Anda di halaman 1dari 95

LIPID

A P R YA N I L E S TA R I N .
DICKI RAHMAN
GIAN DJOHAN
MAHDI
S E K A R AY U C .

KELOMPOK
KEMIRI

(1406531725)
(1406567214)
(1406569876)
(1406531813)
(1406531744)

OUTLINE

LIPID

Ada beberapa molekul


lipid yang bersifat
ampifatik (Fosfolipid)
yaitu satu bagian
bersifat hidrofilik
(polar) dan satu bagian
lain bersifat hidrofobik
(non polar)

STRUKTUR

SIFAT FISIKA LIPID


Pada suhu kamar, lemak
hewan berupa zat padat
dan lemak tumbuhan
berupa zat cair

Lemak dengan titik lebur


tinggi mengandung asam
lemak jenuh, lemak dengan
titik lebur rendah
mengandung asam lemak
tak jenuh

Lemak dengan asam lemak


rantai pendek larut dalam
air, lemak dengan asam
lemak rantai panjang tidak
larut dalam air

Bersifat ampifatik dan larut


dalam pelarut non polar,
seperti kloroform dan eter

Memiliki energi yang LEBIH


BESAR dari karbohidrat,
karena struktur lipid
memiliki kemungkinan
besar untuk dioksidasi

Rantai
hidrokarbon lipid
> Rantai
hidrokarbon
karbohidrat

SIFAT KIMIA LIPID

Reaksi reaksi
pada asam
lemak

Esterifika
si

Hidrogen
asi

Saponifik
asi

Hidrolisis

ESTERIFIKASI

HIDROGENASI

SAPONIFIKASI

HIDROLISIS

KLASIFIKASI LIPID BERDASARKAN ADA TIDAKNYA


SENYAWA LAIN YANG TERGABUNG

PREKURSOR/DERIVAT
Senyawa turunan dari molekul lipid yang dipecah
menjadi bentuk awal masing masing. Disebut juga
sebagai komponen asal lipid.

ASAM LEMAK
Merupakan rantai panjang asam karboksilat yang tidak
bercabang
Terdiri dari atom karbon dengan jumlah genap
Berdasarkan ada tidaknya ikatan rangkap dibagi
menjadi jenuh dan tidak jenuh
Gugus karboksil dan gugus metil berada pada 2 ujung
yang berbeda
Berdasarkan panjang rantainya dibagi menjadi: Pendek
(2-6 C volatil); Menengah (8-12 C); Panjang (12-24 C)
Titik Leleh
Semakin panjang rantai dan makin
jenuh, maka makin tinggi titik lelehnya.

Struktur
Umum

ASAM LEMAK JENUH VS TAK JENUH


ASAM LEMAK JENUH

ASAM LEMAK TAK JENUH

Ikatan tunggal C-C

Memiliki satu atau lebih ikatan ganda


C=C sehinggga terdapat cis dan trans

Asam lemak non esensial. Dapat


disintesis tubuh. Contoh : asam
palmitat

Asam lemak esensial. Tidak dapat


disintesis tubuh. Contoh : asam oleat
(Omega 9)

Ikatannya rapat dan teratur

Ikatannya tidak rapat dengan


terdapat belitan pada rantai asam
lemak

Daya tarik yang kuat antar rantai


asam lemak

Daya Tarik sedikit antar rantai asam


lemak

Titik leleh tinggi sehingga fase padat


pada suhu ruang

Titik leleh rendah sehingga fase cair


pada suhu ruang

Gambar :

Gambar :

STEROL
Lipid yang tidak memiliki asam nukleat
melainkan inti steroid
Inti steroid terdiri dari : 3 cincin
sikloheksana dan 1 cincin siklopentana

Tipe
Utama :

Inti Steroid

Kolesterol

Steroid paling banyak dalam tubuh


Memiliki : gugus metil, rantai alkil,
gugus hidroksil yang menempel
pada inti steroid
Tempat sintesis : hati. Sumber :
daging, susu, telur
Dibutuhkan untuk : membran sel,
otak, jaringan otak, hormon
steroid, vitamin D

Kolesterol

Garam
Empedu

Disintesis dari : kolestrol


Tempat sintesis : hati
Tempat penyimpanan :
gallbladder
Disekresikan ke : usus kecil
Terdiri dari daerah polar dan
nonpolar

