Anda di halaman 1dari 12

A.

DATA PENGAMATAN
No

Aktivitas

.
1.

Data

Uji Pembedaan Dua Titik


Jarak terpendek kedua ujung jangka
yang dirasakan pada:
-

2.

Ujung jari
Daerah sisi hidung
Punggung lengan
Belakang leher

0,5 cm
0,8 cm
1,0 cm

Menentukan Reseptor Sentuh


Punggung lengan dibuat petak ukuran
2,5 cm dan dibagi menjadi 25 petak
kecil kemudian tiap petak ditekan

3.

menggunakan ijuk.
Menentukan Reseptor Sakit
Punggung lengan dibuat petak ukuran
2,5 cm dan dibagi menjadi 25 petak
kecil kemudian tiap petak ditekan

4.

2,0 cm

Jari

Tangan Kiri

Jari

Tangan Kiri

menggunakan jarum.
Menentukan Proprioreseptor
Hasil pengukuran jarak titik dengan
huruf X
I

2,0 cm

II

4,0 cm

III
Keberhasilan saat menunjuk jari tengah

1,5 cm
Dari 5 kali percobaan, yang berhasil 2 kali

tangan kiri dengan tangan kanan


dengan mata tertutup.
Keberhasilan membawa jari tekunjuk
ke hidung setelah tangan kanan
direntangkan sejauh mungkin dengan
mata tertutup.

Dari 5 kali percobaan, yang berhasil 2 kali

5.

Bintik Buta

Mata kanan
+ o = 30,0 cm

+
o
o + = terlihat cm =terlihat

o
+ = terlihat

terlihat lagi pada jarak 20 cm


mata kiri
+ o = 29 cm

+
o
o + = terlihat cm =terlihat

o
+ = terlihat

terlihat lagi pada jarak 23 cm


6.

Proyeksi Binokuler
Sesuatu yang tampak pada saat salah

0,7 cm

satu mata ditutup.


7.

Pentingnya Penglihatan Binokuler

Dari 10 kali percobaan, yang berhasil 10 kali

Hasil ketika memasukkan pensil


kedalam tabung reaksi.
Hasil saat pengamat memindah letak

Dari 10 kali percobaan, yang berhasil 2 kali

tabung reaksi.
8.

Dominansi Mata
Hasil yang nampak saat menutup mata

Benda nampak disebelah kanan pensil

kiri.
Hasil yang nampak saat menutup mata

Benda nampak jauh disebelah kiri pensil

kanan.
9.

Proyeksi Monokuler

- Ketika kepala jarum digerakkan ke arah

Hasil penglihatan saat jarum pentul

kanan, lubang tertutup dari arah kiri


- Ketika kepala jarum digerakkan ke arah kiri,

digerakkan perlahan-lahan.

lubang tertutup dari arah kanan


10.

Reseptor (Pengecap)
Waktu yang digunakan untuk
mengecap:
- Gula
- Larutan Gula

1 menit 3 detik

Jeruk
air jeruk
Kina
Air kina
Garam Dapur
Air garam

3 detik
40 detik
3 detik
1 menit
2 detik
15 detik
2 detik

11.

Pengecap dan Pembau


Hasil pengenalan setelah mengunyah
dengan nostril tertutup.
-

Wortel
Bawang merah
Kentang
Apel

Tidak terasa

Hasil pengenalan setelah mengunyah

Tidak terasa

Tidak terasa
Tidak terasa

dengan nostril terbuka.


-

Wortel
Bawang merah
Kentang
Apel

Terasa
Terasa
Terasa
Terasa

12.

Ketajaman Pendengaran
Jarak terjauh bunyi timer masih

7,40 m

terdengar.
Jarak terjauh bunyi timer mulai

7,70 m

terdengar.
Sama/Tidak?Mengapa?
13.

Tidak sama

Penghantaran Suara
Asal suara ketika tangkai diletakkan

Ketika ditempelkan di gigi, suara terdengar

pada kepala atau antara dua gigi atas-

dari arah gigi

bawah.

14.

15.

Letak sumber suara setelah menutup

Terdengar di sebelaah kiri

salah satu telinga (teling kiri).


Letak sumber suara setelah menutup

Terdengar dari kedua telinga

kedua telinga.
Hasil setelah garpu tala dipindah ke

Tedengar

dekat telinga.
Kelelahan Pendengaran
Hasil ketika garpu tala didekatkan

Terdengar sangat lemah

kembali ke telinga kiri.


