Anda di halaman 1dari 7

DATA DAN ANALISIS DATA

a. Tabel Hasil Pengamatan


No.
Perlakuan
1. Mendengarkan Suara Jantung
Ruang sela iga ke 5

Sebelah kiri sternum

Katup semilunar aortik

Desinkroni katup semilunar aortik dan


katup pulmonari

2.

3.

Palpasi Denyut Nadi Radialis


Denyut nadi per menit

Hasil Pengamatan
5 detik = 6 denyutan
5 : 6 = 0,8 detik
Waktu istirahat 0,8 detik
5 detik = 7 denyutan
5 : 7 = 0,7 detik ketertinggalan
menutupnya katup miral dari
katup trikuspid
5 detik = 6 denyutan
5 : 7 = 0,8 detik
Untuk mendengarkan katup
semilunar selang waktunya 0,8
detik
5 detik = 7 denyutan
5 : 7 = 0,7 detik
Untuk desinkroni diperlukan
selang waktu 0,7 detik

Ulangan I : 78
Ulangan II : 75
Ulangan III : 76
Rata-rata denyut
nadi/menit : 76,33 76
Perbandingan Kecepatan Denyut Jantung - Ulangan I
dan Denyut Nadi (per menit)
Denyut jantung : 83
Denyut nadi : 75
- Ulangan II
Denyut jantung : 88
Denyut nadi : 78
- Ulangan III
Denyut jantung : 84
Denyut nadi : 80
Rata-rata denyut
jantung/menit : 85
Rata-rata denyut
nadi/menit : 77,67 78

b. Analisis Data

1. Mendengarkan suara jantung


Pada percobaan ini, ketika bel stetoskop diletakkan pada dada
subyek di sela iga ke 5 di sebelah kiri strernum terdengar suara denyut
jantung, kemudian selama 5 detik pengamat mendengarkan denyut jantung
dan mencatat berapa banyak denyutannnya. Dari hasil pengamatan dalam
5 detik didapatkan 6 denyutan, sehingga waktu istirahat antar denyutan
adalah 5 : 6 = 0,8 detik.
Selanjutnya memindahkan bel stetoskop secara horizontal ke arah
tengah persis di pinggir kiri sternum untuk mendengarkan suara katup
trikuspid. Dari hasil pengamatan dalam 5 detik diperoleh 7 denyutan,
sehingga ketertinggalan menutupnya katup miral dari katup trikuspid
adalah 5 : 7 = 0,7 detik.
Pengamatan berikutnya pada katup semilunar aortik (pada ruang
sela iga ke 2, tepat di kanan sternum), dalam 5 detik diperoleh 6 denyutan
sehingga untuk mendengarkan katup semilunar selang waktunya adalah 5 :
6 = 0,8 detik. Kemudian memindahkan stetoskop secara horizontal ke kiri
sternum untuk mendengarkan katup pulmonari. Dari hasil pengamatan
selama 5 detik diperoleh 7 denyutan, sehingga desinkroni antara
menutupnya katup semilunar dan pulmonari diperlukan selang waktu 5 : 6
= 0,7 detik
2. Palpasi denyut nadi radialis
Untuk mengamati terjadinya paplapsi denyut nadi radialis, subyek
diminta untuk duduk tenang, kemudian mencarai posisi arteri rdiala
dipermukaan pergelangan tangan, persisi pada pangkal ibu jari. Kemudian
menekan arteri radial dengan ujung jari ke 2 dan ke 3. Selanjutnya
dilakukan penghitungan denyut nadi per menit dan diulang 3 kali. Dari hsil
penghitungan, diperoleh data masing-masing, 78, 75, dan 76 , sehingga
diperoleh rata-rata denyut nadi/menit = 76.
3. Perbandingan kecepatan denyut jantung dan denyut nadi
Pada pengamatan yang kami lakukan, diperoleh bahwa perbedaan
rata-rata antara denyut jantung per menit dengan denyut nadi per menit
cukup jauh yaitu pada denyut jantung apikal rata-rata 85/menit, sedangkan
pada denyut nadi radial rata-rata 78/menit. Hal ini dipengaruhi oleh jarak
nadi terhadap jantung yang relatif jauh, sehingga kecepatan denyut nadi
lebih rendah daripada kecepatan denyut jantung.
PEMBAHASAN
1. Mendengarkan suara jantung
Pada kegiatan ini digunakan stetoskop untuk mendengarkan adanya suara
jantung. Suara jantung berasal dari bergolaknya darah yang disebabkan oleh
menutupnya katup jantung (Soewolo:1999). Ada dua suara jantung yang jelas
dapat didengar pada setiap siklus jantung. Suara jantung tersebut biasanya
digambarkan sebagai lup dan dup dan urutannya adalah sebagai berikut:
lup-dup, istirahat, lup-dup, istirahat, dan seterusnya. Suara jantung pertama
(lup) diasosiasikan dengan penutupan klep atrioventrikuler (AV) pada
permulaan sistol. Suara jantung yang kedua (dup) umumnya diasosiasikan
dengan menutupnya katup semilunar yang bertepatan dengan akhir sistol
(Basoeki, 2000).

