Anda di halaman 1dari 5

1.

2.
3.
4.

Pelanggaran HAM di daerah konflik


Pengaturan HAM dalam UUD NKRI tahun 1945
Makna yg terkadung dalam pembukaan UUD NKRI
Ketentuan ttg kedaulatan rakyat dan negara hukum
dalam konstitusional
5. Ciri-ciri negara
a. Negara kesatuan (unitaris)
Segala urusan ditangani pemerintah pusat.
Terdiri dari beberapa provinsi.
1 konstitusi, kepala negara, dewan kabinet, dan
parlemen.
Ciri utama negara kesatuan adalah supremasi
parlemen pusat dan tiadanya badan-badan lain
yang berdaulat.
b. Negara serikat (federasi)
Ada negara bagian yg masing tidak berdaulat.
Kendati negara bagian memiliki konstitusi,
kepala negara, parlemen dan kabinet sendiri,
yg berdaulat dlm negara serikat adalah
gabungan negara bagian yg disebut negara
federal.
Setiap negara bagian bebas melakukan
tindakan ke dalam, asal tak bertentangan
dengan konstitusi federal.
Tindakan ke luar (hubungan dengan negara lain)
hanya dapat dilakukan oleh pemerintah
federal.
6. Kelebihan sistem pemerintahan
a. Presidensil
Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya
sebab tidak tergantung pada parlemen.
Seorang Menteri tak bisa di jatuhkan
Parlemen karena bertanggung jawab kepada
presiden.
Pemerintah dapat leluasa karena tak ada
bayang krisis kabinet.
Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk
jabatan-jabatan eksekutif sebab dapat diisi
oleh orang luar termasuk anggota parlemen
sendiri.
Masa jabatan badan eksekutif lebih pasti
dengan jangka waktu tertentu. Misalkan, masa
jabatan Presiden Amerika Serikat selama
empat tahun, sedangkan Presiden Indonesia
lima tahun.
Penyusun program kerja kabinet lebih mudah
disesuaikan dengan jangka waktu masa
jabatannya
b. Parlementer
Pengaruh rakyat thdp politik yg dijalankan
sangat besar shg suara rakyat sangat
didengarkan oleh parlemen.
Dengan adanya parlemen sebagai perwakilan
rakyat maka pengawasan pemerintah dapat
berjalan dengan baik
Pembuat kebijakan bisa ditangani secara cepat
sebab gambang terjadi penyesuaian pendapat
antara eksekutif & legislatif. Hal ini
disebabkan kekuasaan eksekutif & legislatif
berada pada satu partai atau koalisi partai.
Sistem pertanggungjawaban dalam pembuatan
dan juga pelaksanaan kebijakan publik sangat
jelas.
7. Pokok-pokok sistem pemerintahan negara indonesia

a.

8.

9.

10.
11.

