Anda di halaman 1dari 64

Basic of Banking Business

(Dasar-Dasar Perbankan)

POKOK BAHASAN :

I.

Landasan Hukum Perbankan Indonesia

II.

Kategori Bank

III.

Definisi, Azas, Tujuan & Fungsi Bank di Indonesia

IV.

Prinsip-Prinsip Operasional Bank

V.

Organisasi Bank

VI.

Manajemen Bank

VII.

Lembaga Penjamin Simpanan

VIII.

Kerahasiaan Bank

IX.

Pengaturan dan Pengawasan Bank

X.

Kewenangan Pengaturan dan Pengawasan Bank

XI.

Arsitektur Perbankan Indonesia

I. Landasan Hukum Perbankan di Indonesia

1 . Undang Undang Republik Indonesia no.7 th 1992 tentang Perbankan


sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang RI No. 10 tahun 1998
2 . Undang Undang Republik Indonesia No.23 tahun 1999 tentang Bank
Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No. 3 tahun
2004

II. KATEGORI BANK

Menurut Jenis :
1. Bank Umum (Konvensional &
Syariah)
2. Bank Perkreditan Rakyat

Menurut Bentuk Hukum :


1. Perusahaan Perseroan (Persero)
2. Perseroan Terbatas (PT)
3. Perusahaan Daerah (PD)
4. Koperasi

Menurut Sistim
Pembayaran Jasa :
1. Pembayaran Bunga
2. Bagi Hasil ( Prinsip Syariah)

Menurut
Kepemilikan :
1. Pemerintah
2. Pemerintah Daerah
3. Swasta Nasional
4. Koperasi
5. Asing

Menurut Kegiatan
Usaha :
1. Bank Devisa
2. Bank Non Devisa

JUMLAH BANK
Periode

Kelompok Bank
1998

1999

2000 2001 2002

2008

2009

208

164

151

145

141

128

121

- Bank BUMN

- BPD

27

27

26

26

26

26

26

- Bank Devisa

71

47

38

38

35

33

34

- Bank Non Devisa

59

45

43

42

41

36

31

- Eks Bank Campuran

34

30

29

24

24

17

16

- Bank Asing

10

10

10

10

10

11

10

2262

2467

2419

Bank Umum:

BPR:

2355 2141 1809*

1733

III. DEFINISI , AZAS , TUJUAN &


FUNGSI BANK DI INDONESIA

BANK
Adalah badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk
kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam
rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak
( Undang Undang Republik Indonesia No. 10 tahun
1998)
7

AZAS :

Prudential Banking
( Prinsip Kehati Hatian )
1. First Line of Defence :
adanya sistim dan prosedur yang diyakini telah
memenuhi prinsip kehati-hatian dan memenuhi
kriteria good corporate governance /GCG
(tata kelola perusahaan yang baik)

2. Second Line of Defence :


tersedianya sumber daya manusia yang profesional,
berintegritas tinggi sehingga dapat dijamin sistem
dan prosedur dipatuhi

TUJUAN :
Perbankan indonesia bertujuan menunjang
pelaksanaan pembangunan nasional dalam
rangka peningkatan pemerataan pertumbuhan
ekonomi dan stabilitas nasional ke arah
peningkatan taraf hidup rakyat banyak
9

FUNGSI BANK
A. MENGHIMPUN DANA

FINANCIAL
INTERMEDIARY

DEFISIT UNIT

SURPLUS UNIT

C. Fungsi lain dari Bank :


1. Penunjang kelancaran sistem pembayaran
2. Pelaksana kebijakan moneter
3. Pencapaian stabilitas sistem keuangan

B. PENYALURAN DANA

10

IV. PRINSIP OPERASIONAL BANK

1.

Denomination divisibility :
Menghimpun dana dari pemilik dan disalurkan
yang memerlukannya

2.

kepada

Maturity flexibility :
Menghimpun dana dalam bentuk giro, tabungan atau
deposito yang jangka waktunya bervariasi

3.

Liquidity transformation :
Memelihara likuiditas

4.