Hormon
Pembawa
pesan kimia dalam
Steroid
sel
Diproduksi dari : kolestrol.
Terdiri dari : hormon seks
(androgen : testosteron,
estrogen), hormon adrenal
(aldosteron, kortison), dan
steroid anabolic (turunan

Garam
Empedu

PRENOL
Merupakan alkohol alami, turunan dari isoprene dengan
kandungan oksigen sehingga disebut juga isoterpena
Isometrik dengan rumus molekul (C5H8)n atau isoprena
metilbuta-1,3-diena
Senyawa turunan : terpenoid yang diklasifikasikan berdasarkan
jumlah n atau jumlah dari senyawa isoprena
Dibuat oleh : tumbuhan. Contoh : karotenoid, xantofil

Struktur
Prenol

LIPID SEDERHANA
Terbentuk dari esterifikasi alkohol
dan asam lemak dan tidak memiliki
komponen lain pada strukturnya.

GLISERIDA
Merupakan ester dari gliserol
Berdasarkan jumlah ikatan ester
antara asam lemak dan gliserol
terdapat tiga jenis yaitu monogliserida,
digliserida, dan trigliserida
Produksi : Esterifikasi. Terbentuk ketika
gugus hidroksil dari gliserol bereaksi
dengan gugus karboksil dari asam
lemak
Dapat berupa lemak dan minyak

Trigliserida

Minyak

Lemak

Cair pada suhu


kamar
Titik leleh lebih
rendah
Asam lemak tak
jenuh

Pada pada suhu


kamar
Titik leleh lebih
tinggi
Asam lemak jenuh

Ikatan lebih rapat

Ikatan lebih
renggang

Terdapatnya
bengkokan

Rantai lurus teratur

Tumbuhan

Hewan

LILIN / WAX
Merupakan asam lemak rantai panjang yang
diesterifikasi dengan alkohol rantai panjang
Sumber : lebah madu (beeswax), ikan paus
(spermaceti wax), pohon palem di Brazil

Lilin

LIPID MAJEMUK
Tersusun tidak hanya dari alkohol dan
asam lemak, tetapi terdapat molekul lain,
seperti amina, ester, dan asam fosfat.

FOSFOLIPID
Mengandung asam fosfat
Penggunaan industri: pengemulsi
Sumber: hati, kuning telur,
kedelai, gandum, dan kacang.

Spingofosfolipid
Struktur utama : spingosin (amino
alkohol rantai panjang). Bagian dari
spingomielin. Memiliki : spingosin,
asam lemak, fosfat, amino alkohol
kecil. Terdiri dari daerah polar dan

Struktur
Fosfolipid
Memiliki 2 tipe
utama, yaitu :

Gliserofosfolipid
Struktur utama : gliserol. Bagian dari
membran sel, siklomikro, lipoprotein.
Memiliki : 2 rantai asam lemak
nonpolar, gugus fosfat, dan gugus
amino alkohol polar. Terdiri dari
daerah polar dan nonpolar. Contoh :

Struktur
Gliserofosfolipid

Struktur
Spingofosfolipid

Contoh
Gliserofosfolipid

Contoh
Spingofosfolipid

GLIKOLIPID
Mengandung karbohidrat, memiliki tipe
utama, yaitu :
Gangliosida
Glikospingolipid
Mengandung monosakarida
yang berikatan dengan gugus
hidroksil dari spingosin
dengan sebuah ikatan
glikosida (spingolipid yang
mengandung monosakarida).
Dapat menjadi cerebrosida
dengan galaktosa.

Struktur
Glikospingoli

Mengandung dua atau lebih


monosakarida. Penting
dalam neuron sebagai
reseptor untuk hormon dan
virus karena dapat
mengakumulasi dan
menyebabkan penyakit
genetik

Contoh
Glikospingoli

TRIVIAL

TATA N A M A A S A M L E M A K

Penamaan secara trivial adalah


penamaan nonsistematik yang
paling umum digunakan.
Penamaan ini tidak mengikuti
suatu pola tertentu, tetapi
penyebutannya konsisten untuk
masing-masing jenis senyawa
sehingga singkat dan tidak ambigu.

