Anda di halaman 1dari 33

BIAYA MODAL

LAILA
HIDAYATULLAH
140422604716

PENGERTIAN BIAYA MODAL

Bagi Perusahaan:
Biaya modal (cost of
capital), didefinisikan sebagai
biaya atau beban yang
ditanggung oleh perusahaan
atas penggunaan dana (modal)
tertentu terutama dana-dana
jangka panjang.

Bagi Pemilik Dana


(investor/ kreditor):
biaya modal merupakan
tingkat pendapatan/ tingkat
pengembalian yang diharapkan
(Required Rate of Return)
atas dana yang
diinvestasikannya ke dalam
perusahaan.

BIAYA MODAL DINYATAKAN DALAM


BENTUK PERSENTASE

ILUSTRASI
Perusahaan memperoleh dana pinjaman dari bank sebesar Rp 10 juta dengan tingkat
bunga 10% per tahun. Atas diterimanya pinjaman tersebut bank mengenakan biaya
administrasi dan biaya-biaya lainnya yang terkait sebesar Rp 350.000. Biaya administrasi
tersebut dalam praktiknya bisa dipotong langsung dari nilai pinjaman atau bisa dibayar
tersendiri di luar nilai pinjaman. Dengan demikian biaya modal atas pinjaman bank
tersebut adalah:

= 10,36%
Jika seandainya bank tidak mengenakan biaya administrasi sama sekali, biaya modal atas
utang bank tersebut tanpa biaya administrasi menjadi lebih kecil yaitu:

= 10%

Biaya modal atas utang bank = tingkat bunga yang


dikenakan

OPPURTUNITY COST SEBAGAI BIAYA MODAL


Opportunity cost (biaya kesempatan) adalah tingkat pendapatan yang tidak
jadi diterima dari peluang investasi tertentu karena pemilik dana beralih ke
alternatif investasi lainnya yang tersedia.
Contoh:
Terdapat dua buah obyek investasi yang sedang ditpertimbangkan oleh pemilik
modal yaitu A dan B, dimana A memberikan tingkat pendapatan 10% dan B
memberikan 11%. Jika pemilik modal tersebut memilih A sebagai pilihan
investasinya maka opportunity cost dari pilihan investasi A sebesar 11% yaitu
tingkat pendapatan yang tidak jadi diterima dari B. Sebaliknya jika yang dipilih
adalah B, maka opportunity cost-nya adalah 10% yaitu tingkat pendapatan
yang tidak jadi diterima dari A.

BIAYA MODAL INDIVIDUAL


Biaya modal individual (Individual Cost of Capital) adalah biaya modal untuk
masing masing sumber pendanaan yang digunakan oleh perusahaan.
Biaya modal individual terdiri dari:
1) Biaya modal utang bank
2) Biaya modal utang obligasi
3) Biaya modal saham preferen
4) Biaya modal saham biasa
5) Biaya modal laba ditahan/ saldo laba
6) dll menyesuaikan utang jangka panjang dan ekuitas perusahaan

NERACA PT INDOTEKSTIL

1) BIAYA MODAL UTANG BANK

PT INDOTEKSTIL memperoleh dana utang jangka panjang dari bank


sebesar Rp 15 milyar. Diasumsikan tingkat bunga utang bank
tersebut 15% per tahun dan perusahaan dikenakan biaya
administrasi oleh bank sebesar Rp 50 juta.

Jika perusahaan tidak dikenakan biaya administrasi maka dana


bersih yang diterima oleh perusahaan adalah sama dengan nilai
nominal utang.

BIAYA MODAL UTANG BANK SETELAH


PAJAK

Contoh:
Biaya modal atas utang bank PT INDOTEKSTIL sebelum pajak
15,05% maka biaya modal utang bank setelah pajak dengan
tarip pajak 25% adalah:

2) BIAYA MODAL UTANG OBLIGASI

Keterangan:
: Biaya modal utang obligasi
YTM
: Yiled to Maturity
i
: bunga obligasi per tahun
nom
: nilai nominal obligasi
C
: kas atau dana bersih yang diterima dari penjualan
obligasi,
yaitu harga pasar obligasi dikurangi biaya-biaya
penerbitan.