Sebelum amandemen
Indonesia adalah negara yang berdasarkan
atas hukum (rechtsstaat).
Sistem Konstitusional.
Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan
Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Presiden adalah penyelenggara pemerintah
negara yang tertinggi dibawah Majelis
Permusyawaratan Rakyat.
Presiden tidak bertanggung jawab kepada
Dewan Perwakilan Rakyat.
Menteri negara ialah pembantu presiden,
menteri negara tidak bertanggungjawab
kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.
b. Setelah amandemen
Bentuk negara kesatuan dengan prinsip
otonomi daerah yang luas. Wilayah negara
terbagi dalam beberapa provinsi.
Bentuk
pemerintahan
adalah
republik,
sedangkan sistem pemerintahan presidensial.
Presiden adalah kepala negara dan sekaligus
kepala pemerintahan. Presiden dan wakil
presiden dipilih secara langsung oleh rakyat
dalam satu paket.
Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden
dan bertanggung jawab kepada presiden.
Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral),
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan
Perwakilan Daerah (DPD). Para anggota dewan
merupakan anggota MPR. DPR memiliki
kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi
jalannya pemerintahan.
Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah
Agung dan badan peradilan dibawahnya.
Sifat dasar kedaulatan
a. Asli: tidak berasal/dilahirkan dari kekuasaan lain.
b. Permanen: kekuasaan itu tetap ada selama negara
itu berdiri sekalipun pemegang kedaulatan
berganti.
c. Tak terbatas: tidak dibatasi oleh kekuasaan lain.
d. Tunggal (bulat): kekuasaan itu merupakan satunya
kekuasaan tertinggi dalam negara yg tak
diserahkan atau dibagikan pada badan lainnya
Asas penyelenggaraan pemerintahan
a. Sentralisasi: segala kekuasaan dipusatkan di
pemerintah pusat
b. Desentralisasi:
penyerahan
wewenang
pemerintahan oleh pemerintah pada daerah otonom
untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan
dalam sistem NKRI
c. Dekonsenterasi:
pelimpahan
wewenang
pemerintahan oleh pemerintah pada gubernur sbg
wakil pemerintah atau pada instansi vertikal
wilayah tertentu.
d. Tugas pembantuan: penugasan dari pemerintah
pada daerah, dari pemerintah provinsi pada
kabupaten kota/desa, dari pemerintah kabupaten
kota/desa untuk melaksanakan tugas tertentu
Fungsi
pengaturan
dalam
penyelenggaraan
pemerintahan
Pengertian keadilan menurut aristoteles

a.

12.

13.

14.

15.
16.

Keadilan Komutatif: suatu perlakuan pada


seseorang dgn tanpa melihat jasa yg telah
diberikan.
b. Keadilan Distributif: suatu perlakuan terhadap
seseorang yg sesuai dgn jasa yg telah diberikan.
c. Keadilan Kodrat Alam: memberi sesuatu sesuai dgn
apa yg diberikan oleh orang lain kepada kita
sendiri.
d. Keadilan Konvensional: kondisi jika seorang warga
negara telah menaati segala perpu.
e. Keadilan Perbaikan: jika seseorang telah berusaha
memulihkan nama baik seseorang yg telah
tercemar.
Sumber hukum formal
a. Undang-undang;
Hukum tertulis (ius scripta)
Hukum tak tertulis (ius non scripta)
b. Kebiasaan;
Pasal 27 UU No. 14 tahun 1970 tentang Pokokpokok Kekuasaan Kehakiman di Indonesia mengatur
bahwa: hakim sebagai penegak hukum dan keadilan
wajib menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai
yang hidup dalam masyarakat.
c. Traktat atau Perjanjian Internasional;
Pasal 11 ayat (1 & 2) UUD 1945 yang berisi :
(1) Presiden dgn persetujuan DPR nyatakan perang,
membuat perdamaian perjanjian dgn Negara lain;
(2) Presiden membuat perjanjian internasional yg
menimbulkan akibat yg luas & mendasar bagi rakyat
terkait dgn beban keuangan Negara.
d. Yurisprudensi; (Putusan pengadilan)
e. Doktrin.
Pengadilan negeri, pengadilan tinggi/banding dan
pengadilan tertinggi/kasasi.
a. Pengadilan
negeri(Kabupaten/kota/daerah
tingkat2)
Suatu pengadilan (umum) sehari-hari yg memeriksa
dan memutuskan perkara pidana sipil untuk semua
golongan penduduk (warga Negara dan orang asing)
b. Pengadilan tinggi/banding
pengadilan banding yg mengadili lagi pada
tingkat2 suatu perkara perdata/pidana, yg
telah diadili/diputuskan oleh Pengadilan Negeri
pada tingkat1.
Pemeriksaan yg dilakukan pada Pengadilan
Tinggi hanya pemeriksaan berkas perkara saja,
kec Pengadilan Tinggi merasa perlu langsung
mendengarkan para pihak yg berperkara.
c. Pengadilan tertinggi/kasasi
MA,
MK
Dua asas pokok pemerintahan demokrasi
a. Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan,
misal pemilihan wakil rakyat secara langsung,
umum, bebas, dan rahasia serta jujur dan adil;
b. Pengakuan hakikat dan martabat manusia, misal
adanya tindakan pemerintah untuk melindungi hakhak asasi manusia demi kepentingan bersama.
Makna sila ke 4 pancasila
Faktor pendorong tercapainya integrasi nasional
a. Rasa senasib seperjuangan akibat faktor sejarah.
b. Ada ideologi nasional yg tercermin di simbol negara
yakni Garuda Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika.

c.

