tersebut. Menurut Wakil Bupati, selain Pemerintah daerah sebagai pengawasan dia juga mengharapkan kepada nasabah untuk betul-betul menggulirkan uang pinjaman supaya nasabah koperasi Komara kebagian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rawagede pada khususnya. Bantuan 3 milyart ini di masukkan dalam koperasi Komara sebanyak 500 juta, dan 2,5 milyart adalah untuk aset Yayasan. Dan untuk kepentingan para ahli waris untuk jangka panjang. Menurut Wakil Bupati dana yang 8 milyart lagi akan di cairkan bulan-bulan ini, yaitu kepentingan untuk membangun sarana pendidikan Kesehatan dan Pasar, dan uang nya pun akan masuk kepada kas Daerah Kabupaten Karawang. Hal yang sama juga di katakan Kades Balongsari Wikanta, mewakili masyarakat dan ahli waris. Atas nama masyarakat dia mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Karawang. >> K. Komarudin

Tanjungpinang (MR) Pelaksana Tugas Sekdaprov Kepri, Arifin membuka Pelatihan Prosedur Ekspor dan Impor bagi Pemula Angkatan Pertama, Senin (29/3) di Plaza Hotel, Tanjungpinang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri. Plt Sekdaprov Kepri Arifin mengatakan lima tahun terakhir didominasi oleh sektor perindustrian, pengolahan dan perdagangan. Salah satu indika-

tornya adalah adanya peningkatan jumlah investor yang masuk ke wilayah Kepri, tolal jumlah investasi tahun 2009 kurang lebih sebesar 2 miliar dolar Amerika. Belajar dari krisis ekonomi global tahun 2008 yang juga turut berimbas pada penurunan perekonomian. Oleh karena itu, agar dampak tersebut tidak berulang kembali ke perekonomian Provinsi Kepri, maka diperlukan pergantian sektorsektor lain, misalnya perdaga-

ngan dan pariwisata. “Pada sektor perdagangan kita akan mengalami peningkatan pada devisa negara, perdagangan jasa dan lain sebagainya. Demikian halnya dengan sektor pariwisata yang nantinya tertuju pada peningkatan pendapatan hotel maupun juga restoran,’ kata Plt Sekda Provinsi Kepri Arifin. Hadirnya kawasan perdagangan bebas serta pelabuhan bebas di wilayah Kota Batam, Kabupaten Bintan dan Kabu-

paten Karimun memberikan angin segar tidak hanya bagi dunia internasional saja namun juga bagi Provinsi Kepri. FTZ menjadi salah satu momen untuk meningkatkan PAD daerah-daerah yang berada dikawasan FTZ maupun yang bukan termasuk dalam kawasan FTZ. “Pelatihan ini menjadi sangat penting untuk memberikan pemahaman tentang perbedaan kepabaeanan di kawasan FTZ dan bukan di kawasan FTZ,” katanya. Kepada peserta pelatihan yang diikuti oleh 40 pelaku bisnis se-Kepri ini, Plt Sekda Kepri menghimbau agar memanfaatkan semaksimal mungkin pelatihan ini untuk menambah ilmu serta berkonsultasi kepada para instruktur, sehingga nantinya dapat diaplikasikan secara baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi kepri Jon Arizal mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ekspor dan impor bagi para pengusaha pemula. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan angkatan pertama. “15 hingga 20 persen dari peserta pelatihan ini adalah pelaku usaha yang pernah melakukan kegiatan ekspor dan impor, sisanya adalah pemula,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kepri, Jon Arizal. Diklat ini, kata Jon Arizal, bukanlah sebuah forum diklat yang biasa, Disperindag mengharapkan agar para peserta benar-benar memahami seluk-beluk serta lika-liku kegiatan ekspor dan impor barang. >> Win/Jer

6
Kapolda Bali Akan Sidak ke Sekolah-sekolah
Denpasar (MR) Aparat Kepolisian Daerah Bali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan wilayah berupaya menekan tingkat pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Salah satunya, melakukan inspeksi mendadak sistem keamanan di sejumlah sekolah. Rencananya, Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Polisi Sutisna sendiri yang turun ke lapangan. Demikian keterangan Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi I Gede Sugianyar, di Denpasar, Kamis. Meski akan mendatangi sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama, polisi meminta orangtua mengawasi anak mereka sebelum dan sesudah jam sekolah. Terkait perkembangan kasus ini sendiri, polisi menyatakan bahwa pihaknya telah membuat sketsa wajah pelaku penculikan dan pemerkosaan tersebut. Diperkirakan pelaku masih berusia 20 tahunan. Ciri-ciri ini diperoleh berdasarkan keterangan beberapa korban >> Putu Artha

Pendidikan
Menkumham :
perguruan tinggi karena timbul dampak pasca pembatalan UU BHP itu. Mantan anggota Komisi III DPR RI itu menyebutkan terdapat sekitar tujuh perguruan tinggi negeri yang sedang menyusun BHP harus membatalkan persiapannya akibat pembatalan UU BHP itu. Selain itu, terdapat lima perguruan negeri swasta dan 93 pendidikan kedinasan yang mengalami hal serupa sebagai dampak dari keputusan MK itu. Namun, Presiden harus merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggara Pendidikan guna menerbitkan Perppu BHP itu selama dua pekan. >> Nokipa Pemerintah menerima keputusan MK, namun harus ada kebijakan atau peraturan yang menjadi payung hukum operasional perguruan tinggi karena timbul dampak pasca pembatalan UU BHP itu. Jakarta (MR) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Patrialis Akbar mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mewacanakan penerbitan Peraturan Pengganti Perundang-Undangan (Perppu) sebagai pengganti UndangUndang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP). "Perppu tersebut diharapkan jadi payung hukum penyelenggara pendidikan," kata Patrialis pada penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenkumham dengan perguruan tinggi di Depok, Jawa Barat, Kamis. Patrialis menuturkan pemerintah mengupayakan langkah yang terbaik bagi kelangsungan perguruan tinggi pasca pembatalan UU BHP oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Sebelumnya, MK membatalkan UU nomor 9 Tahun 2009 tentang BHP, 31 Maret 2009, akibatnya terdapat kekosongan hukum untuk pengelolaan perguruan tinggi. Patrialis menyatakan pemerintah menerima keputusan MK, namun harus ada kebijakan atau peraturan yang menjadi payung hukum operasional

Tahun Edisi 210 Tahun X 22- 30 April 2010

Presiden Wacanakan Perppu Pengganti UU BHP

Anak Putus Sekolah Didata
Surabaya MR) Nasib anak-anak putus sekolah teramat mengkhawatirkan. Mereka yang seharusnya bisa mengecap ilmu pengetahuan malah mesti terpuruk lantaran miskin. Guna mengetahui data mereka, petugas sensus menggelar sidak di Kecamatan Simokerto, Surabaya, Jawa Timur. Sidak ini juga berkaitan dengan pendataan siswa menjelang tahun ajaran baru 2010-2011. Hasilnya, sebanyak 78 anak tidak melanjutkan pendidikan. Selain itu, puluhan kepala keluarga di kecamatan tersebut juga mengaku tidak mampu membiayai anak mereka. Camat SimokertoAhmad Widyanto menegaskan bahwa anggaran daerah sebesar 30 persen bisa mengentaskan persoalan itu. Pihaknya juga yakin semua anak putus sekolah di Simokerto dapat bersekolah pada tahun ajaran baru ini. Selain mendata anak putus sekolah, petugas juga menyosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi sebagai penekan angka pertumbuhan penduduk. Dengan begitu, orangtua bisa lebih mudah merancang pendidikan anaknya. >> Eko

Menkumham, Patrialis Akbar

Anggaran Pendidikan Naik Rp 11,9 Triliun
Jakarta (MR) Naiknya anggaran belanja negara di Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2010 berimbas pada kenaikan anggaran pendidikan yaitu dari Rp209,5 triliun menjadi Rp221,4 triliun atau naik sebesar Rp11,9 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memaparkan APBN Perubahan 2010 di rapat kerja KOmisi XI DPR RI. Belanja negara yang naik dari Rp 1047,7 triliun menjadi Rp 1104 triliun berimbas kepada kenaikan anggaran pendidikan. Ini merupakan amanat dari undang undang dasar untuk menyisihkan 20 persen dari anggaran belanja untuk pendidikan, kata dia. Penambahan alokasi anggaran pendidikan akan dialokasikan melalui belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah dan pembiayaan. Penambahan ini juga untuk membayar kekurangan atau tunggakantunggakan yang sudah commited seperti tambahan penghasilan guru PNS, Pendidikan Tinggi Kementrian Perhubungan, dan tunggakan profesi guru, jelas Menkeu. Sementara itu, untu program prioritas di bidang pendidikan, Menkeu menekankan program tersebut akan diberikan untuk program BOS (Bantuan Operasional Sekolah), makanan tambahan anak sekolah TK/RA dan SD/MI, pendidikan anak terlantar melalui pesantren terpadu, penjaminan mutu untuk pendidikan perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan, percepatan penyelesaian rumah sakit pendidikan, dan percepatan program Millenium Development Goals (MDGs). Program atau kegiatan ini harus dapat diselesaikan sampai dengan akhir tahun anggaran atau selama 8 bulan, kata Menkeu. Sementara itu, penambahan juga terjadi pada pos anggaran subsidi. Subsidi yang akan diberikan adalah pada BBM yaitu naik dari Rp68,7 triliun menjadi Rp89,3 triliun, subsidi listrik menjadi Rp54,5 triliun, subsidi pangan menjadi Rp14,3 triliun untuk menambah volume raskin dari 13 kg menjadi 15 kg, subsidi pupuk menjadi sebesar Rp19,2 triliun, dan subsidi pajak untuk stabilitas minyak goreng sebesar Rp 240 miliar. >> Ediatmo

Kemendiknas Gelar Aksi Pembiayaan Pendidikan Bermutu, Hak untuk Semua
''Berapa biaya yang dibutuhkan untuk pendidikan anak-anak yang terpinggirkan (marjinal). Kemudian, apakah pembiayaan itu akan bermanfaat atau malah mubazir?'' cetus Ella. ''Soalnya untuk mendidik anak-anak marjinal, pemerintah tidak cukup hanya memikirkan aspek pendidikannya saja, melainkan juga memikirkan aspek kebutuhan dasar mereka.''
Jakarta (MR) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan menggelar sejumlah kegiatan untuk menunjukkan komitmen serius terhadap pentingnya program 'Pendidikan untuk Semua' melalui 'Pekan Aksi Global Pendidikan untuk Semua 2010'. Direktur Pendidikan Masyarakat (Ditjen PNFI) Kemendiknas, Ella Yulaelawati, mengatakan, tema tahun ini adalah ‘Pembiayaan Pendidikan Bermutu: Hak untuk Semua’. ''Berbagai kegiatan akan diselenggarakan yang dipusatkan di tiga kota, yaitu di Jakarta, Bandung, dan Makassar pada 19– 25,'' ujarnya. Menurut Ella, berbagai aspek menyangkut pembiayaan program 'Pendidikan untuk Semua' (PUS) akan dikupas secara komprehensif dalam seminar sehari di Aula Museum Bank Mandiri di Jakarta pada 22 April. Narasumber antara lain Mendiknas Prof Dr Ir Mohammad Nuh, Rektor Universitas Paramadina Mulya Anies Baswedan, dan Abbas Ghazali, PhD (UIN Jakarta), serta Nina Sapti Triaswati PhD (UI). Ella menambahkan, aspek pembiayaan program pendidikan untuk semua itu cukup problematis. Sejumlah pertanyaan, katanya, muncul menyangkut aspek pembiayaannya, terutama mengenai berapa sebenarnya standar biaya pendidikan bermutu untuk semua orang. ''Berapa biaya yang dibutuhkan untuk pendidikan anakanak yang terpinggirkan (marjinal). Kemudian, apakah pembiayaan itu akan bermanfaat atau malah mubazir?'' cetus Ella. ''Soalnya untuk mendidik anak-anak marjinal, pemerintah tidak cukup hanya memikirkan aspek pendidikannya saja, melainkan juga memikirkan aspek kebutuhan dasar mereka.'' Ella mengemukakan, tidak semua program pendidikan semacam itu dapat menjamin dan menghasilkan produk pendidikan seperti yang diharapkan. ''Di sinilah problemnya. Hal-hal semacam itu akan dijawab dalam seminar nanti,” katanya. Selain seminar, kata Ella, ada acara lain yang sengaja diadakan untuk memberikan tekanan pada sasaran program 'Pendidikan untuk Semua', yaitu workshop layanan pendidikan bagi para orang lanjut usia. Acara yang akan diadakan di Bandung pada 23–26 April 2010 itu akan diikuti beberapa lembaga pendidikan dan merupakan hasil kerja sama Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Lembaga Australia. Menurut Ella, orang berusia lanjut umumnya tidak bisa mandiri, karena itu mereka akan dididik dengan materi pendidikan kecakapan hidup. Pendidikan itu bertujuan untuk mempersiapkan para orang berusia lanjut agar bisa hidup mandiri dan sehat ''Jika mereka bisa hidup mandiri dan sehat di usia senja, maka biaya hidup mereka akan bisa lebih ditekan. Jadi arahnya untuk efisiensi bagi negara,'' tegasnya. >> Tedy Sutisna

Pemerintah Diminta Tidak Diskriminatif Terhadap PTS
Jakarta (MR) Dalam merumuskan undang-undang pengganti UndangUndang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP), pemerintah diminta dapat mengakomodir kebutuhan perguruan tinggi swasta (PTS) dan yayasan yang menyelenggarakan pendidikan, tanpa adanya perlakukan distriminatif dibanding perguruan tinggi negeri (PTN). Sejumlah perguruan tinggi swasta meminta pemerintah memberikan bantuan yang sama seperti yang diberikan kepada PTN. “Kami ingin PTS tidak diskriminasi dengan PTN, disamakan dan mendapat hak, yang penting kan bertanggung jawab,” jelas Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Wibisono, Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) pada rapat dengan Komisi X DPR RI, Senin sore ahad lalu. Wibisono mengatakan, hanya sedikit PTS yang mendapat hibah bantuan dari pemerintah, dan jika ingin mendapat bantuan harus berkompetisi dengan 3017 PTS lainnya. “Bantuan dari pemerintah sedikit sekali, tahun 2001 PTS hanya ada yang dapat Rp 35 miliar, padahal bebannya Rp 150 miliar dalam setahun. Tapi tidak semua dapat beasiswa, kalau mau dapat kami berkompetisi dan harus buat proposal,” jelasnya. Sementara, sambung Wibisono, banyak PTN yang menambah persaingan dengan membuka program studi yang laku di pasaran, seperti bisnis dan managemen. “Lalu bagaimana dengan program studi semisal antropologi, astronomi, dan lainnya itu yang hanya ada di PTN tapi tak diurus, padahal itu penting untuk bangsa ke depan. Bahkan ada yang ditutup? Kalau swasta perlu uang yang besar lagi,” tegasnya. Wibisono menyatakan, jika pemerintah menilai banyak swasta yang komersial, sebaiknya PTS itu diberikan pajak. Tapi banyak juga PTS yang benar-benar nirlaba dan tidak perlu dipajaki. Suharyadi, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) mengatakan, jumlah PTS yang kini mencapai 3017 yang semakin bertumbuh dan tidak ada perhatian pemerintah untuk mengontrol mutunya. “Sesuai UU 1945 memang semuanya diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan, tapi seharusnya pemerintah juga perlu memberikan prasyarat agar yang mau membangun PTS itu dapat tersaring mutunya, jadi tidak semua dapat begitu saja bangun PTS,” tegasnya Pria yang juga Rektor Universitas Mercubuana itu juga menjelaskan, dalam UU BHP tidak semuanya buruk, seperti pasal-pasal yang menyangkut tata kelola, otonomi, dan transparansi. “Peraturan sebagai payung hukum itu perlu, konkritnya apa yang perlu diatur, PP 17 tahun 2010 dalam konteks pengelolaan pendidik dasar sampai tinggi itu bagus, tapi memang harus ada yang direvisi,” terangnya. Namun demikian, Suharyadi mengatakan, undang-undang pengganti BHP sangat diperlukan secepatnya untuk yayasan swasta. Hal tersebut lantaran banyak di antara yayasan swasta dan perguruan tinggi swasta (PTS) yang cemas lantaran belum ada payung hukum jelas. “Sekarang ada banyak yayasan yang landasan hukumnya tak jelas. Kalau tidak diperbaharui, dianggap bubar, padahal masih punya pendidikan yang dinaunginya mulai dari TK, SD, SMP, SMA bahkan sampai universitas,” paparnya. Padahal, lanjut Suharyadi, swasta juga memberikan sumbangan yang besar untuk menekan angka wajib belajar sembilan tahun. Ia menambahkan, dampaknya akan sampai ke peserta didik jika mereka mengetahui yayasan mereka sudah dikatakan bubar lantaran tidak ada payung hukum yang jelas. >> Tedy Sutisna

SMAN 3 Kota Banjar Prioritaskan Mutu Pengajaran
“Walaupun SMAN 3 masih berstatus RSSN yang ada sekarang ini bukan merupakan perbedaan’ namun lebih kepada percontohan” Banjar (MR) Dengan status Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN) SMAN 3 Kota Banjar semakin meningkatkan mutu pengajarannya” mengacu dari langkah awal yang dicanangkan sekolah didasari perolehan prestasi para calon siswa dan siswanya, dengan program salah satunya program beasiswa. Beberapa program beasiswa yang masuk ke SMA NEGERI 3 Kota Banjar diantaranya bantuan bebas SPP bagi siswa berprestasi yang tidak mampu yang di gulirkannya di tiap-tiap semesteran. Dengan terlaksananya program tersebut berdasarkan dana awal dari pemerintah. Dan juga perolehan dari dana para orang tua asuh. Di tambah dengan dana perolehan dari dana infaq di masing-masing para guru” dan kepala sekolah terakhir. Kalau boleh jujur biaya pendidikan” di sekolah kamilah paling murah se-kota Banjar”. Ungkap Drs. Kusdiaman M.pd. Kepala SMA Negeri 3 Kota Banjar. Menurut Kusdiaman, program tersebut semata-mata untuk meningkatkan prestasi siswa dalam menuntut ilmu di sekolahnya. Lebih jauh Kusdiaman menjelaskan, sekolah yang beralamat jalan Kh Mustofa 117 Kota Banjar Berbagai bidang prestasi telah diraih oleh SMAN 3 Kota Banjar. ujarnya. Lanjut Kusdiaman, tentunya ini merupakan dan menunjukan suatu kebanggaan bagi seorang kepala sekolah selaku administrator dan koordinator. Sejak beberapa tahun yang silam Drs. Kusdiaman M. Pd menjabat kepala SMAN 3 Kota Banjar” sudah menunjukan keberhasilannya’ dalam membimbing dan mengembangkan prestasi tersebut. Dibalik keberhasilan selama ini Kusdiaman didukung semua para guru dan pembimbing lainnya. Prestasi yang telah diraih tentunya perlu dipertahankan, dengan hasil pelaksanaan” Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2010 Tigkat Kota Banjar telah diraihnya. Sebagai berikut diantaranya” pelajaran Kimia meraih peringkat 2" Pelajaran Kebumian meraih peringkat 2 dan 3". Sedangkan Komputer meraih peringkat 3.