Cont
oh :

I U PA C

TATA N A M A A S A M L E M A K

Pemberian nama asam lemak


dilakukan dengan mengganti
akhir a pada nama alkana
dengan oat. Penentuan subtituen
yang terikat dalam rantai utama
dan penomoran subtituen dari C
gugus karboksil. Jika senyawa
mempunyai 2 gugus karboksil
maka rantai utama diberi akhiran
dioat. Penambahan kata asam
pada awal nama senyawa.

Cont
oh :

Penamaan

TATA N A M A A S A M L E M A K


Pada
sistem penamaan ,
setiap ikatan rangkap
diindikasikan dengan , yaitu
lokasi ikatan rangkap ke-x
pada ikatan karbon, yang
dihitung dari akhir ikatan
karboksilat. Setiap ikatan
rangkap didahului dengan
awalan cis- atau trans-,
mengindikasikan kesesuaian
molekul di sekitar ikatan.
Sebagai contoh: asam linoleat
didesain dengan nama cis-, i
12 asam oktadekadinoat

Cont
oh :

H3C

C
H2

H2
C

C
H2

H2
C

C
H2

H2
C

C
H2

H
C

C
H

H2
C

C
H2

Sistem = Asam cis--

oktadekanoat

H2
C

C
H2

H2
C

C
H2

H2
C

O
C
OH

Penamaan
nx/

TATA N A M A A S A M L E M A K

Nomenklatur n-x, atau biasa disebut juga -x


mengklasifikasikan senyawa asam lemak berdasarkan
kemiripan proses biosintesisnya pada manusia dan hewan.
Simbol x menyatakan nomor atom karbon lokasi ikatan
rangkap berada dihitung dari sambungan karbon metil
menuju karbon karbonil. Contoh: Asam Linoleat 18:2 n-6
atau 18:2 -6

Cont
oh :

Pada asam lemak rangkap banyak, penamaan omega


dari rantai diwakili omega rangkap pertama

Omega 3

Omega 6

Omega 9

Bilangan
Lipid

TATA N A M A A S A M L E M A K

Nomor asam lemak


mengambil bentuk C : D
dimana C adalah jumlah
atom karbon dalam asam
lemak dan D adalah jumlah
ikatan rangkap

Cont
oh :

C18 :
3

FUNGSI

ABSTRAK
Fungsi utama lipid : penyimpanan energi
Fungsi lain :
Menyusun struktur dan membran seluler
Aktivasi enzim
Transportasi molekul
Pembentukan hormon
Pensinyalan

PENYIMPANAN ENERGI
Karena trigliserida dan molekul lain serupa yang memiliki komponen
lipid substansial memiliki kandungan energi yang sangat tinggi
Disimpan dengan air yang sedikit -> menghasilkan rasio massa
terhadap energi yang kecil untuk penyimpanan
Oksidasi lengkap asam lemak berkalori tinggi (9 kkal/g dibandingkan
dengan karbohidrat & protein yang menghasilkan 4 kkal/g)
Dapat digunakan setelah adanya pensinyalan oleh hormon untuk
memulai proses biokimia

MENYUSUN STRUKTUR SELULER


Gliserofosfolipid komponen struktural utama membran
biologis (membran plasma sel dan membran intrasel organel)
Lipid non-gliserida (c/o sfingomielin dan sterol) juga ditemukan
di membran biologis
Galaktosildiasilgliserol komponen membran kloroplas pada
tumbuhan dan alga dan lipid yang melimpah di jaringan
fotosintesis

MENYUSUN MEMBRAN SELULER


Membran sel terdiri dari lipid hidrofilik dan hidrofobik
Keduanya membentuk membran lipid bilayer
Membran sel ini berfungsi sebagai pemisah antara
bagian dalam sel dari segala sesuatu yang ada di luar

AKTIVASI ENZIM
Dilakukan oleh adiposit sel lemak yang dirancang untuk
melakukan sintesis dan pemecahan trigliserida dalam hewan
Pengendali utama pemecahan adalah dengan mengaktivasi
enzim yang peka terhadap hormon lipase
Contohnya adalah kardiopilin (subkelas gliserofosfolipid)
mengaktivasi enzim yang terlibat fosfolirasi oksidatif

PENSINYALAN
Dapat terjadi melalui aktivasi reseptor protein g
berpasangan atau reseptor nuklir dan anggotaanggota kategori lipid yang diidentifikasikan sebagai
molekul sinyal dan kurir sel
Contohnya adalah :
sfingolipid (turunan seramida) -> kurir potensial dalam
pengaturan pergerakan kalsium
Pensinyalan pertumbuhan sel dan apoptosis
Pensinyalan pembentukan prostaglandin
Pensinyalan pembentukan hormon steroid dan oksisterol

