Anda di halaman 1dari 14

Asal Nama Suriname

Sinopsis
Suriname adalah sebuah daerah seukuran desa dalam wilayah Kecamatan Pinggir Kabupaten
Bengkalis.Dahulu kala adalah sebuah kerajaan yang bernama Batin Betuah. Raja Kerajaan
Batin Betuah ini bernama Tuahbasa Syahansyah.Raja mempunyai seorang permaisuri yang
cantik jelita bernama Putri Embun.Raja ini sangatlah bijaksana dan sayang kepada rakyatnya.
Raja mendirikan sebuah balai pertemuan yang luas sebagai tempat untuk bermusyawarah
dengan para menteri, cerdik pandai, atau tempat ia menerima rakyatnya yang ingin
mengadukan berbagai hal. Sekarang daerah tempat balai pertemuan itu berada bernama Balai
Raja.
Kebaikan hati raja ini berbanding terbalik dengan istrinya yang cantik jelita. Permaisuri
adalah seorang yang jahat hatinya, namun sangat pandai bersandiwara mengambil hati
suaminya sehingga sang raja sangat sayang pada permaisuri. Tidak banyak yang tahu akan
kejahatan permaisuri ini. Termasuk yang tahu adalah sang Ibu Suri. Ibu Suri sering memberi
nasihat tentang istrinya kepada anaknya, Raja Tuahbasa Syahansyah. Akan tetapi, sang raja
tak begitu menggubris perkataan ibunya. Bahkan sering raja membantah pengaduan sang ibu,
walau dengan sangat halus.
Ternyata usia Raja Tuahbasa tak panjang. Setelah sang raja meninggal dan digantikan
anaknya yang masih sangat belia, mulailah sang permasuri menampakkan watak aslinya.
Yang menjadi raja memang anaknya, tapi yang berkuasa adalah sang permaisuri. Ia membuat
berbagai makar. Salah satu makar yang dirancangnya adalah mengenyahkan Ibu Suri, ibu
mendiang suaminya, dari istana kerajaan.
Karena tak tahan dengan berbagai ujian yang ditimpakan oleh sang permaisuri kepadanya,
akhirnya sang ibu suri melarikan diri dari istana bersama pengawal kepercayaannya,
Gunadarma dan Brawijaya. Mereka menyamar jadi rakyat jelata, hidup sebagaimana
layaknya orang-orang biasa.Hanya orang-orang tertentu yang tahu keberadaan Ibu Suri.Ibu
Suri akhirnya meninggal di sebuah rumah kayu sebagai seorang rakyat biasa.Ia dimakamkan
di pondok kayunya tersebut.
Tempat Ibu Suri dimakamkan itu sekarang diberi nama Suriname, diambil dari nama Ibu
Suri: Putri Name Cahya.
Pemeran
1.
Merry Damayanti
2.
Nurisma Maulisa
3.
Bayu Surya Wijaksana
4.
Ananda Restu Prasetya
5.
Muhammad Nashihin Nur Permadi
6.
Rizka Nabillah
7.
Arief Fathurrahman Wahid
8.
Sisi Amelia
9.
Mutiara Istiqomah
10. Sela Pramudita
11. Nova Dwi Yulianti
12. Rama Kusmilah
13. Ade Kurniawan
14. Monariska Andini

(Ibu Suri/Putri Name Cahya)


(Mawar Putih)
(Raja)
(Gunadarma)
(Brawijaya)
(Dayang Mewangi)
(Pangeran Cakra Bumi)
(Dayang Mulan)
(Permaisuri/Putri Embun)
(Putri Mawar Merah)
(Dayang Bunga Sepatu)
(Dayang Bunga Tanjung)
(Warga 1)
(Warga 2)

Naskah
Babak I
Di sebuah taman yang indah, taman Kerajaan Batin Betuah. Raja Tuahbasa sedang berjalanjalan berdua saja dengan permaisurinya, Putri Embun.
Raja

: Adinda, lihatlah taman ini, alangkah indahnya. Subhanallah, Allah Yang


Mahaindah telah menciptakan dengan sangat sempurna.Rasanya mata tak
hendak berpaling dari menikmati pesona alam yang menyejukkan mata ini.
Putri Embun : Benar, Kanda. Semua ini adalah di antara bukti keberhasilan Kanda
mengelola kerajaan.Kanda berhasil menjadikan Kerajaan Batin Betuah ini
makmur sejahtera.
Raja
: Ah, jangan berlebihan memuji, Dinda. Rasanya belum banyak yang bisa
kulakukan untuk rakyatku.Aku masih belum bisa mengenyahkan kemiskinan
dari negeriku. Rasanya waktuku tak pernah cukup untuk berbuat. Rasanya....
Putri Embun : Sudah..sudah Kanda. Lihatlah kupu-kupu itu. Warnanya sangat
banyak dengan paduan yang memukau. Aku iri dengan kupu-kupu itu, Kanda.
Raja
: Kenapa, Dinda. Memangnya apa kelebihan kupu-kupu itu dibanding, Dinda.
Putri Embun : Sepertinya kupu-kupu itu teramat bahagia. Dirinya yang cantik jelita, bisa
terbang ke mana saja, dan selalu mengisap madu bunga-bunga nan indah.
(Raja Tuahbasa terdiam.Termenung.Wajahnya terlihat agak muram.Ia duduk memandang tak
bergeming ke depan.)
Putri Embun : Kanda kenapa. Maafkan Dinda kalau ucapan tadi tidak berkenan di hati
Kanda.
Raja
: Tidak, bukan itu Dinda.
Putri Embun : Lalu ... apa Kanda...
Raja
: Aku sering bermimpi yang sama beberapa waktu belakangan ini.
Sepertinya ...
Putri Embun : Sepertinya..apa.. Kanda?
Raja
: (terdiam, seperti merenung....) Hhhh..... sepertinya aku mendapat
firasat bahwa umurku takakan lama lagi...
Putri Embun : Ahh..firasat itu kadang lebih banyak salahnya, Kanda. Tidak usah terlalu
Kanda jadikan pedoman.
Raja
: Entahlah....
(Di Istana Singgah sana Raja, Ibu Suri merasa bahwa ada yang tidak beres dengan Putri
Embun. Ibu Suri pun memanggil warga kepercayaannya untuk memata-matai Putri Embun
Suri)
Ibu Suri
Warga 1
Warga 2
Ibu Suri
Warga 1
Warga 2