CONTOH:
Utang obligasi PT INDOTEKSTIL sebesar Rp 25 milyar terdiri dari 250 ribu
lembar dengan nilai nominal Rp 100 ribu per lembar, jangka waktu 10 tahun
dan membayarkan kupon bunga 10% per tahun atau sebesar Rp 10 ribu per
lembar per tahun. Obligasi tersebut terjual dengan harga di atas nilai nominal
(di atas pari) yaitu Rp 110 ribu per lembar. Di samping itu, perusahaan
mengeluarkan biaya-biaya dalam rangka penerbitan obligasi tersebut
(floatation cost) dengan total Rp 300 juta atau Rp 1.200 per lembar. Dengan
biaya penerbitan tersebut maka kas bersih yang diterima perusahaan dari
penjualan obligasi tersebut menjadi Rp 108.800, yaitu harga jual dikurangi
biaya penerbitan.

CONTOH:
Jika PT INDOTEKSTIL pada contoh di atas hanya mampu menjual
obligasinya Rp 98.000 per lebar (di bawah nilai nominalnya), sehingga
setelah dikurangi biaya penerbitan, kas bersih yang diterimanya adalah
Rp 96.800, maka biaya modal obligasi tersebut adalah:

BIAYA MODAL UTANG OBLIGASI SETELAH


PAJAK

Contoh:
PT INDOTEKSTIL sebelum pajak 8,61%, maka biaya modal utang
obligasi setelah pajak dengan tarif 25% adalah:

3) BIAYA MODAL SAHAM PREFEREN


Saham preferen merupakan salah satu sumber dana yang berasal dari
kelompok modal sendiri yang memiliki hak istimewa antara lain berupa
dividen tetap tiap periode/ tahun tanpa tergantung kepada besar
kecilnya keuntungan yang diperoleh perusahaan.
Penentuan biaya modal atas dana yang diperoleh dari saham preferen
(cost of prefered stock):

CONTOH:
Modal saham preferen PT INDOTEKSTIL sebesar Rp 20 milyar.
Diasumsikan bahwa saham preferen tersebut memiliki nilai nominal
Rp 100.000 per lembar dan dividen 10% atau Rp 10.000 per lembar
per tahun. Harga jual saham preferen tersebut saat diterbitkan adalah
Rp 110.000 per lembar. Atas dasar data tersebut, biaya modal saham
preferen PT INDOTEKSTIL adalah:

Jika pada saat penerbitan saham preferen tersebut perusahaan


mengeluarkan biya penerbitan sebesar Rp 3.000 maka kas bersih
yang diterima dari penerbitan saham preferen adalah:

4) BIAYA MODAL SAHAM BIASA


Dividen merupakan komponen utama dari biaya modal atas saham.
Namun demikian, tidak seperti dividen saham preferen yang bersifat tetap,
dividen saham biasa bisa berubah-ubah dari periode ke periode. Atas dasar
ini maka penetapan biaya modal atas saham biasa (cost of common
stock) sedikit lebih kompleks dibanding biaya modal saham preferen. Ada
beberapa pedekatan untuk menentukan biaya modal atas saham biasa:
Asumsi Dividen Konstan
Asumsi Pertumbuhan Dividen
Menggunakan Model CAPM (Capital Asset Pricing Model)

BIAYA MODAL SAHAM BIASA DENGAN


ASUMSI DIVIDEN KONSTAN

Keterangan:
ke = Biaya modal saham biasa
D = Dividen konstan per lembar saham
C = Kas bersih yang diterima dari penerbitan saham
biasa
yaitu harga jual dikurangi biaya penerbitan (floatation
cost).
Biaya penerbitan (floatation cost) merupakan seluruh biaya yang
dikeluarkan dalam rangka penerbitan dan penjualan saham baru.