Kepala SMAN 3 KOTA BANJAR DRS KUSDIAMAN M. Pd.

Lebih lanjut Kusdiaman kepada MR saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan’ dengan tercapainya Hasil OSN Tingkat Kota Banjar yang menghasilkan beberapa peringkat tersebut peringkat 1, 2, dan 3 tiap-tiap mata pelajaran” SMAN 3 Kota Banjar. Di utus 8 orang siswa untuk pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke Tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada tanggal pada 1 Juni 2010 mendatang. Untuk melangkah pada peningkatan prestasi dikemudian hari berprioritas Visi dan Misi, semangat berkreasi kompetitif melalui keseimbangan penguasaan IPTEK dan IMTAK, menghormati azasi dan bermasyarakat manajemen berbasis sekolah’ pungkasnya. >> AS

Edisi 210 Tahun X Tahun 22- 30 April 2010

Pendidikan
"Saya lari hingga sepatu terlepas. Namun, saya melihat puluhan siswa terkena sabetan, ada yang tersabet di tangan, leher, dan perut," Cilacap (MR) Puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Boedi Utomo Cilacap, Jawa Tengah, terkena sabetan tangkai pohon oleh guru pelajaran olahraga akibat menunggak pembayaran sumbangan pengembangan pendidikan (SPP). Seorang siswa kelas X jurusan Mesin Perkakas 4 SMK Boedi Utomo Cilacap, Aditya Saputra (17), Rabu, di Cilacap, mengaku bahwa perutnya tersabet tangkai daun yang dilakukan gurunya karena menunggak pembayaran SPP selama sebulan, sehingga belum memiliki kartu tes. "Kemarin seluruh siswa yang belum memiliki kartu tes disuruh berkumpul di lapangan sekolah. Oleh karena jalannya sempit, saya terlambat sampai lapangan sehingga perut terkena sabetan tangkai pohon oleh guru olahraga, Pak Sunanto," katanya. Meskipun sabetan tersebut tidak meninggalkan bekas, dia merasa nyeri pada bagian perut yang tersabet. Menurut dia, puluhan temannya yang tidak memiliki kartu tes karena belum melunasi SPP juga terkena sabetan. Ia mengatakan, teman satu kelasnya ada lima orang yang terkena sabetan guru Olahraga. "Bahkan, ada juga teman saya yang terkena sabetan pada lehernya hingga memar," katanya. Siswa kelas X jurusan Mesin Perkakas 1, Oki (17) mengaku turut dikumpulkan di lapangan sekolah bersama ratusan temannya yang belum melunasi SPP. Kendati demikian, Oki tidak terkena sabetan gurunya karena saat peristiwa itu terjadi, dia langsung lari ketakutan. "Saya lari hingga sepatu terlepas. Namun, saya melihat puluhan siswa terkena sabetan, ada yang tersabet di tangan, leher, dan perut," katanya. Orang tua Aditya, Hadi Purwanto (43), menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut. "Sebaiknya sekolah memanggil orang tua siswa jika SPP-nya belum lunas. Jangan main pukul seperti itu," katanya. Meskipun anaknya tersabet, dia mengaku tidak ingin menempuh jalur hukum terkait kasus tersebut. Ia mengatakan, peristiwa itu diharapkan tidak terulang lagi karena akan mencoreng dunia pendidikan. Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Boedi Utomo Cilacap, Tuslan Asep, saat dimintai konfirmasi, ternyata sedang mengikuti kegiatan di Surakarta sejak Senin (12/4). Sedangkan, Kepala Tata Usaha SMK Boedi Utomo Cilacap, Sugiarti, mengatakan bahwa peristiwa tersebut bukan faktor kesengajaan yang dilakukan oleh guru olahraga, Sunanto kepada para siswa. Menurut dia, sebelum peristiwa tersebut terjadi, sekolah menginformasikan kepada

7

PAUD Tiga Serumpun Butuh Perhatian
Bengkulu Utara (MR) Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tiga Serumpun di desa Suka Merindu kecamatan Putri Hijau kabupaten Bengkulu Utara minta perhatian pemerintah pusat maupun daerah Cq. Dinas Pendidikan dan pihak-pihak terkait untuk pembangunan sarana gedung pendidikan. Dahrul menyatakan bahwa pihaknya mengharapkan bantuan pemerintah untuk menjadikan PAUD tersebut sebagai Taman Kanak-kanak sehingga membutuhkan bantuan gedung serta prasarana lainnya. Awal berdirinya Pendidikan Anak Usia Dini “Tiga Serumpun” dirintis Dahrul sejak tanggal 18 Juni 2008 atas bantuan dana swadaya masyarakat dari 3 desa yang ada yaitu Desa Suka Merindu, Desa Sukamaju dan Desa Sukabaru. hingga saat ini memiliki anak didik sebanyak 81 orang. dan telah meluluskan sebanyak 25 orang. Dijelaskan Dahrul, jika melihat infrastruktur untukpendidikan yang ada di 3 desa ini, sudah sewajarnya ditambah satu lagi Sekolah Dasar, karena saat ini hanya terdapat 1 gedung SD No.5 yang terletak di Desa Sukamaju Kecamatan Putri Hijau. >> BN

Tunggak SPP, Puluhan Siswa Terkena Sabetan Tangkai Pohon
para siswa yang belum memiliki kartu tes untuk segera berkumpul di Ruang Tata Usaha. "Karena saking banyaknya siswa, ada sekitar 300-an orang, kami yang dibantu para guru meminta sebagian dari mereka untuk menuju lapangan. Kebetulan jalan menuju lapangan tersebut disesaki para siswa, sehingga Pak Sunanto berusaha menertibkan mereka," katanya. Mengenai kronologis peristiwa itu, Ketua Komite Sekolah SMK Boedi Utomo Cilacap, Himam, mengatakan bahwa guru olahraga tersebut mengambil tangkai pohon yang masih ada dahannya. "Pak Sunanto menggoyang-goyangkan tangkai tersebut sembari meminta siswa segera menuju lapangan, sehingga tidak terlalu lama membuang waktu karena sudah memasuki jam mengerjakan tes. Jadi, sama sekali tidak ada pemukulan," katanya. Menurut dia, SMK Boedi Utomo sangat fleksibel terhadap siswa yang masih menunggak pembayaran SPP. "Yang penting, orang tua siswa datang ke sekolah, mereka tetap akan kami beri kartu tes," katanya. Ketua Yayasan Kader Penerus Teknologi (lembaga yang menaungi SMK Boedi Utomo Cilacap), Sudarno, mengatakan bahwa pihaknya akan mengklarifikasi kasus tersebut. "Saya atas nama sekolah meminta maaf atas peristiwa tersebut. Saya akan klarifikasi kasus ini dan jika guru tersebut terbukti bersalah, akan ditindak," katanya menambahkan. >> Mustaqim

Ponpes Hidayaturrahman Sukra, Cetak Santri Beriman dan Berkualitas
Indramayu, (MR) Untuk memperoleh lulusan Pondok Pesantren (Ponpes) yang beriman dan bertaqwa atau baik dibidang akademik maupun keterampilan hidup (Life Skill). Para Santriwan/ Santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayaturrahman Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat selain mengikuti pendidikan di SMP/SMA juga dilatih berkebun Bawang Merah. Hj. Julaekha, selaku Pemimpin Ponpes, mengatakan hal tersebut kepada MR dikantornya belum lama ini. Dalam melaksanakan aktivitas keterampilan dibidang perkebunan Bawang Merah, kami mendapatkan bantuan dana dari Depatemen Pertanian Jakarta, yang pelaksanaan dilapangan berdasarkan Juknis dan Juklak Instansi terkait, terangnya. Dijelaskannya, program Life Skill tersebut bukan hanya untuk para santri, tetapi berlaku juga untuk murid yang menempuh pendidikan di SMP/SMA. Sebab, kami berupaya para lulusan lembaga pendidikan ini, berkualitas, beriman, bertaqwa, bermanfaat dalam kehidupan bebangsa dan bernegara, tukas Hj. Julaekha. >> Mukromin

Sekolah Rumahan Makin Diminati
Tangerang (MR) Peminat sekolah rumah atau home schooling terus bertambah karena pada model sekolah ini hubungan guru dan murid lebih terbuka. Selain itu, metode belajar-mengajar sekolah rumah juga mengu-tamakan kebebasan dalam mengembangkan potensi anak didik sehingga suasana belajar lebih positif dan menyenang-kan. Program bisa dinegosiasi-kan, tidak ditentukan oleh guru ataupun murid. Sekolah rumah bisa menjadi terobosan. Demikian mengemuka dalam diskusi Pengembangan Pendidikan Informal/Sekolah Rumah di Tangerang Selatan, di Kampus Universitas Mu-hammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangerang. Jimmy Paat dari Sekolah Tanpa Batas mengemukakan, pendidikan alternatif atau sekolah rumah memiliki dua keunggulan dibandingkan dengan sekolah konvensional. Selain posisi hubungan yang tidak kaku antara guru dan anak didik, sekolah rumah juga lebih terbuka pada proses dialog dan negosiasi, terutama dalam hal pembuatan program sesuai dengan kurikulum yang ada. Program bisa dinegosi-asikan, tidak ditentukan oleh guru ataupun murid. Sekolah rumah bisa menjadi terobosan, kata Jimmy. Menurut Abi Sabsono dari Komunitas Semut, anak harus diberikan kebebasan bereks-presi dan tidak didikte salah benar atau diberi instruksi melulu seperti di sekolah konvensional. Faktor kebe-basan berekspresi di sekolah rumah itulah, kata Jimmy, yang menjadi faktor yang sangat menguntungkan bagi anak-anak berbakat. Suasana belajar yang tidak membosankan menjadi alasan utama yang biasanya dipilih orangtua. Nobel, siswa kelas I SMP sekolah rumah, mengatakan, lebih suka belajar di lingku-ngan rumah karena lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Adapun bahan pelajaran banyak tersedia di internet. Marko, siswa kelas III SMA di sekolah rumah komunitas Pelangi, juga merasa lebih nyaman belajar di sekolah rumah karena perhatian guru yang terfokus pada anak didiknya. Tidak seperti sekolah biasa yang muridnya banyak. Kalau terlalu banyak, guru tidak bisa fokus kasih perha-tian, ujarnya. Sumardiyono, pengelola milis sekolah rumah, mengingatkan, masih banyak warga masyarakat yang mempertanyakan masalah legalitas dan ujian sekolah rumah. Ini masuk akal karena masyarakat ingin melihat respons dan kepedulian pemerintah pada sekolah rumah, ujarnya. Gangguan listrik Pada saat yang bersamaan dengan acara diskusi diselenggarakan try out and placement test di Kampus UMJ dengan mata ujian Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, Fisika, dan Ekonomi pada hari pertama. Tes uji coba ujian nasional sekolah rumah (UNSR) ini akan berlangsung tiga hari hingga Jumat mendatang. Kegiatan tersebut diikuti 327 anak didik, masing-masing 160 anak didik untuk Paket C, 86 anak didik Paket B, 54 anak didik Paket A, dan 27 anak didik yang mengikuti ujian online di Yogyakarta, Pekan-baru, Malang, Jember, Pangkal Pinang, Meksiko, Suriah, dan Filipina. Ketua Panitia UNSR 2010 Erlina VF Ratu mengatakan, ia khawatir akan muncul masalah pada penyelenggaraan UNSR pertama, terutama bagi peserta ujian online. Kekhawatiran itu lebih terfokus pada persoalan teknis, yakni ketersediaan dan kestabilan jaringan listrik yang berbeda-beda di setiap wilayah. >> Halim Untar

SMKN Negeri 1 Pangandaran Buka 5 Program Keahlian
Ciamis (MR) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pangandaran adalah sekolah baru yang berdiri pada tahun ajaran 2002/ 03. Yang merupakan SMK yang berbasis kelautan dan perikanan dengan sistem pembinaan semi militer (tanpa kekerasan) yang ada Kabupaten Ciamis. Sejalan dengan misi sekolah menengah kejuruan, membentuk manusia membangun yang mampu berperan sebagai tenaga terampil tingkat menengah yang layak kerja dan mandiri dalam berbagi kemampuan, memberikan pelayanan dan pendidikan serta pembinaan semaksimal mungkin. Dengan menjalin kerjasama ke berbagai institusi dan lembaga terkait, komitmen SMK negeri 1 Pangandaran adalah menyalurkan dan mengantarkan para alumninya kegerbang dunia industri sesungguhnya. Perwujudan kerjasama tersebut sudah berjalan salah satunya dengan PT. Mariana Pratama yaitu perusahaan yang merekrut lulusan magang ke Jepang. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi di Indonesia maka dibutuhkan pula Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional untuk mengimbangi dasar tersebut, maka SMK Negri 1 Pangandaran pada t.a 2010/11 telah membuka program baru yaitu, Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Disamping itu, SMK negeri 1 Pangandaranakan tetap mengunggulkan program keahlian yang sudah ada yaitu, Nautika Kapal Penangkap Ikan

Lima Lulusan Terbaik Unnes Perempuan
Semarang (MR) Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan lima dari enam lulusan terbaik dalam Wisuda Unnes Periode I/2010 ternyata perempuan. "Hal tersebut membuktikan bahwa kaum perempuan ternyata mampu menunjukkan prestasinya secara membanggakan," kata Sudijono Sastroatmodjo usai upacara Wisuda Unnes Periode I/2010 di Auditorium Unnes Semarang, Selasa (20/4). Menurut dia, kelima perempuan lulusan terbaik itu sekaligus menjadi kado yang indah menjelang detik-detik peringatan Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April. "Mereka (kelima perempuan itu, red.) merupakan sosok Srikandi muda yang menjadi figur perempuan dalam pewayangan yang mampu menyelamatkan kaumnya dari situasi kritis dan menjadi pahlawan," katanya. Tidak berbeda dengan sosok R. A. Kartini, lanjutnya, yang merupakan sosok perempuan yang gigih memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama untuk kaum perempuan. Dalam wisuda tersebut ada enam lulusan terbaik, tiga dari program sarjana, yakni Tri Astuti dari Fakultas Ilmu Sosial, Wiji Lestari dari Fakultas Bahasa dan Seni, dan Susiani dari Fakultas MIPA Unnes. Sedangkan tiga lulusan terbaik selanjutnya dari program pascasarjana, yakni Iin Purnamasari dan Ferani Mulianingsih dari Program Studi IPS, serta Sulbi Prabowo dari Program Studi Bahasa. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyinggung pentingnya keterampilan yang dimiliki harus dimiliki lulusan, baik keterampilan di bidang dan di luar bidang yang ditekuninya di perguruan tinggi. "Mahasiswa jangan hanya bergantung pada proses perkuliahan, sebab harus diimbangi dengan pelatihan-pelatihan di unit kegiatan mahasiswa (UKM) atau kegiatan-kegiatan lain," katanya. Menurut dia, keaktifan mahasiswa dalam berbagai kegiatan akan bermanfaat bagi mereka setelah lulus, karena akan memiliki wawasan, pengalaman, dan keterampilan yang lebih banyak. Selain itu, ia juga mengharapkan para lulusan Unnes harus dapat menjaga semangat konservasi yang dipegang teguh oleh Unnes, seiring dengan pencanangannya sebagai "Universitas Konservasi. "Untuk mewujudkan gerakan konservasi ada tiga kata kunci, yakni melindungi, menggunakan, dan melestarikan alam dan kebudayaan secara bijaksana," kata Sudijono. Dalam kesempatan tersebut, Unnes meluluskan sebanyak 1.917 orang, terdiri atas enam orang program doktor, 84 orang dari magister, 1.665 orang sarjana, 156 orang diploma 3, dan enam orang dari diploma 2. >>Warsoma

(NKPI), Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHPI) dari teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI). Dra Ika Karniati Sardi selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Pangandaran, kepada wartawan MR diruang kerjanya, mengatakan Visi SMK N 1 Pangandaran, Mewujudkan institusi lulusan yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual dan kinestis serta dapat memenuhi tuntutan dunia kerja, mandiri, propesional, berprilaku lokal, berstandar Nasional serta Internasional, dan Misi : 1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, professional dengan yang tinggi serta perkpribadian unggul, 2. Melaksanakan pembelajaran berbasis kompetensi berwawasan, 3. Menciptakan dan meningkatkan jumlah lulusan yang bersertifikat kompetensi nasional dan internasional, 4. Meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri serta masyarakat, 5. Mengembangkan kemampuan lulusan untuk mandiri berbudaya lokal yang berwawasan nasional serta internasional sehingga dapat

berkompetensi secara global. Ika Sardi melanjutkan, Untuk tahun membuka 5 program keahlian yaitu; Sistem pendidikan semi militer ; 1. Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI). Program keahlian ini dipelajari tentang nautika (pelayaran) dan penangkapan ikan dengan teknologi modern, 2. Teknologi pengolahan hasil perikanan (TPHPI) pada program keahlian ini dipelajari tentang pengolahan hasil perikanan dengan teknologi modern. 3. Teknika kapal penangkap ikan (TKPI) pada program keahlian ini di pelajari tentang teknik permesinan kapal laut dengan teknologi modern, 4. Teknik computer dan pengelolaan jaringan (TKJ) pada program keahlian tersebut dipelajari tentang jaringanjaringan pada computer, seperti internet, LAN, sistem on line, perakitan computer, dll, 5. Teknik kendaraan ringan (TKR) pada program keahlian tersenut mempelajari tentang perawatan, pembuatan pada mesin kendaraan ringan seperti mobil, motor, dll, paparnya. >>HR