Risk diversification :
Penyaluran dana dengan memperhatikan risiko
11

Sektor Perbankan

Individu

Individu
Pemberian
Kredit

Bank

Simpanan

Pengguna

Dana

Usaha

Modal
Jasa keuangan (services), antara lain:
- Sistem pembayaran
- Export/ import (trade financing)
- Perdagangan mata uang

Sumber
Dana

Usaha/ Institusi

Bank dapat berbentuk hukum PT, koperasi atau Perusahaan Daerah


Trend integrasi bank dengan usaha finansial lainnya

12

Neraca Bank XYZ


per 31 Desember 2009

DEBET
USES OF FUND
(Penggunaan Dana)
PRIMARY RESERVE
Reserve Requirement (RR)
Giro Wajib Minimum (GWM)

KREDIT
SOURCES OF FUND
(Sumber Dana)
DANA PIHAK III :
Giro
Tabungan
Deposito

SECONDARY RESERVE
SBI, Surat Berharga dll.

DANA PIHAK II :
ASSET
UTAMA
BANK

KREDIT

Obligasi, Saham, MM,


BI, BA financing dll.

DANA PIHAK I :
AKTIVA TETAP

Equity
(Saham, Cadangan, Laba)

13

ASSETS ALLOCATION APPROACH

Sumber Dana
Penggunaan Dana

14

PENGERTIAN RISIKO
Suatu kemungkinan akan terjadinya hasil yang tidak
diinginkan, yang dapat menimbulkan kerugian/ kehancuran
apabila tidak diantisipasi serta tidak dikelola sebagaimana
mestinya.
Sebaliknya, risiko yang dikelola dengan baik akan
memberikan ruang pada terciptanya peluang untuk
memperoleh suatu hasil/ keuntungan yang lebih besar

15

BANK RISKS
1. Credit Risk

Debitur tidak membayar kewajibannya

2. Market Risk

Perubahan suku bunga/ nilai tukar

3. Liquidity Risk

Bank tidak mampu memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo

4. Operational
Risk

Tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan


sistem atau adanya problem eksternal yang mempengaruhi
operasional bank

5. Legal Risk

Kelemahan aspek yuridis yang menyebabkan adanya tuntutan


hukum sebagai akibat dari ketiadaan peraturan, kelemahan perikatan,
dll.

6. Reputation
Risk

Publikasi/ persepsi negatif terhadap bank

7. Strategic Risk

Akibat dari pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat/ kurang


responsif terhadap perubahan

8. Compliance
Risk

Tidak mematuhi/ melaksanakan peraturan/ perundang-undangan


yang berlaku

16

Bank Umum
melakukan kegiatan usaha konvensional; dan atau
melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip
syariah;
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR)


melakukan kegiatan usaha konvensional;atau
melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip
syariah; JENIS BANK
tidak memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran.

17

BENTUK HUKUM

u/

u/

Bank Umum
Perseroan Terbatas
Koperasi
Perusahaan Daerah.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Perseroan Terbatas
Koperasi
Perusahaan Daerah
Bentuk lain yang ditetapkan dengan PP
18

KEPEMILIKAN BANK UMUM

Bank Umum hanya dapat didirikan o/ :


WNI dan atau BHI;
WNI dan atau BHI dengan WNA dan atau BHA
secara kemitraan
Unsur kemitraan dalam kepemilikan Bank
tetap terdapat unsur kepemilikan Indonesia
maksimum kepemilikan pihak asing 99%
Emisi saham melalui bursa efek
maksimum 99% dari jumlah saham Bank ybs
pembelian saham oleh asing melalui bursa
dapat
mencapai 100% dari yang tercatat di bursa 19

KEPEMILIKAN BPR

BPR hanya dapat didirikan dan


dimiliki :
WNI
BHI yang seluruh pemiliknya WNI
Pemerintah Daerah
bersama di antara ketiganya
Tidak dimungkinkan adanya unsur
kepemilikan asing
20

PERIZINAN

Perizinan Bank diberikan oleh BI


Hal-hal yang memerlukan izin :
= pendirian Bank Umum dan BPR
= pembukaan KC Bank Umum dan KC BPR
= pembukaan KC, KCP dan KPw dari Bank
Asing
= merger, konsolidasi dan akuisisi

21

KEGIATAN USAHA BANK UMUM

Tanpa pembatasan ketentuan BI (Ps 6) a.l :


= menghimpun dana (giro, deposito berjangka,
sertifikat deposito, tabungan);
= memberikan kredit;
= menerbitkan surat pengakuan hutang;
= membeli, menjual atau menjamin surat-surat
berharga;
= melakukan transfer;
= menempatkan dana pada dan atau meminjam
dana dari bank lain;
= menyediakan safe deposit box.