: Wargaku.
: Iya Yang Mulia ada apa?
: Apakah ada sesuatu yang penting Yang Mulia?
: Aku mempunyai sebuah tugas untuk kalian. Tolong kalian mata-matai Putri
Embun. Selidiki siapa sebenarnya dirinya itu. Aku khawatir akan keselamatan
anakku Tuahbasa jika ia menikah dengannya.
: Baiklah Yang Mulia, akan kami kerjakan.
: Secepat mungkin akan kami laporkan hasilnya Yang Mulia.

Ibu Suri

: Terima kasih, kalian memang wargaku yang terpercaya.

Kemudian Ibu Suri berbicara kepada Raja mengenai Putri Embun.


Ibu Suri
Raja
Ibu Suri
Raja
Ibu Suri
Raja
Ibu Suri
Raja
Ibu Suri

: Tuahbasa.....
: Ya.. Ibunda.. (Tuahbasa langsung berdiri dan membungkuk hormat pada
ibunya.)
: Ibu ingin bicara....
: Silakan Ibunda...
: Tuahbasa apakah kau benar-benar ingin menikahi Putri Embun?
: Ya Ibunda saya sangat ingin menikahinya.
: Ibu memiliki firasat buruk tentang wanita itu.
: Ah itu kan hanya firasat ibu saja.
: (Termenung)

(Kemudian dipanggilah mata-mata ibu suri yang tinggal di desa untuk datang menemui Ibu
Suri)
Warga 1
Ibu Suri
Warga 2
Ibu Suri
Warga 1
Warga 2
Ibu Suri

: Ibu Suri, ada apakah gerangan Ibu Suri memanggil kami?


: Apakah tugas yang saya berikan tadi sudah kalian laksanakan?
: Tugas apa Yang Mulia?
: Kalian ku tugaskan untuk memata-matai Putri Embun untuk mencari
informasi mengenai dirinya.
: Sudah Yang Mulia.
: Ternyata Putri Embun itu adalah seorang penyihir jahanam yang
berubah wujud sebagai wanita cantik nan jelita. Dulu dia adalah warga
di desa kami, namun ia melarikan diri
: Ohh baiklah kalau begitu, terima kasih atas informasinya. Lekaslah
kalian pulang ke desamu sebelum penjaga datang kemari.

(Saat makan malam Ibu Suri berbicara dengan Raja Tuahbasa berdua)
Ibu Suri
Raja
Ibu Suri
Raja
Ibu Suri
Raja
Ibu Suri
Raja
Ibu Suri

Raja
Ibu Suri

: Tuahbasa....
: Ya.. Ibunda..
: Ibu ingin
: ingin apa Ibu.
: Ibu ingin kau mengganti istrimu dengan perempuan lain yang lebih
bersih hatinya
: (Terdiam, roman wajahnya tampak keruh) ...
: Ini yang sekian kalinya Ibu menyampaikan kepadamu, anakku.
: Ibunda Aku Aku
: Kamu cinta kepadanya, ya, begitukan. Kau tidak tahu bahwa dia
adalah wanita berhati ular piton. Semua yang ditampakkannya
kepadamu hanyalah sandiwara belaka. Ibu ini wanita, ibu lebih tahu
daripada mu.Percayalah pada ibu.
: Ibunda....
: Anakku, belum cukupkah masa mulai dari kandungan hingga kau
sebesar ini untuk mempercayai ketulusan cinta ibumu ini kepadamu.
Bersegeralah sebelum semua terlambat.....

(Ibu Suri pergi meninggalkan anaknya.Tuahbasa terpaku di tempatnya.)