Dari hasil pengamatan, yaitu mendengarkan denyut jantung pada dada


subyek di sela iga ke 5 di sebelah kiri sternum, selama 5 detik terjadi 6
denyutan sehingga berdasarkan hasil perhitungan menyatakan waktu istirahat
antara denyut jantung pertama dan denyut jantung kedua sebesar 0,8 detik.
Suara jantung pertama yang terdengar lebih keras dan sedikit lebih panjang
dihasilkan oleh gerak balik darah yang menutup katup atrioventrikuler segera
setelah sistol ventrikel dimulai. Suara kedua adalah akibat gerak balik drah
yang menutup katup semilunar pada awal diastol ventrikel. Dalam satu siklus
normal jantung, dua atria kontraksi (sistol) dan dua ventrikel relaksasi (diastol)
(Soewolo, 1999). Selanjutnya stetoskop digeser ke daerah agak tengah di
sebelah pinggir kiri sternum untuk mendengarkan suara katrup trikuspid.
Selama 5 detik pengamatan diperoleh 7 denyutan, sehingga dapat diketahui
ketertinggalan menutupnya katup mitral dari katup trikuspid sebesar 0,7 detik.
Untuk mendengarkan katup semilunar aortik, maka stetoskop ditempelkan
pada ruang sela iga ke 2, tepat dikanan sternum. Kemudian subyek diminta
menarik nafas dalam-dalam dan memindahkan stetoskop secara horozontal ke
kiri sternum untuk mendengarkan katup pulmonari. Dari hasil pengamatan
selama 5 detik diperoleh 7 denyutan, sehingga desinkroni antara menutupnya
kedua katup diperlukan selang waktu 0,7 detik. Menurut Basoeki, 2000, katup
semilunar aortik secara normal mengatup dengan bunyi keras daripada katup
semilunar pulmonari. Bila subyek pelan-pelan menarik nafas dalam-dalam,
maka pengisian ventrikel akan sedikit tertunda (pembuluh darah pulmonari
tertekan oleh peningkatan tekanan intrapulmonari) (Basoeki, 2000).
2. Palpasi denyut nadi radialis
Denyut nadi dapat dipakai sebagai tolok ukur kondisi jantung. Denyut nadi
adalah frekuensi irama denyut jantung yang dapat dipalpasi (diraba) di
permukaan kulit pada tempat-tempat tertentu, yaitu: arteri karotid pada sisi
leher, arteri temporal anterior telinga di daerah pelipis. Arteri brakhial pad fosa
antekubital, arteri radial pada sisi lateral permukaan pergelangan tangan pada
pangkal ibu jari. Pada pengamatan kami dilakukan palpasi denyut nadi radialis
pada pergelangan tangan, persis pada pangkal ibu jari (Basoeki, 2000).
Dari hasil pengamatan, diperoleh rata-rata denyut nadi 76 kali/menit. Hal
ini mengindikasikan bahwa subyek berada dalam keadaan istirahat (Basoeki,
2000). Normalnya kecepatan denyut nadi sama dengan kecepatan denyut
jantung. Denyutan dinyatakan sebagai ekspansi dan dorongan balik arteri
secara berganti-ganti. Ada dua faktor yang bertanggung jawab bagi
kelangsungan denyutan yang dapat dirasakan. Pertama, pemberian darah secara
berkala dengan selang waktu pendek dari jantung ke aorta, yang tekanannya
berganti-ganti naik-turun dalam pembuluh darah. Bila darah mengalir tetap dari
jantung ke aorta, tekanan akan tetap, sehingga tidak ada denyutan. Kedua,
elastisitas dinding arteri yang memungkinkan meneruskan aliran darah dan
aliran balik. Bila dinding tidak elastis, masih tetap ada pergantian tekanan
tinggi-rendah dalam sistol dan diastol ventrikel, namun dinding tersebut tidak
dapat melanjutkan aliran dan mengembalikan aliran sehingga denyutpun tidak
dapat dirasakan (Soewolo, 1999).
3. Perbandingan kecepatan denyut jantung dan denyut nadi