17.

18.

19.

20.

21.
22.
23.

24.

25.

26.

Ada sikap tekad keinginan kembali bersatu seperti


yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda.
d. Ada ancaman dari luar yg menyebabkan munculnya
semangat nasionalisme dalam Bangsa Indonesia.
Ancaman militer dari dalam dan luar negeri
a. Dari luar negeri
Agresi (Invasi, Bombarden, Blokade)
Pelanggaran wilayah
Spionase
Sabotase
Aksi teror bersenjata
b. Dari dalam negeri
Pemberontakan bersenjata
Perang saudara
Aksi teror bersenjata
Sabotase
Konflik horizontal
Asas-asas dalam wawasan nusantara
a. Kepentingan/Tujuan yang sama
b. Keadilan
c. Kejuju ran
d. Solidaritas
e. Kerjasama
f. Kesetiaan terhadap kesepakatan
Implementasi wawasan nusantara
a. Bidang ideologi
..
b. Bidang politik
c. Bidang ekonomi
d. Bidang sosial budaya
e. Bidang pertahanan dan keamanan
Penyebab terjadinya kasus pelanggaran HAM
a. Belum ada pemahaman mengenai ham
b. Adanya dikotomi antara individualisme dan
kolektivisme
c. Kurang berfungsinya lembaga penegak hukum
Instrumen HAM
Batas
laut
menurut
Konvensi
Hukum
Laut
Internasional
Asas kewarganegaraan
a. Asas ius sanguinis : berdasar keturunan
b. Asas ius soli : berdasar negara tempat dilahirkan
Kasus bipateid dan apartheid
a. Apartheid : seorang penduduk yang tidak memiliki
kewarganegaraan sama sekali
b. Biparteid : seorang penduduk memiliki dua macam
kewarganegaraan
Nilai moral yg terkandung dalam demokrasi pancasila
a. Persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia.
b. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
c. Pelaksanaan kebebasan yg dipertanggungjawabkan
secara moral pada Tuhan,diri sendiri dan orang lain.
d. Mewujudkan keadilan social.
e. Pengambilan keputusan dgn musyawarah mufakat.
f. Mengutamakan persatuan dan kekeluargaan.
g. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional.
Dinamika pelaksanaan demokrasi di indonesia
a. 1945-1949 dengan UUD 1945 seharusnya berlaku
demokrasi Pancasila namun dalam penerapan
berlaku demokrasi liberal.
b. 1949-1950 dengan konstitusi RIS berlaku
demokrasi liberal
c. 1950-1959 dengan UUDS 1950 berlaku demokrasi
liberal dengan multipartai.

d.

