Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PERSONAL

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


BINUS UNIVERSITY

PERENCANAAN STRATEGI SISTEM


INFORMASI
20 Desember 2014

ADE PUTRA
1701367072

Bina Nusantara University


Jakarta

Tugas Personal ke-1 Pertemuan 2

The Structure and Culture of Enterprise

1. Jelaskan apa analogi seorang arsitek dalam Home Architecture Analogy!


Jawab:
Arsitek perlu memahami komposisi, preferensi, dan aktifitas penghuni untuk
dapat menghasilkan desain yang efektif untuk rumah baru atau rumah yang direnovasi.
Bagaimana mereka (penghuni) akan menggunakan kamar, pola aktifitas mereka, dan
kebutuhan penyimpanan barang adalah contoh faktor yang harus dipertimbangkan oleh
arsitek.
Membangun satu ruangan pada suatu rumah tanpa cetak biru (blue print) untuk
keseluruhan rumah dapat menyebabkan hasil yang buruk. Hal ini sejalan dengan
mengembangkan organisasi, unit bisnis, program, dan sistem tanpa arsitektur enterprisewide sebagai referensi. Akibatnya terjadi duplikasi dan inefisiensi sumber daya, dan
kurangnya kelincahan organisasi secara keseluruhan.
2. Jelaskan tentang struktur enterprise menurut model Parson/ Thompson!
Jawab:
Model struktur organisasi umum yang dikembangkan oleh Talcott Parson pada
tahun 1950an dan dikembangkan lebih jauh oleh seorang sosiolog James Thompson pada
tahun 1960an merupakan model struktur organisasi umum yang ditunjukkan dengan tiga
tingkatan (three-level). Penelitian Parson mengidentifikasi 3 tingkatan umum yang lazim
pada sebagian besar organisasi sosial yaitu: Technical, Managerial, dan Institutional.
Parson mengidentifikasi perbedaan aktifitas pada masing-masing level/tingkatan
organisasi tersebut yang dirangkum sebagai berikut:
Organizational Level

Structure

Function

Parsons Purpose of Each

Thompsons Activities of

Level
Dimana organisasi

the Level

menyusun aturan dan

Institutional

hubungan dengan

Organisasi sangat terbuka

masyarakat yang lebih luas

terhadap lingkungan untuk

untuk mendapatkan

menentukan area/domain

legitimasi, arti, dan

nya, menetapkan batas-

dukungan tingkat tinggi,

batas, dan legitimasi yang

sehingga memungkinkan

aman.

untuk mengimplementasikan
tujuan organisasi.
Dimana perantaraan antara
organisasi dan tugas
terhadap lingkungan yang
mendesak terjadi, dimana
Managerial

urusan internal organisasi


dikelola, dan dimana produkproduk organisasi

Perantaraan yang dinamis


terjadi pada lingkungan
yang kurang formal dan
terdapat aktifitas politik.

dikonsumsi dan sumber daya


yang disediakan.
Organisasi adalah
rasional karena
Technical

Dimana "produk" aktual dari


suatu organisasi diproses.

membawa fungsi produksi


(input/output) dan mencoba
untuk menutup fungsi
tersebut dari lingkungan
luar.

3. Jelaskan tentang hubungan model struktur parson/ Thompson dengan EA3 Cube
Architecture Documentation Framework!
Jawab:

Jika model Parson/Thompson dihubungkan dengan EA3 Cube, model


Parson/Thompson digambarkan dengan lingkaran di bagian kanan. Gambar ini
menyediakan gambaran yang penting kaitan EA3 Cube dengan model Parson/Thompson,
di mana masing-masing level model Parson/Thompson secara tepat diarahkan kepada
masing-masing level dari EA3 Cube yang dapat mendokumentasikan fungsi organisasi.
Relasi di atas memberikan gambaran organisasi sosial (Goals & Initiatives,
Product & Services pada EA3 Cube) yang berinteraksi dengan lingkungannya melalui
Institution Level pada Parson/Thompson model, memfasilitasi sumberdaya internal
(Product & Services, Data & Information, System & Application pada EA3 Cube) melalui
Managerial Level, dan melindungi inti dari proses penting dan sumberdaya (System &
Application, Network & Infrastructure pada EA3 Cube) pada Technical Level model
Parson/Thompson.