CONTOH:
PT INDOTEKSTIL senilai Rp 50 milyar, pada saat penerbitannya terjual Rp
99.000 per lembar dengan biaya penerbitan Rp 1000 per lembar, sehingga
kas bersih yang diterima adalah Rp 98.000 per lembar. Di samping itu,
setiap periode ke depan PT INDOTEKSTIL diharapkan membayarkan dividen
yang bersifat konstan misalnya sebesar Rp 8.000 per lembar. Atas dasar
data tersebut, biaya modal saham biasa perusahaan tersebut adalah:

Jika seandainya saham biasa PT INDOTEKSTIL pada contoh di atas tidak


mengeluarkan biaya penerbitan maka kas bersih yang diterima sama
dengan harga jualnya yaitu Rp 99.000 per lembar. Dengan demikian,
besarnya biaya modal saham biasa perusahaan tersebut menjadi:

BIAYA MODAL SAHAM BIASA DENGAN


ASUMSI PERTUMBUHAN DIVIDEN

Keterangan:
Po = Nilai atau harga wajar saham biasa.
ke = Biaya modal atau tingkat pendapatan yang diharapkan
oleh
investor saham biasa.
D1 = Dividen per lembar saham untuk tahun pertama
g = Tingkat pertumbuhan yang bersifat konstan dari dividen.

CONTOH:
saham biasa dari PT INDOTEKSTIL yang terjual dengan harga (Po)
sebesar Rp 99.000 per lembar, membayarkan dividen tahun pertama
(D1) sebesar Rp 8.000 per lembar. Dividen tersebut diharapkan akan
meningkat ke depan dengan tingkat pertumbuhan yang konstan (g) 5%
per tahun. Dengan data tersebut, biaya modal saham biasa dari PT
INDOTEKSTIL adalah:

BIAYA MODAL SAHAM BIASA


MENGGUNAKAN MODEL CAPM (CAPITAL
ASSET PRICING MODEL)

Keterangan:
ke = Biaya modal atau tingkat pendapatan yang
diharapkan oleh
investor atas saham biasa tertentu.
Rf = Tingkat pendapatan bebas risiko (Risk-Free Rate
of Return)
km = Return pasar (market return)
= Risiko sistematis dari saham biasa tertentu.

CONTOH:
saham biasa PT INDOTEKSTIL. Dimisalkan tingkat pendapatan bebas
risiko yang ada pada saat ini 5%, risiko sistematis (beta) dari saham
biasa perusahaan tersebut adalah 0,6 dan return pasar saat ini 15%.
Atas dasar data tersebut, biaya modal saham biasa PT IDOTEKSTIL
adalah:

5) BIAYA MODAL LABA DITAHAN


biaya modal atas laba ditahan ditetapkan sama dengan opportunity
cost dari keputusan perusahaan untuk menahan laba. Opportunity
cost dari keputusan untuk menahan laba tersebut diekuivalensikan
atau sama dengan tingkat pendapatan yang diharapkan atas saham
biasa. Oleh karena itu, biaya modal dari laba ditahan adalah sama
dengan biaya modal dari saham biasa khususnya biaya modal
saham biasa yang tanpa dibebani biaya penerbitan. Dengan
demikian, biaya modal atas laba ditahan (cost of retained earning)
ditentukan bukan berdasarkan berapa biaya riil yang dikeluarkan
sebagaimana biaya bunga pada biaya modal utang, tetapi berapa
tingkat pendapatan yang diharapkan oleh pemilik dana (pemegang
saham biasa), atas digunakannya laba ditahan oleh perusahaan.
Tingkat pendapatan yang diharapkan oleh pemegang saham biasa
terhadap laba ditahan adalah sama dengan

CONTOH:
laba ditahan dari PT INDOTEKSTIL sebagaimana disajikan di
neracanya per 31 Desember 20xx di muka adalah senilai Rp 10
milyar. Di samping itu, biaya modal saham biasa PT INDOTEKSTIL
yang tanpa dibebani biaya penerbitan adalah 8,1% (berdasarkan
perhitungan biaya modal saham biasa dengan asumsi dividen
konstan). Atas dasar ini berarti biaya modal laba ditahan PT
INDOTEKSTIL juga sebesar 8,1%. Dengan demikian penetapan biaya
modal laba ditahan dilakukan menggunakan perhitungan biaya
modal saham biasa yang tanpa biaya penerbitan (floatation cost).