22

KEGIATAN USAHA BPR

Usaha BPR meliputi :


= menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan berupa deposito berjangka,
sertifikat deposito, tabungan;
= memberikan kredit;
= menyediakan pembiayaan dan penempatan dana
berdasarkan prinsip Syariah;
= menempatkan dana pada bank lain.
23

BANK BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH

Bank Syariah terdiri atas Bank Umum Syariah dan


Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
Kegiatan usaha Bank Umum Syariah meliputi (a.l):
- menghimpun dana dalam bentuk Simpanan
(Giro,Tabungan) berdasarkan prinsip Wadiah
- menghimpun dana dalam bentuk Investasi (Deposito,
Tabungan) berdasarkan prinsip Mudharabah
- menyalurkan Pembiayaan bagi hasil berdasarkan
Akad
mudharabah dan Akad musyarakah.
- menyalurkan Pembiayaan berdasarkan Akad
24
murabahah, Akad salam, Akad istishna

BANK BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH

- menyalurkan Pembiayaan berdasarkan Akad qardh


- menyalurkan Pembiayaan penyewaan barang bergerak atau
tidak bergerak kepada Nasabah berdasarkan Akad ijarah
dan/atau sewa beli dalam bentuk ijarahmuntahiya bittamlik
- melakukan pengambilalihan utang berdasarkan Akad
hawalah
-

melakukan usaha kartu debit dan/atau kartu pembiayaan


berdasarkan Prinsip Syariah

- membeli, menjual, atau menjamin atas risiko sendiri surat


berharga pihak ketiga yang diterbitkan atas dasar transaksi
nyata berdasarkan Prinsip Syariah, antara lain, seperti Akad
ijarah, musyarakah, mudharabah, murabahah, kafalah, atau
hawalah;
25

BANK BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH

membeli surat berharga berdasarkan Prinsip Syariah yang


diterbitkan oleh pemerintah dan/atau Bank Indonesia

menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga


dan melakukan perhitungan dengan pihak ketiga atau
antarpihak ketiga berdasarkan Prinsip Syariah

melakukan Penitipan untuk kepentingan pihak lain


berdasarkan suatu Akad yang berdasarkan Prinsip Syariah

menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat


berharga berdasarkan Prinsip Syariah;

memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri


maupun untuk kepentingan Nasabah berdasarkan Prinsip
Syariah
26

BANK BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH

melakukan fungsi sebagai Wali Amanat berdasarkan


wakalah;

Akad

memberikan fasilitas letter of credit atau bank garansi


berdasarkan Prinsip Syariah; dan

melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan di


bidang
perbankan dan di bidang sosial sepanjang tidak
bertentangan dengan Prinsip Syariah dan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang- undangan.

27

KEGIATAN USAHA UNIT USAHA SYARIAH


(UUS)

menghimpun dana dalam bentuk Simpanan berupa Giro,


Tabungan berdasarkan Akad wadiah

menghimpun dana dalam bentuk Investasi berupa Deposito,


Tabungan, berdasarkan Akad mudharabah

menyalurkan Pembiayaan bagi


mudharabah, Akad musyarakah

menyalurkan Pembiayaan berdasarkan Akad

hasil

berdasarkan

Akad

murabahah, Akad salam, Akad istishna

menyalurkan Pembiayaan berdasarkan Akad qardh

menyalurkan Pembiayaan penyewaan barang bergerak


atau tidak bergerak kepada Nasabah berdasarkan Akad
ijarah dan/atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya
bittamlik

28

KEGIATAN USAHA UNIT USAHA SYARIAH


(UUS)

melakukan pengambilalihan utang berdasarkan Akad


hawalah atau Akad lain yang tidak bertentangan dengan
Prinsip Syariah;

melakukan usaha kartu debit dan/atau kartu pembiayaan


berdasarkan Prinsip Syariah
membeli dan menjual surat berharga pihak ketiga yang
diterbitkan atas dasar transaksi nyata berdasarkan Prinsip Syariah,
antara lain, seperti Akad ijarah, musyarakah,
mudharabah,
murabahah, kafalah, atau hawalah

membeli surat berharga berdasarkan Prinsip Syariah yang


diterbitkan oleh pemerintah dan/atau Bank Indonesia

menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan


melakukan perhitungan dengan pihak ketiga atau antarpihak
ketiga berdasarkan Prinsip Syariah
29

KEGIATAN USAHA UNIT USAHA SYARIAH


(UUS)

- menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat


berharga berdasarkan Prinsip Syariah
- memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun
untuk kepentingan Nasabah berdasarkan Prinsip Syariah
- memberikan fasilitas letter of credit atau bank garansi
berdasarkan Prinsip Syariah; dan
- melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan di bidang
perbankan dan di bidang sosial sepanjang tidak
bertentangan dengan Prinsip Syariah dan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan

30

V. ORGANISASI BANK

STRUKTUR ORGANISASI BANK SECARA


INDIVIDUAL TERGANTUNG BEBERAPA HAL
ANTARA LAIN :

A. Sistem dan prosedur kerja


B. Jenis bank dan lingkup kegiatannya
C. Sistem pengambilan keputusan
D.
Penggunaan teknologi
31

ORGANISASI BANK

ORGANISASI BANK UMUMNYA


TERDIRI DARI :

1.
2.
3.
4.
5.