Dari hasil pengamatan diperoleh perbedaan rata-rata antar denyut jantung


apikal per menit dengan denyut nadi radial per menit cukup jauh yaitu pada
denyut jantung apikal rata-rata 85/menit, sedangkan pada denyut nadi radial
rata-rata 78/menit. Hal ini dikarenakan denyutan yang dirasakan dalam arteri
radialis, pada pergelangan tangan tidak serupa dengan kontraksi ventrikel
namun sedikit mengikuti setiap kontraksi ventrikel dengan interval yang cukup
besar. Makin jauh dari jantung denyutan makin menghilang, karena intervalnya
lebih lama (Soewolo, 1999).

KESIMPULAN
1. Mendengarkan Suara Jantung
Waktu istirahat antara denyut jantung pertama dengan denyut jantung
kedua adalah 0,8 detik.
Ketertinggalan menutupnya katup mitral dari katup trikuspid sebesar
0,7 detik.
Untuk mendenngarkan adanya desinkroni antara menutupnya katup
semilunar aortik dengan katup pulmonaru diperlukan selang waktu
sebesar 0,7 detik.
2. Palpasi Denyut Nadi Radialis
Rata-rata denyut nadi radialis per menit adalah 76 kali per menit.
3. Perbandingan Kecepatan Denyut Jantung dan Denyut Nadi
Rata- denyut jantung apikal adalah 85 kali per menit.
Rata denyut nadi radial adalah 78 kali per menit.

DAFTAR PUSTAKA
Basoeki, Soedjono; Soewolo; Annie Istanti; Titi Yudani. 2000. Petunjuk
Praktikum Anatomi dan Fisiologi Manusia. Malang: Universitas Negeri
Malang.
Soewolo; Soedjono Basoeki; Titi Yudani. 1999. Fisiologi Manusia. Malang:
Universitas Negeri Malang.

SUARA JANTUNG DAN DENYUT NADI


LAPORAN PRAKTIKUM
Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah
Praktikum Anatomi Fisiologi Manusia yang Dibina oleh
Ibu Dra. Annie Istantie, M.Si dan Ibu Nuning Wulandari, S.Si, M.Si

Disusun oleh:
Kelompok II/ Off BB
1. Nury Aji Saktiani

206341405955

2. Desy Noerdinaa F.

206341405956

3. Fitria Wulan Sari

206341403548

4. Sulistioningsih

206341405959

5. Mukhlis Susiawan

206341405967

6. Yeti Noviana

204341475826

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Oktober 2008