Panglima Brawijaya : Tuanku, mungkin benar apa yang dikatakan ibunda Tuan, pasti ada
hikmah dari yang dikatakan Ibu suri tuan.
Raja
: Terimakasih atas sarannya Brawijaya. Tapi aku akan tetap pada
pendirianku.
Akhirnnya pernikahan Antara Putri Embun dan Raja Tuahbasa pun dilaksanakan. Resmilah
sudah Putri Embun menjadi Permaisuri. Hal ini semakin mempermudah langkahnya untuk
menguasai seluruh isi istana. Malangnya, Raja Tuahbasa tidak pernah tahu bahwa niat Putri
Embun untuk menikah dengan Raja bukanlah atas dasar cinta, melainkan atas dasar
kekuasaan.
Babak II
Di dalam istana kerajaan, Raja Tuahbasa sedang duduk di singgahsana ditemani pengawal
setianya, Brawijaya. Suasana hening mendadak pecah saat Gunadarma membawa berita
mengenai seorang Pangeran yang sedang menuju ke istana batin betuah.
Gunadarma
Brawijaya
Gunadarma
Raja
Gunadarma
Raja
2 Pangeran

: (Tampak kelelahan sehabis berlarian) Yang Mulia Raja.


: Tenangkan dirimu dulu Gunadarma. Ada apa gerangan sehingga kau
seperti orang yang tergesa-gesa?
: Yang Mulia, saya membawa berita. Ada seorang pangeran yang
sedang menuju ke kerajaan kita.
: Pangeran siapakah yang berani-beraninya ingin menginjakkan kaki ke
istana ini tanpa seizinku?
: Maaf Yang Mulia, saya tidak tahu. Yang saya tahu tujuan Pangeran itu
datang ke istana kita adalah untuk menikahi Mawar Putih.
: Ohh, begitu ya. Baiklah kalau memang itu niatnya. Gunadarma,
Brawijaya, atur waktu untukku supaya aku bisa bertemu dengan
Pangeran itu.
: Baik Yang Mulia.

Pangeran yang datang itu rupanya ingin melamar Putri Mawar Putih, namun Ia belum sempat
bertemu sang Raja. Permaisuri yang mengetahui rencana Pangeran Cakra Bumi untuk
menikahi Putri Mawar Putih pun memiliki rencana jahat. Ia menggunakan Pangeran untuk
membunuh sang Raja.
Permaisuri
D. Bunga Tanjung
D. Bunga Sepatu

Permaisuri
Pangeran

: Tadi aku mendengar ada pangeran ingin melamar anak ku,wahai


dayang-dayangku apakah pangeran itu pantas untuk menikahi putriku?
: Wah, kalau saya setuju tuan putri, Pangeran itu selain tampan dan
rupawan, dia sepertinya baik hati.
: Eeleh, Sepatu dasar genit, kalau saya sangat setuju tuan putri, pada
saat putri Mawar Putih menikah dengan pangeran, tuan putri akan
mengusai seluruh kerajaan, pada saat itulah tuan putri bisa mengambil
semua harta pangeran.
: Cerdik kamu Bunga sepatu (dengan mengangguk anggukkan
kepala)
: emhh..emhh.. Maafkan saya Tuan Putri, saya telah lancang masuk
tanpa permisi terlebih dahulu.

Permaisuri
Pangeran
Permaisuri
Pangeran
Permaisuri
Pangeran
Permaisuri
Pangeran
Permaisuri
Pangeran
Permaisuri
Pangeran

: (terkejut) tidak apa apa pangeran, apakah pangeran ini yang ingin
menikahi putriku.
: Benar sekali Tuan Putri. Saya sangat ingin menikahi putri permaisuri.
: Jadi, benar juga yang dikatakan para dayangku, (termenung dengan
menatapi pangeran) jika kau ingin menikahi putri ku aku ada syarat
untuk mu.
: Apakah syarat itu tuan putri pasti akan saya laksanakan.
: Bantu aku untuk membunuh raja,
: Tapi.
:saat raja sudah meninggal kau bisa menikahi putriku dan kau bisa
menjadi raja di kerajaanku. Bagaimana ?
: (merenung) bagaimana caranya Tuan Putri?
: Mudah sekali, kau hanya ku tugaskan untuk terus berbicara dengan
Raja sembari Aku dan dayang-dayangku menyiapkan makanan yang
akan ku campurkan racun.
: Apakah makanan ku juga ada racunnya?
: jelas tidak bodoh! Ehmm maksudku Pangeran. Laksanakan saja
rencana ku ini.
: Baiklah Tuan Putri.
(Permaisuri dan para Dayangnya tersenyum)

Setelah percakapan berakhir Pangeran pun kembali ke kerajaannya untuk


Mempersiapkan acara pernikan dengan Putri Mawar Putih, sedangkan di istana kerjaan
permaisuri berbincang dengan kedua putrinya dan para dayangnya.
Permaisuri
Mawar Putih
Mawar merah
Mawar Putih
Permaisuri
D. Bunga Tanjung
Mawar Merah
Permaisuri
D. Bunga Tanjung
Mawar Putih
Permaisuri
Mawar Putih

: Mawar Putih
: Iya ibunda. Ada hal apa ibunda memanggil aku.
: Kau akan dinikahkan wahai Mawar Putih (wajah garang)
: Apa, apakah itu benar Ibunda yang dikatakan Mawar Merah.
: Benar sekali, Kau akan Ibu nikahkan dengan seorang pangeran yang
bernama Cakra Bumi.
: Ibu dan Ayahmu sudah setuju jika kau di nikahkan dengan Pangeran
Cakra Bumi, dia pangeran yang kaya raya jadi hidupmu tidak akan
susah Putri Mawar Putih.
: Jangan terlalu di pikirkan terima saja.
: Suka tidak suka engkau pasti akan menikah dengan Pangeran itu,
karena itu adalah perintah Ayahmu!
: Kau adalah anak yang patuh. Kau tidak pernah membantah apa yang
Ayahmu perintahkan, sudahlah turuti saja Mawar Putih.
: Ibu Tapi aku tidak kenal dengan Pangeran itu.
: Mawar Putih, kau tidak bisa menolak keputusan Ibumu dan Ayahmu.
: Kau bukan Ibu ku, tetapi kau hanya Ibu tiriku. Izinkan aku untuk
berfikir terlebih dahulu.