Kantor
Kantor
Kantor
Kantor
Kantor

Pusat
Wilayah/ Inspeksi
Cabang (Penuh)
Cabang Pembantu
Kas, Kios, Kas Mobil
32

ORGANISASI BANK

(Contoh: Bank Mandiri sumber: Annual Report 2009)

Dewan Komisaris
Komisaris Utama/ Komisaris Independen
Wakil Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris Independen
Komisaris Independen
Komisaris Independen

Direktur
Corporate
Banking

Direktur

Direktur

Commercial
Banking

Micro & Retail

Banking

Direktur Utama
Wakil Direktur Utama

EVP
Consumer

Direktur

Direktur

Direktur

Treasury &
International
Banking

Specialist Asset
Management

Compliance &
Human
Capital

Finance

Corporate
Banking
I

Jakarta
Commercial
Sales

Corporate
Banking
II

Regional
Commerical
Sales 1

Corporate
Banking
III

Regional
commercial
Sales 2

Business

Corporate
Banking
Agro-Based

Wholesale
Produk
Mgt

Mass &
Electronic
Banking

Synd. &
Structured
Finance

Small
Business
I

Wealth

Mandiri

Small
Business
II

AXA Mandiri
Financial S.

Bank
Syariah
Mandiri

Bank Sinar
Harapan
Bali

Sekuritas

Jakarta

Consumer

International

Network

Card

Banking &
Cap.Mkt. S.

Regional

Consumer

Network

Loans

Micro

Mandiri
Tunas
Finance

Treasury

EVP
Internal
Audit

EVP
Finance &
Strategy

Compliance

Market &
Operational
Risk

Credit
Recovery
II

Human
Capital
Services

Credit Risk
&
Policy

Performance

Asset

Hum.Cap.
Strategy &
Policy

Corporate
Risk

Accounting

Learning
Center

Commercial
Risk

Mgt

Direktur

Direktur

Technology
& Ops.

Corp.Sec,
Legal &
Cust. Care

Investor
Relations

IT Bussiness

Corporate
Secretary

Strategy
&

IT
Operations

Legal

Planning
Policies,

Customer
Care

Solution &
App.Services

Proced. Arch.

Retail &
Consumer
Risk

Credit
Operation

Procurement

&
Fixed Asset

Culture &
Service
Specialist

Central
Operations
Chief of
Economist
Electronic
Channel
Operation

INFORMATION AND TECHNOLOGY COMMITTEE

DIREKTUR

Risk
Magement

Credit
Recovery
I

Mgt

RISK AND CAPITAL COMMITTEE

DEWAN KOMISARIS

Mandiri
Tunas
Finance

Direktur
EVP
Change
Mgt Office

KOMITE DI BAWAH DIREKSI

PERSONNEL POLICY COMMITTEE

EVP KOORDINATOR

GROUP HEAD

IWHOLSESALE EXECUTIVE COMMITTEE

SPECIALIST SETINGKAT GROUP HEAD

RETAIL & SUPPORT COMMITTEE

ANAK PERUSAHAAN UTAMA

33

ORGANISASI BANK

(Contoh: BPD Papua sumber: Annual Report 2009)

Direktur
Utama
Direktur
Operasi Bank

Divisi
Perencanaa
n

Dept.
Perusaha
an
Dept.
Akuntansi,
Pajak &
Pelaporan

Direktur
Kepatuhan

Divisi
Bisnis

Divisi
Pengemba
ngan
Ekonomi
Rakyat

Divisi
Treasury &
Internasion
al

Divisi
Pengem
-bangan

Divisi
SDM

Divisi
Umum

Divisi
Kepatuha
n
&
ManRisk

Dept.