Hasil ketika garpu tala dipindah ke

Terdengar cukup jelas

telinga kanan.
Keseimbangan
Kemampuan untuk bertahan dengan

Posisi tetap, terkadang bergoyang sedikit

satu kaki selama dua menit dengan

16.

17.

mata terbuka.
Kemampuan untuk bertahan dengan

Kaki tidak tetap di tempat, bisa berpindah

satu kaki selama dua menit dengan

tempat. Bergoyang-goyang dengan

mata tertutup.
Tes Romberg

simpangan yang lebih jauh

Goyangan tubuh subyek dengan mata

Frekuensi goyangan sedikit, goyangan tidak

terbuka.
Goyangan tubuh subyek dengan mata

terlalu besar simpangannya.


Frekunsi goyangan lebih banyak, simpangan

tertutup.

goyangan lebih jauh

Apparatus Vestibular
Kondisi mata setelah diputar kekanan

Bola mata bergerak-gerak dengan cepat,

sepuluh kali.
Hasil ketika subyek berjalan setelah

kekiri dan ke kanan secara ritmik.


Tidak dapat berjalan lurus, cenderung lebih

diputar kekanan sepuluh kali.

condong ke kanan

B. ANALISA DATA
Uji Pembedaan Dua Titik

Pada pengamatan uji pembedaan dua titik, diperoleh data, jarak terpendek kedua ujung
jangka yang dirasakan pada ujung jari adalah 0,5 cm, di daerah sisi hidung sebesar 0,8 cm,
punggung lengan sebesar 1 cm, dan belakang leher sebesar 2 cm.
Menentukan Reseptor Sentuh
Pengamatan menentukan reseptor tubuh, yaitu dengan membuat petak ukuran 2,5 cm dan
dibagi menjadi 25 petak kecil pada punggung lengan, kemudian tiap petak ditekan menggunakan
ijuk diperoleh data, beberapa petak terasa jika diberi sentuhan, sementara ada petak yang tidak
peka terhadap sentuhan. Jika dibandingkan dengan petak reseptor sakit, jumlah petak yang peka
terhadap sentuhan lebih sedikit.
Menentukan Reseptor Sakit
Pengamatan menetukan reseptor sakit, dengan subjek yang sama dan tempat yang sama
seperti pengamatan menetukan rseptor sentuh, ketika tiap petak ditekan dengan jarum, terdapat
daerah yang peka terhadap tekanan yang diberikan, sedangkan petak lainnya tidak peka. Jika
dibandingkan dengan petak reseptor sentuh, jumlah petak yang peka terhadap tekanan jarum
lebih banyak.
Menentukan Proprioreseptor
Pengamatan menentukan propioreseptor, yang pertama adalah hasil pengukuran jarak
titik dengan huruf X dengan mata tertutup selama 3 kali diperoleh data yaitu 2 cm, 4 cm, dan
1,5 cm. Kemudian, pengamatan pada saat menunjuk jari tengah tangan kiri dengan telunjuk
tangan kanan dengan mata tertutup diperleh data yaitu dari 5 kali ulangan, 2 di antaranya
berhasil. Selanjutnya membawa jari telunjuk ke hidung setelah tangan kanan direntangkan sejauh
mungkin dengan mata tertutup, yaitu dari 5 kali ulangan, 2 di antaranya berhasil.
Bintik Buta
Pada saat pengamatan, awalnya kedua tanda X dan O terlihat oleh mata kanan sementara
mata kiri tertutup. Namun, semakin kertas didekatkan, pada jarak tertentu kertas dari mata
subyek terlihat menghilang, yaitu 30 cm saat posisi tanda X O tetap terlihat, saat posisi tanda O
X tetap terlihat, saat tanda X di atas dan tanda O di bawah tetap terlihat saat tanda O di atas dan
tanda X di bawah tetap terlihat.
Proyeksi Binokuler
Pengamatan proyeksi binokuler, diperoleh data yaitu pada jarak 0,7 cm lubang pada
kertas karton yang awalnya 2 buah terlihat menjadi 1 lubang.

