Anda di halaman 1dari 12

Suci Putri Rahmawani

Irfan Rian Saputra


Dicho Bima Wicaksono
Rifani Amalia

I1021131004
I1021131007
I1021131041
I1021131060

Fermentor Airlift

Fermentasi dan Fermentor


Fermentasi adalah proses pemecahan senyawa organik
menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan melibatkan
mikroorganisme.
Fermentor adalah tangki atau wadah dimana didalamnya
seluruh sel (mikrobia) mengubah bahan dasar menjadi
produk biokimia dengan atau tanpa produk sampingan.
Ukuran bervariasi:
5 - 10 liter untuk skala laboratorium
10 - 500 liter untuk skala percobaan
50 - 400.000 liter untuk skala industri besar

Air-Lift Fermenter (ALF) adalah klasifikasi umum dari


reaktor pneumatik tanpa banyak susunan pengaduk mekanik untuk
pencampuran. Turbulensi disebabkan oleh aliran fluida
memastikan cukupnya pencampuran dari cairan. Keuntungan dari
reaktor airlift adalah mengurangi pengaruh erosi secara umum
pada agitasi mekanik

Fermentor jenis Air-lift sangat tepat untuk


proses fermentasi yang menggunakan mikroba
yang bersifat shear sensitive.
Pemilihan Air-lift karena fermentor jenis ini
dapat bekerja tanpa adanya pengadukan secara
mekanis
karena
mikroba
shear
sensitive merupakan mikroba yang tidak tahan
terhadap adanya pengadukan secara mekanis.

Air lift fermentor dirancang dengan dua bagian yang


disebut riser dan downcomer yang berfungsi
untuk meningkatkan efisiensi pindah massa, pindah
panas, dan memberi kondisi pengadukan yang lebih
dapat meratakan media karena menggunakan udara
melalui beberapa sparger dibagian dasar untuk aerasi.

Mekanisme Kerja
Mekanisme kerjanya berdasarkan perbedaan berat jenis antara
bagian cairan kultur yang kaya udara dalam riser dan cairan
kultur yang kurang udara di dalam downcomer.
Media fermentasi digerakkan tidak menggunakan pengadukan
melainkan dengan aliran udara dari bagian riser menuju
bagian downcomer
Gelembung udara dapat diperkecil melalui alat yang porus
disebut sparger.

DO : oksigen terlarut

Airlift Bioreactor
Biasanya digunakan untuk mikroba yang sensitif terhadap shear.
Pengaplikasiannya :
1.
Menghasilkan metabolit sekunder
Waktu : 3-21 jam
Media : Media Murashige & Skoog (MS)

jasmonates are also reported to be highly efficient elicitors for taxoid


production by T. chinensis, and induction of ginsenoside biosynthesis
and alteration of ginsenoside heterogeneity in cell suspension cultures
of P. notoginseng
Elisitor : MeJA, SA, lactalbumin hydrolysate (LH)
salicylic acid (SA)methyl jasmonate (MeJA)