Di malam pertemuan Pangeran dengan Raja, tepatnya di dapur istana, Putri Embun beserta
para dayangnya berencana untuk meracuni Raja dengan cara mencampurkan racun pada
makanan yang akan di makan oleh Raja.
Permaisuri
D. Bunga Tanjung

: Dayangku, apakah makanannya sudah siap?


: Sudah Yang Mulia.

D. Bunga Sepatu
Permaisuri
Dayang

: Minumannya juga sudah aku siapkan Yang Mulia.


: Bagus, lekas kalian berikan racun pada makanan dan minuman itu.
: Baik Yang Mulia

Dayang kemudian mengantarkan makanan dan minuman yang telah diracuni tersebut kepada
Raja.
Dayang
Raja
Permaisuri

: Silahkan dinikmati Yang Mulia.


: Terima kasih Dayang.
: Hahaha.. Tak lama lagi nyawamu akan hilang Tuahbasa. Kerajaan ini
sebentar lagi menjadi milikku.

Di meja makan, Raja dengan Pangeran membahas masalah pernikahan antara Pangeran Cakra
Bumi dengan Putri Mawar Putih. Raja sembari menikmati makanan dan minuman yang telah
diracuni tersebut.
Raja
Pangeran
Raja
Pangeran
Raja
Pangeran
Raja
Mawar Putih
Raja
Pangeran

: Pangeran Cakra Bumi, engkau merupakan pemuda yang tampan serta


kaya raya, Apakah kau yakin ingin menikahi Putriku dari kerajaanku
yang sederhana ini?
: Ahh Raja, jangan terlalu menyanjungku, aku ini hanya pangeran biasa
Yang Mulia, dan aku sangat yakin ingin menikahi Putrimu Yang Mulia.
: Baiklah kalau begitu, malam ini juga kita tentukan kapan pernikahan
kalian.
: Terima kasih Yang Mulia.
: Bagaimana kalau 7 hari lagi?
: Ohh, baik Raja, jika lebih cepat maka akan lebih baik.
: Bagaimana Putriku?
: (Malu-malu) Hmm.. Terserah Ayah saja. Aku akan menerima dengan
senang hati apapun keputusan Ayah.
: Kalau begitu, berjalanlah kalian berdua di taman untuk lebih
mengenal satu sama lain.
: Baik Yang Mulia (sembari menggandeng Mawar Putih ke taman)

Saat Pangeran dan Mawar Putih pergi ke taman, tiba-tiba Raja tersedak. Racun yang
diberikan pada makanan dan minuman telah bekerja pada tubuh Raja. Sang Raja tak sanggup
bertarung melawan racun yang telah masuk ke tubuhnya. Akhirnya Raja pun meninggal.
Permaisuri dan para Dayang setianya yang melihat kejadian tersebut sengaja untuk berpurapura tidak tahu agar mereka tidak menjadi sasaran tuduhan.
Sementara itu di tengah gelapnya malam di taman yang di terangi lentera, membuat suasana
pertemuan antara Pangeran dan Mawar Putih kian romantis. Mereka saling berbagi cerita
mengenai kehidupan mereka sehari-hari.
Pangeran
Mawar Putih
Pangeran
Mawar Putih

: Mawar, Hal apa yang paling kau sukai di dunia ini?


: Kalau Aku. Selfie (Cekrik-cekrik nyetnyet)
: Ohh, Putri suka tidak berkelana? Jika Putri suka, maka setelah
menikah, Aku akan membawa Putri mengarungi lautan.
: Sejujurnya Pangeran, aku tidak suka berkelana.

Pangeran
Mawar Putih
Pangeran
Mawar Putih
Pangeran
Mawar Putih

: (Menundukkan kepala) Putri, tahukah engkau di saat aku ada


didekatmu, hatiku berdebar-debar. Wajah Putri sangat mempesona.
Aku jadi selalu teringat akan wajahmu Tuan Putri.
: (Wajahnya merah merona) Alangkah pandai Pangeran membuat katakata puitis seperti itu.
: Biasa saja Putri.. Hmm Putri, Maukah engkau menjadi pendamping
hidupku? (Memberi bunga)
: (Terkejut dan malu-malu) Apakah benar Pangeran?
: Bukankah kau sudah mendengar percakapanku dengan Ayahmu tadi?
: Jika itu keputusan Ayahku aku mau Pangeran.