Pentingnya Penglihatan Binokuler


Pada pengamatan pentingnya penglihatan binokuler, yaitu dengan memasukkan pensil ke
dalam tabung reaksi dengan mata tertutup, dari 10 kali ulangan, 2 di antaranya berhasil.
Dominansi Mata
Pengamatan selanjutnya dominansi mata, yaitu dengan melihat objek pandang yang jauh
dengan pensil berada di antara objek dan mata dalam satu garis lurus. Ketika mata kiri ditutup,
objek nampak di sebelah kanan pensil dan ketika mata kanan ditutup, objek nampak jauh di
sebelah kiri pensil.
Proyeksi Monokuler
Pengamatan selanjutnya adalah proyeksi monokuler dengan menggerakkan jarum pentul
untuk menutup lubang pada karton yang berjarak 1,5 cm di depan mata. Ketika kepala jarum
digerakkan ke arah kanan, lubang tertutup dari arah kiri. Dan ketika kepala jarum digerakkan
kearah kiri, lubang tertutup dari arah kanan.
Reseptor Gustatori (Pengecap)
Pengamatan selanjutnya adalah terhadap reseptor Gustatori (pengecap) yaitu dengan
meletakkan beberapa jenis makanan pada ujung lidah dan mencatat waktunya. Yang pertama
adalah butiran gula dibutuhkan waktu selama 1 menit 3 detik. Kemudian larutan gula dibutuhkan
waktu selama 3 detik, jeruk selama 40 detik, air jeruk selama 3 detik, kina selama 1menit, garam
dapur selama 15 detik, dan larutan garam selama 2 detik.
Pengecap dan Pembau
Selanjutnya adalah pengamatan pengecap dan pembau. Praktikan mengunyah bahan
makanan dengan mata serta nostril tertutup. Pada bahan makanan wortel, kentang, dan bawang
merah, praktikan tidak mampu mengenali bahan makanan apa yang dikunyah. Perlakuan yang
kedua yaitu dengan mengunyah bahan makana dengan mata dan nostril terbuka. Bahan makanan
wortel, kentang, bawang merah, dan apel dapat dikenali dengan baik oleh praktikan.
Ketajaman Pendengaran
Pada pengamatan tentang ketajaman pendengaran, diperoleh data bahwa jarak terjauh
yang bunyi timer yang masih terdengar ketika dijauhkan dari subjek adalah 7,4 m. Sedangkan
jarak terjauh bunyi timer mulai terdengar yang didekatkan secara perlahan pada praktikan tidak
sama dengan perlakuan sebelumnya yaitu sebesar 7,7 m.
Penghantaran Suara

Pengamatan selanjutnya adalah penghantaran suara. Ketika garpu tala diletakkan di atas
kepala, subjek tidak dapat mendengar getarannya. Ketika garpu tala ditempelkan diantara gigi,
bunyi terdengar dari depan. Pada saat praktikan menutup telinga kiri, subjek dapat mendengar
bunyi garpu tala pada telinga kiri. Pada saat menutup kedua telinga, praktikan dapat mendengar
bunyi garpu tala di kedua telinga. Pada saat garpu tala dipindah ke dekat telinga, subjek dapat
mendengar bunyi getaran.
Kelelahan Pendengaran
Kemudian pengamatan tentang kelelahan pendengaran, yang pertama yaitu ketika garpu
tala diletakkan kembali ke telinga kiri suaranya terdengar sangat lemah dan hampir hilang. Tapi
setelah garpu tala dipindah ke telinga kanan, terdengar getaran yang cukup jelas.
Keseimbangan
Pengamatan tentang keseimbangan, yaitu subjek berdiri tegak dengan mengangkat salah
satu kaki dengan mata terbuka selama dua menit diperoleh data yaitu tubuh Posisi tetap,
terkadang bergoyang sedikit. Perlakuan yang kedua, yaitu subjek berdiri tegak dengan salah satu
kaki diangkat dan mata tertutup selam dua menit diperoleh data yaitu praktikan tidak dapat
menyeimbangkan diri, Kaki tidak tetap di tempat, bisa berpindah tempat. Bergoyang-goyang
dengan simpangan yang lebih jauh
Tes Romberg
Kemudian praktikum tes Romberg, yaitu subjek berdiri tegak, tangan di samping tubuh dan mata
terbuka, dapat dilihat bahwa tubuh subjek sedikit bergoyang ke kiri dan ke kanan namun sangat
lambat, Frekuensi goyangan sedikit, goyangan tidak terlalu besar simpangannya. Perlakuan yang
kedua, subjek berdiri tegak, tangan di samping tubuh dan mata tertutup, dapat dilihat bahwa
tubuh subjek bergoyang ke kanan dan ke kiri Frekunsi goyangan lebih banyak, simpangan
goyangan lebih jauh
Apparatus Vestibular
Pengamatan yang terakhir adalah tentang apparatus vestibular. Subjek berdiri tegak, kaki
merapat, dan mata tertutup lalu tubuh subjek diputar ke kanan sebanyak sepuluh kali. Kemudian
subjek membuka mata dan melihat lurus ke depan, terlihat bahwa bola mata subjek bergerakgerak dengan cepat, Bola mata bergerak-gerak dengan cepat, kekiri dan ke kanan secara ritmik.
Kemudian subjek diminta berjalan lurus ke depan, dan ternyata subjek tidak dapat berjalan lurus,
Tidak dapat berjalan lurus, cenderung lebih condong ke kanan.

