Anda di halaman 1dari 4

ICoFR

Internal control over fnancial reporting merupakan turunan dari konsep internal control yang
dibentuk oleh COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission)
yang ditujukan kepada perusahaan publik yang berukuran kecil, untuk membantu mereka
mendesain dan mengimplementasikan konsep-konsep pengendalian internal yang ada dalam
Internal Control Integrated Framework 1992, dalam rangka pelaporan keuangannya.
Keterbatasan
1. Kesalahan dalam pertimbangan.
manajemen dan personel lainnya dapat melakukan pertimbangan yang buruk dalam
membuat keputusan karena informasi yang tidak mencukupi, keterbatasan waktu, atau
prosedur lainnya
2. Kemacetan.
Dalam melaksanakan pengendalian dapat terjadi ketika personel salah memahami
instruksi atau membuat kekeliruan akibat kecerobohan, kebingungan, atau kelelahan.
3. Kolusi
melakukan kecurangan serta menutupi kecurangan sehingga tidak dapat dideteksi oleh
pengendalian intern.
4. Penolakan manajemen.
membuat penyajian yang salah dengan sengaja kepada auditor dan lainnya seperti
menerbitkan dokumen palsu untuk mendukung pencatatan transaksi penjualan fiktif.
5. Biaya versus manfaat
manajemen harus membuat baik estimasi kuantitatif maupun kualitatif dalam
mengevaluasi hubungan antara biaya dan manfaat.
Aktivitas Pengendalian

Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang memberikan


keyakinan bah!a arahan manajemen dilaksanakan dan risiko yaang telah dinilai
ditangani secara semestinya.

Aktivitas pengendalian terdiri dari:


1. Adequate Separation of duties(Pemisahan tugas yang cukup)
2. Proper Authorization of transaction and Activities (Otorisasi yang pantas atas
transaksi)

3. Adequate Document and Record (Dokumen dan catatan yang memadai)


4. Physical check on performance (Pengendalian Fisik atas aktiva dan catatan)
5. Independen Check on performance (Pengecekan independen atas pelaksanaan)

Informasi dan Komunikasi


Informasi dan komunikasi mendukung identi$kasi, perolehan dan pertukaran informasi dalam bentuk
dan kerangka !aktu yang memungkinkan pega!ai melaksanakan tanggung ja!abnya.
Komunikasi mencakup memberikan pemahaman peranan individual dan tanggung jawab yang berkaitan
dengan pengendalian intern atas laporan keuangan.

Pemantauan
Pemantauan adalah penilaian kualitas kinerja pengendalian internal sepanjang waktu. Pemantauan
dilaksanakan oleh personel yang semestinya melakukan pekerjaan baik tahap desain maupun
pengoperasian pengendalian pada waktu yang tepat.

ELC dan TLC

Entity Level Control merupakan kegiatan pengendalian yang beroperasi terhadap


seluruh entitas dan memiliki fokus yang sangat luas serta seringkali berkaitan dengan

lingkungan organisasi.
Transaction Level Control merupakan kegiatan pengendalian yang dilakukan untuk
mengurangi resiko dari kumpulan atau rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam
organisasi.

Siklus dalam Design Implementasi ICOFR

Dalam pembahasan ini, siklus dalam desain dan implementasi ICOFR kami deskripsikan
pada aplikasi langsung di perusahaan TELKOM yang kami kutip dari skripsi Luki
Prastyarianti (0120) dengan judul penelitian evaluasi pengendalian internal atas
pelaporan Keuangan Sesuai Sarbanas Oxley Act Section-404 Studi Kasus pada PT. Telekomunikasi

Indonesia, Tbk.
Telkom merupakan badan usaha milik negara yang menawarkan saham perdananya pada
tahun 1995 di dalam bursa efek jakarta dan bursa efek Surabaya) dan luar negeri ( New

york Stock exchange, London Stock exchange, dan Tokyo Stock Exchange).
Dalam memenuhi kewajibannya sebagai perusahaan yang multilisting, TELKOM
mengimplementasikan peraturan yang berlaku terkait pengendalian internal control over
fnancial reporting (SOX 404, PCAOB no. 8, dan di Indonesia didukung dalam SA seksi

319).
Dalam rangka mewujudkan implementasi tersebut untuk menghasilkan internal yang
efektif dan efisien TELKOM menggunakan COSO framework dan merancang suatu sistem yang
menunjang pengendalian internalnya yang disebut dengan Bisnis Proses SOX.

BISNIS PROSES SOX

Bisnis Proses SOX terdapat delapan siklus didalamnya yang juga terdiri dari beberapa
bisnis proses (114). Keseluruhannya di bawah naungan SOX berdasarkan prinsip-prinsip
ICOFR menggunakan kerangka COSO Internal Control Framework.

Delapan siklus tersebut yaitu: Siklus penerimaan, beban, pengadaan dan asset tetap,
persediaan, pajak, asset tetap, Treasury/perbendaharaan, investasi/divestasi, serta
pelaporan keuangan.

Proses didalam tiap siklus dilanjutkan dengan beberapa subproses proses ini dilengkapi dengan
risiko ( R1, R2, R3 dan seterusnya) apa saja yang berpotensi terjadi pada subproses berikut pengendalian
(C1, C2, C3 dan seterusnya) yang harus dilakukan.

KESIMPULAN

ICOFR tidak menjanjikan bahwa perusahaan yang menggunakannya tidak akan


mengalami kesalahan dalam penyajian laporan keuangan yang bebas dari salah saji
material (material statement) yang merupakan tujuan dari pengendalian (control

objective) secara tepat waktu.


ICOFR tetap mempunyai keterbatasan karena dalam pelaksanaannya melibatkan campur
tangan manusia sebagai user yang rentan terhadap kecurangan (fraud) dan kesalahan
umum (human error ). Oleh karena itu, ICOFR hanya dapat meminimalkan hal tersebut.

Anda mungkin juga menyukai