Mawar Putih kemudian berbicara kepada Ibu Suri mengenai rencana pernikahannya dengan
Pangeran.
Mawar Putih
Ibu Suri
Mawar Putih
D.Mulan
Mawar Putih

: Nenek
: Ada apa cucu ku tersayang ??
: Aku Galau nek??
: hellloo.. hari gini masih galau, gak jaman keles..
: Apaan sih Mulan nih.. nenek, aku akan di nikah kan dengan Pangeran
Cakra Bumi oleh ayahku

(para dayang terkejut)


Ibu Suri
M. Mewangi
Mawar Putih

: Astaga duna !, Mawar Putih jika itu keputusan ayah mu terima saja.
: Mawar, itu pasti yang terbaik untuk mu.
: Hmmm ( terlihat lesu)

Jasad Raja yang tergeletak di meja makan ditemukan oleh Gunadarma dan Brawijaya.
Gunadarma dan Brawijaya menduga bahwa kematian sang Raja adalah akibat perbuatan
Permaisuri dan Dayang setianya.
Brawijaya
Gunadarma
Brawijaya
Gunadarma
Brawijaya
Gunadarma

: Raja !..(terkejut)
: Siapakah gerangan yang berani melakukan ini. Ini tidak bisa
dibiarkan !
: Ini pasti perbuatan Permaisuri busuk itu!
: Bagaimana kau bisa tahu Brawijaya?
: Tidak ada orang yang menghidangkan makanan untuk Raja selain
Permaisuri busuk itu dan para dayangnya.
: Kau benar Brawijaya. Kita harus melaporkan hal ini pada Ibu Suri
segera!

Brawijaya dan Gunadarma kemudian melaporkan kematian sang Raja dan penyebab
kematiannya kepada Ibu Suri dan pengawal setianya. Ibu Suri, Putri Mawar Putih dan para
pengawalnya sangat terpukul atas berita itu. Tak disangka permaisuri ingin menguasai
kerajaan dengan cara yang sangat tidak manusiawi. Sedih, marah, kecewa bercampur aduk
didalam hati Ibu Suri.

Babak III
Istana Kerajaan Batin Betuah dipenuhi warna kelabu.Awan hitam menggelayut berat di langit
negeri Batin Betuah.Air mata menggenangi di setiap sudut mata rakyat negeri Batin Betuah.
Andai tiap benda di negeri Batin Betuah bisa menangis maka negeri Batin Betuah akan banjir
air mata menangisi kepergian Raja Tuahbasa Syahansyah.
Jenazah Raja Tuahbasa Syahansyah dibaringkan di balairung utama istana.Tak ada yang
bersuara.Angin pun seakan berhenti berembus.
Ibu Suri Bersama dengan ke 2 panglima kerajaan duduk terpaku terpaku. Ia berusaha
menahan agar tangisnya tak bersuara, namun air matanya tumpah membasahi gaun hitamnya.
Tak dapat disebutkan kedukaan hatinya.
Brawijaya
Gunadarma
Brawijaya
Gunadarma
Brawijaya
Gunadarma

: Maafkan saya Tuan ku, atas semua salah saya, saya tidak menyangka Tuan
akan pergi secepat ini, saya akan berjanji akan melindungi Ibu Suri sampai
akhirnya nanti.
: Kami berdua berjanji akan mengabdi pada kerajaan sampai akhir hayat kami
Tuanku, terimakasih atas semua jasa mu
: Aku yang akan melindungi Mawar Putih (menatap Gunadarma)
: Aku.. (saling menatap)
: Aku
: Aku, kita berdua.

Permaisuri tampak melangkah pelan menuju jenazah suaminya.Ada keraguan di hatinya


melihat keberadaan Ibu Suri. Ibu Suri yang kemudian menyadari siapa yang datang, tak
dapat menahan emosinya.Ia berdiri dengan cepat dan menatap Sang Permaisuri dengan tajam.
Ibu Suri
Permaisuri
Ibu Suri

Permaisuri

: Kau...wanita berhati ular piton. Kaulah yang menyebabkan kematian


anakku!
: Ibunda.... setiap orang akan menemui kematian...
: Tapi, anakku mati karena kau telah membunuhnya! Wanita laknat, tidak usah
lagi kaubersembunyi di balik wajah jelitamu itu.Kau adalah iblis berwujud
manusia.Apakah kau kira tak ada orang yang tahu niat-niat busukmu selama
ini.Kau telah meracuni anakku.Kau iblis betina yang haus kekuasaan. Begitu
anakku mati, maka kaulah yang akan berkuasa..
: Ibu menuduh tanpa bukti. Yang berkuasa bukan aku, tetapi Pangeran Cakra
Bumi, sang Pangeran yang akan menikahi Putri ku, Mawar Putih.

(Gunadarma dan Brawijaya terkejut)


Ibu Suri
Gunadarma

: Apalah arti kanak-kanak itu. Apa yang bisa dilakukannya. Untuk namanya
memang dia, tapi sebenarnya kaulah yang akan mengendalikan kerajaan ini.
Licik.
: Hentikan Permaisuri, seharusnya kau bersedih atas kepergian suamimu,
Bukan bertengkar dengan Ibu Suri. Sungguh kau Permaisuri tak punya sopan
santun.

(Pengawal-pengawal setia Ibu Suri menghampiri Ibu Suri untuk menenangkannya.)