Citra ITB Bisa Turun Akibat Kasus Penjiplakan
Bandung (MR) Kasus penjiplakan yang dilakukan mahasiswa S3 Institut Teknologi Bandung (ITB) Mochammad Zuliansyah dikhawatirkan menurunkan prestasi dan citra ITB sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia dan dunia. "Iya, kami khawatir kejadian ini bisa menurunakan prestasi kampus ITB sebagai salah satu kampus terbaik," kata Rektor ITB Prof Dr Akhmaloka, yang ditemui di ruang kerjanya di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari Bandung, Jumat (16/4). Pihaknya menyatakan, atas kejadian tersebut secara tidak langsung nama baik kampus ITB telah tercemar. "Intinya, ITB sangat tidak suka dengan yang namanya plagiarisme," ujar Akhmadloka. Ia menyatakan, kasus penjiplakan Dr Mochammad Zuliansyah adalah pukulan telak bagi kampus ITB, salah satunya para alumni ITB. Atas kejadian tersebut, Direktur Humas dan Alumni ITB Dr Marlia Singgih Wibawa mengaku khawatir penilaian masyarakat terhadap ITB akan buruk. "Kecewa jelas. Namun perlu kami tegaskan di sini, atas kejadian plagiarisme tersebut bukan berarti semua mahasiswa ITB melakukan tindakan itu," ujar Marlia yang mendampingi Rektor ITB. Kasus itu merujuk pada penulisan makalah Dr Mochammad Zuliansyah, yang saat itu masih menjadi mahasiswa S3 di STEI ITB. Makalah tersebut diikutsertakan dan dipublikasikan secara internasional dalam Konferensi IEEE tentang Cybernetics and Intelligent Systems pada 2008, di Chengdu, China. IEEE dalam situsnya di ieeexplore.ieee.org kemudian memasang pengumuman makalah Dr Mochammad Zuliansyah merupakan jiplakan dari makalah ilmuwan Austria Siyka Zlatanova. (Ant)

8

Edisi 210 Tahun X, 22 - 30 April 2010

Natuna Membangun
e-mail : natunamembangun@yahoo.com

Bupati Natuna Hadiri Pawai Ta’aruf
Begitu antusiasnya warga Kabupaten Natuna dalam mempersiapkan pawai ta’aruf ini bukan saja cendera mata yang dibawa oleh setiap daerah yang diberikan kepada bupati natuna, sekda kabupaten natuna, Ketua DPRD kabupaten Natuna, ada juga yang mempersembahkan berbagai seni tari

Dewan Hakim MTQ V Kabupaten Natuna Dilantik
Natuna (MR) Pelantikan Dewan Hakim musabaqah tilawatil Qur’an ke – V Tingkat Kabupaten Natuna tahun 2010 pada (13/04) di Ge dung BPMKS II peran dewan hakim sangat penting dalam musabaqah tilawatil Qur’an maupun pelaksanan kegiatan apapun yang berbentuk pertan dingan, kopetensi juga penen tuan para juara, karena segala keputusan dewan hakim bisa menjadi tolak ukur kualitas po tensi juga konditas ril serta da ya saing dari seluruh peserta . Demikin juga dengan MTQ ke-V Tingkat Kabupaten Na tuna Dewan Hakim musabaqah tilawatil Qur’an yang ke-V Tingkat Kabupaten Natuna ta hun 2010 secara resmi dilantik oleh Bupati Kabupaten Natuna di gedung BPMKS II. Dalam kata sambutan Bupati Kabupaten Natuna Raja Amirullah berkata “bahwa harapan terbesar terletak ke pada dewan hakim untuk me milih juga menyaring perserta peserta yang bakal menjadi juara dan bisa mengharumkan nama daerah serta orang tuanya, Juga mempersiapkan para Khafilah untuk mengikuti MTQ ke – III Provinsi kepri di Batam. Bupati juga berpesan kepada semua masyarakat yang terlibat dalam dewan hakim agar bisa bahkan membahu juga bekerja sama secara profesional dalam bekerja. Segala keputusan dewan hakim harus bisa dipertanggung jawabkan di hadapan para Kafilah. Karena hal ini sangat penting ini merupakan salah satu indicator pembangunan di bidang keimanan sebagaimana tertuang dalam pilar pertama visi dan misi pembangunan daerah menuju natuna yang makmur adil juga sejahtera di tahun 2020. Bupati juga berharap ke pada pengurus LPTQ

Serasan, (MR) Pelepasan pawai ta’aruf diawali dengan tarian, dengan mempererat tali persaudaraan serta silaturahmi antar umat muslim dan muslimah, di gelarlah suatu kegiatan yaitu pawai Ta’aruf di lapangan arena utama pada (12/04) sesuai dengan momen MTQ ke- V Tingkat Kabupaten Natuna Tahun 2010. Diantara tamu undangan yang hadir dalam kegiatan pawai ta’aruf ini diahadiri oleh Bupati Kabupaten Natuna, Sekda, ketua DPRD kabupaten Natuna, Tokoh masyarakat kecamatan Serasan sebagai tuan rumah. Pawai ta’aruf diawali barisan pertama drumband berasal dari SMA 1 dikuti dengan barisan pembawa bandera merah putih juga diikuti denga barisan tawasik haji, ibu-ibu PKK, HKS Tanjungpinang, dan dari utusan kecamatan diantaranya : Serasan, Bunguran Timur, Bunguran Barat, Midai, Subi, Bunguran Utara, Pulau Tiga, Pulau Laut, Bunguran Tengah. Adapun kegiatan Kesenian Kuda Lumping adalah : Kecamatan Bunguran Timur Laut, Bunguran Selatan, Serasan. Bupati dengan mengucapkan basmallah pawai ta’aruf resmi dibuka. Begitu antusiasnya warga Kabupaten Natuna dalam mempersiapkan pawai ta’aruf ini bukan saja cendra mata yang dibawa oleh setiap daerah yang diberikan kepada bupati natuna, sekda kabupaten natuna, Ketua DPRD kabupaten Natuna, ada juga yang memper sembahkan berbagai seni tari. Selain peserta dari kabupaten Natuna dalam pawai ta’aruf ini juga di ikuti oleh HKS dari Tanjung Pinang yang tergabung dalam suatu wadah himpunan keluarga besar serasan. Sesuai dengan tema MTQ ke V Kabupaten Natuna seluruh dari peserta pawai ta’aruf membawa atribut yang melambangkan keislaman baik itu pakaian serta usungan yang di bawa oleh peserta itu sendiri. Menurut salah satu peserta yang mengikuti pawai ta’aruf saat dikonfirmasi berkata “ Butuh waktu 1 bulan untuk membuat dan mempersiapkan mengikuti pawai ta’aruf sesuai dengan tema MTQ jadi semua persiapan ini kami kerjakan dengan bergotong royong.” ujarnya. >> Otoy

Pembacaan SK Pelantikan Dewan Hakim MTQ Ke V Natuna Oleh Plt Bupati Raja Amirullah Apt.

kabupaten Natuna "agar penyelenggaraan kegiatan ini kiranya dapat tercapai dengan baik ju ga bisa menjadi ajang evaluasi disetiap bidang demi penyem purnaan kegiatan

MTQ ke-V kabupaten Natuna dimasa sekarang juga akan datang ujarnya. Ditambahkan lagi oleh salah seorang pendamping Khalifah berkata, “agar para

dewan hakim bisa bekerja lebih profesional dalam meng ambil keputusan, jujur dan tidak dipengaruhi sektor yang lain yang bisa mengubah keputusan. “ ujarnya. >> Otoy

Kabupaten Natuna Gelar MTQ Ke-V
Serasan, (MR) Mengiring musabakah tilawatil Qur’an ( MTQ ) V tingkat Kabupaten Natuna yang merupakan momentum untuk membangkitkan semangat juga men jadikan modal dalam mem bangun masyarakat Kabupaten Natuna yang agamis baru-baru ini Kabupaten Natuna menggelar malam TA’ARUF diadakan pada (12/04) di lapangan utama. Kegiatan ini merupakan wahana silaturahmi para khalifah yang ada di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna. Dengan adanya malam Ta’aruf ini bisa mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat Kabupaten Natuna juga dapat menumbuh kembangkan motipasi generasi muda terhadap kegiatan keagamaan dan syiar islam. Dalam kegiatan malam ta’aruf dihadiri oleh Bupati Natuna, DPRD Kabupaten Natuna, unsur pimpinan daerah Kabupaten Natuna, Sekda Kabupaten Natuna, Kepada Dinas / Badan juga bagian serta seluruh unsur muspida di lingkungan pemerintah Kabupaten Natuna, Camat beserta lurah se-Kabupaten Natuna. Ketua Pengurus LPTQ se – Kabupaten Natuna, Majelis Dewan Hakim MTQ ke-V tingkat Kabupaten Natuna, serta pimpinan khafilah peserta dan para official sekecamatan se-Kabupaten Natuna, para tokoh masyarakat alim ulama, cerdik pandai serta para undangan. Sekapur sirih oleh ketua umum panitia pelaksana MTQ ke-V Tingkat Kabupaten Natuna Darwandi, S.Sos berkata “Segala persiapan telah dilaksanakan demi terciptanya suasana bertanding yang nyaman, tertib dan lancar bagi para peserta, dalam persiapan MTQ ke – V Tingkat Kabupaten Natuna banyak melibatkan masyarakat khususnya kecamatan Serasan. “Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LPTQ Kabupaten Natuna dan pihak pemerintah Kabupaten Natuna atas kepercayaan memberikan kesempatan kepada kami sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan MTQ ke-V Tingkat Kabupaten Natuna. Antusias masyarakat Serasan menyambut MTQ ke-V Kabupaten Natuna juga menberikan aprisiasi terhadap kelancaran kegiatan MTQ ini.” ujarnya. Ditambahkan lagi oleh Bupati Natuna Raja Amirullah dalam kata sambutannya “ adapun MTQ Ke-V kabupaten Natuna merupakan salah satu bentuk pembangunan di bidang idiologi keimanan bagi masyarakat. Hal ini memiliki relevansi dengan visi dan misi pembangunan daerah menuju natuna makmur, adil, juga sejahtera. Adapun substansi pembangunan di bidang keimanan untuk tercipta suatu komunitas yang beriman juga bertakwa dan menjalankan fungsi dalam memberikan konstribusi yang nyata pada proses pembangunan. Menurutnya, pembangunan dilaksanakan secara merata begitu juga dengan roda pemeritahan dilaksanakan secara bertahap agar mutu masyarakat memiliki kesadaran dan keimanan yang kuat, dengan keberaneka ragaman dan perbedaan dimana satu dengan yang lain dapat dipasangkan menjadi kekuatan baru pada pondasi pembangunan agar tidak terjadi perpecahan baik dalam masalah sosial, ekonomi, politik atau budaya. Segala perbedaan sepatutnya menjadi berkah bagi kita semua menuju kemajuan dan sejahteraan kata Bupati. “Untuk itu saya mengharapkan kepada masyaraka Kabupaten Natuna, agar kita sejenak mengabaikan kemajemukan yang ada dan menimbulkan suatu rasa dimana kita dipersatukan oleh suatu ajaran yang agung, agama islam yang teleh dijabarkan dalam ayat-ayat suci Al -Qur’an dan marilah kita memilki rasa kepedulian terhadap sesama kaum muslim dan muslimah sehingga tatanan pergaulan masyarakat kabupaten Natuna yang madani dapat terwujud dengan baik.” ujarnya. >> Otoy

Galery Foto Natuna

Aktraksi Pencak Silat Pada Awal Pembukaan MTQ Ke V Natuna

Pembacaan SK Dewan Hakim

Foto Bersama Seluruh Camat Kab. Natuna Setelah Selesai Pembagian Hadiah

Salah Satu Kafilah yang Membawa Astaka Al Qura'n

Sekda Natuna Drs. H. Ilyas Sabli Menyerahkan Piala Kepada Juara Umum Kec.serasan Pada MTQ Ke V

Foto Bersama Plt Bupati Natuna ,sekda, Ketua DPRD Serta Jajaran SKPD Natuna

Pawai Bersama Dari Salah Satu Kafilah

Kafilah Kec. Bunguran Barat Saat Mengikuti Pawai

Piagam dan Tropi Untuk Pemenang Pada MTQ Ke V Natuna

SURAT KABAR UMUM

Advertorial
Upacara Pengambilan Baret Satpol PP Kabupaten Kpeulauan Anambas

Edisi 210 Tahun X 22 - 30 April 2010

9

Galery Foto Anambas

Sambutan Plh Sekdakab Anambas,H Hamdi saat penutupan pengambilan Baret Satpol PP KKA

Plh Sekdakab Anambas,H Hamdi menyematkan Baret kepada perwakilan Satpol PP

Penghormatan pemimpin barisan kepada pembina upacara

Para Satpol PP melewati salah satu rintangan untuk mendapatkan Baret

Para peserta yang telah berhasil mendapatkan Baret melemparkan Baret masing-masing keatas

Helmy sebagai Pemimpin upacara,saat upacara penutupan pengambilan Baret

Plh Sekdakab Anambas,H Hamdi memberikan selamat kepada para pelatih

Plh Sekdakab Anambas,H Hamdi memberikan selamat kepada perwakilan yang telah berhasil mendapat Baret

Kakan satpol PP KKA,Budi Setiawan memberikan selamat kepada para peserta yang telah selesai pengambilan Baret

Sejumlah pelatih memberikan selamat kepada para peserta pengambilan Baret

Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara

Pelatih,Danki dan provost Satpol PP KKA

Kakan satpol PP,Budi Setiawan memberikan pengarahan kepada peserta yang telah mendapatkan Baret

Suasana saat upacara penutupan pengambilan Baret

10
Limbah Sawit PT. Agrecenal Dipertanyakan
Bengkulu Utara (MR) Para nelayan tradisional desa sebelat mempertanyakan tanggung jawab PT.Agrecenal atas meluapnya limbah sawitnya hingga kelaut. pasalnya, akhir-akhir ini para nelayan tradisional yang mancari ikan di Air Gegas sampai Air Sebelat mengeluh tak pernah mendapatkan hasil tangkapan memuaskan. Mereka menduga ikan-ikan yang ada di pesisir pantai pergi dari daerah itu menghindari limbah sawit produksi PT.Agrecenal. Khairul, seorang nelayan yang merangkap Ketua Nelayan Desa Sebelat pada wartawan MR, mengatakan, bahwa limbah sawit PT. Agrecenal masih dipertanyakan karena masih menimbulkan polemik bagi nelayan yang melaut di areal Air Gegas sampai Air Sebelat. Menurut Khairul, nelayan tradisional memperhatikan menurunnya hasil tangkapan nelayan diduga disebabkan limbah sawit PT. Agrecenal turun ke laut, seperti musim hujan saat ini, hujan turun kadang sampai seharian menyebabkan bak/petakan penampung limbah sawit pabrik tidak sanggup menampung air hujan bercampur dengan limbah meluap dan mengalir ke anak air terus mengalir ke Air Senabah hingga melewati muara turun ke laut. Kairul menegaskan, hal itu bisa dilihat dari pinggir permukaan air saat musim hujan, air laut terlihat keruh dan berbatas di antara air tawar dengan air laut, juga pada musim panas terlihat hitam jika dilihat dari pinggir permukaan air pantai hingga tali air. Inilah yang menimbulkan pertanyaan di benak para nelayan, hasil tangkap mereka saat sekarang ini tak pernah mendatangkan hasil yang memuaskan, kalau kita biarkan berlarut-larut keadaan ini, kata Khairul, akan menimbulkan masalah besar bagi para nelayan. >> BN

Investigasi
mengaku bernama Boru Manurung mengakui rumah tersebut milik Cirus Sinaga, yang juga mantan Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam. "Hampir semua orang di sekitar sini tahu itu rumah Cirus Sinaga," kata Boru Manurung. Namun, kata dia, warga di sekitar Jalan Busi itu jarang melihat Cirus Sinaga berada di rumah tersebut karena hanya ditempati keluarganya. "Dia jarang kelihatan di situ," katanya. Penarik becak yang berada di persimpangan Jalan Busi yang mengaku bernama Sirad juga mengakui rumah mewah tersebut milik Cirus Sinaga. "Di sekitar sini, rumah pak Sinaga itu yang paling mewah," kata Sirad. Ia mengatakan, warga yang berada di Jalan Busi Kelurahan Sitirejo I sangat mengetahui rumah mewah tersebut karena dinilai paling besar dibandingkan dengan rumah-rumah lain. Selain itu, warga juga mengagumi rumah itu karena proses pembangunannya sepertinya cukup cepat jika dibandingkan dilihat ukurannya. "Kelihatannya tak sampai dua bulan rumah itu sudah siap. Mungkin karena banyak duitnya," kata penarik becak yang mengaku berasal dari Jawa Barat tersebut. Meski demikian, Sirad mengaku belum pernah melihat Cirus Sinaga secara langsung, termasuk ketika menghuni rumah tersebut. Cirus Sinaga dibebastugaskan sebagai Aspidsus Kejati Jateng mulai Kamis (8/4) oleh Kejagung karena diduga terkait dengan kasus mafia perpajakan yang

Tahun Edisi 210 Tahun X 22- 30 April 2010

Cirus Sinaga Punya Rumah Mewah di Medan
melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak, Gayus Tambunan. Cirus Sinaga bertindak sebagai salah seorang jaksa peneliti atas kasus itu. Namun Wakil Jaksa Agung (Waja), Darmono menyatakan, Cirus Sinaga masih menjabat sebagai Aspidsus Kejati Jawa Tengah, sama halnya dengan Kajati Maluku, Poltak Manullang yang sama-sama menangani kasus pajak tersebut. "Selama Surat Keputusan (pencopotan) belum diterima yang bersangkutan dan belum ditandatangani serta belum ada serah terima jabatan, berarti keduanya masih menjabat," kata Darmono. >> Frendi Tua/ Mohammad

Cirus Sinaga

Medan (MR) Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Tengah Cirus Sinaga, SH diduga memiliki sebuah rumah mewah di Jalan Busi Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota, Sumatra Utara.