BIAYA MODAL INDIVIDUAL PT


INDOTEKSTIL

Catatan:
Biaya modal individual yang disajikan pada tabel di atas adalah:
1) Berbasis setelah pajak khusus untuk dana utang.
2) Mengasumsikan terdapat biaya administrasi dan biaya penerbitan
(floatation cost).
3) Biaya modal laba ditahan sama dengan biaya modal saham biasa
tanpa biaya penerbitan.

BIAYA MODAL GABUNGAN (WEIGHTED


AVERAGE COST OF CAPITAL)
Biaya
Biaya Modal
Modal Individual:
Individual: Biaya
Biaya modal
modal
untuk
untuk setiap
setiap jenis
jenis sumber
sumber pendanaan
pendanaan

Biaya
Biaya Modal
Modal Gabungan:
Gabungan: Biaya
Biaya modal
modal
keseluruhan
keseluruhan atau
atau gabungan
gabungan dari
dari seluruh
seluruh biaya
biaya
modal
modal individual
individual masing-masing
masing-masing sumber
sumber dana
dana
yang
yang digunakan
digunakan oleh
oleh perusahaan.
perusahaan.

BIAYA MODAL METODE RATA RATA TERTIMBANG


(WEIGHTED AVERAGE COST OF CAPITAL (WACC)).

Keterangan:
Kd = biaya modal utang (utang bnak atau utang obligasi) setelah pajak.
kp = biaya modal saham preferen
ks = biaya modal saham biasa
kl = biaya modal laba ditahan
wd = porsi dana dari utang (utang bank atau utang obligasi) terhadap
total dana/ modal yang digunakan perusahaan.
wp = porsi dana dari saham preferen terhadap total dana/ modal yang
digunakan
perusahaan.
ws = porsi dana dari saham biasa terhadap total dana/ modal yang
digunakan perusahaan.
wl = porsi dari laba ditahan terhadap total dana/ modal yang digunakan
perusahaan

MENGHITUNG BIAYA MODAL GABUNGAN

Berapa biaya modal (WACC) gabungan PT.


INDOTEKSTIL?
WACC = kd.wd + kp.wp + ks.ws + kl.wl
WACC = (12,5% x 11,29%) + (20,8% x 6,46%) + (16,7% x 9,4%) + (41,7% x
8,2%) + (8,3% x 8,1%)
= 1,41% + 1,34% + 1,57% + 3,42% + 0,67%
= 8,41%

BERAPA BIAYA MODAL GABUNGAN SETELAH


PAJAK?
Kasus PT.Indotekstil
Tarif pajak 30%
Maka Biaya modal gabungan setelah pajaknya adalah:
WACC = {12,5% x (1-30%) x 11,29%} + (20,8% x
6,46%) +
(16,7% x 9,4%) + (41,7% x
8,2%) + (8,3% x 8,1%)
= 0,99% + 1,34% + 1,57% + 3,42% + 0,67%
= 7,99%

PERUBAHAN BIAYA MODAL GABUNGAN

Biaya
Modal
Individual
Struktur
Modal

Kenaikan/ penurunan pada biaya


modal dari salah satu sumber
pendanaan

Bertambahnya/ berkurangnya jenis


sumber pendanaan
Perubahan komposisi/ porsi dari
masing masing sumber pendanaan

HUBUNGAN ANTARA BIAYA MODAL DAN


RISIKO
Teori: high risk high return, low risk low return.

Semakin tinggi
risiko dari
investasi
semakin tinggi
tingkat
pendapatan
yang diharapkan
(Required Rate
of Return)
investasi
tersebut

Semakin rendah
risiko dari
investasi
semakin rendah
tingkat
pendapatan
yang diharapkan
(Required Rate
of Return)
investasi
tersebut

INVESTASI A
TINGKAT PENDAPATAN 20%

INVESTASI B
TINGKAT PENDAPATAN 15%

BUKAN SUMBER DANA MELAINKAN PENGGUNAAN DANA


YANG MENENTUKAN BESAR KECILNYA BIAYA MODAL