D. Mewangi : Sudahlah Tuan Putri... kasihan Tuanku Raja, ia akan sedih melihat
Tuan Putri danpermaisuri bertengkar.
D. Mulan
: Mari Tuan Putri.. (membimbing Ibu Suri menuju tempat beristirahat.)
Ibu Suri
: Anakku ....aku telah berulangkali mengatakan padamu, tapi engkau tak mau
peduli. Cintamu pada perempuan durhaka itu telah membutakan mata hati dan
akal sehatmu.Sekarang lihatlah bahwa apa yang ibu katakan benar. (Ibu Suri
menangis keras.. Pengawal-pengawalnya memapahnya pergi)
Babak IV
Sang permaisuri, Putri Embun sekarang berkedudukan sebagai Ibu Suri yang baru.Kerajaan
sekarang berada di bawah kekuasaanya. Memang menantunya yaitu Pengeran Cakra Bumi
yangakan menjabat raja, tetapi Pengeran Cakra Bumi baru berusia Tujuh belas tahun. Jabatan
raja itu hanya sebagai simbol baginya.Putri Embun duduk di kelilingi pengawalpengawalnya.Mereka sedang menyusun rencana untuk mengenyahkan mantan Ibu Suri, Putri
Name Cahya.Mantan ibu suri juga sangat tahu tentang siapa dia sesungguhnya. Hal ini
berbahaya bagi rencana-rencananya ke depan. Hanya satu pilihan, Putri Name Cahya harus
dienyahkan.Putri Embun tidak ingin membunuh mantan mertuanya itu.Ia masih segan dengan
kebaikan hati suaminya. Bagaimana pun ia dan pangeran Cakra Bumi memang telah
membunuh suaminya dengan meracuninya.
Putri Embun Suri
D. Bunga Tanjung
Putri Embun
Mawar Merah
Putri Embun
D.Bunga Sepatu

Mawar Merah

Putri Embun

: Berikan aku pendapat kalian tentang bagaimana caranya untuk


mengenyahkan wanita tua itu secepatnya dari istana ini..
: Putri, izinkan kami menyiksa kedua dayang setianya. Hal ini akan
menjadipukulan batin bagi mantan ibu suri.
: Kau kuizinkan. Kapan akan kaulakukan...?
: Besok mereka berdua biasanya sedang mengumpulkan bunga-bunga
mawar untukmandi kembang mantan ibu suri. Saat itu, saya rasa
adalah saat yang tepat Bunda.
: Bagus. Ajak teman-temanmu ini. Kalau kalian berhasil, akan kuberi
hadiah yang banyak untuk kalian apalagi ide kalian..
: Tuan Putri. Mengapa Tuan Putri bersusah payah mencari cara-cara
yang rumit untuk membuat mantan ibu suri angkat kaki dari istana.
Menurutku, mengapa Tuan Putri tidak langsung saja memberi
ancaman kepada mantan ibu suri. Saya rasa ancaman sudah cukup
merubah pikiran wanita tua itu.Ia seorang yang sangat perasa dan
sangat menjunjung harga diri.
: Benar juga bunga Sepatu.Ia akan tersinggung dan merasa tak akan
membutuhkan istana ini lagi karena harga dirinya akan mengatakan
bahwa terlalu hina baginya untuk mengemis agar bisa tetap tinggal
dengan kemewahan harta benda. Aku yakin Bunda, ia akan dengan
senang hati angkat kaki dari istana ini tanpa kita perlu memaksanya.
: Kau memang pintar Bunda Sepatu dan Mawar Merah. Tak salah aku
memilihmu Bunga Sepatu sebagai orang kepercayaanku. Ha..ha...ha....
setelah ini tak akan ada lagi yang bisa menghalangi langkahlangkahku. Ha...ha...ha.. kerajaan ini akan sepenuhnya di bawah
kendaliku. Haa..ha..ha.....

Babak V
Mawar Putih, D. Mulan dan D. Mewangi sedang sibuk memetik bunga melati untuk
mandi kembang Putri Name Cahya. Mereka tak menyadari kedatangan Bunga Tanjung dan
teman-temannya.
Mawar Merah
Mawar Putih
D. Bunga tanjung

D. Mewangi
D. Bunga Sepatu
Mawar Putih

: Hei Mawar Putih, hei Putri goblok, apa yang kau lakukan...
: Jaga mulutmu kalau bicara Mawar Merah kau adalah adik ku, aku
lebih tua dari mu...
: Memang kau bodoh, untuk apa kau masih mau menjadi
pelayan wanita tua takberguna itu. Sekarang ia bukan siapa-siapa lagi.
Dan sebentar lagi perempuan tua ituakan enyah dari istana ini. Dan
kalian berdua boleh terus mengekor padanya untuksama-sama
menderita.Ha..ha..ha (Bunga Tanjung dan teman-temannya tertawatawa.)
: Paling tidak kami masih punya hati, daripada kalian. Kalian adalah
pelayan wanitasetan. Dan kalian juga berhati setan seperti tuan kalian.
: Kami akan mengadukan ucapan kalian kepada Putri Embun, biar
kalian digantung.
: Kadukan saja..kami tidak takut..

(Bunga Tanjung dan teman-temannya mengeroyok Mawar Putih dan D. Mewangi. Keduanya
babak belur hingga susah untuk berdiri. Dan D. Mulan melarikan diri untuk melaporkan
kejadian tersebut kepada Putri Name Cahya )
D. Bunga Tanjung

: Rasakan itu, pelayan bodoh!