Berdasarkan investigasi di Medan, Minggu, rumah mewah yang disebutkan milik Cirus Sinaga itu berada berdekatan dengan Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI). Salah seorang warga Jalan Busi Kelurahan Sitirejo I yang

Dana BAZ Dipertanyakan Rehabilitasi Rumah Gakin Tertunda

Ribuan Buruh di Cilegon Tuntut Tunjangan Kerja
Cilegon (MR) Ribuan buruh dari 20 perusahaan di Kota Cilegon, Banten, Kamis (15/4) siang, berunjuk rasa. Semula, para buruh menggelar aksi di jalur protokol. Mereka lalu berjalan kaki sejauh dua kilometer menuju gedung DPRD serta kantor Wali Kota Cilegon. Sempat terjadi kericuhan saat para buruh hendak masuk ke dalam gedung dewan. Namun setelah negosiasi, wakil para buruh diperkenankan masuk. Dalam orasinya, para buruh mengaku merasa ditipu dengan kontrak kerja. alasanya, meski sudah menjadi karyawan tetap serta bertahun-tahun mengadi pada perusahaan, mereka tidak pernah secara utuh merasakan tunjangan kerja. Antara lain tunjangan kesehatan, jamsostek, dan pendidikan. Unjuk rasa yang memblokade jalan utama ini sempat memacetkan arus lalu lintas. Setelah empat jam berada di jalanan, para buruh akhirnya membubarkan diri. >> Sukendar

4.500 Kertas Suara Sosialisasi Pemilukada Medan Salah Konsep
Medan (MR) Sebanyak 4.500 kertas suara sosialisasi yang akan digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan untuk sosialisasi cara memilih di pemilihan langsung kepala daerah (Pemilukada) 12 Mei mendatang kepada masyarakat, salah konsep. Akibatnya, rekanan juga mencetak kertas suara yang salah konsep itu. Pada kertas suara sosialisasi tersebut tertulis nomor urut 1 sampai 10 sesuai dengan nomor urut 10 pasangan calon peserta Pemilukada. Seharusnya nomor urut yang digunakan adalah mulai nomor 11 sampai 20. Karena salah konsep sehingga terkesan ada keberpihakan KPU Medan saat memperagakan memilih yang benar pada kertas suara tersebut. Parahnya, sepuluh ilustrasi gambar pasangan calon yang tercantum dalam kertas suara contoh itu merupakan pasangan pria dan wanita. Padahal dari sepuluh calon yang terdaftar di Pemilukada, hanya dua pasangan yang merupakan kombinasi pria dan wanita. Sementara 8 pasangan lainnya pria sehingga berpotensi membingungkan warga awam yang akan menggunakan hak pilihnya Karena kertas suara contoh itu salah, para staf sekretariat KPU Medan terpaksa menambahi seluruh nomor yang salah dengan angka belasan. Suasana di Kantor KPU Medan juga terlihat lebih sibuk dari hari biasanya karena para pegawai sibuk melipat kembali ribuan kertas suara contoh itu setelah nomor urutnya diganti dari nomor 1-10 menjadi 11-20 Menanggapi hal itu, Ketua KPU Medan Evi Novida Ginting mengakui ada kesalahan saat konsep kertas suara diserahkan kepada rekanan untuk dicetak dan kemudian digunakan dalam kegiatan sosialisasi “Memang ada kesalahan konsep saat akan dicetak,” katanya. Evi juga mengakui, dengan penomoran sesuai dengan nomor urut calon, dikhawatirkan ada penafsiran yang salah saat salah satu nomor nantinya dicoblos saat sosialisasi. “Ini memang bisa salah penafsiran dan terkesan memihak makanya kita ubah dan tulis kembali nomor urutnya dengan nomor belasan. Kalau memang ini disebut kesalahan ya memang ini dipertanggungjawabkan sama Tuhan,” tambahnya. Ditanya soal gambar calon yang seluruhnya kombinasi pasangan laki-laki dan perempuan, Evi mengaku tak masalah. “Nggak masalahlah. Dan ini bisa dipertanggungjawabkan,” katanya. >> Frendi Tua

Yamtinah ketika ditemui Niawati Kontributor MR

Warga Cina Benteng Tolak Bongkar Rumah
Tangerang (MR) Warga Cina Benteng yang bermukim di bantaran Kali Cisadane, Kelurahan Sewan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten, menolak untuk dibongkar sehingga masih bertahan di rumah masing-masing. "Kalau untuk membongkar rumah sendiri atas anjuran Camat Neglasari atau Wali Kota Tangerang, maka kami tidak bersedia, sehingga lebih baik bertahan," kata Edi Lim (38) perwakilan warga China Benteng dihubungi Kamis. Warga menurut Edi akan bersedia membongkar rumah bila mendapatkan ganti rugi dari Pemerintah Kota Tangerang, karena sudah puluhan tahun mereka menempati. Mayoritas warga, akan tetap bertahan di rumah masing-masing meski ada sebagian yang bersedia untuk membongkar atas kesadaran sendiri. Namun begitu, penduduk telah membongkar sebagian kandang babi seperti yang dianjurkan oleh Camat Neglasari Habibullah. Pembongkaran rumah rumah warga Cina Benteng Tangerang, tidak mendapatkan ganti rugi karena Pemkot Tangerang menilai penduduk setempat mendirikan bangunan di lahan milik negara. Wali Kota Tangerang Wahidin Halim mengatakan, ganti rugi akan diberikan bila bangunan itu berada pada tanah milik sendiri untuk kepentingan proyek pemerintah, tapi pembongkaran rumah di pinggir sungai tanpa ganti rugi. Halim membantah bahwa sejumlah bangunan milik penduduk yang dibongkar itu akan dijadikan tempat komersil berupa pasar swalayan. "Di lokasi itu akan dijadikan lahan hijau dan ditanami aneka pohon agar seputar bantaran kali tidak terkena longsor pada musim hujan," katanya. Halim menyarankan kepada warga setempat untuk membongkar rumah dengan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan. Halim mengatakan, supaya warga dapat menghormati kebijakan pemerintah karena rumah yang dibangun itu berada pada areal garis sepadan sungai sehingga tidak boleh adanya bangunan. >> Halim Untar/Herman

Indramayu, (MR) Yamtinah, (34), seorang warga dari Keluarga Miskin (Gakin) Desa Gantar Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengharapkan Instansi terkait merehabilitasi rumahnya yang sudah tidak layak huni, sebagaimana pernah dijanjikan petugas pada Pebruari 2009 lalu. Menurutnya, Tim Survai dari Kecamatan Gantar menjanjikan hendak merehabilitasi rumahnya yang dananya bersumber dari Badan Amil Zakat (BAZ) sebanyak Rp 5 juta. Namun, ironisnya hingga saat ini janji petugas itu belum direalisasikan, padahal sudah 1 tahun lebih, ungkap Yamtinah kepada Niawati yang dikutip MR. Kuwu Desa Gantar dan Kasie Kesos Kecamatan Gantar, ketika hendak dikonfirmasi masalah tersebut baru-baru ini, sedang tidak ada dikantornya. Sementara itu, Kepala KUA Gantar, H. MT. Sholehuddin, justru menyarankan supaya pers menghubungi Pengurus Zakat Infak dan Shodakoh (ZIS) Wahidi. >> Mukromin

Mahasiswi Nekad "Bugil" Demi Nenolong Teman ?
Bogor (MR) Clara Adelin Supit alias Devi (23) mahasiswa semester akhir Universitas Bina Nusantara nekad berfoto "bugil" (telanjang) demi menolong temannya. Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah menyebutkan, dalam laporan Clara ke Mapolresta Bogor pada Sabtu lalu ia menyebutkan dirinya mau difoto telanjang untuk membantu temanya Misly Safarini (23), warga Citeureup Bogor. Kata dia (Clara-red) foto itu atas permintaan temannya Misly yang meminta tolong untuk menyembuhkan mantan pacarnya yang diguna-guna," ujar Irwansyah kepada wartawan, Minggu. Berdasarkan laporan dari Clara, Irwansyah menjelaskan kronologi hingga foto syur Clara beredar di dunia maya dan account Facebook. Keterangan yang diperoleh, pengambilan gambar Clara tanpa busana dengan menggunakan telepon genggam dilakukan disebuah kamar kos di kawasan Kebon Jeruk Jakarta . Clara bersedia di foto karena dirayu temannya Misly. Kepada korban, Misly mengatakan, mantan cowoknya Joshua (26), terkena penyakit guna-guna. Menurut Misly, Joshua baru bisa sembuh jika melihat foto bugil cewek cantik. Karena termakan rayuan, dan tak tega lihat temannya yang memohon, gadis manis yang juga seorang kapten Cheers Leader ini rela berpose bugil. Usai berfoto bugil, Clara diberi sejumlah uang oleh Misly. Clara berpesan agar Misly tidak menyebarkan foto dirinya kepada orang lain.

DPRD NTT:

Jangan Politisasi Kekeringan
Kupang (MR) Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur Antonius Landi meminta semua pihak tidak mempolitisasi kekeringan di provinsi kepulauan itu untuk kepentingan Pemilu kepala daerah di enam kabupaten pada 3 Juni mendatang. Pemerintah mestinya melakukan antisipasi sejak lama dan bukan membesar-besarkan masalah untuk mendapat simpati masyarakat menjelang Pemilu kepala daerah, kata Antonius Landi di Kupang, Sabtu. "Saya perlu sampaikan bahwa masalah kekeringan bukan masalah baru tetapi sudah merupakan langganan," katanya. Dia mengatakan, semestinya semenjak Badan Meteorologi dan Geofisikasi (BMG) mengeluarkan ramalan, pemerintah daerah sudah mengambil langkah-langkah antisipasi sejak akhir tahun lalu, bukan satu bulan sebelum pemungutan suara pilkada. Pemerintah provinsi dan pusat sebaiknya mengkaji ulang langka memberikan bantuan kepada masyarakat yang dilanda kekeringan dan rawan pangan agar tidak menjadi alat kampanye pasangan calon tertentu, katanya. Kalau perlu, bantuan berupa beras disiapkan saja di daerah-daerah yang dilanda kekeringan dan ancaman rawan pangan dan dibagibagikan kepada masyarakat satu atau dua hari pasca pemungutan suara pada 3 Juni mendatang. Hanya dengan cara ini, bantuan kemanusiaan yang disiapkan pemerintah tidak dijadikan sebagai komoditi politik oleh pasangan calon tertentu untuk meraih dukungan politik, kata Antonius Landi. >> Klaudius Edy Burga

Diduga Ada Makelar Kasus Lapindo
Dugaan korupsi dan praktik mafia hukum itu terjadi ketika Kepolisian Daerah Jawa Timur menghentikan penyidikan dugaan pelanggaran hukum dalam kasus lumpur Lapindo Jakarta (MR) Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menduga telah terjadi praktik makelar kasus atau markus dalam proses pengusutan dugaan pelanggaran hukum luapan lumpur Lapindo. “Walhi menilai telah terjadi makelar kasus dan dugaan korupsi atas terbitnya surat perintah penghentian penyidikan kasus lumpur Lapindo,” kata Pengkampanye Tambang Walhi Pius Ginting di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Kamis (15/4). Pius berada di KPK untuk melaporkan dugaan korupsi dalam proses hukum kasus lumpur Lapindo. Dugaan korupsi dan praktik mafia hukum itu, menurut Pius, terjadi ketika Kepolisian Daerah Jawa Timur menghentikan penyidikan dugaan pelanggaran hukum dalam kasus lumpur Lapindo. Surat perintah penghentian penyidikan itu dikeluarkan Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Jatim pada Agustus 2009. Alasan penyidikan dihentikan karena berkas perkara sudah empat kali dikembalikan kejaksaan setempat. Pengembalian berkas disertai dengan dua petunjuk formil serta delapan petunjuk materiil untuk membuktikan unsur tindak pidana yang dipersangkakan. Namun menurut Pius, pengembalian berkas tidak dapat dijadikan alasan untuk menghentikan penyidikan suatu perkara. “Tidak ada aturan dalam KUHAP yang mengatur mengenai batas mengirim berkas perkara atau yang disebut pra penuntutan,” ucap Pius. “Jadi, tidaklah tepat jika hal itu dijadikan pertimbangan atau alasan penghentian penyidikan.” Dalam laporannya, Walhi juga menyampaikan daftar ahli independen untuk mengungkap kebenaran kasus luapan lumpur itu. Hingga kini, tambah Pius, rekomendasi keterangan ahli itu tak pernah digubris Polda Jawa Timur. Tanpa adanya usaha untuk melengkapi bukti terlebih dahulu, Walhi menganggap keputusan menghentikan penyidikan tidak dapat dibenarkan dan menimbulkan kecurigaan. “Untuk itu Walhi berharap KPK segera melakukan penyidikan intensif atas dugaan tindak pidana korupsi dalam penghentian penyidikan itu,” ujar Pius. >> Yusandi/ Sahrial Nova

Walhi:

Mendapati fotonya tersebar di dunia maya, Clara pun melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Bogor. "Pelapor merasa dirinya menjadi korban dan minta temanya mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena membuat ia dan keluarganya malu dan terhina," urai Irwansyah. Irwansyah menyebutkan, atas laporan korban, saat ini Polresta telah meminta keterangan Misly yang mengakui foto tersebut milik Clara. "Dari pengakuan Misly, gambar tersebut dia berikan ke mantan pacarnya Joshua. Dan yang menyebarkan foto kemungkinan Joshua," ujar Irwansyah mengutip pengakuan Misly. Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah mengungkapkan, sudah ada

keterangan tiga saksi. Hingga saat ini, petugas belum menetapkan tersangka atas kasus ini. Joshua yang diduga sebagai pelaku penyebaran gambar tanpa busana ini, Foto syur Clara, menurut Kasat Irwansyah, terakses di account FC, clara.supit@yahoo.com. "Banyak foto telanjang korban. Paling banyak itu menghadap kedepan. Makanya semua yang terlarang terlihat semua," tandas Irwansyah sambil Menurut Irwansyah, pelaku penyebaran gambar telanjang, akan dikenakan pasal UU IT Nomor 11 tahun 2008 pasal 27 ayat 1 dan 3 tentang seseorang dengan sengaja menyebarkan asusila atau penghinaan, maka akan diancam penjara 6 tahun atau denda Rp 1 miliar. >> Ali, Ruslan

Kejar Pemerkosa Anak, Pecalang Dikerahkan
Denpasar (MR) Majelis Utama Desa Pekraman, lembaga yang menaungi desa adat seluruh Bali, menyatakan akan ikut aktif membantu polisi memburu pelaku penculikan dan perkosaan siswi Sekolah Dasar (SD) di Bali. Hal ini disampaikan Pengurus Majelis Utama Desa Pekraman Bali saat bertemu aktivis Gerakan Ibu Peduli di Denpasar, Bali, Selasa (20/4). Dalam pertemuan itu, Gerakan Ibu Peduli meminta kepada majelis agar ikut aktif menjaga keamanan para siswa sekolah dan lingkungan sekitar sekolah. Ketua Majelis Desa Pekraman Jero Gede Putus Upadesa berjanji akan membantu Polda Bali dalam mengungkap kasus ini. Majelis juga telah meminta kepada seluruh desa adat di Bali agar mengerahkan petugas keamanan desa adat atau pecalangnya guna mencari pelaku. Jumlah Desa Pekraman atau adat di seluruh Bali mencapai 1473 desa adat. Setiap desa adat memiliki 30 hingga 100 orang anggota pecalang. Sementara itu, hingga kini, pelaku penculikan dan pemerkosaan enam siswi SD di Denpasar, masih terus diburu polisi. Pelaku pemerkosaan sudah berhasil diidentifikasi dan sketsa wajahnya sudah disebar di beberapa wilayah di Denpasar. >> Nyoman

Edisi 210 Tahun X Tahun 22- 30 April 2010

Bupati Bintan Kunker di Kecamatan Tambelan
Bintan ( MR ) Rencana pembangunan di Tambelan pulau paling utara tampak semakin serius. Lokasi di Kampung Badak dengan luas areal 20 Ha, ditinjau Pemerintah Kabupaten Bintan bersama DPRD. Pemerintah Bintan optimis, jika bandara ini bisa terwujud dengan rencana pemba-ngunannya dilakukan selama 3 Tahun. Masyarakat Tambelan sangat senang atas pembangunan proyek Bandara tersebut. Pemerintah Kepulauan Riau telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Bandara tahap pertama sebesar 2 Miliar Rupiah untuk pematangan lahan sehingga tahun ini juga dilakukan tender proyek. Lokasi air Strip itu ditinjau rombongan Bupati Bintan ke Tambelan bersama Ketua dan Anggota DPRD. Bupati Bintan Ansar Ahmad, memberikan penjelasan kepada wartawan tentang kunjungan kerja. Pemba-ngunan Bandara ini tahap pematangan lahan, kemudian dalam hari yang sama Bupati dan rombongan mengadakan kontak melalui fasilitas komunikasi handphone dengan Warga di Pulau Mentebung dan Pulau Pinang, Bupati menghimbau kepada semua nelayan di Pulau Mentebung agar jangan menggunakan potasium maupun alat-alat berbahaya lainnya karena kita menjaga laut kita supaya penghasilan nelayan kedepan lebih baik. Bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Bintan membenahi sector perhubungan di Kecamatan Tambelan. >> Sugiono/Jer

11 Balon Bupati dan Wakil Bupati Anambas Jalani Tes Kesehatan
Anambas (MR) Enam pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas, yang telah terdaftar di KPU Anambas, mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr Midiyato Tanjungpinang. Tes kesehatan keenam pasang bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang dilaksanakan di Ruang Komite Rumkital Tanjungpinang berlangsung sejak pukul 08.00 Wib, Rabu hingga hari Kamis (31/301/04) siang. Namun, untuk hari kamis (1/4/), tinggal pasangan Drs Tengku Mokta-rudinAbdul Haris, SH. dan pasangan Prof. Zen-Syamsuki Sukur yang menjalani test treadmill. “Kenam pasang balonkada Kabupaten Kepulauan Anambas 2010 ini sebelumnya sudah menjalani tes kesehatan bersama-sama sejak Rabu pagi. Berhubung salah satu alat tes, yakni treadmill sudah berusia lanjut, maka kemarin dicabut undi. Dan tes ini dilaksanakan dua tahap hari Rabu untuk 4 pasang dan hari Kamis 2 pasang. Keseluruhan balonkada sudah menjalani tes kesehatan lengkap sesuai yang disyaratkan undang-undang,” papar Ketua KPU Anambas Marzuki, SH. kepada wartawan. Keenam pasang balonkada Anambas ini sangat enjoy menjalani tes kesehatan. Bahkan, keenam pasang balonkada sempat bercanda riang di ruang komite, dan sebagian duduk diruang tunggu dengan santai, Tidak sedikitpun terlihat aroma persaingan dari keenam pasang balonkada ini. Ibnu Maja yang pertama tiba di Rumkital terlihat mengenakan pakaian olahraga. Ia tiba sekitar pukul 06.45 Wib dengan didampingi istri tercinta, dan langsung menuju ruang tunggu karena ruang komite kesehatan masih tampak dipersiapkan. Disusul kemudian pukul 06.50 Wib. pasangan Herdi Usman-Noor Setiawan yang tiba sekitar pukul 07.05 Wib. Kemudian disusul pasangan Ibnu Maja yakni Adnan Lala yang juga didampingi istri. Berturut-turut datang pasangan Drs.Tengku Mukhtaruddin dan Abdul Haris,SH. yang datang bersamaan, disusul pasangan M.Nasir dan Amir Fikri serta pasangan Wan Suhendra dan Irwan Djamaluddin, serta pasangan prof. M.