TRANSFER MOLEKUL
Asil karnitin terlibat dalam transportasi dan
metabolisme asam lemak di dalam dan di luar
mitokondria
Poliprenol dan turunannya yang terfosfolirasi juga
berperan dalam transportasi oligosakarida melalui
membran

PEMBENTUKAN HORMON
Lipid merupakan dasar dari pembentukan hormon
steroid
Hormon steroid dihasilkan di adrenal, ovarium, testis,
plasenta dan jaringan perifer
Steroid erasal dari kolesterol yang dihasilkan melalui
sintesis de nono atau melalui ambilan LDL melalui
reseptor LDL

DETEKSI

Deteksi Lipid
(Metode
Kualitatif)

METODE KELARUTAN

Dalam uji ini, kelarutan lipid sangat ditentukan oleh


sifat kepolaran pada pelarut

Lipid memiliki sifat nonpolar sehingga hanya akan


larut pada pelarut nonpolar.

METODE KETIDAKJENUHAN

Digunakan untuk mengetahui asam lemak yang diuji


termasuk kategori asam lemak jenuh atau tak jenuh.

Menggunakan pereaksi Iod Hubl sebagai indikator


perubahan.

Prosedur:
1) Asam lemak yang diuji ditambah kloroform, kemudian tabung
dikocok sampai seluruh bahan larut.
2) Teteskan secara perlahan pereaksi Iod Hubl ke dalam tabung
sambil dikocok dan mengamati perubahan warna yang terjadi
terhadap campuran.
3) Reaksi positif yang terjadi pada ketidakjenuhan asam lemak
ditandai dengan timbulnya warna merah asam lemak, lalu
warna kembali lagi ke warna awal kuning bening.
Warna merah yang kembali pudar menandakan bahwa terdapat
banyak ikatan rangkap pada rantai hidrokarbon asam lemak
(ikatan rangkap menandakan tak jenuh)

SAMPEL YANG DIUJI DENGAN METODE


KEJENUHAN

METODE KETENGIKAN

Pengujian ini digunakan untuk melihat lipid mana yang sudah tengik atau
belum akibat oksidasi lipid.

Prosedur:
1. Minyak yang akan diuji dicampurkan dengan HCl, selanjutnya sebuah
kertas saring dicelupkan ke larutan floroglusinol.
2. Setelah itu, kertas digantungkan di dalam erlenmeyer yang berisi minyak
yang diuji.
3. Serbuk CaCO3 dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan segera ditutup.
4. HCl akan menyumbangkan ion hidrogennya yang dapat memecah unsur
lemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan hidrogen radikal
bebas.
5. Kedua bentuk radikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir
oksidasi akan dihasilkan peroksida.
6. Jika terbentuk larutan merah muda, maka tengik. Jika putih, tidak tengik.

METODE ACROLEIN

Pengujian akrolein digunakan untuk menguji keberadaan gliserin atau


lemak.

Ketika lemak dipanaskan setelah ditambahkan agen pendehidrasi


(KHSO4) yang akan menarik air, bagian gliserol akan terdehidrasi ke
dalam bentuk aldehid tidak jenuh atau dikenal sebagai akrolein
(CH2=CHCHO).

Acrolein memiliki bau seperti lemak terbakar dan ditandai dengan asap
putih.

Deteksi Lipid
(Metode
Kuantitatif)

ANGKA PEROKSIDA

Penggunaan angka Peroksida berguna untuk menentukan tingkat


derajat kerusakan pada lemak dan minyak yang dikenal dengan
tingkat Ketengikan.

Prosedur:
1. Timbang kurang lebih 5,0 gbahan sample dalam 250 ml tabung reaksi
Erlenmeyer bertutup dan tambahkan 30 ml larutan asam asetat-alkoholkhloroform (20:20:55).
2. Goyangkan larutan sampai bahan terlarut semua. Tambahkan 1 ml larutan
jenuh KI.
3. Diamkan selama 1/2 jam di tempat gelap dengan sesekali digoyang
kemudian tambahkan 50 ml aquades.
4. Titrasilah dengan 0,02 N larutan tio sulfat sampai warna kuningnya
hampirhilang. Tambahkan 0,5 ml larutan indikator kanji. Lanjutan titrasi
sampai warna biru menghilang.