4. Jelaskan tentang model jaringan organisasi!


Jawab:
The Organizational Network Model
Organisasi/perusahaan pada model ini, efisiensi biaya yang lebih besar dan misi
yang lebih fleksibel dicapai dengan menghapus lapisan manajemen yang tidak
dibutuhkan pada operasional yang bersifat desentralisasi. Tim ini secara aktual
merupakan kelompok-kelompok kecil yang memiliki level manajemen sendiri-sendiri dan
level technical dengan proses inti, sehingga masih akan menunjukkan beberapa
karakteristik dari model organisasi Parson/Thompson. Perbedaan yang terlihat disini
adalah struktur organisasi berdasarkan pada tim ini dan pekerja jarak jauh, dimana tujuan
dan fungsi organisasi dapat berubah tergantung pada pengaruh internal dan eksternal.
Pada Organizational Network Model, Executive Team menetapkan kebijakan dan
tujuan, persetujuan sumberdaya, dan mengevaluasi hasil, sementara semi-otonom
Functional Teams (tim fungsional) dan Independent Workers (pekerja independent)
mengelola program/line of business yang sedang berlangsung, pengembangan proyek
baru, dan sumberdaya tim yang khusus. Tim Fungsional dan Pekerja Independent
menerima kebijakan, tujuan, dan arahan secara umum dari Executive Team, kemudian
melaksanakan fungsi organisasi dengan cara sendiri-sendiri/independent atau bersamasama/cooperative, tergantung pada tujuan.

5. Jelaskan hubungan team-team fungsional dengan LOB (Line of Business) EA!


Jawab:

Enterprise/perusahaan normalnya terdiri dari komponen vertical, horizontal, dan


extended. Komponen vertical (yang dikenal juga dengan lines of business atau segments)
adalah bidang kegiatan yang khusus untuk satu bidang usaha/line of business, misalnya
research and development. Komponen horizontal (yang dikenal juga dengan crosscutting
enterprises) adalah bidang kerja yang lebih umum yang melayani banyak bidang
usaha/line of business. Komponen extended terdiri lebih dari satu organisasi, misalnya
extranets dan supply chain.
Jadi, Functional Team pada Organizational Network Model merupakan Vertical
components pada EA3 Cube Framework.
6. Jelaskan 4 cara mengelola perubahan dengan stakeholder!
Jawab:
EA Stakeholders adalah mereka yang terkena dampak program EA dan mereka
adalah orang-orang yang paling mungkin untuk menolak program dan atau perubahan
yang dianggap produk dari program EA.

Jika program EA mendorong perubahan di dalam enterprises/perusahaan, dan


orang sering menentang terhadap perubahan dengan tipe apapun ketika mereka tidak
memiliki beberapa tingkatan pengendalian, maka program EA mungkin akan ditolak oleh
stakeholders kecuali kalau sesuatu dilakukan untuk meningkatkan tingkat pengendalian
mereka. Meningkatkan tingkat pengendalian mereka membantu mengelola perubahan
yang sukses, dan bisa dikerjakan dalam 4 cara:

Melibatkan stakeholders (pemangku kepentingan) dalam pembentukan dan


manajemen program Enterprise Architecture (EA).
Satu hal yang harus dipastikan oleh EA program manager adalah bahwa terdapat
keterlibatan stakeholders dalam sebanyak mungkin aspek program EA. Hal ini
termasuk kegiatan tata kelola (governance) dan pengawasan, pemilihan framework
dan metodologi EA, berpartisipasi dan memeriksa aktifitas dokumentasi, dan
berpartisipasi dalam pengembangan dan pembaharuan EA Management Plan.

Mengkomunikasikan

aktifitas

EA secara

teratur

dan

efektif

kepada

stakeholders.
Mengkomunikasikan disini termasuk dokumen formal seperti EA Program
Communication Plan, EA Management Plan, dan pemberitahuan terkait update
periodik pandangan EA saat ini dan di masa yang akan datang. Termasuk juga
komunikasi informal secara berkelanjutan dengan semua stakeholders untuk
memastikan partisipasi dan dukungan dari mereka dikelola dengan baik.

Memungkinkan stakeholder memberikan masukan pada perencanaan dan


pengambilan keputusan EA.
Adalah penting untuk memberikan tempat di meja untuk sebanyak mungkin
stakeholders yang dapat diakomodasi. Hal ini akan meningkatkan proses
pembentukan kebijakan EA dan proses pengambilan keputusan, serta keberhasilan
menerapkan perubahan yang dibutuhkan dalam arsitektur masa depan.

Mengelola ekspektasi/harapan stakeholders tentang apa yang bisa dilakukan


program EA.
Pengelolaan ekspektasi adalah cara lain untuk mempromosikan keberhasilan program
EA

dan

membantu

stakeholders

menghadapi

perubahan.

Expectation

Management/mengelola ekspektasi adalah tentang mengidentifikasi output dan hasil


yang realistis. Hal tersebut dapat dilakukan dengan bersama-sama menilai
kemampuan dari program EA untuk mendokumentasikan arsitektur saat ini dan masa
depan, timeframe dan sumber daya yang akan diambil, dan hambatan untuk
penerimaan oleh para stakeholders. Manajemen ekspektasi merupakan aspek
berkelanjutan dari program EA.

Referensi:
1. Bernard, S.A. (2012). An Introduction to Enterprise Architecture. 3rd Edition. Authorhouse.
Bloomington, Chapter 2