Nusantara

Plh Sekdakab Anambas Resmikan FKUB KKA
Anambas (MR) Untuk menjaga kerukunan antar Umat beragama, pemerintah Daerah Kabupaten Kepuluan Anambas (KKA) membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Dibentuknya FKUB tersebut agar, toleransi kerukunan umat beragama di Anambas semakin baik dengan harapan tercipta saling hormat menghormati antar umat beragama. Drs. H Hamdi, M.Si. “Kita bentuk FKUB ini, untuk menjaga tali persaudaraan antar agama satu dengan agama lainnya khususnya di kabupaten Kepulauan Anambas,” terang Plh Sekdakab Anambas, Drs. H Hamdi, M.Si. usai membuka FKUB Kamis (08/04/10). Menurut H Hamdi, kerukunan antar umat beragama yang terjalin selama ini di Anambas memang sudah sangat baik namun, akan lebih baik lagi jika sebuah wadah seperti FKUB ini bisa menjadi wadah untuk menjalin tali persaudaraan antar umat beragama, sehingga dengan kebersamaan saling menghormati akan semakin langgeng. Akan tercipta kebersamaan menuju kesejahteraan seluruh masyarakat Anambas,” Kerukunan antar umat beragama amat penting demi pembangunan Anambas khususnya,” papar Hamdi. Lanjutnya lagi, menjelang Pilkada yang tak lama lagi digelar di Anambas ini, diharapkan FUKB dapat memberikan masukan dan memberikan saran kepada umatnya masing-masing untuk saling menjaga agar Pemilukada perdana di Anambas ini berjalan dengan aman, konsdusif sesuai dengan harapan seluruh masyarakat anambas. “Diharapkan dengan dibentuknya FKUB dapat memberikan masukan antar umat beragama sehingga terjalin saling menghormati sehingga Pemilukada yang simultan dengan Pilgub dapat terlaksana dengan baik,” tambah Hamdi lagi. Selain itu tambah Hamdi, dengan adanya FKUB, kedepan kerukunan Umat beragama di kabupaten kepulauan Anambas semakin meningkat dan semakin membaik sehingga Kabupaten Kepulauan Anambas semakin aman dan kondusif sesuai dengan harapan seluruh masyarakat daerah ini,” di bentuknya wadah ini dijadikan momen terbaik dalam menjaga kebersamaan dan kerukunan umat beragama agar semakin baik dan semakin tinggi toleransinya demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten kepulauan Anambas,” harap Hamdi. >> Edo

Walikota Resmikan Hasil Pembangunan Di Kecamatan Tawang
Tasikmalaya (MR) Bertempat di SDN Pengadilan II, Selasa (6/4) dilaksanakan Peresmian Hasil – hasil Kegiatan Pembangunan Tahun Anggaran 2008 dan 2009 sewilayah Kecamatan Tawang. Acara tersebut diresmikan langsung oleh Walikota Tasikmalaya dan dihadiri oleh Perwakilan DPRD, Sekda Kota Tasikmalaya, Unsur Forum Konsultasi Daerah, para Kepala OPD, Tokoh Masyarakat Kecamatan Tawang serta turut hadir Ketua TP. PKK dan Ketua DWP Kota Tasikmalaya. Kegiatan pembangunan fisik di tahun 2008 ini sebanyak 32 kegiatan dengan biaya keseluruhan mencapai 3 milyar lebih yang dilaksanakan oleh OPD teknis yaitu : Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi sebanyak 12 kegiatan dengan keseluruhan biaya mencapai Rp. 945.600 .000,- , Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan sebanyak 10 kegiatan dengan biaya Rp. 904.532.500,-. Kemudian Dinas Pendidikan melaksanakan 5 kegiatan dengan biaya Rp. 990.000. 000,-. Dinas Lingkungan Hidup dan Pelayanan Kebersihan sebanyak 2 kegiatan dengan biaya Rp. 198.481. 000,-. BAPPEDA melalui program P2WKSS dengan biaya Rp. 150.000.000,-. Dinas KUMKM & Perindag melalui pembuatan Gapura Mendong dengan biaya Rp. 67.500.000,dan dana bantuan keuangan

Zein yakni Syamsuki Syukur. Prof. Zen sendiri datang pada pukul 09:45 Wib. “Kedatangan Prof M.Zein yang sedikit terlambat ini karena terkendala transportasi dari Jakarta. “M.Zein berusaha dengan pesawat pertama dari Jakarta, syukurlah keenam pasang balonkada akhirnya lengkap menjalani tes kesehatan,” tutur Marzuki SH. Selain menjalani tes kesehatan, keenam balonkada juga menjalani psikotes yang diantaranya harus menjawab 567 pertanyaan. “Pertanyaannya sebenarnya tidak terlalu sulit. Tetapi karena banyak dan ada beberapa yang diulang dengan kalimat yang berbeda sehingga membuat kita sempat puyeng juga. dan Alhamdulilah, saya termasuk yang tercepat menyelesaikan-nya,” ungkap Amir Fikri, pasa-ngan M Nasir, kepada warta-wan. >> Edo

Bupati Garut Lantik 47 Pejabat Struktural dan 2 Fungsional
Garut (MR) Bupati Kabupaten Garut Aceng H.M. Fikri, di Gedung Pendopo Garut, melantik 47 pejabat struktual dan 2 fungsional. 14 orang diantaranya adalah camat, 15 orang secmat, dan 10 orang kepala kelurahan. Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan berita acara pelantikan, disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut H.Hilaman Faridz, SE. M.S, dan anggota DPRD Kabupaten Garut dr. Helmi Budiman dan pejabat lainnya. Bupati Aceng H.M.Fikri, S.Ag, mengatakan, pelantikan ini merupakan awal strategis mengawali reformasi birokrasi melalui upaya pengisian kekosongan jabatan, khususnya pada tingkat eselon IV dan III, yang langsung bersentuhan dengan pelayanan kepada masyarakat. “Melalui pelantikan pejabat kewilayahan ini, diharapkan dapat mengatasi sekaligus menjawab persoalan akibat lamanya kekosongan jabatan”, katanya. Bupati menyatakan, perubahan paradigma penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta adanya tuntutan reformasi birokrasi pemerintahan di Kabupaten Garut, sebagaimana disuarakan berbagai pihak, harus dipahami pula oleh aparatur di tingkat Kecamatan dan Kelurahan, terlebih kedua institusi tersebut berada di garda terdepan birokrasi, dan bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat. Secara khusus bupati meminta agar para camat untuk senantiasa berada di tempat tugas mengingat fasilitas yang menunjang hal tersebut telah disediakan di pemerintahan daerah. “Saya tidak menghendaki para camat sering meninggalkan tempat tugas dengan alasan yang tidak dipertanggungjawabkan”, tegasnya. >> Undang / Ali

dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 200.000. 000,- kepada Ponpes Sahlul Manal Kampung Peutir Kelurahan Kahuripan. Sedangkan untuk tahun Anggaran 2009 sebanyak 79 kegiatan dengan biaya keseluruhan mencapai 12 milyar lebih yang dilaksanakan oleh : Dinas Bina Marga, Pengairan, Pertambangan dan Energi sebanyak 13 kegiatan dengan biaya Rp. 1.557.130.000,-. Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan sebanyak 27 kegiatan dengan biaya Rp. 857.243.000,-. Kemudian yang dilaksanakan Dinas Kesehatan sebanyak 3 kegiatan dengan biaya Rp. 210.270.000,-. Dinas Pendidikan sebanyak 19 kegiatan dengan biaya 2.488.000.000,-. Dinas Sosial, Naker & Trans sebanyak 3 kegiatan dengan biaya Rp. 4.532.868.850,- . Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan sebanyak 2 kegiatan dengan biaya Rp.1.132. 200.000,- , Kantor Pengenda-

lian Lingkungan Hidup sebanyak 2 kegiatan dengan biaya Rp. 91.075.000,-, Dinas Perhubungan & KomInfo sebanyak 2 kegiatan dengan biaya Rp. 125.661.650,- dan Dana Bantuan Sosial Gubernur sebesar 1 milyar yang dilaksanakan oleh Bagian Kesra Setda Kota Tasikmalaya, lapor Ass. Perekonomian Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya, Drs. H. Dindin Saepudin A, M.Si dengan lengkap dan terperinci. Maman Suparman selaku Tokoh Masyarakat Kecamatan Tawang menyambut kedatangan Walikota Tasikmalaya dan menyampaikan terima kasih kepada Walikota Tasikmalaya beserta jajarannya atas pembangunan yang telah dilaksanakan di Kecamatan Tawang. Semoga di tahuntahun yang akan datang akan lebih baik lagi dan berjanji beserta warga masyarakat tawang lainnya siap melanjutkan dan menjalankan program program Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Pada kesempatan tersebut Walikota Tasikmalaya menyerahkan 20 paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu di wilayah Kecamatan Tawang. Walikota menyampaikan bahwa pembangunan di tahun 2008 dan 2009 ada peningkatan jumlah kegiatan dan nilai pengalokasian anggarannya, selaras dengan RPJMD Kota Tasikmalaya bahwa tahun 2008 dan 2009 adalah tahun infrastruktur. Walaupun demikian, masih

banyak kekurangan yang belum dilaksanakan oleh Pemerintah Kota. Tetapi hal ini dimaksudkan untuk dapat merangsang mas-yarakat agar lebih berperan aktif baik dalam hal peren-canaan, pelaksanaan dan pe-ngawasan yang dapat disampaikan dan dimusyawarahkan dalam Musrenbang. Di akhir sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Tawang yang telah ikut berpartisipasi.>> Iin Kartiwan

12
Kades Sumbersari :

Nusantara
Medan (MR) Dialog kandidat, figur Walikota Medan yang diinginkan dunia usaha, Rabu petang berlangsung di Hotel JW Marriot Medan. diprakarsai oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Medan. Hadir dalam acara tersebut para calon Walikota Medan dan calon Wakil Walikota Medan, seperti H Ajib Shah/Ir Binsar Situmorang MAP, dr Sofyan Tan, dr H Sjahrial Anas, Indra Sakti Harahap, Ir Sigit Pramono Asri/Hj Ir Nurlisa Ginting, H Bahdin Nur Tanjung SE MM, Kompol Drs Joko Susilo dan Ir Maulana Pohan. Juga Ketua Kadin Medan H Bayu Fadhlan SE, serta pakar ekonomi Jhon Tafbu Ritonga dan pakar pariwisata Sumut Henry Hutabarat sekaligus sebagai penanya dalam acara itu. Dalam dialog tersebut Ir Binsar Situmorang memaparkan, pertumbuhan ekonomi di kota Medan ditentukan berbagai sektor, terutama ekonomi rakyat kecil. “Untuk itu kita harus mendorong ekonomi kerakyatan tentunya dengan membantu mereka. Begitu juga kualitas produknya harus ditingkatkan sehingga bisa bersaing dengan produkproduk di luar kota Medan. Infrastruktur juga harus diperbaiki, termasuk di bidang kesehatan” katanya. Selain itu, lanjutnya, dalam membangun kota Medan juga harus saling mendukung dan membina kebersamaan satu sama lainnya. “Sedangkan untuk pendidikan bila perlu harus diberikan beasiswa kepada pelajar maupun pendidik yang ingin meningkatkan SDM-nya. Sekolah-sekolah yang kurang layak direhab kembali sehingga nyaman untuk belajar. Begitu juga dana BOS harus diawasi agar tidak menyimpang,” paparnya. Sedangkan Sofyan Tan mengatakan, untuk meningkatkan perekonomian kota Medan perlu diciptakan daya beli dan daya saing. Begitu juga masalah izin usaha dan lainnya harus dipermudah. “Kemudian pemerintah harus menciptakan lapangan kerja, tentunya yang harus dibenahi adalah pasar tradisional. Dengan tidak ada bau, maka orang-orang kaya akan banyak berbelanja ke pasar tradisonal. Kemudian di bidang pendidikan keterampilan harus ditingkatkan,” katanya. Sementara Sigit Pramono mengatakan, pedagang kecil harus dilindungi pemerintah dan harus ditata. “Kepastian hukum juga harus diciptakan di kota Medan serta kaji ulang Perda-Perda yang berlaku sekarang ini,” katanya. Selanjutnya, Indra Sakti Harahap mengatakan, kedepan pemerintah harus memberikan pelayanan dan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat kota Medan. “Investasi harus dibangun dan pendidikan bagi masyarakat harus dijamin pemerintah,” ucapnya Bahdin Nur Tanjung sendiri berniat membangun kota Medan lebih maju dari Kota Palembang. “Tugas walikota harus mendorong masyarakatnya untuk maju. Tapi pemerintah harus memfasilitasinya tanpa membeda-bedakan etnis yang lain,” katanya. Sedangkan Joko Susilo mengatakan, kota Medan harus dibuat nyaman. Sebab dengan nyaman sistem sudah bisa berjalan. Lalu izin usaha harus diberikan kemudahan. Maulana Pohan sendiri mengatakan, infrastruktur di kota Medan sekarang ini sangat memprihatinkan, juga energi listrik. “Jadi kedepan pembenahan di bidang infrastruktur

Tahun Edisi 210 Tahun X 22- 30 April 2010

Salurkan Raskin Sesuai Data Kartu BLT

Kadin Medan Gelar Dialog Kandidat, Figur Walikota Medan Yang Diinginkan Dunia Usaha
Infrastruktur di kota Medan sekarang ini sangat memprihatinkan, juga energi listrik. “Jadi kedepan pembe-nahan di bidang infrastruktur dan listrik harus segera dilaku-kan. Dengan perbaikan infra-struktur ini Kota Medan akan bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi di Sumut,” dan listrik harus segera dilakukan. Dengan perbaikan infrastruktur ini Kota Medan akan bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi di Sumut,” ucapnya. Sebelumnya Ketua Kadin Medan Bayu mengatakan, diselenggarakannya acara ini untuk membantu para pengusaha untuk mengetahui visi dan para calon Walikota Medan dalam membangun ekonomi kota Medan lima tahun kedepan. Ajib Shah sendiri dalam sambutannya mengatakan, tanpa Kadin, roda perekonomian Kota Medan tidak akan mungkin tertata dengan baik. “Kami ini nanti adalah walikotanya semua rakyat Kota Medan, bersatu untuk kemajuan kota Medan. Kota Medan milik semua orang, bukan milik kelompok. Kota Medan milik semua suku, agama dan ras,” katanya mengakhir sambutannya. >> Frendi Tua

Bekasi, (MR) Penyaluran Beras raskin di desa Sumbersari dilaksanakan sesuai dengan Kartu BLT oleh M. Acep selaku Kepala Desa Sumbersari Kecamatan Pebayuran kabupaten Bekasi. Beras miskin atau Raskin dari Badan Usaha Logistik (Bulog), mengalami penyusutan hampir rata-rata 1 hingga 1,5 kg perkarungnya, penyusutan diakibatkan dengan banyaknya karung yang bocor, sudah jelas dengan adanya penyusutan di setiap karungnya. Aparatur Desa Sumbersari menjadi kebingungan untuk melaksanakan penyaluran terhadap masyarakat. Namun M.Acep mensosialisasikan kepada warga terutama kepada masyarakat yang terdaftar dalam kartu BLT. Bahwa penyusutan 1 hingga 1,5 kg diakibatkan banyaknya karung yang bocor, Namun oleh masyarakat (warga) Desa Sumbersari di terima dan di maklumi terutama kepada masyarakat yang terdaftar di kartu BLT. karena penyusutan beras raskin perkarungnya bukan faktor / unsur Aparatur desa Sumbersari, namun kejadian tersebut adalah benar diakibatkan karung yang bocor, pada waktu pembongkaran karung, untuk di timbang ulang di balai desa Sumbersari dilakukan oleh masyarakat desa Sumbersari sendiri terutama warga yang terdaftar dalam kartu BLT. Ketika di temui wartawan MR di ruang kerjanya, M. Asep mengatakan, masyarakat saya yang terdaftar dalam karyu BLT ada 656 KK sudah memahami dan memaklumi semua kejadian tersebut masalahnya dalam penimbangan ulang yang melaksanakannya adalah masyarakat (warga), saya sendiri terutama yang terdaftar dalam kartu BLT, bahwa beras raskin yang di salurkan Bulog tidak sesuai dengan Nilai jumlah perkarungnya mencapai 15 Kg. Sementara terdengarnya isu penyusutan beras raskin yang tidak merata ke setiap warga sekitar, namun Ketua Pelaksana teknis menjelaskan bahwa masyarakat Desa Sumbersari tidak ada yang tidak tersalurkan sesuai dengan acuan data BLT. Kami selaku Kepala desa Sumbersari kecamatan Pebayuran kabupaten Bekasi mengharapkan kepada pihak Bulog agar mengetahui dan menjadi contoh yang terjadi di desa Sumbersari kecamatan Pebayuran kabupaten Bekasi ini. Kami sangat berharap sekali kedepan setiap karungnya terisi 13 Kg sesuai juklak dan juklisnya, jadi kami Aparat Desa sudah tidak perlu membongkar karungnya lagi. >> Wahyu