Perhitungan bilangan peroksida:

Ket:
Bil. Peroksida = kadar dalam ppm
ml tio = volume titar tio sulfat
N = kenormalam tio sulfat
0,008 = mg setara O2
100 = 100%

BILANGAN ASAM LEMAK BEBAS (FFA)

Bilangan Asam Lemak Bebas atau bilangan FFA (free fatty


acids) adalah nilai yang menunjukkan jumlah asam lemak
bebas yang terdapat di dalam lemak setelah mengalami
proses hidrolisis.

Penggunaan dari metode ini bertujuan untuk mengukur


tingkat efisiensi reaksi yang dilakukan dan mengetahui
tingkat kerusakan minyak (rancidity).

Semakin tinggi asam lemak bebas yang terkandung, semakin


tinggi tingkat kerusakan minyak.

Perhitungan bilangan FFA:

Ket:
V = volume titran yang digunakan (ml)
N = normalitas titran (N)
M = bobot molekul asam lemak
m = bobot sampel (gram)

BILANGAN PENYABUNAN
Bilangan penyabunan dinyatakan sebagai banyaknya ( mg )
KOH yang dibutuhkan untuk menyabunkan satu gram lemak
atau minyak.
Bilangan penyabunan dapat digunakan untuk menentukan
berat molekul lemak atau minyak.
Bil penyabunan besar = BM kecil (minyak tersebut memiliki
asam lemak dengan rantai karbon pendek)
Bil penyabunan kecil = BM besar (minyak tersebut memiliki
asam lemak dengan rantai karbon panjang)

Prosedur:

1) 5 gram sampel ditimbang kemudian ditambah dengan larutan


KOH 0,1 N sebanyak 20 ml. Mulut erlenmeyer kemudian
ditutup dengan alumunium foil dan dipanaskan selama jam.
2) Setelah jam buka penutup dan dinginkan, lalu tambahkan 2
tetes indikator PP dan titrasi dengan HCl 0,5 N hingga berubah
warna jadi ungu.
3) Membuat pengujian blanko dengan memasukkan larutan KOH
0,1 N 50 ml ke erlenmeyer, ditambah indikator PP 3 tetes, dan
dititrasi dengan HCl 0,5 N sampai warna jadi kekuningan.

Perhitungan bilangan penyabunan:

Ket:
Tb = Volume HCl untuk titrasi Blanko
Ts = Volume HCl untuk titrasi Sample
BM = Berat molekul larutan KOH

BILANGAN ESTER

Bilangan ester merupakan suatu ukuran kadar


ester yang terdapat dalam minyak/lemak.

Bilangan ester adalah bilangan yang


menyatakan berapa mg KOH yang diperlukan
untuk menyabunkan ester yang terdapat dalam
1 gram lemak/minyak.

BILANGAN ASAM
Bilangan asam merupakan ukuran jumlah asam lemak bebas
yang dihitung berdasarkan berat molekul pada asam lemak.

Prosedur:
1. Timbang lebih kurang 20 gram sampel, masukan kedalam tabung
Erlenmeyer. tambahkan 50 ml alkohol netral95%. Kemudian tutup,
panaskan sampai mendidih untuk melarutkan asam lemakbebasnya.
2. Setelah dingin, larutan lemak dititrasi dengan 0,1 N larutan KOH
standar hingga terbentuk warna merah mudasetelah ditambahkan
indikator Phenolphtalein (PP)
3. Apabila cairan yang dititrasi berwarna gelap
dapatditambahkanpelarut yang cukup banyak dan atau dipakai
indikator Bromothymol-bluesampai berwarna biru.

Perhitungan bilangan asam:

Ket:
ml KOH = volume KOH
N KOH = kenormalam KOH
BM KOH = Berat Molekul KOH

BILANGAN ASAM THIOBARBITURAT (TBA)


Bilangan Asam TBA digunakan untuk menghitung
massa monoaldehid pada lemak tengik.

BILANGAN IODIN

Bilangan ini menunjukan banyaknya asam lemak tak


jenuh dalam lemak, baik dalam bentuk bebas maupun
dalam bentuk ester-nya disebabkan sifat asam lemak
tak jenuh yang sangat mudah menyerap iodium.