1959-1965 dengan UUD 1945 seharus berlaku


demokrasi Pancasila, namun yang diterapkan
demokrasi terpimpin (cenderung otoriter).
e. 1966-1998 dengan UUD 1945 berlaku demokrasi
Pancasila (cenderung otoriter).
f. 1998-sekarang dengan UUD 1945 berlaku
demokrasi Pancasila (cenderung ada perubahan
menuju demokratisasi).
27. Pembagian kekuasaan
a. John Locke
Kekuasaan legislatif
Kekuasaan eksekutif
Kekuasaan federatif
b. Montesquee
Kekuasaan legislatif
Kekuasaan eksekutif
Kekuasaan yudikatif
28. Tugas dan fungsi dari lembaga-lembaga negara
menurut UUD NKRI tahun 1945
a. Wewenang MPR
mengubah dan menetapkan UUD
melantik Presiden dan Wakil Presiden;
memberhentikan Presiden dan WaPres dlm
masa jabatannya menurut UUD;
memilih wapres dari dua calon yang diusulkan
oleh Presiden
memilih Presiden Wapres apabila keduanya
berhenti dalam masa jabatannya
b. Wewenang DPR
Legislatif, membuat UU dgn presiden.
Anggaran, pemegang kekuasaan menetapkan
APBN yg diajukan Presiden.
Pengawasan, mengawasi jalannya pemerintahan.
c. Wewenang DPD
Mengajukan RUU ke DPR ttg otonomi daerah,
hub pusat & daerah, pembentukan, pemekaran,
serta penggabungan daerah, pengelolaan SDA /
ekonomi lainnya, jg yg berkaitan dgn
perimbangan keuangan pusat daerah.
Memberi pertimbangan pada DPR atas RUU
APBN & RUU yg berkaitan dgn pajak,
pendidikan, agama.
Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan
mengenai hal-hal di atas tadi, serta
menyampaikan hasil pengawasannya kepada
DPR untuk ditindaklanjuti. DPD ini bersidang
sedikitnya sekali dalam setahun.
d. Wewenang presiden
Sebagai kepala negara
Memegang kekuasaan tertinggi atas AD, AL,
AU (pasal 10 UUD 1945).
Nyatain perang, mbuat perjanjian, perdamaian
dgn persetujuan DPR (pasal 11 UUD 1945).
Menyatakan negara dlm keadaan bahaya (pasal
12 UUD 1945).
Mengangkat duta dan konsul.
Memberi grasi, amnesti, dan rehabilitasi.
Memberi gelar, tanda jasa, tanda kehormatan.
Sebagai kepala pemerintahan
Memegang kuasa pemerintahan menurut UUD.
Mengajukan RUU pada DPR.
Menetapkan PP untuk menjalankan UU
Mengangkat & memberhentikan menteri
e. Wewenang MA

29.
30.

31.
32.
33.
34.

35.
36.

37.

mengadili pada tingkat kasasi;


menguji Perpu di bawah UU thdp UU
f. Wewenang MK
menguji UU terhadap UUD;
memutus sengketa kewenangan lembaga negara
yg kewenangannya diberikan oleh UUD
memutus pembubaran parpol;
memutus perselisihan ttg hasil pemilu.
g. Wewenang KY
Lembaga negara yang melaksanakan kekuasaan
negara, khususnya di bidang penuntutan
Sanksi hukum menurut pasal 10 KUHP
a. Hukuman pokok
Hukuman mati
Penjara (sementara/seumur hidup)
Kurungan
Denda (UU no. 1/1960, dikonversi dikali 15)
Tutupan (UU no. 20/1946)
b. Hukuman tambahan
Pencabutan beberapa hak tertentu
Perampasan barang tertentu
Pengumuman putusan hakim
Hak yang berbentuk kekuasaan dan kewenangan yg
dimiliki oleh DPR, MPR, presiden dll
Pelanggaran pasal-pasal yang mengatur tentang hak
warga negara
Spionase, sabotase, aksi teror bersenjata dll
Pasal 30 UUD NKRI tahun 1945
a. Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 : tiap-tiap warga
negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara.
b. Pasal 30 ayat 2 UUD 1945 : usaha pertahanan
dan keamanan negara dilaksanakan melalui
SISHANKAMRATA oleh TNI dan Kepolisisan
Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan
utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.
c. Pasal 30 ayat 3 UUD 1945 : Tentara Nasional
Indonesia terdiri atas Angkatan darat, Angkatan
Laut, dan Angkatan Udara sebagai alat Negara
bertugas
mempertahankan,
melindungi,
dan
memelihara keutuhan dan kedaulatan Negara.
d. Pasal 30 ayat 4 UUD 1945 : Tugas Kepolisian
Negara untuk menjaga keamanan dan ketertiban
melindungi dari semua ancaman maupun gangguan,
menegakkan hukum yang telah ada/dibuat.
e. Pasal 30 ayat 5 UUD 1945 : hal yg berkaitan dgn
pertahanan dan keamanan negara yg dilakukan TNI,
Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan juga
warga negara diatur UU.
Pengertian bangsa menurut paham geopolitik
Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu
kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, dan
hankam
Ciri-ciri budaya politik parokial, kaula dan partisipan
a. Parokial
Berlangsung dalam sistem politik tradisional
Tidak terdapat peran-peran politik yang
khusus dalam masyarakat
Peran politik masyarakat dilakukan bersamaan
dengan bidang lainnya
Tidak adanya minat terhadap kegiatan politik
tetapi hanya terbatas pada keterkaitan
profesi