Dept.
Prog.
PER

Dept.
ALMA

Dept.
Pemasaran
Prod, Jasa
& Layanan

Dept.
Diklat

Dept.
Pengada
an &
Umum

Dept.
Kepatuha
n

Kelompok
Operasiona
l TI

Dept.
UMK

Dept.
Pasar
Uang,
Pasar
Modal, SB,
Likuiditas

Dept.
Penelitian
& Pengmb.
Org
Jaringan

Dept.
Pengmba
ngan
SDM

Dept.
Inventari
s&
Layanan

Dept.
Manajeme
n
Risiko

Kelompok
Pengembang
an
T

&
Keuangan

Perencanaa
n

Direktur
Pengembangan
Korporat

Konsum
er

Dept.
Komersi
al

Dept.
Kredit
Khusus

Divisi
Bisnis

Divisi
TI

Kelompok
TI
Security &
Network

Dept.
Pembinaa
n&
Pemantau
an
Bisnis Cab.

SKAI

Kelompok
Teknis

Departem
en
Pendukun
g
Auditor

Quality
Insurance

Auditor di Kelompok
Ktr
Auditor
Cabang

34
Komite Teknologi
Sistem
informasi

Komite Kredit

ALCO

Komite
Manajemen
Risiko

Komite
Pertimbangan
Pegawai

Staf Ahli
Outsourcing

ORGANISASI BANK

(Contoh: BPD Sulut sumber: Annual Report 2009)

RUPS
DEWAN
KOMISARIS

KOMITE REMUNERASI
DAN NOMINASI
KOMITE AUDIT
KOMITE PEMANTAU RISIKO

SATUAN
KERJA
AUDIT
INTERN

ALCO
KMK
KOMITE KREDIT
KOMITE RISIKO
KOMITE TEKNOLOGI

DIREKTUR
UTAMA

DIREKTUR
KEPATUHAN

DIVISI

MANAJEM
EN RISIKO
DAN KEPATUH
AN

DIVISI

SUMBER
DAYA
MANUSIA

DIVISI
UMUM

DIREKTUR
UMUM

DIVISI

AKUNTANSI
DAN
LAPORAN

DIVISI

TEKNOLOGI
DAN
INFORMASI

DIREKTUR
PEMASARAN

DIVISI
PERENCAN
AAN

DIVISI

PENGEMBANG
AN BISNIS
DAN
PEMBINAAN
CABANG

DIVISI
KREDIT

PENASIHAT
AHLI

DIVISI
TRISURI

CORPORATE
SECRETARY

STAF
DIREKSI

SKAI

MRK

SDM

UMM

AKL

TI

REN

PBCC

CABANG
UTAMA &
CABANGCABANG

KRD

TRI

35

VI. MANAJEMEN BANK :

4 HAL POKOK YANG


HARUS
DIPERHATIKAN
OLEH BANK

Manajemen perbankan merupakan perpaduan antara ilmu


dan seni mengatur kegiatan pengumpulan dana, penyaluran
kredit dan pelaksanaan lalu lintas pembayaran agar efektif
dan efisien dalam mencapai tujuan

a.
b.
c.
d.

Manajemen dana
Manajemen perkreditan
Manajemen lalu lintas pembayaran
Manajemen sumber daya manusia

36

Tingkat Kesehatan Bank

PBI No. 6/10/PBI/2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat


Kesehatan Bank Umum
SE Bank Indonesia No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 perihal
Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum
Lampiran 1 Matriks Perhitungan/ Analisis Komponen Faktor
Lampiran 2 Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Komponen
Lampiran 3 Kertas Kerja Penetapan Peringkat Faktor
Lampiran 4 Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Komposit
Lampiran 5 Kertas Kerja Penetapan Peringkat

37

Tingkat Kesehatan Bank


Pengukuran Tingkat Kesehatan Bank di Indonesia dengan
menggunakan metoda CAMEL:
bank yang sehat adalah bank yang dapat menjalankan fungsi-fungsinya dengan
baik
bank yang sehat adalah bank yang dapat menjaga dan memelihara kepercayaan
masyarakat, dapat menjalankan fungsi intermediasi, dapat membantu kelancaran
lalu lintas pembayaran serta dapat digunakan oleh pemerintah dalam
melaksanakan
berbagai kebijakannya, terutama kebijakan moneter
memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat serta bermanfaat bagi
perekonomian secara keseluruhan
bank harus mempunyai modal yang cukup, menjaga kualitas asetnya dengan
baik,
dikelola dengan baik dan dioperasikan berdasarkan prinsip kehati-hatian,
menghasilkan keuntungan yang cukup untuk mempertahankan kelangsungan
usahanya, serta memelihara likuiditasnya sehingga dapat memenuhi
kewajibannya
38
setiap saat
selain itu, suatu bank harus senantiasa memenuhi berbagai ketentuan dan aturan

Tingkat Kesehatan Bank


Pengukuran Tingkat Kesehatan Bank di Indonesia dengan
menggunakan metoda CAMEL:
Penilaian tingkat kesehatan bank di Indonesia sampai saat ini secara garis besar didasarkan
pada faktor CAMEL (Capital, Assets Quality, Management, Earning dan Liquidity)

No.