Prinsip dasar metode ini adalah asam lemak tidak


jenuh mampu mengikat iodin dan membentuk senyawa
yang jenuh.

Gliserida dengan tingkat kejenuhan yang tinggi akan


mengikat iodin dalam jumlah yang banyak. Semakin
tinggi bilangan iodin semakin rendah titik cairnya. Hal
ini disebabkan gliserida tidak jenuh akan mencair pada
suhu yang rendah.

Deteksi Lipid
(Metode
Instrumentasi)

Metode Instrumentasi memiliki tiga prinsip


kerja yaitu :

Digunakan dalam pengukuran kemampuan


memantulkan radiasi gelombang elektromagnetik
Dapat menentukan sifat fisik
Digunakan dalam pengukuran kemampuan
adsorbsi radiasi gelombang elektromagnetik

GAS CHROMATOGRAPHY (GC)


Metode ini merupakan metode analisis secara kuantitatif dan
kualitatif yang digunakan untuk menganalisis senyawa-senyawa
organik.
Tahap-tahap prinsip kerja GC pada pengujian lipid :
Tahap Ekstraksi
Memperoleh asam lemak dengan metode soxhet dan ditimbang 0.02-0.03 gram
dalam bentuk minyak
Pembentukan Metil Ester (Metilasi)
Membentuk senyawa turunan dari asam lemak menjadi metil esternya (proses
derivatisasi)
Identifikasi Asam Lemak
Menginjeksi metil ester ke kromatografi gas, lalu jenis dan jumlah asam lemak
dapat diidentifikasi dengan membandingkan peak kromatogram sample dengan
standard yang telah diketahui konsentrasinya

Perhitungan konsentrasi asam lemak:

Ket:
ml KOH = volume KOH
N KOH = kenormalam KOH
BM KOH = Berat Molekul KOH

HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY


(HPLC)

Prinsip dasar metode ini digunakan untuk memisahkan


lipida non-volatil dan labil yang memiliki berat molekul
tinggi.

Biasanya digunakan pada suhu ruang dan sering


dipakaiuntuk isolasi dan mengukur kadar (kuantitasi)
kolesterol dan kolesteryl ester.

Identifikasi HPLC pada lemak terbagi menjadi dua yaitu :


HPLC asam lemak
HPLC gliserida

HPLC Asam Lemak:


Asam lemak jenuh dan tak jenuh dapat dipisahkan
sebagai metil ester
Asam lemak dengan gugus OH dapat dideteksi 254 nm
tanpa derivatisasi

HPLC Gliserida:
Banyak dilakukan pemisahan trigliserida berdasarkan
jumlah atom c
Terdapat hubungan liner antara log waktu retensi
dengan atom C kejenuhan
Setiap tambahan ikatan rangkap 2 atom
memperpendek waktu retensi

SINTESIS

SINTESIS

Asam
Lemak

Triasilglise
rol

Membran
Fosfolipid

Kolesterol

SINTESIS ASAM LEMAK

SINTESIS ASAM LEMAK (CONTD)


Enzim : Kompleks multienzim Sintase Asam Lemak
Protein yang ada pada sintase asam lemak:
Acyl Carrier Protein (ACP)
Acetyl-CoA-ACP transacetylase (AT)
-Ketoacyl-ACP synthase (KS)
Malonyl-CoA-ACP-transferase (MT)
-Ketoacyl-ACP Reductase (KR)
-Hydroxyacyl-ACP- dehydratase (HD)
Enoyl-ACP Reduktase (ER)
Masing-masing protein berperan pada tahap tertentu dalam sintesis asam
lemak

SINTESIS ASAM LEMAK (CONTD)


Sebelum memulai proses sintesis,
asetil-KoA perlu membentuk suatu zat,
yaitu malonil-KoA dengan bantuan
asetil-KoA karboksilase (sebagai donor
CO2)
Setelah malonil-KoA terbentuk,
kompleks sintase asam lemak perlu
diaktivasi untuk memulai proses
sintesis. Yaitu dengan penempelan
gugus asetil-KoA ke gugus Cis-SH
(dibantu oleh acetyl-CoA-ACP

SINTESIS ASAM LEMAK (CONTD)


Sintesis asam lemak terjadi dalam sekuens reaksi berulang,
yaitu:

SINTESIS ASAM LEMAK (CONTD)