Tidak mengharapkan apa pun dari sistem


politik
Sistem politik lebih bersifat afektif dan
normatif daripada kognitif
b. Kaula/subjek
Adanya minat, kesadaran, dan perhatian
terhadap sistem politik
Adanya pengertian dan pemahaman terhadap
hal-hal yang menjadi kebijakan pemerintah
Adanya
partisipasi
yang
pasif
dalam
pengambilan kebijakan
Jika tidak menyukai sistem politik yang
berlaku,
masyarakat
hanya
diam
dan
menyimpan perasaan
Tingkat sosial dan ekonomi masyarakat relatif
maju, tetapi hubungan masyarakat dengan
sistem politik bersifat pasif
Adanya kesadaran masyarakat terhadap
otoritas pemerintah
Masyarakat secara umum patuh, menerima,
loyal, dan setia terhadap anjuran, perintah
serta kebijakan pimpinannya
c. Partisipan
Adanya kesadaran politik yang sangat tinggi
Hubungan warga negara dengan pemerintah
bersifat harmonis
Tingginya peran aktif masyarakat dalam
kehidupan politik
Seseorang atau orang lain dianggap sebagai
anggota aktif dalam kehidupan politik
Masyarakat menerapkan dan menggunakan hakhak politiknya
Masyarakat tidak menerima begitu saja
keputusan politik
Adanya kesadaran yang tinggi terhadap sistem
politik yang ada
Adanya peran aktif masyarakat, baik dalam hal
menolak maupun menerima
Fungsi parpol
a. Sarana komunikasi politik
b. Sarana sosialisasi politik
c. Sarana rekrutmen politik
d. Sarana pengatur konflik dalam masyarakat
Perwujudan nilai instrumental
Empat kategori kasus pelanggaran HAM
Sumber keuangan negara
a. Pajak
b. Retribusi
c. Keuntungan BUMN
d. Pinjaman dan hibah
e. Penjualan kekayaan negara
f. Penerimaan bea dan cukai
Wewenang lembaga negara (MK, MA, KY, dll)
Cara yg ditempuh untuk mencapai tujuan negara
Hak dan kewajiban Pemerintah Daerah selalu
pengelola daerah otonom
Hak dan kewajiban warga negara
a. Hak
Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang
layak (pasal 27 ayat 2)
Hak untuk hidup dan mempertahankan
kehidupan (pasal 28A).
-

38.

39.
40.
41.

42.
43.
44.
45.