Faktor CAMEL

1.
2.

Bobot
Bank Umum

BPR

Permodalan
Kualitas Aktiva Produktif

25%
30%

30%
30%

3.

Kualitas Manajemen

25%

20%

4.

Rentabilitas

10%

10%

5.

Likuiditas

10%

10%
39

Tingkat Kesehatan Bank


1.

Capital

2.

Assets Quality

3.

Management

Manajemen Umum ((strategi, struktur, sistem, sumber

daya manusia, kepemimpinan, budaya kerja) dan Manajemen Risiko (risiko likuiditas, risiko
pasar, risiko kredit, risiko operasional, risiko hukum dan risiko pemilik dan pengurus)

4.

Earning

5.

Liquidity

40

41

Laporan Keuangan Bank

Untuk memenuhi Peraturan Bank Indonesia No. 3/22/PBI/2001


tanggal 13 Desember 2001 sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Bank Indonesia No. 7/50/PBI/2005 tanggal 29
Nopember 2005 tentang Perubahan atas Peraturan Bank
Indonesia No. 3/22/PBI/2001 tentang Transparansi Kondisi
Keuangan Bank dan Surat Edaran Bank Indonesia No.
3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 sebagaimana telah
diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 7/10/DPNP
tanggal 31 Maret 2005 perihal Laporan Keuangan Publikasi
Triwulanan dan Bulanan Bank Umum serta laporan tertentu
yang disampaikan kepada Bank Indonesia, serta untuk
memenuhi Peraturan Bapepam-LK No. X.K.2, Keputusan Ketua
Bapepam-LK No. Kep-36/PM/2003 tanggal 30 September 2003
tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala

42

43

44

45

46

VII. LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

1.

BENTUK DAN STATUS LPS :

2.

LPS dibentuk oleh Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor


24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan.
LPS merupakan lembaga yang independen, transparan, dan akuntabel dalam
melaksanakan tugas dan wewenangnya.
LPS bertanggung jawab kepada Presiden

FUNGSI LPS :

Menjamin simpanan nasabah penyimpan.

Turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan


kewenangannya

47

VII. LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

3.

KEPESERTAAN :

Setiap bank yang melakukan kegiatan usaha di wilayah Negara RI wajib menjadi
peserta Penjaminan.

Bank peserta penjaminan meliputi seluruh Bank Umum (termasuk kantor cabang
dari bank yang berkedudukan di luar negeri yang melakukan kegiatan perbankan
dalam wilayah RI) dan Bank Perkreditan Rakyat, baik bank konvensional
maupun bank berdasarkan prinsip syariah.

Kantor cabang dari bank yang berkedudukan di Indonesia yang melakukan


kegiatan perbankan di luar wilayah RI tidak termasuk dalam Penjaminan.

4.

KEWAJIBAN BANK PESERTA :

Membayar kontribusi kepesertaan sebesar 0,1 % dari modal disetor bank.


Membayar premi penjaminan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Setiap periode
penjaminan membayar premi sebesar 0,1 % dari rata-rata saldo bulanan total
simpanan dalam setiap periode (termasuk simpanan yang berasal dari bank lain).
48

VII. LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

5.

SIMPANAN YANG DIJAMIN :

Merupakan simpanan yang berasal dari masyarakat, termasuk yang berasal dari bank
lain meliputi giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lain yang
dipersamakan dengan itu.

Nilai simpanan yang dijamin LPS mencakup saldo pada tanggal pencabutan izin usaha
bank.

Saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada suatu Bank adalah hasil penjumlahan
saldo seluruh rekening simpanan nasabah pada Bank tersebut, baik rekening tunggal
maupun rekening gabungan (joint account).

Sejak 13 Oktober 2008, saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada suatu bank
adalah paling banyak sebesar Rp. 2 milyar (semula sebesar Rp. 100 juta).