1) Kondensasi
Asetil-KoA + Malonil-KoA
Asetoasetil ACP +CO2
Dibantu oleh -Ketoacyl-ACPsynthase (KS)

SINTESIS ASAM LEMAK (CONTD)


2) Reduksi Gugus Karbonil
Pelepasan gugus karbonil dari
Asetoasetil ACP + e- dari NADPH D-hidroksi butilil-ACP
Dibantu oleh -Ketoacyl-ACP
Reductase (KR)

SINTESIS ASAM LEMAK (CONTD)


3) Dehidrasi (membentuk ikatan rangkap)
D--hidroksi butilil-ACP trans-2butenoil-ACP + H2O
Dibantu oleh -Hydroxyacyl- ACPdehydratase (HD)

SINTESIS ASAM LEMAK (CONTD)


4) Reduksi Ikatan Rangkap
Ikatan rangkapnya tereduksi + edari NADPH Butiril-ACP
Dibantu oleh Enoyl-ACP Reduktase
(ER)

SINTESIS ASAM LEMAK (CONTD)

SINTESIS ASAM LEMAK (CONTD)


Setelah terbentuk butiril-ACP (4C), siklus reaksi terjadi lagi.
Dimulai dari pemindahan butiril-ACP dari gugus SH ke Cis-SH dan
penempelan malonil-KoA ke gugus SH.
Setiap selesai 1 siklus, akan ada 2C bertambah pada produk
akhir.
Siklus berlangsung terus hingga terbentuk palmitat (16 C) atau
7x siklus, kemudian palmitat ini akan lepas dari kompleks sintase
asam lemak. Di beberapa tumbuhan, lepasnya produk akhir
berlangsung saat mencapai 8 - 14 C.
Palmitat dapat mengalami elongasi (di RE) membentuk stearat,
oleat, linoleat (tumbuhan), melalui mekanisme yang sama
seperti pembentukan palmitat.

SINTESIS ASAM LEMAK (CONTD)

SINTESIS TRIASILGLISEROL

Tempat
Prekurso
r
Regulasi

Hati dan jaringan


adiposa
Gliserol-3-fosfat (dibentuk
dari piruvat melalui
gliseroneogenesis atau
glukoneogenesis)
Asil lemak-KoA (dibentuk dari
asam lemak
oleh
asil-KoA
Diproduksi
saat
laju
konsumsi
sintase)
karbohidrat,
protein, lemak
telah melebihi kapasitas
organisme untuk
menyimpannya dalam bentuk
glikogen. Dipengaruhi
hormon insulin.

SINTESIS TRIASILGLISEROL (CONTD)

SINTESIS MEMBRAN FOSFOLIPID


2 Jenis fosfolipid : glikofosfolipid dan sphingofosfolipid
Tempat : membran RE (hewan) dan kloroplas (tumbuhan)
Prekursor glikofosfolipid:
Gliserol-3-fosfat (dibentuk dari piruvat melalui gliseroneogenesis
atau glukoneogenesis)
Asil lemak-KoA (dibentuk dari asam lemak oleh asil-KoA sintase)
Regulasi: Diproduksi saat laju konsumsi karbohidrat, protein, lemak
telah melebihi kapasitas organisme untuk menyimpannya dalam
bentuk glikogen. Dipengaruhi juga oleh hormon insulin.

SINTESIS MEMBRAN FOSFOLIPID


(CONTD)

SINTESIS MEMBRAN FOSFOLIPID


(CONTD)

SINTESIS KOLESTEROL

NADPH +
H+
NADP+

HMGCoA
sintase

SINTESIS KOLESTEROL
(CONTD)
Terjadi dalam 4 tahap:
1. Sintesis mevalonat dari asetil-KoA.
2. Konversi mevalonat menjadi 2
isoprena aktif
3. Kondensasi 6 isoprena aktif
membentuk skualen (2 IPP
geranil ; geranil + IPP farnesil ;
2farnesil skualen)
4. Konversi skualen menjadi
kolesterol (skualen epoksida
skualen lanosterol kolesterol)

SINTESIS
KOLESTEROL

Kolesterol merupakan
prekursor dari hormon
steroid.
Pembentukan hormon
steroid terjadi di korteks
kelenjar adrenal.
2 jenis steroid :
mineralkortikoid dan
glukokortikoid

APLIK A SI

APLIKASI DALAM KEHIDUPAN


SEHARI-HARI

A. BIDANG FARMASI
Dalam bidang farmasi lipid digunakan sebagai emolient,
emulgator,

basis

salep,

pelarut

obat

suntik,

serta

memiliki fungsi terapeutis seperti minyak jarak dan


minyak chalmougra berkhasiat obat pencahar dengan
cara merangsang gerakan peristaltik.