C. PEMBAHASAN
Uji Pembedaan Dua Titik
Mekanisme respon saraf pada kulit diawali dari turgo reseptor yang terdapat pada lapisan
dermis. Rangsang yang diterima oleh reseptor tersebut kemudian diteruskan menuju neuron
sensorik dan menuju ke otak. Otak menerima informasi mengenai jenis rangsang (tekanan,
sentuhan, panas, dan dingin). Setelah menerima informasi tersebut impuls kemudian diteruskan
oleh saraf motorik hingga akhirnya probandus dapat mengatakan mengenai rasa sentuhan yang
dialami (Campbell, 2005).
Pada ujung jari jarak pembedaan dua titiknya paling kecil dikarenakan turgo reseptor
pada bagian ini paling banyak. Sedangkan pada belakang leher jarak pembedaan dua titiknya
paling besar dikarenakan turgo reseptor pada bagian ini paling sedikit. Sensitivitas yang dimiliki
kulit juga mempengaruhi uji pembedaan dua titik. Semakin sensitif kulit, semakin mudah pula
dalam mambedakan dua titik sentuhan. Pada ujung jari memiliki sensitivitas yang paling tinggi
sehingga jarak pembedaan dua titiknya paling kecil. Sedangkan pada belakang leher
sensitivitasnya paling rendah sehingga jarak pembedaan dua titik paling besar.
Menentukan Proprioseptor
Ketepatan subyek dalam melakukan kegiatan-kegiatan tersebut di atas dapat walaupun
mata tertutup dikarenakan subyek mengenali kedudukan anggota tubuhnya. Informasi mengenai
kedudukan tubuh dan lender dirasakan oleh propriseptor. Proprioseptor terdapat pada empat otot
(otot lurik), pada tendon otot, pada selaput pembungkus otot berupa ujung saraf Paccini dan pada
sendi. Proprioseptor merupakan suatu mekanoseptor. Proprioseptor penting untuk mengatur
koordinasi aktifitas otot (Andreas, 2009).
Sehingga, aktivitas yang dilakukan oleh otot subyek seperti saat akan membawa jari
telunjuk ke ujung hidungnya, walaupun dengan mata tertutup dapat dilakukan, karena aktivitas
tersebut sebagai stimulus bagi proprioseptor. Proprioseptor adalah receptor yang mendeteksi
perubahan di dalam alat itu sendiri. Setiap perubahan dalam otot selalu dideteksi oleh
proprioceptors untuk diinformasikan ke susunan syaraf pusat, dan dari susunan syaraf pusat
dikeluarkan instruksi untuk menyesuaikan kondisi otot. Dari kondisi ini timbul gerak tubuh baru
untuk disesuaikan dengan seluruh rangkaian gerak tubuh secara sistemik. Peran dari

proprioceptors adalah mengirimkan aliran informasi secara terus menerus (konstan)


kepada susunan syaraf pusat. (Anonim a , 2010)
Bintik Buta
Bintik buta, adalah tempat pada penglihatan di mana tidak terdapat sel-sel fotoreseptor
pada optic disk retina, di daerah di mana terdapat saraf optic. Karena tidak adanya sel-sel yang
dapat mendeteksi cahaya pada optic disc, ada bagian dari medan pandang yang tidak dapat
direseptor sehingga tidak akan terbentuk bayangan. (Anonim b, 2010).
Pada bintik buta, merupakan daerah di mana terdapat saraf optic sehingga pada daerah
bintik buta tersebut tidak terdapat sel-sel yang merupakan fotoreseptor, yaitu sel batang dan sel
kerucut. Tidak adanya sel-sel fotoreseptor mengakibatkan tidak diterimanya stimulus berupa
cahaya yang datang dari tanda O sehingga tidak diubah menjadi impuls yang akan diteruskan
oleh saraf optik ke otak dan tidak menimbulkan sensasi penglihatan.