(Bunga Tanjung dan teman-temannya berlalu dengan cepat, meninggalkan Mawar Putih dan
D. Mewangi tergeletak begitu saja.).
Pangeran Cakra Bumi mempersiapkan acara pernikahan dengan sangat mewah.
Namun pernikahan dibatalkan karena Mawar Putih yang tidak siap dengan kondisi kerajaan.
Pangeran pun marah dan menagih janji kepada Permaisuri.
Pangeran
Permaisuri
Pangeran

: Yang Mulia Permaisuri!


: Ada apa wahai pangeran? Mengapa engkau berteriak seperti itu?
: Aku sangat kecewa! Mengapa Mawar Putih enggan menikah denganku?
Padahal dia mengatakan bahwa dia bersedia untuk menikah denganku.
Permaisuri
: Apa? Benarkah? Maafkan aku Pangeran tapi
Pangeran
: Kau harus bertanggung jawab atas semua ini! Aku sudah mengeluarkan
banyak biaya untuk menggelar pesta pernikahan ini.
Permaisuri
: Enak saja kau berkata seperti itu. Lagipula ini bukan salah ku. Dasar si
Mawar Putih itu yang tidak mau menikah denganmu.
Pangeran
: Kau melepas janji mu begitu saja? Tak kusangka, memang benar
pembicaraan orang-orang selama ini. Kau memang wanita berhati ular piton!
Permasuri
: Jaga mulutmu! Pengawaal! Bawa Pangeran busuk ini keluar dari istana kita.
Pastikan dia tidak akan pernah kembali lagi ke istana kita!
(Pengawal Permaisuri datang dan menyeret keluar Pangeran)

Pangeran
Warga 1
Warga 2
PAngeran
Warga 1
Warga 2
Warga 1
Pangeran
Warga 1
Warga 2

: Aku menyesal telah melaksanakan perintahmu! Tangan ku yang selama ini


suci dinodai oleh dosa akibat perbuatan busukmu! Akan ku hancurkan
hidupmu! Akan ku hancurkan kerajaanmu! Arghhhhh!
: Pangeran, kenapa Pangeran diusir?
: Apakah Pangeran melakukan tindak kriminal?
: Enak saja! Permaisuri itu benar-benar busuk, pernikahanku dengan Mawar
Putih batal karenanya. Akan kubalas perbuatanmu itu ular piton!
: Kami akan membantumu PAngeran!
: Iya Pangeran, kami bantu doa.
: Bodoh kau mon.
: Terima kasih, warga. Kalian sudah memberiku semangat.
: Tidak masalah PAngeran.
: Dengan senang hati.

Pangeran bertekad untuk menyerang istana batin betuah yang dipimpin oleh Permaisuri.
Kekecewaan yang dirasakan oleh Pangeran menimbulkan dendam didalam hati sang
Pangeran sehingga PAngeran berniat untuk menyerang istana batin betuah.
Babak VI
Di istana, Putri Name Cahya sedang duduk bersantai di kamarnya ditemani pengawal
setianya: D.Mewangi, D. Mulan, Brawijaya dan Gunadarma. Tiba-tiba pintu disentak dengan
keras.Masuklah dengan angkuhnya Putri Embun diiringi Pengawal Pinang Merah dan sorang
pengawal.
Putri Embun
Putri Name
Putri Embun
Putri Name
Putri Embun

Putri Name

: Hei, perempuan tua...


: Tak punya sopan santun. Apa kau tak pernah diajari tata krama oleh
kedua orang tuamu. Atau....
: Dengarkan nenek tua! Kau harus segera angkat kaki dari istana
ini..kalau tidak ...
: Kalau tidak..apa ...!
: Kalau tidak..aku akan menyeretmu.....Kau harus bangun dari mimpimimpimu.Sekarang kau bukan siapa-siapa lagi.Sekarang yang menjadi
raja adalah menantukuku. Di kerajaan ini aku bisa lakukan apa pun
yang kumau, aku bisa dapatkan apa saja yang aku inginkan. Kau masih
beruntung karena aku tak memenggal lehermu.
: Kau....kau.... berani mengusirku....

(Terjadilah perkelahian antara mereka, dan dimenangkan Putri Embun yang masih muda dan
kuat.Ketika Putri Name hendak menyerang lagi, pengawal Putri Embun memukulnya jatuh. )
Putri Name

: Gunadarma & Brawijaya, cepat siapkan kendaraan untuk kita pergi


dari Istana kotor ini yang dipenuhi para manusia tak berakhlak. D.
Mulan & D. Mewangi cepat pangilkan para warga suruhanku untuk
membantu kita pergi dari sini. Mawar Putih bantu nenek untuk
mempersiapkan barang yang akan kita bawa.

( semua pengawal Putri Name pergi melaksakan perintah Tuan Putri Name)

(Putri Embun melangkah pergi diikuti pengawal dan pengawalnya.Tinggallah Putri Name dan
pengawal setianya.
Putri Name menangis meratapi nasibnya.)
Warga 2
Warga 1

: Tuan Putri kami sudah mempersiapkan semuanya.


: cepat Tuan putri kita berangkat menuju desa, sebelum kita tertangkap oleh
penjaga.