CONTOH PENGAPLIKASIAN DALAM BIDANG FARMASI


Nama Minyak
Lemak
Oleum Cocos
Cod Liver Oil
Oleum Gossypii
(Minyak biji kapas)

Oleum Maydis
(Minyak jagung)
Oleum Caryophyli
(Minyak cengkeh)

Asal
Cocos nucifera
Gadus morrhua;
Gadidae
Gossypium hirsutum
(Malvaceae)

Kegunaan
Bahan pembuat salep
Multivitamin

untuk injeksi dan


mengandung gosipol
(1,1-1,3%)
antifertilitas laki-laki
Zea mays
Pelarut dan untuk
(poaceae= Graminae) injeksi
Syzygium aromaticum Obat sakit gigi, obat
mules, dan obat batuk

B. BIDANG INDUSTRI
Dalam bidang industri lipid digunakan sebagai
bahan

dasar

pembuatan

margarine,

sabun,

kosmetik, plastik, pembuatan cat, dan berbagai


produk lainnya. Penggunaan lipid pada bidang
industri umumnya mirip dengan penggunaannya
dibidang

farmasi,

sebagai

emulgator

dan

CONTOH PENGAPLIKASIAN DALAM BIDANG INDUSTRI


Nama Minyak
Lemak
Oleum Olivarum
(Minyak zaitun)
Spermaseti

Oleum Arachidis
(Minyak kacang)
Oleum Citronellae
(Minyak sereh)
Oleum Sesami
(Minyak wijen)

Asal

Kegunaan

Olea europaea
Bahan makanan
(Oleaceae)
Gadus macrocephalus Bahan pembantu
dalam pembuatan
sediaan krim
Arachis hypogaea
Minyak goreng
(Leguminosae)
Cymbopogon citratus Parfum dan penghalau
serangga
Sesamum indicum
Sabun dan minyak
(Pedaliaceae)
goreng

C. BIDANG ENERGI
Dalam

bidang

energi

lipid

dapat

digunakan

sebagai bahan baku untuk membuat biodiesel.


Selain itu lipid juga dapat dikonversi menjadi
substansi yang mirip dengan kerosin sampai
bahan bakar mesin jet.

CONTOH PENGAPLIKASIAN DALAM BIDANG ENERGI


Nama Minyak
Lemak
Palm Crude Oil

Asal

Kegunaan

Elais oleifera

Biofuel

Minyak Kedelai

Glycine max

Biofuel

Oleum Ricini
(Minyak jarak)

Ricinus communis
(Euphorbiaceae)

Biofuel

Rapeseed Oil
(Minyak Canola)
Oleum Cocos

Brassica napus

Biofuel

Cocos nucifera

Biofuel

REFERENSI
[1] Wildan, Farihah. 2016. PENENTUAN BILANGAN PEROKSIDA DALAM MINYAK NABATI DENGAN
CARA TITRASI. [ONLINE] Available at:
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:EMoyWUKyXbsJ:balitnak.litbang.pe
rtanian.go.id/index.php%3Foption%3Dcom_phocadownload%26view%3Dcategory%26id%3D67:3%26
download%3D1063:3%26Itemid%3D1+&cd=2&hl=id&ct=clnk
. [Accessed 20 February 2016].
[2] Abdullah, Ilyas. 2016. Penentuan Angka Penyabunan CPO (Crude Palm Oil) | Ilyas Abdullah Academia.edu. [ONLINE] Available at:
https://www.academia.edu/9258116/Penentuan_Angka_Penyabunan_CPO_Crude_Palm_Oil_ .
[Accessed 20 February 2016].
[3] Lehninger AL. 1982. Dasar-Dasar Biokimia Jilid I. Maggy Thenawijaya, penerjemah. Jakarta:
Erlangga. Terjemahan dari: Principles of Biochemistry.
[4] Skoog, Douglas A., Donald M. West, F. James Holler. 1991. Fundamental of Analytical Chemistry.
Seventh Edition. New York: Saunders College Publishing.

TERIMA K A SIH

Anda mungkin juga menyukai