Proyeksi Binokuler
Penglihatan binokuler adalah penglihatan di mana kedua mata diganakan secara bersama.
Pada manusia, yang memiliki mata yang menghadap ke depan, kedua mata biasanya bergerak
bersama. Ketika mata bergerak menyamping pada arah yang sama di sebut versi, sedangkan
ketika mata bergerak ke arah yang berbeda lebih jauh atau lebih dekat dengan objek yang
ditunjuk oleh mata disebut vergens. Ketika mata bergerak ke tengah disebut gerak konvergen
sedangkan ketika mata bergerak ke tepi disebut gerak divergen. (Anonim, 2011).
Manusia memiliki lapang pandang horizontal maksimum kira-kira 200 derajat dengan
dua mata, kira-kira 120 derajat yang menyusun lapang pandang binokuler penglihatan binokuler
(terlihat dengan kedua mata), diapit oleh penglihatan uniokuler (terlihat hanya dengan satu mata)
kira-kira 40 derajat (Anonim, 2011). Maka, dapat dipahami bahwa penglihatan binokuler subyek
hanya dapat diperoleh saat sudut bayangan yang datang tidak melebihi 120 derajat atau tidak
melebihi lapang pandang binokuler.

Ketika salah satu mata ditutup, yang terlihat adalah satu lubang saja. Hal ini dikarenakan
penglihatan dipengaruhi oleh dua mata, di mana setiap mata saling mempengaruhi satu sama
lain. Akomodasi adalah keadaan mata saat fokus. Ketika salah satu mata dibuka dan mata yang
lain ditutup, dan salah satu mata yang terbuka itu fokus pada sesuatu yang berjarak dekat,
akomodasi mata yang tertutup akan menjadi sama dengan mata yang terbuka. Akomodasi dan
konvergensi terhubung dengan refleks, sehingga salah satu mata membuat mata yang lain
mengirim sinyal ke otak untuk membuat memori, sama dengan apa yang dilihat oleh mata yang
terbuka (Anonim, 2011).

Pentingnya Penglihatan Binokuler


Menurut Karyadi, 2010, penglihatan binokuler adalah kemampuan secara simultan dari
kedua mata untuk dapat membedakan suatu obyek mana yang lebih dekat atau lebih jauh
dibandingkan dengan obyek lainnya dalam suatu ruang. Maka, ketidakmampuan subyek untuk
mendapat penglihatan binokuler berakibat pada ketidakmampuannya membedakan jarak pensil
yang dipegangnya dengan lubang tabung reaksi apakah lebih dekat atau lebih jauh sehingga
pensil yang dijatuhkan ke dalam lubang tabung reaksi jatuh di sebelah tabung reaksi.
Sesuai dengan fungsinya sebagai sistem optis, maka setiap sinar yang memasuki mata
akan dibiaskan oleh media refrakta atau pembias yang ada tepat diretina. Kedudukan dua bola
mata yang normal dapat memberikan kemungkinan tercapainya penglihatan binokuler yang
tunggal. Sedangkan penglihatan binokuler yang tunggal hanya mungkin dapat dicapai jika
bayangan obyek yang ada dimasing-masing fove sentralis jatuh pada titik korespondensi yang
sama. Selanjutnya kedua bayangan obyek tersebut akan diubah oleh sel-sel reseptor menjadi
impuls saraf dan akan diteruskan oleh nervus opticus ke otak untuk diolah menjadi sensasi
penglihatan yang berasal dari mata kanan dan mata kiri akan disatukan. Upaya otak untuk
menyatukan dua sensasi penglihatan menjadi satu sensasi penglihatan binokuler tunggal disebut
unifikasi (Yunus, 2010)
Pada saat salah satu mata ditutup seperti pada pengamatan yang dilakukan, sensasi
binokuler tunggal gagal didapat karena tidak adanya proses unifikasi, yaitu penyatuan dua