Hak
untuk
membentuk
keluarga
dan
melanjutkan keturunan melalui perkawinan sah
(pasal 28B ayat 1).
Hak atas kelangsungan hidup.
Hak mengembangkan diri melalui pemenuhan
kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat
pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi,
seni dan budaya demi meningkatkan kualitas
hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia.
(pasal 28C ayat 1)
Hak
untuk
memajukan
dirinya
dalam
memperjuangkan haknya secara kolektif untuk
membangun
masyarakat,
bangsa,
dan
negaranya. (pasal 28C ayat 2).
Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan,
dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan
yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).
Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak
untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak
kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak
beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak
untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum,
dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum
yang berlaku surut adalah hak asasi manusia
yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan
apapun. (pasal 28I ayat 1).
b. Kewajiban warga negara
Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal
27 ayat (1) UUD 1945
Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan
negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945
Wajib menghormati hak asasi manusia orang
lain. Pasal 28J ayat 1
Wajib tunduk kepada pembatasan yang
ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 28J
ayat 2
Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan
keamanan negara. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945
46. Tindakan penanganan dilakukan oleh lembagalembaga negara yang mempunyai fungsi untuk
menegakkan hukum
47. Asas-asas HI
a. Asas Teritorial
Berdasar kekuasaan negara atas daerahnya.
Berlaku bagi semua orang dan semua barang yg ada
di wilayahnya. diluar wilayah berlaku hukum asing.
b. Asas Kebangsaan
Berdasar pada kekuasaan negara terhadap warga
negaranya. Setiap warga negara dimanapun ia
berada tetap mendapatkan perlakuan hukum dari
negaranya.
Asas
ini
mempunyai
kekuatan
extraterritorial, artinya hukum dari negara
tersebut tetap berlaku juga bagi warga negaranya,
walaupun di negara asing.
c. Asas Kepentingan Umum
Berdasar wewenang negara untuk melindungi dan
mengatur kepentingan dlm kehidupan masyarakat.
Negara dapat menyesuaikan diri dgn semua
keadaan dan peristiwa yg bersangkut paut dgn
kepentingan umum. Jadi hukum tidak tidak terikat
pada batas-batas wilayah suatu negara.
48. Klasifikasi perjanjian internasional menurut subyek,
fungsi, dll.
-

49. Langkah-langkah yg ditempuh untuk melaksanakan


strategi dalam menghadapi berdimensi politik yang
dilakukan melalui pendekatan ke dalam dan keluar
50. Sistem pemerintahan yang dianut pada periode 27
desember 1949 sampai dengan 17 agustus 1950
adalah sistem parlementer kabinet semu (quasi
parlementer)
51. HAM dalam nilai ideal sila-sila pancasila
a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjamin hak
kemerdeka an untuk memeluk agama, melaksanakan
ibadah dan menghormati perbedaan agama.
b. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
menempatkan setiap warga negara pada kedudukan
yang sama dalam hukum serta memiliki kewajiban
dan hak-hak yang sama untuk mendapat jaminan
dan perlindungan hukum.
c. Sila Persatuan Indonesia mengamanatkan adanya
unsur pemersatu diantara warga negara dengan
semangat rela berkorban dan menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan
pribadi atau golongan .Hal ini sesuai dengan prinsip
hak asasi manusia, bahwa hendaknya sesama
manusia bergaul satu sama lainnya dalam semangat
persaudaraan
d. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan
dalam
Permusyawaratan
/Perwakilan
dicerminkan
dalam
kehidupan

pemerintahan, bernegara, dan bermasyarakat yang


demokratis
e. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia mengakui hak milik perorangan dan
dilindungi pemanfaatannya oleh negara serta
memberi
kesempatansebesar-besarnya
pada
masyarakat.
52. Perubahan berkaitan dengan kekuasaan presiden
setelah amandemen UUD NKRI 1945
53. Alur pengangkatan perwakilan diplomatik, tugas dan
fungsinya, tingkat dan perangkatnya, berakhirnya
perwakilan diplomatik, dll
54. Strategi yang harus dilakukan oleh bangsa indonesia
untuk menghadapi ancaman di bidang ekonomi
a. Memperkuat
produksi
domestik,
sehingga
memperkuat perekonomian rakyat.
b. Pertanian dijadikan prioritas utama, karena
mayoritas penduduk bermata pencaharian petani.
c. Bahan baku industri harus berasal dari dalam negri.
d. Perekonomian
harus
berorientasi
pada
kesejahteraan rakyat.
e. Tidak bergantung pada badan badan multilateral
seperti IMF, Bank Dunia, WTO.
f. Mempererat kerjasama dengan sesama negara
berkembang
untuk
bersama
menghadapi
kepentingan negara maju
55. Alasan yang menjadi dasar bahwa bentuk RI adalah
kesatuan

Anda mungkin juga menyukai