49

VIII. KERAHASIAAN BANK

Definisi Rahasia Bank :


Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan
dengan keuangan dan hal-hal lain dari nasabah bank yang
menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan
(Pasal 1 UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan).
Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan
dengan keterangan mengenai Nasabah Penyimpan dan
Simpanan Nasabah (PBI No.2/19/PBI/2000).
50

Kepentingan Kerahasiaan Bank :

Kepentingan perpajakan

Penyelesaian piutang Bank yang sudah


diserahkan
kepada
Badan
Urusan
Piutang Negara & Lelang / Panitia
Urusan Piutang Negara

Kepentingan peradilan dalam perkara


pidana

Kepentingan peradilan dalam perkara


perdata antara Bank dengan Nasabah

Tukar menukar informasi antar Bank

Permintaan atau persetujuan


dari nasabah penyimpan

Permintaan ahli waris yang sah dari


nasabah penyimpan yang meninggal
dunia

tertulis

Harus
memperoleh izin
tertulis dari BI

Tidak
memerlukan izin
tertulis dari BI

51

PENGECUALIAN TERHADAP KERAHASIAAN


BANK :
Kerahasiaan bank tidak berlaku untuk :

Kepentingan penyidikan/ peradilan dalam perkara Tindak


Pidana Pencucian Uang (TPPU)

Kepentingan penyidikan oleh KPK (Komisi Pemberantasan


Korupsi) dalam perkara Tindak Pidana Korupsi

52

SANKSI MEMBUKA RAHASIA BANK TERKAIT UU


PERBANKAN :

Barang siapa tanpa membawa izin tertulis dari Bank


Indonesia dengan sengaja memaksa Bank untuk
memberikan keterangan mengenai nasabah penyimpan
dan simpanan diancam dengan pidana penjara sekurangkurangnya 2 tahun dan paling lama 4 tahun serta
denda sekurang-kurangnya Rp 100.000.000.000,00
dan paling banyak Rp 200.000.000.000,00

Komisaris, Direksi atau pegawai Bank atau pihak


terafiliasi yg dengan sengaja memberikan keterangan
yang wajib dirahasiakan diancam dengan pidana penjara
sekurang-kurangnya 2 tahun dan paling lama 4 tahun
serta denda sekurang-kurangnya Rp 4.000.000.000,00
dan paling banyak Rp 8.000.000.000,00

53

SANKSI MEMBUKA RAHASIA BANK TERKAIT UU


TPPU :
Direksi, pejabat atau pegawai Bank yg memberitahukan
kepada pengguna jasa keuangan atau orang lain baik
secara langsung ataupun tidak langsung dengan cara
apapun
mengenai
laporan
Transaksi
Keuangan
Mencurigakan yang sedang disusun atau telah
disampaikan kepada PPATK (pasal 17A UU TPPU)
dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun
dan paling lama 5 tahun dan pidana denda paling
sedikit Rp 100.000.000,00 dan paling banyak Rp
1.000.000.000,00.
54

(PPATK = Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan)

UU NO. 11/2008 TANGGAL 21-04-2008 TENTANG


INFORMASI DAN
TRANSAKSI ELEKTRONIK

Perbuatan Yang Dilarang - Pasal 27 Ayat (3) :


Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak
mendistribusikan
dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya
informasi elektronik
dan/ atau
dokumen elektronik yang
memiliki muatan penghinaan
dan/ atau pencemaran nama baik

Ketentuan Pidana - Pasal 45 Ayat (1) :


Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud
dalam pasal 27 ayat (3) dipidana dengan
pidana penjara paling
lama 6 (enam) tahun dan/ atau
denda paling banyak Rp
1.000.000.000,00 (satu milyar
rupiah)
55

IX. PENGATURAN & PENGAWASAN BANK

BANK INDONESIA MENETAPKAN PERATURAN :


1. Memberikan dan mencabut ijin kelembagaan/ usaha bank
2. Mengawasi serta memberikan sanksi terhadap bank

TUJUAN :
Mengoptimalkan fungsi perbankan indonesia sebagai :
1. Lembaga kepercayaan ( menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat )
2. Pelaksana kebijakan moneter
3. Lembaga yang berperan dalam membantu pertumbuhan ekonomi dan pemerataan.