sensasi penglihatan oleh otak. Tidak adanya unifikasi ini disebabkan karena hanya satu mata saja
yang menerima bayangan obyek yang diubah oleh sel reseptor menjadi impuls saraf yang
diteruskan oleh saraf optik ke otak, sehingga yang didapat hanya sensasi penglihatan mata yang
terbuka saja. Dari praktikum ini kita dapat mengetahui bahwa penglihatan binokuler penting bagi
kita. Keuntungan memiliki penglihatan binokuler bagi kita adalah menjadi cadangan bila salah
satu mata mengalami kerusakan, memberikan lapang pandang yang lebih luas, memberikan
sumasi binokuler untuk menambah kemampuan mendeteksi objek dan memberikan stereopsis
yang disebabkan oleh posisi dua mata yang berbeda sehingga memberi kesan kedalaman atau
tiga dimensi.

Kelelahan Pendengaran

Tes Romberg
Dari praktikum, menunjukkan pelaku positif pada uji Romberg. Karena pada uji Romberg
menurut anonim (2010) uji Romberg adalah test tubuh pada posisi tubuh, yang membutuhkan
fungsi sehat dari sumsum tulang belakang .Uji Romberg digunakan untuk menyelidiki penyebab
hilangnya koordinasi motorik (ataxia). Pada uji Romberg, praktikan berdiri dan menutup
matanya. Sebuah kehilangan keseimbangan ditafsirkan sebagai tanda Romberg positif. Praktikan
dengan hasil positif dikatakan untuk menunjukkan pertanda Romberg atau Rombergism. Dasar
tes ini merupakan hasil yang berasal dari kombinasi beberapa sistem neurologis, yaitu
proprioception, input vestibular, dan penglihatan.
Jika ada dua sistem ini bekerja orang harus mampu menunjukkan tingkat wajar
keseimbangan. Kunci untuk menguji adalah dengan meminta subjek untuk menutup mata
mereka. Uji ini didasarkan pada pemahaman bahwa seseorang memerlukan setidaknya dua dari
tiga indera berikut untuk menjaga keseimbangan sambil berdiri: proprioception (kemampuan
untuk mengetahui letak bagian tubuh seseorang dalam ruang), sensasi (kemampuan untuk
merasakan sentuhan, tekanan, atau getaran), dan penglihatan (yang dapat digunakan untuk
memantau perubahan dalam keseimbangan).

Apparatus Vestibular
Untuk uji Apparatus Vestibular, terdapat verigo. Sesuai asal katanya dari bahasa Latin
vertere yang berarti memutar, maka pusing pada vertigo lebih mengarah pada sensasi atau ilusi
dari suatu gerakan berputar. Entah, orang itu merasa ruangan di sekitarnya berputar atau dirinya
yang memutari ruangan tersebut. Tak jarang pula, vertigo disertai rasa mual, muntah, atau
keringat dingin. Asal terjadinya vertigo dikarenakan adanya gangguan pada sistem keseimbangan
tubuh. Sistem vestibular perifer meliputi labirin dan saraf vestibular. Labirin tersusun dari 3
kanalis semisirkularis dan otolit (sakulus dan utrikulus) yang berperan sebagai reseptor sensori
keseimbangan, serta koklea sebagai reseptor sensori pendengaran. Sementara itu, krista pada
kanalis semisirkularis mengatur akselerasi angular, seperti gerakan berputar, sedangkan makula
pada otolit mengatur akselerasi linear.
Segala input yang diterima oleh sistem vestibular akan diolah. Kemudian, diteruskan ke
sistem visual dan somatokinetik untuk merespon informasi tersebut (anonim, 2007). Pada
praktikum kami, setelah tubuh diputar selama 10 kali dengan mata tertutup praktikan berjalan
lurus dengan sempoyongan, dan mata tidak dapat melihat secara fokus. Hal ini sesuai dengan
teori di atas yang mana pelaku marasa berputar. Hal ini karena gangguan system keseimbangan
yang diterima oleh system, vestibular, yang diteruskan ke system visual dan somatokinetik yang
mengakibatkan rasa berputar dan pandangan yang tidak fokus.