Bazar Dibuka Secara Resmi Oleh Bupati Natuna
Peserta yang menempati bazar adalah berasal dari berbagai kecematan yang ada di Kabupaten Natuna sesuai dengan moto yaitu mempererat tali silaturahmi juga meningkatkan agamis juga kreatifitas katerampilan kepada masyarakat Kabupaten Natuna.
Serasan, (MR) Pembukanan stan bazar MTQ V kabupaten natuna diawali dengan pembacaan ayat suci al-Quran sesuai dengan wahana yaitu mempererat silaturahmi antar sesama umat muslim dan muslimah kabupaten Natuna menjadi masyarakat yang agamis. Sementara peserta yang mengikuti stan bazar MTQ V tingkat Kabupaten Natuna diantaranya stan kesehatan dan PKK Kecamatan Bunguran Timur Laut, Pulau Tiga, Bunguran Timur, Bunguran Utara, Serasan Timur, Midai, Bunguran Tengah, Bunguran Barat tak lupa pula tuan rumah kecamatan serasan sasuai dengan laporan ketua pelaksana. Dengan mengucapkan basmallah Bupati Kabupaten Natuna Raja Amirullah Sacara resmi membuka stan bazar MTQ V Kabupaten Natuna pada ( 13 / 04 /2010 ) di arena utama pelaksanaan MTQ V Kabupaten Natuna, sementara peserta yang menempati bazar tersebut adalah berasal dari berbagai kecematan yang ada di Kabupaten Natuna sesuai dengan moto yaitu mempererat tali silaturahmi juga meningkatkan agamis juga kreatifitas katerampilan kepada masyarakat Kabupaten Natuna. Camat Subi Reza Efendi saat dikonfirmasi mengatakan : “karna musim cengkeh jadi kami tidak bisa mempersiapkan juga mengikuti stan bazar MTQ V tingkat Kab Natuna Karena ibu-ibunya sibuk menanjat cengkeh.” ujarnya. Salah satu warga kec : serasan saat dikonfirmasi berkata “ dengan adanya stan bazar MTQ V Tingkat Kab. Natuna kami merasa terbantu dan bisa memperkenalkan keterampilan juga kesenian kepada daerah luar lagi pula stan bazar MTQ V Tingkat Kab . Natuna diadakan setahun sekali dan dianggarkan dalam APBD Kabupaten Natuna.” ujarnya. >> Otoy

Galery Foto Kabupaten Natuna

Berbagi Bentuk Kerajinan yang diperlihatkan Pada Stand Bazar MTQ Ke V Natuna

Foto Bersama Sekda Natuna, Camat Serasan Di Salah Satu Stand Bazar

Sekda Natuna Saat Berada Di Salah Satu Stand Bazar

Sekda Natuna Drs. H. Ilyas Sabli Memberikan Ucapan Selamat Kepada Dewan Hakim

Salah Satu Cara Membuat Anyaman Tikar Pandan

Sekda Natuna Dan Asisten Meninjau Stand Bazar

STAND BAZAR PKK NATUNA

SANTAD BAZAR DEKRANASDA KAB.NATUNA

STAND BAZAR KEC.BUNGURAN TIMUR LAUT

Edisi 210 Tahun X Tahun 22- 30 April 2010

Nusantara
Anambas (MR) Pj Bupati Kepulauan Anambas, Yusrizal berjanji akan membangun rumah khusus bagi anak yatim piatu di daerah ini. Janji tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja ke Panti Asuhan Al Muhajirin di Tarempa, Jumat (02/04/10). Yusrizal mengatakan, Pemkab Anambas siap membantu membangunkan tempat tinggal bagi anak-anak yatim piatu agar mereka tidak lagi menyewa rumah. Hal ini mengingat Anambas ke depan akan berkembang pesat sehingga diprediksi harga sewa rumah akan semakin mahal. “Kita siap membantu membangunkan perumahan bagi anak-anak yatim piatu tersebut agar mereka memiliki tempat tinggal. Jika tempat tinggal sudah ada, maka proses beribadah maupun belajar anak-anak pun menjadi lebih fokus dan tenang,” ujar Yusrizal. Dalam kunjungan itu, Yusrizal bersama rombongan memberikan santunan kepada Panti Asuhan yang sudah menampung anak-anak yatim piatu selama 22 tahun tersebut. Saat ini, ada 45 anak yatim piatu terdiri dari 20 laki-laki dan 25 perempuan, dengan usia

13

Walikota Tasikmalaya Hadiri Temu Pisah Pimpinan PT. Bank Bukopin Cabang Tasikmalaya

Pemkab Anambas Akan Bangun Perumahan Yatim Piatu
rata-rata 10 tahun yang ditampung di Panti Asuhan Al Muhajirin ini. Yusrizal, berpesan, agar pengurus Panti Asuhan Al Muhajirin, selain penekanan pada ibadah, juga tetap memperhatikan pendidikan para anak yatim piatu tersebut. “Saya meminta agar anak-anak ini dapat terus melanjutkan pendikan yang layak, agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik,”paparnya. Kendati demikian, pendidikan agama dan akhlak tetap menjadi hal yang sangat penting agar ke depan dapat selamat dunia akherat. Mengingat Anambas telah semakin berkembang, maka jika anak-anak dari sejak dini tidak diberikan pendidikan agama dengan baik, hal ini bisa saja akan menyebabkan timbulnya halhal negatif. Adapun bantuan yang diserahkan Yusrizal dalam kunjungan itu diantaranya

Tasikmalaya (MR) PT. Bank Bukopin Tbk, cabang Kota Tasikmalaya menggelar temu pisah antara pimpinan lama Bambang Margono, SE kepada Julfikar Andiko, SE. bertempat di coffee shop Asia Plaza jalan HZ. Mustofa Kota Tasikmalaya. (11/4) Walikota Tasikmalaya Drs. H Syarif Hidayat, M.Si. hadir sebagai Tamu Kehormatan pada acara tersebut. Dalam pesannya menuturkan bahwa rotasi, mutasi ataupun Promosi merupakan hal biasa sebagai pegawai, baik Pemerintahan, BUMN, BUMD maupun perusahaan swasta. Bapak Bambang Margnono, SE. ini merupakan sosok pemimpin yang supel, bertanggung jawab akan tugasnya, berdedikasi tinggi dan sangat dekat dengan rekan sejawat maupun karyawan di bawahnya, hal tersebut bukan isapan jempol belaka tetapi langsung terlontar dari seorang Walikota Tasikmalaya. “Pak Bambang Margono, SE. atau kami sering sapa Pak Gogon, saya selaku Pribadi dan Walikota hanya dapat mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya yang baik dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya, mudah-mudahan ini menjadi modal dasar dalam memimpin PT. Bank Bukopin cabang Balikpapan nanti, Selamat Jalan Sahabatku dan selamat Datang Bapak Julfikar Andiko, SE. Mudah-mudahan bisa memberikan nuansa baru dan lebih mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dan PT. Bank Bukopin Tbk cabang Kota Tasikmalaya dalam membangun Kota Tasikmalaya” papar H. Syarif. Kedekatan dengan karyawannyapun begitu nyata dengan banyaknya cenderamata yang diberikan, salah satunya dari perwakilan karyawan dan persatuan Istri Karyawan Bank Bukopin. >> Iin Kartiwan

Warga Desa Air Kuro Minta Dipisahkan Desa Suka Maju
Bengkulu Utara (MR) Kepala Dusun Air kuro bersama 500 lebih KK di desa Air minta kepada pemerintah kabupaten Bengkulu Utara dapat segera mewujudkan keinginan warga Desa Air Kuro untuk membentuk pemerintahan desa sendiri dengan status diakui (Defnitif) dimekarkan dari Desa Suka Maju. Menurut Heri, kadus Air kuro kepada wartawan MR di desa suka maju baru-baru ini, mengatakan ; Keinginan warga desa Air Kuro menjadi desa mandiri didukung semua instansi seperti dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Bupati Bengkulu Utara, Gubernur Propinsi Bengkulu dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu dan dari 19 kepala desa : Desa Talang Arah, Desa Karya Jaya, Desa Suka Negara, Desa Karya Bakti, Suka medan, Suka Merindu, Suka Maju, Suka Baru, Karya Pelita, Air Putih, Air Petai, Karang Tengah, Cita Mulya, Kota Bani, Air Muring, Pasar Sebelat, Karang Pulau, Air Pandan, dan Suka Makmur. Juga Camat Kecamatan Putri Hijau yang masih menjabat. jelasnya. Sambung Heri, Di Air Kuro ini sudah berdiri SD Kelas Jauh dari SD 05 Suka Maju dengan jumlah siswa 48 orang (data 2009 hingga 2010 sekarang. Dan terdiri dari 500 lebih perumahan rakyat Air kuro. Kalau melihat infrastuktur 2013 kedepan, jumlah pendapatan masyarakat Air Kuro akan membaik, tentunya masyarakat akan makmur dari hasil tani dan kerja keras mereka yang teguh apa lagi APBD membantu pada Desa Air Kuro untuk mendirikan Aula, sekolahan dan jalan sampai ke areal PT. Alno atau membuat jembatan gantung menyeberangi ke Desa Suka Maju. Senada dengan Samni, kepala desa Suka Maju, dia mengatakan, potensi alam yang bisa di jadikan sumber kehidupan bagi warga desa air kuro kedepan sangat lah banyak, selain tanaman palawija nan subur diiringi tanaman Sawit, Karet, Jeruk dengan kualitas baik pula, desa air Kuro juga dapat di jadikan taman wisata alam bagi kabupaten bengkulu utara, mengingat di desa ini terdapat air terjun yang cukup besar dengan ketinggian menca-pai kurang lebih 500700 meter, lebar jarak 75 meter dengan priotritas meningkatkan fungsi hutan produksi menjadi hutan wisata. Bila di kelola dengan baik sangatlah berpotensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bengkulu Utara kedepan, mengingat potensi yang ada seperti air terjun bila pemerintah mau membangun pembangkit listrik tenaga air terjun sanggup memberikan penerangan listrik untuk kebutuhan listri seluruh kabupaten bengkulu Utara, tuturnya. >> BN

beras 30 sak dimana setiap 1 sak hampir setara dengan 15 kg, 30 dus supermie dan bingkisan roti. Bantuan diserahkan oleh Ibu Bupati, Mauly Yulianty. Turut bersama rombongan, Kabag Umum KKA. Andrey Ikhsan Lubis, Kabag Humas Nazarudin Abdullah, Kabag Kesra Taufik Effendi serta Kabid Sosial Dinas Kesehatan Agus Supratman, Asisten II Yunelhas Basri serta Kepala KPPKB Chatarina. >> Edo

Iham Soleh Dukung Ketua IPP Wanguk-Kedungwungu
Indramayu, (MR) Staf Pengajar Universitas Islam Pangeran Dharma Kusuma (Unidarma) Haurgeulis, Ilham Soleh, menyatakan dukungannya kepada Abdullatif, selaku Ketua Ikatan Pedagang Pasar (IPP) Pasar Wanguk-Kedungwungu Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Dosen Unidarma, Ilham Soleh menambahkan, terbentuknya pengurus baru IPP Pasar WangukKedungwungu, dapat Ilham Soleh meningkatkan pendapatan para warga pedagang dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya terhadap pedagang untuk menjual hasil produksi pertanian, peternakan dan industri lainnya. Informasi yang diterima MR menyebutkan, acara pemilihan Ketua IPP Pasar Wanguk-Kedungwungu yaitu Abdullatif 258 suara, mengalahkan 2 rekanya Alifudin, SH. 41 suara, H. Wata, S. Pd. I. 48 suara, Blangko 21 suara dan tidak memilih 9 suara dengan jumlah 375 suara, di Anjatan Kamis siang pekan lalu >> Mukromin

Bagikan Sembako : Tim Penggerak Pendidikan kesejahteraan Kelurga (TP-PKK) Desa Wanakaya Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, membagikan 100 paket sembilan bahan pokok (Sembako) kepada para warga jompo dan Keluarga Miskin (Gakin), di Aula Kantor Kuwu Desa Wanakaya belum lama ini. (Foto: Abdillah) dari LSM tersebut sehingga perlahan tapi pasti LSM dan ormas bermanfaat demi pembangunan di Kabupaten kepulauan Anambas menuju kesejahteraan masyarakat daerah ini. “Kedepan LSM/Ormas tersebut dapat memberikan konstribusi bagi pembangunan di Anambas dan yang terpenting adalah kemandiriannya,” lanjutnya. Diungkapkan untuk saat ini setidaknya baru 9 LSM/Ormas yang telah terdaftar, diantaranya : Perpat, Persit dan IKSS selebihnya masih belum dan diharapkan dalam waktu dekat dapat mendaftarkan diri di Bakesbang agar dapat didata dan pihaknya akan membantu menfasilitasi memudahkan pendaftaran asal persyaratan yang telah ditetapkan lengkap. “Kami akan membantu memfaslitasi pendaftaran LSM/ ormas tersebut namun dengan persyaratannya lengkap karena kedepan diharapkan Pemerintah dan LSM akan bermitra bersama menuju kesejahteraan masyarakat Anambas.” tandasnya. >> Edo

Bakesbang Pollinmas KKA Sosialisasikan Ormas
Anambas (MR) Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas (Bakesbang Pollinmas) melaksanakan sosialisasi Undang-Undang nomor 80 tahun 1985 tentang pembinaan Ormas (Organisasi Kemasyarakatan). Pada tahun 2010 ini BakesbangPollinmas sedang menyiapkan perkerjaan besar yaitu pembinaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang ada daerah itu. “ Insya Allah pada tahun 2010 ini kami akan melakukan pembenahan Ormas yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas,” kata Kepala Bakesbanglinmas. Augus R Unggul MPA kepada Wartawan Jumat (9/4) Menurutnya, pembinaan yang dilaksanakan saat ini dari segi administrasi LSM-LSM tersebut agar dapat terorganisir sehingga lengkap dan resmi (terdaftar di Bakesbanglinmas) karena dengan administrasi yang lengkap tentu LSM/Ormas tersebut dapat bermitra bersama membangun kabupaten kepulauan Anambas. “Pembinaan Administrasi tersebut antara lain pendaftaran di baskesbang, lengkap persyaratan, secara faktual memang benar adanya (punya kantor dan lainnya),” jelas Augus. Dijelaskanya, untuk tahun 2011 nanti, yang akan dilaksanakan adalah memberikan pembinaan terhadap manajerial

14
Berantas Sarang Nyamuk di Istana Presiden
Denpasar (MR) Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, menginstruksikan jajaran dinas kesehatan setempat melakukan pemberantasan terhadap sarang nyamuk di kawasan Istana Presiden di Tampak Siring, Kabupaten Gianyar. "Hal itu ditekankan gubernur sehu-bungan istana tersebut akan digunakan sebagai tempat digelar-nya rapat kerja gubernur se-Indonesia, 19-21 April 2010," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Nyoman Suteja, di Denpasar, Gubernur Bali, Rabu. Made Mangku Pastika Diperoleh informasi bahwa jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar kini tengah melakukan pengasapan di kawasan Istana Presiden Tampak Siring dan sekitarnya. Selain itu, instansi tersebut juga melakukan hal yang sama di perkampungan seniman Ubud, karena sebagian gubernur dan para menteri akan menginap di sejumlah hotel di kawasan tersebut. Suteja menjelaskan, pemberantasan sarang nyamuk dan pengasapan di kedua daerah itu dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Jangan sampai ada pejabat yang terserang demam berdarah," ucapnya. Selain melalui cara itu, lanjut dia, kepada masyarakat setempat juga diarahkan untuk dapat meningkatkan kebersihan lingkungan, serta masalah keamanan guna mengantisipasi halhal yang tidak diinginkan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadualkan mengadakan rapat koordinasi dengan para gubernur se-Indonesia dan tujuh menteri di Istana Tampak Siring, Gianyar. >> Putu Artha

Nusantara
Tanjungpinang (MR) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri adakan kegiatan pertemuan untuk penyusunan program dan rencana kerja 2011bertempat di Hotel Pelangi Tanjungpinang, tanggal 17-19 Maret 2011 yang diikuti14 peserta dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepri. Kegiatan pertemuan untuk penyusunan program dan rencana kerja hadir pula Kabag Program Setjen KKP-RI, Kabag Program Setelitjen KP3K, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota seProvinsi Kepri, Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, dan Kepala Laboratorium Pembinaan dan Pengkajian Mutu Hasil Perikanan (KLPPMHP). Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Ir. Lamidi, MM. dalam sambutannya, Lamidi mengatakan; Provinsi Kepulauan Riau 95.8 persen dominan laut sehingga memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang cukup besar. Diantaranya adalah potensi perikanan tangkap, perikanan budidaya, wisata bahari dan pantai. Dan potensi sumber daya pesisir, terdiri dari ekosistem terumbu karang mencapai ± 50.718,3 ha yang termasuk kategori baik, ekosistem hutan bakau (mangrove) selas ± 57.849,2 ha yang masih baik, ekosistem padang lamun (sea grass) ±11.849,6 ha, dan potensi lahan budidaya rumput laut seluas ± 37.639,8 ha. ungkapnya. Lamidi menerangkan, dibandingkan beberapa negara, seperti China, Philipina, Thailand serta Korea Selatan, yang telah sukses dan berhasil membangun sektor perikanan dan kelautan. Maka pembangunan sektor perikanan dan sektor kelautan menjadi semakin sangat penting. Menurutnya, dengan mengambil pengalaman dari negara-negara tersebut, Indonesia sepatutnya optimis bahwa sektor perikanan dan sektor kelautan dapat berperan meningkatkan kesejatehraan rakyat, dan penyerapan tenaga dan pertumbuhan ekonomi. Untuk pembangunan sektor perikanan di Provinsi Kepulauan Riau dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, Lamidi menambahkan saat dikonfirmasikan oleh wartawan Media Rakyat, DR. Ir. Eddy Wan, M.Sc, yang membidangi bagian penyusunan program dan rencana kerja dan sekaligus Ketua Pelaksana acara tersebut. Selanjutnya, Kepala Seksi Identifikasi dan Penataan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Provinsi Kepri, Erzami, S.Pi mengatakan; acara ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Dengan harapan bisa tersusun program dan kegiatan ke arah yang lebih konkret sehingga program yang dijalankan tepat sasaran dan tepat guna. Erzami memaparkan, sesuai dengan visi dan misi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, serta mengumpulkan bahan-bahan dan pemasukan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten dan Kot se-Provinsi Kepulauan Riau, supaya tersusun program dan kegiatan yang lebih baik, untuk mendukung