PENDEKATAN YANG DILAKUKAN :


1. Kebijakan memberikan keleluasaan berusaha (deregulasi)
2. Kebijakan prinsip kehatihatian ( prudential banking )
3. Pengawasan bank yang mendorong bank untuk melaksanakan secara konsisten
ketentuan intern yang dibuat sendiri (self regulatory banking) dalam melakukan
kegiatan operasionalnya dengan tetap mengacu pada prinsip kehati - hatian
56

X. KEWENANGAN PENGATURAN
DAN PENGAWASAN BANK

RIGHT TO
LICENCE

PEMBERIAN /
PENCABUTAN
IJIN BANK /
CABANG,
KEPENGURUSAN,
KEPEMILIKAN,
USAHA TERTENTU

RIGHT TO
REGULATE

MENETAPKAN
DAN MEMBUAT
KETENTUAN YANG
MENYANGKUT
ASPEK USAHA
DAN KEGIATAN
BANK

RIGHT TO
CONTROL

- ON SITE :
PENGAWASAN
LANGSUNG
(UMUM, KHUSUS)
UNTUK MEMANTAU
KEPATUHAN
THD KETENTUAN
- ON DESK :
ATAS DASAR
LAPORAN BANK

RIGHT TO
IMPOSE
SANCTION

MENJATUHKAN
SANKSI SESUAI
UNDANG - UNDANG
YANG BERLAKU

57

XI. ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA ( API


)

Latar Belakang
Krisis ekonomi 1997
Kebutuhan memiliki fundamental perbankan yang kuat
Melanjutkan upaya penyehatan perbankan nasional
Pengertian API
Kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat
menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan
industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh
tahun ke depan

58

Tantangan ke Depan
PERMASALAHAN

TANTANGAN YANG DIHADAPI

Struktur perbankan

Aset perbankan dikuasai oleh 13 bank


besar

Kapasitas
pertumbuhan kredit

Permodalan bank tidak mendukung


pertumbuhan kredit yang diharapkan

Kebutuhan
masyarakat

Akses kredit masih perlu ditingkatkan,

Kapabilitas SDM

Risk management, GCG dan core banking


skills perlu ditingkatkan

Profitabilitas dan
efisiensi

Struktur aktiva belum optimal dan biaya


operasional relatif tinggi

Infrastruktur

Belum ada Credit Bureau

Perlindungan
nasabah

Hak-hak nasabah belum diperhatikan

Pengawasan

Efektivitas dan koordinasi pengawasan


bank dengan lembaga lain perlu
ditingkatkan

59

ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA ( API )

VISI

Mencapai suatu sistem perbankan yang


sehat, kuat dan efisien guna menciptakan
kestabilan sistem keuangan dalam rangka
membantu mendorong pertumbuhan
ekonomi nasional

60

6 (ENAM) PILAR PENUNJANG PENCAPAIAN VISI API

61

Sasaran Kebijakan API

NO

PILAR API

SASARAN

1.

Struktur Perbankan
yang sehat

Penguatan permodalan dan peningkatan daya


saing.

2.

Sistem Pengaturan yang


Efektif

Peningkatan Compliance thdp 25 Basel Core


Principles For Effectiveness Bank Supervision

3.

Fungsi Pengawasan
Efektif

Peningkatan Koordinasi antara lembaga


pengawas, penerapan Risk Based Supervision

4.

Industri Perbankan yang


kuat

Penerapan GCG, peningkatan kualitas


manajemen risiko dan peningkatan
kemampuan operasional.

5.

Infrasutuktur Perbankan
yang memadai

Pembentukan Credit Bereau, optimalisasi


credit rating agency.

6.

Perlindungan Konsumen

Penyelesaian pengaduan nasabah,


pembentukan lembaga mediasi perbankan dan
transparansi.
62

STRUKTUR PERBANKAN INDONESIA


PERMODALAN
Bank
Internasional

Rp. 50 Trilyun
2 3 Bank

Rp. 10 50
Trilyun
3 5 Bank

Bank
Nasional

bank dengan fokus :

Rp. 100 Milyar


Rp. 10 Trilyun
30 50 Bank

Dibawah
Rp. 100 Milyar

Daerah

Korporasi

BPR

Ritel

Lainnya

Bank dengan kegiatan


Usaha terbatas

63

ARAH KEBIJAKAN PERBANKAN

Konsolidasi Perbankan (API)

Memperkuat kelembagaan perbankan melalui penguatan


permodalan

Modal Inti : - Minimum Rp80miliar pada akhir th 2007;


dan
- Minimum Rp 100miliar pada akhir th 2010

Penerapan Basel II Accord (secara bertahap)


Sistem perhitungan kecukupan modal yang lebih berorientasi
pada risiko dengan mendasarkan pada 3 pilar: 1) Minimum
Capital requirement; 2) Supervision Review Process; 3) Market
Discipline

Pengembangan Perbankan Syariah

Pengembangan BPR dan Linkage Program BPR dengan Bank64


Umum/Lembaga lain