Babak VII
Putri Name Cahya dan para pendamping setianya pun pergi meninggalkan kerajaan
bersama Putri Mawar Putih, setelah mengetahui bahwa Putri Mawar Putih melarikan diri dari
kerajaan, Pangeran Cakra Bumi pun marah kepada Putri Embun Suri, akhirnya Pangeran
Cakra Bumi memutuskan untuk menikah dengan Mawar Merah. Akhirnya keinginan Putri
Embun pun tercapai untuk menjadi Ibu Suri yang menguasai semua isi istana.
Putri Name Cahya bersama pengikut setianya melarikan diri ke hutan.
D. Mewangi
Gunadarma

: Berhenti sebentar, aku capek ( sambil membuang napas).


: Mari aku bantu Mewangi ( saling menatapi).

(Saat dalam perjalanan menyusuri desa).


Mawar Putih
Semuanya
Mawar Putih
Brawijaya
Mawar Putih
Warga 1
Warga 2
Putri Name

: aaauuu kaki ku,


: Tuan Putri
: Kakiku sepertinya terluka, sakit sekali.
: Aku bantu mengobatinya Tuan putri. (mengobati kaki Mawar Putih).
: Terimakasih, panggil saja aku Mawar, jadi kamu tidak perlu lagi
memanggil aku Tuan putri (menatapi Brawijaya dengan lama).
: Sepertinya ini tempat yang cocok untuk mendirikan rumah?
: Bagaimana Putri Name?
: Baiklah wargaku. Cepat kalian dirikan rumah, aku sudah sangat lelah
berjalan.

Di rumah itulah mantan ibu suri Putri Name Cahya menghabiskan hidupnya sebagai rakyat
biasa. Akhirnya rumah-rumah yang dibangun semakin ramai dan menjadi desa. Tak lama dari
pelarian itu Putri Name Cahya sering mengalami sakit - sakitan, disaat sakitnya yang semakin
parah. Putri name hanya dapat terbaring di tempat tidurnya.
Gunadarma
Mewangi

: Mewangi ~
: iya Gunadarma, ada apa?

(para warga menyoraki Gunadarma) : cie.. ciee


Gunadarma
Mewangi
Gunadarma

: Bolehkah aku mengatakan sesuatu?


: Tentu saja Gunadarma. Katakan saja.
: Sebenarnya aku

Tiba tiba Brawijaya datang

Brawijaya
Gunadarma
Brawijaya
Gunadarma
Brawijaya

: Gunadarma ! ( menghela napas)


: Brawijaya! Kau menganggu ku saja. Kau sudah mendapatkan Mawar
Putih sekarang giliran aku untuk mencari pasangan hidup (wajah
kecewa)
: Jodoh bisa dicari tapi yang lebih penting sekarang Ibu putri name!
: Ada apa dengan ibu putri name ??? ( semua terkejut)
: Semuanya ikut aku.

(didalam rumah Ibu Putri Name Cahya)


Warga 2
Mewangi
Putri Name
Warga 1
Mawar Putih

: Ibu putri ada apa ?


: Ibu Putri bertahanlah. (menangis)
: sebelum aku pergi meninggalkan kalian, aku berpesan agar kalian
hidup bersama sama untuk saling menjaga. Gunadarma dan wargaku
aku titipkan semua pada kalian, jangan kecewakan sayaa (mati)
: tidak !..
: nenek.. (semua menangis)

Berdasarkan pesan terakhir Ibu Suri, maka menikahlah Pangeran Brawijaya dengan Mawar
Putih dan Pangeran Gunadarma dengan Mewangi.
Brawijaya
Gunadarma
Brawijaya
Warga 1
Warga 2
Warga 1
Warga 2
Warga 1
D.Mulan

: Ibu Suri, kami telah melaksanakan keinginan terakhirmu. Kami akan


selalu meneruskan perjuangan mu.
: Kami tidak akan mengecewakan mu Ibu Suri. Kami akan
membangun daerah ini menjadi daerah yang lebih maju.
: Mari kita pulang
: Ayo Mulan mari kita pulang. Setelah ini aku akan mebantu PAngeran
Cakra Bumi untuk menyerang istana yang sudah busuk itu.
: Aku ikuut.
: Alah, Paling kau Cuma bisa menyusahkan para prajurit Pangeran saja.
: Pokoknya aku ikut.
: Serah, ngecikke balak. Ayo kita pulang.
: Tunggu sebentar, Ibu putri, semua jasa mu tak kan kami lupakan,
sekarang engkau tinggalah nama. Aku yang terus mendapingimu tak
pernah mengeluh. Untuk Ibu Putri Name, untuk mengenang Ibu putri
Name Cahya aku dengan hormat menamakan desa ini SURINAME.

(Semuanya bersedih)

Semakin lama, daerah tersebut semakin maju. Banyak penduduk dari daerah lain
datang ke tempat itu untuk membangun rumah yang menjadikan daerah itu semakin hari
semakin ramai. Penduduk yang tinggal disitu sangat rukun, makmur dan sejahtera. Di sisi
lain, kerajaan yang dipimpin oleh Permaisuri akibat perbuatan liciknya mengalami
kehancuran. Kerajaan tersebut diserang oleh kerajaan Pangeran Cakrabumi yang
menyebabkan Kerajaan itu runtuh.

Semua yang didapatkan dengan cara yang tidak halal, tidak akan pernah bertahan
lama. Seperti itulah yang dialami oleh Permaisuri dan dayangnya. Sementara itu, Gunadarma
dan Brawijaya serta istri mereka hidup dengan damai selamanya.