Tahun Edisi 210 Tahun X 22- 30 April 2010

DKP Provinsi Kepri Susun Program Ranker 2011
pembangunan Provinsi Kepri dibidang kelautan dan perikanan. “Kami akan terus berjuang supaya dari tahun ke tahun lebih baik, agar masyarakat Kepri khususnya nelayan dan peternak ikan bisa menikmati hasil yang maksimal, supaya bisa memenuhi kebutuhannya”, paparnya. >> Winarto

Tujuh Negara Ikut Pesta Kesenian Bali
Denpasar (MR) Grup kesenian dari tujuh negara dipastikan ambil bagian dalam memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-32 yang akan berlangsung 12 Juni hingga 10 Juli 2010. "Mereka telah menjalin komunikasi lewat surat elektronika (e-mail) dengan panitia PKB begitu PKB ke-31 tahun 2009 berakhir," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Sudhawa di Denpasar, Kamis. Ia mengatakan, pada PKB tahun-tahun sebelumnya, komunikasi itu baru terjalin pada bulan Maret, namun PKB kali ini sudah berlangsung sejak awal Agustus tahun 2009. Hal itu menunjukkan bahwa grup kesenian asing sangat tertarik mengikuti pentas memeriahkan pesta para seniman di Pulau Dewata ini. Grup kesenian dari tujuh negara tersebut antara lain dari Jepang, India, Amerika Serikat dan China. "Jumlah grup kesenian itu diperkirakan akan bertambah hingga PKB ke-32 berlangsung 12 Juni mendatang," tutur Ida Bagus Sudhawa. Ia mengakui, keikutsertaan grup seniman mancanegara dalam arena PKB setiap tahunnya berfluktuasi. Pada PKB 2009 tercatat 14 grup kesenian asing tampil di PKB, tahun 2008 tercatat 18 grup dan 2007 12 grup antara lain Jepang, Amerika Serikat, Singapura, India, Korea Selatan, Thailand, Inggris dan Malaysia. Ida Bagus Sudhawa menjelaskan, terjalinnya komunikasi sejak awal dengan grup kesenian mancanegara itu akan sangat memudahkan mengatur jadwal pementasan. Selama sebulan pelaksanaan PKB akan diisi dengan 180 kali pergelaran sedikitnya melibatkan 15.000 seniman utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali. Kehadiran seniman asing maupun dari sejumlah daerah di Indonesia mampu menumbuhkan sikap moral masyarakat Bali, yakni membangkitkan gairah masyarakat setempat dalam bidang kesenian. Selain itu menjalin hubungan kerja sama yang lebih baik dan menguntungkan kedua belah pihak, baik di masa sekarang maupun yang akan datang, ujar Ida Bagus Sudhawa. >> Putu Artha

Tari Kupu-Kupu Kuning Tumbuhkan Kreativitas Anak
Denpasar (MR) Tari "Kupu-Kupu Kuning Angarung Samudra" hasil kreasi Seni Citra Usadhi Mengwitani, Kabupaten Badung, Bali diharapkan bisa menjadi tarian anak-anak dalam menumbuhkan kreativitas seni di masa-masa mendatang. Tarian tersebut dibawakan oleh sembilan anak-anak perempuan sebagai tari kelompok, mengenakan tatanan busana iminatif kupu-kupu kuning dengan iringi alunan seperangkat gamelan Semarandana, kata Desak Made Suarti Laksmi, SSKar ,MA, dosen jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Selasa. Ia mengatakan, tarian anak-anak tersebut inspirasi dari sejarah kerajaan karangasem tatkala ingin meluaskan wilayah kekuasaan ke Pulau Lombok pada tahun 1692. Saat itu Karangasem diperintah oleh tiga raja bersaudara, salah seorang diantaranya memimpin ekspidisi mengerahkan pasukan menyeberang Selat Lombok dalam empat buah perahu, dengan pasukan kondisi siap tempur. Dalam kondisi demikian ribuan ekor kupu-kupu kuning sebagai pelindung dan bemberi petunjuk arah bagi keempat perahu tersebut. Kondisi itu divisualisasikan dalam garapan tari kupu-kupu kuning kolaborasi Anak Agung Made Djelantik dengan AAA Kusuma Arini, SST, MSI dalam iringan tari kreasi. "Karya tari kupu-kupu kuning dituang ke dalam barungan gamelan semarandana dengan permainan patet, dilengkapi dinamika dramatik untuk alur tematik C," tutur Desak Suartini. Ia menjelaskan, penggarapan karya seni kreasi tersebut bertujuan mendesiminasikan sejarah kerajaan Karangasem dan memberikan informasi kepada masysrakat, bahwa peristiwa bersejarah itu dapat divisualisasikan ke dalam bentuk karya seni tari. Selain itu menambah khasanah dan keaneka ragaman tarian anak-anak, sehingga banyak pilihan bagi anak-anak dalam menggeluti seni budaya Bali, ujar Desak Suarti. >> Putu Artha.

Penebangan Liar Ancam Sumber Mata Air Baumata
Kupang (MR) Sumber mata air Baumata, sekitar 12 km selatan Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalami penyusutan akibat kawasan hutan di bagian hulunya terus mengalami perusakan berupa aksi penebangan liar. "Jika musim kemarau tiba, debit air Baumata turun drastis sehingga tidak mampu mensuplai kebutuhan air minum bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya secara total. Semuanya ini terjadi akibat adanya aksi perusakan hutan di daerah hulu yang menjadi daerah resapan air," kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kupang Masya Djonu di Kupang, Senin. Masyarakat desa di wilayah Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, seperti di Desa Baumata, Oeletsala, Bismarak sampai Baun, sudah lama memotong dan menebang kayu usia muda berdiameter antara 5-10 cm untuk dijual kepada para kontraktor di Kupang sebagai tiang penyangga bangunan. Hampir semua ruas jalan dalam wilayah kecamatan tersebut sampai Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, terlihat batangan pohon muda dengan ukuran panjang antara 4-6 meter, bertengger di sepanjang jalan tersebut. "Satu batang (pohon ukuran kecil dengan diameter sekitar lima centimer, red), kami jual dengan harga Rp3.000. Jika ukurannya agak lebih besar (diameter sekitar 10 cm, red), kami jual dengan harga Rp4.000/batang," kata Yunus Bahas, seorang warga Kampung Meunfini, Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu. Hal yang sama dibenarkan pula oleh Johanes Nefu, warga Desa Oeletsala, Kecamatan Taebenu. "Hampir semua batangan kayu untuk penyangga bangunan ini dijual rata-rata dengan harga Rp3.000/batang sampai Rp4.000/batang," katanya. "Jika harus diantar langsung sampai ke tujuan, harganya naik menjadi Rp. 3.500/batang sampai Rp4.500/ batang," ujar Nefu. Menurut Bahas, jika mereka antar langsung dengan truk atau pick-up ke tempat tujuan maka harga sewa kendaraan bernilai sekitar Rp250.000. Para penjual kayu gelondongan usia muda itu mengaku bahwa setiap kali melewati pos penjagaan selalu dikenakan pungutan senilai Rp200/batang. Hal itu dibenarkan oleh Jeremias Humau, petugas pos jaga di pintu Baumata. "Setiap kendaraan yang lewat memuat kayu atau batangan kayu tetap dipungut retribusi sebesar Rp200/batang," katanya ketika dikonfirmasi di pos jaga Baumata. Direktur Utama PDAM Kupang Masya Djonu mengakui bahwa sumber mata air

Baumata yang memberi kontribusi terbesar bagi PDAM Kupang dalam melayani kebutuhan air minum bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya, terus mengalami ancaman. "Jika musim kemarau tiba, debit air Baumata turun drastis sehingga tidak mampu melayani kebutuhan masyarakat secara total," ujarnya.

Ia mengharapkan masyarakat di sekitar sumber mata air Baumata untuk menghentikan kebiasaan menebang pohon di sekitar itu, karena akan mengganggu debit air pada musim kemarau. "Kelestarian hutan di daerah hulu harus tetap dijaga guna menghindari kemerosotan ekosistem yang menjadi sumber resapan air," katanya menegaskan. >>Moses

Petani Gagal Panen, NTT Terancam Rawan Pangan
Kupang (MR) Sebagian besar petani Kabupaten Rote Ndao gagal panen karena tanaman pangan seperti jagung tidak tumbuh normal, menyusul kekeringan akibat curah hujan yang rendah, yang akibatnya rawan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) meluas. Anggota DPRD NTT Somy Pandie yang baru kembali dari melakukan kunjungan kerja ke Rote Ndao, di Kupang, Selasa, mengatakan, puluhan waduk skala kecil di kabupaten paling selatan Indonesia itu, tidak menampung air sampai penuh. Kecuali Danau Tua di Rote Desa Lalukoen, Rote Barat Daya yang sempat kering pada puncak kemarau 2009. "Sebagian tanaman petani tidak bisa panen garena gagal tumbuh, waduk-waduk baik alam maupun yang dibangun pemerintah tidak bisa menampung air sampai penuh, karena curah hujan terlalu rendah," kata Pandie. Bupati Kabupaten Rote Ndao Lens Haning yang dikonfirmasi mengaku, sebagian besar tanaman pertanian gagal tumbuh. Saat ini, masyarakat wilayah pesisir mengandalkan rumput laut, namun dengan produksi yang pas-pasan, karena terkena pencemaran minyak mentah akibat kebocoran kilang minyak milik

Seorang wanita menumbuk jagung untuk dikonsumsi, di Desa Mudakeputu, Ile Mandiri, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur

Australia di Celah Timor pertengahan tahun lalu. Baik Pandie maupun Bupati Lens Haning sependapat, rawan pangan tidak terhindarkan, karena tanaman pangan bukan hanya gagal panen, tetapi gagal tumbuh, menyusul minimnya curah hujan musim ini. Sementara dari Sumba Timur, di peroleh informasi bahwa masyarakat di sejumlah desa mulai keluar masuk hutan untuk menggali "iwi", sejenis ubi hutan yang mengandung racun, sebagai pangan alternatif. "Iwi" diolah menjadi pangan, setelah dijemur dan direbur beberapa kali untuk

mengurangi kandungan racun. Krisis pangan mulai melanda masyarakat sehingga Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora telah mengirim surat kepada Gubernur Frans Lebu Raya, Kementerian Sosial dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, meminta bantuan beras dan mesin pompa air. Selain Rote Ndao, rawan pangan juga terjadi di Sumba Timur, Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Barat dan Sumba Tengah meskipun itu terjadi di hanya di beberapa kantong wilayah. >> Klaudius Edy Burga

Edisi 210 Tahun X Tahun 22- 30 April 2010

Ragam
P
ilkada yang akan dilangsungkan juni mendatang tentunya memberikan suatu corak bagi masyarakat terutama bagi masyarakat OKU Selatan karena banyaknya caloncalon pemimpin kabupaten OKUS yang sedang akan berkembang ini, munculnya beberapa nama sebagai calon pemimpin kedepan yang di usung oleh berbagai parpol di kabupaten okus dan bahkan ada yang indevendent tak terkecuali nama-nama lama yang tentunya sudah melekat dalam masyarakat. Penelusuran Wartawan Media Rakyat mencari opini masyarakat yang tengah berkembang terungkap suatu ungkapan dari berbagai masyarakat “kita sebagai masyarakat menyambut baik dari itikad para calon pemimpin tersebut jika maksud dan tujuannya dalam mencalonkan diri bukan hanya sematamata untuk memperkaya diri namun betul-betul teruji untuk memperjuangkan rakyat yang tentunya hal itulah yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat OKU Selatan. Namun banyak hal yang sangat disayangkan oleh masyarakat dari calon-calon tersebut hendaknya jika memang bermaksud hendak memperjuangkan rakyat ya dengan bukti saja, jangan dengan menjualkan nama agama dan ayat-ayat Al-Qur’an untuk memuluskan pilkada, karena tentunya islam itu adalah keselamatan bagi yang meyakininya dan ayat-ayat al-qur’an itu adalah suatu hal yang sangat disucikan bagi kaum muslimin, jadi tentunya bagi para calon yang sering menjualkan ayatayat tersebut tentunya dengan secara tidak langsung menyedot simpatisan, namun berbalik dari kesemuaan itu

15

Pembukaan Diklat Prajabatan CPNS Gol. I, II & III Di Lingkungan Pemkot Tasikmalaya
Tasikmalaya (MR) Kemampuan dan kemauan PNS dalam melayani masyarakat harus terus dipupuk dan dibina, demikian disampaikan Drs. H Syarif Hidayat, M.Si., Walikota Tasikmalaya dalam sambutannya pada Pembukaan Diklat Prajabatan CPNS Gol. I, II dan III di Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya pada Kamis, (8/4) di GOR Lidya Kota Tasikmalaya. Sebagaimana disampaikan Kabag. Kepegawaian Setda Kota Tasikmalaya, Drs. H. Asep Goparullah, M.Pd. dalam laporannya, diklat prajabatan ini diikuti oleh 599 orang yang terdiri 597 orang CPNSD Kota Tasikmalaya dan 2 orang CPNS Pusat dari KPU Kota Tasikmalaya yang merupakan rekreuitmen CPNS untuk mengisi formasi Tahun Anggaran 2008 baik dari Tenaga Honorer maupun Pelamar Umum. Pelaksanaan diklat ini pun dibagi menjadi 14 angkatan yang dimulai tanggal 7 April 2010 dan dijadwalkan berakhir pada tanggal 3 Agustus 2010. Lebih lanjut Kabag. Kepegawaian memaparkan, bahwa tujuan diklat ini untuk menambah wawasan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika PNS, disamping pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas dan budaya organisasinya, agar mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai “Pelayan Masyarakat”. Kepala Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat, DR. Dadang Dallyh dalam sambutannya menekankan untuk membentuk dan menciptakan PNS yang mempunyai kapasitas untuk melayani masyarakat. Pola pikir komprehensif harus dikembangkan untuk mengimbangi era globalisasi dan memenuhi tuntutan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat, imbuh Dadang mengakhiri sambutannya. Hadir dalam acara pembukaan tersebut Komandan Brigif 13 Galuh, Kepala Badan Diklat Daerah Provinsi Jawa Barat, Unsur DPRD Kota Tasikmalaya, Para Asisten, Staf Ahli dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. >> Iin Kartiwan

Agama Dan Politik Harus Terpisah
Oleh : Suardi (Wartawan Media Rakyat Biro OKU Selatan)
selain dari pada duduk disinggasana pemerintahan OKUS. Harapan masyarakat OKUS kedepan, siapa pun yang akan menjadi pemimpin di kabupaten OKU Selatan ini tentulah orang dapat memikirkan masyarakatnya dalam bentuk pembangunan-pembangunan yang sebenarnya dan benar-benar memikirkan kemakmuran masyarakat. Banyak yang menjadi contoh bagi kami, seperti halnya yang sering di baca dan tonton di media, bahwasanya banyak calon pemimpin yang sebelum menjadi pemimpin menguakkan kata-kata manis dan janji-janji bahkan parahnya lagi dengan menggunakan nama tuhan, namun setelah menduduki singgasana yang di inginkannya sang pemimpin tersebut malah bertolak belakang dengan janjinya semula tak ubah layaknya iblis yang berjubah malaikat. Kami perlu bukti pak ! kami tidak perlu janji-janji manis, apalagi dengan uang yang diselipkan di saku celana karena jelas bagi kami masyarakat jika banyak pengorbanan sang calon pemimpin tersebut dalam usaha menarik simpatisan masyarakat tentunya banyak pula kesempatan bagi dia untuk korupsi dan banyak pula kata-kata manis yang ia lontarkan untuk janji janji manis dengan mengatas namakan agama tentunya banyak pula kesempatan bagi ia untuk berbohong,karna bagi kami sang pemimpin itu tentunya tidak perlu banyak bicara tapi bukti yang nyata dalam karya yang sebenarnya dengan berkolaborasi dengan masyarakat, karena kita masyarakat perlu pemimpin yang membimbing serta amanah serta imam bagi kemakmuran Oku Selatan kedepan.

apakah sang calon pemimpin yang melapaskannya itu sanggup melaksanakannya nanti ? Saat ini kami masyarakat awam tentunya tak ingin hanya sekedar janji-janji dengan kebulusan-kebulusan menghalalkan segala cara demi memperlancar niat serta itikat yang terbesit dalam hati sang calon pemimpin, kita sebagai masyarakat tentunya tidak bisa menebak apa yang di inginkan sang calon pemimpin tersebut

Akibat Gagal Panen, Terpaksa Makan Putak
Kupang (MR) Masyarakat Desa Noemuke di wilayah Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, mulai makan putak (sagu) akibat gagal panen dalam musim tanam tahun ini. "Ini pertanda bahwa masyarakat sudah kehabisan bahan makanan. Mereka ke hutan di sekitarnya untuk membelah batang gewang (sejenis pohon lontar) untuk mendapatkan isinya," kata Zet Babys (68), seorang penduduk setempat, Rabu. Isi dari batang gewang yang disebut putak atau orang Ambon, Maluku, dan Papua menyebutnya sagu, kemudian dikeringkan dan diolah menjadi bahan makanan. "Jagung dan padi mati akibat panas berkepanjangan. Tahun ini benar-benar kering sehingga tak ada satu tanaman pun yang bisa hidup," ujar Naiboho Efradus (53), seorang petani lainnya. Hamparan persawahan di dataran Bena yang merupakan salah satu lumbung pangan di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan juga tampak kering kerontang akibat terhentinya sistem distribusi air ke kawasan irigasi tersebut. "Tahun ini bisa terjadi ancaman kelaparan. Kami harapkan pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi seperti dengan proyek padat karya untuk membantu masyarakat setempat," kata Babys. Di Desa Oebelo yang juga masih di wilayah Kecamatan Amanuban Selatan, pemerintahan Bupati Timor Tengah Selatan Paul VR Mella telah membantu enam unit pompa air sehingga bisa dimanfaatkan para petani untuk menanam tanaman palawija dan hortikultura. Sumber airnya berasal dari sumur bor sehingga cukup membantu masyarakat setempat untuk mengolah lahan baru guna menanam tanaman palawija dan hortikultura. "Hanya ini yang bisa kami harapkan, karena jagung dan padi sudah mati semuanya. Tahun ini hujan amat sangat kurang,"tambah Gregorius Banunaek (37), seorang petani lainnya. >> Klaudius Edy Burga

Syamsul Arifin ................................................................ (Sambungan dari Hal 1)
Sementara itu, kepada seluruh jajaran pemerintahan di Sumatera Utara ia juga meminta agar tetap bekerja sebagaimana mestinya. KPK menetapkan Syamsul Arifin sebagai tersangka dugaan korupsi keuangan daerah, ketika yang bersangkutan menjadi Bupati Langkat, Sumut, dalam kurun waktu 2000 sampai 2007. "Kasus itu telah dinaikan ke proses penyidikan sejak pekan lalu, dengan tersangka SA, mantan Bupati Langkat," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Selasa (20/4). Johan Budi menjelaskan, KPK telah memiliki bukti yang cukup untuk menentukan status tersangka dalam kasus itu, dan Syamsul ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Bupati Langkat. Menurut dia, dugaan korupsi APBD Langkat terjadi dalam kurun waktu 2000 sampai 2007 itu merugikan negara sekitar Rp31 miliar dan KPK akan bekerja sama dengan penegak hukum di Sumut untuk mengusut kasus tersebut. Sehubungan dengan penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus itu, Syamsul Arifin mengatakan hal itu merupakan bagian dari resiko sebagai pemimpin. Namun demikian, Syamsul Arifin mengaku belum mengetahui secara langsung tentang penetapan dirinya sebagai tersangka oleh KPK. "Saya belum mengetahui soal penetapan diri saya sebagai tersangka oleh KPK. Saya juga belum menerima surat dari KPK. Saya hanya lihat hal itu di salah satu televisi," ujarnya. Menurut dia, sah-sah saja jika KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka. Namun ia mengaku tidak tahu alasan kenapa dirinya ditetapkan sebagai tersangka, karena belum pernah diperiksa. Syamsul Arifin mengaku siap jika dipanggil KPK. "Itu kewajiban, kalau nggak siap, lari pula kita macam cukong-cukong," katanya. Mengenai praktik korupsi yang disangkakan kepada dirinya, Syamsul menyatakan tidak tahu-menahu tentang hal itu. "Tidak tahu, jangan dikarangkarang dulu," kata dia. >> Frendi Tua/Herwan

Berantas ............................... (Sambungan dari Hal 1)
"Saya juga sedang memikirkan dengan fit-proper test mengetahui siapa yang bisa mengamankan pendapatan negara," kata SBY. Menurut Presiden, inilah saatnya melakukan pembersihan menyeluruh di jajaran perpajakan. Untuk itu ia menginstruksikan Menteri Keuangan dan para pejabat terkait untuk benar-benar memberantas pelaku penyelewengan pajak. >>Nyoman/Putu Artha

Belum Mampu ............. (Sambungan dari Hal 1)
sebagai poros tengah, katanya. Ia melanjutkan, kegagalan pendidikan di Indonesia juga tidak terlepas dari kurangnya keteladanan dari pendidik dan juga pemimpin bangsa yang berkewajiban untuk membangun karakter masyarakat secara utuh. Banyak elite nasional negeri ini, katanya, yang memiliki sikap bertolak belakang dengan kepentingan pembangunan karakter bangsa sehingga sikap tersebut justru menonjol sebagai karakter bangsa. Kemunduran Bangsa Indonesia tersebut juga dapat dilihat dari semakin buruknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2009 yang menempati peringkat 119 dunia, padahal setahun sebelumnya berada pada peringkat 109 dunia dari 182 negara. >> Suratno

Mulai Tercium ................................................................ (Sambungan dari Hal 1)
DEKON, BOS tersebut bermuara pada dinas pendidikan OKU Selatan, pasalnya, menurut sumber, setiap pencairan dana DAK, DEKON maupun BOS yang di terima para kepala sekolah, oleh pihak dinas Pendidikan OKUS melakukan potongan-potongan seperti halnya, dana DAK dari dinas pendidikan OKU Selatan menetapkan banyak aturan main diantaranya harus mengadakan Advokad Hukum dengan dana Rp.3.500.000, pengajuan Proposal Rp.300.000,Pembuatan Papan Merek Rp.250.000,- Rekomendasi Rp.150.000,- dan pembuatan SPJ Rp.5.000.000,- (pada tiap-tiap pencairan) tentunya potongan tersebut memberatkan bagi yang menerima karena dana tersebut harus di alokasikan sesuai dengan Jutlak dan juklis bahkan parahnya lagi ada salah satu sekolahan yang sampai saat ini belum selesai pengerjaan pembangunannya sedangkan dana tersebut telah habis dan jadwal pengerjaannya telah usai, tentu saja menimbulkan tanda Tanya, ditambahkannya dalam hal ini tentunya kepala sekolah sebagai ujung tombak diknas dalam mengeruk uang negara kata sumber tadi. Rancuhnya, penggunaan dana pendidikan ini ternyata mengundang banyak opini dari masyarakat seperti halnya yang sempat dijumpai wartawan dilapangan, mempertanyakan laju perkembangan dunia pendidikan yang mutu dan berkualitas di kabupaten OKU Selatan bila dana pendukung dan pasilitas-pailitas yang telah direalisasikan pemerintahan pusat masih di tilep oknum-oknum Dinas Pendidikan itu sendiri, kata salah seorang wali murid, Dalam hal ini pemerintah pusat, memang sudah benar tapi entah mengapa dalam perealisasiannya dilapangan banyak yang menyimpang apakah masih kurang gaji yang diberikan oleh pemerintah kepada para kepala sekolah dan orang-orang Diknas yang berwenang dalam masalah ini sehingga dana yang semestinya untuk kepentingan penerus bangsa harus kembali kekantong pejabat yang tidak bertanggung jawab, kata wali murid tadi. >> Suardi/Pepen

Samakan Gayus ......... (Sambungan dari Hal 1)
Fraksi Golkar ini dalam pembahasan APBN-P di Gedung DPRRI, Jakarta, Kamis. Pemakluman yang dimohonkan oleh Gayus, lanjut Nusron, diprotes banyak umat Islam karena Tjiptardjo menyamakan Gayus dengan iman-nya seorang Kyai yang naik turun. "Tjiptardjo menyamakan Gayus dengan iman seorang Kyai yang kadang naik turun," ucapnya. Dikatakan Nusron, besok akan ada demonstrasi besarbesaran akan dilakukan di Direktorat Jenderal Pajak. "Sebelum terjadi kasus Priok kedua maka Tjiptardjo harus meminta maaf," tambahnya. Pernyataan Tjiptardjo yang diprotes ini termuat dalam Koran Tempo Edisi 5 April 2010. Di koran tersebut, Tjiptardjo diajukan pertanyaan seputar Gayus mengenai perlunya perbaikan proses rekrutmen. Dilontarkan pertanyaan demikian, Tjiptardjo menjawab: "Dalam rekrutmen, kami sudah mencari yang bagus. Tapi kan tidak ada teknik untuk meramal orang ini bakal jadi penjahat atau tidak. Kyai saja imannya naik-turun. Pas kepepet dan kebetulan ada peluang korupsi, ya, diambil. Lama-lama ketagihan. Apalagi ternyata tidak ketahuan," katanya. >> Ediatmo

Lomba Desa Disambut Baik Warga

Petani Karet ...................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
dan tergolong mahal, tapi tak bisa menyadap pohon karetnya maksimal atau tiap hari, dikarenakan hujan, demikian dilaporkan, Selasa. Selain itu, hasil sadapan karet yang tak terambil sampai dua atau tiga hari, barang dagangan tersebut sering hilang, sehingga harus diambil atau dibawa pulang tiap hari agar tidak kehilangan pendapatan. Midah (37), warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menerangkan harga karet bakuan di kampungnya per kilogram berkisar antara Rp9.000 - Rp11.500, tergantung kualitas. Sementara para petani karet di "Bumi Murakata" HST tiap kali menyadap, minimal mendapatkan lima kilogram kualitas baik atau senilai Rp11.500/Kg, berarti bisa mendapatkan uang sekitar Rp57.500/hari. "Pendapatan Rp57.500/hari, untuk tingkat ekonomi pedesaan, jumlah tersebut sudah tergolong nyaman," demikian Midah yang dibenarkan Kibah (29), petani karet di Bumi Murakata itu. Pada kesempatan terpisah, Aminah (36), warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), mengaku, kecewa atas ulah pencuri yang mengambil hasil sadapan karetnya. "Hasil turehan ulun itu mencapai Rp100.000/hari. Sedangkan `gatah` (karet beku) yan diambil maling hasil menureh tiga hari atau seluruhnya senilai Rp300.000," demikian Aminah. Kabupaten HST dan HSS juga sebagai penghasil karet Kalsel sejak ratusan tahun silam. >> Mulia

Cabup Harus ................. (Sambungan dari Hal 1)
menjadi barometer pembangunan di Provinsi Kepri. Ketiga kriteria itu jika dimiliki oleh bupati di daerah ini Insya Allah, mampu maju dan berkembanglah daerah ini,” ungkap Yusrizal, Selasa (06/04/10). Bagi para Cabup dan Cawabup yang akan bertarung pada Pemilukada 26 Mei nanti, Yusrizal mengingatkan untuk bertarung dengan sportif dan memiliki etika. Ia mengimbau kepada para calon dan juga para pendukungnya untuk membiarkan masyarakat Anambas memilih sesuai dengan hati nurani dan tidak diajarkan dengan cara-cara tidak baik atau dengan money politic (politik uang). Jika sampai terjadi hal seperti itu, maka sama saja para calon pemimpin daerah ini menciderai cita-cita murni masyarakat Anambas. “Biarkan masyarakat memilih dengan hati nuraninya agar bupati dan wakil bupati yang terpilih nanti murni bupati keinginan masyarakat,” paparnya. Yusrizal berharap, momen Pilkada perdana ini dapat dijadikan calon bupati dan wakil bupati untuk memberikan pelajaran politik beretika bagi masyarakat Anambas. “Sekali lagi saya berharap kepada Cabup dan Cawabup,berpolitiklah dengan beretika,agar ke depan masyarakat diajarkan berpolitik tanpa hal-hal yang nantinya akan menciderai proses demokrasi di daerah ini,” harap Yusrizal. Yusrizal juga mengingatkan seluruh PNS di lingkungan Pemkab Anambas untuk tetap netral dan jangan coba-coba berpolitik prakstis karena dikhawatirkan bisa mengganggu kinerjanya dalam memberi pelayanan kepada mayasrakat. Kepada masyarakat, kata Yusrizal, diharapkan bisa memilih pemimpin yang amanah, beriman serta dekat dengan masyarakat. Dan memiliki manajerial yang kuat dalam mengatur dan mengelola kabupaten yang baru ini untuk menuju kesejahteraan seluruh masyarakat. “Saya berpesan kepada seluruh masyarakat agar dapat memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani. Bupati dan wakil bupati pilihan masyarakat, Insya Allah akan majulah daerah ini,” harap Yusrizal berpesan. >> Edo

Karawang, MR Dalam rangka lomba desa di kecamatan Rawamerta yang terdiri dari 13 desa dan desa Mekarjaya yang diajukan untuk masuk dalam nominasi Desa Peradaban. Menurut kasi Pem. Agus Somatri S.Ip diutamakan dalam lomba desa ini saya percaya bahwa desa Mekarjaya akan mampu masuk dalam nominasi Desa Peradaban. Menurut Kasi Pem. Agus Somatri S.Ip yang diutamakan untuk Desa peradaban yang pertama adalah tertib administrasi, meningkatkan IPM dan juga untuk Desa Mekarjaya akan lebih baik untuk yang akan datang. Menurut Kades Mekarjaya, Asep Sukardi, SH. “Saya mengharapkan dengan adanya lomba Desa ini selain daripada tertib administrasi juga infrastruktur yang perlu di perhatikan dengan baik, semoga dengan lomba desa ini, Desa Mekarjaya akan diperhatikan baik oleh tingkat kecamatan maupun Kabupaten dan Propinsi, kami juga mengucapkan tertimakasih kepada Tim dari propinsi maupun dari kabupaten yang telah mengadakan penjajakan di desa mekarjaya.” kata Asep. Hal yang sama juga di katakan oleh warga masyarakat Mekarjaya melalui BPD, LPM dan tokoh masyarakat, mengaharapkan Desa Mekarjaya akan lebih maju untuk kedepan, contohnya sekarang ini banyak perubahan perubahan yang di lakukan oleh kebijakan Kades, dengan baik, sehingga masyarakat sangat berterimakasih kepada Kades Mekarjaya berikut jajaranya yang begitu baik dalam pelayanan kepada Masyarakat. >>K. Komaruddin

Perbaiki Jalan ................................................................ (Sambungan dari Hal 1)
DBMP Kota Bandung, imbuh Iming, sejak 8 Maret 2010 telah melakukan lelang terbuka dan transparan melalui metode lelang umum dengan pascakualifikasi semi e-procurement yang diakses di portal www.eproc-bandung. org. Di Tahun Anggaran (TA) 2010, DBMP merencanakan perbaikan sebanyak 153 titik jalan termasuk saluran dan trotoar, 28 diantaranya dibeton dan 125 di hotmix. Namun berdasar kemampuan anggaran, di periode khusus putaran 1 ini, sementara baru 121 titik, sisanya menyusul. Kegiatan 121 paket kebinamargaan yang masuk daftar lelang, terdiri 90 paket pembangunan jalan senilai Rp. 52,393 milyar, pembangunan saluran/gorong-gorong (18 paket) senilai Rp. 7,926 milyar, pembangunan jalan bantuan Propinsi 2009 (4 paket) senilai Rp. 1,747 milyar, pembangunan jalan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) (9 paket) Rp.7,155 milyar. Total keseluruhan Rp.69,223 milyar. Iming menyebutkan, dari total panjang jalan Kota 1.200 Km yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab Pemkot, 40 persen atau 480 Km kini dalam kondisi rusak. Sementara kemampuan anggaran untuk memperbaiki secara permanen hanya 10 % saja. Sisanya, DBMP akan melakukan pemeliharaan biasa. Namun ke depan di 2011 DBMP merencanakan, 50 % jalan-jalan di Kota Bandung akan dibangun dengan konstruksi beton. >> Dodi Sulaeman

Anambas BERLIAN
Bersih, Langgeng, Indah dan Nyaman

SURAT KABAR UMUM

Edisi 210 Tahun X, 22 - 30 April 2010

16

Galery Foto Anambas

Pj Bupati KKA Buka Diklat Prajabatan CPNS Anambas 2010

P

j Bupati Kepulauan Anambas Yusrizal dan Ketua DPRD Anambas Amat Yani secara resmi membuka pendidikan dan latihan prajabatan CPNS hasil penerimaan tahun 2009 gelombang pertama, Senin (06/04) yang dilaksanakan di hotel Golden Prown Batam dengan maksud sebagai wahana untuk membentuk pegawai negeri sipil (PNS) Anambas yang beretika, disiplin dan profesional. “Pelatihan diklat gelombang pertama ini bertujuan membentuk karakter pegawai negeri sipil, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, yaitu pegawai yang ber etika, disiplin dan professional,” ujar Yusrizal dalam sambutannya. Dari 600 Calon Pegawai Negeri Sipil yang lulus pada penerimaan CPNS kabupaten kepulauan Anambas ta 2009 lalu, sebanyak 300 di antaranya mengikuti diklat gelombang pertama akan berlangsung beberapa hari, setelah gelombang pertama ini, akan disusul dengan gelombang ke dua yang kurang lebih juga akan diikuti 300 Calon Pegawai Negeri Sipil Kabupaten KepulauanAnambas. Dalam amanahnya, Yusrizal berpesan agar seluruh CPNS yang mengikuti diklat untuk selalu mengingat bahwa pelatihan ini penting bagi pembentukan karakter pegawai negri sipil khususnya dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk itu peserta diklat harus mengikuti dengan serius semua pelatihan dan program yang sudah dijadwalkan. Jangan ada yang mangkir dari diklat “Yang pertama ini harus berkesan, dan selanjutnya harus lebih berkesan. Tunjukkan bahwa pegawai negri sipil Kabupaten Kepulauan Anambas adalah pelayan masyarakat yang profesional, bukan pejabat yang minta dilayani,” tegas Yusrizal. Setelah menyampaikan amanahnya, Yusrizal mengajak Ketua DPRD Anambas Amat Yani untuk membuka secara resmi diklat prajabatan dengan memukul gong. >> Edo /Winarto

Pj. Bupati Anambas Yusrizal menyematkan Pin kepada peserta Diklat Prajabatan CPNS Kabupaten Kepulauan Anambas

Sambutan Pj.Bupati Anambas Yusrizal saat pembukaan Diklat Prajabatan di Hotel Prown Batam

Ketua DPRD Anambas Amat Yani dan Pj .Bupati Anambas Yusrizal membuka Diklat Prajabatan di Hotel Golden Prown Batam

Mc Protokol oleh Ibu Marlina. S. Sos dari BKD KKA

Sejumlah Pejabat KKA dan peserta LPJ yang hadir di Hotel Prown Batam

Seluruh Pejabat serta Peserta Diklat Prajabatan Calon PNS sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya

Kata sambutan kepala BKD KKA Iip Ilham saat pembukaan Diklat Prajabatan di Hotel Prown Batam

Para peserta Diklat Prajabatan CPNS Kabupaten Kepulauan Anambas

Peserta Diklat Prajabatan CPNS Kabupaten Kepulauan Anambas

Pj.Bupati Anambas Yusrizal beserta Ketua DPRD Anambas saat LPJ di Hotel Prown Batam

Suasana Saat kedatangan Pj.Bupati Anambas dan ketua DPRD Anambas dalam rangka acara diklat prajabatan CPNS KKA

Plh. Sekdakab Anambas, Hamdi dan kepala BKD KKA saat pelepasan LPJ ke Batam

Sambutan Plh. Sekdakab Anambas Hamdi saat pelepasan LPJ ke Batam

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->